FF : GROWL Chap. 2

\

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

Tao terpaksa kembal ke kelasnya walaupun ia masih ingin melanjutkan tidur. Karena gangguan dari murid lain tadi, dia tidak bisa tidur kembali dan terpaksa harus mengikuti pelajaran

Di dalam kelas ada guru yang mengajar, jadi ia mengetuk pintu tiga kali dan bersikap sesopan dan semanis mungkin.

Gurunya menoleh, “darimana kau, Zitao?”

“Dia dari kamar kecil, sonsengnim. Dia sedang diare parah” Sehun berkoar dari tempat duduknya mendahuluiTao yang sudah buka mulut.

Gurunya menoleh, menatap tajam pada Tao. Dia sudah sangat tau bagaimana watak Sehun dan teman-temannya itu. Mereka adalah pembuat onar yang akut dan tidak bisa ditangani oleh seorang guru biasa.

Tao tersenyum geli lalu mengangguk, “perutku sangat sakit”serunya berakting memegangi perutnya

Sonsengnim, jangan biarkan dia masuk. Dia pasti sangat bau”sahut Chanyeol disusul gelak tawa seluruh murid

Tao langsung mendelik padanya, namun sedetik kemudian ikut tertawa geli.

Keriuhan terjadi di kelas yang diberi julukan paling ‘angker’ itu. Murid-murid lain,sudah sangat terbiasa dengan hal itu karena seluruh biang onar berkumpul menjadi satu di satu kelas dan hobi mereka selalu mengganggu guru-guru jika sedang merasa bosan, terlebih lagi jika guru itu adalah seorang wanita muda.

Pernah, saat seorang guru wanita baru mengajar di kelas itu. Sehun, Tao dan Chanyeol tidak segan-segan menggodanya dengan menanyakan jika dia sudah mempunyai pacar atau berapa nomor ponselnya. Hanya bertahan selama dua hari hingga akhirnya guru itu memilih untuk berhenti menhajar di sekolah itu karena sudah tidak tahan dengan ulah Sehun dan teman-temannya.

Memberi peringatan sudah dilakukan berkali-kali, namun sepertinya telinga mereka sudah sangat tebal untuk bisa menangkis semua omelan itu. Ataupun di hukum, keesokan harinya mereka akan mengulangi hal yang sama lagi. Ingin mengeluarkan juga tidak bisa, karena mereka mencatat prestasi yang berkali-kali dapat mengharumkan nama sekolah. Walaupun tidak pandai, namun Sehun adalah ketua tim sepak bola sekolah. Kerja samanya dengan Luhan sangat baik sehingga mereka berdua di beri julukan ‘kaki kembar’. Sedangkan Chanyeol, dia adalah kapten basket yang juga berkali-kali membawa timnya memenangkan kejuaraan antar sekolah bahkan tingkat Nasional. Dan Tao, dia adalah master kungfu yang di miliki oleh sekolah. Dia selalu menjadi langganan juara di semua olimpiade.

Karena itu, kepala sekolah sekalipun tidak bisa mengeluarkan mereka karena tidak ingin malu jika tim sekolah mereka kalah dengan tim lain.

Bersamaan dengan bunyi bel yang menandakan pergantian jam pelajaran, Sehun dan teman-temannya semakin tertawa puas karena berhasil mengacaukan jam-jam terakhir yang membosankan itu.

Dengan senyuman menyeringai, Tao mengedipkan sebelah matanya pada guru wanita yang sedang menatapnya tajam itu. Kemudian berjalan santai ke bangkunya, saat berpapasan dengan Sehun. keduanya ber-high five ria lalu kembali tertawa.

“Sehun, Zitao, Chanyeol, kalian ke ruanganku sekarang!”

