FF : The House Tree 2 – Tujuh

The House Tree II

Tittle              : The House Tree 2

Author            : Ohmija

Genre              : Family, Brothership, Friendship, A little Comedy Action Sad

Cast                : EXO

Summary        : “Sebaiknya kau peringatkan dirimu sendiri! Bukankah kau justru orang yang paling khawatir jika mereka terluka?!”

Chen kembali dan dia tidak menemukan siapapun di tempat mereka semula berdiri. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari-cari teman-temannya yang lain diantara kerumunan orang-orang yang berlalu-lalang

“Chen, mana Luhan hyung dan yang lain?”tanya Kris muncul bersama Chanyeol

Chen menggeleng, “Aku tidak tau. Aku baru kembali dari toilet dan mereka tidak ada”

“Coba hubungi Baekhyun” Kris menyuruh Chanyeol yang langsung meraih ponselnya di dalam saku celana. Mencari nama Baekhyun dan langsung memencet tombol panggilan.

Setelah beberapa saat menghubungi, kening Chanyeol seketika berkerut begitu mendengar nada sibuk di sebrang panggilan.

“Kenapa dia mematikan panggilanku?”gumam Chanyeol memandang layar ponselnya dan mencoba menghubungi Baekhyun lagi. Tapi kali ini, ponselnya justru tidak bisa dihubungi.

“Tidak aktif. Mungkin ponselnya kehabisan baterai. Aku akan menghubungi Jongin”

“Sudahlah”cegah Chen. “Mungkin mereka pulang lebih dulu”

“Bodoh. Bukankah dia menyuruhku untuk membeli minuman? Kenapa dia justru pulang lebih dulu?”rutuk Kris kesal lalu akhirnya mencari sebuah taksi dan kembali ke rumah.

***___***

Hanya Chanyeol yang kembali ke rumah, sedangkan Chen kembali ke rumahnya sendiri dan Kris kembali ke apartementnya. Ia tidak bertemu dengan ibunya dimanapun dan langsung menuju kamar Sehun yang terletak di lantai 3. Membuka pintunya dan mendapati adiknya sedang duduk di balkon kamar seorang diri sambil melamun.

Bahkan ia tidak menyadari jika Chanyeol mulai mendekat dan sudah menjatuhkan diri di sampingnya. Chanyeol menatap Sehun bingung, menggoyang-goyangkan telapak tangannya di depan wajah adik bungsunya itu namun ia tidak kunjung sadar. Hingga akhirnya ia menepuk pundak Sehun membuatnya seketika terlonjak.

“Kenapa kau mengagetkanku!”rutuk Sehun kesal. Beberapa detik kemudian tersadar sesuatu. “Kau sudah pulang? Mana Luhan hyung dan yang lain?”

“Mwo? Mereka belum sampai?”

Kening Sehun berkerut bingung, “ha?”

“Aku pikir mereka pulang lebih dulu”

“Kalian tidak pulang bersama?”

“Ani. Kami pulang bersama. Tapi saat di stasiun, kami berpisah. Luhan hyung meminta Kris hyung untuk membeli minuman dingin untuknya jadi aku menemani. Sedangkan Chen pergi ke toilet. Tapi saat kami kembali, mereka sudah tidak ada”

“Mereka tidak mengatakan apapun?”

Chanyeol menggeleng, “Aku sudah menghubungi Baekhyun tapi ponselnya tidak aktif”

Ada firasat buruk yang menyelinap masuk ke pikiran Sehun. Buru-buru, ia berlari ke dalam kamarnya, menyambar ponselnya yang tergeletak begitu saja diatas ranjang tidur dan sesegera mungkin mencari nama Luhan.

Tidak aktif.

Ia tidak menyerah dan kembali menghubungi Suho.

Juga tidak aktif.

“Kenapa semua ponsel mereka tidak aktif?”rutuk Sehun memencet tombol ponselnya kesal, kali ini berusaha menghubungi Kyungsoo.

