FF : Story (Chap 5)

Untitled-1 copy

Tittle                          : Story

Author                        : Ohmija

Main Cast                   : – Lee Donghae

–      Im Yoona

–      Lee Hyukjae

–      Choi Minho

–      Park Yoochun

–      Seo Joohyun

–      Kwon Yuri

Support Cast             : – Lee Taemin

–      Jung Jessica

–      Kim Jaejoong

–      Choi Siwon

–      Kim Junsu

–      Hwang Tiffany

–      Choi Sooyoung

–      Lee Sunny

–      Jung Yonghwa

Genre                          : Romance, Friendship, a bit Action Comedy

Summary                    : Dan kalimat itu. Dua kalimat yang akhirnya mampu meyakinkan hatinya bahwa dia akan selalu menjadi miliknya. Akan selalu begitu karena mulai sekarang, dia sudah berjanji. Dia akan melindungi dan menahannya pergi dari sisinya.

 

 

Keadaan canggung segera mendominasi diantara Seohyun dan Yoochun. Entah, namun saat kedua pasang mata itu bertemu, mereka hanya bisa saling diam satu sama lain. Terutama bagi Yoochun yang lagi-lagi mendapati yeojachingu-nya sedang bersama seseorang yang menyukainya.

“Oppa, apa mereka berdua bertengkar? Kenapa mereka tidak saling bicara?”bisik Yoona menarik lengan Donghae agar ia mendekat

Donghae menggeleng, “mollaseo chagi”

“Oppa, buat mereka bicara. Aku tidak ingin melihat mereka berdua seperti itu terus”

“Arasseo”

Donghae berjalan menghampiri Yoochun yang hanya berdiri mematung memandang Seohyun, menyenggol pundaknya dengan pundaknya sendiri membuat Yoochun menoleh.

“Bicara dengannya jika kau ingin bicara”bisik Donghae

Kening Yoochun berkerut, “Apa maksudmu?”

“Kau adalah laki-laki. Kau harus memegang kendali atas perasaanmu juga hubunganmu”

“Donghae, tapi—“

“Cepat” Donghae mendesak sambil mendorong tubuh Yoochun ke depan.

Salah tingkah, Yoochun menggaruk tengkuk belakangnya. Terus memandang kearah lain tanpa berani menatap mata Seohyun.

“Emm…aku…”ia bergumam. “Aku ingin bicara”serunya pelan sambil berjalan keluar.

Seohyun sempat memandang Donghae yang mengangguk padanya kemudian menatap Taemin yang hanya tersenyum kecut. Lalu, mengikuti langkah Yoochun keluar ruangan.

Taemin membatalkan niatnya untuk menghampiri Yoona untuk menanyakan keadaannya, menjatuhkan diri di sofa ruangan dengan ekspresi yang terlihat cukup kesal. Dia masih belum bisa menghilangkan perasaan itu.

“Taemin-ah”panggil Donghae membuat namja itu mendongak “Kita perlu bicara” Donghae menggerakkan dagunya, memberikan isyarat agar Taemin mau mengikutinya keluar. Melihat itu, Minho juga beranjak dan ikut keluar.

“Hhhh…ternyata anak itu belum bisa melupakan Seohyunie”desah Jessica panjang yang disusul dengan anggukan Yuri.

“Jika terus begini, dia bisa mengganggu hubungan Yoochun dan Seohyun juga hubungannya sendiri dengan keduanya”

Junsu menyahuti ucapan Jessica dan Yuri, “Apa kalian pikir melupakan seseorang itu mudah, huh?”

“Aku tau tapi—“

“Seperti aku yang hingga saat ini masih belum bisa meluapkan cinta pertamaku”potongnya sambil menatap Yuri sekilas. Yuri tersentak kaget, lalu membuang pandangannya kearah lain. Menjadikan suasana di dalam ruangan itu menjadi canggung.

“Ya, apa yang kau katakan?”bisik Eunhyuk menarik lengan Junsu

“Kalian tidak bisa memaksa Taemin untuk melupakan Seohyun karena semua itu bukanlah hal yang mudah. Aku juga begitu, tapi aku sudah bisa merelakannya dan mengganti posisiku dari seseorang yang menyukainya menjadi seorang sahabat. Karena kebahagiaannya adalah yang terpenting”

Yoona menatap Junsu tersenyum, “oppa, kau akan mendapatkan seseorang secepatnya. Aku yakin”

“Gomawo”balasnya ikut tersenyum. “Mungkin, Taemin hanya belum memahami semuanya dengan baik. Dia masih belum bisa mengalahkan perasaannya untuk merelakan Seohyun…”

***___***

Sepasang laki-laki dan perempuan itu duduk dibawah bangku taman rumah sakit tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Duduk bersampingan namun merentang jarak sambil terus menatap ke depan. Keduanya canggung. Bingung dengan apa yang harus mereka katakan pada orang yang duduk disebelahnya.

