FF EXO : AUTUMN Chapter 10

autumn

Author  :  Oh Mi Ja

Cast :  Leeteuk SJ as Park Jungsoo

Luhan EXO as Park Luhan

Kai EXO as Park Jongin

Sehun EXO as Park Sehun

Support Cast      : Kris EXO as jaksa

Suho EXO as Pastor

Taemin Shinee as Lee Taemin

JR JJ Project as Park Jin Young

Jonghyun CN Blue as Lee Jonghyun

Shindong SJ as Shin Donghee

Dongho Ukiss as Shin Dong Ho

Genre                   : Brothership, Family,  Friendship, little sad

Note : Bayangan author tentang rumah KaiHunHan adalah rumah yang ada di fil Sassygirl Chun hyang. Rumah yg berloteng dengan halaman didepannya. Yg blm tau, silakan googling hehe

Mereka berbohong.

Mengatakan pada Sehun jika bibi Kwon masih akan menjaga rumah itu namun kenyataannya tidak begitu. Ia juga harus pergi, meninggalkan rumah mewah itu dengan segala kenangannya. Kenangan bersama tiga anak laki-laki yang sudah ia rawat sejak kecil.

Wanita tua itu berdiri cukup lama didepan pintu gerbang dengan tas koper yang sudah siap mengemas pakaiannya. Memandangi rumah itu sampai puas karena mungkin ini adalah kali terakhir. Dan juga…sebelum polisi datang dan memasang pembatas.

“Tuhan, jaga selalu mereka bertiga dalam lindungan-Mu karena aku sudah tidak bisa menjaga mereka lagi. Buat mereka selalu bahagia karena mereka adalah anak-anak yang baik”

***___***

“MWO?!! INI RUMAH KITA?!!”teriak Sehun saat ia melihat rumah barunya. Begitu kecil, sempit dan berantakan.

Luhan menghusap kepala Sehun setelah menyelesaikan pembayaran pertamanya dan meminta pada ibu pemilik rumah untuk tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya.

“Appa menyuruh kita tinggal disini, Sehunie”

“Cepat telepon appa, aku tidak mau tinggal disini!”rutuk Sehun kesal, berdiri menjauhi pintu rumah dan berdiri di halamannya sambil berkacak pinggang kesal.

“Appa sedang sibuk. Ponselnya tidak bisa dihubungi” Jongin berkilah

“Pokoknya aku tidak mau tinggal di rumah ini! Rumahnya sangat jelek! Bahkan semua mainanku tidak bisa diletakkan di dalam kamar!”

“Itu karena rumah ini belum dibersihkan. Jika kita menatanya dengan baik, semuanya pasti cukup. Kajja”

“Shireo!” Sehun menepis tangan Luhan yang hendak menggandengnya. “Aku tidak mau membersihkannya! Suruh bibi Kwon yang menata kamarku!”

“Sehunie, jika tidak masuk. Kita bisa masuk angin”bujuk Luhan

“SHIREO!”

Jongin, Taemin dan Jonghyun hanya bisa saling pandang kemudian menghembuskan napas panjang melihat kekeras kepalaan Sehun. Jongin ikut turun tangan, ikut mencoba membujuk Sehun karena Luhan sudah terlihat sangat putus asa karenanya.

“Hey, jika kau tidak mengikuti permainan. Kau bisa kalah. Appa tidak akan memberikan hadiah untukmu”

“Aku tidak perduli! Aku tidak mau hadiah! Aku mau pulang! Aku mau rumahku!”

“Sehunie…”

“Aku tidak mau!”

“YA!!!”

“Huaaaaa……”

“Jongin-ah, kau tidak perlu membentak Sehun seperti itu”seru Luhan langsung menghampiri Sehun yang seketika menangis. Ia berlutut disisinya, memeluk adik bungsunya itu sambil menepuk-nepuk punggungnya lembut.

“Uljima Sehunie…”

“Hyung, aku tidak mau tinggal disini. Tempat ini sangat menyeramkan. Kenapa appa sangat tega menyuruh kita tinggal di tempat seperti ini? Aku tidak mau…”tangis Sehun di pundak Luhan. “Aku sangat takut, tempat ini sangat menyeramkan. Aku mau rumahku dan aku mau appa kembali. Hyuung, suruh appa cepat pulang…”

Mendengar ucapan Sehun dan suara tangisnya yang begitu memilukan, Jongin langsung berbalik. Membelakangi dua orang saudaranya karena air matanya sendiri sudah hampir menetes.