Hingga tiba-tiba Kris mendobrak masuk ke kamar Sehun, napasnya terengah-engah tak karuan. Sepertinya dia habis berlari.

“Hyung, kau bilang kau akan pulang ke apartement”seru Chanyeol bingung saat Kris muncul

Kris mengabaikan itu, ia justru menghampiri Sehun dan menunjukkan beberapa lembaran putih di depan wajahnya.

“Mereka pergi…”desisnya dengan rahang mengatup rapat.

Sehun belum bisa menangkap maksud dari ucapan Kris itu. Ia memandang lembaran putih yang ada di tangannya cukup lama. Begitu semua pikiran-pikiran buruk itu mendorong dan memaksa untuk keluar, baru ia menyadari jika ada sesuatu yang buruk telah terjadi.

“Ini adalah surat pemberhentian mereka…”

“MWO?!!”jerit Chanyeol terkejut mendengar ucapan Kris. “Hyung, apa maksudmu?!”

Kris meraih salah satu tangan Sehun dan meletakkan lembaran kertas itu diatas telapak tangannya. Memandang adiknya dengan tatapan lirih namun tidak bisa berbuat apapun.

“Luhan dan Xiumin adalah partner terbaikku dalam menciptakan ide-ide iklan ataupun film. Kami bisa membangun kerja sama yang baik dan memuaskan para klien. Jika tidak ada mereka, aku tidak bisa bekerja dengan baik”jelas Kris menghusap rambut Sehun lembut. “Maafkan aku. Aku bukannya ingin lari dari tanggung jawab. Tapi jika mereka berhenti, aku juga akan berhenti”

Seperti petir di siang yang begitu terik, ada sesuatu yang seperti menusuk dada Sehun tepat di hatinya. Ia berdiri diam, tertunduk dengan mata menerawang. Tidak mampu mencerna semua yang telah terjadi.

Mereka hanya berpisah selama satu hari dua malam dan semuanya seketika berubah. Mereka pergi, tanpa mengucapkan sebuah kata perpisahan ataupun kabar. Tanpa memberikan sesuatu yang bisa menenangkan hatinya, mereka pergi begitu saja.

“Hyung, kau bercanda?! Mereka tidak mungkin melakukan itu!” Chanyeol mengelak

“ Mereka melakukannya Chanyeol”balas Kris tanpa menoleh kearah Chanyeol dan tetap memandang Sehun. “Mereka pergi dari perusahaan dan…rumah ini…”

“Tidak mungkin!”tandas Chanyeol masih mengelak. “Baekhyun adalah sahabatku. Dia tidak mungkin meninggalkanku!”

Sehun menelan ludah pahit. Ingin rasanya ikut berteriak seperti Chanyeol dan mengelak semua ucapan Kris. Tapi, begitu membeberkan kertas itu dan melihat apa isinya, ia menjadi tau jika semua ini bukan hanya sebuah kebohongan belaka. Ini nyata dan mereka memang benar-benar pergi.

“Sekarang semua ada ditanganmu. Karena kau adalah pewaris tunggal keluarga Park”

“Bukan aku! Tapi kau dan Chanyeol hyung juga!”balas Sehun dengan nada mulai meninggi

Kris menggeleng, “tidak Sehun. Kau masih menjadi pewaris tunggal keluarga ini karena appa mewariskan seluruh hartanya hanya untukmu. Semua itu sudah sah di mata atak”

“Tapi, kau dan Chanyeol hyung juga anak appa! Aku akan mengurus semuanya dan membagi harta warisan itu untuk kalian juga”

“Aku tidak mau” Kris menahan lengan Sehun. “Kami adalah kakakmu tapi kami bukan lagi bagian dari keluarga ini…”

Sehun nyaris menumpahkan air matanya jika ia tidak sekuat mungkin menahannya, ia tersentak. Menatap Kris dengan tatapan meminta penjelasan atas ucapannya.

Bukan bagian dari keluarga ini? Apa maksudnya?