Dalam hati, Yoochun terus merasakan ada tekanan yang mengharuskannya untuk memulai. Seperti kata Donghae, dia adalah laki-laki yang harus pegang kendali atas hubungannya.

Yoochun mengulurkan tangan, menggenggam salah satu tangan Seohyun membuat yeoja itu seketika menoleh. Ia menelan ludah, untuk sesaat mengumpulkan keberanian sambil menatap wajah yeoja yang sangat dicintainya itu.

“Aku cemburu…”

Seohyun mengerutkan keningnya bingung, “cemburu?”

“Kau dan Taemin terlihat sangat dekat”seru Yoochun tersenyum kecut

“Taemin?”ulang Seohyun masih tidak mengerti dengan ucapan Yoochun.

“Mungkin aku bukan tipe orang yang bisa mengekspresikan perasaanku dengan mudah. Aku bahkan tidak pernah marah jika melihatmu dekat dengan teman-teman laki-lakimu. Hanya saja…sekarang aku merasa cemburu”

Mata Seohyun membulat lebar setelah ia memahami maksud ucapan Yoochun. Begitu terkejut karena selama ini, ini adalah pertama kalinya namjachingunya itu merasa cemburu.

“Oppa, tapi aku dan mereka hanyalah teman biasa. Tidak lebih. Kau tau itu”

“Aku tau. Karena kau selalu menjadi wanita yang dikagumi banyak laki-laki sejak dulu. Kau memang menjaga jarak dengan mereka tapi kenapa tidak dengan Taemin? Kalian terlihat begitu dekat”

“Jadi oppa cemburu pada Taemin?” Seohyun tersentak untuk yang kedua kalinya. “Tapi dia adalah sahabat oppa. Bagaimana oppa bisa cemburu padanya?”

“Aku juga tidak tau” Yoochun mendesah panjang. “Hanya takut jika suatu saat kau akan berpaling padanya karena yang seperti kau tau, dia juga mencintaimu”

“Oppa” Seohyun balas menggenggam tangan Yoochun dengan kedua tangannya. “Aku tidak akan berpaling pada siapapun karena untukku, kau adalah yang terbaik. Percayalah padaku karena aku hanya menganggap Taemin sebagai sahabat, tidak lebih”

Menatap sepasang mata indah itu, mencoba untuk mempercayai kata-katanya. Sebenarnya Yoochun merasa sanagt bersalah pada Taemin. Seharusnya, dia tidak boleh seperti ini. Mencurigai adiknya sendiri dan berprasangka buruk. Semua itu hanya akan memperburuk suasana dan ikatan persahabatan mereka.

“Percayalah padaku karena aku tidak akan berpaling” Seohyun meyakinkan sekali lagi. “Jebaaaal…”

Yoochun akhirnya tersenyum lalu mengacak rambut Seohyun, “arasseo. Mianhae”

Dan pelukan tiba-tiba Seohyun yang ditujukan untuk namjachingunya, seketika membuatnya terperangah. Matanya membulat lebar, merasakan pelukan yang semakin mengerat itu dengan jantung berdebara-debar. Ini pertama kalinya karena selama ini Seohyun juga bukan tipe wanita yang suka melakukan skinship. Dia tipe wanita anggun yang terlihat dewasa dan sulit didekati. Namun,kali ini. Dia melakukannya.

“Dan jangan coba-coba menghilang tiba-tiba lagi. Bicarakan semua masalahnya padaku dan jangan membuatku khawatir lagi”serunya berada didekapan Yoochun

Dan kalimat itu. Dua kalimat yang akhirnya mampu meyakinkan hatinya bahwa dia akan selalu menjadi miliknya. Akan selalu begitu karena mulai sekarang, dia sudah berjanji. Dia akan melindungi dan menahannya pergi dari sisinya.

Yoochun tersenyum tipis lalu membalas pelukan Seohyun dan mengangguk, “Arasseo, Seohyunie”

***___***

“Hyung, sudahlah! Kenapa kalian lebih membela Yoochun hyung?! Bukankah sudah ku bilang aku akan berusaha melupakan Seohyun?!”rutuk Taemin kesal karena berkali-kali ia harus mendengar ucapan bahwa dia harus melupakan Seohyun secepatnya.

