12 Forces 12 Knights’s memories part 2

12 forces 12 knights 2

Chapt 11

 –

“Pabo. Apa kau tidak melihat kuku dan taringnya? Jika kau tidak membunuhnya, kaulah yang akan menjadi makanannya” – Lay to Jongdae

“Semut adalah binatang yang sangat berbahaya dan paling ditakuti di planet ini. Ukurannya sangat besar dan wujudnya sangat menyeramkan. Dia tidak akan terpengaruh dengan kasih sayang seperti ini”- Luhan

“Kau memang seperti ayahmu. Dingin, berlidah tajam dan keras kepala. Kau benar-benar mirip sahabatku” – Raja Jeoa to Sehun

Chapt 12

 –

“aku akan menjaga yang lain sebaik mungkin” – Kris

“aku tidak percaya aku bisa mengatakannya tapi aku harap aku bisa melihat wajah kalian lagi setelah ini…” – Sehun

“kau masih bisa melihatku setelah ini hyung..”- Jongin to Jongdae

Diraihnya lengan Luhan dan menuntunnya agar berdiri dibelakangnya. Perbuatan yang selalu ia lakukan tanpa sadar

Seumur hidup, ini adalah pertarunganku yang sebenarnya. Dulu, aku juga sangat suka berkelahi namun aku tidak pernah setakut ini.  Sejak mengenal 11 ksatria lain, aku jadi takut pada banyak hal. Aku takut tidak bisa melindungi mereka, aku takut mereka akan terluka dan aku takut kehilangan mereka. Walaupun tidak bisa mengakuinya, tapi mereka adalah bagian terpenting untukku sekarang. Sangat penting. – Sehun

“Chanyeol-ah, bukankah kau berjanji akan pergi kesekolah bersama lagi setelah ini? Ya! Buka matamu!!!”- Baekhyun

“Sehunie tidak mati..Dia belum mati!!”- Luhan

Luhan berbalik menghampiri tubuh Sehun lagi. Diguncangkannya tubuh Sehun dengan keras. Tangisnya pecah. Ia seperti kehilangan jiwanya. Kesadarannya seakan hilang.

Mereka berdua juga bahagia. Namun, bukankah lebih baik jika kebahagiaan ini dirasakan bersama Sehun dan Chanyeol ?

Chapt  13

 –

Suho masih menangis didada Sehun. Ketakutannya yang paling besar akhirnya terjadi. Cengkramannya tidak berpengaruh apapun. Sehun tetap tergeletak dan tidak bernyawa lagi.

“Bukankah kau berjanji ingin membawaku melihat menara Namsan setelah perang ini ? bukankah kau ingin aku menjadi manusia ?” – Luhan to Sehun

“Bangunlah.. Aku mohon.. Jika kau bangun, aku berjanji tidak akan memukul kepalamu dan berteriak lagi. Kau juga boleh memanggilku hantu, alien, orang aneh atau apapun. Bangunlah..”- Luhan to Sehun

“bunuhlah aku. Darahku bisa menghidupkan Sehun kembali” – Lay

 –

“hyung, aku bisa memberikan darahku untuk Sehun”

“kau tidak akan melakukannya”balas Luhan

“Hyung, hanya itu caranya..”

“tapi tidak darahmu!!”

 –

“aku tidak akan membiarkanmu menanggung ini sendirian hyung” – Jongin to Luhan

“pabo! Apa yang kau lakukan? Kau mengorbankan nyawamu demi menolongku. Apa karena kau adalah seorang biang onar sehingga kau menjadi sombong dan tidak memikirkan dirimu sendiri? Kau benar-benar menyebalkan. Aku sangat membencimu Oh Sehoon…” – Jongin

“Ya, aku menyelamatkanmu dari ahjumma Cho. Harusnya kau berterima kasih padaku!” Tao to Sehun

“mungkin ini adalah permintaan terakhirku sebelum aku pergi. Aku mohon” – Luhan to 10 knights

“Aku akan melakukan hal yang sama jika aku menjadi Luhan hyung. Aku tidak akan mengorbankanmu. Kau tau kenapa? karena kami sangat menyayangimu”- Kyungsoo to Jongin

