FF EXO : SIXTH SENSE Chapter 11

Sixth sense

Tittle      : Sixth Sense

Author  : Oh Mi Ja

Cast       : Zhang Yixing, Xi Luhan, Kim Jongin

Support Cast : Oh Sehoon, Kim Taeyeon, Kwon Boa, Jung Yunho

Genre    : Brothership, Friendship, Mistery

Luhan mengakhiri pencariannya setelah menemukan Yixing berada di teras belakang rumah keluarga Jung bersama Sehun. Hari sudah beranjak senja dan langit juga nyaris berubah kelam.

Tidak ada bintang juga angin berhembus cukup kencang yang menandakan akan turun hujan malam itu.

“Yixing!”

Yixing dan Sehun sama-sama tersentak. Keduanya meninggalkan Monggu, Janggu, dan Jjangah kemudian sama-sama berdiri.

“Ge, ada apa?”

“Hyung, kau mengagetkan kami”sahut Sehun

Luhan mengulurkan tangannya, mencekal kedua lengan Yixing dan memaksanya untuk menatapnya.

“Maafkan aku…” hingga sebuah dekapan datang untuk Yixing. “Maafkan aku karena aku tidak bisa menjagamu dengan baik. Maaf…”

“Ge, ada apa denganmu?”tanya Yixing bingung

“Maaf…aku minta maaf…”

***___***

Luhan tidak tau bagaimana caranya harus bersikap. Apakah ia harus mempercayai atau tidak. Semuanya terdengar mustahil dan sangat sulit ia cerna dengan logika.

Bebannya kembali bertambah. Belum lagi mengurus perusahaan ayahnya, mengobati lukanya sendiri yang belum sepenuhnya sembuh, kini ia harus berhadapan kembali dengan keadaan Yixing yang begitu memprihatinkan.

Di dunia ini, ia hanya memiliki Yixing sebagai saudaranya. Ia ingin melindunginya tapi saat ini ia tidak menemukan cara yang tepat. Kekuatannya sendiri sudah habis. Dia juga memiliki sebuah luka.

Meninggalkan rumah Jongin diam-diam, ia menuju taman kota yang tak jauh dari sana.  Pikirannya tentang Yixing membuatnya tidak bisa terlelap sehingga ia memutuskan untuk jalan-jalan walaupun cuaca benar-benar sangat dingin.

Segelas kopi ditangannya pun ia tinggalkan dalam lamunan dalam. Sama sekali lupa jika ia membelinya untuk menghangatkan tubuhnya sendiri.

“kenapa kau duduk sendiri disini?”

Luhan menoleh saat mendengar suara seseorang. Ternyata Jongin.

“Memikirkan Yixing?”

“Bagaimana kau tau aku ada disini?” Luhan justru balik bertanya

“Aku mengikutimu”seru Jongin sambil menjatuhkan diri disebelah Luhan. “Kau belum menjawab pertanyaanku, hyung”

Luhan mngembalikan pandangannya ke depan, menunduk dan menghela napas panjang dan berat.

“Yixing adalah adikku. Dia mungkin memang pernah depresi karena kematian orang tua kami. Tapi, aku tidak pernah mengetahui jika dia memiliki sesuatu lain yang di tinggalkan dari kejadian itu. Aku tidak tau dia akan menjadi seperti ini”

“Yixing pasti bisa melewatinya. Sekarang, dia jauh lebih tenang. Walaupun sempat shock dengan kematian Kris, tapi sekarang keadaannya justru menjadi lebih baik”

“Aku pasti sangat merepotkan kalian, kan?”

“Tsk, tentu saja tidak” Jongin tertawa kecil. “Aku justru berterima kasih karena kalian hadir di hidupku dan Sehun”

Luhan menoleh, menatap Jongin dengan kening berkerut. “Kami?”

Jongin mengangguk mantap. Tidak membalas tatapan Luhan dan tetap menatap ke depan.

