FF: The Wolf and not The Beauty (part 6)

The wolf and not the beauty

Tittle                          : The Wolf and not the beauty

Author                        : Ohmija

Cast                            : EXO

Genre                          : Fantasy, Friendship, Comedy, Action, School life

Summary                    : “Tim basket kita sudah tamat!”

 

“Sehun! Jawab aku! Kemana kau kemarin?!”bentak Kai menggebrak meja karena terus diabaikan, membuat seluruh pasang mata kelas 2-C langsung mengarah pada dua saudara itu.

Sehun menghela napas panjang, menutup komik yang dibacanya lalu mendongak menatap Kai.

“Kai, aku sedang membaca”jawab Sehun malas

“Jawab aku! Kenapa kemarin kau tiba-tiba menghilang?!”

“Ck, fiuuuuuh. Aku sedang tidak enak badan” Sehun berdecak lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. “Sebaiknya kau kembali ke kelasmu sebelum Luhan dan teman-temannya kembali. Aku sedang tidak ingin melihat pertengkaran”

“Hey! Aku sedang mengkhawatirkanmu!”

“Mengkhawatirkan apa? Aku baik-baik saja”

“Tapi tadi kau bilang kau sedang tidak enak badan”

“Kemarin maksudmu?” Sehun memperbaiki.

“Kita bicara diluar!” Kai mencengkram pergelangan tangan Sehun dan menyeretnya secara paksa untuk meninggalkan kelas itu. Ada hal penting yang harus dibicarakan dan itu tidak boleh didengar oleh siapapun, apalagi murid kelas itu.

Sehun menurut, membiarkan saudaranya menariknya hingga mereka sampai di taman sekolah.

“Sehun!’sentak Kai. Terlihat dari wajahnya bahwa dia benar-benar sedang kesal

“Kenapa?”tanya Sehun tanpa ekspresi

“Kepala sekolah dan pelatih melarangmu untuk ikut olimpiade”

“Ha? Kenapa?”

“Karena warna rambutmu!”ketusnya menghembuskan napas keras. “Jika ingin mengikuti olimpiade, kau harus secepatnya mengganti warna rambutmu!”

Barulah Sehun mengeluarkan ekspresi. Matanya membulat lebar dan mundur satu langkah, menepis cekalan Kai.

“Aku tidak mau!”

“Tapi kau harus! Ini demi tim!”

“Aku tidak mau, Kai! Kepala sekolah masih memberiku waktu dan aku tidak mau secepatnya mengubah warna rambutku! Aku tidak mau!”

“Sehun, ini demi tim kita!”

“Kita? Kau salah. Itu adalah tim-mu! Aku bahkan belum resmi menjadi anggotanya”

Kai tersentak, “apa maksudmu?! Jadi kau tidak mau membantuku?!” nadanya mulai meninggi

“Aku mau membantumu tapi tanpa persyaratan!”tandas Sehun tidak mau kalah

“Kau harus mengubahnya!”

“Tidak. Kau tidak bisa mengatur hidupku! Mengerti?!”

Sehun memberikan tatapan tajam pada Kai sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan taman itu. Juga dengan perasaan kesal karena ia sama sekali tidak menyukai saat seseorang membentak dan mengatur hidupnya.

“Sehun!”bentak Kai mencoba menghentikan langkah Sehun namun Sehun tetap tidak bergeming, terus melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Kai yang benar-benar sangat depresi.

***___***

Siang harinya, murid-murid kelas 2-C yang kali ini mendapat giliran pelajaran olahraga, mengganti seragam mereka dengan kaus. Setelah itu bersiap menuju lapangan dan mulai menerima instruksi dari guru olahraga mereka.

Menatap itu dari jauh, Kai hanya bisa menghela napas panjang. Ia memutuskan untuk membolos karena kepalanya sama sekali tidak kuat jika harus menerima pelajaran dalam bentuk apapun. Olimpiade itu sangat penting baginya. Terutama setelah pertengkarannya dengan Luhan kemarin. Ia ingin membungkam mulut angkuh namja itu.

