FF : The House Tree 2 – Delapan

The House Tree II

Tittle              : The House Tree 2

Author            : Ohmija

Genre              : Family, Brothership, Friendship, A little Comedy Action Sad

Cast                : EXO

Summary        : “Baekhyun-ah, kau tau.. Kris hyung tidak akan bisa mengatasi masalahnya sendiri tanpa Luhan hyung dan Xiumin hyung. Chanyeol tidak bisa mengatasi masalahnya tanpamu. Dan mereka berdua tidak akan bisa mengatasi kekeras kepalaan Sehun tanpa kalian. Saat ini, mereka sedang tidak baik-baik saja. Saat ini.. mereka membutuhkan kalian…”

Jongin hanya bisa terus menghusap punggung Sehun yang membungkuk saat ia mengetahui semuanya. Ia tau jika ayahnya sudah menikah lagi, tapi ia tidak pernah tau jika dari pernikahan itu ada seorang anak yang lahir dan anak itu adalah Lauren.

Bukan bermaksud melepas tanggung jawab, tapi para suster panti asuhan sudah sejak lama mencari tahu siapa keluarga Lauren karena ingin yeoja mungil itu tidak lagi tersiksa dengan semua ejekan teman-temannya.

“Sehun-ah…”panggil Jongin pelan sambil menepuk pundaknya. “Kau tidak apa-apa? Kau sudah diam selama setengah jam”lanjutnya. Selain karena khawatir, Jongin juga sudah tidak tahan jika harus terus berada di taman saat cuaca dingin seperti ini.

“Lauren adalah adik tiriku…”desah Sehun pelan. “Dia adalah anak appa dan istrinya…”

“Sehun-ah, kau sudah mengenal Lauren dan dia adalah anak yang baik. Biar bagaimanapun dia adalah anak appa-mu dan aku rasa dia berhak mendapatkan haknya”

“Dia memang anak appa tapi dia bukan adik tiriku!”balas Sehun setengah meninggi. “Kau tau kan bagaimana hidupku selama ini?! Sebelum aku mengalami kecelakaan itu, appa sudah meninggalkanku! Aku tidak tau apa yang dia lakukan diluar sana, aku tidak tau dia bermain dengan berapa wanita dalam satu malam. Yang aku tau, saat aku kembali ke rumah, Ren ahjumma memberitahuku jika appa meninggal dalam kecelakaan. Hanya itu!”

“Sehun-ah tapi—“

“Kau tau? Aku sangat membenci orang tuaku! Aku membenci mereka!”

Jongin terdiam. Tidak berusaha menghibur sahabatnya lagi karena ia mengerti dengan kesedihan yang dialaminya sekarang. Dia pasti sangat tertekan dengan semua masalah yang harus dihadapinya.

***___***

Siang hari, Jongin terpaksa membiarkan Sehun karena ia harus mengurus suatu masalah di perusahaan ayahnya. Tiba di rumah sewanya yang baru, dengan wajah menekuk, Jongin menjatuhkan dirinya ke sofa ruang tamu.

“Kau sudah pulang?” Kyungsoo menyambut. Ia keluar dari arah dapur. Jongin mengangguk pelan.

“Mana yang lain?”

“Mereka sedang keluar untuk mencari pekerjaan tapi Baekhyun…” Kyungsoo menggantung ucapannya

“Baekhyun hyung?”

“Dia bertengkar lagi dengan Luhan hyung tadi pagi karena Luhan hyung melarangnya untuk bertemu dengan Chanyeol”

“Aiissshhh… apa yang ada di otak Luhan hyung sebenarnya?! Kenapa dia jadi seperti itu?!” Jongin mengacak rambutnya frustasi. “Lalu dimana Baekhyun hyung?”

“Membawa Baekgu jalan-jalan. Kau mau makan?”

“Tidak” Jongin menggeleng. “Hyung, ada yang ingin ku beritahu padamu”

Kyungsoo mengerutkan keningnya bingung melihat ekspresi serius di wajah Jongin saat menatapnya. Ia mengurungkan niatnya yang hendak pergi ke dapur lalu duduk disamping namja berkulit gelap itu.

