FF: Ghost Rider (Part 8)

 

Ghost Rider

Author : Oh Mi Ja

Genre : Horror. Mystery, Comedy, Friendship

cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Support Cast : Kim Myungsoo (Infinite), Kim Jongdae

Aku pernah mendengarmu mengatakan hal-hal aneh saat kau mabuk waktu itu”jelas Jongdae memulai penjelasannya saat mereka sudah duduk disebuah café pinggir jalan. “Kau mengatakan bahwa hidupmu menjadi rumit setelah kedatangan hantu itu”

Baekhyun menelan ludah. Dalam hati terus merutuk kenapa ia banyak minum soju waktu itu.

“Awalnya aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan. Tapi perlahan-lahan aku mulai menyadari keanehanmu. Kau berubah setelah malam itu. Malam sewaktu kau sangat ketakutan dan menangis karena diganggu oleh hantu…”

Jongdae menghentikan aktivitasnya mengaduk kopi, mengangkat wajahnya dan menatap Baekhyun lurus.

“Aku benar kan, Byun Baekhyun? Kau seperti ini karena hantu itu”

Tubuh Baekhyun menegang. Ia membeku seketika. Sebuah rahasia yang selama ini ia simpan akhirnya diketahui oleh Jongdae.

“B-bagaimana kau bisa berkata seperti itu? Ha-ha-ha tidak mungkin….” Baekhyun mencoba mengelak

“Aku sangat mengetahui saat kau berkata bohong dan berkata jujur, Baekhyun. Dan saat ini kau sedang berbohong”

“Jongdae, ayolaah. Ini pasti karena kau terlalu banyak menonton film horror sehingga otakmu mulai terkontaminasi dengan cerita-cerita mustahil seperti itu. Bukankah kau tau aku sangat takut dengan hal-hal seperti itu?”

“Yang memukul kepalaku dengan bukumu pasti hantu itu, kan?” Jongdae tetap menuntut

“Jongdae—“

“Dan semua ini pasti ada hubungannya dengan Myungsoo”

Mata Baekhyun membulat lebar, begitu terkejut mendengar pertanyaan terakhir Jongdae yang seperti men-skak dirinya. Ia semakin terpojok. Ingin membohongi Jongdae lagi, namun ia tidak pintar dalam hal menyembunyikan sesuatu lewat ekspresinya.

Baekhyun membuang pandangan, menatap kearah lain untuk menghindari tatapan Jongdae yang seperti terus menuntutnya untuk berkata jujur.

“Byun Baekhyun…kita sudah lama bersahabat dan kau selalu menceritakan semuanya padaku, bahkan masalah yang paling sensitive sekalipun. Tapi sekarang, kau justru menyembunyikannya dariku. Ini adalah pertama kalinya kau seperti ini. Apa hal itu sangat penting? Atau karena kau sudah tidak percaya padaku?”

“Jongdae, tidak seperti itu—“

“Lalu kenapa?!” Jongdae nyaris membentak Baekhyun membuatnya seketika mengerjap. “Aku sudah berjanji pada orang tuamu untuk menjagamu disini. Yah, aku senang karena kau sudah menjadi namja dewasa sekarang. Kau bisa mengatasi masalahmu sendiri. Tapi, jika kedewasaan membuatmu melupakan sahabatmu, aku lebih memilih jika kau tidak pernah menjadi dewasa. Aku ingin sahabatku yang dulu..”

Jongdae menghela napas panjang, menyandarkan punggungnya ke sandaran lalu menunduk.

“Aku hanya merasa kesepian karena kau tidak pernah lagi menggangguku. Aku merasa seperti aku kehilangan sahabatku…”

Baekhyun terenyuh. Sedikit terharu mendengar perkataan Jongdae sekaligus merasa sangat bersalah. Perlahan mulai menyadari dengan perubahan dirinya yang hanya menjadi fokus pada Chanyeol. Ia melupakan Byul, melupakan kuliah, dan melupakan Jongdae, seorang sahabat yang tidak pernah hilang jika ia membutuhkannya. Semua itu hanya karena Chanyeol, hantu yang bahkan tidak pernah dikenalnya selama dia hidup.

Baekhyun menarik napas sejenak, juga menyandarkan punggungnya dan berseru pelan tanpa menatap Jongdae.

