FF : Mr.Baekgo’&King Evil part 1

IMG-20131106-WA0000

Tittle      : Mr.Baekgo’&King Evil part 1

Author    : Infiex (@exowie)

Main cast:-EXO (Baekhyun, Kai, Chanyeol,Lay)
-Lee Rian (Oc)
-Luna f(x)
-Victoria f(x) (Rian’s mother)
-Chorong A-pink

Genre     :  Comedy,Friendship,family,school

Rate       : PG-15

Length   : Chapter

Catatan author: Ni ff pertama saya maaf kalau bikin perut mual setelah baca ni ff hehe. Trima kasih yang udah nyempatin baca dan makasih banyak buat author yang dah mau repot ngepost #bow90°. O ya ada lagi ni ff terinspirasi dari ff baby’s breath yang nyarisnya saya tidak tau nama author nya #plak. Tapi jelas ceritanya beda banget ini murni dari otak saya. Udah segitu aja bacotnya trimaa kasih.

***

“Rian jagalah dia sebagai mana kau menjaga oema mu nak,Appa tahu jika kamu adalah anak yang baik dan akan membantu oema mu.”

“Ha? ‘Dia’, ,? Dia siapa, apa yang appa maksud.”

“Nanti pasti kamu tau apa yang appa maksud.” Jawab lelaki itu dengan senyum dan lama kelamaan hilang memudar bersama kabut yang tadi berada diantaranya.

“APPA,,,,,!”

“Tok tok tok Rian sayang bangun nak bukannya hari ini kamu harus sekolah ha,,,,,” ketika itu juga Rian terbangun dari tidur dan mimpi yang mempertemukannya dengan almarhum appanya.

“Iya ma Rian dah bangun kok.” Sahutnya tapi masih saja betah berbaring diranjangnya dengan   mata berkedib untuk mengumpulkan kesadarannya dan menggumamkan kata”hanya mimpi,tapi kenapa appa tiba tiba muncul di mimpi gue. Mungkin kangen kali ya,ya mungkin.” Ucap gadis itu dengan pertanyaan dan jawaban yang dia buat sendiri. Kemudian menyibak selimutnya dan menuju kamar mandi untuk cuci muka dan brangkat sekolah.

“Pagi oema.” Sapanya pada wanita yang sedang berada di meja makan yang tak lain adalah oemanya atau orang biasa memanggilnya dengan Victoria.

“Pagi sayang,gi mana tidurnya nyenyak kan?” Sahutnya dengan senyum.

“Ehem nyenyak malah tadi Rian mimpi ketemu appa.”

“Benarkah? Appa bilang apa, pasti bilang kangen sama kamu.”

“Gak kok malah appa bilang yang aneh-aneh, masak Rian di suruh jaga ‘dia’. Yang dimaksud appa dia itu siapa aja Rian gak ngerti. Appa bilang Rian pasti bisa menjaga ‘dia’ dengan baik” jawab Rian sambil mengunyah sarapan rotinya. Mendengar hal itu Victoria langsung tersedak roti yang dimakannya.Rian segera berlari menghampiri oemanya dan menepuk nepuk punggung belakangnya.

“Ya oema hati hati dong makanya jangan buru buru Rian gak serakus itu kok jadi oema makannya gak usah ngebut.” Rian panik dan menyodorkan segelas air putih kepada oemanya.

“PLETAK”
“YA kenapa oema memukul Rian, apa salah Rian coba! ” bentaknya karena gak terima kepalanya di jitak dengan sadis.

“Siapa yang kamu bilang makan ngebut, oema cuma kaget denger omonganmu” jawab Victoria.

“Kenapa musti kaget?” tanya Rian dengan alis berkerut. Kini dapat dilihat perubahan muka Victoria dari garang menjadi salah tingkah dan kemudian dia mengalihkan pembicaraan.

“Em…..mungkin appamu hanya kangen saja, sudah berangkat gi baru naik kelas gak lucu kan kalau telat.” Rian hanya bisa mengangguk saja dan tidak memikirkan sikap oemanya itu. Lalu mengambil tas dan menghampiri oemanya untuk sekedar mencium pipi dan berkata “Rian sayang oema” Mendengar hal itu Victoria tersenyum dan  mengangguk ke arah putri satu satunya itu dan berseru dalam hati “trima kasih Lee Changmin kau sudah memberikan anak sebaik dia”

“Bye oema brangkat dulu ya” triak Rian sambir berjalan menuju pintu.

“Ya hati hati” Rian tidak menjawab pesan oemanya tapi hanya mengangkat kedua jempol tanpa berbalik memandang oemanya. Saat itu juga Victoria kelihatan berpikir sejenak dan menghembuskan nafasnya dengan berat. “Mungkin ini waktu yang tepat”katanya dalam hati dan berteriak.

“Rian mulai besok kita akan tinggal bertiga.” katanya,dan seketika itu Rian berhenti dan membalikkan badannya, menatap langsung ke arah oemanya.

“Bertiga Oema,,,,mau,,,,menikah?” Tanya Rian sedikit kaget.