“Taemin, kami tidak membela siapapun. Tapi—“

“Ya, aku tau. Pilihan Seohyun adalah Yoochun hyung dan bukan aku. Aku tau!”serunya memberikan penekanan pada kalimat yang sangat menyakitkan itu.

Donghae dan Taemin terlihat sama-sama kesal dengan kekeras kepalaan mereka masing-masing. Membuat Minho mendesah panjang dan akhirnya mengambil inisiatif untuk mencairkan suasana.

Ia menghampiri Taemin dan merangkul pundaknya, “hey, aku bisa mengajarimu cara mendapatkan seorang gadis dengan mudah. Aaah tidak hanya seorang, maksudku banyak gadis. Kau mau?”

“Tidak!”tolak Taemin menepis tangan Minho dipundaknya. “Sudahlah hyung. Aku ingin pulang. Aku akan kembali nanti malam bersama Jaejoong hyung”

***___***

Namja tinggi itu berjalan seorang diri di keramaian malam kota Seoul. Seperti orang bodoh yang tak tau arah, ia meninggalkan mobilnya di parkiran hotel tempatnya menginap dan memilih untuk berjalan kaki. Walaupun belum mengenal tempat yang baru saja ia injak beberapa hari yang lalu itu, paling tidak ia mengetahui alamat tempat tinggalnya.

Ia masih merasa asing dengan budaya Seoul yang begitu kental dengan jajanan pinggir jalan, juga orang-orang berkulit putih dan bermata sipit yang berlalu lalang disana. Dan bagi orang-orang Seoul, melihat namja tinggi dengan badan atletis dan wajah yang tampan berlalu lalang seorang diri juga termasuk pemandangan yang sangat asing.

“Aku masih tidak mengerti kenapa Donghae lebih memilih tinggal di tempat seperti ini. Amerika jauh lebih baik walaupun ku akui disini lebih aman dan tenang”gumamnya sambil terus melihat-lihat sekeliling.

“Tidak ada yang menarik. Juga tidak ada wanita cantik. Jika saja bibi menyeramkan itu tidak mengancamku, aku tidak akan mau kesini dan repot-repot untuk memaksa sepupu keras kepalaku itu pulang”

Ia melanjutkan langkahnya lagi, menelusuri daerah bernama Myeongdong itu tanpa berniat untuk membeli sesuatu. Baginya tidak ada yang menarik.

BRUKK

“Oe?!!”

Hingga tiba-tiba seorang gadis menabraknya. Ia terkejut bukan main saat gadis itu juga pingsan. Membuatnya harus menangkap tubuh gadis itu dan menyandarkan tubuhnya pada dada bidangnya.

Hey, what’s wrong with you? Hey!”serunya memukul-mukul pelan pipi gadis itu. Ia menatap berkeliling untuk mencari pertolongan namun tidak ada orang yang bisa ia mintai tolong.

“Hey!” ia berseru panik.

Yang pertama, ia sama sekali tidak mengenal tempatnya berada sekarang dan yang kedua, ia tidak mengenal siapa gadis yang pingsan itu.

“Ya! Apa yang kau lakukan pada yeojachingumu?” seseorang bersuara membuat Siwon seketika menoleh.

Dan waktu selama beberapa detik itu adalah waktu yang paling berkesan dalam hidupnya. Seperti dia telah mengambil seluruh kesadarannya dan membuatnya hanya bisa menatap padanya. Gadis itu sangat cantik. Dengan kulit putih bersih dan matanya yang indah. Berjalan dengan penuh keanggunan menuju padanya. Ia berbeda. Dan ini adalah pertama kalinya jantungnya bisa berdebar cukup kencang.

“Dia mabuk. Harusnya kau membawanya kembali ke rumah”

Siwon mengerjap. Kesadarannnya kembali dan ia berpaling pada gadis yang pingsan itu.

“Aku tidak—“

“Ya! Apa kalian sedang ada masalah dan kau membuatnya mabuk seperti ini? Kau jahat sekali, harusnya kau mengantarnya kembali ke rumah bukan membiarkannya seperti ini!”

“Tapi, aku tidak mengenalnya. Dia tiba-tiba pingsan dan—“

“Kau bahkan mengelak? Ya!” yeoja itu memukul kepala Siwon cukup keras membuatnya mengaduh meringis kesakitan.

“Hey, kenapa kau memukulku?”

“Karena kau bersikap seenaknya pada seorang gadis”

“Sudah ku bilang dia—“

“Kau harus tanggung jawab, Kim Jaejoong! Kau harus tanggung jawab! Aku seperti ini karenamu!” Tiba-tiba gadis yang pingsan itu bergumam sambil memukul-mukul tubuh Siwon. Membuatnya terbelalak seketika. Ia semakin terpojok.