“Hyung, mungkin ini memang sebuah takdir. Tapi semua yang telah terjadi padamu dan Yixing sedikit mirip dengan apa yang menimpaku selama ini”

“Maksudmu?”tanya Luhan bingung

“Orang tuaku juga meninggal karena kecelakaan saat aku duduk di bangku kelas 2 SMP. Aku benar-benar sangat shock dan tertekan selama beberapa bulan. Tapi untungnya, aku memiliki keluarga Jung yang selalu ada untuk menghiburku. Terutama Sehun” jelas Jongin tersenyum kecut mengingat masa lalunya. “Walaupun menyebalkan tapi dia selalu membuatku tertawa. Dia akan jauh bersedih saat aku bersedih. Dan dia akan sanagt khawatir jika aku sedang sakit”Jongin menoleh kearah Luhan sekilas sambil menghembuskan napas panjang. “Kau tau hyung? Semua ini hanya membutuhkan waktu. Tidak ada yang mengetahui seberapa panjang umur seseorang. Bisa saja hari ini adalah hari terakhirku. Kematian itu akan datang tanpa memberikan waktu untuk kita bersiap-siap. Yang perlu kita lakukan adalah menghabiskan hari-hari kita dengan baik”

“Kau mengatakannya karena kau sudah berhasil melewatinya, Jongin. Sedangkan aku dan Yixing masih belum sepenuhnya melupakan kecelakaan itu”

“Hidup itu adalah pilihan. Kau bisa memilih bahagia atau sedih. Sebenarnya, semua bisa kau tentukan sendiri. Kau adalah pengendali atas hatimu, hyung. Bukan sebaliknya”

Luhan tertegun. Menatap lurus pada Jongin yang sedang tersenyum padanya.

“Jika kau terus larut dalam kesedihan, kau akan menjadi lupa jika ada kebahagiaan. Walaupun ada sesuatu yang membuatmu bersedih, tapi jangan lupa jika ada sesuatu yang akan membuatmu bahagia. Aku yakin Tuhan sangat adil. Hanya saja, kau yang melupakan kebahagiaan itu”

“Kau tau? Selama ini aku tidak pernah menangis. Bahkan di hari kematian orang tuaku. Aku selalu ingin menahannya di depan Yixing karena aku ingin melindunginya”

“Seseorang yang kuat bukanlah seseorang yang berhasil menahan air matanya, hyung”balas Jongin cepat. “Juga, untuk melindungi seseorang, tidak dibutuhkan seseorang yang kuat”

Jongin menghentikan ucapannya sejenak. Ia tidak menatap Luhan lagi tapi menatap langit.

“Mungkin kau tidak akan mempercayainya, tapi dibandingkan aku, sebenarnya Sehun jauh lebih kuat”

Kening Luhan mengernyit bingung.

“Kau tau? Dia pernah menyelamatkanku saat aku dikeroyok oleh musuhku. Padalah waktu itu, dia masih berada di bangku kelas 3 SMP”seru Jongin pelan. “Dia tidak pandai berkelahi tapi saat itu dia tiba-tiba berubah menjadi menakutkan saat melihatku sudah babak belur. Walaupun pada akhirnya dia juga terluka, tapi kami mampu memenangkan pertarungan”

Mata Luhan melebar tak percaya, “benarkah?!”

“Kau tau kenapa hyung? Karena tanpa sadar seseorang akan menjadi sangat kuat saat melihat orang yang ia sayang terluka. Begitu juga dirimu, kau tidak perlu menahan tangisanmu, kau tidak perlu menjadi orang yang kuat untuk melindungi Yixing karena aku yakin, saat kau terluka, Yixing juga akan melindungimu”

Luhan tergugu. Memalingkan wajahnya karena ia mampu merasakan genangan air yang kini menggenangi pelupuk matanya.

“Menangislah hyung… Jangan biarkan kesedihan itu menemanimu lagi. Biarkan semuanya keluar dan menghilang. Karena jika kau sudah tidak mampu menahan semuanya, kau masih punya aku. Aku bisa membantumu untuk berdiri tegak lagi’”

Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, tangisan itu keluar. Setelah sekian lama, kesesakan itu akhirnya tidak lagi ia pendam. Luhan menangis. Menunduk dalam-dalam dan mengeluarkan semuanya. Agar jauh lebih tenang, agar jauh lebih lega. Karena dibandingkan yang dulu, tangisannya kali ini adalah sebuah bentuk kekuatan. Kekuatan untuk menjadikannya seseorang yang jauh lebih kuat dalam arti sebenarnya.