“Ha,,,menikah? Ya enggaklah kenapa kamu mikir sejauh itu sih”

“Trus kalau tidak kenapa kita harus tinggal bertiga”tanya Rian semakin bingung.

“Iya mulai besok anak teman oema akan tinggal di sini, semoga kamu mau nerima dia di sini ya”

“Anak teman oema siapa Rian kenal gak? Cewek atau cowok? Cantik apa ganteng? Pintar gak? Kelas berapa sekolah dima……..”

“Rian ! Besok kamu tahu sendiri” ucap Victoria memotong omongan putrinya itu. Dan Rian hanya bisa mengangguk anggukkan kepala saja.

“Ya ya ya mungkin itu akan mengasikkan malah bagus bukannya Rian jadi punya teman dan gak kan sendiri lagi saat oema kerja” jawab Rian dengan senyum.

“Ehm,,,i,,iya,,,,iya hehe semoga begitu, ya sudah brangkat sana” jawab Victoria kikuk.

“Semoga” balas Rian dengan senyum. Tanpa basa basi lagi Rian langsung ngacir ketempat sepeda kayuhnya terparkir indah di garasi depan dan langsung menaikinya dengan semangat,mengingat hari ini hari pertama dia sekolah dengan menyandang kelas XII,kelas barunya. Ya dia baru naik kelas.  Tapi sebelum dia kluar dari garasi rumahnya sebuah mobil warna hitam memasuki pekarangannya,tentu saja dia menghentikan sepedanya dan melihat siapa yang datang sepagi ini. Dan setelah tahu siapa yang datang muka Rian bersinar seketika dan menjerit dengan suara cempreng andalannya.

“KYAAAAAA XING XING LU UDAH DATANG KENAPA GAK NGASIH KABAR GUE” Teriaknya heboh.

Seorang pemuda tersenyum disertai lesung yang bertengger di pipinya yang menjadi ciri khas pemuda itu. Namun tak berapa lama namanya disebut dengan tidak indahnya senyum itu langsung lenyap seketika dan pemuda itu menghampiri Rian dengan sengaja menonyor kepala gadis itu.

“Aow,,,,,,sakit tau! Lagi dapet ye  sensi banget,tadi dari oema sekarang ketambahan lagi” bentak Rian sambil memegang kepala yang baru saja dapat tonjok gratis lagi.

“Sakit ya,,,,kasihan. Lagian lu juga dah gue kasih tahu panggil gue Lay masih juga ngotot panggil ‘xing xing’ pakek acara gak ada manggil oppa lagi durhaka emang lu ye” jawab pemuda yang ternyata bernama Lay itu nyolot.

“Yah nama oppa kan emang Zhang Yixing jadi bisa kan gue panggil lu ‘xing xing’ dimana salahnya coba” jawab Rian gak mau kalah.

“Tau ah gelap,gak ada menangnya ngelawan lu.”

“Tu tau kenapa masih ngelawan muehehehe. Eh oppa belum jawab pertanyaan gue kapan oppa pulang dari China trus neneknya dah baikan kan? ”

“Lu nya juga nyari ribut. Ya gue baru pulang kemaren soal nenek dia udah baikan kok”

“Syukurlah,trus….”

“Ampun Rian kamu belum berangkat anak ini sungguh…eh! Itu bukannya Yixing kamu dah balik?kapan? gi mana neneknya dah sembuh?”

“Kemaren.Neneknya dah sembuh!” Bukannya Lay yang ngejawab tapi justru Rian yang menjawab pertanyaan oemanya dengan jengkel karena kesal omongannya dipotong oemanya.

“Benarkah?” Tanya Victoria tanpa mempedulikan Rian dan menghampiri Lay yang tersenyum ramah kepadanya.

“Iya tan bener, gi mana tante kabarnya baik kan?” Tanya Lay sopan.

“Ch! giliran oema aja di baik baikin coba gue tadi digi…t.u…in”Rian terbata bata mengucapkan kalimatnya itu ,pasalnya kini dua pasang mata melirik ganas kearahnya. Sambil mehe mehe gaje dia menggaruk tengkuknya yang merinding dan memalingkan pandangannya ke arah lain. Lay dan oemanya trus saja ngobrol tanpa ada titik namun Rian tak mengikuti alur obrolan itu tapi matanya malah jlalatan mencari seseorang dalam mobil. Melihat hal itu Lay langsung menatapnya dan bertanya.

“Ngapain lu liat liat mobil gue, gue tau mobil gue bagus tapi nyantai aja dong gak usah segitu ngeliatnya” Ujar Lay dengan tampang watadosnya yang sempurna membuat mata Rian melotot ingin keluar.

“Tuhan, ,,,mimpi apa coba gue semalem bisa ketemu ni orang, gue gak liatin mobil kale,,,,, tapi Chorong oeni,di mana dia?” Kata Rian sambil memijit kepalanya karena stress dengan orang di depannya ini. Belum juga hilang rasa jengkelnya Lay sudah menambahinya dengan berbicara.