***___***

Bunyi-bunyi kaleng yang bertabrakan terdengar riuh di halaman sekolah. Mereka mendapat hukuman untuk membersihkan sampah kaleng-kaleng minuman. Harus menginjak ratusan kaleng warna-warni yang mereka hambur diatas semen jalan, ketiganya membuat sebuah permainan dimana mereka bermain gunting-batu-kertas dan yang kalah harus menginjak 2 kaleng sekaligus hingga penyok dan merelakan tubuh atau kepalanya di pukul dengan penyokan kaleng tersebut.

Yang sering kalah adalah Chanyeol, berkali-kali kepala dan tubuhnya terkena pukulan kaleng dari Tao dan Sehun. Belum lagi jika kaleng yang ia injak tidak penyok sepenuhnya, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit.

“Pwahahahaa…Chanyeol kau bodoh!”ejek Sehun dan Tao yang terus saja memegangi perut mereka, bahkan saking gelinya, mereka sampai membungkukkan tubuh.

“sial”maki Chanyeol memegangi kepalanya yang sakit lalu memungut kaleng penyok bekas lemparan dan membuangnya ke jejeran tempat sampah warna kuning dan biru.

“Tinggal sedikit. Ayo lanjutkan” Sehun melompat dari duduknya dengan menggerakkan dagu, member isyarat pada Tao. Tao mengangguk, juga melompat dan menghampiri Chanyeol –yang kini merengut karena kesal.

“Sebentar lagi waktunya pulang, aku tidak ingin bermain lagi”rutuk Chanyeol

“Hey, kita harus menyelesaikan permainannya”

Tao mengangguk menyetujui.

“Kalian melakukannya karena ingin memukulku, kan?” Chanyeol menatap sinis. “Kalian tau aku sangat bodoh dalam hal itu (gunting-batu-kertas) dan kalian sengaja mengajakku untuk memainkannya”

“Tidak”elak Sehun menahan senyum geli. “Kami hanya ingin bermain”

“Jangan menuduh sembarangan, Yoda”balas Tao

“Hey, jangan panggil aku Yoda! Dasar Namek!”

“Apa?!”

“Kalian belum selesai membereskannya?” Luhan tiba-tiba muncul. Ia menghela napas panjang sambil geleng-geleng kepala melihat kaleng yang masih berhambur di semen jalan. “Sudah waktunya pulang. Ini juga sudah sangat malam. Bukankah kau mau menjahit baju seragammu?”

Sehun menepuk dahinya, baru mengingat jika dia harus menjahit baju seragamnya yang robek.

“Ayo cepat bersihkan. Aku khawatir jika oema sudah tidur”

Sehun segera menginjak kaleng-kaleng yang masih berhambur, dibantu oleh Tao dan Chanyeol. Sedangkan Luhan, lagi-lagi harus geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabat-sahabatnya lalu kembali ke kelas.

***___***

Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam saat Sehun, Luhan, Chanyeol dan Tao berjalan bersama di jalanan aspal sekolah. Beruntung sekali mereka memiliki arah rumah yang searah sehingga mereka bisa menggunakan satu bus bersama-sama.

Hampir sampai ke gerbang sekolah, tiba-tiba langkah mereka terhenti saat seseroang terdengar memanggil nama Tao. Mereka berempat menoleh.

“Kau?”seru Tao bingung menatap pria mungil yang terlihat lebih kecil dari tas ranselnya yang sepertinya sedang memuat 10kg buku.

“Aku belum mengucapkan terima kasih padamu”seru pria mungil itu

Kening Tao berkerut, “terima kasih?”

