FF : Daddy’s best Friend Chapter 12

daddy's best friend

Tittle      : Daddy’s best friend

Author  : Oh Mi Ja

Cast       : – Member EXO

–          Zhoumi Super Junior M

–          Sooyoung SNSD

–          Jo Kwon 2AM

–          Son Ga In BEG

–          Kim Eun So

–          Kim Bum

–          Member Super Junior

Genre   : Family, Comedy

“Sehunie, kau sudah sadar? Sehunie…”

Sehun membuka matanya perlahan begitu mendengar sebuah suara  yang memanggil namanya. Ia melihat Jongin dan Luhan yang duduk bersama di sebuah kursi disamping ranjangnya.

“Kok kalian ada disini?”tanya Sehun serak

Luhan mengulurkan tangannya, menyentuh kening Sehun lalu menoleh ke belakang. “Appa, tubuhnya sudah tidak panas lagi”

Suho bangkit lalu mendekati ranjang Sehun dan mengulurkan tangannya, ikut mengecek kondisi anak kecil itu lalu tersenyum.

“Syukurlah. Kau baik-baik saja, hm?”

“Memangnya Sehun kenapa? Tentu saja”jawabnya juga tersenyum

“Sehunie…Sehunie…”

“Oe? Harmoni?”

“Kau tidak apa-apa, hm? Kepalamu tidak sakit”tanya Sooyoung menghambur kearah cucunya itu khawatir

Sehun menggeleng, “aniyo. Sehunie tidak apa-apa. Harmoni jangan khawatir dan jangan menangis”serunya menghusap air mata di pipi Sooyoung

Sooyoung benar-benar merasa lega. Ia memeluk dan menciumi Sehun haru. Sangat bersyukur denagn keadaan cucunya yang sudah baik-baik saja.

“Kau mau makan apa? Harmoni akan membelikan apapun untukmu”

“Sehun hanya mau boneka platypus milik Sehun. Dia pasti kesepian berada di kamar jika tidak ada Sehun”

“Hanya itu? Kau tidak mau yang lain?”

Sehun menggeleng pelan, “tidak”

“Baiklah kalau begitu…” Sooyoung menegakkan tubuhnya, menoleh kebelakang dan berseru pada Jo Kwon yang juga sudah ada di ruangan Sehun. “Kwonie, suruh siapapun untuk mengambil boneka platypus. Sekarang! Mengerti?”

Jo Kwon mengangguk, “arasseo noona” kemudian berjalan keluar dan memerintahkan beberapa pekerja untuk pergi ke apartement Kris.

“Sehunie, kami sangat senang karena kau baik-baik saja. Tadi, teman-teman yang lain juga menjengukmu. Mereka semua sangat khawatir. Tapi, sekarang mereka sudah pulang diantar oleh kakekmu”jelas Jongin sambil menepuk-nepuk lengan Sehun

“Kenapa kalian tidak pulang juga?”

“Shireo” geleng Luhan. “Kami ingin menunggu sampai kau bangun”

“Luhanie, Jonginie…sekarang kalian harus kembali ke rumah. Hari sudah beranjak malam, harmoni takut jika orang tua kalian akan khawatir karena kalian belum pulang”nasihat Sooyoung menghusap kepala Jongin dan Luhan

“Tapi, kami ingin menjaga Sehun juga” balas Luhan mengerucutkan bibirnya

“Kalian sudah menjaganya. Tapi sekarang kalian harus pulang dan harmoni yang akan menggantikan kalian untuk menjaga Sehun. Besok kalian bisa menjenguk Sehun lagi. Oke?”

“Kajja. Appa akan mengantar kalian pulang” sahut Suho

“Hhhhh…baiklah. Tapi besok pagi kami bisa datang kemari lagi, kan?”tanya Luhan mendongakkan wajahnya menatap Sooyoung

Sooyoung tersenyum lebar, “tentu saja. Kapanpun kalian bisa datang. Terima kasih karena kalian sudah menjaga Sehun dengan baik”

Luhan dan Jongin mengangguk bersama kemudian tersenyum lebar. Turun dari kursi yang mereka duduki lalu menghampiri Suho.