Namun, ia juga tidak bisa berbuat apapun jika Sehun sudah mengambil keputusan. Saudaranya itu memang sejak kecil terkenal keras kepala dan selalu bertahan denagn pendapatnya sendiri. Dia tidak akan prihatin dengan orang lain ataupun hanya sekedar mendengarkan.

Kai menghela napas panjang lagi. Membiarkan guguran daun maple menghujani tubuhnya, ia terus memandang kearah lapangan dari bangku kayu taman sekolah. Kali ini fokus tatapannya berbeda. Tidak lagi terarah pada saudara rambut merahnya itu, melainkan pada sosok mungil yang sedang berdiri bingung menatapi arah larinya bola yang dilempar kesana-kemari. Ia terlihat linglung, mungkin karena tidak berani merebut bola atau karena memang tidak bisa menggapainya diantara tubuh-tubuh tinggi yang berdiri disekelilingnya.

Ada sesuatu aneh yang dirasakan oleh Kai begitu matanya menangkap sosok itu. Menguncinya lekat dan menjadikannya sebagai titik pusat.

Pria itu…entah. Sejak pertama kali melihatnya, Kai hanya merasakan bahwa ia pernah merasakan begitu dekat namun semuanya terasa sangat samar. Mereka tidak saling mengenal namun seperti mengenal. Saling tidak perduli namun merasa pernah saling menyayangi.

Hingga tiba-tiba matanya melebar saat bola menghantam lengannya keras. Kai sontak berdiri dan bergegas ingin kesana namun langkahnya terhenti saat melihat siapa pelaku pelemparan itu.

Luhan!

Di lapangan sekolah, Kyungsoo hanya mengaduh tanpa suara sambil memegangi lengannya. Tidak hanya satu kali, namun ia mendapat lemparan sekali lagi di kepalanya disusul tawa gembira dari teman-teman sekelasnya.

“Bisakah kau berhenti mengacau?!”desis Kai tiba-tiba terdengar tajam

Ia muncul dari kerumunan murid-murid lalu berdiri di depan tubuh Kyungsoo dan melindunginya dengan tubuh menjulangnya. Berdiri dengan kedua tangan yang masuk kedalam saku celana, Kai menatap Luhan tajam.

“Aku sedang tidak dalam mood yang baik saat ini jadi berhenti mengacau”

Tawa Luhan menghilang, berganti dengan mata tajam yang menatap lurus kearah Kai.

“Kau mengancamku?!”desisnya tak kalah dingin

“Aku hanya memperingatkanmu”seru Kai pelan. “berhenti mengganggunya…”

“Bagaimana jika aku tidak mau?”tantang Luhan membuat mata Kai semakin menyipit. “Kau selalu melindunginya, apa kalian benar-benar sepasang kekasih?” Luhan menyeringai. Ejekannya disambut dengan keriuhan dan siulan murid-murid lain.

“Jadi kau juga yang menciptakan berita itu?”

“Aku?” Luhan tertawa geli namun begitu terlihat jika dibuat-buat. “Apa kau pikir aku seperti seorang gadis yang hoby menggosip?” di tanyanya Kai dengan nada santai. Lalu ia melanjutkan ucapannya, “tapi jika dilihat dari bagaimana sikapmu padanya, aku rasa berita itu benar”

Shut up motherfucker!”dan suara makian lainnya terdengar dari mulut seseorang. Bukan dari Kai, melainkan dari sosok namja berambut merah yang terlihat sangat jengah dengan pertengkaran yang terus terjadi itu. “Kau mau aku membungkam mulutmu hingga kau tidak bisa bicara lagi, hah?!”bentaknya mendorong tubuh Luhan kasar

Luhan termundur satu langkah, namun ia tertawa. “jadi kau mau membela saudaramu yang ternyata memiliki kelainan seksual itu? pwahahaha….lucu sekali”

BUGG!

“Sehun!”

“Luhan!”

Sehun memberikan sebuah pukulan keras tepat di ulu hati Luhan, membuat namja mungil itu seketika tersungkur ke lantai sambil memegangi perutnya dan terbatuk-batuk.

