FF EXO : SIXTH SENSE Chapter 10

 

Sixth sense

Tittle      : Sixth Sense

Author  : Oh Mi Ja

Cast       : Zhang Yixing, Xi Luhan, Kim Jongin

Support Cast : Oh Sehoon, Kim Taeyeon, Kwon Boa, Jung Yunho

Genre    : Brothership, Friendship, Mistery

Yixing menangis. Dia sudah menceritakannya dan menangis tersedu-sedu di akhir. Bagaimana semuanya bermula, bagaimana ia merasakan penderitaan yang amat menyeramkan di hidupnya, juga bagaimana usahanya untuk menahan kejiwaannya agar tidak menjadi gila.

Nyatanya, dia memang berbeda. Dia aneh. Memiliki kelebihan yang sangat jarang di miliki orang lain. Memiliki kelebihan yang tidak bisa di deteksi dalam ilmu logis. Dia tidak sakit, dia tidak gila. Dia hanya memiliki masa lalu yang suram yang membuatnya mempunyai suatu kelebihan.

Kelebihan yang sangat ingin ia harapkan bisa hilang.

Ditempatnya, Jongin hanya bisa terpaku menatap Yixing. Hanya bisa mengulurkan tangan dan menghusap punggung sahabatnya itu walaupun dia sendiri belum bisa mempercayai dengan semua cerita Yixing.

Sebenarnya, dia sudah mengetahui sejak malam kematian Taeyeon. Saat Yixing tiba-tiba muncul tanpa diberitahu oleh siapapun, juga saat menyelamatkan Sehun dari hantaman besi itu. Namun, Jongin terus saja mencoba menepis anggapannya, karena logikanya tidak mampu menjabarkan hal itu. Seseorang yang bisa melihat masa depan? Bukankah sangat lucu? Seperti cerita fiksi yang terjadi di film.

Tapi sekarang, dia mengalaminya.

“Jongin-ah, aku sudah gila. Aku benar-benar sudah gila!”isak Yixing menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. “Semua ini begitu menakutkan. Aku sangat menderita saat aku melihat proses kematian itu di depan mataku. Aku sudah sangat menderita karena melihat kematian orang tuaku, aku tidak mau seperti ini lagi. Aku sangat takut”

Masih tenggelam dalam rasa keterkejutannya, Jongin tetap bungkam. Tidak mampu mengeluarkan kata-kata apapun, bahkan untuk sekedar ucapan penghibur. Ia membisu.

“YIXING!! YIXING!!” Hingga tiba-tiba suara seseorang terdengar berteriak memanggil nama Yixing.

Jongin dan Yixing sama-sama mendongak. Ternyata Luhan dan Sehun yang terlihat sedang berlari menghampiri mereka.

“Xing Xing hyung, Jongin hyung!”

Keduanya tersentak, “kalian kenapa bisa ada disini?”tanya Jongin bingung sedangkan Yixing langsung menghusap air matanya.

“Luhan hyung tiba-tiba berlari dan menuju kesini. Sesampainya didepan, kami bertemu appa dan appa bilang kalian ada didalam”jelas Sehun lalu mengalihkan pandangannya pada Yixing yang tetap duduk sambil menyembunyikan wajahnya. “Xing Xing hyung, kau menangis?”

Mata Luhan membulat saat ia mendengar celetukan Sehun dan menyadari ada sesuatu yang tidak beres pada adiknya. Ia berjongkok didepan Yixing, mengulurkan tangannya dan menepis tangan Yixing yang menutupi wajahnya.

Benar. Dia menangis.

“Kau menangis?”

“Ge, Kris…”isak Yixing tersendat.  “Kris meninggal…dia meninggal…” dan dia sudah tidak bisa menahan kesedihan itu lebih lama lagi. Ia melingkarkan kedua tangannya di leher Luhan, memeluk kakak kandungnya dan menangis di pundaknya. Rasanya sesak. Saat seseorang yang sudah kau anggap sebagai seorang sahabat, justru pergi tanpa kata-kata.