“Kau sudah menolongku tadi siang”

Kemudian ia tertawa mendengus, “menolongmu? Kau bermimpi? Aku tidak menolongmu”

“Tapi kau membuatnya tidak menggangguku lagi”balasnya. Matanya yang bulat semakin membulat lebar. “Yaaah, untuk saat ini…” ia melanjutkan

“Kau mengenalnya?”tanya Sehun menepuk pundak Tao

Tao menggeleng, “tidak. Dia—“

“Tadi siang dia menolongku saat orang itu memaksaku. Aku ingin mengucapkan terima kasih” pria itu memotong

Tao menghela napas panjang, “Dengar pria kerdil. Aku tidak menolongmu, bahkan mengenalmu. Aku melakukannya karena kalian mengganggu jam tidurku!”tegas Tao menatap pria itu lurus-lurus

“Tapi, bukankah kau bilang jika dia menggangguku lagi, aku bisa memberitahukannya padamu?”tanya pria itu bingung

“Cih, jangan mimpi. Itu bahkan bukan urusanku. Tapi, tidak apa-apa jika kau ingin memberitahukannya padaku, setidaknya aku mempunyai sasaran jika sedang kesal dengan polisi itu. Tidak buruk juga” Tao mengangguk-angguk

“Tao, hentikan” Luhan mendorong tubuh Tao pelan, memperingatkannya agar ia tidak mencari masalah. Tao hanya meringis. “Do Kyungsoo…” Luhan membaca name tag pria itu. “Namamu Do Kyungsoo?”

“Yeah, itu namaku…”

“Kenalkan, aku—“

“Aku tau kalian”balas Kyungsoo cepat.  “Tidak ada yang tidak mengenal kalian di sekolah ini” ia menyambung cepat ucapannya saat melihat ekspresi bingung Luhan

“Hey, pria kerdil, sebaiknya kau cepat pulang. Kau tidak mau kan ada seseorang yang menculikmu?”

“Apa?” Mata Kyungsoo membulat lebar saat mendengar ucapan Sehun. “Menculikku?”

“Banyak penculik yang berkeliaran. Mereka pasti mengira kau adalah anak kecil yang sedang berkeliaran…”

“A-apa aku sekecil itu?” Kyungsoo memperhatikan tubuhnya sendiri, melihat dari kaki hingga setengah tubuhnya membuat Sehun dan teman-temannya tertawa geli.

“Bodoh”

“Sudahlah. Ayo pulang”

Chanyeol merangkul pundak Sehun dan mendorongnya, juga Tao dan Luhan yang mengikuti untuk melanjutkan langkah mereka, meninggalkan Kyungsoo yang kemudian menghembuskan napas panjang.

“Aku tetap tidak aman…”

***___***

Sehun, Luhan dan Chanyeol turun dari bus lebih dulu karena rumah Tao berjarak cukup jauh dari rumah ketiganya. Bersamaan, mereka berjalan di jalan aspal menuju rumah mereka.

Rumah Chanyeol dan Luhan hanya berjarak sekitar dua rumah, sedangkan rumah Sehun harus lebih lama menghabiskan waktu untuk masuk ke dalam sebuah gang kecil. Rumahnya sedikit terpencil.  

“Sepertinya Yoora noona sudah pulang”seru Sehun melihat lampu ruang tamu rumah Chanyeol sudah menyala, juga mendengar suara-suara erangan motor di sebuah ruangan kecil yang sejak dulu sudah menjadi sebuah bengkel disamping rumah Chanyeol. “Bahkan saat larut malam seperti ini, dia masih mengurusi motornya”decak Sehun geleng-geleng kepala

Luhan terkekeh, “dia selalu seperti itu”

Berdiri di depan pintu bengkel yang setengah terbuka, Chanyeol langsung mengangkat pintu tralinya keatas hingga membuka sepenuhnya dan memperlihatkan seorang gadis cantik bermata besar sedang duduk diatas motor hitam besar dengan noda-noda hitam yang juga menghiasi wajahnya.

“Noona hentikan” Chanyeol menghela napas panjang

“Oh, kau sudah pulang”balas Yoora santai tanpa menoleh, masih asik menarik-narik gas motornya.

“Noona, kau bisa membenarkan motormu saat siang hari”keluh Chanyeol kesal dengan suara bising yang diciptakan dari motor hitam besar itu, juga asapnya yang mengepul membuatnya sesak bernapas.

