FF : EXO’S SERIES : Goodbye…

chibi-art-exo-xoxo

Tittle    : EXO’s Series

Author    : Oh Mi Ja

Cast     : All member EXO and Lauren, Leo, Yoogeun.

Genre   : Friendship, Brothership, Comedy

Author mau minta maaf karena sebenarnya FF ini udah selesai lama tapi lupa di publish ._. maklum agak pikun. Dan maaf kalo alurnya kecepetan… hehe

Happy reading ^^

Ini adalah hari terakhir dimana para member EXO bisa menghabiskan waktu bersama ketiga anak mereka. Bagi Sehun,pagi terasa datang begitu cepat saat ia baru saja memejamkan mata selama 3 jam. Ia benar-benar tidak bisa tidur sejak semalam dan terus gelisah sepanjang waktu.

Kenapa disaat dia mulai menyadari arti sebuah kedewasaan, semuanya harus berakhir begitu cepat? Besok, Leo harus kembali ke Perancis dan Lauren harus kembali ke Kanada untuk mempersiapkan sekolah mereka. Sedangkan Yoogeun, walaupun tetap tinggal di Korea, dia terpaksa harus pindah ke Busan juga untuk mempersiapkan sekolahnya yang sebentar lagi akan dimulai.

Sehun terus mengubah posisinya. Mencari ketenangan agar ia bisa melanjutkan tidur karena masih ada waktu sebelum matahari terbit.

“Aiiishh…”  Sehun akhirnya duduk dan mengacak rambutnya frustasi. Menoleh ke kiri dan ke kanan sambil menghela napas panjang. Luhan dan D.O masih berada dalam mimpi mereka masing-masing.

Sehun menepis selimutnya, berjalan keluar menuju dapur untuk mengambil air mineral karena tenggorokannya terasa kering. Setelah itu memutuskan untuk menjatuhkan dirinya di sofa ruang tengah dan membuang punggungnya ke sandaran. Desahan napasnya terdengar panjang dan berat.

Ruangan itu tampak kosong, lengang dan minim cahaya. Sumber cahaya hanya berasal dari pantulan lampu gantung yang ada di balkon dorm mereka. Hanya itu.

Dikesendiriannya, sesuatu itu mulai menyelinap di pikiran Sehun. Sesuatu tentang seorang anak laki-laki yang telah mencuri perhatiannya

Leo.

Troublemaker yang membuat semua orang hanya bisa mendesah panjang dan geleng-geleng kepala. Namun hari ini, ia menyadari sisi lain dari anak laki-laki itu. Dia adalah seorang anak yang polos, lucu dan sebenarnya penyayang jika sudah mengenalnya cukup dekat.

Sehun terdiam sejenak, entah apa yang dipikirkannya saat ini hingga akhirnya ia mulai bangkit dan berjalan menuju sebuah ruangan. Ia tidak kembali ke kamarnya, melainkan ke kamar anak-anak mereka.

Membuka pintunya perlahan. Sehun berjalan tanpa suara. Dihampirinya sebuah ranjang yang sedang ditiduri oleh dua orang anak laki-laki. Ia berjongkok di salah satu sisinya sambil menatapi wajah Leo yang terlihat sangat lucu saat ia tertidur.

“Leo-yaa, mianhae…”seru Sehun serak menghusap rambut Leo. “Appa baru menyadari disaat kau akan pergi. Jeongmall mianhae…Jika saja sempat, bisakah kita pergi ke kebun binatang bersama? Walaupun hanya sebentar, appa ingin mengajakmu melihat harimau”

***___***

Nasib baik ternyata tidak berpihak pada Sehun. Begitu membuka mata setelah terlelap selama 1 jam, Suho menyuruh mereka untuk berkumpul di ruang tamu dan memberitahu jika mereka mempunyai jadwal untuk pemotretan sebuah CF juga jadwal sebagai bintang tamu di salah satu radio. Jadwal mereka begitu padat hari ini dari pagi hingga malam, membuat Sehun sangat khawatir dengan rencana yang sudah ia pikirkan tadi pagi.

Saat semuanya sedang bersiap-siap, Sehun meletakkan tas ranselnya ke atas sofa lalu menghampiri Suho yang sedang sibuk mempersiapkan keperluannya di dalam kamar. Sehun duduk ditepi ranjang tidur dan memperhatikan Suho sesaat.

“Hyung…”panggilnya setelah beberapa saat diam

Suho tidak menoleh, tetap fokus dengan tas dan barang-barang yang ada didepannya, “wae?”

“Bisakah aku tidak mengikuti jadwal hari ini?”

Setelah mendengar ucapan Sehun berusan, barulah Suho menoleh kearahnya. Dengan mata terbelalak lebar dan kening berkerut, “wae?!”

“Hyung, ini adalah hari terakhir kita bersama Leo, Yoogeun dan Lauren. Aku ingin menghabiskan waktu bersama mereka sebelum tengah malam. Bukankah Soo Man sonsengnim akan menjemput mereka tepat jam 12?”

“K-kenapa kau tiba-tiba berubah?” Suho tergagap. “Kita tidak bisa membatalkan jadwal”

“Aku tidak meminta kalian untuk membatalkan jadwal. Hanya aku…”

“Sehun-ah tapi semua jadwal adalah jadwal kita berdua belas. Kau tidak bisa membatalkannya secara sepihak”

“Hyung, tapi—“

“Sehun-ah”potong Suho menghela napas panjang. “Aku akan mengusahakan jadwal kita selesai lebih cepat sehingga kita bisa menghabiskan waktu bersama anak-anak. Tapi, jangan terlalu berharap dan aku mohon jangan berbuat aneh yang bisa mengecewakan Soo Man sonsengnim, fans dan kami. Arra?”seru Suho memperingatkan Sehun secara tidak langsung

Dengan langkah-langkah lemas, akhirnya Sehun meninggalkan kamar Suho. Benar-benar merasa putus asa karena kebun binatang tidak akan buka saat malam hari dan sudah bisa dipastikan jika ia tidak bisa menepati janjinya pada Leo.