“ini bukan karena kewajiban sebagai hyung, tapi karena rasa sayang. Percayalah padaku, Luhan hyung sangat menyayangimu sehingga ia tidak mau mengorbankanmu” – Kyungsoo to Jongin

“Aku adalah hyung, tapi selama ini aku tidak pernah melindungimu. Justru kau yang selalu melindungiku” – Luhan to Sehun

“aku baik-baik saja hyung. Yang terpenting adalah, kau menjaga dirimu dengan baik. Jangan membahayakan dirimu, karena aku pasti akan membahayakan diriku juga” – Sehun to Luhan

Chapt 14

“Apa kau sudah gila meninggalkan rumah kastilmu dan menyewa rumah kecil itu ?” Tao to Sehun

“Aku hanya tidak ingin tinggal sendirian” – Sehun

“Aku hanya menyukai saat bersama kalian. Rasa kekeluargaan yang tidak pernah ku rasakan selama ini. Alasannya sangat sederhana” – Sehun to Jongin

“Hyung, aku sangat mempercayai kalian”- Sehun

“Hyung, besok adalah hari terakhirmu. Apa kau tidak mau Sehunie mengetahuinya? Dia akan jadi orang yang paling menyesal seumur hidupnya jika tidak mengetahui apapun!!”- Baekhyun to Luhan

Rahang Sehun mengatup keras, dadanya terasa benar-benar sakit. Tangannya mengepal. Kebenaran ini membuat jalan pernapasannya menjadi sesak. Luka-luka yang dulunya menutup rapat, kini terbuka lebar. Menyeruak dipermukaan hatinya. Wajah Sehun mulai memanas, matanya berair.

“aku sangat percaya padamu, tapi kau juga membohongiku”- Sehun to Suho

“Aku benar-benar seperti orang bodoh..  Selama ini ternyata hanya aku yang bahagia” – Sehun

“Kau bicara seperti itu karena kau tidak merasakan yang aku rasakan” – Sehun to Kris

“Sehun-ah, aku melakukannya karena aku menyayangimu. Kau selalu melindungiku, dan sekarang adalah giliranku untuk melindungimu..” – Luhan

“AKU TIDAK MINTA KAU MELINDUNGIKU!! Kau tau bagaimana perasaanku sekarang??! Aku seperti orang bodoh!! Aku selalu bilang bahwa aku ingin melindungimu tapi sekarang aku justru menjadi orang yang tidak tau apapun. KAU TAU BETAPA SEDIHNYA AKU??!!” – Sehun to Luhan

Malam itu, kebahagiaan pesta dirusak oleh satu kebenaran. Malam itu, semuanya larut dalam kesedihan. Mereka duduk diam tanpa bicara sedikitpun. Tanpa ada rasa ingin menghibur yang lain karena rasa sakit diri sendiri pun terasa lebih sakit. Mereka sangat sadar, masalah ini telah membangunkan kembali sisi macan tidur didiri Sehun. Yang ditakutkan akhirnya terjadi hari ini.

Chapt 15

“apa kau ingin ke menara Namsan ?” – Sehun to Luhan

“hyung, bisakah kita bertemu besok ?” – Baekhyun to Luhan

“Kau seperti bongkahan es abadi ditengah padang pasir. Tidak bisa dicairkan oleh apapun karena sifatnya abadi. Namun, saat pertama kalinya melihatmu berbuat baik. Aku jadi tau, bongkahan es itu bisa dicairkan dengan hangatnya sinar matahari” – Luhan to Sehun

“saat mengenalmu, aku menjadi takut pada banyak hal. Tapi, saat ini ketakutanku hanya satu. Ketakutan itu bahkan lebih besar 100x lipat…aku sangat takut sendirian..”- Sehun

“Berjanjilah padaku, tidak ada tangisan hari ini” – Luhan

Tidak ada yang menakutkan bagi seseorang yang berkorban untuk orang yang sangat berarti. Bahkan kematian sekalipun. Kematian mungkin bisa memisahkan seseorang dari teman, keluarga dan orang-orang yang disayanginya. Namun tidak untuk kenangan, semua kenangan tentang dirinya akan terus ada. Akan terus hidup didalam hati. Yah, mungkin bagi Sehun hanya kenanganlah yang akan ia terima nanti.

