FF EXO : AUTUMN Chapter 11

autumn

Author  :  Oh Mi Ja

Cast :  Leeteuk SJ as Park Jungsoo

Luhan EXO as Park Luhan

Kai EXO as Park Jongin

Sehun EXO as Park Sehun

Support Cast      : Kris EXO as jaksa

Suho EXO as Pastor

Taemin Shinee as Lee Taemin

JR JJ Project as Park Jin Young

Jonghyun CN Blue as Lee Jonghyun

Shindong SJ as Shin Donghee

Dongho Ukiss as Shin Dong Ho

Genre                   : Brothership, Family,  Friendship, little sad

Sehun menangis tersedu-sedu di gedung belakang sekolah, menempelkan punggungnya pada dinding dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Bagi anak kecil yang belum mengetahui apapun, hal itu adalah hal yang berat karena ia ditertawakan oleh Dongho dan teman-temannya. Apalagi, karena dia sudah terbiasa menikmati fasilitas mewah dari ayahnya, mendapat julukan ‘orang miskin’ pasti adalah hal yang paling buruk.

Saat bel istirahat berbunyi, Jinyoung langsung berlari menuju kelas Jongin. Karena sejak pagi, Sehun sama sekali tidak muncul di kelas. Begitu sampai disana, Jongin dan Taemin masih terlihat merapikan buku-buku mereka.

Entah keberanian darimana yang dimiliki Jinyoung untuk masuk ke dalam kelas itu, karena bagi kebanyakan sekolah, kelas senior adalah kelas yang paling ditakuti bagi junior mereka.

“Jinyoungie?” seru Taemin begitu melihat Jinyoung datang

“Hyung…hyuung!”

“Kenapa kau terlihat panik?”

“Apa Sehun tidak hadir? Apa dia sedang sakit?”

Kening Jongin dan Taemin berkerut, “mwo? Tidak hadir? Apa maksudmu? Tadi pagi kami pergi bersama ke sekolah”

“Tapi sejak pagi dia tidak mengikuti kelas”

“MWO?!”jerit Jongin langsung berdiri dari duduknya. “Tidak mengikuti kelas?!”

Jinyoung mengangguk, “aku pikir dia sakit karena itu aku menghampirimu”

“Tidak mungkin!”

Jongin meninggalkan buku-buku dan tasnya yang masih berantakan diatas meja, berlari keluar secepat mungkin untuk mencari Sehun. Taemin dan Jinyoung mengikuti dari belakang walaupun bagi Jinyoung, menjajari lari Jongin adalah hal yang sulit.

“Sebaiknya kau makan siang, kami yang akan mencari Sehun”seru Taemin menepuk pundak Jinyoung tanpa memberikan waktu untuk mengatakan iya ataupun tidak. Taemin berlari menyusul Jongin dan menjelajahi seluruh sudut sekolah.

Tidak ada Sehun dimanapun dan Jongin hampir saja menghancurkan sebuah bangku kayu yang terjejer di gudang belakang sekolah. Emosinya memuncak hebat bercampur dengan kekhawatirannya yang mendalam. Semua itu terlihat tidak lagi tertahankan jika saja Taemin tidak mencekal pundaknya dan memberikan penekanan.

“Jongin hyuuung…”

Jongin bisa mendengar suara kecil dan serak yang memanggilnya itu. Segera mungkin melebarkan pandangannya dan langsung terbelalak lebar saat mendapati adik kecilnya sedang bangkit dan menghampirinya. Baju seragamnya benar-benar kotor, juga wajahnya yang menghitam akibat terkena noda.

“Sehunie!” sentak Jongin langsung menarik lengan adik kecilnya dan mendekapnya erat-erat. “Kau kemana saja, huh? Kau tau aku sangat mengkahwatirkanmu? Ada apa?”