***___***

Benar saja, beberapa hari kemudian setelah polisi berhasil menemukan alasan dari kejadian bunuh diri Kris atas kesaksian Suho, seluruh stasiun televise seketika menyiarkan satu berita yang sama. Tentang skandal yang pernah terjadi berpuluh-puluh tahun lalu yang menyangkut nama besar seorang aktris dan seorang pejabat tinggi negara.

Di tempat mereka, Jongin, Yixing dan Sehun hanya bisa menghela napas panjang bersama-sama karena lagi-lagi harus disuguhkan dengan berita yang sangat membuat mereka muak.

“Kita nonton dvd saja”seru Jongin melempar remote tv ke sisi kanan lalu melorotkan tubuh ke lantai. Ia menarik laci kecil paling bawah lemari televisi lalu memilih-milih koleksi film milik Sehun dan Taeyeon.

“Kalian sedang apa, hm?” tiba-tiba tuan Jung muncul. Ia menjatuhkan diri di salah satu sofa lalu membuka jaket kulit berwarna hitam yang dipakainya.

“Appa sudah pulang?”balas Yixing.

“Emp, tidak ada lagi kasus yang harus diurus jadi appa bisa pulang lebih awal”

“Appa, bagaimana tentang kasus itu?”sahut Sehun dengan wajah cemberut

Kening tuan Jung berkerut bingung, “Ehh?”

“Kasus Kris”jawab Sehun. “Appa tidak membocorkan tempat persembunyian Suho pada wartawan kan?”

“Ah! Tentu saja tidak. Bukankah appa sudah berjanji untuk menjaga keamanannya?”

“Baguslah. Aku khawatir dia akan diburu oleh wartawan karena telah memberikan kesaksian. Terlebih lagi, dia adalah sahabat Kris”

“Dia akan baik-baik saja Sehunie. Kau tidak perlu khawatir akan hal itu. Appa dan rekan-rekan yang lain juga sudah berjanji untuk tidak memberikan kesaksian apapun pada wartawan. Tenang saja…”

“Yeaah, aku ingin aktris dan petinggi negara itu mendapat penyesalan seumur hidupnya karena telah menyia-nyiakan anak dan bertindak tidak adil pada Kris”

Tuan Jung tertawa kecil, “kenapa kau sangat dendam pada mereka? Kau bahkan tidak mengenalnya”

“Walaupun aku tidak mengenalnya, tapi Kris adalah sahabat Xing Xing hyung dan aku tau dia adalah orang baik. Aku ingin menjadi polisi jadi aku harus belajar untuk bersikap adil mulai dari sekarang”

“Jadi alasanmu membenci mereka karena Kris adalah sahabat Yixing? Bagaimana jika kenyataannya Kris adalah orang jahat?”tanya Jongin sambil menyetel sebuah film.

Sehun tidak langsung menjawab. Ia berpikir sejenak. Melirik sekilas pada ayahnya dan Yixing yang sedang tersenyum menahan jawabannya.

“Euumm…aku tidak tau. Jika Kris adalah orang jahat tapi dia adalah sahabat Xing Xing hyung. Aku rasa…” Sehun menggantung ucapannya. Ia menatap Yixing ragu. “…aku rasa aku tidak akan membuat Xing Xing hyung menangis bagaimanapun caranya”

Jongin terbahak, “Kalau begitu kau tidak akan bisa jadi seorang polisi Sehunie”serunya lalu kembali duduk di sofa, di sebelah Yixing.

“Appa, benarkah? Aku tidak bisa jadi polisi?” Sehun bertanya pada tuan Jung dengan raut wajah yang berubah sedih.

Tuan Jung tersenyum tipis, “Sehunie, kau tau? Seorang polisi harus bersikap adil. Dia harus membela yang benar dan menangkap orang yang bersalah. Jika Kris adalah orang jahat, kau tetap harus menangkapnya walau dengan begitu Yixing akan menjadi sedih”

“Appa, tapi aku tidak mau melihat Xing Xing hyung bersedih lagi seperti kemarin. Apa itu buruk?”