“Aku bekerja, Chanyeol”

“Kalau begitu jangan dibenarkan sampai kau mendapat hari libur. Atau aku yang akan membenarkannya hari sabtu nanti”

“Lalu bagaimana caranya aku pergi bekerja, huh?”

“Aiiish, kau membuat kebisingan di tengah malam. Kau tau? Tetangga akan memarahi kita nantinya!”omel Chanyeol benar-benar kesal. Ia membuang tas ranselnya ke lantai lalu menarik tangan Yoora paksa, melepaskannya dari pedal gas.

“Jika mereka memarahiku, aku juga akan balas memarahi mereka”balas Yoora bersikeras

“Turun sekarang!”perintah Chanyeol

“Aku tidak mau”

“Aku bilang turun! Atau aku akan menarikmu!”

Yoora seketika mendelik, “Hey!”

“Aku adalah kepala keluarga, kau lupa?! Turun!”perintah Chanyeol lagi tanpa terbantahkan membuat Yoora hanya bisa pasrah sambil cemberut lalu turun dari motor besarnya.

“Aku sudah melakukannya. Jangan berteriak padaku lagi!”ketusnya mendorong tubuh Chanyeol kasar lalu masuk kedalam rumah bersungut-sungut.

“Kau menyuruhnya untuk tidak membuat keributan tapi kau sendiri melakukannya. Bodoh”cibir Sehun

“Ha? Benarkah?”

“Apa kau tidak sadar bagaimana suaramu, huh?”

“Kenapa kau bisa begitu galak pada Yoora noona? Bukankah biasanya kau sangat takut padanya?” tanya Luhan terkekeh

“Aku hanya kesal dengan tetangga yang terus memarahinya karena membuat keributan. Aku ingin membungkam mulutnya karena dia berteriak di depan kakakku, tapi aku tidak bisa karena kakakku memang bersalah. Karena itu aku harus tegas dengannya. Aku tidak mau dia dimarahi lagi”keluh Chanyeol mendorong badan motor besar Yoora lalu menepikannya ke pinggir.

Sehun mengerutkan keningnya saat melihat Chanyeol tiba-tiba membuka kemeja seragamnya dan hanya memakai kaus putih dalamannya kemudian berjongkok disamping badan motor, “Apa yang kau lakukan?”

“Membenarkannya. Kakakku harus pergi bekerja besok”

“Tapi bukankah kau bilang akan membenarkannya saat hari libur?”

“Tidak. Aku bisa melakukannya sekarang”

“Tapi besok kita harus pergi pagi-pagi sekali, Chanyeol”sahut Luhan

“Aku bisa bangun lebih awal, Luhan. Tenanglah. Lagipula aku hanya memerlukan waktu yang singkat untuk ini. Bukankah kalian tau aku adalah ahlinya?” Chanyeol mendongak, menatap Sehun dan Luhan lalu tersenyum tipis.

“Oke, kita bertemu disini besok. Aku juga harus cepat-cepat pergi ke rumah Luhan sebelum oema tidur. Bye”

“Oke”

***___***

Sudah hampir pagi, tapi pria itu masih saja duduk di sofanya sambil menatap kearah layar komputernya. Tiga gelas kopi sudah ia habiskan untuk membuat matanya tetap terbuka.

Foto-foto itu, juga beberapa lembar kertas yang berhampur diatas meja kerjanya membuat ia tidak bisa hidup dengan tenang selama ini. Harus memutar otak dan harus menemukan jalan keluar secepatnya.

Bertahun-tahun ia habiskan hanya untuk sebuah masalah, hanya untuk sebuah beban yang tetap tidak bisa terselesaikan.

Musuhnya begitu pintar, begitu lihai hingga ia nyaris tidak terbaca. Nyaris tidak terdeteksi. Membuatnya ingin putus asa dan meninggalkan sesuatu yang sudah ia tekuni selama hampir setengah dari hidupnya.