“Hyuuung…”isak Sehun menumpahkan air matanya di pundak Jongin. “Aku tidak mau pergi ke sekolah lagi. Aku tidak mau…”

***___***

“Kau masuk saja. Aku tidak mau sonsengnim juga memarahimu”suruh Jongin menepuk pundak Taemin sambil mendorongnya pelan

Taemin menepis tangan Jongin, “aku akan menemanimu. Jika dimarahi, setidaknya aku tidak akan dimarahi sendirian”

“Tapi….” Jongin bergumam ragu

“Aku tetap disini”tegas Taemin menatap Jongin yakin

Jongin tidak menjawab lagi. Hanya tersenyum sebagai tanda ucapan terima kasih pada sahabatnya itu. Keduanya berbalik, menghampiri Sehun yang sedang memakan makan siangnya diatas atap sekolah. Keadaannya sedikit lebih tenang sekarang.

“Kau kemana saja, hm?”tanya Jongin lembut, berjongkok didepan Sehun dan menutupi luka di lututnya dengan plaster. Masih ada jejak-jejak air mata di sekitar matanya dan matanya yang masih terlihat sembab.

Sehun meninggalkan makan siangnya, duduk tegak dan menghadap lurus pada Jongin. “Hyung, kau tidak pernah berbohong padaku, kan?”

Kening Jongin berkerut, “berbohong?”

“Apa kita benar-benar hanya berpura-pura melakukan semua ini? Kita bukan orang miskin, kan?”

Ekspresi Jongin berubah seketika saat Sehun menanyakan sesuatu yang tanpa diketahuinya berhasil menghentikan aliran darahnya untuk sesaat. Ia membeku ditempatnya. Lidahnya terasa kaku juga debaran jantungnya yang berdetak lebih cepat.

“Hyung, teman-temanku mengejekku karena aku tidak lagi naik mobil mewah ke sekolah. Mereka mengataiku orang miskin karena aku naik bus. Tolong katakan pada mereka jika semua ini hanya kebohongan. Kita bukan orang miskin dan hanya berpura-pura karena appa menyuruhnya”

Jongin masih membeku. Celotehan panjang lebar Sehun seakan-akan menghentikan seluruh daya kerja tubuhnya. Mengatakan pada mereka semua? Bukankah itu adalah hal mustahil? Dia sudah melakukan sebuah kebohongan besar dan kini adik bungsunya juga memintanya untuk berbohong sekali lagi.

Kekuatannya sudah terkuras hebat untuk melindungi perasaan Sehun bahkan sampai ia lupa jika perasaannya sendiri juga terasa sangat sakit. Dan sekarang…tidak ada lagi kepingan yang tersisa untuk menjadi aktor di depan banyak orang. Untuk berpura-pura kuat sekali lagi untuk melindungi adik kecilnya.

Dia juga butuh sebuah pundak. Dia juga ingin menangis. Dan dia juga ingin mengadu. Jika saja ia bisa berlari, mengeluarkan diri dari semua ini. Tapi, kenyataan justru mengejarnya. Menangkapnya. Dan mengurungnya pada sebuah ruangan kosong. Ia hanya menemukan jalan buntu saat ia ingin mengadu. Karena, semua hal yang terjadi telah memaksanya menjadi kuat untuk berdiri diatas kakinya sendiri. Ia tidak bisa lagi mengandalkan ayahnya ataupun Luhan.

“Hyung…”

Goncangan di pundak Jongin membuyarkan lamunannya, buru-buru ia tersenyum dan menahan tangisnya sendiri.

“Kau sudah berjanji akau melindungiku, kan?”seru Sehun mengerucutkan bibirnya

Jongin berdiri lalu mengacak rambut Sehun, “Tentu saja. Aku berjanji untuk melindungimu”

***___***

Sehun tidak masuk kelas selama satu hari setelah Jongin berhasil memenangkan adu argumentasi dengan wali kelasnya. Ia bersikeras agar Sehun diberikan ijin hari ini karena suasana hatinya sedang buruk. Walaupun mendapat peringatan keras, tapi akhirnya Jongin berhasil membujuk wali kelas Sehun.

