FF: The Wolf and not The Beauty (part 7)

 

The wolf and not the beauty

Tittle                          : The Wolf and not the beauty

Author                        : Ohmija

Cast                            : EXO

Genre                          : Fantasy, Friendship, Comedy, Action, School life

Summary                    :  Chanyeol menarik tubuh Kai paksa dan menyeretnya untuk berlari. Dan bagi Chanyeol, ini adalah pertama kalinya ia melihat Kai terlihat seperti seorang monster daripada seorang sahabat.

SMU Hongsan benar-benar gempar!

Ikatan persahabatan itu memang benar. Dan mereka sudah seperti dua orang sahabat dekat yang saling bercanda dan tertawa, bahkan disamping Sehun, Kris bukan lagi terlihat sebagai namja kaku yang dingin dan tidak perduli terhadap apapun. Dia berbeda.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Kai, Tao, Suho, Baekhyun dan Chanyeol yang daritadi tidak bisa menyembunyikan rasa terperangah mereka menatap dua orang yang ternyata memiliki kesamaan bentuk wajah itu.

“Apa kalian tidak mau mengucapkan terima kasih padaku? Aku membawa seorang small forward untuk kalian”seru Sehun setelah cukup lama membiarkan sahabat-sahabatnya itu bungkam

“Kau…dia…bagaimana bisa…” Suho tergagap

“Aku rasa kita sekelas. Benar kan?”ujar Kris menunjuk Suho dengan botol minumnya

“Be-benar. Kita memang sekelas”

“Aku pikir kau tidak mengenali kami”sahut Tao mencibir kesal

Kris terkekeh, “tentu saja aku mengenali kalian”

“Baiklah Sehun Rou..emm..maksudku Kim Sehun. Kau berhutang banyak penjelasan padaku!”tandas Kai menatap Sehun sedikit kesal

“Aku tau” Sehun tertawa kecil. “Apa yang harus ku jelaskan padamu?”

“Kemana kau kemarin?”

“Kemarin?”ulangnya santai. “Aku pulang lebih dulu karena seragamku kotor. Daripada dihukum membersihkan toilet, aku lebih baik pulang dan beristirahat”

Mata Kai membulat lebar, “jadi kau benar-benar pulang?!”

“Kenapa? Apa aku tidak boleh pulang?”

“Hey! Harusnya kau memberitahuku! Kau tidak tau bagaimana khawatirnya aku mencarimu, huh?! Aku pikir terjadi sesuatu padamu setelah kejadian pemukulanmu kemarin!”

“Apa?” Sehun tertawa “Aku rasa pria yang bernama Luhan itu sudah tidak berani lagi denganku. Itu hanya sebuah gertakan kecil untuknya agar dia tidak bersikap seenaknya lagi. Lalu bagaimana keadaan Kyungsoo? Dia baik-baik saja kan?”

“Bukan dia yang ku khawatirkan tapi kau!”bentak Kai menghembuskan napas keras. “Sehun dengar! Aku terus merengek pada paman dan bibi untuk memindahkanmu kesini. Agar aku tidak kesepian dan mempunyai seorang teman. Tapi sekarang, aku justru melibatkanmu dalam masalah besar!”

Kening Sehun berkerut, “masalah besar?”

“Yah, kau sedang berada dalam masalah besar sekarang! Kau lupa? Kau memukul Luhan hingga ia pingsan!”

“Pwahahahaaa….pingsan? Apa dia selemah itu? Aku bahkan tidak menggunakan kekuatanku saat memukulnya”

Kali ini giliran Baekhyun, Chanyeol, Suho dan Tao yang terbelalak lebar, “tidak menggunakan kekuatan?”seru Tao tak percaya

“Kau memukulnya tanpa kekuatan tapi mampu membuatnya pingsan?”tambah Baekhyun

“Apa yang orang tuamu berikan padamu? Apa makanan kita sama? Kenapa kau bisa begitu kuat? Kau juga makan nasi, kan?”serbu Suho bertubi-tubi

“Atau jangan-jangan kau adalah keturunan popeye?”tebak Chanyeol asal membuat Sehun semakin tertawa geli.