“Appa!” suara Leo terdengar membuat Sehun seketika menoleh. Wajah lesunya berubah menjadi senyuman lebar, menyambut anak laki-lakinya itu dengan rentangan tangan lebar dan menggendongnya.

“Appa, Baekhyumie appa bilang kami akan menemani appa syuting. Jinjjayo? Appa akan syuting apa? Apa sebuah film? Apa ada pororo disana?”tanya Leo begitu bersemangat

“Hey, namaku Baekhyun. Bukan Baekhyumie”sahut Baekhyun mencubit hidung Leo gemas lalu bergabung bersama Chanyeol dan Yoogeun yang sedang bermain perang bantal

“Appa, kita akan syuting bersama? Hingga malam? Leo sudah membawa jaket tebal di dalam tas!”lanjutnya lagi

Sehun tertawa geli melihat ekspresi Leo yang begitu lucu, salah satu tangannya mengacak rambutnya gemas. “Kau mau susu hangat?”

Leo mengangguk-angguk, “appa, Leo mau rasa coklat. Jangan terlalu panas tapi jangan terlalu dingin. Pakai gelas yang dibelikan Baekhyumie appa waktu itu, yang berbentuk seperti beruang dan berwarna biru”

“Aigooo” Sehun berdecak sambil geleng-geleng kepala, ia meletakkan Leo di atas kursi makan lalu menutup kedua telinganya. “Kau cerewet sekali”

“Appa, aku mau susu coklat”rengek Leo memasang wajah memohonnya.

“Arasseo..arasseo..appa akan membuatkannya untukmu. Tunggu sebentar. Oke?” Sehun menghusap kepala Leo lembut lalu berjalan menuju dapur.

Sementara itu di ruang tengah yang menjadi sangat tidak karuan akibat ulah Baekhyun, Chanyeol dan Yoogeun, dan menjadi semakin tidak terkendali saat Chen dan Tao memutuskan untuk ikut bergabung. Sebelum berangkat ke lokasi syuting, mereka menyempatkan diri untuk bermain sesaat namun waktu yang singkat itu mampu membuat suasana dorm hampir mirip seperti adegan titanic saat akan tenggelam. Sangat berantakan!

“Yoogeun-ah, cepat sembunyi! Raksasa Chanyeol akan memakan kita!”teriak Baekhyun yang disusul anggukan Yoogeun, dia berlari ke belakang punggung Baekhyun untuk berlindung dari Chanyeol yang berakting menjadi raksasa.

“Awas! Raksasa Tao juga datang! Raksasanya ada dua!”teriak Baekhyun lagi. “Tolong kami…tolong kami…Ultraman Chen tolong kami…” Baekhyun meletakkan kedua telapan tangannya di samping bibir, berlagak seperti sedang memanggil seseorang kemudian berpelukan dengan Yoogeun.

“Appa, raksasanya semakin dekat!”

“Ultraman Cheeeeeen!”

“Hiyaaaaaa! Ultraman Chen datang…muhahahahahaa…pergi kau raksasa..pergi! Pergi!” Chen mengibaskan taplak meja ruang tamu yang kini menjadi jubah bohongannya pada Chanyeol dan Tao. Bertindak seolah-olah dari jubahnya mampu mengeluarkan kekuatan yang bisa merubuhkan Chanyeol dan Tao.

“Pergi kau! Jangan ganggu manusia lagi!” Masih berakting seolah-olah sedang berkelahi dengan Tao dan Chanyeol, Chen harus sedikit melompat saat ingin memukul wajah mereka. Ultramannya jauh lebih kecil daripada raksasa-_-

“Aaakh, aku terkena pukulan. Aku mati…”seru Chanyeol memegangi dadanya lalu menjatuhkan diri diatas sofa, begitu juga Tao yang melakukan hal yang sama dengan Chanyeol.

“Yeaaaay! Raksasanya mati!”jerit Yoogeun melompat-lompat senang

“Yeaaay! Kita menang Yoogeunie. Ayo ucapkan terima kasih pada Ultraman”

Yoogeun mengangguk, kemudian bersama-sama dengan Baekhyun mengucapkan terima kasih pada Chen. “Terima kasih Ultraman”

“Muahahaha…jangan sungkan anak-anak. Aku adalah pembela kebenaran. Ultraman…Chen-Chen…” Chen menggerakkan kepalanya saat menyebutkan nickname yang diberikan oleh Boom itu.

Menjadi penonton, Lay dan Luhan tertawa terpingkal-pingkal di sofa yang lain. Bukan karena kepolosan Yoogeun yang sangat mudah dibodohi, tapi karena Chen yang bertindak sangat konyol. Dia bahkan memakai taplak meja sebagai jubah dan kaca mata hitam milik Kris sebagai pengganti topeng.

“Kalau begitu aku pergi dulu huahahahaaa….”

“Ya! Itu adalah gaya pahlawan bertopeng, bukan ultraman!”protes Baekhyun begitu Chen menyampingkan kedua tangannya seperti pahlawan bertopeng yang ada di kartun Crayon Sinchan.

“Jangan protes. Aku tidak tau bagaimana gaya ultraman setelah menang melawan monster”

“Pwahahahaaa…Jongdae-yaa, kau benar-benar bodoh” Luhan dan Lay masih tertawa geli.

Ikut tertawa dan geleng-geleng kepala melihat kekonyolan itu, Kai menghampiri Lauren di dalam kamarnya dengan membawa secangkir susu hangat.