Saat bel pulang sekolah berbunyi, Jongin, Taemin, Sehun dan Jinyoung memutuskan untuk duduk bersama disebuah taman kota yang tak jauh dari sekolah. Taemin sengaja ingin memberikan waktu pada Jongin yang saat ini sedang berada dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk mengunjungi ayahnya. Pada Sehun, ia beralasan jika ia sedang ada urusan penting dan akan segera kembali.

“Hyung, sampai kapan kita akan menunggu disini?”tanya Sehun sambil memakan ice creamnya

“Tentu saja sampai Jongin datang”

Sehun mendesah panjang, “Aku tau. Tapi sampai kapan? Jongin hyung lama sekali”

“Hyung, sebenarnya apa yang dilakukan oleh Jongin hyung?”sahut Jinyoung juga ikut bertanya

“Emm…hanya sedang ada urusan dengan seorang teman.

***___***

Terduduk lemah menatap ke depan, tangannya tak lepas menggenggam tangan yang mulai dingin itu. Berusaha untuk menelan seluruh kesedihannya namun ia gagal total. Ia menangis. Terisak tanpa suara menatap sepasang mata yang kini terpejam itu.

Harapannya hanya satu. Tidak seperti dulu yang selalu berharap agar semua ini hanyalah mimpi buruk yang akan segera berakhir saat ia terjaga, sekarang ia berharapjika ia diberikan kekuatan lebih untuk menahan semuanya. Membantu Luhan menopang rasa sakit ini.

“Appa…”seru Jongin serak. “Aku sangat menyayangi appa. Aku sangat menyayangi Luhan hyung. Dan aku sangat menyayangi Sehun. Maaf, jika dulu aku selalu membuat appa marah karena aku tidak bisa menjaga Sehun dengan baik. Maaf jika aku selalu mengganggunya dan membuatnya menangis. Tapi sekarang, aku berusaha untuk menjaganya. Menjaga air matanya agar tidak terjatuh sesuai apa yang selalu appa lakukan”

Jongin menghentikan ucapannya sejenak. Tidak ingin ayahnya mendengar isakan tertahannya. Karena baginya, ayahnya bisa merasakan kesedihannya dan ia tidak mau membuat ayahnya bersedih.

Matanya memang tertutup, tubuhnya memang terbujur kaku, tapi ia yakin jiwanya masih hidup. Masih mampu melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi. Karena itu, walaupun ia sudah menangis hingga terisak, ia tetap berusaha menahannya.

“Appa, aku sangat merindukan saat-saat bermain bola bersama appa. Aku harap appa cepat sembuh dan terbebas dari semua masalah. Aku yakin appa tidak bersalah. Aku yakin appa adalah orang baik. Appa, aku mencintaimu…”

***___***

Sepulang sekolah, Luhan berjalan seorang diri di atas trotoar karena Jonghyun sedang ada urusan sehingga harus pulang lebih awal. Tidak berniat untuk menaiki bus, ia lebih memilih berjalan kaki. Ia harus menghemat.

Langkahnya tiba-tiba berhenti saat matanya membaca sebuah tulisan yang berhasil menarik perhatiannya. Ia menoleh, berpikir sejenak lalu akhirnya mendekati tulisan yang tergantung di balik pintu kaca itu.

“dibutuhkan karyawan…” Luhan membaca tulisan itu pelan.

Otaknya lebih cepat mencetuskan sebuah ide daripada yang ia duga. Tanpa berpikir lagi, ia segera memasuki kedai kopi sederhana itu. Ini adalah sebuah kesempatan. Bukan kesempatan biasa namun kesempatan emas.

Karena uang yang ia miliki semakin hari sudah semakin berkurang. Ia tidak mungkin terus-menerus mengandalkan Jonghyun. Ia harus bekerja, untuk membiayai adik-adiknya juga membayar uang sewa. Sangat beruntung memang karena pemerintah mau membayar biaya pengobatan ayahnya selama setahun.

