FF: MY LOVE

IMG-20131112-WA0001

Title   : My Love

Author: @exowie

Main cast:-Kris Exo
-Jung Soojung f(x)

Support cast:-Baekhyun Exo
-Taeyeon Snsd
-Myungsoo Infinite

Length : one shoot

Genre  : Angst

Rate    : General

***

Seorang yeoja berambut panjang tengah menuruni anak-anak tangga rumahnya. Ditangannya terdapat buku-buku tebal yang ia peluk.  Baju lengan panjang dibalut jaket tebal warna orange beserta celana jins yang ia kenakan terlihat cocok dipakainya.

“Ajhuma, Soojung berangkat dulu.”

“Kamu tidak makan dulu?” Jawab wanita yang tengah sibuk menata meja makan pagi itu.

“Hari ini ada mata kuliah pagi, tidak sempat. Nanti saja makan di luar.”

“O…, ehm…sepertinya hari ini akan turun hujan. Jangan lupa bawa payung.” Nasehat wanita itu sembari berjalan menuju yeoja bernama Soojung itu berdiri.

“Ya, aku tahu itu,” jawabnya dengan senyum. “Appa sudah berangkat?” Tanyanya

“Belum, dia masih ada di kamar. Mungkin masih mandi.”

“Selamat pagi semuanya….”

Tak berapa lama  suara lelaki terdengar dari belakang. Membuat dua orang yang tengah mengobrol menghentikan obrolannya dan menoleh ke asal sumber suara.

“Appa! Kau  sudah mau berangkat? Ajhuma bilang appa masih mandi.”

Lelaki yang tak lain adalah appa Soojung itu menoleh pada wanita yang berdiri di sampingnya.

“Appa memutuskan untuk tidak mandi hari ini karena dingin.” Jawab lelaki itu dengan memperlihatkan deretan giginya.

“Ih….jorok!” Cibir Soojung. “Ya sudah, Soojung berangkat dulu malas jika harus mendengar ceramah dari dosen.”

“Ya hati-hati di jalan.” Ucap lelaki dan wanita itu bebarengan. Terlihat semburat kecewa di wajah wanita itu. Lelaki disampingnya hanya bisa menghembuskan nafas berat dan mengelus pelan punggungnya.

*

Seoul, menginjak tahun baru menjadikan angin yang berhembus begitu menggigit kulit. Sebagian besar orang merapatkan jaket mereka untuk menghangatkan badan dari cuaca ekstrim di negara itu. Tapi tidak dengan seorang namja beramput pirang dengan postur tubuh tinggi yang tengah duduk di kantin Universitasnya itu. Dia membiarkan jaket yang ia kenakan terbuka begitu saja tanpa berniat untuk menutupnya agar udara tidak bisa masuk dan mengenai kulit putihnya.
Sesekali dia menghirup udara dan menghembuskannya dengan sangat keras. Tangannya terus memainkan gantungan kunci yang sedari tadi ia tatap tanpa berkedib.

“Kris hyung ! Masihkah kau bermalam di tempatku lagi malam ini?”

Suara yang tak lagi asing ditelinganya memukul pelan bahu dan duduk disamping namja yang dipanggilnya Kris.

“Yah…sepertinya. Kau keberatan Baekhyun-ah ?”

“Hahaha…justru aku menyukainya. Tapi jangan harap aku memberi semua itu cuma-cuma. Kau akan mendapat tagihan akhir bulan dariku.” Candanya dengan senyum mengembang.

“Jangan khawatir, sebelum akhir bulan kupastikan aku sudah menyetornya padamu.” Jawab Kris juga dengan canda.

Diam beberapa saat, Kris melirik kearah Baekhyun yang tengah memandangi seorang yeoja mungil yang tengah sibuk dengan lembaran-lembaran kertas di depannya. Sesekali yeoja itu memukul kepalanya sendiri karena mungkin, tugas yang ia kerjakan mendapatkan ide untuk selesei dengan cara seperti itu. Kris tahu sudah lama sahabatnya itu kagum dengan Taeyeon, yoeja yang bisa membuat Baekhyun lupa akan dunianya yang terus saja dia perhatikan tanpa berkedib sekarang.

“Sampai kapan kau hanya terus memandanginya seperti ini?”

“Hufh…,” Baekhyun mengerucutkan bibir dan menyandarkan punggungnya ke belakang. “Terlalu jauh untuk menggapainya hyung.” Ucapnya lagi dengan nada memelas.