“Ni gue kantongin,ya menurut elu? dia ya dirumahnya lah kenapa lu cari di mobil gue” gigi Rian gemertak dengan hidung kembang kempis tangan mengepal dan mata melotot sungguh horor dipandang mata. Dengan emosi yang ia tahan dia berujar,

“Maksud gue kalian kan pacaran siapa tau aja Chorong oeni juga ikut ke sini ngerti?”

“Dia gak ikut rang ini aja gue masih mau ke sana, o ya sampai lupa tujuan gue ke sini” Lay membuka pintu mobilnya dan membawa bungkusan yang sepertinya berisi kue kering dan diserahkannya pada Victoria.”Ini tan titipan dari mama dia sendiri lo yang buat” seru Lay sembari menyerahkan bungkusan itu.

“Wah sepertinya enak ni ,makasih ya sampaikan salamku pada mama mu” tutur Victoria sambil menerima bungkusan dari Lay. Kemudian mereka masih saja mengobrol tak menghiraukan Rian yang masih terus memijit kepalanya karena stres mendadak.  Dan sepertinya dia merasa tak dianggap ada di situ. Maka dengan cepat dia berpamitan lagi.

“Ya tahu deh yang sesama orang China ngobrol aja trus gue mau brangkat aja”katanya

“Berangkat kemana?”

“Ngojek! ” jawab Rian

“Ow ya udah karna lu brangkat ngojek gak jadi deh gue antaerin” mendengar itu Rian yang sudah siap mengayuh sepedanya berhenti seketika itu juga.

“Ha????? Anter oh gak kok gak, ya brangkat sekolah lah masak ngojek anak semanis gue ngojek hehe jadi anter kan, ya kan ya kan,,,,,” Rian langsung menghampiri Lay dan menggoyang goyangkan lengannya tanpa peduli dengan sepedanya yang ambruk karna ditinggal kan begitu saja.

“Giliran gini aja lu manis banget ma gue”ucap Lay yang hanya di bales cengiran dari Rian.”ya udah tan pamit anter kunyuk dulu ya.”

“Ha? Kunyuk?” Tanya Rian polos.
“Iya lu kan kunyuk baru nyadar”

“Hai,,,bener-ben…….”

“Napa? Protes? Ya udah gak jadi anter deh.” Ujar Lay santai.

“Oh gak protes kok gue emang kunyuk dasar kunyuk gak sadar diri juga. Dasar kunyuk.” ucap Rian sambil memukul kepalanya sendiri dan langsung masuk dalam mobil. Di luar dia terlihat menyunggingkan senyum meski dengan menggertakkan giginya kuat kuat, namun di dalam sudah bisa dipastikan kalau darahnya sekarang sedang mendidih dan siap keluar dari ubun ubun,namun iya tahan supaya tidak meluap. Karna sepertinya hari ini dia malas untuk berangkat sekolah dengan sepedanya. Sementara itu Lay tersenyum penuh kemenangan karna jarang bisa membuat Rian bete setengah mampus seperti ini. Karna biasanya dialah orang yang sering jengkel dengan ulah Rian. Tanpa banyak bicara lagi Lay pamit lagi dengan Victoria,dan Victoria hanya mengangguk dan tersenyum sembari berkata “hati hati di jalan kalau ada waktu luang jangan lupa datang dan ajak Chorong juga.”

“Beres tan” jawab Lay dengan mengacungkan jempolnya.

Victoria trus menatap mobil Lay sampai hilang di tikungan dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah dua orang yang tadi ada didepannya. Lay dan Rian mereka memang akrab tapi jika bertemu selalu saja ribut entah apa yang diributkan pasti selalu ada. Namun dibalik itu semua mereka saling menjaga dan menyayangi selayaknya saudara kandung. Terbukti 5 tahun lalu ketika Rian kehilangan appanya karena meninggal yang disebabkan karena gagal ginjal, Lay lah orang yang bisa mengembalikan senyumnya yang saat itu frustasi karena merasa kehilangan appanya. Sebenarnya mereka berdua akrab karena Victoria adalah teman akrab orang tua Lay yang sejatinya berasal dari China. Mereka pindah ke Korea karena pekerjaan beda dengan Victoria yang karena mengikuti suaminya yang asli orang Korea. Mereka semua sudah seperti keluarga.

____________________________

“Yap sudah sampai tuan putri” ucap Lay “hey lu masih marah ma gue gitu aja marah gak asik lu.”kata Lay karena masih mendapati Rian yang masih anteng gak niat ngejawab pertanyaannya.

“Ya habisnya masak gue dikatain kunyuk. Tapi gue pikir pikir emang gak salah sih yang oppa bilang buktinya aja sampai sekarang gue masih jomblo sejati kasihan banget ya gue.” Curhat Rian ngenes.

“Gak usah dipikirin jodoh itu kalau belum waktunya ketemu lu nyari ampek berkarat juga gak bakal ketemu,semua dah ada yang atur.” Jawab Lay sok bijak

“Tumben ngomong nya bener.”