“Itu adalah tindakan yang tidak adil, Sehunie”balas tuan Jung cepat membuat Sehun langsung membanting punggungnya ke sandaran sofa dan menghembuskan napas panjang. “Tapi, jika appa harus memilih antara bertindak adil atau kebahagiaanmu, appa juga akan melakukan hal yang sama. Kebahagiaanmu adalah yang paling penting”lanjut tuan Jung.

Seketika Sehun tersenyum cerah, “appa, benarkah?! Aku melakukan hal yang benar kan?”

“Bukan hal yang benar. Tapi, hal yang menjadi prioritasmu. Hal prioritas adalah sesuatu yang jauh lebih penting daripada hal benar. Tapi, kau harus ingat, hal prioritasmu adalah hal yang positif. Kau bebas melakukannya. Kau mengerti?”

Kedua alis Sehun terangkat tinggi begitu mendengar penjelasanrumit tuan Jung. Ia menggeleng bingung, “tidak”

“Sehunie…”panggil Yixing. Sehun menoleh. “Aku dan kau sangat menyukai ddokbukkie. Tapi, ddokbukkie yang kita punya hanya satu dan kita sama-sama menginginkannya. Jika disuruh memilih, aku akan memberikan ddokbukkie itu untukmu dan tidak memakannya”

“Ha? Kenapa?”

“Karena aku lebih menyukaimu daripada ddokbukkie. Seperti itulah hal prioritas itu”jelas Yixing tersenyum lebar lalu mengacak rambut Sehun.

“Tapi, walaupun kau memberikan ddokbukkie itu padaku. Aku ingin kita memakannya bersama-sama hyung. Aku tidak mau memakannya seorang diri”

Jongin tertawa kecil sambil geleng-geleng kepala mendengar kata-kata polos Sehun, “itu hanya perumpamaan, pabo”

Tidak menghiraukan cibiran Jongin, Sehun masih saja bertingkah polos. Kali ini ia menoleh kearah tuan Jung, “Appa, aku ingin makan ddokbukkie. Kita ke taman sungai Han sekarang…”

Mata tuan Jung membulat seketika, “Mwo?”

“Ya! Oema sedang memasak untuk kita, jika kita membeli ddokbukkie, oema pasti akan marah”bisik Yixing sepelan mungkin agar nyonya Jung yang sedang berada di dapur tidak mendengarnya.

“Oema memasak untuk makan malam. Ini masih sore dan aku ingin makan ddokbukkie”

“Sehunie, bukankah kita ingin menonton dvd, huh?”

“Aku tidak mau!”tolak Sehun mentah-mentah. “Appa, kajja. Kita beli ddobukkie sekarang”

“Sehunie, jika oema mengetahuinya, dia pasti akan marah besar”

“Aku pulaaaang…oe? Jongin-ah? Pantas saja tidak ada yang membuka pintu saat aku memencet bel. Aku pikir kau masih berada di universitas”ucap Luhan sambil menjatuhkan diri disamping tuan Jung lalu melonggarkan dasinya.

“Kau memencet bel? Maaf, sejak pulang kuliah tadi, aku terus berada disini, hyung”

“Appa, aku mau ddokbukkie…” Sehun masih saja merengek. Kali ini dengan mengguncang-guncang lengan tuan Jung.

“Ddokbukkie? Aku membelinya…”

Seketika mata Sehun berbinar, “benarkah?”

Luhan mengangguk lalu meletakkan sebuah bungkusan diatas meja.

“Ddokbukkie!”jerit Sehun senang lalu berlari ke dapur dan mengambil wadah

“Dia selalu begitu…”decak Yixing geleng-geleng kepala.

Untuk sesaat, kebahagiaan itu menemaninya…untuk sesaat mimpi buruk itu pergi dari sisinya…

Ia tidak menyadari apapun, terus tertawa tanpa beban dan melupakan semua masalahnya. Ia tidak menyadari jika waktu akan terus berjalan dan takdir…akan melakukan tugasnya seperti biasa…

TBC

 Note: FF ini mendekati bagian akhir….^^

37 thoughts on “FF EXO : SIXTH SENSE Chapter 11

  1. Nabila berkata:

    ya! ya! ya! -___-
    apaan tuh udh bersambung aja -_-
    astaga kak, kakak tau berapa hari yg ku lewati cuma untuk menunggu sixth sense dan aku membacanya hanya dalam hitungan menit :3 bikin yg lebih panjang kak /digorok/ /pasang wajah thehun the sheep/?