“Harmoni, jika terjadi sesuatu, harmoni harus memberitahu kami. Yaksoo?”

Jongin menunjukkan jari kelingkingnya pada Sooyoung membuat Sooyoung tertawa geli. “Yaksoo…”

“Sehunie, kami pulang dulu yaa. Besok kami akan datang lagi dan membawa susu strawberry untukmu. Annyeong…”

Sehun tersenyum lebar, memperlihatkan gigi depannya yang seperti kelinci. Ia terlihat bersemangat sekarang.

“Annyeong Luhanie…Jonginie…”

***___***

So Eun datang ke rumah sakit saat jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Karena dia harus menyelesaikan beberapa pekerjaan di rumah sorenya. Menemani Sooyoung menjaga Sehun, bersama dengan Kim Bum, ia mengambil alih kursi yang ada disamping ranjang Sehun sedangkan Kim Bum hanya berdiri dibelakangnya.

“Mau apel lagi?”tanyanya begitu selesai memotong sebuah apel menjadi potongan kecil-kecil.

“Tidak. Ini sudah sangat banyak. Gomapseumnida sonsengnim…” Sehun membungkukkan tubuhnya sedikit dan tersenyum lalu menusuk sebuah potongan kecil apel dengan garpunya.

So Eun dan Kim Bum tertawa geli, “Aigooo…uri Sehunie sudah sangat pintar berbahasa Korea”

“Sehunie, lihat apa yang haraboji bawa untukmu…” tiba-tiba Zhoumi muncul. Ia tersenyum penuh arti di hadapan Sehun dengan kedua tangan yang bersembunyi dibelakang tubuhnya.

Sehun mengerutkan keningnya bingung, “what is that?

“Tadaaa…!! PSP untuk Sehunie…”

“whoa PSP!!”jerit Sehun senang. Tanpa senagja, ia melemparkan garpunya keatas piring lalu bergerak maju ke sisi lain ranjangnya.

“Haraboji membelikan PSP baru untukmu agar kau tidak merasa bosan disini”

“Whooa! Ini yang terbaru! Bahkan permainannya lebih banyak. Whoooa!”

“Hey, bukankah seharusnya kau mengucapkan sesuatu pada haraboji, hm?”protes Zhoumi karena Sehun terlalu fokus dengan PSP barunya dan melupakan dirinya

“Hehehe…thankyou haraboji!”seru Sehun mencium pipi Zhoumi kemudian kembali berkutat dengan PSPnya

“Chagi-yaa, kembali ke sini. Kau harus duduk yang benar” panggil So Eun menepuk-nepuk ranjang tidur di sisi yang lain.

Sehun mengangguk, tanpa bersuara memundurkan tubuhnya dan duduk bersandar pada sandaran ranjang tidurnya. Begitu tenggelam dalam permainan di PSP terbarunya. Karena, setiap kali ia meminta Kris untuk membelikan PSP seri terbaru, Kris selalu menolak dan menyuruhnya untuk tetap menggunakan miliknya yang lama. Tapi akhirnya, kakeknya membelikannya yang terbaru.

“Hey, siapa yang memberikan PSP untukmu?”tegur seseorang. Sehun mendongakkan wajahnya dan seketika tampangnya langsung cemberut begitu melihat Kris datang bersama dengan boneka platypus kesayangan Sehun.

Sehun memberikan PSPnya pada So Eun dan langsung menarik boneka platypus yang dipegang Kris, memeluknya lalu masuk ke dalam selimut dan menyembunyikan wajahnya didalamnya.

“Kau tidak mau melihat daddy, hm?”tanya Kris lembut menghusap kepala Sehun lalu duduk di kursi yang ada di sisi lain, disamping ranjang Sehun. “I’m sorry Sehunie…”

Stop talk about your sorry, daddy. You always said that to me”balas Sehun dari dalam selimut

But, it’s different now”

“What different? You said you gonna leave me soon!”