“Tentu saja tidak”

“Kim Sehun! Sepulang sekolah nanti, aku akan menginap di hotelmu. Mengerti?!”seru Kai

“Ha? Kenapa? Kenapa kau tidak tidur di rumahmu sendiri?”

“Aku hanya ingin memastikan dimana kau tinggal jadi aku tidak akan khawatir lagi saat kau menghilang. Tidak ada bantahan. Oke?”

“Ck, okee”decak Sehun terpaksa menyetujui permintaan Kai

“Lalu? Kau benar-benar tidak akan bergabung dengan tim basket kami?”tanya Baekhyun. Ekspresinya berubah murung, karena sejak kedatangannya, ia mulai menyukai sosok Sehun yang masih terkesan polos dan lucu itu.

“Aku bukan tidak ingin membantu kalian tapi bagiku warna rambut ini sangat penting”

“Kenapa?”

“Ibuku sangat menyukai warna merah sehingga aku memutuskan untuk mengubah warna rambutku jadi aku bisa merasa selalu dekat dengannya. Aku sangat mudah merindukan kedua orang tuaku”

“Jadi karena itu kau tidak mau mengubahnya?”tanya Kai kali ini ekspresinya berubah lembut. “Karena paman dan bibi?”

“yeaaah, I’m sorry Kai. I can’t help you. Because, this little shit is a something important to me”jelasnya tersenyum kecut.

“Aku mengerti” Kai juga tersenyum sambil mengacak rambut Sehun.

“Tapi tenang saja. Bukankah kalian sudah melihat bagaimana permainannya? Dia juga pemain yang hebat” Sehun mengangkat wajahnya, menatap teman-temannya dan menunjukkan eyesmile dimatanya. Kemudian, ia menoleh pada Kris. “Bukankah seharusnya kau memperkenalkan diri?”

“Aku? Kami sudah saling kenal”

“Benarkah?”

“Tidak”elak Chanyeol. “Kami hanya saling tau tapi tidak saling mengenal”

“Oke..oke..baiklah. Aku adalah Kris Wu. Si rambut merah ini sudah mengalahkanku jadi aku harus menuruti permintaannya untuk bergabung dan setelah aku pikir-pikir, hal itu tidak buruk juga. Jadi, aku mau bergabung bersama kalian”

“Semua keputusan ada ditangan Kai, tapi yang membuatku tidak mengerti, kenapa kalian bisa bersahabat?”tanya Baekhyun tidak bisa menahan rasa herannya lagi

“Kenapa? Aku tidak boleh bersahabat dengannya?”

“Tidak. Bukan seperti itu. Tapi selama ini kau terlihat seperti manusia anti sosial. Kau tidak pernah terlihat berbicara dengan siapapun dan kau selalu saja menyendiri…”

“Benarkah? Dia tidak seperti itu”potong Sehun

Kris mengangguk menyetujui, “kalian hanya salah paham denganku”

“Tsk, salah paham?”decak Suho mendengus kesal

“Sudahlah. Kita lanjutkan obrolan ini nanti, bel masuk sudah berbunyi dan kita harus kembali ke kelas”putus Chanyeol bersamaan dengan bunyi bel yang berakhir

“Aku akan kembali ke kelasku”

“Sehun!” cegah Kai saat Sehun hendak kembali ke kelasnya. Sehun menoleh. “Jika terjadi sesuatu, kau harus menghubungiku, oke?”

Sehun tersenyum lebar, “oke”

***___***

 

Selalu dengan sikapnya yang tenang dan terkesan tidak perduli dengan sekitar, Sehun memasuki kelasnya bersamaan dengan seluruh pasang mata yang seketika mengikutinya hingga sampai ke tempat duduk.

Setelah mengganti baju, ia menjatuhkan diri di kursinya dan mengeluarkan sebuah komik yang biasa ia baca saat waktu senggang. Ia tidak tau jika seluruh murid sedang merasa was-was karena mereka melihat bagaimana kemarahan Luhan kemarin, termasuk Kyungsoo yang diberi tugas dadakan oleh Baekhyun untuk menjadi pengawas Sehun.