Mencoba untuk tetap kuat namun selalu gagal. Mencoba untuk selalu mempertahankan tangisannya, namun nyatanya ia juga begitu rapuh. Taemin dan Jonghyun menatap ketiga saudara itu lirih lalu memberikan tepukan pelan di pundak Jongin.

“Kau tidak apa-apa?”tanya Taemin pada sahabatnya itu

Jongin menghusap air matanya dan memaksa tersenyum menatap Taemin, “tidak apa-apa”

“Jika sudah seperti ini, kau yang harus membujuknya”nasihat Jonghyun mengacak rambut Jongin.

Jongin mengerti. Karena walaupun selalu membuat adiknya menangis, Jongin adalah satu-satunya orang yang bisa membujuk Sehun. Dan walaupun sangat kesal dengan kakaknya itu, pada akhirnya Sehun akan selalu luluh jika Jongin sudah meminta maaf dan mentraktirnya bubble tea.

Ia menarik napas, kemudian berjalan menghampiri Sehun yang masih saja menangis dipelukan Luhan. Ia ikut berjongkok disebelah Luhan.

“Mianhae, Sehunie”serunya serak, berada didalam usahanya untuk tidak menangis

Sehun hanya diam. Tidak memperdulikan Jongin dan terus menyembunyikan wajahnya dibahu Luhan.

“Sehunie..”panggil Jongin lagi kali ini sambil menarik lengannya lembut dan menghadapkan tubuh adiknya itu padanya. “Maafkan aku. Aku memang salah. Kau mau memaafkanku?”

“Shireo”balas Sehun mengelap air matanya

“Mianhae. Aku seperti ini karena aku sangat menyayangi appa”

“Aku juga menyayangi appa”

“Kalau begitu kau harus mengikuti permaiannnya”balas Jongin lembut. “Appa menyuruh kita seperti ini hanya agar kita bisa hidup mandiri. Bukankah kau bilang kau bukan lagi anak kecil? Laki-laki dewasa harus bisa mengurus hidupnya sendiri”

“Tapi, rumah ini sangat kecil”

“Aku akan tidur diluar jika kau merasa sempit tidur dikamarmu. Aku juga akan merapikannya dengan baik agar ruangannya terlihat luas. Jika kau tidak mau membersihkannya, tidak apa-apa. Aku yang akan membersihkannya untukmu. Otthe?”

Sehun melunak, wajahnya masih cemberut namun akhirnya ia mengangguk pelan. Mengangkat salah satu tangannya dan menunjukkan jari kelingkingnya pada Jongin, “yaksoo?”

Jongin tersenyum lebar lalu mengangguk, “emp. Sekarang, jangan marah lagi. Kita akan terbiasa dengan ini nantinya. Oke?”

Jonghyun menepuk pundak Luhan yang berdiri diam menatap kedua adiknya itu,  Ia menoleh.

“Aku akan membawa Sehun jalan-jalan. Kita harus selalu membuat suasana hatinya baik, kan?”

“Jonghyun-ah, tapi tadi kau juga sudah membayar taksi. Jangan menghabiskan uangmu lagi demi adikku”balas Luhan tidak enak

“Wae? Apa Sehun bukan adikku, hm?”serunya tersenyum. “Jangan pernah melupakan bahwa aku adalah sahabatmu, oke?”lanjut Jonghyun lagi kembali menepuk pundak Luhan lalu berjalan menghampiri Sehun.

“Sehunie, kajja. Hyung akan mentraktirmu ddokbukkie”

Mata Sehun seketika bebinar, “jinjjayo?!”

Jonghyun mengangguk, tersenyum lalu mengulurkan tangannya pada Sehun. Saat ini hal yang paling penting adalah membuat suasana hatinya senang. Agar dia tidak bersedih lagi.

***___***

Rumah kecil dan sempit itu benar-benar disulap oleh Luhan, Jongin dan Taemin. Membersihkannya dengan perlahan bercampur keringat yang terus membasahi pelipis, bahkan baju mereka.