“Laurenie, apa yang kau lakukan? Bukankah Suho appa sudah menyiapkan pakaianmu, hm?”serunya meletakkan cangkir susu diatas meja lalu berlutut didepan Lauren.

“Appa, tadi Lauren makan coklat dan mengenai jaket ini. Lauren ingin menggantinya karena jaket ini tidak cantik lagi”

“Begitu? Kau mau memakai jaket yang mana? Appa akan mencarikannya untukmu”

“Apapaun asalkan warnanya merah muda”

“Kau menyukai merah muda?” Kai menoleh sekilas lalu menyibukkan diri mencari jaket di dalam tumpukan baju yang tersusun rapi di lemari Lauren.

“Emp, Lauren sangat suka merah muda. Warna itu sangat cantik”

“Bagaimana dengan ini?” Kai menunjukkan jaket motif beruang yang berwarna dasar merah muda.

“Yeoppo. Lauren akan memakai ini. Gomawo appa”

“Jongin-ah, kajja. Sudah waktunya pergi” Suho meneriaki Jongin dari luar

“Kajja Laurenie, kita harus pergi”

***___***

Disepanjang perjalanan, di dalam van Sehun hanya duduk diam sambil menatap tanpa ekspresi ke luar jendela. Membiarkan Leo yang tengah asik bermain bersama Baekyhun dan Chen dibelakang. Yoogeun terus saja menempel dengan Chanyeol di van yang berbeda, sedangkan Lauren terus dijaga oleh Kai dan mereka benar-benar terlihat sangat akrab sekarang.

“Apa yang kau pikirkan?”tanya Xiumin membuyarkan lamunan Sehun

“Tidak ada”

“Kau berbohong”

Sehun menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan, “hyung, kenapa aku justru sadar disaat-saat terakhir?”

Kening Xiumin berkerut, “maksudmu?”

“Aku ingin bermain dengan anak-anak lebih lama lagi”

Xiumin tersenyum. Ia mengerti sekarang. Entah sejak kapan, tapi ia rasa sejak kejadian pertengkaran Baekhyun dan Chanyeol juga Kris dan Suho waktu itu, hati Sehun menjadi terbuka soal sifat anak-anak yang selama ini selalu ia anggap sebagai biang onar itu. Mungkin benar, ia hanya khawatir jika posisinya sebagai magnae akan bergeser dan seluruh perhatian akan diberikan pada Leo, Lauren dan Yoogeun.

“Malam ini mereka akan dijemput oleh Soo Man sonsengnim”seru Xiumin pelan

“Hyung, bisakah kau mengatakan pada manager hyung agar jadwalku dikurangi? Hanya hari ini. Aku sudah berjanji pada Leo untuk membawanya ke kebun binatang”

“Kenapa kau menjanjikan hal seperti itu, huh? Kau tau itu tidak mungkin”

“Hyung, aku tidak mengetahui jika hari ini adalah hari terakhir. Aku pikir, kita masih diberikan waktu yang cukup lama bersama mereka”balas Sehun lemas

“Sehun-ah, aku tidak tau kau bisa menepati janjimu atau tidak. Tapi, gunakan saat-saat terakhir ini dengan baik”

***___***

Sehun benar-benar tidak memperdulikannya. Semua member terlihat begitu asyik dengan wawancara mereka dan merekam video untuk BTS backstage. Tapi Sehun tidak terpengaruh oleh hal itu, ia lebih menyukai bermain bersama dengan ketiga anaknya. Terutama Leo. Dan setelah selesai gilirannya melakukan photoshoot dan wawancara, ia sama sekali tidak membuang-buang waktu percuma untuk sekedar berjauhan dari anak kesayangannya itu. Selalu berdekatan dimanapun dan kapanpun.

Bahkan Suho hanya bisa berkecap sambil geleng-geleng kepala karena sudah lelah memanggil nama Sehun untuk memperingatkannya merekam video BTS. Ia seperti tidak bisa mendengar.

“Sehun-ah, wajahmu sangat sedikit direkam. Ayolah, jangan bermain dengan Leo lagi. Kita harus bekerja. Biarkan Leo bersama manager hyung” Kris ikut turun tangan menangani magnae itu.

“Sehunie, wajahmu hanya muncul selama 5 detik”tambah Baekhyun

“Biarkan saja hyung. Setidaknya, aku sudah tampil walaupun hanya sebentar. Ahreum noona memberikanku chocopie, aku ingin memakannya bersama Leo, Lauren dan Yoogeun”ujar Sehun tanpa menoleh dan tetap asyik bermain dengan Leo dan Yoogeun. Sedangkan Lauren, sedang bersama Tao sekarang.

“Sehunie, bisakah kau bersikap professional? Aiissshhh”rutuk Suho kesal

Buru-buru, Xiumin menepuk pundaknya dan berseru pelan. “Biarkan dia. Dia membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk menghabiskan waktu bersama mereka. Bukankah kau tau hari ini adalah hari terakhir?”

“Tapi dia tetap harus—“

“Suho”potong Kris. “Ayo, kita selesaikan pemotretannya” Kris tidak memberikan waktu bagi Suho untuk melakukan perlawanan lagi. Ia merangkul pundaknya, lalu memaksanya memutar tubuh dan kembali ke set pemotretan.

***___***

Mungkin ini sudah terlambat. Dan mungkin sudah tidak ada harapan lagi bagi Sehun untuk membawa Leo ke kebun binatang. Hari sudah beranjak malam tapi jadwal hari itu masih terus berlanjut.

Walaupun sepertinya Leo sudah melupakan janjinya dan Sehun kemarin, tapi Sehun tetap merasa bersalah di dalam hatinya. Karena setelah ini, dia tidak akan bisa bertemu dengan Leo lagi.