Keadaan seketika hening. Semua murid langsung mengatupkan mulut mereka rapat-rapat dan memandang pemandangan yang ada didepan mereka dengan mata terbelalak. Tidak terkecuali Kai dan Kyungsoo. Mereka benar-benar tersentak.

“Luhan, kau tidak apa-apa?”tanya Chen menghambur ke samping sahabatnya itu.

“Kau akan berurusan denganku!”desis Xiumin mendorong salah satu pundak Sehun

“Kau pikir aku takut?”balasnya juga ingin mendorong pundak Xiumin namun Kai buru-buru menahan lengan saudaranya itu. Sebelum ada seorang guru yang melihat, sebaiknya ia menghentikan semuanya. Lapangan adalah tempat dimana semua murid dengan mudah menangkap apa yang sedang terjadi disana karena posisinya yang tepat berada di tengah-tengah gedung sekolah. Ia tidak mau membuat keributan, terlebih lagi saudaranya masih menyandang status sebagai ‘siswa baru’ di sekolah ini.

“Hentikan”bisik Kai

Sehun tidak menoleh. Justru melepaskan cekalan Kai dan berseru kesal. “Aku tidak membelamu!” lalu pergi begitu saja meninggalkan lapangan walaupun waktu pelajaran belum berakhir.

***___***

Setelah bel istirahat kedua berbunyi, tanpa pikir panjang Kai langsung melesat menuju kelas Sehun. Kali ini ditemani Chanyeol dan Baekhyun yang sudah mendengar semua kejadian yang terjadi saat jam pelaharan olahraga tadi dari Kai.

Semua tidak mengerti bahkan Kai sendiri. Hari ini Sehun menajdi sangat emosional dan gampang tersulut masalah. Ia tidak seperti Sehun yang biasanya. Yang tidak pernah memikirkan kesalahan yang dilakukan oleh orang lain pada dirinya dan sangat polos.

Sehun berubah. Matanya benar-benar tajam dan terlihat penuh kebencian. Tidak ada yang mengetahui alasan kenapa namja yang biasanya selalu menyenangkan itu berubah menjadi begitu menakutkan.

“Mana Sehun?!” Kai langsung bertanya begitu berpapasan dengan Kyungsoo di depan kelas 2-C

“Dia tidak ada…”

“Maksudmu?!”

“Aku tidak tau. Tapi saat kembali ke kelas seusai pelajaran olahraga tadi, dia sudah menghilang”

“Apa?!”sentak Kai benar-benar terkejut

“Kai-ssi, sebaiknya kau jangan masuk. Di dalam, Luhan dan teman-temannya sangat marah akibat kejadian tadi siang. Dan aku rasa pukulan yang diberikan oleh saudaramu memang cukup kuat hingga Luhan sendiri sempat pingsan dan harus di bawa ke ruang UKS. Mereka sangat marah dan berniat membalas dendam. Jika kau masuk, aku yakin masalahnya akan bertambah runyam”nasihat Kyungsoo dengan nada sepelan mungkin

“Kai, aku rasa dia benar. Saat ini, kita jangan memancing amarah mereka dulu”

“Bukan itu yang ku permasalahkan, tapi saudaraku, Chanyeol!”balas Kai nyaris membentak. “Dia menghilang dan tadi pagi dia mengatakan jika dia sedang tidak enak badan. Aku sangat khawatir jika terjadi sesuatu padanya”

“Terjadi sesuatu?”ulang Chanyeol. “Tapi aku yakin tidak akan ada yang bisa menyakitinya. Bukankah kau melihat sendiri bagaimana kuatnya dia memukul Luhan hingga pingsan?”

“Bukan itu yang ku maksud!”

“Lalu apa?”

“Hey, stop!”lerai Baekhyun mendorong tubuh keduanya, memisahkan mereka. “Kita harus memikirkan ini dengan kepala dingin, mengerti?!”bentaknya memberikan perintah pada kedua sahabatnya itu.