“Kenapa sekarang aku lebih merasa jika aku adalah bagian dari keluarga Jung? Kenapa aku merasa bahwa Busan adalah rumahku sedangkan tempat ini bukan?” Kris mengulurkan tangannya kembali, mengatupkan kedua tangannya di pipi Sehun dan tersenyum tipis. “Kenapa orang asing lebih terasa seperti keluarga daripada ibu kandung sendiri?”

Sehun mengetahui semuanya. Ia bahkan sudah bisa menangkap jelas apa yang telah terjadi. Apa alasan Luhan dan yang lain meninggalkan rumah dan pekerjaan. Ia tau dan ia sangat yakin jika semua itu karena satu orang.

Menghusap air matanya, Sehun melepaskan tangan Kris yang mengatup pipinya dan berlari keluar. Bukan bermaksud untuk menjadi provokator atas ibunya sendiri, tapi Sehun sudah dewasa dan dia ingin Sehun menjadi namja dewasa yang bisa mengambil keputusan tepat.

Menuruni anak-anak tangga dengan lompatan, Sehun menelusuri rumah mewahnya untuk mencari sosok ibunya. Dalam hati, tanpa kesadarannya sendiri ia berhadap jika ia mampu menahan emosinya nanti.

Mendobrak pintu kamar ibunya secara paksa, membuat sang ibu yang sedang asyik menonton tv terkejut, Sehun menatap tajam kearah yeoja tua yang sudah sangat lama menghilang itu. Rahangnya mengatup, juga kepalan tangannya yang semakin mengeras.

Sehun berdesis tajam, “apa yang oema atakana pada Luhan hyung?”

“Sehunie, wae? Kenapa kau tiba-tiba masuk dan menatap oema seperti itu?”

“APA YANG OEMA KATAKAN?!”

Dan semuanya keluar. Kekesalan, kesedihan dan kesesakan di dalam dadanya. Ia berteriak, cukup keras sampai ibunya mengerjap dan mundur.

“Oema tau kan mereka adalah saudaraku?! Aku sudah mengatakannya dan kenapa oema mengusir mereka?! Mereka adalah hyungku!” Sehun mencekal lengan ibunya dan mengguncang tubuhnya

Nyonya Park tercekat, “oema… tidak mengusir mereka….”

“Oema mengusir mereka!”

Dan saat cekalan itu terlepas, nyonya Park baru merasakan sakit di lengannya akibat cekalan Sehun yang lumayan kuat.

Sehun berbalik, mengacak rambutnya fustasi dan kini menangis. Menggeram kesal tanpa mengetahui jika ibunya sedang meringkuk merapat dinding dan merasa ketakutan setengah mati akibat amukannya.

Mencoba menguasai dirinya sendiri, Sehun kembali memalingkan wajah. Menatap nyonya Park dengan wajahnya yang basah dan merah.

“Ini adalah cara oema membuatku menjadi gila secara perlahan”desisnya dengan menggertakkan gigi. “Tunggu saja…aku bisa jauh lebih gila daripada ini”

PRANKKK

Sehun membanting sebuah vas bunga yang ada di atas meja dekat pintu sebelum ia pergi, membuyarkan beberapa orang pembantu yang kebetulan lewat dan membuat mereka seketika menunduk dalam-dalam.

Selama mereka bekerja di rumah itu, ini adalah kali pertama mereka melihat sang majikan begitu mengamuk hebat. Dan yang membuatnya semakin tercengang, amukan hebat itu berasal dari ibu kandung sendiri.

Entah. Tapi mereka mengenal sosok Sehun sebagai sosok penyayang dan perhatian pada orang lain, terlebih lagi keluarganya. Tapi kali ini, sosok itu tidak terlihat lagi. Dia seperti monster yang sangat menakutkan.

Melewati Kris dan Chanyeol yang begitu terperangah melihat sikapnya, Sehun terus berjalan menuju garasi. Masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya pergi entah kemana.

***___***

“Kenapa kita tidak tinggal di rumah sewa kita yang dulu?”tanya Lay setelah mereka mendapatkan rumah baru yang tidak begitu jauh dari universitas Jongin.