“Baekgu…”

“Ada apa dengannya?”tanya Kyungsoo hati-hati

“Aku tadi bertemu dengannya dan dia sedang mendapat satu masalah lagi”

“Masalah?”ulang Kyungsoo. Matanya membulat lebar karena terkejut. “Apa yang terjadi dengannya?”

“Hyung, kau tau Lauren?”

“Lauren?”

“Yeoja mungil yang selalu menunggu Baekgu di café tempat Baekhyun hyung dan Tao bekerja dulu…”

“Ah! Aku ingat. Lalu?”

“Dia adalah adik tiri Baekgu…”

Tidak lagi tersentak. Tapi Kyungsoo justru langsung menjerit nyaring mendengar ucapan Jongin barusan.

“Kau bercanda?! Tidak mungkin!”

***___***

Siang itu sangat panas. Dan mungkin bukanlah waktu yang tepat untuk membawa binatang peliharaan berjalan-jalan. Tapi Baekhyun melakukannya.

Bersama dengan anjing putih mungil yang mengiringi langkahnya, ia terus berjalan di taman yang tidak terlalu ramai itu. Pandangannya kosong. Kesadarannya juga seakan menghilang.

Chanyeol dan Chen. Keduanya adalah sahabatnya. Mereka pernah bertengkar hebat dan pernah saling menemukan saat mereka kehilangan. Mereka tidak bisa bersikap saling tidak perduli, saling mengabaikan dan saling bersikap seolah tidak membutuhkan.

Karena pada kenyataannya, ikatan persahabatan itu saling menemukan mereka lagi. Dan ia harap…selalu.

Sama seperti sekarang, saat ia benar-benar membutuhkan dua sahabatnya itu untuk menceritakan segala keluh kesahnya. Setidaknya, ada dua orang yang akan menepuk pundaknya dan membuatnya tertawa kembali.

“Kau melamun dan tidak menyadari jika Baekgu menghilang, huh?”

Baekhyun mengerjap, kemudian menoleh ke belakang dan langsung tersentak.

“Chen?”

“Kau duduk disini seperti orang bodoh, Baekhyun. Kau bahkan melupakan Baekgu”

Berada dalam satu garis lurus, Chen tersenyum lebar sambil memeluk Baekgu dalam dekapannya.

“Bahkan jika kau pergi jauh sekalipun, aku pasti akan bisa menemukanmu”

Ketenangan itu datang. Kenyamanan itu kembali menemani.

Kesadarannya masih belum kembali saat ada seseorang yang menemaninya duduk bersama di taman itu. Masih tidak mengerti. Masih belum mempercayai jika dia adalah Chen. Sahabatnya.

“Kalian membuat Sehun menjadi gila secara perlahan”serunya membuka suara sambil menghusap-husap kepala Baekgu yang duduk di pangkuannya. “Chanyeol bilang jika kemarin Sehun bertengkar dengan ibunya lagi dan dia benar-benar terlihat marah…”

“Kami memang harus pergi, Chen”balas Baekhyun bergetar. “Aku tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh nyonya Park terhadap kakakku, tapi itu pasti menyakitkan sampai membuatnya tega pergi meninggalkan Sehun”

“Sejujurnya, aku juga tidak mengetahui bagaimana sosok nyonya Park. Karena sejak kepindahan Sehun menjadi tetanggaku, aku tidak pernah melihat ibunya. Dia bilang jika kedua orang tuanya bercerai. Ibunya pergi bersama dua orang kakaknya. Tidak ku sangka jika dia akan kembali”

“Aku selalu menganggap kalian sebagai saudaraku. Aku tidak pernah ingin meninggalkan kalian terutama Baekgu. Dia adalah adik kecilku. Tapi, aku tidak mempunyai pilihan lain. Luhan hyung adalah kakakku, dan aku harus menuruti perintahnya…” Baekhyun mengangkat wajahnya, menatap lurus kedepan tanpa ada fokus pandangan. “Tapi kali ini, kenapa aku merasa sangat berat saat dia menyuruhku untuk tidak menemui kalian lagi? Untuk pergi jauh dan menghilang dari kalian. Kenapa aku tidak bisa menyetujuinya?”