Kai menghembuskan napas keras, “Kenapa kau menghilang lagi? Aiiiiisssshhh…!”serunya mengacak rambutnya frustasi

“Baiklah Kyungsoo” Baekhyun menatap lurus namja mungil itu. “Kau harus ikut dengan kami”

“Apa?”

“Karena sekarang…kau terlibat!”

***___***

Sepulang sekolah, Kai, Chanyeol, Baekhyun, Suho, Tao, juga Kyungsoo berkumpul di taman sungai Han. Kyungsoo sebenarnya menolak, tapi Baekhyun memaksanya habis-habisan bahkan mengancamnya sehingga ia menurut.

Sekolah berakhir tepat pukul 10 malam dan mereka berkumpul disebuah taman terbuka, yang sudah jelas terdapat banyak angin hilir mudik menabrak tubuh, membuat mereka –kecuali Kai- harus mengetatkan jaket rapat-rapat.

“Jadi kau tidak tau dimana Sehun menginap?”tanya Suho setelah mendengar semuanya

Kai menggeleng, “dia bilang akan mencari apartemen tapi hingga sekarang belum mengabariku tentang rencananya itu. Dia justru menghilang tiba-tiba”

“Kai, mungkin dia memang sedang mempunyai masalah sehingga menjadi meledak-ledak seperti itu”sahut Tao menepuk pundak Kai

“Sehun bukan orang yang seperti itu”geleng Kai lemah. “Walaupun terlihat sangat dewasa dan juga tinggi tapi sebenarnya hatinya masih sangat polos. Dia tidak pernah marah sekalipun saat seseorang berlaku buruk padanya. Dia selalu tertawa dan terkadang bersikap bodoh. Jika dia sedang menginginkan sesuatu dan keinginannya tidak dipenuhi, dia hanya akan marah biasa. Tidak sampai memaki bahkan memukul seperti itu”

“Tapi kalian sudah berpisah selama hampir dua tahun, mungkin di Jerman dia banyak mengalami perubahan”

“Tidak, Tao”elak Kai menggeleng lagi. “Sehun bukan seseorang yang gampang terpengaruh dengan hal-hal buruk”

“Lalu kenapa dia bisa berubah seperti itu?!” Tao ikut frustasi

“Masalahnya semakin sulit sekarang. Kita tidak mengetahui dimana dia tinggal dan sekarang dia justru menjadi incaran Luhan selanjutnya. Ck, ini adalah sebuah jackpot!” decak Tao geleng-geleng kepala

“Begini saja…” seru baekhyun memandang satu-persatu teman-temannya. “Masalah alamat Sehun, kita tunggu saja hingga dia muncul ke sekolah. Kita tidak akan bisa tau kecuali mencarinya disetiap hotel yang ada di Seoul dan jumlah hotel disini tidak sedikit…”

“Lagipula, kita tidak punya waktu untuk mencarinya kecuali saat hari libur”sahut Chanyeol

Baekhyun mengangguk menyetujui, “dan masalah Luhan. Aku rasa kita bisa menyerahkan ini padanya” Ia menunjuk Kyungsoo

Kyungsoo tergagap, “a-aku?”

“Yah kau!” Baekhyun mengangguk mantap. “Kau awasi Sehun dengan baik”

“Tapi….”

“Hanya mengawasi jika Luhan dan teman-temannya melukainya. Apa kau tidak mau?! Biar bagaimanapun, kau sudah diselamatkan oleh Kai dan Sehun!”tandas Baekhyun membuat Kyungsoo seketika mati kutu

“Baekhyun ada benarnya. Kita tidak akan pernah tau apa yang dilakukan oleh Luhan dan teman-temannya terhadap Sehun. Hanya kau yang tau…”sahut Chanyeol

“Cukup mengawasinya dan laporkan pada kami jika ada sesuatu yang buruk. Setelah itu kami yang akan bergerak”tambah Tao

Kyungsoo semakin  merasa terpojok. Ucapan-ucapan itu adalah bentuk sebuah paksaan tidak langsung padanya. Tidak ada pilihan lain selain mengatakan ‘iya’ atau ‘bersedia’

“b-baiklah”akhirnya ia menyetujui

“Baguslah. Karena kami sudah terbiasa dengan hal ini tapi untuk Sehun sedikit berbeda…”seru Baekhyun

Kening Kai berkerut, “maksudmu?”