Chapt 16

 –

“Caranya hanya jangan pergi” – Sehun

“Anggaplah aku sebagai kenangan untukmu, Sehunie. Dengan begitu, aku akan terus hidup. Aku akan terus ada disampingmu” – Luhan

“Sehunie, kau tau? Aku sangat menyayangimu. Aku akan melindungimu demi apapun. Bisakah kau menganggapku sebagai seorang hyung yang baik? Bukan hantu, alien, ataupun orang aneh yang selalu kau katakan padaku” – Luhan

Seperti mengerti, alam menurunkan hujan. Mengiringi kepergian seseorang. Menyembunyikan tangis seorang namja yang benar-benar merasa sedih. Malam itu, Sehun menangis bersama hujan. Menyatu dengan tetesan air yang membasahi tubuhnya.

Malam itu, puncak menara Namsan menjadi satu-satunya saksi bisu kejatuhan Sehun. Seseorang yang selalu menjadi penguasa dan bersikap dingin. Kali ini, yang terlihat bukanlah sosok itu. Melainkan sosok rapuh yang tak lagi punya pijakan. Yah, dia sudah jatuh. Dia sudah hancur.

Saat ini kamarnya hanyalah sebuah tempat kosong yang berfungsi untuk menjadi tempat pengaduan terakhir jika dia sudah sangat lelah dan tidak dapat menopang bebannya lagi.

“Bodoh. Sekarang, aku justru sangat merindukan omelanmu” –Sehun

“kau sudah melindungiku” – Kyungsoo to Jongin

“Aku akan melakukan hal yang sama jika aku menjadi Luhan hyung. Aku tidak akan mengijinkanmu melakukannya. Aku tidak mau kau hilang. Jongin-ah, kami semua sangat menyayangimu” – Kyungsoo to Jongin

“Sebenarnya kau tidak marah pada kami. Kau hanya sedang terluka karena kepergian Luhan hyung dan melimpahkan rasa sakitmu pada kami” –Kyungsoo to Sehun

“Sehunie, kami sangat tau kau terluka. Tapi, bisakah kau membagi kesedihanmu pada kami? Aku juga terluka tapi aku masih mampu menopang kesedihanmu”- Tao

“Sehunie, bukankah aku berjanji untuk menjadi hyung yang baik untukmu? Bisakah kau memberiku kesempatan untuk membuktikannya ?” – Baekhyun

“besok akan ada gerhana matahari, hyung. Seharusnya kita semua berkumpul. Bukankah gerhana matahari adalah simbol kita ?” – Suho to Xiumin

Chapt 17

 –

“meskipun harus mengorbankan nyawaku, aku tidak akan mundur. Aku sangat yakin dengan keputusanku sekarang” – Lay

“Aku baru melihatmu dan aku tidak mau kehilanganmu lagi”- Sehun to Luhan

“Suho hyung, Baekhyun hyung..aku mohon jangan membenciku” – Sehun

“aku tidak mau kehilanganmu, hyung” – Sehun to Lay

“Setiap kita mengadakan pesta bakar daging, kalian hanya bertengkar tentang sayuran!!” – Kris to ChanBaek

“Kyungsoo hyung, bisakah kau memasak untukku? Aku sangat lapar” – Sehun

One thought on “12 Forces 12 Knights’s memories part 2

  1. OhSeHunnie berkata:

    maaf komen untuk preview 11-17 gabung disini .-.V di setiap percakapan mereka itu banyak banget ppersaan yang mereka ungkapkan mereka udah kayak sebuah piramida yang kalau dasarnya dicabut satu maka semua akan runtuh, apalagi sehun kelihatan banget dia kuat diliuarnya tapi sebebenarnya dia rapuh , jongin apalagi dia ngerasa engga berguna makanya dia jadi kayak gitu T.T pkonya baca 12 forces 12 knights bikin hati dag dig dug trus nyesek, berlinang (?) air mata keren deh ceritanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s