“Leo-yaa…”panggil Sehun pelan pada Leo yang sedang duduk dipangkuannya. Mereka sedang dalam perjalanan menuju radio Sukira.

Bersandar pada dada Sehun, Leo mendongakkan wajahnya. “Wae?”

“Kau tidak lelah?”

“Ani…”

“Jika kau lelah, kau bisa tidur. Appa akan menggendongmu”

Leo menggeleng, “Aku tidak mengantuk. Aku ingin bersama appa”

Sehun tersenyum lembut lalu mengacak rambut Leo dan mencium puncak kepalanya. Kembali mendekap anak itu erat-erat. Jika saja bisa…dia ingin setidaknya menghabiskan sedikit waktu lagi di kebun binatang.

***___***

Sehun memang tipe pemalu jika sedang di depan kamera. Dia bahkan tidak terlalu banyak bicara seperti Chen, Baekhyun dan Chanyeol. Dan kali ini, dia benar-benar tidak bicara sama sekali kecuali saat memperkenalkan diri. Pikirannya tidak fokus, matanya juga terus menatap kearah luar kaca besar. Kearah ketiga anaknya yang sedang dijaga oleh manager perempuan.

Saat semuanya tertawa, saat semuanya bercanda bersama Ryeowook, dia tetap tidak terpengaruh. Hanya tersenyum singkat lalu mengembalikan tatapannya ke luar kaca besar lagi.

“9578.. Lee Jungmi-ssi. Oppadeul, jika kalian mempunyai satu hari libur, apa yang akan kalian lakukan?” Ryeowook membaca pesan yang dikirim oleh penggemar dari layar komputer.

“Aku rasa pergi ke pantai dan menghabiskan waktu bersama para member adalah hal yang paling baik” Suho menjawab.

“Benar. Kami tidak pernah mengunjungi pantai bersama-sama. Kami hanya pergi ke sungai Han jika mempunyai waktu luang”sahut Baekhyun disusul oleh tawa member

“Itu sangat menyedihkan”tambah Chanyeol

“Bagaimana denganmu, Sehun-ssi?” Kemudian Ryeowook bertanya pada Sehun

Sehun mengerjap kaget, “mwo?”

“Kenapa kau tidak berbicara sama sekali hari ini? Kau sedang panas dalam?”canda Ryeowook

Sehun tertawa kecil, “tidak..”

“Jika kau mempunyai satu hari libur, kemana kau akan pergi?”ulang Ryeowook

Tidak membutuhkan waktu untuk berpikir, Sehun langsung menjawab pertanyaan itu dengan cepat. “Kebun binatang”

“Oe? Kenapa kau ingin pergi kesana?”

“Aku ingin melihat harimau…”ucap Sehun datar.

Ryeowook memang tertawa karena menganggap hal itu hanyalah ucapan polos yang keluar dari mulut magnae EXO itu tapi tidak dengan member lain. Mereka seketika hening dan menoleh kearah Sehun saat itu juga.

Hari ini, Sehun selalu bilang jika dia ingin segera pulang dan pergi ke kebun binatang. Selalu mengulang-ngulang ucapan yang sama tanpa memperdulikan jika Suho tetap tidak bisa membatalkan jadwal apapun hari ini.

***___***

 Saat jam sudah menunjukkan pukul 11, mereka mulai memasuki bagian akhir. Dan disaat-saat itu juga Sehun mulai gelisah dan ingin segera mengakhiri semuanya secepatnya. Tersisa satu jam lagi…dan Lee Soo Man akan menjemput mereka bertiga.

Ia terus bergerak-gerak sambil sesekali menatap kearah jarum jam yang terus bergerak cepat. Hingga saat ia mendapatkan giliran untuk mengucapkan kata-kata penutup, ia hanya mengatakan sebuah kalimat yang sangat singkat.

“Terus dukung EXO, terima kasih”

Hanya itu.

Mungkin hari itu ia memang terkesan sedikit dingin. Terkesan menyampingkan pekerjaan dan para fansnya. Tapi ia pikir, ada hal yang lebih penting dari itu semua hari ini. Hanya untuk hari ini. Karena sebentar lagi, perpisahan akan segera datang menjemput dan memisahkan mereka.

“Ada apa denganmu?”tanya Ryeowook menghampiri Sehun sesaat acara usai. “Kau tidak enak badan?”

Sehun menggeleng, “tidak. Hyung, aku minta maaf. Tapi aku harus segera pergi sekarang”balas Sehun terburu-buru keluar ruang rekaman dan menghampiri ketiga anaknya.

Mereka terlihat sudah terlelap dalam dekapan manager noona, membuat Sehun sedikit kecewa karena tidak bisa bermain lebih lama lagi. Tapi, ia mengerti. Karena saat ini memang sudah memasuki tengah malam dan anak-anak harus tidur sekarang.

“Sehunie, kita pulang se—“

“Jadwal kita tidak ada lagi, kan?” Sehun memotong ucapan Luhan

Luhan mengangguk bingung, “tidak ada. Ini yang terakhir”

“Tunggu aku di rumah. Aku akan segera kembali”

“Sehun!”

Sehun berlari tanpa menghiraukan teriakan-teriakan dari para hyung yang memanggil namanya. Ia terus berlari keluar gedung dan berbelok ke kanan.

Entah. Apa yang dipikirkan olehnya saat itu. Tapi, ia benar-benar ingin menemukan sebuah kebun binatang untuk Leo. Ingin menciptakan sebuah kenangan indah jika setidaknya ia pernah menjadi appa yang baik.

Menghentikan sebuah taksi yang kebetulan lewat, Sehun langsung melompat masuk ke dalamnya dan meminta supir taksi untuk mengantarnya ke daerah Myeongdong. Ia harap, masih ada beberapa toko yang buka.