***___***

 

Awan hitam dan langit mendung berpadu menjadi satu kesatuan untuk menurunkan hujan. Seperti sedang menangis mengantar kepergian seseorang. Sekaligus untuk menemani air mata yang terjatuh di pipi namja berlesung pipi itu.

Ia memilih untuk menikmati kesedihannya, menolak perlindungan sebuah payung yang ditawarkan Jongin dan Luhan. Disana, berdiri disamping sebuah makam, ia ingin menyendiri. Sambil menatapi tempat peristirahatan seorang sahabat yang menjadi jalan perpisahan bahwa mereka tidak akan bertemu lagi selamanya.

Yixing masih mampu mengingat saat-saat pertama mereka bertemu. Saat-saat dimana secara perlahan-lahan Kris bisa membuat hatinya luluh. Dia adalah seseorang yang mengajarkan sebuah rasa percaya, mengenalkan sebuah kata bernama ‘sahabat’ juga mengajarkan perjuangan agar kita tidak menyerah.

Kris pernah meyakinkan pada Yixing bahwa dia bukan orang gila, dia masih bisa berdiri dari segala penderitaannya dan masa lalunya yang kelam. Kris mengajarkan sesuatu yang berharga.

‘Kris, aku sudah menganggapmu sebagai seseorang yang mampu menguatkanku dari kelemahanku. Aku sudah menganggapmu sebagai sahabat sekaligus seorang kakak. Kau adalah orang pertama yang mempercayaiku dan tidak menganggapku aneh. Terima kasih. Hingga saat dimana akhir mulai terlihat, aku harap kita ias saling duduk bersama disebuah taman pinggir kota sambil berbicara panjang lebar lagi……’

Sebuah benda bening perlahan melindungi tubuh Yixing dari guyuran hujan bersamaan dengan saraf kewaspadaannya yang menyadari ada seseorang yang sedang berdiri disampingnya. Yixing menoleh, sedikit terkejut saat melihat Sehun yang sudah menangis menghampirinya.

“Hyung, aku tau kau pasti merasa sangat sedih karena sudah kehilangannya. Aku pernah merasakannya juga saat aku kehilangan kakakku. Tapi, bisakah kau menerima payung ini? Aku sangat khawatir jika kau akan jatuh sakit”isaknya sambil memberikan pegangan payung yang dipegangnya pada Yixing, membuat tubuhnya yang semula juga terlindung menjadi mulai basah karena hujan. “…aku mohon…”

Yixing tergugu. Membeku di tempatnya tanpa mampu mengeluarkan kata-kata apapun. Hanya bisa menatap lirih seorang adik kecil yang sedang menangis untuknya dengan kepala tertunduk dalam.

Menatap sejenak pegangan payung yang masih dipegang oleh Sehun, Yixing akhirnya mengulurkan tangan dan menerimanya. Walaupun sudah terlanjur basah kuyup, setidaknya ia tidak ingin melihat air mata itu jatuh untuknya.

“Kita pulang, kajja”

Tiba-tiba Luhan mencekal lengan Sehun disertai dengan tarikan pelan membuat namja itu menghadap padanya. Juga, mengulurkan tangannya yang lain untuk menyentuh dagu Sehun dan mengangkat wajahnya.

Luhan tersenyum, “aku akan mentraktirmu bubble tea dan ddokbukkie. Tapi, sebelum itu kita harus pulang untuk mengganti baju”

Sehun menghusap air matanya menatap Luhan bingung, “bukankah kau harus bekerja?”

“Aku membolos” Luhan tertawa kecil. “Kita bisa bermain seharian hari ini. Kajja”

Sehun mengangguk walaupun masih terdengar suara isakan tertahannya. Ia menoleh kebelakang, kearah Yixing. “Xing Xing hyung, aku akan menunggumu di rumah”ujarnya lalu mengikuti langkah Luhan menuju mobil.

Berlawanan arah dengan Sehun dan Luhan, Jongin berhenti sesaat saat berpapasan dengan keduanya untuk sekedar mengacak rambut Sehun.

“Tunggu di rumah. Aku akan segera pulang. Hari ini, Luhan hyung akan menemanimu”

Setelah itu berjalan pelan menghampiri Yixing dengan payungnya sendiri karena hujan masih saja turun dengan deras.