“Baekhyun, kau pasti tau jika semua masalah akan selesai jika kita bersama-sama. Dan aku yakin kau sangat mengenal bagaimana watak Sehun bahkan mungkin lebih dalam daripada aku. Kau pasti tau apa yang akan terjadi jika kalian pergi”

Baekhyun seketika menoleh kearah Chen, ia menatap sahabatnya itu lekat-lekat. “Bisakah kau berjanji untuk menjaganya? Tidak hanya dia tapi kedua saudaraku yang lain. Bisakah? Karena saat ini aku tidak bisa bertemu dengan mereka”

“Kau yakin tidak mau bertemu dengannya? Kau yakin tidak mau mengetahui apa yang sedang terjadi dalam keluarga itu sekarang?”

Kedua alis Baekhyun terangkat tinggi-tinggi, “apa maksudmu?”

Chen menghela napas panjang lalu memberikan Baekgu pada Baekhyun, “Baekhyun-ah, kau tau.. Kris hyung tidak akan bisa mengatasi masalahnya sendiri tanpa Luhan hyung dan Xiumin hyung. Chanyeol tidak bisa mengatasi masalahnya tanpamu. Dan mereka berdua tidak akan bisa mengatasi kekeras kepalaan Sehun tanpa kalian. Saat ini, mereka sedang tidak baik-baik saja. Saat ini.. mereka membutuhkan kalian…”

“Chen, apa maksudmu?” Baekhyun buru-buru berdiri dan mencekal lenagn Chen saat namja itu bergegas pergi.

Chen menoleh, “Saat Chanyeol bersedih, kau bahkan rela meninggalkan pekerjaanmu dan berlari ke rumah sakit, kan?”

***___***

Luhan hanya bisa terpaku. Hanya bisa membeku begitu mendengar semua masalah yang sedang terjadi di keluarga Park. Sama halnya dengan yang lain. Mereka tidak bisa bersuara sedikitpun setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Kyungsoo.

Jongin sudah menjelaskan semuanya padanya. Dan dia ingin Kyungsoo yang menyampaikannya karena dia masih merasa kesal dengan Luhan atas kejadian yang terjadi kemarin dan tadi pagi.

“Hyung, walaupun kau tidak mengatakan alasannya pada kami. Tapi, biar bagaimanapun mereka adalah saudara kita. Ini adalah masalah serius, terutama bagi Baekgu. Kau lupa? Saat dia membuka matanya pertama kali setelah kecelakaan itu, dia langsung percaya padamu”jelas Kyungsoo pelan dan hati-hati

“Aku masih ingat saat kau pertama kali memperkenalkannya pada kami. Dia hanya seorang anak kecil berumur 12 tahun yang polos dan langsung mempercayai pada orang-orang yang sebenarnya adalah penyebab dia kehilangan ingatannya”tambah Xiumin menerawang.

Luhan menunduk dalam penyesalannya, ia memejamkan matanya kuat-kuat berusaha untuk menahan kakinya agar tidak berlari ke rumah itu.

“Kita tetap tidak bisa pergi…”lirihnya pelan. “Aku sudah memutuskannya…”

Mata Jongin membulat lebar, dengan rahang yang mengatup rapat, ia berdiri dan mendorong tubuh Luhan hingga ia termundur beberapa langkah. “Sebenarnya apa yang kau pikirkan, hyung?! Apa kau tidak mendengar penjelasan Kyungsoo hyung tadi?! Kau mau aku mengulanginya?! Baekgu sedang bersedih sekarang!! Seseorang tiba-tiba datang dan mengatakan jika Lauren adalah adik tirinya! Kau dengar?!”

“Jongin-ah, hentikan!” Tao menarik tubuh Jongin dan memegangi kedua pundaknya. “Dia adalah kakakmu”

“Tapi Baekgu adalah saudaraku!”tandas Jongin benar-benar kesal. “Aku tidak perduli lagi. Jika kau memang tidak perduli dengan mereka, kau berhak melakukannya. Tapi kau tidak berhak melarangku untuk tidak bertemu dengan mereka, hyung!”