Sesampainya, Sehun langsung menyerahkan selembar uang pada supir taksi tanpa meminta kembalian. Langsung berlari menyusuri daerah yang sudah sangat ia hapal itu. Matanya melebar sambil sesekali melirik kearah arloji di tangan kirinya.

30 menit lagi…

“Jogieyo…” Sehun menyapa seorang perempuan tua yang sedang menutup tokonya.

“Maaf, tapi kami sudah tutup”

“Aku mohon. Sebentar saja. Aku membutuhkan satu barang, toko yang lain sudah tutup”

“Tapi—“

“Aku mohon, ahjumma. Hanya satu barang”mohon Sehun lagi sambil mengatupkan kedua telapak tangannya. “Jebaaaal….”

***___***

“Dimana Sehun? Kenapa dia belum kembali?”seru Suho tidak berhenti mondari-mandir.

“Panggilanku tidak diangkat”jawab Tao

“Dia bilang dia ingin pergi sebentar”sahut Luhan menepuk pundak Suho

“Sebentar? Tapi 15 menit lagi Soo Man sonsengnim akan datang dan menjemput anak-anak. Apa dia tidak mau bertemu mereka untuk yang terakhir kali?”

“Mungkin dia sangat sedih karena tidak bisa pergi ke kebun binatang dengan Leo. Sehingga dia menangis disuatu tempat” Chen mengambil kesimpulan asal

Kai mengelak, “Tidak mungkin. Dia adalah orang yang paling tidak ingin mengikuti jadwal untuk menghabiskan waktu bersama Leo, dia tidak mungkin pergi begitu saja. Dia pasti kembali”

“Baekhyun-ah, Chanyeol-ah…bangunkan anak-anak. Mereka harus bersiap-siap sekarang”suruh Kris yang langsung disusul oleh anggukan keduanya.

“Biar aku yang membangunkan Lauren” Kai mengikuti langkah Chanyeol dan Baekhyun menuju kamar anak-anak

“Dan setelah ini, tidak ada lagi yang akan mengacaukan dorm. Tidak ada yang berteriak dan menangis dengan keras. Tidak ada yang merepotkan lagi…”seru Tao menghela napas panjang. Ekspresinya berubah sedih. “Tapi aku yakin, hal itu pasti sangat aku rindukan nanti”

Tiba-tiba suara tangisan terdengar dari kamar anak-anak, membuat semua member EXO seketika menoleh dengan mata melebar. Semuanya bergerak menuju kamar itu.

“Ada apa? Kenapa Leo menangis?”

“Hyung, kami tidak tau. Leo tiba-tiba menangis dan mencari Sehun. Dia tidak mau disentuh oleh siapapun”balas Baekhyun mengacak rambutnya frustasi

Suho melangkah maju, menghampiri Leo dan berjongkok di depannya.

“Leo-yaa…”panggilnya lembut

“Shireo! Pergi! Aku tidak mau bersamamu!”tangis Leo menepis tangan Suho

“Leo-yaa, kau mau appa membuatkan susu coklat untukmu?” D.O ikut berjongkok, mencoba membantu membujuk Leo namun tangisannya justru semakin keras.

“Shireo! Pergi!”

“Hyung, dimana Sehun? Cepat hubungi dia”

“Aku sudah mencobanya, Chanyeol. Tapi sepertinya dia tidak mendengar panggilan kita”

“Suho! Kris hyung! Soo Man sonsengnim datang!” Lay berteriak dari luar

“Jongin-ah, Baekhyun-ah…cepat pakaikan Lauren dan Yoogeun jaket yang tebal”

“Lalu Leo?”

“Aku akan mencoba mendiamkannya”

***___***

“Yoogeun-ah, kau akan ke Busan besok pagi, hm?”gumam Baekhyun sambil mengancingkan jaket tebal pada Yoogeun yang sesekali menguap. Ia terlihat masih mengantuk.

Yoogeun mengangguk pelan.

“Appa akan merindukanmu…”sahut Chanyeol duduk ditepi ranjang memperhatikan keduanya. Sejak awal, dia adalah orang yang paling dekat dengan Yoogeun.

“Appa, aku akan kembali ke sini secepatnya dan menemui kalian. Aku ingin bermain ultraman lagi”

“Baiklah. Lain kali, kau harus menjadi ultaraman yang akan menyelamatkan appa dari raksasa itu” Baekhyun berdiri lalu mengacak rambut Yoogeun gemas

“Kajja. Biar appa menggendongmu…”seru Chanyeol merentangkan kedua tangannya

“Appa, aku akan lebih tinggi darimu nanti…”

***___***

“Kau akan pergi?”tanya Kai melakukan hal yang sama dengan Baekhyun dan Chanyeol

“Emp…aku harus pergi ke sekolah”jawab Lauren sambil menghusap matanya

“Tapi aku belum memperlihatkan rambut jamurku padamu”

Lauren terkekeh, “appa tidak cocok dengan rambut jamur. Appa pasti akan terlihat sangat jelek”ucapnya polos

“Jinjjayo? Appa hanya ingin bisa terlihat seperti Sehun atau Luhan agar kau mau menikah denganku”

“Kau masih menyukainya, huh? Bodoh”cibir D.O geleng-geleng kepala lalu mengangkat sebuah koper berisi pakaian Lauren. “Cepat bawa Lauren keluar. Soo Man sonsengnim sudah menunggunya”

“Appa, apa setelah ini kita akan berpisah?”

“hm?”

“Aku tidak ingin berpisah dengan appa…”

Lauren mendongakkan wajahnya, menatap Kai yang jauh lebih tinggi darinya. Kai tersenyum tipis, mengulurkan tangan lalu menghusap kepala Lauren lembut.