“Sehun adalah murid baru dan setelah mendengar ceritamu, aku bisa tau jika dia sangat membenci pertengkaranmu dengan Luhan. Jangan membuatnya mendapat masalah. Jika dia terlihat buruk dimata guru dan kepala sekolah, kita akan semakin sulit menemukan small forward pengganti”

“Ck, kita memang sudah kehilangan small forward” Baekhyun berganti menatap Kai bingung. “Dia tidak mau mengubah warna rambutnya karena itu tadi pagi aku juga bertengkar dengannya”

Baekhyun, Chanyeol, Tao dan Suho seketika terbelalak lebar, “Apa?!!”

“Tim basket kita sudah tamat!”

***___***

Namja tinggi itu seketika melompat tinggi dan memanjat salah satu menara gereja begitu mendengar suara langkah-langkah seseorang yang terdengar semakin lama semakin jelas. Ia menyembunyikan tubuhnya diatas gereja yang berbentuk seperti kastil tua itu.

“Sudah sampai…”seru Kai seorang diri mengantar Kyungsoo pulang karena teman-temannya yang lain menolak mentah-mentah untuk menemaninya. Masih terpengaruh dengan rumor yang mengatakan bahwa gereja itu sangat angker.

“Terima kasih”

Kai tersenyum tipis, “Harusnya aku yang berterima kasih”

“Ha?”

“Maaf jika kami melibatkanmu. Tapi…dia adalah saudaraku”

“Tidak apa-apa. Aku mengerti. Anggap ini sebagai balasan karena kau sudah sering menolongku”

***___***

Kai berdiri di pilar koridor utama seperti biasa untuk menunggu Sehun. Menunggu detik demi detik dan satu-persatu teman-temannya juga mulai muncul. Ikut menemani Kai menunggu saudaranya yang sangat misterius itu.

Namun, hingga bel berbunyi-pun sosok kepala merah itu tidak juga terlihat. Murid-murid sudah terlihat semakin habis dan pintu gerbang juga sudah di tutup oleh penjaga sekolah.

Kai menghela napas panjang, “dia tidak datang”

“Sudahlah. Ayo masuk” Chanyeol menepuk pundak Kai dan merangkulnya menuju kelas mereka.

***___***

Selama jam pelajaran berlangsung, pikiran Kai tetap tidak bisa tenang sedikitpun. Semua pelajaran yang diterangkan oleh guru, mengalir begitu saja tanpa sempat diserap oleh otaknya. Ia gelisah.

Saat bel istirahat berbunyi-pun tetap sama. Ia tidak berniat sama sekali untuk bergerak kemanapun.

“Kai…! Kai…!” tiba-tiba Suho menghambur ke dalam kelas Kai dengan raut panik. ”Ikut aku! Ayo!”

“Aku sedang malas, Suho”tolaknya menepis tangan Suho

“Ini penting!”

“Sudahlah. Jangan membohongiku. Aku tau kau hanya berpura-pura agar aku mau ikut dengan kalian ke kantin”

“Tidak Kai! Aku sungguh-sungguh! Ini menyangkut Sehun!”

Kening Kai berkerut. Seketika ia menarik dirinya ke depan menatap Suho bingung, “Apa maksudmu?”

“Ayo ikuut!!!”

Kai akhirnya menuruti kemauan Suho yang menyeretnya menuju gedung olahraga, ke lapangan basket indoor yang sudah disesaki oleh murid-murid – kebanyakan murid perempuan-

Menembus kerumunan itu, Kai dan Suho berhasil berdiri di tepi lapangan bersama Chaneyol, Baekhyun dan Tao yang sudah berada disana lebih dulu. Detik itu juga matanya seketika membulat lebar saat mendapati pemandangan yang terjadi di depannya.