Luhan terdiam. Menatap adiknya yang sedang berkelahi kecil dengan Taemin dan tertawa senang dengan pandangan lirih. Ia terlihat bahagia namun ia tau, dibalik kebahagaian kecil itu ada luka dalam yang disimpannya seorang diri.

Tidak pernah berubah. Sejak dulu Jongin memang mempunyai sifat yang sangat dewasa bahkan melebihi dirinya sendiri. Di umurnya yang masih sangat muda, ia sudah mampu menyelesaikan semua masalahnya sendiri bahkan menjaga Sehun dengan sangat baik.

Sehun memang akan selalu mengadu padanya jika terjadi sesuatu, tapi dibalik semua itu, sebenarnya Jongin-lah yang paling dekat dengan Sehun. Jongin sangat pintar memposisikan dirinya dimana ia harus menjadi seorang kakak, sahabat sekaligus musuh karena perbedaan umur mereka yang tidak begitu jauh.

“Hyung, kenapa kau diam? Cepat bersihkan sebelum Sehun dan Jonghyun hyung kembali. Jika tidak, Sehun pasti akan marah lagi dan akan sulit membujuknya”seru Jongin membuyarkan lamunan Luhan

Luhan mengerjap, buru-buru menghusap air matanya dan tersenyum untuk menutupi rasa bersalahnya.

‘Jongin-ah, kau tau? Hyung, sangat bangga padamu….’

***___***

“Jonghyun hyung, jinjja jinjja jinjja gomawo!”sorak Sehun melompat-lompat saat bungkus ddokbukkie sudah berada ditangannya

“Hati-hati. Ddokbukkienya bisa tercecer jika kau melompat seperti itu” Jonghyun mengambil alih dokbukkie yang dibawa Sehun kemudian mengacak rambutnya gemas. “Gwenchana. Kapanpun kau menginginkan ddokbukkie, kau harus menghubungiku. Ara?”

“Jinjjayo? Kapanpun?”

Jonghyun mengangguk mantap, “emp. Kapanpun”

“Yeaaaay! Jika aku lapar, aku akan menghubungimu, hyung!”

Jonghyun tersenyum, “arasseo”serunya. “Tunggu disini. Aku juga akan membeli bubble tea untukmu. Jangan kemana-mana, oke?”

“Oke!” Sehun menunjukkan ibu jarinya pada Jonghyun, tersenyum lebar memperlihatkan eyesmile-nya yang seperti biasa terlihat.

Namja kecil itu berdiri di tempat orang-orang biasa berjalan kaki. Musim gugur mulai datang, menghembuskan angin lumayan kencang, juga rintik-rintik air yang jatuh perlahan. Rintikan itu tidak bisa disebut gerimis karena jatuhnya air nyaris tidak bisa dirasakan. Yang sangat terasa hanya cuaca dingin yang mengigit tubuh.

Tiba-tiba, Sehun melihat seekor anjing kecil berwarna putih sedang berjalan melewatinya. Membuat anak kecil itu seketika berbinar dan tertarik untuk mendekati.

Sejak dulu, appa dan para hyungnya tidak pernah mengijinkannya untuk memelihara binatang di rumah. Karena mereka tau, Sehun tidak akan bisa merawatnya dengan baik.

“Hey, tunggu!” Sehun mengikuti langkah anak anjing itu, berniat ingin menangkapnya dan menunjukkannya pada Jonghyun. Siapa tau saja dia bisa bicara pada Luhan untuk mengijinkannya memelihara binatang.

“Hey!”panggil Sehun lagi.

Anak anjing itu menoleh sekilas dan sepertinya mengetahui jika ada seseorang yang akan menangkapnya. Ia tidak lagi berjalan santai namun justru berlari sekuat mungkin, melarikan diri dari Sehun.

Sehun tersentak, “mwo?! Hey! Stop! Kenapa kau kabur? Hey!”

Sehun juga berlari, bersikeras untuk menangkap anak anjing yang sangat lucu itu dan membawanya pulang ke rumah. Ia tidak menyadari jika kini ia berada di pinggir jalan raya dan meninggalkan kedai bubble tea semakin jauh. Hanya focus dengan anak anjing itu tanpa mengetahui jika ada sebuah mobil yang melaju kencang di belakangnya.

Jarak mereka semakin dekat, semakin mempercepat sesuatu yang buruk itu akan terjadi.

“AWAS!”

“akkh!”