“Aku harus menolongnya, Jongdae”

Jongdae mengangkat wajahnya, menatap Baekhyun.

“Karena hantu itu juga sahabatku….”

***___***

Tekad Baekhyun benar-benar sudah bulat dan malam ini akan menjadi malam pertama. Bersamaan dengan kegelisahaannya yang semakin memuncak, Baekhyun sudah bersiap.

Berdiri didepan pintunya, ia menoleh kearah Byul yang kini sedang tertidur di kandangnya.

“Byul-ah, hyung pasti akan menang, kan? Kau harus mendukungku”gumamnya berusaha untuk tersenyum, untuk menguatkan dirinya sendiri.

Baekhyun berjalan pelan, berhenti sejenak lalu menoleh kearah atas rumahnya. Dia masih melakukan itu. Dia masih mengharapkan Chanyeol ada disana sedang duduk seperti biasanya. Namun, dia tidak ada..

Baekhyun menghela napas panjang, menundukkan kepalanya dan berusaha menormalkan kegelisahan yang mendominasi hatinya. Sejak kemarin, dia tidak menemukan sosok dingin itu dimanapun. Dia menghilang.

Menembus lalu lintas tengah malam kota Seoul, Baekhyun menginjak pedal gasnya dan mengarahkan mobilnya menuju sebuah tempat. Sebuah tempat yang sudah ia ketahui menjadi arena ajang balap liar.

Menepikan mobilnya, ia keluar dari mobil dan ikut berbaur ke keramaian orang-orang yang mulai memenuhi sebuah lapangan kosong yang ada di pinggir jalan. Baru pertama kali datang ke tempat seperti ini membuatnya sedikit kikuk dan bingung dengan apa yang harus ia lakukan.

“hey, kau cari apa?”tanya seseorang tiba-tiba menepuk pundak Baekhyun. Baekhyun menoleh dengan kening berkerut. Ia sama sekali tidak mengenal orang yang menyapanya itu. Namja dengan tubuh tinggi setara dengannya dan berlesung pipi. Dia termasuk ke dalam jenis namja yang terlalu imut untuk berada diarena balap seperti ini. “Kau pasti baru pertama kali datang ke tempat ini”serunya lagi

“Oh…yeaah…”jawab Baekhyun kikuk menggaruk tengkuk belakangnya

“Kenalkan…aku adalah Lay. Aku adalah adik dari ketua di tempat ini. Dan kau?”

“Aku Baekhyun. Dan seperti yang kau tau, aku baru pertama kali datang ke tempat ini”

“Aku tau itu. Karena wajahmu sama sekali tidak cocok berada ditempat seperti ini”

Baekhyun menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Lay, “maksudmu?”

“Kau terlihat seperti anak baik-baik dan…” Lay menggantung ucapannya, memperhatikan penampilan Baekhyun dari bawah hingga atas, “…kau terlihat cukup bahagia…”

“Apa semua orang yang berada di tempat ini bukan anak baik-baik? Dan bukan orang yang bahagia?”

Lay tertawa geli mendengar pertanyaan polos Baekhyun, “tidak. Bukan seperti itu”gelengnya masih saja tertawa membuat Baekhyun semakin mengerutkan keningnya

“Lalu apa maksudmu?”

Lay menelan habis tawanya sebelum menjelaskan pada Baekhyun, “dari semua orang yang ku temui disini, sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang tidak normal” Ia memulai penjelasannya sambil melebarkan pandangan. “Mereka menjadikan nyawa mereka sebagai taruhan. Kebanyakan, mereka melakukan itu untuk sekedar bahagia ataupun sedang membutuhkan uang”

“bahagia?”

“Yah, bahagia” Lay mengangguk dan menatap Baekhyun sekilas. “Seperti kakakku, dia mengikuti balap liar karena orang tua kami bercerai. Appa berselingkuh, sedangkan oema menjadi pelayan di sebuah pup terkenal di Los Angeles sekarang”

Mata Baekhyun membulat lebar, “Mwo?!”jeritnya tertahan

“Pwahaha..tidak perlu terkejut. Karena sekarang, hal itu tidak terlalu penting bagiku. Walaupun dulu aku tidak mengingkari jika aku dan kakakku hampir saja gila karena hal itu”

“Jadi maksudmu, karena stress dengan masalah orang tua kalian, kakakmu mengikuti balap liar untuk mengalihkannya?”