Sehun dan Kris bertanding basket!

Gemuruh suara teriakan murid-murid yang menyemangati keduanya terdengar sangat jelas. Terkejut tapi juga sangat kagum. Tidak menyangka jika sosok dingin Kris ternyata terlihat sangat keren saat bermain basket.  Terlebih lagi dua namja bertubuh tinggi itu hanya memakai kaus putih dan celana training, membuat mereka semakin terlihat mengagumkan.

Dan yang lebih menggemparkan seluruh murid SMU Hongsan adalah ikatan persahabatan Sehun dan Kris yang terjalin cukup jelas!

Walaupun sedang terlibat pertarungan sengit, tapi mereka bisa menangkap jika keduanya sudah bersahabat. Bahkan seperti sahabat dekat karena sesekali mereka tersenyum mengejek –dalam artian sahabat- jika salah satu gagal memasukkan bola.

“Sehun……” Kai nyaris kehilangan kata-katanya. Masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

Dan satu lemparan tinggi dari Sehun berhasil menembus keranjang yang ada di belakang Kris. Semua murid perempuan seketika bersorak riuh, melompat-lompat bahkan menjerit-jerit kagum.

Sehun menghampiri Kris dan tersenyum penuh kemenangan padanya, “kau kalah”

“Tsk, aku tau” Kris tertawa mendengus. “Baiklah. Apa yang kau mau?”

“Sesuai perjanjian awal”

“Hanya itu?”

Sehun mengangguk, “hanya itu”

Keduanya kemudian tertawa lalu menepuk pundak masing-masing. Berjalan ke tepi lapangan dan menghampiri Kai yang masih berada dalam rasa terperangahnya.

“Aku menemukan small forward untukmu”seru Sehun tersenyum menyeringai

Kai tetap bungkam tidak mengerti.

Menoleh ke belakang, pada Kris. Sehun memberi isyarat. Kris mengnagguk, lalu berdiri disamping Sehun, dihadapan Kai. Ia mengulurkan tangan, tersenyum dan berseru pelan. “Bisakah aku bergabung?”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

46 thoughts on “FF: The Wolf and not The Beauty (part 6)

  1. nina berkata:

    itu pasti sehun yg ada digereja
    kyaaa sehun kris :3 papa and his son
    berarti bnr chap kmrn itu sehun kris
    disini kelihatan akrab bgt
    eon sebener na ada apa antara sehun kai sm luhan sih???
    kyk na masalah dendam yg berkelanjutan sampe keturunan kah??

  2. Tiikaa berkata:

    Kyaaaaaaaaaa…..

    Krishunnnnnnnnnn

    Huaaaaa *butuhoksigen

    Eonieee daebakkkkk 🙂

    Sehun sma kris emang cocok bnget jdi pemain basket, terlebih kmren ngelihat foto sehun lgi main basket , cocok bnget deh, .. Huaaaaa makin bkin histeris…

    .

    Eonie, itu knpa sehun bsa akrab bnget sma kris?? Mrka kenal dmana??

    baru di ff eon yg ini aku baca ada scene sehun mukul luhan. luhan nya sampe pingsan begitu pula .. Ckckckck
    Oke deh eon next chap aku tunggu yaa

  3. Riiiii. . . berkata:

    Mi apa sehun keren skali!!!
    sbenernya apa sih yang membuat sehun sebegitu sayangnya pada rambut merahnya itu? ampe kai memohonpun te2p gak mau malahan dia malah ngutus kriss,,

    tetep, benang merah sehun kai kris luhan kyungsoo belum terungkap,,

    oh ya apa selama ini sehun tinggal di gereja deket rumah kyungsoo ya?