***___***

Tao sudah menunggu di halte bus dekat rumahnya saat bus yang menuju sekolah berhenti didepannya. Ia mendongak, melihat-lihat apakah ada ketiga temannya disana atau tidak.

“Ayo!”seru Luhan melambaikan tangannya pada Tao dari balik kaca bus

Secepat kilat, Tao melompat ke dalam. Langsung menghampiri ketiga temannya yang sudah duduk manis di jejeran kursi paling belakang.

“Kenapa kalian lama sekali?”ketus Tao kesal

“Chanyeol sangat susah dibangunkan”balas Sehun tak kalah kesal

“Maaf, semalam aku harus memperbaiki motor kakakku”

“Kau bisa melakukannya saat hari libur, bodoh”cibir Tao

“Sudahlah. Masih ada waktu. Kita tidak akan terlambat”lerai Luhan

***___***

Baru satu langkah memasuki gerbang sekolah, Kyungsoo langsung memutar langkahnya dan berlari begitu melihat Suho sudah berdiri disana. Dia pasti menunggunya. Melihat itu, Suho juga langsung berlari ke luar gerbang.

“Hey, tunggu aku! Kita harus bicara! Hey!”teriak Suho disela larinya

“Berhenti bertanya tentang ayahku! Aku tidak mengetahui apapun!”

“Hey, stoop!”

BRUKK

“Akh…”

Kyungsoo terjerembap ke jalan saat tubuhnya menabrak tubuh seseorang. Ia mendongak dan seketika matanya melebar. Yang ia tabrak adalah Oh Sehoon!

“Kau lagi?”desah Tao menghela napas panjang

“Maaf, aku sedang dikejar oleh seseorang”seru Kyungsoo buru-buru berdiri dan membersihkan pasir yang menempel di celananya

Suho langsung menghentikan larinya tiba-tiba begitu melihat jika ada Tao dan teman-temannya. Walaupun baru menjadi murid selama beberapa bulan lalu, tapi sudah cukup banyak yang memperingatkannya untuk tidak berhubungan dengan keempat murid itu. Terutama pada murid yang berkulit paling putih dan wajah yang dingin itu.

“Dan kau lagi…”desis Tao menatap Suho tajam. Ia maju beberapa langkah, berdiri dengan garis lurus berhadapan dengan Suho.

“Aku tidak ada urusan denganmu”seru Suho menentang kedua maniK mata Tao

“Bukankah sudah ku peringatkan padamu kemarin untuk tidak mengganggunya lagi?”

“Aku tidak mengganggunya, aku hanya mempunyai sedikit urusan dengan—“

‘Aku tidak perduli”potong Tao cepat. “Yang jelas kau udah mengganggu tidurku kemarin”

“Aku tidak punya urusan dengan murid-murid bermasalah seperti kalian. Aku hanya perlu bicara dengan Do Kyungsoo itu jadi aku harap kau tidak mengacau”

Ucapan Suho nyaris terdengar datar namun mampu membuat semua orang yang ada disitu melebarkan mata mereka. Dari belakang, Sehun melangkah maju dan berdiri disamping Tao. Ekspresinya terlihat santai, bahkan ia tersenyum kecil menatap Suho.

“Jika kau berhasil mengalahkannya, kau bisa mendapatkan pria kerdil itu”

“Sehun!” Luhan mencoba menghentikan namun Sehun bersikap tidak perduli.

“Bagaimana?”tawar Sehun lagi

Suho menelan ludah, tangannya mengepal kuat. Juga otaknya yang ia paksa untuk memberikan jawaban yang paling tepat.

“Aku tidak bisa berkelahi…”serunya pelan membuat Sehun dan teman-temannya seketika tertawa keras. “Tapi, aku cukup mahir di arena balap”

Lanjutan ucapannya membuat Sehun seketika menoleh, menatapnya lurus dengan tawa yang menghilang. Ekspresinya kini sangat serius.