Suho muncul dan sedikit terkejut saat melihat Kris duduk disamping Sehun dan berbicara dengan anaknya itu. Ia membatalkan niatnya untuk menghampiri Sehun dan menjatuhkan diri disamping Sooyoung dan Zhoumi

I will never leave you. I promise”

“Liaar!!”

Kris menghela napas panjang, berpindah posisi ke pinggir ranjang Sehun dan perlahan membuka selimut yang menutupi wajahnya. Sehun masih menghadap kearah lain, menolak balas menatap Kris sambil cemberut.

Daddy sudah memutuskan berhenti bekerja…”

Tidak hanya Sehun, namun semua yang ada diruangan itu begitu tersentak mendengar ucapan Kris barusan. Ia lalu mengeluarkan selembar kertas dari dalam sakunya, melebarkan kertas lipatan itu didepan Sehun walaupun secara tidak langsung, ia ingin menunjukkan itu untuk Suho yang ia ketahui berada dibelakangnya.

“Ini adalah surat pemberhentian daddy”lanjut Kris tersenyum lembut. “Daddy tidak akan meninggalkanmu, Sehunie. Karena bagi daddy kau adalah yang terpenting. Walaupun harus mengorbankan pekerjaan atau apapun itu, asal kau bahagia, daddy pasti akan melakukannya”

Sehun langsung terduduk, menatap Kris dengan mata berbinar. “Daddy benar-benar tidak akan meninggalkan Sehun? Really?”

Kris mengacak rambut Sehun lalu mengangguk, “daddy tidak akan pergi kemanapun”

Daddy! I love you so much!”histeris Sehun langsung memeluk Kris erat-erat. “Daddy, Sehun hanya mau tinggal bersama daddy disini. I love you..i love you..”

Kris merasakan air matanya yang hampir saja menetes jika ia tidak sekuat tenaga menahannya. Biar bagaimanapun, tidak ada yang lebih membahagiakan dari pelukan dan kebahagiaan Sehun. Tidak ada yang menandingi itu karena di dunia ini, Sehun adalah miliknya yang paling penting.

Walaupun mengorbankan pekerjaan dan seumur hidupnya tidak menikah lagi, ia akan melakukannya selama itu membahagiakan  anak tunggalnya itu. Ia sudah berjanji dan dia akan bertanggung jawab atas janjinya. Dia akan menjaga Sehun, walaupun terkadang lelah, walaupun terkadang merasa bosan tapi saat mendapat pelukan dari seorang anak yang sangat ia sayangi, semuanya menghilang. Justru semakin ingin selalu bersamanya.

Dan ucapan dari anak-anak polos itu, serta pukulan dari Suho membuatnya tersadar. Ada sesuatu yang harus ia prioritaskan. Ada sesuatu yang harus ia lindungi kebahagiaannya. Sesuatu yang tidak akan pernah bisa dibayar dengan apapun. Dan sesuatu yang tidak bisa disejajarkan dengan apapun. Dia adalah Sehun, anak kandungnya…

***___***

Cukup lama dua pria dewasa itu terdiam di sebuah kursi yang ada di halaman rumah sakit. Mereka pikir, mereka sama-sama bersalah dan harus minta maaf. Karena dalam persahabatan yang telah terjalin selama bertahun- tahun itu, ini adalah pertama kalinya mereka terlibat baku hantam. Banyak masalah yang pernah menghampiri persahabatan mereka, tapi semuanya dapat diselesaikan dengan kedewasaan Suho yang selalu mengalah untuk meminta maaf lebih dulu.  Tapi kali ini, dia sendiri tidak mengerti kenapa dia menjadi terlalu emosi dan tega melayangkan sebuah pukulan ke wajah sahabatnya sendiri. Kali ini, amarahnya mengalahkan kedewasaannya.

“Maafkan aku…”seru Suho pelan akhirnya buka suara

Kris menoleh sesaat lalu menghela napas panjang, “yang seharusnya minta maaf adalah aku”balasnya. “Maafkan aku. Bahkan tentang sesuatu hal yang harusnya aku lebih tau, aku justru tidak mengerti apapun”

Suho tersenyum tipis, “itu karena kau terlalu memaksakan diri”

“Maksudmu?”