“Lu mah gitu gue ngomong bener lu katain, gue ngomong gak bener lu ngambek trus gue harus guling guling sambil bilang wow fantastic baby gitu !”

“Baru aja gue kagum ma oppa tapi dah rusak lagi. Ya ya makasih oppa gue ngerti kok. Kalau gitu gue masuk kelas dulu, makasih antarannya.” Ucap Rian sambil membuka pintu mobil tapi berhenti ketika Lay bertanya.

“Pulang sekolah ada acara? Kalau nggak ntar gue ama Chorong mau jalan kalau lu mau gue jemput”

“NGGAK! GUE MAU PAKEK BANGET MALAH GUE JUGA UDAH KANGEN MA CHORONG OENI” jawab Rian dengan berbinar.

“Alah sok kangen,iye lu kangen ma dia buat temen lu ngebully gue.”

“Baru tau? tragis bener ye hidup lo,  Hahahaha” ucap Rian dengan sadisnya dan langsung ngacir ke gedung sekolah untuk menghindari amukan Lay.

“YA LEE RIAN AWAS LU! GAK ADA SOPAN SOPANYA YA LU MA GUE.” Teriak Lay penuh emosi.

________________________________

Sesampai di gedung sekolah Rian tidak langsung menuju kelasnya malah menuju ke kantin untuk membeli air minum karena tenggorokannya terasa kering sehabis berdebat dengan Lay. Sesudah membayarnya ke penjaga kantin Rian segera meminumnya di tempat tanpa berniat mencari tempat diduk. Tapi sebelum dia merasa puas untuk minum seseorang menepuk pundaknya dari belakang,yang membuat dia kaget dan menyemburkan kembali minuman yang sudah masuk mulutnya. Rian langsung berbalik untuk mencari tahu siapa yang berani mengagetkannya barusan. Setelah berbalik ditemukannya seorang gadis yang hanya termehe mehe gaje karna melihat aksi konyol Rian barusan tanpa merasa bersalah. Dan itu membuat Rian emosi tingkat akut.

“YA ! PARK SUNYOUNG LU MAU CARI MATI HA ?”

“HEY! SUDAH KUBILANG PANGGIL GUE LUNA, LUNA L.U.N.A NGERTI!” Balas gadis yang bernama Park Sunyoung aka Luna itu dengan suara yang tak kalah cempreng dari punya Rian dengan memperjelas katanya di bagian LUNA.

“Haish,,,,,kenapa dari pagi gue ketemu ama orang yang rempong dengan nama sih gak oke banget.” Keluh Rian frustasi.

“Ya lu nya juga sih diperingatin dari dulu gak nyangkut juga di otak apa susahnya coba panggil Luna.” Jawab Luna manyun.

“Terserah lu aja deh gue capek debat,lagian ngapain lu ngagetin gue bosen idup lu!”

“Ye,,,,,ini juga gegara lu,tau gak gue dari pagi nungguin lu di parkiran ni pantat ni udah berakar, ni kepala udah berdaun tapi lu kagak nongol nongol. Eh tau tau udah di kantin siapa yang gak sebel coba.”

“Lebay amat sih lu, gue juga baru datang hari ini gue kagak naek sepeda, lagian gue juga nyuruh lu nunggu gue di tempat parkir?” Tanya Rian.

“Nggak!” Jawab Luna polos

“Nah tu gue gak nyuruh lu nunggu gue napa lu nyalain gue”

“Iya juga ya hehehe” jawab Luna dengan dodolnya yang ngebuat Rian pengen makan anak orang hari itu juga, namun gak jadi begitu menyadari buat apa Luna menunggunya di parkiran gak biasanya. Maka dari itu Rian memutuskan bertanya dari pada melanjutkan emosinya.

“O ya ngapain lu nungguin gue gak biasanya.”

“O ya sampai lupa, emang lu udah tahu lu berada di kelas berapa.” Tanya Luna sambil menepuk jidatnya.

“Ya taulah bego amat yang pasti ya di kelas XII” jawab Rian santai. Kini giliran Luna yang ingin makan anak orang tapi masih dia tahan sebisa mungkin karena belum apa apa dia sudah di bilang begok.  Lalu bertanya kembali.

“Ya Ian gue tahu kita sudah naik kelas XII tapi emangnya lu tahu XII apa? Tanya Luna dengan sabar.

“Belum hehehe.” Jawab Rian dengan senyum gaje.

“NAH ITU LU BELUM TAU TAPI DAH NGEBEGOK BEGOK IN GUE” Emosi Luna seketika itu juga meledak dan air liurnya udah muncrat sana sini karena gak nyantai banget ngomong nya saking emosi.

“Aduhhhh suara lu bisa di kecilin dikit gak sih sakit ni telinga gue, ya ya gue minta maaf gue salah gue yang begok puas!?”