“Appa akan mengunjungimu kapan-kapan. Kau tinggal di kota yang sama dengan Kris appa. Jangan khawatir…”

“Appa, aku pasti akan merindukanmu…”

Dan ucapan itu…sebuah ucapan polos yang keluar dari mulut seorang anak kecil namun mampu membuat Kai seketika membeku di tempatnya. Sebisa mungkin menahan air matanya yang ingin terjatuh saat itu juga.

Ia berjongkok, tidak mengeluarkan kata-kata apapun lagi, melainkan memberikan Lauren sebuah pelukan hangat.

***___***

Sehun benar-benar tidak menyadari jika ia sedang berlari dengan cepat menuju dorm. Benar-benar tidak menyadari jika ia sedang berlari hingga rasanya kakinya hampir patah dan jantungnya hampir melompat keluar.

Dia terus berlari. Hingga bajunya setengah basah akibat keringatnya.

Tersisa 5 menit sebelum jam 12 tepat. Ia harap, ia masih mempunyai waktu untuk bertemu dengan Leo dan memberikan sesuatu yang kini sedang digenggamnya erat-erat.

***___***

Perpisahan itu datang, dan mereka sudah berdiri di tempat untuk melepaskan sekarang.

Di depan mobil hitam milik Lee Soo Man, semua member EXO mengantar ketiga anaknya hingga ke parkiran.

Chanyeol masih menggendong Yoogeun dan Kai masih menggenggam tangan Lauren. Sedangkan Leo, sama sekali tidak ingin disentuh oleh siapapun hingga ia hanya berdiri seorang diri di bagian pinggir. Jejak-jejak air mata masih tertinggal di sekitar matanya.

“Yoogeun-ah, Laurenie, Leo-yaa…kajja.. ini sudah larut malam”seru Lee Soo Man

“Chanyeol-ah, turunkan dia…dia harus kembali…”bisik Baekhyun karena melihat Chanyeol terus saja menggendong Yoogeun, bahkan mendekapnya dengan sangat erat. “Chanyeol-ah…”panggil Baekhyun lagi, kini sambil menepuk pundak Chanyeol.

“Baekhyun appa…Chanyeol appa menangis…” Yoogeun menoleh kearah Baekhyun.

“Mwo?”

“Ani…appa tidak menangis”elak Chanyeol menurunkan Yoogeun lalu menghusap air matanya.

“Appa, uljimaa….”

Chanyeol menggeleng lalu tersenyum lembut, “Aniyoo Yoogeunie…appa tidak menangis…”

“Yoogeunie, kau harus menjaga dirimu dengan baik. Dan menjadi anak yang hebat. Kami akan mengunjungimu kapan-kapan. Jangan lupa kirim surat pada kami. Aracchi?”seru Xiumin menghusap kepala Yoogeun.

“Yoogeun-ah, annyeong…”

Yoogeun mengangguk, lalu tersenyum sambil berjalan menuju mobil. Namun, saat berada didepan pintu, ia menoleh ke belakang kembali.

“Chanyeol appa…jika kita bertemu lagi, aku harap appa bisa menjadi ultraman yang akan melindungiku dari raksasa…”

Chanyeol mengangguk, “arasseo Yoogeunie…” lalu Yoogeun masuk ke dalam mobil

“Uljima…Chanyeol-ah…” Chen menepuk-nepuk punggung belakang Chanyeol

Chanyeol berbalik, membelakangi semuanya sambil menghusap air matanya. “Aku mengerti sekarang kenapa ayahku menangis saat aku pergi jauh…”

“Leo-yaa…Leo!!”

Tiba-tiba Sehun muncul membuat semuanya seketika menoleh kearahnya. Ia terengah-engah, napasnya naik-turun karena sehabis berlari.

“Leo…hhh….”

“Appa!!” Melihat appa kesayangannya berdiri didepannya, Leo langsung melompat ke dalam dekapan Sehun.

“Ya! Kau darimana saja? Sejak tadi Leo menangis karena mencarimu”omel Luhan

“Maaf karena appa tidak bisa mengajakmu ke kebun binatang tapi…” Sehun mengeluarkan sebuah boneka harimau dari belakang punggungnya dan memberikannya pada Leo. “…kau tidak perlu takut lagi dengan harimau karena appa akan selalu melindungimu…”

“Ini untuk Leo?”

“Emp…jika kau merindukan appa—“

“Aku tidak mau berpisah dengan appa” Leo memotong ucapan Sehun sambil menggeleng membuat Sehun seketika terenyuh.

“Leo-yaa, jika kita bertemu lagi..appa berjanji akan membawamu jalan-jalan. Appa berjanji akan bersikap baik padamu. Mianhae…”

“Leo, kau harus pergi ke sekolah kan?”tanya Luhan ikut berjongkok disebelah Sehun. Leo mengangguk. “Jadilah anak yang hebat…”

Leo tiba-tiba melingkarkan tangannya ke leher Sehun, memeluknya seperti mengerti jika saat ini adalah saat perpisahan bagi mereka.

“Appa…saranghae…”

Wajah Sehun mulai memanas, matanya mulai berair digenangi air mata. Membalas pelukan Leo, ia mengangguk tanpa suara. Penyesalan itu memang selalu terlambat. Jika saja bisa…jika saja ada kesempatan…ia ingin kembali ke masa lalu untuk memperbaiki semuanya.

“Lauren…”panggil Kris berjalan pelan kearah Lauren. “Jaga ini dengan baik, oke?”

“Oe? Ace?!”jerit Lauren senang sambil menerima boneka kesayangan milik Kris itu. “Appa, kau memberikannya untukku?”