“Kau selalu bertindak sesuai emosimu tanpa memikirkan bagaimana resiko ke depannya. Kau menikah padahal sebenarnya kau belum siap untuk itu, kau pergi meninggalkan Korea dan berusaha keras mengurus anakmu sendiri tanpa bantuan dari siapapun padahal sebenarnya tubuhmu sangat letih”jelas Suho. “Tapi, aku rasa hal itu lebih baik karena kau bisa mempertanggung jawabkannya” Suho menepuk pundak Kris. Kali ini lebih rileks dan lebih tulus. Tidak ada lagi yang mengganjal pikirannya. Kris tidak akan pergi dan Sehun tidak akan bersedih.

“Kau akan bekerja dimana setelah ini?”tanya Suho

Kris menggeleng, “tidak tau. Tapi aku rasa untuk beberapa saat, aku ingin fokus menghabiskan waktuku bersama Sehun. Aku ingin bermain bersamanya dan mengajaknya jalan-jalan”

“Kau bisa bekerja di tempatku jika kau mau”

“Apa?! Tidak… kau mau aku membuat seluruh muridmu menangis dan Sehun semakin memusuhiku jika aku bertemu dengan Jessica, huh?”cibir Kris kesal

Suho terkekeh, “yaah, bahkan kau tidak bisa mengurus anakmu dengan baik”

“Hey, aku bisa mengurusnya dengan baik! Bahkan sangat baik!”protes Kris

“Hahaha…baiklah. Yang terpenting adalah semuanya menjadi lebih baik sekarang”

***___***

“Jongin!” Baru satu langkah memasuki gerbang sekolahnya, Luhan langsung berlari begitu melihat punggung Jongin yang berada di depannya. Jongin menoleh.

“Luhan? Ada apa?”

“Apa hari ini kita akan menjenguk Sehun? Kau sudah meminta ijin pada orang tuamu?”

Ekspresi Jongin berubah murung, “mereka tidak mengijinkanku. Aku rasa, aku tidak akan menjenguk Sehun hari ini”

“Benarkah?” Luhan juga ikut cemberut. “Baiklah. Kalau begitu aku saja yang pergi ke rumah sakit”

“Tapi aku mau ikut”potong Jongin cepat

“Tapi kan ngga dibolehin”

“Luhan”seru Jongin mencekal lengan Luhan, menyuruhnya untuk berhenti. “Bagaimana jika sekarang kita pergi menjenguk Sehun?”

Kening Luhan berkerut, “sekarang? Tapi kan kita harus belajar”

“Ayolaah. Aku juga ingin menjenguk Sehun. Sepulang sekolah nanti, orang tuaku akan menjemputku dan sebelum itu, kita harus sudah berada di sekolah ini”

“Tunggu. Kau mengajakku membolos?”pekik Luhan dengan mata melebar

Jongin memutar bola matanya, “eungg…bisa dibilang begitu. Tapi kau harus menemaniku. Aku ingin menjenguk Sehun. Bukankah kita sudah berjanji akan membawakan susu strawberry untuknya?”

“Tapi……”

“Aku mohoon”rengek Jongin memasang tampang memelasnya. Luhan mengigit bibir bawahnya, menatap Jongin bingung namun juga tidak tega untuk menolaknya.

“Ba..iklah. Tapi, sebelum bel pulang berbunyi, kita harus sudah kembali”

“Aku tau!”balas Jongin bersemangat. “Kajja!”

***___***

Sehun terus memperhatikan Kris yang sejak tadi duduk didekat jendela sambil membaca koran dan menikmati kopi paginya. Tangannya tidak lepas memeluk boneka platypus kesayangannya. Sinar matahari yang menyinari ruangannya, semakin membuat wajahnya terlihat berseri. Dia sudah jauh lebih baik karena rona merah mulai terlihat di kedua pipinya.