“Yep. Kau benar” Lay mengangguk sambil menjentikkan ibu jari dan jari telunjuknya. “Dan…untuk mendapatkan uang juga”

“Kenapa? Aku pikir kalian berasal dari keluarga kaya”

“Perusahaan appaku bangkrut dan kami keluar dari rumah setelah masalah itu. Kami hanya mempunyai mobil dan Kris hyung menggunakannya untuk mencari uang. Dengan mengikuti balapan seperti ini”

“Jadi nama kakakmu adalah Kris?”

“Emp”

“Dia pasti sangat hebat sampai bisa menjadi ketua di arena ini. Kenapa dia tidak mengikuti pertandingan nasional saja?”

Ekspresi Lay seketika berubah, ia tersenyum kecut dan bersandar pada badan mobil yang entah milik siapa.

“Kau tau? Sebenarnya aku membeci tempat ini. Sangat menyesal kenapa aku harus terlibat terlalu dalam di dunia seperti ini. Semuanya terasa sulit. Tidak jarang kami harus melarikan diri dari kejaran polisi dan hal yang paling aku sesalkan adalah…dia…” Lay menunjuk kearah seseorang yang sedang duduk di kursi roda, duduk ditengah-tengah keramaian dengan di kawal beberapa orang berbadan kekar.

“siapa dia?”tanya Baekhyun bingung

“Dia adalah kakakku…”jawab Lay pelan membuat Baekhyun seketika membulatkan mata lebar-lebar. “Dia mengalami kecelakaan hebat dan membuat kakinya lumpuh. Dia tidak bisa berjalan lagi…”

Kesedihan itu ada dibalik ucapan Lay yang terdengar lirih. Baekhyun menoleh, menatap wajah Lay yang tetap menghadap ke depan.

“Kenapa kalian tidak meninggalkan dunia seperti ini? Kalian bisa hidup dengan baik dan tenang”

“Ada sebuah alasan yang membuatnya tidak bisa meninggalkan arena balap dan aku mengerti dengan alasannya itu. Aku tidak ingin memaksa jadi membiarkannya namun tetap menjaganya”ujar Lay dengan nada mengambang. Kemudian ia menoleh, membalas tatapan Baekhyun. “Jika kau tidak pernah masuk ke dalam dunia seperti ini, maka jangan melakukannya. Kau akan menyesal. Jangan mempermainkan nyawamu sendiri, Baekhyun”

Baekhyun langsung menggeleng, “aku harus melakukannya!”tegasnya. “Aku harus ikut balapan ini”

“Kenapa?”

Baekhyun sudah membuka mulutnya, ingin mengatakan semua masalah yang ia alami pada namja yang baru saja dikenalnya itu, namun ia mengurungkannya.

“Aku mempunyai sebuah alasan…”

Lay tertawa kecil, “Alasanmu pasti sangat penting sampai kau nekad melakukan semua ini”

“Ada satu hal yang ingin ku tanyakan padamu…”

“oe? Apa?”

“Kenapa tiba-tiba kau menyapaku tadi? Aku tidak tau. Tapi, aku merasa kau seperti sudah sangat mengenalku”

“Karena aku adalah seorang dokter”

Dan lagi-lagi pernyataan Lay membuat Baekhyun tersentak, “kau?! Dokter?!”

“Haha..apa wajahku tidak cocok menjadi dokter?”

“Tidak…bukan seperti itu. Hanya saja wajahmu lebih terlihat seperti seorang mahasiswa sepertiku”

“Aku banyak mengalami peristiwa buruk. Dan hal yang membuatku semakin merasa hampir gila saat kakakku mengalami kecelakaan dan lumpuh. Sejak saat itu, aku sudah bertekad untuk belajar yang giat dan menjadi dokter. Aku ingin membuat kakakku bisa berjalan lagi. Tapi ternyata, akhir-akhir ini aku mulai tertarik dengan hal-hal psikologi. Karena itu aku bisa mengetahui jika kau baru pertama kali datang ke tempat ini dari wajahmu dan alasan yang paling sederhana adalah karena aku lebih senang berteman dengan orang sepertimu daripada orang-orang yang ada ditempat ini”

Salah satu alis Baekhyun terangkat naik, “maksudmu?”