“Luhan hyung…” Baekhyun tiba-tiba mendobrak pintu. Semuanya seketika menoleh kearahnya dengan mata terbelalak lebar begitu mendapati kondisinya. Wajahnya basah. Dia menangis.

“Chanyeol…”isaknya berdiri didepan pintu menatap lurus pada Luhan. “Dia…adalah sahabatku…saat ini…aku yakin dia sedang membutuhkanku…dan…Baekgu…dia…adikku. Dia…”

“Baekhyun-ah…” Lay langsung memeluk tubuh Baekhyun dan menepuk-nepuk punggungnya lembut.  “Kau sudah mengetahuinya?”

“Mereka adalah saudara kita hyung…mereka saudara kita…”

“Kau tidak hanya membuat Kris hyung, Chanyeol hyung dan Baekgu bersedih, tapi kau juga membuat Baekhyun hyung menangis!”

“Jongin…”

Menatap Luhan tajam sejenak, Jongin melepaskan tangan Tao kasar lalu pergi meninggalkan rumah sewa mereka. Meninggalkan Luhan yang hanya bisa terdiam dan menunduk dalam-dalam.

Tidak ada yang mengetahui jika dia sedang menahan dirinya sendiri, tidak ada yang mengetahui jika logika dan perasaannya sedang bertarung hebat dalam hatinya. Tidak ada yang mengetahui bahkan ia jauh lebih rapuh daripada ini.

***___***

Punggungnya membungkuk serta pandangannya kosong ke depan. Entah apa yang sedang ditatapnya sekarang hingga bisa membuatnya diam membeku seperti es. Ia tidak mengeluarkan suara. Seperti hidup seorang diri tanpa mengetahui jika ada dua orang yang sedang menatap punggungnya dari belakang.

Menarik napas panjang, Kris menghampiri Sehun dan menjatuhkan diri disampingnya. Ia menepuk pundak adiknya pelan. “Bagaimana?”

“Bagaimana apa?”balas Sehun

“Keputusanmu”

“Bukankah seharusnya kau yang mengambil keputusan karena kau adalah anak tertua?”seru Sehun dingin tanpa menoleh. “Bukankah seharusnya kau ada diposisiku sekarang?”

“Tapi kau adalah—“

“Pewaris tunggal”potong Sehun mendengus kesal. “Yah, aku tau”

“Sehunie, kami hanya bisa membantumu” Chanyeol ikut menjatuhkan diri disamping kanan Sehun.

“Membantu seperti apa? Kalian tidak pernah mengabulkan permintaanku”

“Karena kami tidak ingin dianggap sebagai perebut harta warisan appa”

“Kau bicara seperti itu seperti kau bukanlah anak appa”balas Sehun cepat.

“Kau tidak pernah bersikap sedingin ini pada kami sebelumnya. Kau sedang marah?”tanya Kris merasa bersalah

“Apa jika aku mengatakan iya, kalian akan mengabulkan permintaanku?” Sehun balik bertanya. “Aku rasa tidak”

Kris menghela napas panjang, “Aku tidak ingin kita bertengkar hanya karena masalah ini”

“Kenapa hanya aku yang merasa terikat?”

Bersamaan, Kris dan Chanyeol menatap Sehun bingung.

“Kenapa hanya aku yang selalu ditekan untuk mengambil keputusan? Aku sudah kehilangan saudaraku dan kalian juga tidak mau membantuku bahkan untuk mengurus perusahaan. Tidak apa-apa jika kalian membenci appa, tapi biar aku peringatkan sekali lagi. Perusahaan itu dibangun susah payah oleh haraboji bukan oleh appa”

Sehun tidak bersuara lagi. Bahkan memberikan kesempatan Chanyeol dan Kris untuk berbicara lebih banyak. Ia beranjak dari kursi balkon kamarnya, mengambil jaket tebal dan kunci mobil lalu pergi entah kemana.