Sebuah tangan terulur untuk menarik lengan Sehun dan menariknya ke tepi jalan bersamaan dengan bunyi klakson yang terdengar cukup keras dan panjang dan sebuah mobil yang berlalu seperti peluru. Mendekapnya dengan kedua tangannya dan memberikan sandaracn baginya untuk terjatuh.

Sehun terkejut dan perlahan membuka matanya, menatap keatas kearah wajah putih bersih itu. Ia juga juga menunduk, memandang Sehun dengan raut khawatir.

“Kau tidak apa-apa?”

Sehun masih terdiam. Kesadarannya belum sepenuhnya kembali

“Kau terluka?”ulang namja yang menolong Sehun lagi

“Aku tidak apa-apa. Gomawo ahjussi”balas Sehun bangkit

“Jika kau mau mengejar anjing, kau juga harus memperhatikan keadaan sekitarmu. Bagaimana jika tadi kau tertabrak mobil? Orang tuamu pasti sangat khawatir”nasihat namja itu lembut sambil menghusap kepala Sehun

Sehun sudah membuka mulutnya, ingin membalas ucapan namja itu namun suara teriakan Jonghyun lebih dulu terdengar.

“Sehunie! Sehunie!”

Sehun menoleh, “Jonghyun hyung!”

“Ya! Kau kemana saja? Bukankah sudah ku bilang untuk menungguku, huh? Kau membuatku khawatir”

“Aniyo. Tadi—“

“Dia ingin menangkap seekor anak anjing dan tidak menyadari jika ada mobil yang melaju kearahnya”

Mata Jonghyun seketika membulat lebar, “mwo? Mobil?! Ya! Gwenchana? Kau baik-baik saja? Kau terluka?”cecar Jonghyun aambil memeriksa tubuh Sehun. Sangat takut jika adiknya itu terluka

“Gwenchanayo, hyung. Ahjussi ini yang menolongku. Keundae….”

“Keundae wae?”tanya Jonghyun masih panik

“Aku kehilangan anak anjing itu…”ujar Sehun cemberut membuat Jonghyun seketika menghembuskan napas lega.

“Sehunie, jika hyungmu mengetahui ini, dia pasti akan menghajarku. Hanya karena anak anjing itu, kau hampir terluka”

“Mianhae hyung. Aku sangat menyukai anak anjing itu dan ingin menunjukkannya padamu. Jeongmall mianhae”seru Sehun tertunduk

Jonghyun hanya menghela napas panjang. Setidaknya, Sehun baik-baik saja dan itu adalah yang terbaik. Kemudian, ia menatap seseorang yang menolong Sehun tadi dan membungkuk sedikit.

“Ghamsahamnida, kau sudah menolong adikku. Jika kau tidak ada, mungkin dia sudah terluka”

“Aniyo. Aku hanya kebetulah lewat dan kebetulan melihat adikmu. Apa kalian sedang jalan-jalan?”

“Yee. Kami baru saja pindah rumah dan aku mengajaknya jalan-jalan disekitar sini”

“Mwo? Jadi rumah kalian ada disekitar sini?”

“Ada diujung jalan itu lalu belok kiri” Jonghyun menunjuk kearah kanannya

“Jinjjayo? Rumahku juga ada disekitar sana”

“Whoaa, kebetulan sekali”

“Siapa namamu, agasshi?”

“Aku adalah Lee Jonghyun. Sebenarnya, aku bukan kakak kandungnya, melainkan sahabat dari kakak kandungnya”jelas Jonghyun menggaruk belakang kepalanya dan tersenyum kikuk. “Dan kau?”

“Aku Kim Suho. Aku adalah pastor di gereja Santo Mikail”

Mata Jonghyun membulat lebar, “pastor? Kau?!”

“Wae? Apa terlihat aneh?”tanya Suho bignung

“Aniyo. Hanya saja, kau terlihat sangat muda untuk menjadi seorang pastor”

Suho tertawa kecil, “Usiaku memang baru 22 tahun. Tapi, aku memutuskan untuk mengurus gereja tua itu. Lagipula, aku juga bekerja di salah satu perusahaan. Jadi bisa dibilang, aku bukan sepenuhnya seorang pastor”

“Tapi, tetap saja kau—“

“Bisakah kita pulang sekarang?”seru Sehun memotong ucapan Jonghyun. Ia menatap keduanya kesal karena di cuaca yang sangat dingin seperti ini, ia ingin cepat-cepat menikmati ddokbukkie-nya.