“Mwo? Apa dia juga hamil?!”yeoja itu tersentak dengan matanya yang juga melebar. “Kau jahat sekali. Kau jahat!”

“Hey, stop!” Siwon benar-benar merasa kesal. Ia baru saja tiba di Seoul beberapa hari yang lalu dan malam ini dia sudah dipukuli oleh dua orang gadis, bahkan dituduh menghamili salah seorangnya. Siwon mencekal kedua pergelangan tangan gadis itu dan menatapnya lurus-lurus. “Aku bukan namjachingunya dan berhenti memukulku. Aku akan mengantarnya pulang! Apa kau puas?!”

Hanya wajahnya saja yang cantik tapi perilakunya sangat kasar, batin Siwon.

“Minggir!”

Dengan sangat amat terpaksa, Siwon akhirnya menggendong gadis itu dan membawanya menuju hotelnya sendiri. Ia tidak tau alamatnya karena tidak ada kartu identitas sama sekali. Yang ia bisa lakukan hanya menunggu hingga gadis itu sadar dan mengantarnya pulang.

***___***

“Minho-yah, aku sangat haus. Bisakah kau membelikanku kopi?”ujar Yuri sambil menjatuhkan diri diatas sofa, disamping Jessica.

“Bisakah kau mengatakannya dengan sopan? Aku adalah suamimu!”rutuk Minho kesal karena lagi-lagi Yuri memperlakukannya seperti seorang adik daripada seorang suami.

Yuri meringis lebar, “Yeobo-yaa, bisakah kau membelikanku kopi? Aku sangat haus”ulangnya lagi dengan nada lembut namun dibuat-buat, mengundang tawa bagi yang lain.

Minho mencibir, bersungut-sungut berbalik dan berjalan keluar ruangan.

“Noona, kau harus bersikap lebih sopan padanya. Kau selalu seperti itu”kata Junsu menasehati.

Eunhyuk mengangguk, “bagaimanapun dia adalah suamimu”

“Arasseo. Aku hanya menyukai saat aku mengganggunya seperti itu”

“Apa kau tidak takut jika seseorang akan merebutnya darimu, huh?”sahut Donghae tersenyum menyeringai, memulai aksi menggodanya namun justru mendapat pukulan dari Yoona.

“Minho oppa tidak akan mungkin berpaling”

“Kenapa tidak mungkin?”balas Donghae sambil memegangi lengannya yang terasa sakit.

Yuri langsung cemberut mendengar ucapan Donghae, “Yoona benar. Minho tidak akan mungkin berpaling”

“Kau lupa? Dia adalah playboy nomor satu di Seoul!” Donghae belum puas memanasi Yuri. Namun kali ini, ia buru-buru merentangkan kedua tangannya dan memeluk Yoona dari samping sebelum yeoja itu memukulnya lagi.

“Oppa, hentikan. Jangan mengganggu Yuri eonni lagi”

Donghae menyeringai, “biarkan saja chagi. Dia harus dipanasi agar bisa lebih memikirkan perasaan Minho”bisiknya

Jessica mengerti maksud perkataan dan senyuman Donghae, membuatnya mempunyai ide untuk ikut menjahili sahabat barunya itu.

“Benar. Dulu, salah satu temanku sangat menyukai Minho”

Yuri langsung menoleh kearah Jessica dengan mata melotot, “siapa?!”ketusnya

“Lee Sunny. Dia adalah salah satu sahabatku yang sangat menyukai Minho sedangkan Sooyoung, dia sangat menyukai Yoochun”

“Mwo?!” Tidak hanya Yuri, namun Seohyun juga ikut bersuara saat mendengar nama namjachingunya disebut. “Sooyoung sunbaenim menyukai Yoochun oppa?”ulang Seohyun lagi

“Aniyo”elak Yoochun langsung menggenggam tangan Seohyun lalu menoleh pada Jessica. “Hey, hentikan. Kau sudah terlalu jauh”

“Pwahahaaa…aku hanya bercanda. Lagi pula aku sudah lama tidak bertemu dengan mereka” Jessica tertawa geli melihat ekspresi Yuri dan Seohyun yang seperti ingin memakannya hidup-hidup.

“Ya! Kau menyebalkan!”

***___***

Seperti ucapan dokter kemarin, Yoona sudah diperbolehkan pulang keesokan harinya. Hari ini, Donghae terpaksa membolos untuk menemani Yoona di rumahnya. Juga Jessica yang kebetulan tidak mempunyai mata kuliah apapun hari ini.