Senyum lebar langsung terukir di wajah Luna mendengar itu.  ” Nah gitu dong ayok ke tempat mading di sana udah ada pengumuman pembagian kelasnya,semoga aja kita sekelas lagi bisa sebangku lagi deh kita” ucap Luna girang sambil menarik tangan Rian untuk menuju tempat mading.

Sesampainya mereka di tempat mading sudah tidak begitu banyak anak yang melihat pengumuman pembagian kelas,mungkin sebagian besar dari mereka sudah membacanya. Langsung saja Rian dan Luna mencari nama mereka dan yup mereka berada di satu kelas lagi di XII.B. Mereka berdua refleks berpelukan dan joget joget gaje gak memperdulikan tatapan orang yang melihat mereka dengan tatapan “apa mereka baru keluar dari RSJ?”

“Tunggu sebentar.” Rian tiba tiba saja menghentikan goyang gajenya dan membaca lagi nama nama yang sekelas dengannya. Waktu itu juga keceriaan di wajahnya berubah muram ketika matanya membaca nama ‘KIM JONGIN’ berada di kelas yang sama dengannya. Luna sadar akan perubahan sikap Rian dan bertanya mengapa. Rian hanya menghela nafas dan menunjukkan nama Kim Jongin terpampang indah diatas nama Rian. Tapi ekspresi Luna berbanding terbalik dengan Rian, dia justru merasa senang. Tapi detik berikutnya Luna juga melakukan hal yang tadi dilakukan Rian membaca nama nama teman sekelasnya dan mentalnya langsung break down ketika nama ‘Park Chanyeol’ berada tepat diatas namanya juga. Mereka berdua yang tadinya semangat 45 mengetahui hal itu langsung lemas seketika.

“Sepertinya nasib kita tidak jauh berbeda dengan tahun sebelum nya Ian. ” ucap Luna lemas.

“Sepertinya” jawab Rian tak kalah lemas.

______________________________

Tidak mau ambil pusing dengan mereka harus sekelas lagi dengan musuh bebuyutan mereka masing masing Luna dan Rian segera ngacir di mana kelas mereka berada untuk mencari tempat duduk. Sesampai di kelas mereka sudah melihat dua lelaki yang tak asing lagi bagi mereka sudah duduk di pojok kanan kelas dengan tertawa lebar sambil menggebrak meja saking enaknya mereka tertawa. Rian dan Luna hanya bisa memutar bola mata mereka karena malas dan segera mencari tempat duduk yang enak buat mereka tempati. Sepertinya nasib mereka memang agak sial hari ini. Semua bangku sudah terisi semua oleh tas menandakan bangku itu sudah ada yang menempati meskipun tidak ada orangnya. Yang tersisa hanya ada satu pasang bangku yang apes bagi Luna,Rian bangku tersebut berada tepat di depan meja Jongin dan Chanyeol. Mereka berdua hanya bisa menghela nafas pasrah dan segera menuju bangku itu dengan langkah berat.

“Eits,,,,,ada Kurcaci ada Rian ada  gue yang ganteng ada Kai item emang sepaket hemat banget ye kita dari dulu ampek sekarang bertemu terus emang jodoh tak kan ke mane.” Ujar Chanyeol PD disertai senyum mengembang di bibirnya. Rian hanya tersenyum mendengar ucapan Chanyeol,berbeda dengan Luna yang kini mukanya sudah masem aja,belum juga duduk sudah diberi sapaan yang bikin ati enek. ‘Kurcaci’ ya itulah panggilan Chanyeol buat Luna. Yang memang dibanding Rian tinggi Luna hanya sebatas kupingnya. Maka dari itu Luna enek banget dengan Chanyeol yang notabennya dari dulu gak pernah puas ngejailinnya. Kalau Rian terhadap Chanyeol gak ada masalah justru sedikit akrab berbanding terbalik dengan hubungannya dengan Jongin.

“Elah lu gitu sih Yeol tega ma sahabat ndiri, item item gini banyak yang antri ngebet pengen jadi cewek gue” ucap Jongin yang tidak rela dirinya dikatain item.”Lu juga ngapain mau maunya nyapa ‘Kunti’ harusnya Luna aja dah cukup kurang kerjaan amat nyapa dia juga” tambah jongin yang sukses membuat Luna termehe mehe gak jelas dan membuat Rian seketika itu juga mengeluarkan tanduk dari kepalanya. Ya Jongin yang sejak dari dulu menjadi musuh besarnya karena omongan pedas dan sifat jailnya. Namun berbeda dengan Luna yang justru tidak pernah mendapat kejailan Jongin maka dari itu Luna lebih akrab dengan Jongin dari pada Chanyeol.

“Sabar sabar sabar gak denger gue gak denger anggap aja tadi yang ngomong demit Ian.” Rian komat kamit sambil mengelus dada mencoba tidak terpancing dengan ledekan Jongin. Namun Jongin tidak berhenti sampai di situ dia berucap kembali.

“Yah Lun ternyata temen lu selain kunti juga merangkap jadi dukun juga ya tuh mulutnya komat kamit gak jelas.” Merasa namanya di sebut Jongin Luna bukannya membela Rian justru malah menambahinya dengan kejam.