Jonghyun tersadar, “Hyung-nim, aku rasa aku harus pulang sekarang. Kau mau bersama-sama?”

“Tidak, terima kasih. Aku masih ada urusan”tolaknya halus lalu berjongkok didepan Sehun. “Agi-yaa, lain kali kau harus berhati-hati. Aracchi?”

***___***

Malam segera datang menyergap rumah kecil itu. Taemin sudah kembali ke rumahnya sejak beberapa jam yang lalu, sedangkan Jonghyun memutuskan untuk pulang saat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Tubuhnya sudah terasa lelah dan dia harus bersiap untuk besok karena akan ada pertandingan sepak bola antar kelas.

“Aku pulang dulu. Kita bertemu di sekolah besok”

Luhan mengangguk, berdiri didepan pagar rumahnya dan tersenyum pada Jonghyun.

“Gomawo. Seharian ini kau sudah menemaniku dan adik-adikku. Kau bahkan juga ikut membolos”

“Aku sudah meminta ijin pada Donghae sonsengnim dan dia mengijinkanku. Jangan khawatir”

“Aku tetap berterima kasih padamu”

“Aniyo. Kau harus menjaga Jongin dan Sehun dengan baik dan jangan memikirkan masalahmu seorang diri. Kau harus menceritakan semuanya padaku. Arasseo?”

“Arra”

Luhan memandang sejenak punggung Jonghyun sampai ia benar-benar hilang dibelokan. Tersenyum lega dan mengucap syukur sesaat lalu masuk ke dalam rumahnya.

Menutup pintu utama dan berjalan menuju kamar, Luhan melihat Jongin sedang duduk disamping Sehun, seperti biasa menungguinya untuk menghabiskan susunya.

“Kalian sudah mau tidur?”tanya Luhan bergabung bersama adik-adiknya

Jongin mengangguk, “hyung, bisakah kau menggelar selimut tebal di ruang tamu? Aku akan tidur diluar”

“Wae?!” Sehun tersentak kaget. Ia hampir saja tersedak saat meminum susunya

“Bukankah aku sudah berjanji? Asalkan kau mau tinggal di rumah ini, aku akan tidur diluar. Aku takut kau akan merasa sempit jika aku juga tidur disini”

“Andwaeyo!” tolak Sehun langsung meletakkan susunya ke lantai. “Kita tidur bersama disini! Aku tidak mau tidur sendirian!”

“Tapi, bukankah kau—“

“Andwaeeeeeeee!” Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya. Bersikeras untuk tetap tidur bersama dua saudaranya yang lain. “Rumah ini sangat kecil dan terlihat tua. Kata Jinyoung, di rumah yang tua pasti banyak terdapat hantu. Bagaimana jika mereka memakanku?”

“Tsk, anak itu mengajarkan hal-hal aneh pada Sehunie” Jongin tertawa geli

“Baiklah. Jika itu maumu, kita tidur bersama disini”putus Luhan akhirnya. “Habiskan susumu dan tidur sekarang”

***___***

Mereka memulai sebuah hari baru. Sebuah hari yang tidak pernah mereka bayangkan akan singgah di cerita hidup mereka. Mereka dipaksa untuk mandiri, melakukan semuanya sendiri.

Sudah membuat perjanjian sebelumnya, Luhan dan Jongin membagi tugas bersama. Luhan mengurus Sehun, memandikannya juga menyiapkan baju seragam mereka. Sedangkan Jongin, menyiapkan sarapan pagi lalu membersihkan tubuhnya setelah Sehun selesai.

“Sarapannya sudah siap?”tanya Luhan saat berpapasan dengan Jongin

“Sudah. Aku tidak yakin rasanya enak tapi setidaknya, nasi goreng itu aku buat sesuai resep”

Setelah semuanya siap – walaupun seragam mereka masih terlihat setengah kusut karena Luhan belum lihai untuk menyetrika seragam – semua piring yang dipakai untuk makan tadi diletakkan di tempat pencuci piring.

“Kita akan mencucinya nanti, sekarang tidak ada waktu lagi. Ayo pergi!”ajak Luhan lalu berdiri setelah mengikatkan tali sepatunya.