Pemakaman sudah mulai sepi, hanya menyisahkan beberapa kerabat dekat termasuk Yixing yang masih berdiri dalam pelung kesedihan terdalam sambil menatap sebuah foto yang terpampang disana.

“Kalian pasti sangat dekat”seru Jongin berdiri disamping Yixing, ikut menatap foto Kris.

Yixing menoleh sekilas lalu mengangguk, “yah, dia sahabat pertamaku saat aku berada di Korea”

“ Yixing, dia sudah mengambil sebuah keputusan dan kau harus menerimanya dengan cara merelakan keputusannya itu. Dia pasti punya alasan”ujar Jongin mencoba menghibur Yixing

“Aku selalu menceritakan semua masalahku padanya. Dan dia selalu meyakinkanku bahwa dia adalah orang yang bisa ku andalkan. Tapi, kenapa dia justru memendam masalahnya dan lebih memilih bunuh diri? Harusnya dia mencariku dan menceritakan semuanya. Aku akan membantunya. Apapun masalahnya”

“Kau tidak bisa menyalahkannya kenapa dia hanya memendam semuanya seorang diri. Dia pasti punya pertimbangan lain kenapa tidak membicarakan semua itu”

“Jika saja aku bisa melihat kejadian sebelum ia memakan pil-pil obat tidur itu dan datang kesana secepat mungkin, aku pasti bisa menyelamatkannya”

Seusai mendengar ucapan itu, Jongin langsung menoleh kearah Yixing. Keyakinannya pada sesuatu aneh yang dimiliki oleh sahabatnya itu semakin kuat. Dia benar-benar berbeda. Dia benar-benar memiliki kelebihan yang ternyata menjadi alasan kenapa dia selalu tau jika setiap bahaya akan terjadi.

“tuan Zhang Yixing?”

Yixing dan Jongin sama-sama menoleh saat suara seseorang terdengar.

“Aku di perintahkan untuk membawamu ke kantor polisi”

Keduanya tersentak, “untuk apa?!”tanya Jongin

“Dia diminta menjadi saksi atas ucapannya yang mengetahui jika tuan Wu meninggal karena obat tidur. Kami ingin meminta penjelasan lebih dalam bagaimana proses kematiannya dan bagaimana dia bisa mengetahuinya”

“Maksudmu kau mencurigainya?!”ketus Jongin. “Sejak kemarin dan sebelum kematian Kris, dia terus bersamaku!”

“Kami hanya memintanya untuk menjelaskan bagaimana dia bisa mengetahui alasan kematian tuan Wu disaat kami semua belum mengetahui apa penyebabnya”

“ITU NAMANYA MENCURIGAI!!” Jongin mendorong tubuh polisi itu kasar. Sangat kesal dengan pernyataannya yang terdengar seperti mencurigai Yixing sebagai pelaku atas kematian Kris.

“Jongin-ah, wae geurrae?” tiba-tiba tuan Jung datang dan menahan tubuh Jongin

“Aboji, Yixing tidak melakukan apapun! Kenapa kalian mencurigainya?! Dia selalu bersamaku sepanjang hari! Aku bisa menjamin semua itu!”

“Jongin-ah, tenanglah”seru tuan Jung lalu menoleh kearah anak buahnya. “Pergilah. Aku akan mengurus ini…”

Polisi itu mengangguk, “baik ketua”

Tuan Jung menatap Yixing yang sedang menunduk itu, mengulurkan tangannya dan mencekal kedua lengan Yixing.

“Jangan anggap aku sebagai polisi yang sedang bertanya denganmu. Tapi, anggap aku seperti seorang ayah yang sedang meminta penjelasan pada anaknya…”Seru tuan Jung pelan. “Bagaimana kau bisa mengetahui jika Kris meninggal karena minum 5 pil tidur sekaligus?”