Tidak lepas dari sosok tinggi itu, tiba-tiba mata Kyungsoo melebar saat Sehun tiba-tiba bangkit dan berjalan kearahnya. Ia menjatuhkan diri di kursi kosong yang ada disamping Kyungsoo.

“Bolehkah aku pindah kesini?”

Kyungsoo hanya diam.

“Hey,”seru Sehun lagi menepuk pundak Kyungsoo

Ia mengerjap, “a-apa?”

“Boleh aku pindah kesini? Duduk bersamamu…”

Kyungsoo tersentak, “d-duduk disini?!”serunya tertahan

Sehun mengangguk, “aku tidak nyaman duduk disana. Aku ingin duduk dibelakang. Atau jika kau tidak mau, kau saja yang pindah ke tempat dudukku”

“Sehun tapi—“

“Kau brengsek!”

Tiba-tiba sebuah tangan mencengkram kerah kemeja Sehun membuat tubuhnya seketika maju dan menghantam ujung meja. Sehun sedikit meringis kesakitan memegangi dadanya lalu berdiri dan menatap seseorang yang ternyata Luhan itu dengan ekspresi tenang walaupun kerah bajunya masih dicengkram bahkan semakin ketat.

Kyungsoo terlonjak, seketika menepikan tubuhnya didekat jendela. Jantungnya berdebar semakin kencang saat Chen, Lay dan Xiumin juga  muncul dibelakang Luhan. Sudah bisa ditebak, akan ada perkelahian besar disini.

Tidak bisa menahan amarahnya lebih lama lagi, Luhan menarik paksa tubuh Sehun keluar kelas. Sebentar lagi guru pengajar pasti akan masuk kelas dan mereka tidak mungkin melakukan perkelahian itu disini.

“Kalian pasti sudah mengetahui dengan apa yang harus kalian lakukan, kan?”desis Lay tajam pada teman-teman sekelasnya sesaat sebelum mengikuti Luhan keluar.

“Pasti ada perkelahian lagi”

“Mereka pasti memukuli Kim Sehun sampai babak belur”

“Aku tidak bisa membayangkan bagaimana wajah tampannya akan berubah nanti”

Seru-seruan negatif teman-teman sekelas membuat Kyungsoo semakin bingung untuk mengambil keputusan. Walaupun Baekhyun tidak mengancamnya untuk mengawasi Sehun, tapi kemarin malam ia sudah berjanji pada Kai. Biar bagaimanapun perkelahian ini terjadi karena dia. Karena Sehun dan Kai sudah membelanya.

Kyungsoo menarik napas panjang, tanpa kesadarannya yang sebenarnya tidak terisi sepenuhnya, ia berlari keluar kelas meninggalkan teman-teman sekelasnya yang kembali menarik kesimpulan mereka sendiri.

Ia sudah tau kemana Sehun akan dibawa, pasti ke belakang gedung sekolah yang masih berada dalam tahap renovasi.

***___***

Luhan mendorong tubuh Sehun keras hingga punggungnya berhasil merobohkan susunan kursi-kursi yang tidak terpakai. Rahangnya mengatup keras, giginya gemertak, juga kepalan tangannya yang semakin menguat penuh kebencian.

Kemarin, namja berambut merah itu sudah berhasil mempermalukan dirinya didepan banyak orang. Berhasil memperlihatkan sisi lemahnya yang mampu membuatnya pingsan hanya dengan sebuah pukulan. Dan hari ini, ia harus membalasnya. Harus memberikan rasa sakit sepuluh kali lipat pada saudara Kai itu.

“Aku tidak akan pernah memaafkanmu sampai kapanpun”desis Luhan tajam, dibelakangnya Chen, Xiumin dan Lay berdiri dengan dua tangan terlipat didepan dada.

Sehun berdiri sambil membersihkan baju seragamnya, ia membalas tatapan tajam Luhan dengan senyuman kecil.

“Tidak perlu memaafkanku, aku tidak pernah meminta maaf padamu”balasnya santai

“Brengsek!”