    ok aku udah cukup puas kok kak._. tapi chap selanjutanya asap ya kak ._. muahh ‘-‘

  2. liu mei rin berkata:

    haha… hunnie lucu…
    eon mau berakhirkah? xing xing ge udah menerima kelebihn dia kan?
    eon next… ditunggu walau lumutan (?) hehe…

  3. nina berkata:

    hahahahaha disini sehun polos bgt eon
    sumpah malah bikin ngakak😀
    tp itu yg bikin kita ikut bahagia :3

    ini juga mau tamat eon??😦

  4. Rica berkata:

    Dibikin sekuel nya bagus nih , Thor . Keren bgt . Sixth sense termasuk FF author kesukaanku . .
    Lanjutinnya jgn lama-lama ya , Thor . Udah penasaran . Ha ha ha . . ^^

  5. Tiikaa berkata:

    chapter ini bnyak banget kata2 yg bermaknanya eon..
    Apalagi kata2 jongin wktu sma luhan.. Daebakkk

    semoga slalu sperti ini eon, yixing baik2 aja jngan lgi dia khilangan orng2 terdekat dn yg dia sayang.. Huhu

    oke deh eon,, klanjutannya aku tunggu🙂

  6. Dini berkata:

    Luhanku sayang strong bgt yaa disini ({})
    kkkk paling suka pas Sehun manggil Lay..Xing Xing hyung😀 Kebayang lucunya apalagi kan sehun cadel S😀
    unnie part ini ko berasa cepet banget gitu yah ketemu si TBC nya itu, atau hanya perasaan aku aja yg terlalu keasyiakan baca ?😀
    pokonya next yaa author unnie🙂

  7. MimiJJW berkata:

    OMG aku gak tau mau komen apa? AAAGH aku benci bagian akhir mereka baru sebentar udah ada spoiler soal takdir itu Ugh aku kesel dan aku lebih kesel lagi karna ini udc bersambung lagi ckck aku mau ikutan nangis breng Lulu ah ‘biar lega’

  8. YooXi kiszLUck berkata:

    aduh, kata-katanya bikin terpukau .. i like it ^^😀
    ada kailu moment😀
    kok gue berasa chap ini pendek ya? *perasaan doang*😀
    Next Chapn ^^ Mija eon FIGHTING ^^)9😀

  9. krishun ^^ berkata:

    author….,bikin pengen nangis dah,pas luhan nagis :’),ini sehun polosnya pake banget.Yixing jangan sedih terus ya,semangat ya,pokoknya chap. ini bangus bgt,sku suka bgt,next chap. ditunggu.Keep Hwaiting!!!.🙂

  10. irna cho berkata:

    author, aku suka banget deh kata2 nya. “tanpa sadar seseorang akan berubah menjadi kuat jika org yg di sayanginya terluka”

  11. Sherry Cho berkata:

    hiyaa akhirnya udh mau ending
    keren (y)
    tulis ff baru lagi ya eon wkwkwk friendshp exo juga si sehun jadi main castnya wkwkk #maksa banget nih reader-_-

  12. Lia berkata:

    Seperti biasa Thor, ceritanya kurang panjang # komentar macam apa ini?. Selamat berjuang buat nerusin FF Author yang lain.

    Gamsahamnida

  13. Christyn berkata:

    Lanjut segera, Thorr ….. Kalo perlu langsung posting sampe chapter terakhir … Penasaran banget soalnya …. He he he …..😄❤

  14. Rhainykanata berkata:

    Huhuhu… Aku iri, oh mi ja-ssi jago bgt bkin ff.

    Aku bkal jd fans km skrang,, keep writing!

    Updatenya yg cpet ya,, aku pnsaran sma yixing

  15. diah berkata:

    Ceritanya bikin degdegan thor… o.o
    Tp aku suka sehunnie ^^ lucuuuu… bocah bgt kyanya…hahaha
    Jonginku dewasa bgt dsni… seneng deh *pelukjongin ^^
    Ayoooo lanjuuutttt !!!!! :*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s