Zhoumi dan Sooyoung juga ada disana. Walaupun kembali ke rumah mereka semalam dan membiarkan Suho dan Kris menjaga Sehun, pagi-pagi sekali mereka kembali datang dan Zhoumi lebih memilih untuk meninggalkan pekerjaannya.

Daddy…”panggil Sehun. Suaranya masih serak.

“Hmm?”

“Sehun merasa bosan”

Kris menurunkan korannya dan menoleh pada Sehun, “bosan? Kau mau jalan-jalan? Atau kau mau daddy mengganti siaran televisinya?”

“Sehunie, apa kau sudah bosan dengan PSP-nya? Kau mau haraboji membelikan yang baru? Atau kau ingin permainan yang lain?”sahut Zhoumi menghampiri Sehun

“Appa, jangan berikan PSP atau game yang lain. Sehun harus belajar bukan terus bermain”ujar Kris sedikit kesal karena Zhoumi memberikan PSP baru untuk anaknya.

“Appa hanya ingin menghibur Sehun, Kris”

“Aku tau. Tapi aku tidak mau nilai pelajarannya menurun karena dia banyak bermain”

“Wae? Apa salah jika oema dan appa memanjakan cucu kami?” tambah Sooyoung juga mengeluarkan protes

Kris hanya bisa menghela napas panjang, jika sudah begini, dia tidak akan bisa menang.

“Bukan. Sehun bukan ingin game yang baru” suara kecil Sehun terdengar

“Lalu? Apa yang kau inginkan Sehunie, hm?” Sooyoung duduk ditepi ranjang Sehun sambil menghusap rambut jamurnya yang sedikit berantakan.

“Sehun ingin pergi ke sekolah. Disini sangat bosan”

“Mwo? Tapi kau sedang sakit chagi…”

“Sehun merasa sudah sehat sekarang”balasnya kemudian menoleh pada Kris. “Daddy, kapan dokter memperbolehkan Sehun pulang?”

“Jika kau sudah sembuh, kau pasti boleh pulang”

“Sehun sudah sembuh sekarang”

“Tidak Sehunie. Kau masih perlu istirahat beberapa hari lagi”

Daddy, Sehun ingin pulang. Sehun ingin pergi ke sekolah”rengek Sehun bersikeras

“Jika kau ingin cepat masuk sekolah maka kau harus rajin minum obat dan makan yang banyak”

“Shireo. Obatnya sangat pahit”

“Baiklah. Kalau begitu kau tidak akan bisa pergi ke sekolah secepatnya”

“Mwo? Andwaeyooo…” Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya. “Daddy, Sehun ingin pergi ke sekolah”

“Jadi minum obatmu, oke?”

Sehun mengerucutkan bibirnya kesal, “arasseo”

“Sehunie, kenapa kau ingin pergi ke sekolah? Apa sekolah sangat menyenangkan?”tanya Sooyoung

“Emp. Sangaaaaat menyenangkan. Sehun mempunyai banyak teman-teman, So Eun sonsengnim dan Suho appa juga sangat baik. Sehun menyukai sekolah”

Sooyoung tersenyum lega, “benarkah? Apa Baekhyun dan Chanyeol juga menjagamu?”

“Tentu saja. Mereka selalu ada disamping Sehun”

“Aku benar-benar sangat senang karena dia menemukan teman-teman yang baik”ujar Zhoumi mengingat bagaimana sifat pendiam Sehun

“Na do yeobo. Sehun terlihat sangat bahagia dan aku juga sangat terharu saat kemarin melihat semua teman-teman sekelasnya datang menjenguk terlebih lagi dua murid yang bahkan tidak mau pulang itu. Mereka seperti begitu menyayangi Sehun”

“Sehunie…” tiba-tiba Ga In muncul dari balik pintu dengan membawa sebuah plastik putih. “Ahjumma membawa coklat dan ice cream strawberry untukmu”

Mata Sehun seketika berbinar, “benarkah?”

“Emp. Kau mau?”