Luhan langsung melompat ke depan Sehun, memberikannya sebuah pukulan keras. Sehun sama sekali tidak menangkis, bahkan mundur untuk melindungi dirinya. Ia membiarkan Luhan memukulinya sepuas hatinya,

“Hentikan!” teriak Kyungsoo tiba-tiba muncul, menghentikan kaki Luhan yang hendak menginjak dada Sehun yang sudah tersungkur ke tanah.

Lay langsung mencekal kedua lengan Kyungsoo yang bergegas menghampiri Sehun. Luhan menoleh.

“Masalahmu adalah denganku, bukan dengannya!”seru Kyungsoo lantang sambil berusaha melepaskan diri dari cekalan Lay

Mata Luhan melebar, tidak menyangka jika si penakut Kyungsoo berani mengatakan hal seperti itu padanya.

“Apa kau bilang?”

“Kau adalah pengecut, Luhan. Kau hanya seseorang yang berani menindas orang lain dengan membawa teman-temanmu! Kau pengecut!”

BUGG

“Akh!”jerit Kyungsoo saat kepalan tangan Lay mendarat ke perutnya keras. Tidak berhenti sampai disitu, Lay terus memberikan pukulan pada Kyungsoo tanpa memberikan jeda. Tanpa memberikan ampun.

“Jangan pukul dia lagi…” Sehun mendesis. Ia berdiri sambil menghusap darahnya yang merembes disudut bibirnya. “KU BILANG HENTIKAN!”

 Ada kilatan merah yang berhasil ditangkap oleh Luhan di mata Sehun saat menatap kearah Lay yang terus memukuli Kyungsoo. Ia terperangah hebat. Bahkan nyalinya menciut seketika begitu melihat ekspresi Sehun yang benar-benar menakutkan. Matanya…tidak salah lagi…matanya sempat menegluarkan kilatan merah menyala.

“Lay hentikan!”perintah Luhan membuat Lay langsung berhenti memukul Kyungsoo dan membiarkan tubuhnya meluruh ke bawah. Ia pingsan.

Disisi lain, tidak menatap kearah Lay lagi, Sehun memalingkan tatapannya pada Luhan. Tanpa sempat memberikan waktu untuk membuat persiapan, Sehun mencengkram kerah kemeja Luhan dan mendorongnya hingga punggungnya menghantam dinding. Cengkramannya begitu kuat hingga membuat Luhan sulit bernapas.

“Luhan!” Chen dan Xiumin langsung menghampiri Sehun dan berusaha melepaskan cekalannya karena mereka lihat wajah Luhan mulai memucat. “Hey, lepaskan! Kau mau membunuh Luhan?! Lepaskan!”bentak Chen sambil menarik lengan Sehun sekuat tenaganya.

Namun, Sehun tidak terpengaruh oleh hal itu. Ia justru semakin memperkuat cekalannya.

“Jangan pernah melukai, tuanku…”desis Sehun samar

“Rouler! Hentikan!”

Kris muncul dan seketika mendorong tubuh Sehun. Tidak berhasil. Kali ini ia mendorong disertai dengan tendangan kuat yang berhasil melepaskan cekalan Sehun pada Luhan.

Luhan meluruh, terbatuk-batuk sambil memukuli dadanya pelan karena akhirnya ia bisa bernapas dengan baik lagi.  

“Kau pasti belum meminum obatmu, kan?”bisik Kris masih mencoba menahan tubuh Sehun yang kini menegang.

“Astaga! Apa yang sedang terjadi?! Kyungsoo!”

Kris menoleh ke belakang. Kai, Chanyeol, dan Baekhyun muncul dan langsung berhambur kearah Kyungsoo yang sudah pingsan akibat pukulan Lay tadi. Buru-buru, Kris membawa Sehun pergi sebelum mereka mendapati kondisi Sehun saat ini. Matanya…warna merah kini menggantikan warna coklat itu.