***___***

Membaca pesan yang dikirim oleh Jongin, Sehun memarkirkan mobilnya di pinggir jalan lalu segera mungkin masuk ke dalam sebuah café tempat Baekhyun, Chanyeol dan Tao bekerja dulu.

Tapi, saat baru saja ia sampai di depan café itu, langkahnya terhenti begitu melihat yeoja mungil sudah berdiri disana. Ia sangat cantik dengan dress merah muda serta jaket rajut bewarna putih. Rambutnya di kepang dua seperti biasa. Menatap sekeliling dengan pandangan bingung.

Saat matanya menangkap kehadiran Sehun, barulah senyumannya mengembang lebar.

“Oppa!”serunya bersemangat seperti biasa tanpa mengetahui jika Sehun sedang menahan rasa sakit di dadanya.

“K-kau sedang apa disini?”tanya Sehun tergagap

“Menunggumu. Bukankah kau berjanji akan mengajakku jalan-jalan?”

Sehun mematung ditempatnya. Menatap lurus-lurus kearah Lauren yang sedang tersenyum lebar.

“Kau harus menghadapinya, Baekgu”

Ia mengangkat wajahnya perlahan. Mendapati Jongin yang berdiri di anak tangga pintu kedatangan café.

“Dia tidak mengetahui apapun”lanjutnya lagi

Sehun menelan ludah pahit. Menatap Jongin sesaat kemudian memalingkan pandangannya pada Lauren.

“Oppa, ahjussi itu yang mengajakku untuk menemuimu”ujar Lauren menunjuk Jongin lalu tersenyum pada Sehun

“Kau adalah partner terbaikku dalam hal apapun. Dan sekarang, aku akan mendukungmu untuk melakukan apa kata hatimu”

Jongin melangkah maju, tersenyum pada Lauren lalu mengacak rambutnya.

“Kau mengetahui apa kata hatiku?”

“Tentu saja. Walaupun semua orang menghalangimu, tapi kau jangan khawatir. Aku cukup kuat untuk membantumu melawan mereka semua”

Sehun tiba-tiba membungkuk dan berjongkok di depan Lauren. Ada kemiripan yang baru ia sadari diwajah mereka. Mungkin karena mereka memiliki ayah yang sama dan hal itu, tanpa sadar membuat sisi paling sensitifnya tiba-tiba merindukan kehadiran ayahnya dan keutuhan keluarganya.

“Kau mau tinggal bersamaku?”

“Mwo?”tanya Lauren bingung

“Aku akan menepati janjiku untuk selalu melindungimu. Bukankah kau tidak ingin tinggal di panti asuhan lagi?”seru Sehun lembut. “Mulai sekarang, aku adalah oppa untukmu”

“Jinjjayo?”tanya Lauren polos. Matanya berbinar.

“Emp”

***___***

“Mulai besok, Lauren akan tinggal disini…”ujar Sehun disela-sela aktivitas sarapan pagi bersama ibunya dan Chanyeol.

Nyonya Park seketika tersentak, “apa?”

“Mulai besok, Lauren akan tinggal disini. Aku sudah menyuruh seorang pengacara untuk mengurus surat-suratnya dan besok, dia sudah bisa tinggal disini”ulang Sehun tanpa memperdulikan jika nyonya Park dan Chanyeol sedang menatapnya dengan mata terbelalak lebar.

“Sehunie, kau serius?!”tanya Chanyeol senang. “Whooa, aku tidak sabar. Aku sangat menyukainya”

“Park Sehun, apa yang sedang kau katakan?”desis nyonya Jung tajam membanting sendok dan garpunya. “Pasti suster-suster itu yang mempengaruhimu untuk menerima anak haram itu, kan?!”

“Dia bukan anak haram”balas Sehun menentang kedua mata tajam nyonya Park. “Dia adalah adik tiriku”

“Oema, bukankah tidak seharusnya oema mengatakan hal-hal kasar seperti itu?”sahut Chanyeol ikut kesal. “Lauren adalah anak yang manis”

“Diam Park Chanyeol!”

“Aku sudah memutuskannya. Lauren akan tinggal disini mulai besok”

“Kau membantah ucapan oema?!”seru nyonya Park setengah membentak.