“Noona” Kris menutup kembali plastik putih yang hendak di buka oleh Ga In. “Sehun masih sakit jangan berikan ice cream padanya”

“Tapi bukankah Sehun sangat menyukai strawberry? Aku hanya ingin menghiburnya”

Daddy, I want it

Kris menggeleng, “no Sehunie. You can’t eat this

Daddy, I want it!”ulang Sehun lagi kali ini menekan kalimatnya

No Sehunie”

“Harmoni….” Dan Kris tidak akan bisa menang jika Sehun sudah merengek pada neneknya yang terkenal paling cerewet dan tidak bisa dibantah. “Sehun ingin icecream itu”

“Tapi Sehun sedang sakit”

“Aniyo. Sehun sudah sembuh. Jebaaal….”

“Hhhh….baiklah. Ttal, bawa kesini icecreamnya”suruh Sooyoung

“Oema…”cegah Kris namun Sooyoung seperti tidak mempunyai telinga. Ia benar-benar tidak bisa dibantah.

***___***

Dua anak kecil itu berjalan diatas trotoar sambil bergandengan tangan. Rumah sakit tidak jauh dari sekolah mereka, bahkan gedungnya dapat terlihat dengan jelas. Mengingat jika mereka mempunyai janji pada Sehun, akhirnya keduanya berhenti di depan sebuah supermarket.

“Kita jadi beliin susu strawberry buat Sehun kan?”tanya Luhan yang dijawab dengan anggukan Jongin. “Jongin punya uang buat beliin Sehun susu strawberry?”

“Ada nih. Uang saku yang dikasi oema cukup kok. Kamu?”

“Aku juga ada. Tadi malem, aku udah ngambil uang di tabungan”

Luhan dan Jongin memasuki supermarket, sebelumnya mengambil sebuah keranjang belanjaan berwarna biru yang terjejer dibagian depan. Bersama-sama memegang pegangan keranjang di sisi kanan dan kiri, keduanya langsung menuju tempat susu dan minuman yang lain.

“Luhan kita kesana dulu” Jongin menarik pegangan keranjang membuat tubuh Luhan ikut tertarik.

“Jongin, kita mau kemana?”

“Disana ada cereal yang biasa aku makan. Hadiahnya adalah pororo. Aku belum mendapatkan Krong jadi aku mau mencarinya”

“Tapi kan kita mau beli susu strawberry buat Sehun. Ntar duitnya ngga cukup loh” Luhan memperingatkan

“Cuma liat kok. Ngga beli” Jongin berkilah. “Ayo cepet…”

Luhan memegangi topi kuning bundarnya dengan sebelah tangan karena tangan yang lain memegang pegangan keranjang yang ia pegang bersama Jongin. Jongin berjongkok di depan kotak-kotak sereal berwarna hijau kuning dan biru yang tersusun rapi disana, memperhatikannya dengan seksama seperti kotaknya akan berubah tiba-tiba.

“Jongin, kita kan ngga tau kotak mana yang hadiahnya Krong”seru Luhan

“Ssst, aku sedang konsentrasi….”

TBC

Iklan

37 thoughts on “FF : Daddy’s best Friend Chapter 12

  1. Tiikaa berkata:

    Aigooo….
    Akhirnyaaa sehun mulai membaik keadaannya eon…
    Trus itu kris hebat bnget..
    Dia rela berhenti kerja demi bsa ttep brsama sehun dan sehun gk marah lgi sma dia…
    Bener2 appa yg baik…

    Wahhh,, itu jongin ngajakin luhan yg gk baik,,
    Next chapter aku tunggu ya eon 🙂

  2. rani berkata:

    akhirnya yg ditunggu keluar juga!!

    kris kamu appa idaman#hlow??mksudnya suami idaman jika saja sehun mengijinkanmu menikah hehehe
    sehun sudah sehat hemzz lega lega
    jongin kamu bener2 bikin ngakak cari hadiah cereal aja pakai acara konsentrasi

    lanjutkan thor!!!!!!!!!!
    keep writing lah buatmu thor SEMANGAT

  3. chanyeollove berkata:

    suka banget bagian kris sama sehun yang pelukaaaannnn <3< tapi itu kai sok konsentrasi banget deeehhh -_- wakakak

    lanjut ya thor!! semangat terus lanjutinnyaa!!!!