Kris mengangguk kemduian tersenyum lembut, “untukmu…”

“Appa…gomawo…”

“Ge, kau yakin memberikan boneka itu untuknya? Kau bahkan tidak pernah mengijinkan kami untuk menyentuh Ace”protes Tao mendengus kesal

“Aku masih mempunyai banyak boneka, Tao. Sejak dulu, dia sangat ingin memiliki boneka itu”

“Sudah saatnya…aku harus mengantar mereka ke rumah orang tua mereka”seru Lee Soo Man membuyarkan suasana

Sambil menggendong Leo, Sehun berjalan menuju mobil.

“Kau harus menghubungi appa lain waktu, oke?”bisiknya pada Leo.

“Uljima…”balas Leo menghusap air mata di pipi Sehun

“Aniyo. Appa tidak menangis…”

Di sisi lain, Kai juga mengantar Lauren hingga ke pintu mobil. Ia berjongkok di depan yeoja cantik itu sambil mencubit pipinya pelan.

“Yeoppo…”

“Appa, apa sekarang aku harus pergi?”

“Emp. Orang tuamu menunggumu di rumah. Kau harus ke Kanada besok”

“Appa tidak membenciku kan?”

“Mwo? Tentu saja tidak…appa sangat menyukai Laurenie…ppopo…”

Kai memberikan pipinya pada Lauren dan Lauren mengecupnya pelan. Keduanya tersenyum disusul usapan tangan Kai yang menghusap pipi Lauren.

“Laurenie…”panggil Kai lagi saat Lauren hendak masuk ke dalam mobil. Lauren menoleh, “antara aku, Luhan appa dan Sehun appa…siapa yang akan kau nikahi?”

“Kim Jongin appa….”

END

 

 

 

 

Iklan

39 thoughts on “FF : EXO’S SERIES : Goodbye…

  1. nina berkata:

    kukira eonnie blm sempet bikin ini
    eh ternyata lupa klo udh selesai
    eonnie 😡

    hahahahahahaa kim jongdae pabbo
    hahahaha
    eon pas perpisahan sedih ㅠㅠㅠ
    pas bagian sehun jadi keinget lee joon di hello baby haha
    penyesalan selalu datang terlambat 😦
    hahahaha akhir na jongin kepilih sm lauren

    eon ini belum end kan?? belum kan eon???!!!!!
    tp kok itu tulisan na end?????!!!!?!

  2. Nabila berkata:

    Jongin is mine ;-; lauren jahat ;-;
    elah tega tega tega ;-;
    kalo lauren dipasangin sama jongin, ntar jongin di kira pedo, jongin sama aku aja ‘-‘ wks ‘-‘

    wah ngerti sama apa yg dirasain sama sehun, to be honest, itu juga pernah terjadi and yeah dia pergi selamanya /? tapi emg dasarnya aku yg ga suka sama anak kecil jadi ya._. begitulah /? wks ini jadi curhat…

    aaaaaaaaaaa lauren ;-;
    you make me so potek potek ;-;
    kamija tega ;-;

  3. liu mei rin berkata:

    huaa…. keren…
    aku sampe nangis eon… tisu berserakan kemana- mana…
    uljima oppadeul… pasti bisa bersama lagi…
    berakhirkah? hah~
    semangat eon untuk selalu berkarya…

  4. Tiikaa berkata:

    Hahahaha,, ktawa ngakak bnget wktu baca bgian baekhyun chen ama chanyeol tao main sma yoogeun.. Hahaha ultraman chen chen..
    Tpi Mengharukan eon 😦

    Sedih banget,, apa lagi bagian sehun sma leo . . .Penyesalan itu emang slalu terakhiran ya..
    Sehun bersikap dewasa dn mulai sayang sma anak2 saat mrka mau pisah..

    Akhirnya lauren memilih kai jugaa
    Chukkaaeee kai
    Hahahaha

  5. cicil berkata:

    Aduh sedihnyaaa :””””””” gamau ending #kebiasaanburuk-__- udah baca cerita, benci tbc, tapi gamau ending. Ini reader macam apa coba? Jangan dicontoh XD

    ituu sehun paling mengharukan dohh makin sedih aja
    akhirnya lauren milih kai juga yeay 😀

  6. jamonghyun berkata:

    NANGIIISS .. ADUHH … TISUUU T____T
    sedih bangettt .. terutama bagian sehun sm leo . Manisnya bagian lauren sm kai .. trus happynya yoogeun sm yg lainnyaaa >< dan akhrnya ff ini end dengan menyayaatt hatiii eerrr ..
    Kalo ga nangis kynya mija ga puas kali yaa -,-

  7. MimiJJW berkata:

    Aku beneran udc kayak orang stress tadi pengen mewek skrang malah senyum2 Gaje ckck dan Yeah Welcome to Ultramen Chen Wkwkwk tapi pas akhir2 Galau u’u Sehun kamu pengen bgt ngajak Leo ke Kebun Binatang N akhirnya cuma bisa beliin Leo boneka dan akhirnya kris merelakan ‘anaknya’ Buat Lauren dan akhirnya Kai dipilih juga ama Lauren U’u Kai gak perlu galau lagi cuma gara2 rambut jamur LoL

  8. YooXi kiszLUck berkata:

    HAHA 😀 adegan yang di ruang tamu bikin ngakak 😀
    dasar, inget umur woy !!! 😀
    aduh, pada nangis-nangis ditinggal 3 setan kecil 😥
    jdi inget exo’s show time eps 4, nangis gegara nonton film 😀
    ini beneran udah END??
    yaudah deh . Mija eon FIGHTING ^^)9

  9. Baby Boo berkata:

    Beneran nih udah end?? Aku sih berharap ada sequel nya 😀
    ceritain saat yoogeun, lauren n’ leo nya udh gede, kira2 15 thun kmudian gitu ^^
    ff author emng yg paling keren!!

