FF : Memories

 wpid-picsart_1384056281684

“Memories

By rerestha

Starring by you and sehun

Find the other casts

Genre Romance

Italic = flashback, recomended song  = Super Junior K.R.Y – Memories

Kenangan itu tak akan pernah ku lupakan. Dari yang buruk sampai yang baik. Terutama kenangan tentang sosoknya, sosoknya yang kucinta

***

Aku mendongak, menatap langit Seoul yang cerah. Aku rindu bisa melihat langit Seoul yang seperti ini, terlalu lama aku di Paris hanya untuk meneruskan sekolah.

Aku berdiri disini, ditempat saat aku menghabiskan masa remajaku, di Yongsei High School. Ah aku rindu saat saat itu terjadi, aku ingin semua itu terulang. Aku rindu teman-temanku.

Aku ingat saat Yoona berteriak heboh saat tau Sooyoung sudah berciuman dan berpacaran dengan Derp tower –Chanyeol

Aku memasuki kelas yang sudah disambut hangat oleh Sooyoung dengan sapaannya yang tidak biasa –mengucapkan selamat pagi ditelingaku.

“Nona Choi bisakah kau menghentikan sikap hyperaktif mu? Ini masih sangat pagi untuk itu”

“Tidak bisa rey, aku terlalu senang hari ini, Chanyeol menyatakan cintanya tadi malam dan dia mencium bibirku!! Bukankah itu hebat?”

Astaga Syoo, kau sudah berciuman? Bibirmu sudah tidak suci Syoo!” Yoona berteriak histeris

“Munafik, bahkan kau sudah beberapa kali berciuman dengan mantan-mantan pacarmu terutama Yixing. Bukankah itu benar?” Ucapan Sooyoung membuat Yoona semakin tersulut. Yoona paling tidak suka jika ada yang mebahas mantan pacarnya, terutama Yixing.

“Hey bisakah kalian tidak bertingkah seperti itu? Aku masih sangat mengantuk, bodoh” aku mengumpat kecil saat perdebatan mereka tidak kunjung berhenti, ini masih pagi dan aku begadang semalaman. Aku akan gila.

Aku rindu saat Yoona bersikap imut dihadapan Donghae seonsaengnim agar diajarkan matematika yang sebenarnya mudah. Dia selalu begitu dihadapan guru favoritnya.

“Adakah yang tidak jelas? Silahkan bertanya” tanya Donghae seonsaengnim, jelas saja Yoona selalu mengacungkan telunjuknya yang pertama

“Seonsaengnim, aku tidak mengerti ini. Kenapa harus dibagi 2? Kan seharusnya ini tidak dibagi “

“Ini untuk menyamakannya Yoona-ya. Kau boleh tidak membaginya, tapi sebaiknya kau bagi”

“Gomawo seonsaengnim” Yoona berkedip-kedip manja dan tersenyum dengan terlalu manis. Sungguh aku muak

Bahkan aku masih ingat saat Suho,si ketua kelas, menyatakan cinta padaku. Sungguh aku senang saat itu

“Rey, aku menyukaimu, ah tidak aku benar benar menyukaimu bahkan aku mencintaimu” Suho berlutut dihadapanku, menggenggam tanganku, dihadapan anak-anak sekelas

“Iya aku mau” Jawaban itu, jawaban yang ingin kulontarkan

“Rey punya pacar!!!! Hore!!” Baekhyun bergendang, mengetuki meja dengan senang. Sungguh kekanak-kanakan

“Akhirnya Rey, kau mengakhiri masa jomblomu, setelah kau tidak pernah berpacaran. Aku terharu Rey” Yoona dan Sooyoung berpura-pura menghapus air mata mereka. Menjijikan.

“Apa maksudmu?”

“Sudahlah jangan menggoda Rey, kalian mau ada guru yang menghampiri kelas kita? Ayolah ini jam kosong” Suho merangkulku dan berceloteh.

Sooyoung yang berdebat tentang percintaan dengan Yoona, Krystal yang sibuk membaca novel, Baekhyun yang sibuk berceloteh dengan Kai, Kyungsoo yang hanya diam dan memilih mencatat ringkasan resep masakan –sungguh dia sangat rajin dalam hal kuliner– dan Heechul seonsaengnim yang galak. Sangat rindu akan keadaan itu

“Yak Rey berhenti menangis, Suho memutuskanmu karna dia ingin pergi. Lupakan dia Rey” Baekhyun mengelus punggungku pelan

“Tapi-”

“Sudahlah Rey, lupakan dia. Hiduplah seperti semula!! Semangat! ” Kai menyemangatiku dengan tersenyum lebar

“Terima kasih”

Suho meninggalkanku, memilih pindah sekolah, pindah ke sekolah wanita yang sudah dijodohkan dengannya, dan memutuskanku. Membuatku trauma untuk menjalin hubungan lagi

“Bisakah kalian diam!! Aku sudah pusing membimbing kalian! Kalian terlalu kekanakan tidak bersikap dewasa, satu tahun lagi kalian akan lulus! Tidak berotak!” Heechul seonsaengnim selalu berceramah seperti itu disaat kita ramai.