“Permisi…” Luhan menghampiri seseorang yang berdiri di balik meja kasir. “Biasakah aku bertemu dengan pemiliknya?”tanyanya sopan

Pria itu mendongak, menatap Luhan dengan kening berkerut. “Ada apa?”

“Aku ingin melamar pekerjaan”

“Kau?”serunya tak percaya. Walaupun sudah jatuh miskin, tapi kesan orang kaya dalam diri Luhan masih melekat kuat disana. Beberapa baju merk terkenal yang berhasil diselamatkannya, membuat pria itu nyaris tidak percaya jika seseorang yang tengah berdiri di depannya sedang membutuhkan pekerjaan.

Luhan mengangguk yakin, “aku..”

“Tapi ini adalah sebuah kedai sederhana, bukan perusahaan besar”

“Tidak apa-apa. Aku memang ingin melamar pekerjaan disini. Bisakah?”

“Dan sepertinya kau masih pelajar”tebak pria berambut blonde itu

Luhan mengangguk lagi sambil menggaruk belakang kepalanya, “aku memang masih pelajar. Aku tidak bisa bekerja penuh, tapi aku bisa bekerja paruh waktu”

Pria itu berjalan menghampiri Luhan meninggalkan mesin kasir. Masih meneliti bagaimana penampilan Luhan yang tentu saja terlihat berbeda. Sepatu sekolahnya bukanlah sepatu biasa, melainkan sneakers yang hanya melihat saja sudah bisa dipastikan jika harganya sangat mahal. Seragamnya juga buatan merk terkenal dan jaket yang sedang dipakainya, sama persis dengan yang ia lihat saat ia berlibur ke London.

“Aku pemilik kedai ini”seru pria itu mengulurkan tangannya, “Aku Kris Wu…”

Mata Luhan melebar. Buru-buru ia membalas uluran tangan pria itu. “Aku Luhan Park. Aku benar-benar membutuhkan pekerjaan itu. Bisakah kau membantuku?”

“Kenapa kau membutuhkan pekerjaan? Apa uang saku yang diberikan ayahmu tidak cukup?”candanya.

Luhan hanya tersenyum tipis, “mungkin”jawabnya enggan menjelaskan yang sebenarnya, “Bisakah?”ulang Luhan lagi

“Baiklah. Karena kau masih seorang pelajar, kau bisa bekerja di tempat ini mulai pulang sekolah hingga jam delapan malam. Tapi sabtu-minggu, kau harus bekerja full. Bagaimana?”tawar Kris

Mata Luhan berbinar, “B-benarkah? Aku boleh bekerja disini?”

“Kau tidak mau?”

“Tentu saja aku mau! Aku sangat mau!”

***___***

“Kalian sudah menunggu lama?”

Sehun, Jinyoung dan Taemin menoleh bersamaan. Ternyata Jongin.

“Hyung, kau darimana saja?!”rutuk Sehun langsung berdiri menghadap Jongin dengan wajah cemberut

“Mianhae, aku sedang ada urusan dengan teman. Ayo kita pulang”serunya menggandeng lengan Sehun

“Jinyoung-ah, kajja” Taemin juga mengulurkan tangannya untuk menggandeng Jinyoung. Jinyoung mengangguk, melompat turun dari kursi lalu menerima uluran tangan Taemin.

“Bagaimana? Sudah selesai?”tanya Taemin menoleh sekilas pada Jongin

Jongin tersenyum tipis, “sudah”

“Baik-baik saja?”

“Menurutmu?” Jongin balik bertanya

“Tidak ada pilihan tidak”

***___***

“Jadi begini tuan Luhan–”

“Panggil saja aku Luhan, hyung-nim”potong Luhan cepat

“Ah, oke. Dan panggil saja aku Kris. Tenang saja, aku bukan orang Korea. Aku tidak mementingkan panggilan seperti itu”

“Tidak apa-apa?”tanya Luhan ragu

“tentu saja”jawab Kris yakin. “Kedai ini adalah kedai yang baru aku dirikan sebagai usaha sampingan. Aku berasal dari Kanada dan akhirnya harus tinggal disini karena dulu aku harus mengurus sebuah kasus temanku”

Kening Luhan berkerut bingung, “Kasus?”