Yixing mendongak, balas menatap tuan Jung. “Appa…aku…sebenarnya…”

“Katakan, Yixing…”

Yixing menarik napas panjang, inilah saatnya untuk memberitahu semua orang jika dia memang berbeda. “Aku bisa melihat proses kematian orang-orang yang ada disekitarku”jawabnya pelan. “Aku bisa mengetahui saat mereka akan meninggal dan bagaimana kejadiannya…”

“mwo?!”

“Mungkin ini memang terdengar aneh dan mungkin appa tidak akan mempercayaiku. Tapi, aku sungguh-sungguh mempunyai kemampuan itu. Aku melihat ada beberapa orang yang menghadang Taeyeon noona di malam kematiannya. Aku sudah berusaha secepat mungkin untuk menyelamatkannya namun aku terlambat. Dan kemarin, aku melihat Kris ingin meminum obat tidurnya. Aku tidak tau apa alasannya tapi aku juga sudah berusaha datang secepat mungkin dan lagi-lagi terlambat…”tangis Yixing menutup wajahnya dengan kedua tangan. “Jika saja aku bisa lebih cepat, jika saja aku mengetahui jauh sebelum kejadian itu akan terjadi, Tayeoon noona dan Kris tidak akan meninggal. Mereka pasti masih hidup dan aku tidak akan merasa sesedih ini karena kehilangan seorang teman dan Sehun juga pasti tidak akan menangis. Maaf..aku minta maaf. Ini semua karena kesalahanku. Tapi, aku tidak gila. Aku mohon jangan menganggapku gila…”

Tuan Jung mengulurkan tangannya, menghentikan perbuatannya yang ia tau sangat menyiksa batin Yixing. Ia sama sekali tidak mengerti, sama sekali tidak mempercayai. Namun, ucapan yang terdengar sangat tulus dari seorang anak yang masih sangat polos itu menyadarkannya, membuatnya dengan mudah mempercayai jika dia tidak terlibat dan tidak mungkin terlibat. Dia sangat menyayangi Kris sama seperti dia menyayangi keluarganya. Dia juga merasakan kehilangan yang membuat tangisnya terdengar memilukan. Dan untuk menenangkan semua itu, tuan Jung berjanji akan menyelidiki kasus ini secepatnya.

***___***

Sehun beranjak dari duduknya yang tenang saat suara ketukan pintu terdengar. Ia meninggalkan semua hyungnya yang sedang berkumpul di teras belakang sembari bermain dengan tiga hewan peliharaan mereka.

Kali ini ingin menjadi seorang adik yang pengertian dan tidak membuat ulah lagi. Yeaah, ia tidak mau membuat Yixing semakin bersedih.

Sehun membuka pintu dan langsung mengerutkan kening saat melihat seseorang yang berdiri dibaliknya. Seorang pria bertubuh mungil dan berkulit pucat, penampilannya tidak menunjukkan dirinya baik-baik saja. Rambutnya acak dan dia terlihat seperti habis meminum bir.

“Kau siapa?”tanya Sehun lagi-lagi melupakan kesopanan yang harus ia tunjukkan pada orang yang lebih tua.

“Bisakah aku bertemu Zhang Yixing?”

“Tapi kau siapa? Apa kau teman Xing Xing hyung?”

“Bisakah aku bertemu dengannya sekarang?”seru pria itu tidak sabaran

 Sehun akhirnya mengalah, “tunggu disini! Jangan coba-coba masuk. Aku akan memanggilnya”serunya pada pria itu. Appa dan oemanya sedang tidak berada di rumah dan ada seorang pria yang mencurigakan datang ke rumahnya. Sedikit mempunyai pikiran buruk memang, tapi tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga.

Sehun menutup pintunya, bahkan menguncinya dan membiarkan pria itu menunggu diluar. Sangat takut jika pria itu tiba-tiba masuk jika pintunya tidak dikunci. Ia buru-buru berlari ke taman belakang, menghampiri ketiga kakaknya dan berseru panik.

“Hyuuuung..!! Hyuuuung!!”

“Wae geurrae Sehunie?”tanya Jongin terkejut mendengar suara Sehun

“Ada seseorang yang mencari Xing Xing hyung! Dia terlihat seperti orang jahat!”