“Aku tidak pernah membantah ucapan oema. Aku selalu menurut bahkan saat oema mengusir saudara-saudaraku”

“Aku juga akan mendukung keputusan Sehun”sahut sebuah suara dari arah belakang.

“Kris hyung…”seru Chanyeol terkejut

“Kau tidak berhak memutuskan apapun, Park Kris. Rumah ini bukan rumahmu”

“Rumah ini juga bukan rumah anda…”balas Kris menatap lurus kearah nyonya Park. “Nyonya Seo In Hwa…”

Dan detik itu juga, ucapan Kris mampu membuat nyonya Park seketika membeku di tempatnya. Wajahnya memucat. Rahangnya mengatup keras. Marga itu…darimana dia tau marga itu?

“Kris hyung, apa yang kau katakan? Siapa Seo In Hwa? Nama oema adalah Baek In Hwa, kau lupa?”tanya Chanyeol ikut tak mengerti

Kris tidak menjawab apapun. Masih menatap kearah nyonya Park lurus-lurus. Dia ingin menepati janjinya, dia ingin menjadi kakak yang baik dan melindungi Sehun. Dia ingin semuanya kembali baik-baik saja.

“Kalian benar-benar ingin membunuhku…akh…”

Tiba-tiba nyonya Park mencengkram dadanya kuat. Ia meringis kesakitan. Buru-buru ia menyambar ujung meja untuk menyanggah tubuhnya.

“Oema!”

Kris, Chanyeol dan Sehun langsung menghambur kearah nyonya Park. Tepat waktu, Kris menangkap tubuhnya yang meluruh ke samping.

“Chanyeol, cepat panggil ambulan!”

TBC

 

Iklan

36 thoughts on “FF : The House Tree 2 – Delapan

  1. Nabila berkata:

    /catuk catuk kepala mamanya sehun/
    bodo bodo amat… bodo! biarin aja dia serangan jantung tiba tiba disitu.. sini aku siapin peti mati buatnya nyonya-sok-berkuasa-itu… bodo amat kalo nanti dia punya alasan dibalik kejahatannya. ga peduli dan ga mau peduli. haaaaaaaaaaa… /catuk lagi kepala mamanya sehun/

    disini lebih kasihan ke sehun luhan jongin sama baby baek :3
    bener kata jongin, luhan boleh menghindar dari 3-tiang-serangkai itu tapi jangan larang siapapun buat ketemu sama 3-giant itu -_-
    luhan mikirin apa sih /kecup kepala luhan/?
    kris juga! mikirnya apaan -_- udah tua gitu juga ga mau bantu sehun pake alasan this and that -_-

    kak next chap cepetan pliseeuuu :3 /kembali catuk kepala mamanya sehun/? .-.

  2. nina berkata:

    kasihan sehun eon
    masalah bertubi2 datang
    luhaaannnnn ge!!!! kenapa kau melarikan diri ㅠㅠㅠㅠㅠ
    baekhyun sampe nangis 😦
    sumpah nyonya park itu 😡
    klo dia gg sakit juga hiiiihhhh!!!!!
    eh nama na kok beda eon? jangan2 emg udh nikah lagi

  3. Tiikaa berkata:

    O my god ><

    Itu si kris knapa??
    Kok tba2 dia manggil ommanya pke namanya langsung.. Trus itu kok marganya beda? Apa jngan2 ada sesuatu yg kris sudah ketahui…
    Kasian luhan eon 😦
    Pasti ini adalah msalah yg terberat yg dialami..

    Itu ommanya sehun knpa lagi??
    Huaaa pnsarannnn
    Klanjutannya aku tunggu ya eon 🙂
    Sma klanjutan ff eon yg lainnya . . .

  4. liu mei rin berkata:

    akkhhh… kau menyebalkan!!! nyonya park!!!
    luhan oppa ayolah biarkan kata hatimu dan ikutilah apa yg dikatakan hatimu! kejarlah jgn siksa dirimu! jebal!!!
    hahaha… kris ayo bikin nyonya park atau nyonya seo in hwa tersiksa… #ajaran sesat#

    eon, seru… keren… dan penasaran…
    next eon!!!