“Ya tu Kai sepertinya begitu, entah dukun pelet atau dukun beranak muehehehe.” Katanya. Emosi Rian sudah sampai tingkat tinggi dengan perasaan jengkel dia membalas perkataan Jongin.

“Ha,,,,,,,Kai? Siapa tu Kai nama Kim Jongout aja sok asik diubah Kai,gak banget euy,,,,,”

“Kim Jongin woy Kim Jongin,,,,,lah dari pade elu Lee Rian nama apaan tu LEE RIAN” bales Jongin dengan menekankan kata LEE RIAN tepat di depan muka Rian yang sontak membuat Rian memundurkan muka dan menutup matanya.

“Apa salahnya dengan nama itu justru itu lebih bagus dari pada KIM JONGOUT bukti nyatanya aja elu lebih suka dipanggil Kai dari pade Jongout,iye gak Yoel”

“Betul banget,gue suka gaya loe” jawab Chanyeol sambil bergaya menembak Rian dengan tangannya. Dan berkata kembali “Nama tu gak ada yang bagus selain nama PARK CHANYEOL apa lagi nama PARK SUNYOUNG ch,,,,nama apa tu kayak gak ada nama yang bisa digunain lagi. Mendengar hal itu kini Luna yang naik pitam. Pasalnya dari tadi dia lebih banyak diam dari pada ngomong,tapi berani beraninya namanya di sebut sebut juga.

“SETAN! DEMIT! KAMBING! APA LU BAWA BAWA GUE EMANG GUE TADI NGATAIN LU HAH,,,???” Ledak Luna penuh emosi.

“Yeh ada yang marah ni, emang tadi gue nyebut Luna gue kan nyebut Park Sunyoung napa lu yang marah bukannya nama lu Luna” jawab Chanyeol santai. Luna menggertakkan gigi dan mengepalkan tangannya siap untuk menonjok Chanyeol yang kini tertawa setan karena merasa menang. Tapi sebelum niatnya terlaksana bel sekolah berbunyi menandakan upacara segera di mulai dan mengharuskan mereka mengakhiri perdebatan gak penting mereka dengan segera menuju lapangan.

“Tabah tabah” ucap Rian setengah tersenyum sambil mengpuk puk punggung Luna.

____________________________

Karena hari itu hari pertama kenaikan kelas,seluruh siswa bebas dari pelajaran dan hanya menulis jadwal mata pelajaran saja. Mereka menggunakan waktu luang mereka untuk mengobrol dengan temannya dan ada juga yang berada di kantin untuk sekedar minum es. Sampai bel tanda pulang sekolah berbunyi. Luna dan Rian menjadi salah satu dari banyak murid yang hanya ngobrol di dalam kelas. Mendengar bel berbunyi mereka berdua langsung beranjak dari tempat duduk untuk segera pulang.

“Lo bilang elu gak bawa sepeda,trus lo pulang naik apa? Lo mau gue anterin? ” Tanya Luna.

“Gak usah, tadi gue brangkat dianterin Xing xing,ntar dia juga jemput gue kok.” Jawab Rian.

“Ha? Dia dah balik,sayang ya dia dah punya cewek,kalau belum aja pasti dah gue kejar ampek mampus. Senyumnya itu lo gak nguatin,,,,!” Luna tiba tiba saja berfangirling ria dengan tangan ditepuk dan di letakkan di depan dagunya seperti orang berdoa. Melihat itu Rian memandangnya jijik dan langsung menonyor kepalanya.

“Ih apaan sih lo, elu mah kambing aja lu embat!” Ucap Rian sambil berdiri dari bangkunya. Luna hanya mencibir mendengar itu. Ketika mereka berdua ingin kluar kelas Kai dan Chanyeol datang memasuki kelas sambil berteriak “pulang” dan berlari seperti anak SD untuk mengambil tas mereka. Rian dan Luna enek banget melihatnya dan bergegas pergi dari kelas tanpa menghiraukannya. Ketika sampai di depan pintu  untuk keluar tiba-tiba saja ada yang menarik tas mereka dari belakang sehingga mereka berdua refleks jatuh kebelakang dengan mendaratkan bokong mereka kelantai dengan mulus. Siapa lagi pelakunya kalau bukan musuh mereka masing-masing. Kai dan Chanyeol tertawa terbahak bahak melihat mereka terjatuh dan keduanya bersamaan berucap,

“ANAK GANTENG KELUAR DULUAN, HAHAHA”

Luna begitu juga dengan Rian tidak terima dizholimi begitu saja oleh kedua mahluk evil itu. Mereka segera bangkit dan mengejar mereka berdua untuk memberinya pelajaran. “TUNGGU LO SETAN CURUT JANGAN LARI” teriak mereka berdua kompak. Yah begitulah kalau lagi emosi aja bisa kompakan.

“Mana sih Rian lama banget, anak anak lain aja udah pada kluar.” Keluh gadis cantik yang bernama Chorong di depan pintu gerbang sekolahan Rian.