***___***

“Baekhyun, cepat bawa Kyungsoo ke ruang UKS sekarang!”perintah Kai yang langsung mendapat anggukan dari Baekhyun. Kemudian ia berdiri, dan menghampiri Luhan dan teman-temannya. “Apa yang kalian lakukan pada Kyungsoo?”desis Kai tajam

“Harusnya kau bertanya pada saudaramu yang hampir membunuh Luhan!”balas Chen

“Apa yang kalian lakukan pada Kyungsoo?!!”bentak Kai lebih keras

“Aku yang memukulnya. Kenapa? Kau mau membalasnya?”seru Lay tanpa dosa

“Jadi kau?” Rahang Kai mengatup keras, menatap Lay penuh dengan kebencian. Jantungnya berdegup tak karuan. Kesadarannya seakan hilang saat tangannya melambung dan hendak memberikan pukulan pada Lay.

Pertarungan satu lawan satu akhirnya terjadi.

Seumur hidupnya, Kai tidak pernah merasakan hingga begini marahnya. Tidak pernah merasakan hingga begini meledak dan sangat ingin membalas dendam. Seperti kesetanan, Kai mengerahkan seluruh tenaganya untuk melawan Lay.

Ada sebuah kenangan yang tiba-tiba menyelinap masuk ke dalam pikirannya. Semakin lama semakin terlihat jelas. Lewat matanya, Kai bisa merasakan jika kenangan itu melekat semakin kuat. Semakin tidak ingin melepaskannya.

Di sela-sela perkelahian, saat matanya menangkap sosok yang di bawa oleh Baekhyun itu. Perlahan, ia mulai mengingat sesuatu. Dia mengingat saat itu, dimana ia hanya bisa melihat orang-orang itu membunuh seorang pria dengan pedang perak lalu membakarnya tanpa melakukan apa-apa. Ia hanya duduk bersembunyi sambil menangis.

Ia tidak tau kapan kejadian itu terjadi, kapan ia pernah mengalaminya dan apa benar kejadian itu memang pernah terjadi. Namun, hingga saat ini ia masih bisa merasakan bagaiaman rasa sesaknya. Bagaiaman rasa penyesalan terus menghantuinya selama ini. Dan puncaknya, saat ia bertemu dengan Kyungsoo.

Pria itu seperti magnet yang mampu menariknya dan enggan untuk melepaskannya.

“Kai, hentikan! Dia sudah pingsan!”

Hingga akhirnya, Kai merasakan adanya sebuah tangan yang menarik tubuhnya mundur. Kesadarannya kembali, dan ia hanya bisa mengerjap bingung begitu melihat tubuh Lay yang sudah tersungkur dan dipenuhi oleh darah.

Ia mengangkat kedua tangannya, menatapnya lurus dan semua itu benar-benar terjadi. Ada noda darah di tanagnnya. Dia benar-benar melakukannya.

“Kai, guru akan segera mengetahuinya. Ayo pergi!”

Chanyeol menarik tubuh Kai paksa dan menyeretnya untuk berlari. Dan bagi Chanyeol, ini adalah pertama kalinya ia melihat Kai terlihat seperti seorang monster daripada seorang sahabat.

***___***

Beberapa orang murid terpaksa melarikan diri dari sekolah walaupun jam pelajaran belum berakhir. Lay dan Kyungsoo, mereka tidak mungkin dirawat diruang UKS yang bisa membuat para guru mengetahui jika ada perkelahian besar di gedung renovasi.

Terpaksa, Luhan dan teman-temannya membolos untuk membawa Lay ke rumah sakit. Juga Baekhyun dan Chanyeol yang membolos untuk membawa ke rumah sakit yang berbeda.

Saat jam pelajaran berakhir. Secepat kilat Kai menuju ke kelas Sehun sebelum ia melarikan diri seperti kemarin. Tepat waktu, saudaranya itu masih duduk didalam kelas sambil merapikan buku-bukunya.

“Ada apa?”tanya Sehun bingung melihat Kai datang dengan napas ternegah-engah

“Sehun Rouler…”seru Kai menatap Sehun lurus, “apa benar kau hampir membunuh Luhan tadi siang?”

TBC

 

 

56 thoughts on “FF: The Wolf and not The Beauty (part 7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s