  4. Nabila berkata:

    kak ini keren, chap yang ini keren. pas bagian akhir itu keren BANGEEETTTT!!
    AKU SUKA SEHUN SAMA KRIS YANG TANDING BASKET SAMBIL EJEK EJEKAN GITU….
    ADA APA SEBENARNYA ANTARA SEHUN-KRIS ADA APA SEBENARNYA ANTARA KAI-KYUNGSOO
    ADA APA SEBENARNYA DENGAN SEHUN-KAI-KYUNGSOOO?!!!!!!!
    AAAAAAAAAAAAAAAAA….. KAMIJAAAAAAA

  5. hanahanazing berkata:

    yang sembunyi itu pasti sehun kan yaa? iya dong pasti. trus kayaknya sehun itu tau sesuatu. dan aku bener-benar nggak senang banget ngelihat karakter luhan yang sok banget di ff ini. rasanya pingin aku bonyokin tuh mukanya yang ganteng. padahal dia biasku u,u
    hmm, pokoknya cepet dilanjut yaa thorr ^^
    sori baru komen, soalnya aku selalu speechless habis baca ff-ff mu thor. semuanya bagus. tapi yang ku baca cmn yg genre brothership aja sih hehehe. dan juga, aku selalu malu kalo komen di ff orang dan aku orangnya kudet, baru tau caranya komen di blog -_-
    oke deh, sekali lagi maaf kalo selama ini jadi siders ^^

  6. Krys'sie♥ berkata:

    Author!!!
    Itu Kris kenapa jadi baik gitu!?!?!?! Ahhh!! Ngebayangin Kris sama sehun tanding basket itu… aaaaa!! Pengen ikut dong sama kerumunan itu ikutan nonton mereka!!
    Gausah jauh jauh thor, rumah sehun berarti rumah aku juga kok!((?) Dibunuh)
    Updatenya jangan lama lama thor! Penasaran!

  7. YooXi kiszLUck berkata:

    W.O.W !!!
    Dasar King of Derp Face (read: Luhan) bener” jahat lu .. eon, knpa my baby derp bikin gue pengen Pukul jga :3 ..
    sebener’y ini menceritakan Makhluk seperti apa sih,eon?? kelanjutan dri Leluhur mereka kah? ..
    ggk tau mau komen apa lagi ..
    Next Chap~ MiJa eon FIGHTING !!! .)9

  8. Lee Hana berkata:

    itu Sehun m Kris dah jadi sahabat ya. wah gak nyangka. pasti Ada alasan mengapa Sehun gak mau ngubah warna rambutnya ya kan thor ngaku deh! #lho!

  9. rani berkata:

    bayangin kris ma sehun basket eeheemm eehheemm kerennya
    tapi masih banyak pertanyaan2 yg buat penasaran tingkat akut
    lanjutkan thor
    seru seru seru!!!!!!!!!

  10. MimiJJW berkata:

    Aku msh penasaran /gelundungan\ aw siapa mereka sbnrnya ? Knf daddy kris ama sehun bisa deket kenal dimana? /itu pertanyaan konyol aku tunggu next chaptnya Ya udc Kepo bgt nih

  11. Double Kim berkata:

    Arrggg!!
    Sehun? Kris? Pasti mereka yg ada di gereja yg bilang pengen melindungi kyungsoo kan, trus sehun bilang udh ada yg bakalan ngelindungi kyungsoo yaitu kai.
    Trus sehun kris udh sahabatan karna itu kan iya kan?? Astaga,, bikin gregetan ni ff -,,,,-

  12. Nunu^^ @Nurul_Hunie berkata:

    Aduhhh udah dehh aku ga bisa ngmg banyakk..cuma bisa bilang ini Kerennnn 😀
    wuaaaahhh lanjut aja dahh..!!!

  13. amelia berkata:

    apa yang waktu itu ngobrol juga sehun sama kris?? sepertinya giti.. dan ternyata mereka temenan?? haha.. ini keren thor, makin banyak kejutan..
    next yah thor..

  14. retno ayu w berkata:

    Yg digereja kis sama sehun kan..? Duh.. sehun kerennnnnn… tapi klo kris kenal sma sehun dia kok nggak kenal sama kai.. kris orang mna..? Sehun pernaa ke korea ya sebelunnya.. trus yg jadi manusia serigalanya siapa coba…? Ffnya daebak… penasaran….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s