“Seperti kataku, orang-orang yang ada disini bukanlah orang-orang yang normal. Dan ku pikir, kau termasuk ke dalam orang yang masih normal karena belum sepenuhnya tenggelam di dunia seperti ini. Karena itu aku menghampirimu, aku juga ingin jadi orang normal”jelas Lay terkekeh

“Tapi, bukankah sebentar lagi aku akan menjadi orang yang tidak normal itu? Aku akan menjadi orang yang sama dengan orang-orang disini”

Lay menghembuskan napas panjang lalu menegakkan punggungnya, “Jika kau memang bersikeras untuk mengikuti balapan ini, aku tidak akan melarangmu. Tapi, sebaiknya kau tahan dulu niatmu hari ini…”

“Kenapa?”

Lay tersenyum penuh arti lalu menatap Baekhyun lurus, “Katakan siapa musuhmu…”

***___***

“Aku serius Jongdae. Dia mau menolongku dan aku pasti bisa menang dalam balapan nanti”jelas Baekhyun menggebu-gebu saat ia bertemu dengan sahabatnya itu.

“Kau serius? Apa dia bisa dipercaya? Kau bahkan baru mengenalnya kemarin”

“Aku serius!”balas Baekhyun penuh penekanan. “Aku rasa dia memiliki sebuah alasan. Aku tidak tau tapi aku merasa dia mempunyai alasan kenapa tetap bertahan di dunia seperti itu. Aku melihat matanya dan aku rasa dia tulus’

“Baekhyun-ah, kau terlalu polos untuk hal-hal seperti ini”

“Tidak Jongdae!” gelengnya. “Aku yakin. Dia bahkan mau membantuku”

Salah satu alis Jongdae terangkat naik, “membantu apa?”

Baekhyun meletakkan sumpitnya lalu tersenyum menyeringai menatap Jongdae, membuat namja bertubuh mungil itu sedikit ngeri dengan seringaian Baekhyun.

“Menghancurkan Myungsoo…”

***___***

Dan satu hari itu menjadi hari yang paling membahagiakan bagi Baekhyun disela kekhawatirannya. Ia tidak bertemu Myungsoo, tidak bertemu Kyungsoo dan tidak bertemu Chanyeol. Ia sangat menderita saat ini, namun tetap bersyukur karena ada sesuatu hal yang membuatnya bisa bernapas sedikit lega dan satu langkah lebih dekat dengan tujuannya.

Malam harinya, Baekhyun menuju sebuah café karena sudah membuat janji dengan Lay. Lay sudah tiba lebih dulu dan sudah memesan secangkir capucino hangat.

“Sudah lama? Maaf, aku terlambat”ujar Baekhyun menjatuhkan diri didepan Lay

Lay menggeleng, “tidak. Aku juga baru sampai”

“Aku ingin coklat panas” Baekhyun langsung berseru sebelum seorang pelayan menanyakan pesanannya. Pelayan itu mengangguk lalu berbalik untuk mengambilkan pesanan Baekhyun.

“Aku mengenal Myungsoo. Dia pernah balapan di tempatku dulu”ucap Lay tanpa basa-basi

Mata Baekhyun membulat, “Benarkah?!”

“Yeah, aku cukup mengenalnya. Lalu sebenarnya apa yang sudah terjadi antara kalian berdua?”tanya Lay membuat Baekhyun langsung terdiam seketika. Ia sangat bingung. Tidak tau dengan apa yang ingin ia katakan pada Lay. Karena, mengatakan jika hantu Chanyeol yang meminta bantuan padanya, itu sangat tidak mungkin.

“Aku tidak kaget jika kau punya masalah dengannya. Dia memang punya banyak musuh” Lay mendahului Baekhyun membuatnya diam-diam bernapas lega. “terutama Park Chanyeol itu…”

“APA?!! PARK CHANYEOL?!!” teriak Baekhyun tiba-tiba membuat Lay langsung termundur. Hanya sesaat baginya untuk bernapas lega dan sekarang ia benar-benar terperangah hebat mendengar Lay menyebut nama Chanyeol.

“K-kenapa?” Lay mengerjap kaget

“Kau mengenal Park Chanyeol?!”