“aku adalah seorang jaksa”jelas Kris pelan. “Aku harus terbang ke Seoul karena permintaan temanku. Awalnya, aku akan kembali setelah kasus itu selesai tapi ternyata aku senang berada di tempat ini. Jadi, aku memutuskan untuk tinggal lebih lama lagi”

“Dan mendirikan kedai ini?”sambung Luhan

Kris mengangguk, “kedai ini tidak mempunyai karyawan. Selama ini aku mengurusnya sendiri. Tapi akhir-akhir ini, aku sangat sibuk karena harus menyelidiki sebuah kasus sehingga tidak punya waktu untuk mengurusnya jadi aku mencari karyawan”

“Aku pasti—“

“Tidak perlu berjanji apapun”potong Kris cepat. “Kau lebih terlihat seperti tuan muda yang tidak bisa melakukan apapun jadi aku tidak berharap banyak. Aku hanya memintamu untuk mengurus kedaiku dengan baik”

“Aku akan membuktikannya”ucap Luhan yakin.

Kris tersenyum, “besok sepulang sekolah. Aku menunggumu disini…”

***___***

Senyuman lebar itu tidak pernah lepas dari wajah Luhan. Hatinya benar-benar sangat senang mendapat pekerjaan baru, dimana ia juga memiliki bos yang santai dan bukan seorang diktator sepertinya.

Melanjutkan langkah-langkahnya yang sebentar lagi mendekati rumah. Ternyata Luhan berhasil tidak menaiki bus sama sekali dalam perjalanan menuju rumahnya.

Berdiri di zebra cross, Luhan masih saja tersenyum gembira. Saat lampu lalu lintas menunjukkan warna merah, ia segera melangkahkan kaki. Ingin rasanya segera sampai di rumah dan memberitahu kabar gembira ini pada Jongin.

Namun tanpa disadari Luhan, sebuah mobil muncul dari belokan tanpa mengetahui jika lampu berwarna merah. Sontak, Luhan terkejut bersamaan dengan pengemudinya yang seketika menginjak rem dalam-dalam.

CIIIIIT!

“YA!!”

Mobil itu berhasil menabrak tubuh Luhan. Walaupun pelan, berhasil membuat Luhan seketika terjerembap ke jalan aspal.

“Apa kau tidak punya mata?!”

Luhan berdiri geram sambil memegangi sebelah kakinya, “Apa ahjussi tidak melihatnya? Lampunya berwarna merah!”balas Luhan tak kalah kesal.

“Dasar orang miskin. Pejalan kaki hanya mengotori kota ini”

Luhan tersentak, “Apa?!”

Pria bertubuh gempal itu menaikkan kaca mobilnya, berlalu meninggalkan Luhan yang masih berdiri penuh kekesalan. Hari ini adalah hari keberuntungan, juga hari yang paling sial dalam hidupnya.

Berjalan dengan kakinya yang kini terkilir, ada sesuatu yang menyelinap masuk di dalam pikirannya. Ada sebuah fakta yang baru ia ketahui hari ini.

Orang kaya akan di hargai, orang miskin akan diremehkan.

Di dunia ini, hampir terjadi bagi semua orang. Uang menjadi tolak ukur utama. Bukan kebaikan, bukan hatinya, bukan kepribadian. Tapi harta.

Dan keputusan Luhan akhirnya berubah. Dia ingin secara diam-diam mencari banyak uang. Adiknya tidak perlu mengetahui. Tidak perlu mengetahui beban ini lagi.

Suatu saat, ia berjanji mulai hari ini. Dia akan mengangkat derajat keluarganya, mengembalikan seluruh penghormatan yang dulu selalu ditujukan untuk mereka.