“Mwo?!”

“Aku sungguh-sungguh hyung. Sebaiknya kalian bawa sesuatu untuk melindungi diri”

Jongin dan Luhan saling pandang bingung namun akhirnya menuruti ucapan Sehun untuk membawa sesuatu. Sehun mengikuti ketiga kakaknya dengan berlindung dibalik tubuh Yixing.

“Mana kuncinya?”tanya Luhan

“Ini…”

Luhan menarik napas sejenak sebelum ia memutar kunci dan memutar kenop pintu. Hingga saat pintu itu terbuka, matanya seketika melebar. “Kim Suho?! Bukankah kau Kim Suho?!”tanya Luhan benar-benar terkejut. “Ada apa denganmu? Kau mabuk, huh?”

“Bisakah aku bertemu dengan Zhang Yixing? Aku harus bertemu dengannya”

“Ge, siapa dia?”tanya Yixing sama sekali tidak mengenal Suho

“Dia adalah Kim Suho. Psikolog di Severance Mental Health Hospital”

“Aku adalah sahabat Kris”potong Suho cepat. “Dan aku harus menjelaskan padamu tentang sesuatu…”

***___***

“Kris selalu menceritakan semua hal padaku termasuk tentangmu. Beberapa hari sebelum kematiannya, dia memang sedang terlibat masalah yang cukup rumit. Kris baru mengetahui tentang siapa ibu dan ayahnya beberapa hari lalu dan dia cukup shock karena itu”Suho memulai penjelasannya. “Kris dan aku sudah bersahabat sejak kami duduk di bangku sekolah dasar dan yang ku tau dia adalah anak dari orang tua yang sederhana. Ayahnya meninggal saat ia berusia 15 tahun dan beberapa hari lalu, ibunya juga meninggal dan mengatakan kebenarannya pada Kris…”

“tentang apa?”

“Tentang identitas asli orang tua Kris. Ibunya adalah seorang pemain film yang dulu pernah terlibat skandal dengan seorang petinggi Negara. Dia hamil dan petinggi Negara itu tidak mau bertanggung jawab atas kehamilannya sehingga ia berniat menggugurkan Kris. Namun, ibu Kris yang ternyata adalah sahabat baiknya menahannya dan mengatakan jika ia siap untuk mengurus Kris hingga dewasa”

Yixing tergagap, “k-kau bercanda?!”

“Tunggu. Apa maksudmu ibunya adalah Lee Yoo Jung? Artis film terkenal itu?!”sahut Sehun ikut terkejut

Suho menghela napas panjang lalu mengangguk pelan, “itu benar..”

“Sehunie, darimana kau tau?!”

“Teman-teman disekolah baru-baru ini ramai membicarakan tentangnya. Skandal percintaannya dengan seorang petinggi Negara terungkap ke publik dan dia akhirnya membocorkan semua kenyataannya. Sewaktu dia hamil, dia bilang pada suaminya bahwa dia keguguran di detik-detik melahirkan padahal ia memberikan anaknya pada sahabat baiknya. Dia menyimpan rahasia ini selama bertahun-tahun dan akhirnya sekarang terungkap saat petinggi Negara itu mencalonkan diri sebagai presiden. Temanku bilang, dia tidak terima dengan hidupnya yang selalu bahagia bersama keluarga dan anaknya. Sedangkan dia, di vonis mengidap tumor dan tidak bisa mempunyai anak lagi. Karena itu dia membocorkan hal ini pada publik yang mengakibatkan suaminya menceraikannya setelah itu”

 “Lee Yoo Jung datang ke ruangan Kris setelah ibunya meninggal dan menceritakan semua kebenarannya. Yang membuat Kris semakin sedih, Lee Yoo Jung bukan meminta maaf melainkan memintanya untuk membantunya menghancurkan petinggi Negara itu. Dan saat media mulai menyorot nama Kris, tunangannya memutuskan hubungan mereka padahal bulan depan mereka akan melangsungkan pernikahan. Itulah saat paling terpuruk Kris dan dia akhirnya memutuskan untuk bunuh diri sebelum pers menyadari jika dia benar-benar anak hasil hubungan gelap Lee Yoo Jung dan petinggi Negara itu. Dia tidak ingin semua orang terdekatnya merasa malu karena mempunyai hubungan dengannya”

“Tapi, kenapa dia tidak menceritakannya padaku?! Seharusnya dia bilang dan aku akan membantunya menyelesaikan semua ini!”