Lay mengangguk pelan, “Aku mengenalnya. Dia adalah seorang pembalap liar seperti Myungsoo”

“Lalu? Kau tau bagaimana hidupnya sekarang?!”

“Bukankah dia meninggal saat kecelakaan tiga tahun lalu? Dia menabrak Myungsoo dan tanpa sengaja justru menabrak tiang pembatas”

“DIA TIDAK MENABRAKNYA!” Baekhyun menggebrak meja dan tiba-tiba berdiri membuat seluruh pengunjung café seketika menatap kearahnya. “Chanyeol adalah korban dan semua itu karena Myungsoo! Karena si pengecut itu menyuap hakim dan menghapuskan semua jejak kejahatannya! Chanyeol mati karena dia! Sebelum dia bisa menggapai mimpinya! Sebelum dia bisa berada diarena balap sesungguhnya! Itu semua karena bajingan itu!”

Dan semua itu terungkap dalam waktu singkat. Mudah bagi namja itu memancing emosi Baekhyun untuk mengatakan segalanya dan sekarang, semakin mudah ia mendekatkan diri dengan tujuannya.

“Baekhyun-ah, mianhae. Jika aku mengatakan hal yang salah. Duduklah, karena semua orang sedang memperhatikan kita. Sekali lagi aku minta maaf”

Lay tersenyum memohon untuk menenangkan amarah Baekhyun. Baekhyun menghela napas panjang, akhirnya duduk walaupun tampangnya masih terlihat kesal.

“Maukah kau menemani aku minum?”tawar Lay. “aku rasa kita sama-sama sedang mempunyai masalah yang berat saat ini. Dan aku ingin melupakannya sesaat. Hanya minum soju dan aku akan mentraktirmu. Anggap saja sebagai permohonan maaf”jelas Lay memasang wajah memohon. “jebaaal….”

***___***

Baekhyun akhirnya luluh dan ia mau menuruti permintaan Lay untuk menemaninya minum soju. Namun, sebelum itu mereka harus mampir ke sebuah rumah sakit karena ada yang harus diselesaikan oleh Lay yang memiliki profesi sebagai seorang dokter.

“Tunggu sebentar”seru Lay lalu masuk ke dalam sebuah ruangan. Baekhyun mengangguk. Setelah pintu itu tertutup, ia mendekati papan yang tergantung di pintu dan membaca sebuah tulisan.

“Dokter bedah?” ujar Baekhyun dengan intonasi bertanya. “Aku pikir dia hanya seorang dokter umum biasa. Kenapa dia bilang tertarik dengan hal-hal psikologi jika dia adalah seorang dokter bedah? Apa keduanya saling berhubungan?”

Baekhyun bergumam seorang diri namun lebih memilih untuk mengabaikannya. Karena, ia pikir itu bukan urusannya. Dan…sama sekali tidak penting.

Ia menjatuhkan dirinya dibangku yang berjejer di lorong didepan ruangan Lay. Tempat itu terlihat sepi namun sama sekali tidak menakutkan. Dulu, jika berada ditempat seperti ini, Baekhyun akan langsung menolak jika disuruh menunggu seorang diri karena sifat penakutnya. Namun sekarang, baginya hal itu adalah hal yang biasa.

“Baekhyun-ah…” Lay menjulurkan kepalanya dibalik pintu ruangannya

“oe? Wae?” Baekhyun berdiri menghampiri Lay

“Bisakah kau membantuku?”

“Mwo?”

“Tolong bawa kantung infus ini ke ruangan 666. Tidak ada suster yang bisa aku mintai tolong dan aku sedang terburu-buru. Bisakah? Pasien itu sedang membutuhkan asupan cairan”

“Eummm…dimana tempatnya?”

“Diujung lorong ini lalu belok kiri dan belok kanan. Ruangan itu adalah ruang VIP jadi sedikit sepi, gwenchana?”

Baekhyun mengangguk mantap,  “Tentu saja. Bukankah pasien itu sedang membutuhkannya?”

“Gomawo. Setelah itu kita bertemu di lobby. Sebentar lagi kerjaanku selesai”

“Oke”

Baekhyun berjalan keujung lorong, mengikuti intruksi yang diberikan Lay sambil menatap kesekeliling.

“ruang VIP…ruang VIP…”ulangnya membaca papan penjelasan yang tertempel di dinding. “Ah, itu dia…!”