“Kau hanya terlalu pesimis Baekhyun-ah. Belum tentu sesuatu yang jauh tidak bisa kau gapai.” Kris memandang sejenak kearah dua orang yang baru memasuki kantin. “Meskipun…yang dekat belum tentu bisa kita miliki. Tergantung dari usahamu Baek.”

Baekhyun memandang ke arah mata yang dilihat Kris. Seorang yeoja dan namja yang duduk tak jauh dari mereka tengah berbincang. Jung Soojung dan Kim Myungsoo, ya, itulah nama mereka. Baekhyun langsung menarik punggunya dari sandaran kursi dan menatap Kris.

“Kau masih belum merelakannya hyung?”

“Bukankah aku sudah tak mempunyai hak untuk itu!” Kris tersenyum kecut ” Tuhan sedang menghukumku Baekhyun-ah.” Kini Kris yang menyandarkan punggung seperti yang tadi Baekhyun lakukan. Baekhyun tersenyum dan memandangnya lagi.

“Yah ! Tuhan memang sedang menghukummu hyung. Dia menghukummu dengan memberi ketampanan pada wajahmu. Ah…tidak tidak!  Tetap akulah yang lebih tampan. Dan kau harus mengakui itu semua.”

“Ya ya ya, aku tahu akan hal itu Byun Baekhyun !”

*

Soojung tengah berlari tergopoh-gopoh setelah dosen keluar dari ruangannya. Dia terus saja mengumpat lirih dari mulutnya. Kini dia sedang sakit perut akibat menahan buang air kecilnya terlalu lama.

“Kalau saja dosennya gak segalak dia, pasti aku tidak perlu tersiksa sepanjang kuliah tadi.”

Tangannya terus memegangi perut dan sedikit mencengkram jaketnya. Dia trus berlari dan tak sengaja ketika di tikungan ia menabrak seseorang. Seseorang yang tak lagi asing baginya. Kedua mata mereka bertemu pandang, seolah waktu berhenti sejenak bagi keduanya. Canggung menyelimuti mereka. Tak beberapa detik setelah itu, orang yang ditabrak Soojung itu berdiri. Tanpa mengucapkan satu patah kata atau berniat menolongnya berdiri. Soojung yang masih terduduk di lantai mendapati barang orang itu terjatuh. Lalu meraihnya dan berdiri.

“Kau masih menyimpan gantungan kunci ini?” Ucapnya. Namja itu menghentikan langkah dan memutar badannya kembali. Merebut gantungan kunci yang berada di tangan Soojung.

“Baekhyun tak sengaja membawa ditasnya dan menyerahkannya padaku tadi.” Jawabnya dusta dan dingin. Lalu beranjak pergi lagi.

“Kris oppa tunggu!”

Kris, tak menghiraukan teriakan Soojung. Seolah dia tuli akan itu. Dan jika bisa dia lebih memilih tuli dari pada harus mendengar suara Soojung yang terus bersarang di otaknya, yang setiap malam telah mengganggu tidurnya.

*

Langit masih saja betah menangis, membuat kubangan-kubangan jalan terisi penuh oleh air. Meskipun kini hanya gerimis yang tersisa yang setia menemani namja bertubuh tinggi Kris, berdiri di taman tepi sungai. Tak memperdulikan dinginnya air hujan yang jatuh membasahi rambut dan wajahnya. Dia terus menatap sekeliling taman yang pernah menjadi saksi dua orang yang saling mencintai duduk bercanda gurau di sana.

“Apa indra perasamu sudah mati? Bahkan hujan seperti ini kau tak memakai payung untuk melindungi tubuhmu.” Seorang yeoja datang dan memayungi Kris. Berdiri dan menatap sungai yang mengalir di depannya itu dengan memasukkan tangannya ke dalam saku jaket.

“Bukan hanya indra perasaku saja yang mati. Semua, ya semua, semua sudah mati bahkan aku tak lagi bisa merasakan sakit yang terus menyiksaku. Karena rasa itu sungguh sangat sakit.”

Yoeja itu menunduk “Oemamu pasti merindukanmu pulanglah.” Ucapnya lirih.

“Aku tahu dia merindukanku, tapi kamu juga seharusnya tahu kalau aku tidak bisa menemuinya sekarang, Jung Soojung.”

Yoeja yang baru disebut Kris itu hanya bisa memandangi punggung Kris yang semakin menjauh. Meninggalkannya sendiri membeku di tempat ia berdiri sekarang. Wajahnya menunduk dan air mata menggenangi pipi mulusnya.

“Sampai kapan kau akan begini trus padaku. Apakah ini semua salahku?” Tanyanya dalam hati.