Aku juga ingat akan sosoknya, sosoknya yang hadir menjadi murid baru.

Sehun

Pribadinya yang dingin dan kadang ramah dan kadang juga kekanakan entah kenapa, menarik perhatianku.

“Rey, kau akan berpasangan untuk tugas mading bersama Sehun nanti”

“Tapi–”

“Tidak ada tapi-tapian Rey” Heechul seonsaengnim menatapku galak

“Baiklah” Aku hanya bisa mengiyakan dengan pasrah

Aku yang setiap pulang sekolah berjalan bersamanya menuju rumahku untuk kerja kelompok atau sekedar bermain bersama

“Rey bisakah kau mengajariku ini? Ini terlalu sulit” Sehun mengetuk kepalanya dengan pensil di genggamnya

“Ini hanya perlu kau beri rumus pythagoras, tuan Oh. Bahkan anak tingkat satu bisa” Aku tanpa sadar menggenggam tangannya untuk mengajarinya

“Oh maaf”

Aku juga rindu saat dia berteriak kesenangan saat menang bermain ps dan mengalahkanku

“Rey kau tak akan bisa mengalahkanku”

“Berhenti berceloteh dan membanggakan kemenangan sementaramu Oh Sehun, aku akan mengalahkanmu”

Aku juga ingat saat Krystal,Sooyoung, dan Yoona yang memelukku erat dan terisak dibahuku, bahkan Baekhyun ikut-ikutan saat perpisahan berlangsung. Dan Sehun hanya memasang ekspresi datar dan menatapku saat itu

“Rey!! Jangan pergi ke Paris!! Kenapa tidak bersekolah dengan kami saja di universitas yang sama” Sooyoung berteriak histeris

“Kau tega meninggalkan kami Rey” Krystal dan Yoona meraung-raung tidak jelas

“Rey aku akan merindukanmu, sungguh. Kau satu-satunya teman wanitaku yang bisa mengerti diriku dibanding mereka bertiga” Baekhyun memelukku erat saat Sooyoung,Yoona, dan Krystal melepasku lalu menunjuk
mereka bertiga tanpa menatapnya. Ini yang kusuka dari Baekhyun, sikapnya yang kekanakan

“Sudahlah, bukankah kita akan berpisah sebentar? Kita akan bertemu lagi nanti” ,Aku menahan bendungan air mataku

Aku paling ingat saat Sehun mengantarkanku ke Bandara saat aku akan ke Paris

“Kumohon Rey baik baiklah disana, jangan pernah tertipu oleh apapun. Kabari aku, aku akan merindukanmu Rey. Sangat.” Sehun yang terkenal cuek saat ini memelukku dan mengelus rambut curly ku dengan lembut

“Aku berjanji akan menghubungimu selalu, dan aku akan lebih merindukanmu Sehun. Semoga kau bisa mencari jodoh yang tepat dan merubah ekspresimu hahaha” aku tertawa bersamanya untuk terakhir kalinya sebelum aku ke Paris. Dengan candaan yang menyakiti hatiku sendiri

“Aku akan berusaha untuk menepatinya hahaha”

Kenangan-kenangan itu begitu saja terlintas dalam pikiranku. Dan oh! Jam berapa sekarang? Astaga aku harus bertemu mereka, mereka yang tadi melayang-layang di otakku

***

Aku memasuki cafè yang ramai, Kyungsoo sudah bisa sesukses ini, astaga.

“Hey Kyungsoo!! ” ,aku berteriak dan melambaikan tangan saat aku melihat Kyungsoo

“Yak Rey!! ” ,Kyungsoo menghampiriku dengan seorang anak perempuan di gendongannya

“Ini anakmu? Cantik sekali, siapa namanya?” Aku tersenyum lebar dan melambaikan tanganku pada anak Kyungsoo

“Iya, namanya Lauren. Ayo bergabungan dengan mereka” Kyungsoo menuntunku untuk masuk lebih dalam ke ramaian.

Aku hafal suara seruan ini.

“Rey!! Sungguh aku rindu padamu” Sooyoung menghampiriku dengan perut membuncit dan memelukku erat

“Syoo bisakah kau lepaskan? Kau tidak kasihan padaku dan kandunganmu?”

“Oh maaf, ayo duduk!”

“Siapa suami mu? Park Chanyeol?”

“Hush, aku sudah putus dengan si idiot itu! Dan aku sudah menikah dengan lelaki china bernama Xi Luhan”

“Semoga longlast ya Syoo, doa ku menyertaimu dan anakmu. Mana suami mu?”

“Terimakasih Rey, nah itu dia” Sooyoung tersenyum dan menunjuk seorang lelaki berwajah imut dan juga tampan. Sungguh beruntungnya Sooyoung

“Baekkie!!! Kau sangat tampan sekarang!!” Aku berseru dan memeluk Baekhyun ketika melihatnya dengan setelan casual namun tetap tampan sedang mendekatiku

“Itu sudah pasti Rey, kau juga” Baekhyun merangkulku dan mengacak rambutku

“Apa? Aku tampan?”