Baekhyun menemukan ruang 666 itu, tersenyum lebar dan bergegas memutar kenop pintu. Seperti kata Lay, sepanjang lorong ruangan itu memang sangat sepi juga saat ia masuk ke dalam ruangan yang dimaksud.

Tidak ada siapapun disana. Dan sangat gelap karena lampu tidak dinyalakan juga gordennya tertutup rapat.

“Kenapa gelap sekali?”gumam Baekhyun. “Jogieyo, aku datang untuk mengantar kantung infus”

Tidak ada sahutan apapun.

“Jogieyo…”

Tetap tidak ada sahutan dan akhirnya Baekhyun mengulurkan tangan untuk menyalakan lampu. Lampu menyala, menerangi ruangan dan semakin memperjelas isinya. Disana… diranjang tidur dengan dihinggapi banyak alat-alat kedokteran. Baekhyun melihat sosok yang sangat dirindukannya. Keduanya mirip. Sama persis. Mmebuatnya benar-benar terperangah hebat.

Ia tergugu, “Pa…rk…Chan…yeol….”

TBC

 

 

Iklan

40 thoughts on “FF: Ghost Rider (Part 8)

  1. krystal berkata:

    uwaaa…. ghost rider part 8 uda di post… >v<
    eon, apa mksdnya ''Mudah bagi namja itu memancing emosi Baekhyun untuk mengatakan segalanya dan sekarang, semakin mudah ia mendekatkan diri dengan tujuannya.'' berarti Lay ada mksd trtentu dong..? O.O

    next chapter di tunggu eon.. jgn lama2

  2. Tiikaa berkata:

    Eonieee…
    Ff ini bikin penasarannn….
    Merinding sendiri bacanya wktu baekhyun disuruh lay ambil infus trus msuk ruangan dan dia nemuin sosok yg mirip sma chanyeolll…..
    Eonie itu beneran chanyeol?
    Chanyeol sbnernya masih hidup ya??
    Huaaa makin penasaraannnn ><

  3. Hwang Seulgi_Eliz berkata:

    Wah ada Lay nya juga ternyata….
    Tpi masih bingung ma karakter Lay d’sini. Baik or jahat. Smoga ja baik. Jadi trnyata Chanyeol blum mati! Next

  4. Ina Nurlaeni berkata:

    apa Lay sengaja nyuruh Baek ke kamar VIP 666, dan secara tidak langsung nemuin Baek and Yeol.
    ah, banyak pertanyaan d otakku, Next Chap cepetan ya eon, TLOL juga ^^

  5. YooXi kiszLUck berkata:

    W.O.W !!!
    apa Lay punya maksud tertentu?? dn tau semuanya??
    apa bener itu Chanyeol?? masih hidupkah?? klo masih hidup, bener dugaanku 😀
    Ayo, Baekhyun!! hancurkan MyungSoo!! hancurkan hancurkan!! *ditendang eLement* 😀 ._.v
    Next Chap~ Mija eon!! FIGHTING!!! .)9

  6. Ddangkoplak berkata:

    Tuh kaaaAan! Kenapa sih tbc selalu mengganggu di momen2 menegangkan kaya gini…!! 😦 perasaanku kok rada ngga enak gtu ya ama lay. Dia baik atau jahat sih benernya?

  7. Riiiii. . . berkata:

    mendekatkan diri untuk apa???
    lay jahat? ato baik?
    agh. . . jangan jahat! kemaren di growl ama d the wolf and, lay udah jd tokoh jahat! smoga di sini dia jd namja baik hati, amin,,#bedoa bareng yixing
    tapi kalo di liat dari si lay yang secara gak langsung ngasi tau keberadaan chanyeol, mungkin si lay ini baek? akh semoga!
    dan jongdae! kamu jadi apa aja aku tetep suka,,
    next chap sangan di tunggu ya chingu, SMANGAT!!!