*

Pagi itu mentari tak lagi malu-malu menampakkan sinarnya. Setelah beberapa hari kota itu di guyur hujan deras terus-terusan. Namun itu tak seberapa mengurangi hembusan dingin di musim itu.

Soojung tengah berada di halte pemberhentian bus. Tangan dan matanya sibuk memeriksa kertas-kertas tugas kuliahnya yang baru ia seleseikan tadi malam. Sebuah mobil berkecepatan tinggi berhasil menerbangkan satu kertas yang berada di pangkuan Soojung karena angin yang ditimbulkannya. “YA !” Teriaknya. Langsung saja dia berlari mengambil kertas yang kini berada ditengah jalan. Tanpa memperhatikan sebuah truck dari arah kiri melaju dengan kencang kearahnya. Dia trus saja berlari, dan setelah kertas itu berhasil ia dapat, barulah dia sadar bahaya berada di depannya. Dia ingin menghindar, tapi karena panik dia justru tetap membeku ditempat. Dia hanya bisa berteriak dan menerima apa yang akan terjadi sembari menutup matanya.

“TIN….!”

Suara klakson truck itu masih bisa ia dengar. Dia tidak merasakan sakit yang begitu hebat, hanya sakit seperti saat ia terjatuh dari ranjang tempat tidur. Berlahan-lahan ia membuka matanya. Disampingnya terlihat seseorang. Seseorang yang dulu mengisi hatinya, menghiasi setiap hari-harinya, mendengar keluh kesahnya, seseorang yang amat ia cintai. Dan jika boleh jujur sampai sekarang pun itu semua masih sama.

“Kris hyung, Soojung-ah, kalian tidak apa-apa kan?” Baekhyun menghambur kearah dua orang yang terbaring di tepi jalan. Yang seperti terhipnotis akan pandangan mata mereka yang terkunci begitu dekat. Yang sudah lama tak pernah mereka lakukan lagi.

“Kau sudah bosan hidup! Hanya karena sebuah kertas saja kau membahayakan dirimu sendiri!” Kris beranjak berdiri, tak menjawab kekawatiran Baekhyun. Soojung yang mungkin sudah muak dan bosan akan sikap Kris beberapa bulan terakhir ini. Yang selalu kasar padanya, bangkit berdiri dan menjawab ucapan Kris yang dilontarkan padanya. Tidak seperti dulu diam dan menatap punggung namja itu pergi menjauhinya.

“YA! AKU MEMANG SUDAH BOSAN. BOSAN DENGAN SIKAPMU YANG TIDAK PERNAH BISA MENERIMA KENYATAAN. TAPI SETIDAKNYA AKU TIDAK BOSAN  DAN TERUS BERUSAHA DENGAN HIDUP YANG MENGHARUSKAN KU MENERIMA KENYATAAN BAHWA ORANG YANG AKU CINTAI KINI MENJADI SAUDARA TIRIKU!” Teriaknya serak.

Kris langsung menghentikan langkahnya. Membeku di tempat ia membelakangi Soojung sekarang. Tamparan keras seakan mengenainya. Teringat tiga bulan lalu saat oemanya memutuskan untuk menikah lagi setelah appanya meninggalkan mereka berdua begitu saja demi wanita lain. Dia tidak ingin melihat oemanya larut dalam kesedihan akan hal itu. Sampai oemanya menemukan seorang pendamping hidup dan memutuskan untuk menikahinya. Kris menyetujuinya tanpa dia ketahui bahwa orang yang oemanya cintai itu adalah appa dari yoeja yang ia cintai dan sayangi.

“Aku memang lemah Soojung, aku tidak bisa sekuat dirimu. Yang bisa menutupi rasa yang amat sakit ini dengan senyum. Meski aku tahu senyum itu hanyalah senyum palsu. Tapi aku benar-benar tidak bisa Soojung-ah.” Ucap Kris dalam hati dan melangkah menjauhi yeoja yang kini air matanya keluar gila-gilaan.

*TAMAT*

8 thoughts on “FF: MY LOVE

  1. layluhankai berkata:

    kereeeeeeeennnn tp kenapa harus kris sama kristal T.T kenapa semuanya kristal. exo dipasangin kristal mulu T.T kalo bisa sequel nya ya minn itu kependekan pasti seruuu😀 dan jangan kristal

    • Lee hana berkata:

      iye ye kenape harus Krystal ye author sendiri juga kagak tahu #loh! ya ntar deh kalau punya ide di otak sedang author ini cari cewek yg lain. Pengennya sih author aja hahaha #ketawasetan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s