Terutama untuk…ayahnya.

TBC

TBC

 

 

34 thoughts on “FF EXO : AUTUMN Chapter 11

  1. Tiikaa berkata:

    Waaaaa,,, luhan daebakkkk

    Bener2 sosok kakak yg baik..
    Eonie itu gimana sehunnya??
    Gk mungkin kan kai sma luhan hrus berbohong trus sma sehun….
    Dan itu kasus yg diselidiki kris , kasusnya ayahnya luhan bukan??

    Oke deh eon , klanjutannya aku tunggu yaa

  2. nina berkata:

    kasihan jongin harus bingung gmn jelasin sm sehun😦
    waahh ada kris
    luhan juga dapet kerja yg bos na juga baik :3
    sedikit kebahagian dlm masalah luhan jongin sehun

  3. Emely berkata:

    entah kenapa, menurutku sosok yang jadi orang yg mau nabrak luhan itu adl. perwujudanku, selama ini aku selalu menanggap kalau orang kaya selalu dihormati dan orang miskin selalu diremehkan….

  4. 민 현 (MinHyun) berkata:

    akhirnya… aku nunggu lama untuk membaca kelanjutanya.. aku kasihan dengan mereka bertiga. aku tunggu kelanjutannya kekeke

  5. rani berkata:

    haduh luhan kau lelaki idaman!#eh kakak idaman hehehe
    sedikit lega kalo akhirnya luhan kerja ditmpatnya kris yang sudah dipastikan dia adalah jaksa yg akan menangani kasus dari tuan park
    tapi masih kasian sama jongin yg harus menyembunyikan kebohongan terus menerus dari sehun
    hemhhhzz selalu menunggu bgmana kelanjutannya

    lanjutkan thor keep writing!!!!!!!!

  6. Icaa berkata:

    luhan oppa..!!! Saranghaeeee, hwaitinggg!!
    Daebak lah thor critanya ^_^
    Jongin sm Sehun kasihan._.
    Lanjut ya thor cepetan ^^

  7. Choi Hee Chan berkata:

    Gw sich kagak kasian sama sehun.. Lbih kasian ke luhan nya.. Cz sehun nya juga manja amat., pdahal udah 1 smp.. Ngalah2in tetangga gw yg anak bupati aj -_- ..
    Nich ff lumayan bagus juga..

  8. YooXi kiszLUck berkata:

    aduh, lama” dosa numpuk lho bohong mulu :3
    itu Kris nongol jadi jaksa + pemilik kedai .. wah bakalan masuk kepermasalahan ni🙂
    aish, tu orang yang nabrak Luhan pasti tersangka dri masalah ini >.<
    disetiap FF eonnie, selalu ada kata" bijak;y /like/ ^^
    Yuk dilanjut aja🙂 Mija eon FIGHTING .)9

  9. ntha berkata:

    suka bgt sama ff brothership
    apa lg cast’y hunhan

    kasian luhan harus banting tulang buat adik”ny….

    huwaaa….
    penasaran sma klanjutan’y
    d tunggu ya thor… ^^

  10. indahtentiana berkata:

    bangga banget sama luhan ^^
    akhirnya kris nongol juga ? dia jaksa yang membantu kluarga park kah ?
    hwaiting eonni !! ^^

  11. hanifa25 berkata:

    Iseng2 cek eh ada chap ini keluar.
    Semakin kesini, semakin kasihan sama mereka ber3. Itu Appanya bangun dong, anak2nya udah kasihan.banget.

    Ditunggu.lanjutannya ya ^^

  12. chanyeollove berkata:

    jongin kuuuuu T.T sedih banget itu bagian yang dia juga butuh seseorang ituu yaampuuunnnn dirimu thorrr, membuat ku bersedih/?
    sehun kamu yang sabar yaaa❤ aku selalu biasin kamu koookkk /salah
    si kris itu jaksaaaa? ooooooooo apa dia ada hubungannya ama appa nya mereka bertigaaa? :OOOOOO
    ditunggu kelanjutannya ya thorrr, semangatt!!!