  8. kiki berkata:

    akhirnya chapter ini keluar juga>.<
    rasanya pengen cepet ada chapter selanjutnya..
    itu lay karakternya baik deh kayanya
    ahhh hebat thor ! masih bingung sama kyungsoo udh ada misteri lain lagi.
    dan kayanya lay mau bantuin baekhyun karena kris juga lumpuh gara – gara myungsoo deh :/

  9. amel berkata:

    uyeeeeee chanyeol belum mati :””) /sujud syukur/
    jongdae kamu peduli banget ya sama sehun :”)
    lay baik atau enggak sih? ._. kayaknya lay punya maksud lain .-.
    huaaa masih banyak mysteri 😄

    ditunggu next chapt thor 😀

  10. chanyeollove berkata:

    itu lay punya maksud apa? chanyeol nya kok itu masih adaaa? hantu chanyeol nya kemana? kyungsoo ama chanyeol ada apaaaaaannnn??? yaampun kaaaakkk penasaraaaannn T.T lanjutannya buruan yaaa!!! hehehe semangat lanjutinnyaaaa!!!!

  11. MimiJJW berkata:

    BEBEEK/digaplok\ bayangin si baekkie di tempat balapan liar yg isinya cowok2 dgn mobil2 yg dimodif trus muka2 dingin obsesif akan kemenangan busyet mungkin org bkal mikir knf anak dibawah umur bisa masuk ktempat kyk gini??/digiles\aku penasaran ama Lay apa tujuan dia sbnarnya? dan knf si Yeollo bisa ada disitu? Penasaran stngah hidup Gue. Ini udc kpnjangan m’f.

  12. MimiJJW berkata:

    Apakah komen saya tdk masuk hue pdahal udc nulis panjang2 tapi ternyata gak masuk jd galaukan gue yaudah deh keep writing za’ ya udc males ngetik lagi

  13. Lia berkata:

    Wah ceritanya seru Thor. Banyak rahasianya yang mulai terungkap. Thor mau request klo partnya Jongdae dibanyakin ya….#XD modus
    Next chap-nya pasti ditungguin

  14. Sulkyuastrihyun berkata:

    Hwaaaaaa….!!!lay apa2an kau oppa?apa maksud prkataanmu itu?memancing dan semakin dkat dngan tujuannya?apa rencana lay oppa?lay itu baek apa jahat?eon…moga2 aja lay baik yahhh…dan gak ada niat jahat … Nekt chapNya cepetan ya eon,jngan kyak yang sbelumnyaaaa…nekt chaap pokoknya d cepetin dehh ya eon…!!!

  15. Lee hana berkata:

    nah loh si Chanyeol itu belum 100% mati ya masih koma. sukur deh. tapi kok ya udah jdi hantu sih thor. sayang kan ketche2 jdi hantu hehe
    ni ff kamu yg aku tunggu2 jga lho thor, sekedar info aja sih cz g da yg nanya.

  16. phiwzz berkata:

    O.O
    Jadi, slama 3th Chanyeol dirawat Lay, gitu?? Jadi, slama 3th Chanyeol belum ditentuin meninggal kan?? Jadi, Chanyeol koma slama 3th dan arwahnya melayang2 karna dendam nya belum terbalaskan?? Jadi, Chanyeol emank belum bener2 meninggal kan??? Dia masih idup kan???
    Trus, tujuan modus(?) nya Lay ke Baekhyun tuh buat bantu Chanyeol ato malah jebak BaekYeol karna sbenernya Lay di pihak Myungsoo???
    Aaaaa.. Bingung n penasaran!!! Kyungsoo juga belum ketawan siapa!!
    Next chap buruan muncul ya thor!!!

  17. nina berkata:

    pertama na waktu baca ‘seseorang ber dimple’ aku pikir chanyeol, trs ternyata lay
    lalu baru sadar klo chanyeol udh jadi cast utama na eon hahahaha .___.

    eehhh??? chanyeol???? itu chanyeol eon??????????
    aku udh menduga klo kyk na chanyeol lebih enak koma aja drpd beneran meninggal
    tp benerkah itu?????

  18. tia08 berkata:

    mwoyaaa jd sebener’a yeol belum mati tp koma?? aigooo bener2 ga di sangka2..
    tp knapa lay td bilang yeol udah mati pdhl dia pasti tau dong yeol msh koma secara dia dokter disitu, apa tujuan lay??
    huaa penasaran~
    daebak~

  19. amelia berkata:

    apa maksud lay??
    jadi, apa selama ini lay nyembunyiin chanyeol??
    tapi kenapa??
    uwa.. makin banyak aja teka tekinya u,u

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s