“Kris dan Chanyeol mengetahui tempat itu. Mereka akan menemukan kita dengan mudah”jawan Luhan datar mulai mengeluarkan barang-barangnya

“Hyung…”panggil Baekhyun duduk di hadapan Luhan. “Kau benar-benar ingin memisahkanku dengan sahabatku? Dengan adikku?”tanya Baekhyun berusaha agar suaranya tidak bergetar.

“Apa yang terjadi? Apa yang dikatakan oleh nyonya Park padamu?” Xiumin ikut menyahuti. Sama halnya dengan yang lain, ia tidak terima dengan keputusan Luhan yang begitu mendadak.

“Kau tidak akan pernah bisa memisahkan kami, hyung. Walaupun kita pergi sejauh apapun, selama apapun, aku yakin Baekgu akan menemukan kita. Cepat atau lambat”seru Jongin duduk termenung di sudut ruang tamu. “Kau lupa? Aku masih berada di universitas yang sama dengannya!”

“Jongin, mengertilah. Kita berbeda dengannya! Kita berasal dari keluarga sederhana dan dia adalah pewaris tunggal keluarga kaya. Kita berbeda!”

“Aku tidak perduli!”seru Jongin nyaris membentak kemudian berdiri. “Aku tidak perduli jika dia adalah Park Sehun atau Jung Sehun. Siapapun dia, bagiku dia tetap Baekgu. Sahabatku! Dan kau tidak akan bisa melarangku untuk bertemu dengannya lagi!”

“Jongin, kau membantah perintahku?!”

“Jangan pernah lupa jika Kris hyung juga sahabatmu. Bukankah kau tau jika dia tidak bisa melakukan apapun tanpamu?”

Jongin menghusap air matanya dengan lengan baju lalu berjalan keluar. Saat ini, suasana hatinya benar-benar sangat buruk hingga ia ingin memukul siapapun untuk melegakan rasa sesaknya.

Kyungsoo hanya bisa menghela napas panjang melihat pertengkaran itu. Menyandarkan punggungnya pada dinding dan menatap menerawang ke langit-langit ruang tamu,  “Apa Baekgu sudah makan? Biasanya pada jam-jam seperti ini, dia akan ke kamarku dan merengek agar aku memasak makanan untuknya”

“Benar. Biasanya dia juga akan memaksaku untuk membantunya mengerjakan soal matematika”sahut Suho

“HENTIKAN!” Luhan tiba-tiba berdiri dan menatap yang lain dengan pandangan kesal. “Bisakah kalian berhenti mengkhawatirkan mereka?! Mereka sudah dewasa dan mereka bisa mengurus diri mereka sendiri!! Dengar?!”bentaknya membuat yang lain seketika bungkam.

Merasa harus mengambil sebuah tindakan atas kelakuan Luhan yang dianggap sudah lewat dari batas, Xiumin ikut berdiri dan menatapnya lurus.

“Sebaiknya kau peringatkan dirimu sendiri! Bukankah kau justru orang yang paling khawatir jika mereka terluka?!” Xiumin tersenyum mendengus, mendorong pundak Luhan lalu juga pergi keluar.

***___***

Kenapa hari senin begitu cepat datang? Membuat namja berkulit gelap itu harus pergi kuliah dengan mood yang tidak baik. Jika dulu dia dan Sehun selalu berangkat bersama, tidak kali ini. Ia merasa kesepian karena hyung-hyungnya sedang sibuk menentukan tempat bekerja mereka yang baru.

Menyeret langkahnya dengan malas setelah turun dari bus, Jongin sengaja mengulur waktu agar sampai di universitas lebih lama.

“Annyeong Jongin…” Seorang yeoja menghampirinya, melambaikan tangan dan tersenyum lebar.

Kening Jongin berkerut, “kau,?”

“Kau tau aku?”tanyanya terlihat begitu bersemangat

“Yoon Sohee” Jongin berujar malas, mengabaikan yeoja cantik itu dan kembali melanjutkan langkahnya.