“Hyuung…hyuuung…” Sehun menghentak-hentakkan kakinya, memberi isyarat pada Luhan jika tali sepatunya belum terikat.

Luhan menepuk dahinya kemudian berjongkok didepan Sehun untuk mengikatkan tali sepatunya, “nanti, kau harus belajar mengikat tali sepatumu sendiri. Aracchi?”

“Palli. Jika tidak, kita akan terlambat!”

***___***

Jongin dan Sehun turun lebih dulu karena gedung sekolah mereka lebih dekat. Keduanya melambaikan tangan pada Luhan yang masih menatap mereka di jendela kaca bus bersamaan dengan bus yang mulai bergerak.

“Kajja!” Jongin menarik lengan Sehun dan menyeretnya untuk berlari bersama. Dalam hati merasa senang karena hari ini Sehun tidak mengeluarkan protes apapun. Yeah, anak itu hanya membutuhkan seseorang yang memperhatikannya dengan lembut.

Saat sudah berada di halaman sekolah, Jongin melirik sekilas kearah arlojinya. “Ternyata masih ada 15 menit sebelum bel berbunyi”

“Huh, harusnya kita tidak usah berlari tadi”rutuk Sehun cemberut

Jongin terkekeh lalu mengulurkan tangan untuk mengacak rambut Sehun,“Sudahlah. Yang penting kita tidak terlambat”

“Aku akan ke kelasku, hyung. Istirahat nanti, kau harus menjemputku”

“Arasseo. Belajarlah dengan baik, Sehunie”

Sehun mengangguk, melambaikan tangannya pada Jongin lalu berbalik menuju kelasnya. Sesampainya disana, ternyata bangkunya masih kosong dan sosok Jinyoung belum terlihat. Tiba-tiba…

BRUKK

“appo…”eluh Sehun saat seseorang mendorong tubuhnya hingga ia terjerembap

“Sehun adalah orang miskin…!!! Pwahahahaaaa!!” Dongho dan beberapa orang temannya mentertawai Sehun. “Dia tidak lagi naik mobil mewah. Sekarang dia naik bus! Pwaahahaa.. Sehun adalah orang miskin!”

“Aku bukan orang miskin!” Sehun berdiri geram dan balas mendorong tubuh Dongho kasar.

“Kau orang miskin albino!”

“Bukan! Aku bukan orang miskin!”

“Lalu kemana mobil mewahmu? Kenapa kau naik bus?!”

“Karena appaku menyuruhku untuk hidup mandiri! Aku masih punya mobil mewah di rumahku!”

“Bohong! Sehun pembohong!”

“Pwahahaha…Sehun pembohong!”

Mata Sehun mulai memanas. Ditertawai oleh beberapa murid didepan kelas dan menjadikannya sebagai pusat perhatian membuat wajahnya merah padam menahan malu. Sekuat mungkin ia menahan air matanya, sekuat mungkin mempertahankan wajahnya yang terus mendongak.

Namun, ia tau seluruh pertahannya akan runtuh sesaat lagi. Ia ingin menangis. Hingga akhirnya, ia mendorong tubuh Dongho sekali lagi dan berteriak di depan wajahnya.

“AKU BUKAN ORANG MISKIN!”bentaknya lalu berlari meninggalkan kelas

TBC

26 thoughts on “FF EXO : AUTUMN Chapter 10

  1. aufa pasuma berkata:

    aigooooo
    kasiannya uri sehunnie
    tenang sehunnie pasti kamu kaya lagi kooook
    mendayu-dayuuuuuuu
    tapi kereeeeeeeeeeem
    lanjutannya ya thooooor🙂

  2. Indahunnie berkata:

    Ih, dongho kamu kok jahat banget sih ama sehun, pengen aku lempar ke laut tuh sie dongho, awas aja klo dy nyakitin sehun,,,

    wah, ada suho nih🙂
    daebakk, jgn lama2 next nya.

  3. Tiikaa berkata:

    omooo..
    Itu dongho knapa tega sekali sma sehun.. Eon appanya luhan kpan sembuhnya? Ksian luhan jongin dan sehun klau hrus kyak gitu trus. Trutama luhan yg udh hrus menanggung smua beban yg ada..
    Trus ntar klau sehun udah mulai tau gmana eon? Smkin bertambahlah bebannya luhan..