“Arena balap?”

“Sabtu malam di fastcars”Suho menentukan tempat. “Jika aku menang,aku harap kalian jangan ikut campur lagi urusanku!”ancamnya. Sebisa mungkin menahan getaran hebat pada suaranya.

Rahang Sehun mengatup kuat, ia mengulurkan tangannya dan mencengkram kerah baju Suho kasar. “Jika begitu, urusanmu adalah denganku!”

TBC

 

27 thoughts on “FF : GROWL Chap. 2

  1. nina berkata:

    aaahhh kenapa sehun mau balapan lagi sih
    nnt ketangkep kris trs dipukuli lagi baru tau rasa😡
    kyk na ntr malah terlibat sm suho deh itu
    suho nguber2 kyungsoo knpa iia eon?

  2. krishun ^^ berkata:

    gila….,blapan dimulai siap siap,kira kira yang menang siapa ya???,ya tunggu aja deh,yhor next chap. nya jangan lama ya…,pokoknya ini daebak parah ><

  3. Tiikaa berkata:

    itu suho punya urusan apa sama kyungsoo?
    trus knpa kyungsoo smpe sebegitu takutnya sama suho?
    audhhh,, sehun kenapa mau balapan lagi… trus itu suho berani sekali nantang sehun.. ckckck berhasilkah suho??

    penasaraaannnnn
    next aku tunggu yaa🙂

  4. Jaeyeon Kim berkata:

    andweyo….please jangan balapan lagi hunnie, bahaya #cielaah dasar emak2
    satu lagi ff keren yang pastinya bakalan aku tunggu2 tiap chapternya keluar…
    dtunggu chap berikutnya🙂

  5. Nia berkata:

    Itu Suho sama Kyungsoo ada urusan apa ya eon ?
    Aseekk .. Sehun mau balapan lagi ‘-‘)~
    Next eon!
    Btw, FF Ghost Rider nya ditunggu🙂

  6. YooXi kiszLUck berkata:

    wah .. suka suka suka ..
    we.ow.we nya tetp nyala /?/
    ini belom masuk permasalahan ya? masih pengenalankan? /okai, sok tau/ /menurutku sih/😀
    penasaran ama klimaksnya ^^
    ditunggu aja deh Next Chapnya ^^
    Mija eon FIGHTING ^^)9

  7. indahtentiana berkata:

    ff ini bner bner daebak ! kapan baekhyunnya keliatan ??
    kebelet niih liat perannya baekhyun sma chanyeol waktu ktemu kalo brantemnya gmn ..
    keep writing eonni ^^)9

  8. MimiJJW berkata:

    Sbnarnya Q gak baca chapt 1nya karna Q ge’ males baca ff baru kecuali Oneshot tapi stlah ini q jadi penasaran ntar za’ deh besok Q baca ya hehe yaampun Suho! Balapan?! Ckckck kita liat nanti ya gimana hasilnya

  9. Dini berkata:

    Sehun jadi biang onar yah unnie ckck wajah seimut ituh ?
    kai dkk blm muncul malah duluan masalah sama suho .. eh tunggu, sebenernya suho jd siapa ? diteaser dia murid penyamar gitu kan unnie buat nanggani suatu kasus, kasus apa ? dan.. kenapa lagi2 kyungsoo yg tertekan ? u,u *poorkyungieoppa*
    next chap unnie Mija🙂

  10. Baby Boo berkata:

    Lanjutt lanjut lanjut ..
    Penasaran akut nih eon, aku suka bnget sama karakter sehun yg kya gini.uri appa mau blapan sama uri maknae? Kira2 siapa yg bkalan menang?

    Aku ttap menunggu lanjutannya~

  11. amelia berkata:

    waaa.. suho mainnannya balapan wih wkk.. sebenernya urusan dia sama kyungsoo apa soh ya?? sampek kyungsoo segitu takutnya sama suho..
    next yah thor ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s