“Kau benar-benar mengenalku?!”jerit Sohee senang sambil menyusul langkah Jongin. “Jongin-ah, benarkah?”

“Kita bahkan tidak akrab. Bagaimana bisa kau bicara dengan bahasa formal denganku?”ketus Jongin

“Baiklah. Kalau begitu kita akan menjadi akrab mulai dari sekarang”

“Tsk, jangan mimpi” Jongin mencibir. “Aku tidak mau berurusan denganmu juga dengan namjachingu-mu itu”

“Maksudmu Seo Woo Bin?”

Jongin hanya diam.

“Dia bukan namjachingu-ku. Kami hanya teman…”

Jongin tetap diam.

“Hey Jung Jongin!”

“Jangan menyentuhku!”sengit Jongin menepis tangan Sohee yang ingin menggandeng lengannya lalu menatapnya tajam. “Dengar! Aku sudah punya banyak masalah dan aku tidak mau kau menambah masalahku lagi! Jadi sebelum aku marah besar padamu, sebaiknya kau pergi dan jangan pernah mengirimkan coklat ataupun hadiah-hadiah lagi. Mengerti?!”

Seumur hidupnya, bagi Jongin ini adalah pertama kalinya ia membentak seorang wanita. Bahkan membuatnya benar-benar terlihat ketakutan seperti tadi. Semua masalah yang terjadi akhir-akhir ini akhirnya membuat dirinya yang memang sedikit temperamental menjadi lebih temperamental dari biasanya. Bahkan dia berharap jika saja Sohee adalah seorang laki-laki, dia sangat ingin menghajarnya.

Jongin berjalan dengan langkah-langkah panjang dan geram menuju universitasnya. Masih dengan emosi tertahannya di dalam hati seperti sebuah bom yang sedang menunggu waktu untuk meledak kapan saja.

Hingga tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundak Jongin membuat Jongin berbalik dan siap berteriak lagi. Ia pikir Yoon Sohee masih mengejarnya. Tapi ternyata dugaannya salah. Itu Sehun.

Jongin sudah membuka mulutnya namun seketika bungkam begitu melihat siapa yang ada di depannya.

“Apa yang dikatakan oemaku padamu?”desis Sehun tajam

Jongin mengigit bibir bawahnya kelu, “tanya saja pada Luhan hyung”

“Dimana dia sekarang?”

“Dia melarangku untuk memberitahumu”

“Kenapa?!” bentak Sehun mendorong tubuh Jongin kasar. “Kalian mau meninggalkanku?! Bahkan tidak mengatakan apapun! Kenapa?! Kalian membenciku?!”

“Jangan mendorongku!”balas Jongin juga mendorong tubuh Sehun

BUGG

Sehun memberikan satu pukulan keras di wajah Jongin, membuat namja itu termundur. “Aku membencimu Jung Jongin! Berani sekali kau meninggalkanku begitu saja!”

BUGG

Jongin menghusap sudut bibirnya, berdiri tegak dan tidak tinggal diam. Dia balas memukul Sehun. “Kau pikir siapa dirimu?! Apa karena kau anak orang kaya sehingga aku tidak bisa jadi saudaramu, huh?! Aku memang tidak kaya sepertimu tapi bagiku kau tetap Baekgu! Kau tidak pernah berubah!”seru Jongin terengah-engah. Kemudian menatap lurus pada Sehun. “Kau tau? Aku juga sangat membencimu…” Ia menghentikan ucapannya sejenak. “Jung Sehun…”

Dan nama itu…seperti menghilangkan rasa sakit pukulan yang diterimanya. Sehun berdiri tegak, tersenyum tipis lalu menunduk.