  10. claudimelindo berkata:

    Awalnya lupa ini ff.. Tepi udah inget lagi kok..
    Kirain aku yang lebay sampe mewek, ternyata readers yang lain juga mewek.. Wkwkwk..
    Laurenie, gumawo udah milih jongin appa saeng..
    Dua appa lainnya untuk eonnie, ne..?? #plakk
    Daebak author FF nya.. (y) 😀

  11. byunhan berkata:

    akhirnya selesai juga dan keinginan jongin tersampaikan abis kasian kai selalu pengen dinikahin lauren apa lagi tiap kai nanya pasti jawabannya sehun luhan ampe rambutnya pengen dibikin jamur cuma buat demi lauren ama sehun pengorbanannya besar sampe lari-lari buat beli gantungan kunci terus si chanyeol kasian pas ngelepasin yooguen terus si kris ngerelain ace buat lauren karena lauren dari pertama suka ace tapi masa kris ngasih ace ke lauren padahal tao couplenya kris aja gak pernah megang ace pasti siapa yang megang ace pasti dimarahin sambil nyembur api tapi masa si chen gak tau ultraman sih thor

  12. Rychell berkata:

    pas chen jd ultramen ngakak ~ wkwkkww ada” aja emg yaaa
    gak bisa ngebayangin mukanya layHan pas ngakak ketawain chen wkwkwk ‘
    waaa sehun oppa syg bgt yaa sm Leo XD ,, Kai oppa akhrinya di pilih sm Lauren kkkk ~ kalo itu beneran (nyata) Kai oppa jingkrak”: kali yaaa wkwkwkw

  13. Eka Kurnia berkata:

    Jinjjayo? Udah end? Huaaa cepet banget 😦 Ga bosen sm ffnya buatan author Oh Mi Ja, keren-keren (y) Kalo bisa buat sambungan yah thorr hehe 😀

  14. meimeieu berkata:

    sedih bgt sedih sedih sampe nangissss TTuTT
    baru baca ff author oh mi ja? iya kan namanya itu~~ huhu mengharukan :””””” aku suka banget sama anak kecil. bikin gemes. lucu~~~ jadi suka ngikutin ceritanya. hehe tapi mian baru komen pas endingnya kkkk… ah ya, aku juga baca ff author yg the wolf and not the beauty.. aku menghayalnya kai jd vampir >< semangat terus pokoknya buat author biar bisa bikin cerita yg lebih menarik lagi!! ^^♥

  15. phiwzz berkata:

    Akh! Damn!! Apa harus ada perpisahan?? huweeeee.. aku jadi pilek di chapter ini thor huhuhu 😥
    Beneran ikutan frustasi bareng Sehun dari awal chap ini, feel nya dapet lah!!
    Tapi……SERIUSAN INI UDAH “END”?????
    Bikin sequel nya boleh ga thor?? Berdasarkan imajinasi author aja, pengen gimana klo Sehun ketemu Leo lagi, Lauren ketemu Jongin, n Yoogeun ketemu Chanyeol (brarti member EXO udah pada tua donk ya kaya SHINHWA??)

    Yang bikin aku terharu juga di part ini:
    Chanyeol berbalik, membelakangi semuanya sambil menghusap air matanya. “Aku mengerti sekarang kenapa ayahku menangis saat aku pergi jauh…”

    Huweeeeeeee.. ngingetin orang tua banget huhuhu 😥

    Bikin lagi ff brothership-family kaya gini lagi ya thor… *puppy eyes*

  16. BubblePi berkata:

    Udah baca ini lama sih -_-”
    Tapi baru berani comment sekarang :”)
    Cuma mau bilang buat author Mija eonni :3 eon, dibuat dong sequel-nya ‘3’ smpe berpart-part kalo boleh #apaini -_- #abaikan

    Keep Writing mija eon! ^^

  17. Puteri berkata:

    Maaf belum bisa komen di setiap chapter. Tapi aku suka sekali sama semua cerita di exo series ini :’)
    Karakter mereka dapet,suasananya juga mudah buat dibayangin. Ceritanya benar-benar bagus dan juga ngasih pembelajaran. Aaahhhh suuukkaaaaaa bangeeeet sama exo series ini !!!!!
    OT12,saranghaja !!!!

  18. yunwoo berkata:

    aigooo… ak beruraii airmata author..
    hua… mereka yang awalnya nyebelin karna ak merasakan yang sehun rasakan pd awalnya… tp setelah mereka bersama… melakukan sgala hal bersama.. mereka bnr” anak” yang baik…
    aigooo… kasian sehun .. kai dan chanyeol… mereka pasti plg sedih… aigooo… ak smp nangis sesenggukan… hadehh cengeng bgt… tp emg sedihhh soalnya
    kyaaaaaaaa gomawo thor ak dah blh baca… aigooo karyamu keren”… mian ak baru komen di part terakhir lg… mianhe authorr….

  19. Jung Han Ni berkata:

    eon mian bgt aku baru komen skarang, aku baca ff ini udh lma bgt tapi gaptek ga tau caranya komen, jadi aku komen di part trakhir aja ya, aku suka bangeett sama ff ini, apalagi hunhannya, sehun manja bgt apalagi sama luhan >< pokoknya aku paling suka sama ff brothership kaya gini 🙂 kalo ada lagi yg kaya gini aku seneng bgt heheh 😀 keep writing!

  20. RMD berkata:

    Kok aku malah sedih terharu gitu yah pas Lauren akhirnya milih Kai? :”(

    Paling dapet feel pas bagian itu soalnya… Yang kedua pas Sehun berkorban ampe lari-lari gitu… oh my bias :”)

    Selain itu ngakak yang bagian Chen jadi Ultraman 😀 meski ujung-ujungnya sedih juga :”

    Aah.. ff author emang selalu daebak!!!

  21. Kharistya berkata:

    Pas awal2 ngakak banget… 😂😂😂😁
    Lah… Pas ending malh nangis… 😭😭
    Daebak lah ffnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s