  5. misriana berkata:

    huaahhhh kereennn.. ceritanya makin rame… iisshhh ksel deh sama omma nya sehun… bukan sosok ibu yg baik banget… ksian sehun jd tertekan juga… ditunggu next chapternya yaa chinguu… ;D

  6. Dini berkata:

    kyaaa kenapa aku malah sedikit kesel ya sama keegoisan Luhan disini 😦 Luge sayang kasian Sehun… dia butuh kamuuuu 😦 tapi kamu juga kasian ditekan sama emak nya sehun padahal semua ini bukan kemauan kamu kan … aaaaku jadi bingung sedih auhtor unnie 😦 *pelukLuhan
    tambah sebel sama emaknya Sehun-_- so berkuasa padahal siapa elo ya Hellooooo~ bukannya KrisYeol juga anak kandungnya kenapa mereka berdua selalu diabaikan malah lebih ke Sehun apa karena warisan?ckck dan ituuu…. kenapa marga yg Kris sebutin beda sama yg Yeolli tau ? duh duhhh ada kebohongan apalagi kah ? -.-
    aishh pake acara jantung kumat segala nanti nya kan Sehun bakalan ngalah lagi sama itu nenek sihir ckck
    greget nya asli ngenaaa “~” unnie daebakkkk 🙂
    next chap asapp asappppp =)

  7. jamonghyun berkata:

    Itu bisa ga ambulancenya menuju pekuburan terdekat aja -,- gedek banget eeii sm emaknye sehun eerrr … minta dijambak kayanya haha

    Nah .. ini luhan ngerasa dipojokin ajee .. lalu datanglah xiumin eeaaa xiulu moment kkkk
    Chenbaek moment pun tercipta .. negtu juga sekai aaww ♥

  8. MimiJJW berkata:

    SIAAL aku sial bgt Q lagi di kelas sekarang n sangat2 tidak lucu kalo aku nangis disini untung aku bisa nahan kan gak elite nangis2 disini. Ok kembali ke topik u’u Lauren bakal tinggal dirumahnya sehun dan aggh Luhan kasian bgt ya ampun dan ada apa lagi dgn mamanya Sehun ada masalah lagi dgn marganya Baek atau Seo apa kris mengetahui rahasianya nyonya Park ada apa sebenarnya? Ugh aku penasaran bgt.

  9. YooXi kiszLUck berkata:

    aaaa… kgak usah manggil ambulans, langsung masukin ke peti mati aja /eh/
    aduh, kasian deh Sehun.. tu kepala rasanya kya hampir meledak . sabar ya Baekgu 🙂
    Luhaann~~~ apa yang kamu pikirkan .. kasian saudara”mu itu .. /berharap si Perasaan yang menang/ -_-
    iiitttuuu Kris apaan lagi manggil” si nenek sihir beda marga .. ada fakta apa lagi???
    aish>.< .. okai"lah lanjut aja ..
    Mija eon FIGHTING ^^)9

  10. eunyoo berkata:

    itu si ibunya sehun bikin gereget deh , mw saya cekek mati bu? Haha 😄 #kejammm
    Dasar nenek sihir haha #bodolah mati mati lu nenek sihir huahaha
    eh tp knp namaa yg di panggil kris beda?
    Jangan jangan……

    Aku ngerti alasanmu luhan, tapi kenapa ga bilang aja alasan sebenernya jd yg lain ngerti,

    Aaaaaa eooonn keren pokonya keren ffnya , di tunggu selalu + next captnya jangan lama lama ya eoonn,, 😀

  11. KSJ berkata:

    ahhhh!!! ko aku ngrasa critanya agak pendek dari sebelumnya ya? tapii bagus bangettt!!! dari kemarem di tunggu tunggu!! eonni fighting!!!

  12. Khairun Nida berkata:

    aaahhhhh,
    aq benci dengan tulisan “TBC” yg sllu hadir ketika emosi mulai naik.
    eon, please jangan bikin chap slnjut nya klamaan y. aq akan bantu dengan doa, biar inspirasinya berjalan dengan lancar. amieeeeennn …!!!
    eonni … Faighting……..!!!