“Mianhae….”lirihnya

Jongin menghampiri Sehun dan menepuk sebelah pundaknya, “Bodoh. Apa kau pikir karena kami meninggalkan rumah, dan Luhan hyung menyuruh kami untuk menghilang dari hidupmu, kau akan percaya begitu saja? Aku tidak akan meninggalkan sahabatku! Walaupun aku bukan anak orang kaya tentunya…”

Sehun mengangkat wajahnya, balas menatap Jongin. “Kau tau kan aku tidak pernah berubah? Dan aku tidak perduli dengan status kalian”

“Justru itu yang membuatku tidak akan meninggalkanmu” Jongin tersenyum yakin. “Kami hanya butuh waktu dan juga memberimu waktu bersama ibumu lebih lama. Kami tidak ingin mengacau”

“Tapi kalian tidak—“

“Aku tau”potongnya mengangguk. “Aku tau dan aku mengerti. Tapi, ini benar-benar saat yang sulit. Mengertilah”

“Jadi Luhan hyung yang menyuruh semua ini?”

“Ck, Sehun-ah…ayolah.. apa kau benar-benar sepolos itu, hm?” Jongin berkecap lalu geleng-geleng kepala. Sedangkan Sehun memandangnya dengan kening berkerut. “Walaupun dia menyuruhku mati-matian untuk menjauhimu, meninggalkan rumah dan perusahaan tapi sebenarnya dia adalah orang yang merasakan sakit paling dalam”

Mereka akhirnya sampai di taman universitas dan duduk bersisian di sebuah bangku kayu.

“Luhan hyung tidak tidur semalaman dan hanya bermain dengan Baekgu di halaman”

Mata Sehun melebar, “Baekgu?!”sentaknya terkejut

“Yeaah.. dia membawa Baekgu kesini”angguk Jongin. “Aku rasa dia sudah merencanakan ini dari awal jadi dia membawa Baekgu sebagai penggantimu. Dan aku rasa dia sudah gila karena terus memaksa Baekgu terjaga sepanjang malam hanya untuk menemaninya bermain. Dia menyiksa Baekgu dan aku rasa Baekgu mulai depresi jadi tadi pagi dia sama sekali tidak mau mendekati Luhan hyung. Aku rasa dia trauma”

“Hey, kenapa kalian menyiksa adikku?!”

“Luhan hyung yang menyiksanya” Jongin memperbaiki ucapan Sehun.

“Siapapun itu. Kau harus menjaganya dengan baik!”

“Jangan berteriak. Kau tau aku sedang kesal, huh? Kau mau kita saling memukul lagi?”cibir Jongin melirik Sehun sinis

Sehun menghela napas panjang, “aku juga sedang kesal”

“Park Sehun!”

Sehun dan Jongin sama-sama menoleh saat seseorang memanggil.

“Minwoo? Wae?”tanya Sehun bingung

“Ada seseorang yang mencarimu”

“Siapa?”

“Entahlah. Seorang wanita. Pakaiannya hampir mirip seorang biarawati”

“Mwo?!”

“Pwahahaha… Ya! Sejak kapan kau mengencani seorang biarawati? Kau tau biarawati tidak boleh berkencan, huh?”ejek Jongin tertawa geli

“Apa kau pikir aku sudah gila?!”ketusnya sengit lalu menoleh pada Minwoo. “Aku tidak mengenalnya. Biarkan saja”

“Kau harus menemuinya karena tadi yang ku lihat wajahnya terlihat pucat dan panik. Sepertinya masalah serius”

“Ha?”

“Jangan-jangan kau menghamilinya” Jongin semakin menjadi-jadi.

“Diam Jung Jongin!”

***___***

Akhirnya Sehun dan Jongin bersama-sama berjalan menuju gerbang universitas seperti yang diberitahu oleh Minwoo jika wanita itu sedang menunggu disana. Sesampainya disana, kening Sehun semakin berkerut mendapati siapa yang ternyata mencarinya.

“Bukankah anda suster panti asuhan?” Sehun bertanya langsung membuat suster itu menoleh.

“Namamu adalah Sehun?”

“Yaaah”

“Park Sehun?”

“Benar”

“Nama ayahmu adalah Park Soo Joon?” suster itu memburu

“Iya. Lalu kenapa?”