“Ya ilah jadi cewek gak sabaran amat sih lu, baru juga nunggu belum ada 5 menit,lagian bel sekolah aja baru bunyi dah ngedumel aje.” Jawab seseorang yang bersandar di mobil hitamnya, siapa lagi kalau bukan Lay kekasihnya itu.

“Iye gue tau tapi masalahnya gue pengen pipis udah kebelet ni.” Jawab Chorong gelisah karena menahan pipisnya yang udah pengen kluar.

“Pipis ya pipis aja susah bener, apa perlu bantuan gue ha?” Jawab Lay sambil menaik turunkan alisnya menggoda Chorong.

“Maksud loe?????????” Chorong menatap sinis ke Lay yang kini sedang semyum-semyum gaje.

“Hehehe ya habisnya lo juga pipis aja rempong bukannya di dalam sekolahan ada wc numpang aja di situ masak numpang pipis aja gak boleh.”

“Iya juga ya, ya udah gue masuk ke sana dulu.” Tanpa banyak cingcong  Chorong langsung menuju gedung sekolah untuk mencari toilet. Dia berbelok ke kanan untuk mencarinya,namun sebelum menemukan dimana toiletnya terdengar suara gaduh dari lorong sekolahan. Dia mencari cari sumber suara tersebut,terlihat dua laki-laki dan dua perempuan sedang berlari dan terdengar sumpah serapah yang diucapkan kedua perempuan itu. Malang bagi Chorong karena tempat dia berdiri sekarang tidak jauh dari acara kejar mengejar itu, dua lelaki yang lari dengan kekuatan super tanpa bisa mengendalikan kecepatan larinya itu menabrak Chorong yang langsung tersungkur kebelakang.

“Awas awas minggir ada banteng ngamuk.” Teriak suara ngebash siapa lagi kalau bukan Chanyeol. Chorong hanya bisa teriak dan menerima nasib yang kini harus merelakan bokongnya nungsep di lantai dengan gak ok.

“Aow,,,,,,hey kalian hati hati dong sakit ni.” Teriak Chorong sambil memegang bokongnya tapi belum bangkit dari lantai.

“Sorry oeni,sorry! YA YEOL LARI YEOL CEPET,,,,” Kai menarik tangan Chanyeol yang sempat berhenti berlari karena menabrak orang, karena dia melihat Rian dan Luna yang sudah semakin dekat. Sementara Rian dan Luna trus mengejar mereka tapi berhenti di depan Chorong untuk istirahat menghirup udara sejenak. Dan ketika mereka berdua sadar siapa yang sudah  ditabrak duo evil itu adalah Chorong mereka berdua melotot dan kompak berteriak,
“OENI NGAPAIN DI SINI!” dengan lantang dan segera membantunya berdiri.

“Haduh siapa sih tadi kurang asem bener, mereka kira nggak sakit apa.”keluh Chorong sambil berkacak pinggang.

“Mereka tu ya begitu manusia gila yang kurang kerjaan yang tiap harinya selalu aja buat orang jengkel.” Jawab Luna

“He’eh apalagi tu si Jongout item.”

“Ah enggak ah dia gak begitu jengkelin yang jengkelin tu ya si boros gigi Chanyeol.” Luna nyrobot omongan Rian begitu aja karna beda pendapat dengan Rian.

“Gak kali, yang nyebelin tu Jongin.” Rian tetep kukuh dengan pendiriannya.

“CHANYEOL”

“JONGOUT”

“CHANYEOL”

“GAK POKOKNYA JONGOUT”

“POKOKNYA CHA…….”

“DIAM!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! BISAKAH KALIAN TUNJUKKAN DI MANA LETAK TOILET???” Chorong murka seketika itu juga. Sudah baru ditabrak dengan mengenaskan kini dia masih harus melihat pertengkaran yang sama sekali gak penting didepannya. Sudah sejak tadi dia menahan pipis dan juga kesabarannya melihat tingkah mereka berdua, namun sepertinya mereka tidak sadar juga. Jalan satu satunya hanya dengan tangan dikepalkan dan diletakkan diantara muka mereka berdua mata melotot dan berteriak sekeras-kerasnya. Dan sepertinya cara itu berhasil, terbukti dengan diamnya adu bacot antara Rian dan Luna dengan muka takut melihat mata Chorong sembari menunjukkan arah toilet.

“Dari tadi kek bacot mulu kalian, gak tau apa orang dah kebelet.” Chorong menyeringai sambil berjalan menuju toilet. Sedangkan Luna dan Rian hanya diam membeku di tempat.

________________________________

“Elo beneran gak ikut kita ni Lun?” Tanya Chorong yang kini sudah berada di depan gerbang sekolah bersama Rian dan Lay.

“Iya rame-rame pasti nanti ngobrolnya tambah seru.” Tambah Lay. Sementara Luna hanya bisa menggeleng.