“Karena bagi Kris kau adalah seorang adik, bukan pasien”jawab Suho pelan. “Dia tidak mau menambah bebanmu dengan masalahnya. Karena dia sendiri tidak bisa menerima kenyataan tentang hidupnya. Sehari sebelum dia meninggal, dia memberikan data-data dirimu padaku dan memintaku untuk menggantikannya mengurusmu. Juga untuk membantumu saat mimpi buruk itu datang…”

Yixing menelan ludah, “kau mengetahuinya?”

“Aku mengetahuinya dan aku mempercayainya”

“Tunggu. Sebenarnya apa yang sedang kalian katakan?”sahut Luhan tidak mengerti. “Mimpi buruk apa?”

“Aku harus pergi” Suho tiba-tiba berdiri, enggan berbicara terlalu banyak lagi karena saat ini, ia juga belum bisa menerima kenyataan atas kepergian Kris. “Aku sudah memberikan keterangan pada polisi jika ini benar-benar kasus bunuh diri. Dan mungkin beberapa hari ini aku akan pergi jauh sebelum pers menemukanku dan bertanya tentang Kris. Terima kasih karena kalian sudah hadir di pemakaman”

***___***

Jongin duduk di teras belakang rumahnya seorang diri sembari membolak-balik buku cetak tebal yang berhasil membuatnya semakin sakit kepala. Memutuskan untuk tidak bekerja beberapa hari ini karena ada banyak ujian yang akan datang.

“Akh..kepalaku sakit sekali”gumam Jongin memukul-mukul pelan kepalanya

“Jelaskan padaku tentang apa yang terjadi pada Yixing!” tiba-tiba pemilik suara itu muncul dan duduk disamping Jongin.

Jongin terkejut, “Luhan hyung? Kau tidak bekerja?”

“Apa yang terjadi dengan Yixing? Dan apa maksud dari mimpi buruk itu?”

“K-kenapa kau tiba-tiba berta—“

“Jawab aku!”

Jongin menghela napas panjang lalu menutup buku yang dipegangnya. Membalas tatapan Luhan yang sedang memaksanya untuk menjelaskan semua yang terjadi pada Yixing.

“Adikmu memiliki kelebihan, hyung”Seru Jongin pelan. “Itu tidak bisa dihentikan namun kita bisa menjaganya”

Kening Luhan berkerut, “Apa maksudmu?”

“Dia mempunyai mimpi buruk yang akan terus menghantuinya…”

TBC

34 thoughts on “FF EXO : SIXTH SENSE Chapter 10

  1. nina berkata:

    aduuhhhh kasihan yixing😦
    berkaca2 aku baca na😥
    uuhhhh baby sehun lucu :3 baik juga
    /pukpuk
    ow ternyata beneran bunuh diri iia
    kasihan juga kris
    yaahhhh luhan udah mau tau
    gmn iia reaksi na
    semoga jangan mengekang yixing
    kasihan kan ntr jadi na

  2. Tiikaa berkata:

    Aduhh, eon ksian bnget krisnya…

    Itu sehun sayang bnget sih sma yixing.. Khekhe
    Luhan juga skrng jdi deket bnget sma sehun…
    Umm,, knapa ya orng2 yg dnger crita yixing pda gak percaya sma dia. Pdhal hal2 sperti itu memang ada kan… Ckck
    Oke deh eon next aku tungguu yaa
    Smga mimpi2 buruk tidak lgi menghantui yixing

  3. YooXi kiszLUck berkata:

    aaaaaa .. sedih sangat ya😥 Luhan, dongsaeng lo itu punya kekuatan eh kelebihan yaitu Sixth Sense ^dibilangin ngeyel^ *plak
    gue bingung mau komen apa lagi ?? ..
    yang terpenting Next Chap~
    Mija eon FIGHTING .)9🙂

  4. Firdhauzi DP berkata:

    Duhh, my Daddy Kris matiii. Huaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!

    sumfeh nangis sesengukkan aku bacanya. DAEBAK Oh Mi-Ja eoni, keep writing……

  5. @baltacheakiriwe berkata:

    “…Saat-saat dimana secara perlahan-lahan Kris bisa membuat hatinya luluh.”