“Aku telah mengirim sebuah surat ke rumahmu tapi sepertinya kau belum menerimanya. Tadi pagi, aku juga pergi ke rumahmu untuk bertemu denganmu tapi aku malah diusir oleh ibumu”

Mata Sehun melebar, “Ke rumahku? Untuk apa? Dan darimana anda tau rumahku?”

“Aku tau jika ayahmu meninggal beberapa tahun yang lalu dalam kecelakaan mobil”seru suster itu membuat Sehun semakin tidak mengerti. “Dia mengalami kecelakaan itu bersama nyonya Yoon Hwa Jung. Dia adalah istri kedua ayahmu”

“Tsk, apa anda seorang mata-mata? Bagaimana anda tau kehidupanku?”

“Park Sehun-ssi, ayahmu dan nyonya Yoon Hwa Jung sudah memiliki seorang anak”

“Lalu? Apa hubunagnnya denganku? Aku bahkan tidak mengenal siapa wanita itu. Aku tidak tinggal bersama ayahku sejak lama”

Suster itu menatap Sehun lekat-lekat sebelum akhirnya mengatakan suatu kebenaran, “Anak itu adalah Lauren…”

TBC

 

 

 

 

Iklan

30 thoughts on “FF : The House Tree 2 – Tujuh

  1. jam jam jamong berkata:

    SETELAAHH MEWEEEK .. MUNCUL PERCAKAPAN BODOH INI —-> “Jangan-jangan kau
    menghamilinya” Jongin semakin
    menjadi-jadi. bwhahahahah koplaak haha

    dan semakin LOL lagii .. laureennn aaaawwww …. oh ayolaahh … apa kau mau membuatku gila ?? Ini adalah cara mija
    membuat kami menjadi gila secara
    perlahan”desis ku dengan
    menggertakkan gigi. “Tunggu
    saja…aku bisa jauh lebih gila
    daripada ini”

    PRRAAANNKKK

    /gajelas -,-

  2. layluhankai berkata:

    makin rumit thor bacanya-_-cepetan nextnya ya. aku sih lbh suka just exo brothershipnya aja tanpa org lain tp yowes lanjutlah

  3. hanahanazing berkata:

    tck, luhaaan, km kenapa selalu meranin karakter yg bikin aku kesel sih? sok mau ninggalin sehun, chanyeol, kris, padahal km yang paling khawatir. hedeh -_- ngomong-ngomong aku lupa sama suster yg dtg terakhir itu. sehun pernah ketemu ya sama suster itu? aku kok lupa sihhh -..- pokoknya dilanjut yaa. semangat!

  4. nina berkata:

    ck aku benci ibu kandung na sehun!!!!
    ngebetein
    mwo?? berarti lauren sdr tiri na sehun???
    tp baguslah, semoga sehun mau nerima
    kasihan lauren

    hahaha kasihan baekgu
    disiksa luhan
    luhan 😦

  5. Tiikaa berkata:

    aishhh..
    Luhan sok kuat ><
    Dia yg buat keputusan tpi dia juga yg pling tersiksa krna keputusannya..
    Aku jdi ksian sma baekgu eon ..
    Hahahaha
    Ksian bnget dia jdi pelampiasan nya luhan smpai2 dia trauma begitu…

    Omoo lauren jdi adiknya sehun???
    Trus itu sehun nya gimana? Apa dia bklan nerima lauren? Trus kris chanyeol gmna eon? Apa mrka jga bklanan nerima lauren???

    Oke deh eon,, next chapter aku tunggu yaa

  6. juniaangel berkata:

    Thor aku kira yg jadi anak appa Sehun dri istri ke2 itu Luhan ea meski mustahil tpi kan bsa aja dulu waktu blum pnya Kris appanya nikah sma ibunya Luhan eh ternyta Lauren jujur thor pnsaran siapa orng tua asli Luhan lnjut thor d tnggu

  7. Sherry Cho berkata:

    Oh myyy keren !!!
    Makin greget nih jasdi si lauren itu adeknya sehun ?
    Oh!!!!
    Lanjutanyya ditunggu pokoknnya yang cepet ya eon ? Hahahaha
    FIGHTING!!