“Bukan itu maksudku Rey. Bagaimana keadaanmu?” Baekhyun menatapku malas

“Ya begitulah, seperti yang kau lihat. Bagaimana dengan dirimu?”

“Baik. Sangat baik saat bertemu denganmu haha”

“Berhenti merayuku seperti itu bacon! Menjijikan”

“Rey–” ucapan Baekhyun terputus karena lengkingan suara Yoona

“Ah Rey!!!! Kau sangat berbeda, aku rindu padamu!!” Yoona dan Krystal yang duduk berdampingan disebelahku tersenyum dan berteriak histeris. Baekhyun yang obrolannya denganku terganggu hanya memasang wajah kesal. Sungguh dia masih imut seperti dulu.

 

Oh tidak dia datang

 

“Dan ini dia yang kita tunggu, Tuan Oh ” Baekhyun menyambut kedatangan sosoknya, sosok yang kurindukan, dan sungguh ini malapetaka untukku– dia duduk dihadapanku dan tersenyum lembut padaku

“Rey, kemana pacarmu?” Kai tiba-tiba bertanya padaku. Aku melihat sekeliling meja, Baekhyun yang menatapku dan meneguk saliva nya–ah rupanya dia masih menyukaiku, Sehun yang menatapku dalam, dan Trio heboh yang menggigit bibir bawah mereka

“Pacar? Bahkan pacar terakhirku masih Suho” ,aku menjawab dengan nada setenang mungkin. Kenapa? Jomblo bukan berarti tidak laku bukan?

“Benarkah?!” Krystal dan Yoona berteriak histeris sedangkan Sooyoung menganga tak percaya. Aku berdoa agar anaknya tidak seperti Ibu nya nanti. Ya, semoga saja

“Ini sudah 5 tahun berlalu Rey” Krystal menguncang bahuku. Sangat berlebihan

“Iya” Aku hanya menjawab singkat, sungguh malas membahas hal yang tak penting

“Bagaimana denganmu Sehun?” Akhirnya Kai membuat Sehun membuka mulut, Ayolah Kai jangan membuatku berharap lebih dengan pertanyaanmu, dan kau Sehun jangan menatapku dan tersenyum seperti itu

“Aku masih menunggu seseorang, tapi ternyata dia sudah kembali” Sehun mengucapkan kata-kata itu dengan terus menatap mataku dengan intens. Tuhan ku mohon, jangan hentikan detak jantungku sekarang juga

 

 

***

 

 

Aku menatap hamparan Sungai Han dihadapanku, aku rindu suasana ini.

Memang, setelah reuni kecil-kecilan tadi, Sehun mengajakku ke Sungai Han. Entah kenapa.

“Rey” Sehun akhirnya membuka mulutnya setelah suasana mencekam selama 10 menit

“Iya?”

“Kemana janjimu?” Sehun menatap lurus ke depan

“Apa aku pernah berjanji?”

“Janji untuk mengabariku selalu”

“Tentang itu– maafkan aku. Kau tahu? Ponselku hilang dan aku hanya menghafal nomor beberapa orang saja dan itu tak termasuk dirimu” aku menatap Sehun cemas. Sungguh aku tidak bermaksud seperti itu

“Baiklah ku maafkan– “

“Aku selalu menunggumu untuk kembali Rey” perkataan Sehun selalu membuatku bingung. Apa maksudnya? Kenapa dia menungguku?

“Kenapa?”

“Karena aku ingin menepati janjiku”

“Janji apa?”

“Janji bahwa aku akan bertemu jodohku. Dan sekarang aku bisa memenuhinya, karna jodohku dihadapanku”

“Apa maksudmu”

“Berhentilah memikirkan Suho atau siapapun itu. Kau milikku. Sampai kapanpun kau milikku. Dan jangan terlalu dekat dengan Baekhyun. Aku tak suka” Sehun mengucapkan dengan sekali helaan nafas. Apa ini nyata? Sungguh ini yang aku ingin

“Eh? Apa maksudmu?” Aku menatap Sehun bingung.

Tiba-tiba Sehun menggenggam tanganku dan menatap tepat di iris mataku. Oh come on, Wo ai ni, Rey”

Wo ye ai ni, Sehun”

FIN

A/N: Haiii aku iseng bikin fic ini hehe. Ini cast nya ga sooyoung, Kenapa? Karna ini req nya temenku buat bikin ff selain Sooyoung dan aku terinspirasi dari ff memorial of gate yg di fanfictioncokelat :3 Aku lagi kesel -_- siapa yang tanya tadi upacara, bendera hampir kebalik. Malu sumpah -_-  Oh ya, aku ganti nama pena ya :3 udah deh rcl yo

 

13 thoughts on “FF : Memories

  1. indahtentiana berkata:

    aaaa aku ska banget ff inii , walaupun biasku *sooyoung&baekhyun* bukan maincastnya gapapa laah ,
    aku tunggu yg maincastnya sooyoung atau baekhyun ya eonni ^^
    hwaiting !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s