    Itu maksudnya apa? Yixing naksir Kris gitu? .___.” #plak #salahfokus

  6. ... berkata:

    Baru sempet baca, coz kemaren gila2an nge vote buat band ching chong alias EXO..😀
    terus terlibat fanwar dikit, tapi yg paling bikin sakit kepala fanwarnya sama orang luar, pan bahasa inggris gue pas pasan T___T *kok jadi curhat* #PLAK
    oke kembali ke topik (?)
    1.. 2.. 3..
    Auuuthhooooooooooooooooorrr kenapa lo bikin Yipan matii T____T
    siapa yang bakalan nemenin gue??? Siapa yang akan biayain anak gue sama Yipan kalau dia tidak ada ?? Siapa thor siapa????? #PLAKPLAKPLAK

    ceritanya makin seru, lanjut thoor.. *ting* /menghilang/

  7. Sulkyuastrihyun berkata:

    Akhirnyaaa…ffNya lanjuuut…kyaaaa…LUHAN ADIKMU punya kelebihan istimewa..knp kau malah gak sadar sdangkan jong in sdar smpai brusha mengelak sgla knyataan kalok xingxing punya kelebihan … Wuaaaaahhh…yifan frustasi nih critanya mkanya bunuh diri?!o.k.e. Lagh…eon…next chap lagiii yeakh…#minta mulu dr dlu persaan loh…!***mian ne eon gak bisa koment yang bikin eoni smngat…krena aku reader yang pas2an…aku bkanlah reader yang pandai merangkai kata2…!###FAIGHTING

  8. Lee hana berkata:

    ff buatanmu yang selalu q tunggu thor. tapi ntu kenapa kris harus mati coba kasihan amat jdi anak dri hubungan gelap lagi. Yizing…jganlah engkau menangis dengan kelebihanmu itu

  9. MimiJJW berkata:

    Kak mija yaampun ini galau bgt emang susah ya jadi org kayak kris dia ngebantu nyelesain masalah org? Trus siapa yg bntu dia nyelesain masalah dia U’u xing xing kamu kasian bgt sih ktakutan gitu sehun jahat bgt sih suho dikunci diluar

  10. Nurie_pyromaniac berkata:

    kyaaaa >.< ff ini sungguh bikin gue nangis meskipun belum end :3 post chapter berikutnya secepatnya ya thor *puppyEyes

  11. sonelfaffxtionshawol berkata:

    haduuuuuh bang nagaaaa bang nagaaa…..turut prihatin ya,semoga hidupmu tenang disana …*emaap…
    yixiiiiing kenapa kamu jd cengeng????….sangking polosnya secengeng itukah dirimu????….#hadeeeeh
    TBC …..tiga huruf yang paling bikin aku pgn bejek laptop!
    yasudah lanjut thor!!

  12. Riiiii. . . berkata:

    yixing! xingxing!
    kris! wufan!
    luhan! lulu!
    sehun! hunhun!
    jongin! kkamjong!#ngabsen
    aduh g tawu mau komen apa, ituh yixing merana mulu, tersiksa gegara kelebihan, luhan g peka jongin ja yg bukan sodaranya ja peka,
    kris, g xangka kamu bkal bnuh diri, byasanya kan kalo ff laen karakter kamu slalu jd cowok kuat n tegar,
    okkeh sgini aja, di tunggu ffx yg laen, SMANGAT!

  13. Jung Han Ni berkata:

    huft.. nangis lagi bacanya😥 kasian yixing kehilangan kris.. padahal kris termasuk orang yg dipercaya yixing😥
    kris masalahnya berat bgt ya, kasian dia sampe bunuh diri😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s