  13. hyemi lee berkata:

    Knp tuh sma eomma sehun ?? Serangan jantung ?? Mati aja skalian –‘ bkn jengkel aja gra2 dy luhan dll ninggalin sehun

    Lanjut thor

  14. Sherry Cho berkata:

    astaga tuh ahjumma kenapa eon ?
    makin pensaran nih
    ini kenpaa si lauren jadi inget lauren di hello baby nya mblaq ya ? yang cantik banget itu

  15. juniaangel berkata:

    Nih eommanya Sehun bneran sakit apa cuman boongan sih selalu aja kambuh kalu di bantah -_- …….kasian Luhan pda di salahin mulu tanpa tau kalu Luhan lebih tersiksa huff 😦 tuh kluarga mkin runyem aja ea …..lnjut thor di tunggu next chapnya

  16. GD berkata:

    mati aja sekaliam gk bisa tu nenek lampir? adeeh dasar emang ya kalau udah uanf aja ntu orang
    sehun yg kuat ya
    ditunggu next chapter

  17. rachma nur octavia berkata:

    waa asik ada the house tree 2 .. seru banget dan aa pokonya daebak . eommanya sehun jahat ssekalii ituu . makin penasaran chpter selanjutnya ya eon aku tungu!! fighting !^^^

  18. kaibhy berkata:

    lohhhhh lohhhh…… ini kenapa bisa si nene sihir sakit lagi…. arggghhh #jambakrambutgulinggulinggakjelasmeronta akibat baca TBC wae??????? eon, fighting buat chap selanjutnya… selalu ditunggu ^^ bikin penasaran bangetttt >_<

  19. Nana Wu berkata:

    chinguuuuuu aku sebelll banget sama nyonya Park. aigu gemessss pengen mulangin dia ke Kanada aja..
    lanjut ya chingu ini bagus banget. selalu salut sama ff karyamu. .

  20. Annisa Icha berkata:

    Ketawa waktu baca Kyungsoo tidak langsung terkejut tapi malah teriak.
    Sehunnya kasihan…
    3 hari berturut-turut baca FF ini dari awal…
    Sebenarnya cuma iseng-iseng aja baca FFini sambil nunggu lanjutan FF Growl & FF Wolf and not beauty keluar,eh lama-lama jadi suka.Akhirnya baca sampai part ini.
    Ma’af ya baru komen di part ini,cz bacanya ngebut.
    Aku suka sama FFnya,bikin gereget gitu.
    Ditunggu kelanjutannya thor…
    Oh ya,kenapa komen readersnya jarang dibalas thor? Padahal kan aku juga mau mengenal author… 🙂

  21. Nur berkata:

    chinguuuuuuuu..
    dirimu sungguh tegaaaaa..
    kenapa semua ff mu bikin aku nangis sich bacanya..
    apalagi ini..
    sumpah bikin frustasi..
    chinguuuuu..
    LANJUTKAN!!! 😀

  22. 민 현 (MinHyun) berkata:

    author nim aku benci sma kamu! kamu selalu sukses bikin aku nangis… kamu harys tanggung jawab!
    kasihab sehun, pasti dia tertekan. terus lagi luhan juga, ah… pokokbta mereka ber 12 kasihan…
    gara gara si nyobya park yang kayak nenek sihir itu.

  23. Rhainykanata berkata:

    Annyeong, reader bru.
    Aku gk sopan deh, hrus mnggil apa nih, author, oh mi ja, eon, saeng …?

    Tkutnya aku lbh muda dr km,, ffny bgs bgt.
    Mksdny gmn? Knp ibu sehun bda marga? Udhlah ibuny kluar dr ff ini … Aku bnci bgtlah!
    Keep writing.
    Salam kenal.
    Fans oh mi ja

  24. amelia berkata:

    akting!!! aaaa.. kesel thor.. kenapa..kenapa harus gini!! ny. park bener” deh ah..
    part ini bener” bikin darahku mendidih thor.. ya ampun sukses thor.. sukses.. ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s