  4. irnacho berkata:

    hahahaha kai lucu bgt sih, milih bgtu aja konsentrasi ckckck
    paling suka deh klo sehun sm kris udh debat pake bhs inggris. tuh anak sm bapak bikin greget pengen nyubit

  5. MRS.KRIN berkata:

    Apa banget dh jongin :3 milih gituan aja pakek kosentrasi
    paling ujung”nya dibeli juga -_-
    kris sma sehun bahagia selamanya ya next part ditunggu

  6. raishaa berkata:

    ngeekk jongin nakal ngajakin luhan membolos -_- kira-kira nyampe nggak tuh mereka ke rumah sakit sehun? hati-hati aja nyasar hahaha 😀 oke, dilanjut terus yaaa. fighting!

  7. Sherry Cho berkata:

    Eaa luhan dan jongin telah bersatu
    Biasanya musushan tuh, apa jongin bener mau lihat krong aja ?._.
    Pokoknya lanjutannya ditunggu deh, apalagi sehun makin cute dah disitu, aku bingung mau ngomong apa alagi, udah itu aja deh
    Next chap ditunggu eon

  8. cicil berkata:

    konsentrasi apaan ituuuu aahhh lucu deh. Luhan mau aja ya dipengaruhin sama Jongin -__- masa masih tk udah belajar bolos wkwk. Sehun gws yaaa, entar Kris jadi guru coba? ga bisa bayangin nih ._. lanjut yaa

  9. MimiJJW berkata:

    Uh Sehuun kmu cute bgt aku gemez bacanya Luhan ama Kai Juga kalian manis bgt Sih yaampun Kai kamu ini Ya bandel amat sih sini cubit dulu wah si Kris ampe berenti kerja segala trus ntar dia kerja dimana donk?

  10. aufa pasuma berkata:

    akhirnya Kris ngga jadi pergi
    yaaaah meskipun harus berenti kerja
    ih Jongin sok tau deh
    sok-sokan konsentrasi lagi
    nanti klo cerealnya dibeli gmn?
    jadi ngga jadi beli susu strawberry buat sehun deh
    lanjutanya yaaa thooor 🙂

  11. juniaangel berkata:

    Aduh Kris calon ayah yg baik …..lucunya KaiLu ampai bokos skolah cuman buat jenguk Sehun apalagi pas terakhir gaya Kai pke konsen segala kaya yg ea aja makin seru lnjut thor

  12. YooXi kiszLUck berkata:

    Sumpah ini Daebak (y) 😀
    teriak” gaje gue bacanya 😀
    Kris, appa yang baik. good job 🙂
    aduh, enak ye jadi Sehun. apa” bisa diturutin. demi Luhan, gue juga pengen :3
    OMG!!! KAIHAN, you make me so…~may :3 itu cute sekali 😀
    Next Chap~ Mija eon FIGHTING !!! .)9

  13. krishun ^^ berkata:

    thor lucu,tambah seru,terharu,tapi krisnya terlalu ngelarang-larang sehun gitu,luhan sama jongin aku suka,pokoknya ff ini ff favorite bgt deh,soalnya main cast bias aku,hehe ,keep hwaiting!!!

  14. Lia berkata:

    thorrr!!! lanjuttt!!! seru bingitt!! maap baru bisa koment,, ntar ending nya bagemane ya?? moga jangan sama jessica ye thor?? *abaikan thor* sumpah,, keren thor,, jangan lama2 ye thor?? aku tunggu,, 🙂

  15. Shin Seul Gi_99HunHan shipper berkata:

    Aq ska dh crta” author oh mi ja,.Kpn d’lanjut neeh thor q uda nunggu lama ,.pnasarn ma crta kocak ni d’post cptn yah yg chap13^^gumawo author fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s