“Gak usah oppa,oeni makasih,lagian gue juga bawa sepeda gi mana mau ikut. Lain kali aja deh.” Katanya

“Ya udah kalau gitu kita duluan ya,hati-hati lo dijalan sampai ketemu besok.” Kini giliran Rian yang ngomong dan Luna hanya mengangguk dan tersenyum.

“Bye bye,,,,,,,,,,,,,” Lay,Chorong dan Rian melambaikan tangannya ke Luna begitu juga sebaliknya.

Tidak berapa lama naik mobil mereka sudah sampai di sebuah taman dan duduk di cafe setelah memarkirkan mobilnya. Mereka sengaja memilih tempat di luar di bawah pohon rindang dari pada di dalam ruang ber-ac. Ketiganya ngobrol dengan sesekali tertawa terbahak-bahak karena sudah sekitar 2 bulan tidak bertemu karena Lay yang harus pulang ke China untuk menjenguk nenek dan menyeleseikan urusan pekerjaan nya. Selama itu juga Chorong juga tidak bisa bertemu dengan Rian meskipun tidak ikut ke China. Dia juga sama-sama sibuk. Mereka ngobrol dari hal random sampai yang agak serius. Sampai Rian merasakan HP nya bergetar menandakan ada sms masuk dan segera membacanya.

“Sayang oema mungkin nanti pulang agak malam,oema mau menjemput anak teman oema yang tadi pagi oema critain,oema dah buatin makan kamu nanti tinggal hangatin aja.”

Rian membaca SMS dari oemanya dan bergumam “katanya besok kok sekarang udah di jemput.”

“Siapa yang di jemput.” Tanya Lay

“Anak teman oema katanya mau tinggal di rumah.” Jawab Rian

“Siapa?” Giliran Chorong yang bertanya.

“Tau tu oema, tadi pagi gue tanya siapa dia gak ngejawab malah bilang ntar lo juga tau ndiri.” Rian mengendikkan bahu sambil memutar sedotan dari minumannya.

“Bagus dong,bukannya elo jadi ada temen kalau oema lo kerja. Siapa tau aja cowok keren lagi pasti lo betah di rumah.” Ujar Chorong antusias.

“Semoga aja eoni,siapa tahu aja bisa dipacarin sekalian hehe, tapi kalaupun cewek gak masalah kok malah bisa gue suruh ngerjain pr gue hahaha.”

“Ye,,,,,elu mikirnnya yang muluk-muluk aja, enak di elu susah di mereka kalau gitu.”

“Lah hidup kan emang dicari enaknya, ngapain nyari susahnya, ya gak Xing!” Jawab Rian sambil memanggil Lay. Namun Lay tidak menyahut karena sedari tadi dia memperhatikan seseorang yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Karena pertanyaannya tidak di jawab Rian langsung memukul ringan pundak Lay yang langsung membuat orangnya tersentak.

“Woey pacar dah ada di sini mata masih bisa aja jlalatan.” Tegur Rian

“Apain sih lo, siapa yang jlalatan gue cuma kagum ama orang disana. Dia begitu sabar mengurus orang itu.” Jawab Lay sembari menunjuk orang yang di maksud. Rian dan Chorong langsung mengikuti arah yang ditunjuk Lay. Disana ada orang yang begitu tlaten menyuapi anak yang umurnya sekitar 20 tahunan namun masih memakai clemek untuk menutupi bajunya dari belepotannya acara makan itu. Meskipun sudah berkali-kali makanan itu disemburkan bukannya di telan perempuan yang umurnya tidak begitu jauh dari Rian itu tetap sabar menyuapi dan menasehati kalau tidak boleh seperti itu tanpa amarah sedikitpun.

“Wah sabar bener ya tu orang salut gue ama dia. Padahal udah disembur berapa kali aja masih gak marah.” Ucap Chorong geleng-geleng kepala karena kagum.

“Iye!” Jawab Rian singkat karena dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Mungkin kalau dia jadi orang yang mengurus orang itu sudah gantung diri.

____________________________

Sudah pukul 23.00 tapi Rian belum juga memejamkan matanya. Dia menunggu oemanya yang sampai saat itu belum pulang juga. Bukannya lebih ke arah khawatir,karena dia sudah biasa melihat oemanya pulang larut malam karena pekerjaannya tapi justru dia penasaran setengah idup dengan anak teman oemanya yang nanti bakalan tinggal di rumahnya itu. Ketika mendengar erangan mobil masuk kehalaman rumah Rian langsung bangkit dari ranjangnya karena yakin itu adalah oemanya. Dia segera berlari dan membukakan pintu rumah sambil teriak.

“Oema sudah pulang?”

“Eh Rian kamu belum tidur sayang. Kebetulan,Baekhyun cepat turun sayang kita sudah sampai.” Ucap Victoria. Dan ketika itu juga turunlah seorang lelaki yang umurnya tidak jauh dari Rian. Rian yang tadinya tersenyum lama-lama senyumnya memudar digantikan dengan alis berkerut dan muka penuh tanda tanya.

“Oema ken..kenapa dia?”

TBC

3 thoughts on “FF : Mr.Baekgo’&King Evil part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s