  8. MRS.KRIN berkata:

    Kenapa bisa ada lauren trus kenapa dan kenapa?
    Oh iya eonni jangan buat aku gila dengan segala kata-katagila yang diciptakan oleh sehun dan kai yang juga sedang gila ya -.-

  9. YooXi berkata:

    We.Ow.We !!!
    cerita’y bener” bikin emosi naik turun .. saat adegan yang ada si Nenek Sihir, rasa’y pengen mencekik leher’y >.<
    Apa Lauren bkal jdi sring nongol?? sbg adik sehun??
    Luhan gila, semua cast'y gila, FF'y gila, Mija eon gila, para reader trmasuk gue gila~ /? -,-v
    Yo yo FF'y dilanjut yo, yo jngn lama" yo, brhubung hri ini ultah'y chanyeol yo, yo gue jadi ng'rap kgak jelas yo yo /? -_-
    Next Chap~ Mija eon FIGHTING !!! .)9

  10. MimiJJW berkata:

    Aku pengen jdi Lauren /teriakGaje\ dia adek tirinya sehun brarti yeol n Kris juga? berarti member Exo yg lain Juga? /hebohsendiri\ lauren ayo kita tuker posisi Sini! sini! BaekGu kasiannya dikau disiksa Luhan Gak papa org gnteng ngapain za’ dimaklumin/apacoba\ coba kita pkir deh tadi si Kai abis ngusir cewek dgn galaknya trus tiba2 jd snyum2 gaje bareng Sehun Kira2 apa yg ada dipikiran org2 disekitar mrk??! /geleng2kepala\:-O:-O

  11. KSJ berkata:

    yaaahh kenapa ga ke dua belas exo aja~~~ tapi gapapa deh yang penting kece o_O thor kalo boleh request bikin yang baekdoyeol dong hehehe.
    thor….. SARANGHAE <3<3<3

  12. @baltacheakiriwe berkata:

    Bodo ah, malah makin rumit, makin pusing, lebih susah dari soal aljabar, TOLONG HENTIKAN SEMUAH INIH ASMIRANDAH/? QAQ)/

  13. Rikahun berkata:

    Thorrr lanjott
    Maygat betapa enak nya jadi lauren
    Punya kakak DUA BELAS yg cakep cakep
    Kurang gede????KURANG GEDE??!!DUA BELASS THORR ITU KAKAKNYA ADA SELUSIN
    U.u tokoh sehun buatan kamija emosian ya..tambah greget ihh..suka<3<3
    Pokonya ini wordpress fav aku bgtt
    Keep writing thorrr semangatt'-'999

  14. byun a-ra berkata:

    Makin greget!!!! Dan udah brapa kali yah aku bangun kesiangan dan telat sekolah gatra gara baca ff ini dari season 1 sekarang aja lagi begadang…

  15. Nunu^^ @Nurul_Hunie berkata:

    Lama-lama gua bisa darah tinggi baca ini cerita…!!! Dan apa lagi ini Lauren adik Sehun…ohh God kenapa bukan gua aja sih…*salah fokus*

  16. amelia berkata:

    apa?!! lauren adek sehun???
    astaga! apa lagi ini..
    aku makin gregetan sama ceritanya.. sumpah author sukses bikin kesel dan bahagia bersamaan.. ><

  17. Eminent Lu'luin berkata:

    ya ampum eonni mianhaeyo aku baru comment, aku lupa saking asyiknya bacanya dan ingin tetap bca next part jadi lupa comment . .

    tapi eonni, stok pemikiran eonni brapa sh, knapa ffnya selalu bkin ternganga dan penasaran, dan apa lagi ini, lauren adlah adik sehun getuh . .

  18. Jung Han Ni berkata:

    itu nyonya park sok2 bilang ga ngusir mereka, bermuka dua
    dan ternyata lauren adiknya sehun
    makin seru aja ceritanya, makin bikin penasaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s