  13. jamonghyun berkata:

    //Nangisdulu T.T

    etdaahhh lagi lagi nangis gegara jongin huhu … ntah kenapa ini langsung kebayang” muka jongin nangiiss U.U

    ini mulai ktmu jaksaa ??? oh ayolaahh .. tnjukan sisi cerah dr permaslahan mrekaa …

    dan aku suka taekainyaa mijaaa ><

  14. xoxo berkata:

    Waaah kasian jongin nyaa T^T sini jongin kalo mau nangis dipundak aku aja /gak. Kris! Yeayy! Bantuin luhan nya ya!! Luhan oppa keep smile ya😄 ditunggu chap selanjutnya yaa thor,fighting!!!!

  15. raishaa berkata:

    lucu deh mikirin fakta bahwa sebenernya kris lebih muda dari luhan, tp di sini dia main peran jd org yang lebih tua wkwk😄
    dan itu, aku udah bisa mikirin kalo luhan ngak bakal kena tabrak. masa tokoh utamanya juga kena kecelakaan sih? kan nggak asik kao gitu kkkk
    hmm di sini konfliknya tidak terlalu terasa yaa. hanya konflik batin sehun yang trauma/? dipanggil orang miskin wkwk
    udah deh, pokoknya keep fighting ya thor! aku mendukungmu😉

  16. lusyelf berkata:

    kya~ luhan oppa saranghae :-*

    makin klepek2 ama tu orang
    luhan oppa hwaiting p(^ ^)

    buat authornya keep writing for next chapt. tapi jangan lama2 ya thor?! hehehe

  17. EXOka_ berkata:

    Thor, ane bacanya langsung semua chapnya nih.. Jadi langsung comment sekaligus disini ya? ‘-‘

    Pas baca yg ahjussi nolongin Sehun (lupa chap berapa) trus ada kata nasehat, ane udah nebak kalo itu Suho. Dan ternyata itu bener Suho. Hebat kan ane? XP

    trus masa ane gedek sama Dongho disini!-_- duh min.. Padahal dongdong(?) kan bias ane loh min di U-KISS.. Cuma karna disini kau menistakannya, ane jadi terbawa suasana–

    trus pas baca ada kata” rambut blonde di bagian luhan ngelamar pekerjaan, ane nebak Kris dan ternyata bener lagi. Yeay!(?) ‘-‘ :v

    trus yg nabrak Luhan, ntah kenapa ane mikirnya ke Shindong masa?-_-v

    oya, kirimin salam ya, min/? Semoga Leeteuk cepet sembuh/?’-‘
    dan ditunggu next chapnya~

  18. Nunu^^ @Nurul_Hunie berkata:

    Aaahhhh TBC, aku ga sabar pengen baca lanjutannya eonn,…next part di tungguu jgn lama ya…hehehehee😀

    eh iya maafin aku eonn bru commnet lagi di chap ini, waktu baca chap 8,9, ma 10 gratisan internet aku abis jd ga bsa comment, aku sengaja save dulu biar bsa bca borongan eh taunya cuma bsa comment dr chap 1 amp chap 7 doang..mianhae ya eonn ya, aku ga maksud jd sinder ko =D … Pokoknya next chap bikin reader lebih degdegan lagiii🙂

  19. Rhainykanata berkata:

    Annyeong, oh mi ja.
    New reader nih. Aku ska bgt sm plot ff2 km. Feelny dpt bgt, knflikny jg gk trllu brat kyk snetron.

    Aku bkan sider loh, Kbnykn ff km udh tamat, jd aku komen yg blum tamat. Hbis bru nemu sih, aku lngsung bca kbut smlem smua ff km.

    Lanjut donk, udh 1bln d anggurin.
    Salam kenal.
    Fans oh mi ja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s