  4. nina berkata:

    eon agasshi itu juga bisa buat cwo iia??
    kukira agasshi itu buat cwe

    kasihan mereka😥 sehun jongin luhan
    aakkk ada suho :3
    dongho kenapa sih?!!!😡
    kerjaannya nakali sehun mulu
    dia kyk na iri deh😦
    kan kasihan sehun T.T

  5. Icaa berkata:

    Leeteuk ahjussi kapan kau sembuh? T_T kasian sehun.. apalagi Luhan dan Jongin yang mesti bohong dan hibur Sehun terus ._.

  6. Hwang Seulgi_Eliz berkata:

    Ngakak waktu baca pz bagian Sehun takut d’makan hantu. Haha.
    Suka banget ma krakter Sehun yg manja n polos. Keep smile Sehun, jgn urusin si Dongho tu.

  7. amel berkata:

    bohong yang berkelanjutan😦
    kasian sekailu bersaudar :”( kasian karna sehun yang dibohongin kasian karna jongin yang terpaksa berbohong kasian karna luhan nanggung beban kayak gini😥
    kaii baikk banget sama sehun, dewasa banget :”) rela ngelakuin apapun demi saudara2nya :”D
    jonghyun yg cuma sahabatnya luhan baikkkkk banget sama sehun :”)
    yeay akhirnya suho muncul😀

    dongho bentuk mu yang imut2 gitu masa kelakuannya nyebelin banget sih >,<
    sehun ngambek kan jadinya -_- pasti bakal nyusahin luhan, jongin sama yang lainnya
    kapan nih konflik leeteuk sama musuhnya bakal berlanjut :p
    oke ditunggu next chapter author :3

    • kaaa berkata:

      Ffnya bagus tapi unn ada yg ngrepost ff unnie persis cuma sahabat sehun aja d’ganti baekhyun apa emang itu ff unnie trus unie post d’tempat laen?
      Nama blognya kedaibubbletea titik blogspot titik com kalo ngga salah
      Iti beneran unnie apa org laen?

  8. hansica shipper berkata:

    adohhh aku bru comment skrng😄 maapin yah ._.
    ff mu bener” keren sumpah >.< feel nya dpet bgt. crita nya simple tp mampu membuat mata ku ini menangis. ok. next chap aku tnggu🙂 pleaseeee Leeteuk nya sadar biar bsa balik lg ma anak" nya u_u

  9. YooXi kiszLUck berkata:

    mending kalian tinggal dirumah’ku aja .. dijamin tambah menderita😀 -_- *plak ..
    uhh, andai gue juga punya sahabat sperti JongHyun dan Taemin.. serasa hidup gue lebih berwarna *curcol
    aish >.< buat FF ini dan FF lain'y + author trsayang Mija eon FIGHTING .)9😀🙂

  10. phiwzz berkata:

    Aiiihh.. Udah kesengsem karna mrk makin erat aja brothership nya dari awal ampe Jongin Sehun sampe sekolah, eh dateng si tukang rusuh dongho merusak ketenangan Sehun, aishh itu anak dikerem aja lah di toilet or ruang BK #plakk
    Ow ow ow.. Ternyata Sehun lebih deket sama Jongin ya.. Aaaaaa.. Makin ngeship mrk nih jadinya, hahahaha #plakk.. Tp di real nya juga -menurutku- Sehun keliatan lebih nyaman klo bareng n di deket Kai, mungkin karna umur mrk yg ga jauh kali ya jadi ngerasa klop gitu, dan suka deh tiap liat pict n gif n video kaihun, hehehehe *jadi curcol gini*
    Yoweislah, buruan muncul ya chap selanjutnya!!!😀

  11. lusyelf berkata:

    suka banget sama karakter srhun meskipun nyebelin kkkkkk. luhan oppa sabar ya? orang sabar pasti disayang aku tentunya wkwkwkwk

    part slanjutnya ditunggu thor^^

  12. Jungyongsun berkata:

    Saudara yg kompak. Beneran ada kyk gitu??? Aq pengen nanti anak anakku kyk gitu,hehehe. Sehun enak y byk yg sayangin tp ad jg pengacaux,si dongho. Next chapt thor. Seru critax. Jarang2 ff menampilkan kedekatan keluarga sprti ini. Appa kaihunhan jg blm dimunculkan fakta2x.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s