“Kau sudah tidak apa-apa?”tanya Donghae merebahkan tubuh Yoona di ranjangnya

Yoona menggeleng, “aku sudah baik-baik saja. Sebaiknya oppa pergi kuliah karena ada Sica eonnie yang menjagaku”

“Shireo!”tolak Donghae langsung. “Aku sudah menitip tugasku pada Minho. Dia akan menyerahkannya pada dosen, Kau tenang saja. Lagipula, aku tidak percaya pada gadis pendek itu. Dia bahkan tidak bisa memasak sama sekali”

“Apa yang kau katakan, huh?”

“Yak! Appo!” Donghae seketika meringis saat Jessica tiba-tiba muncul dan menendang kakinya cukup kuat.

“Jangan meragukanku. Aku bisa menjaga orang sakit dengan cukup baik”

Yoona terkekeh geli, “Eonnie, bisakah kau membantuku memberikan ini pada Eunhyuk oppa?”

“Oe? Arasseo. Dia ada dimana?” Jessica balik bertanya sambil menerima jaket pemberian Yoona.

“Aku rasa dia sedang bersiap-siap untuk pergi ke universitas. Dia bilang hari ini ada ujian penting dan itu adalah jaket kesukaannya

“Baiklah”

Jessica meninggalkan kamar Yoona dan menuju kamar Eunhyuk. Mengulurkan tangannya dan mengetuk pintu tiga kali namun tidak ada sahutan apapun. Akhirnya, ia memutuskan untuk memutar kenop pintu dan menjulurkan kepalanya ke dalam.

“Eunhyuk-ssi?”panggil Jessica dan tetap tidak ada sahutan apapun. Ragu-ragu, ia berjalan masuk ke dalam kamar sambil memperhatikan sekeliling dan akhirnya mengetahui bahwa Eunhyuk sedang berada di kamar mandi dari bunyi gemercik air yang terdengar.

“Ternyata dia sedang mandi”gumam Jessica. “Baiklah. Aku akan meletakkan jaket ini disini”lanjutnya meletakkan jaket itu diatas ranjang tempat tidur.

Setelah itu, ia bergegas kembali ke kamar Yoona. Ingin memutar kenop pintu namun seketika terbelalak lebar saat pintu itu tidak bisa terbuka. Ia mencobanya sekali lagi dan tetap mendapatkan hasil yang sama. Pintu itu terkunci!

“Oe? Jessica-ssi, wae?”

Yeoja mungil itu langsung berbalik saat mendengar suara Eunhyuk dan detik itu juga menutup wajahnya dengan kedua tangan karena Eunhyuk hanya memakai handuk dan bertelanjang dada.

“Eunhyuk-ssi, bisakah kau memakai bajumu terlebih dahulu?”

“Omo! Aku lupa. Mianhae..” Eunhyuk buru-buru meraih sebuah kaus dan memakainya. Lalu mengulang pertanyaan yang sam pada Jessica. “Wae?”

“Ani. Yoona menyuruhku untuk memberikan jaket itu padamu tapi aku tidak tau jika kau sedang mandi dan akhirnya memutuskan untuk meletakkan jaket itu diatas ranjang tidurmu. Dan saat aku ingin keluar ternyata pintunya sedang terkunci”

Salah satu alis Eunhyuk terangkat naik, “Mwo? Terkunci?”

Jessica mengangguk. Sedangkan Eunhyuk berjalan mendekati puntu untuk mengecek pintu kamarnya. Ia memutar kenop dan ternyata pintu itu dapat terbuka membuat mata Jessica seketika terbelalak lebar.

Ia tergagap, “tapi tadi…”

“Kuncinya ada di luar, ini pasti ulah si ikan itu” Eunhyuk sudah bisa menebak siapa pelakunya.

“Eung…kalau begitu aku keluar dulu”ucap Jessica dengan wajah memerah dan segera mungkin meninggalkan kamar Eunhyuk beserta pemiliknya.

Donghae, kau brengsek. Aku pasti akan menghajarmu, batin Jessica merutuk kesal.

Namun, saat ia hampir mencapai pintu. Ia berbalik kembali , memandang Eunhyuk dengan salah tingkah.

“Eunhyuk-ssi, hwaiting untuk ujianmu” Jessica menyelesaikan ucapannya begitu cepat lalu menutup pintu kamar Eunhyuk, membuat namja itu tersentak namun juga merasa senang.

“Bagaimana dia bisa tau?

***___***

 “YA!!”

“Omo!”seru Donghae terkejut saat Jessica berteriak dan tiba-tiba membuka pintu kamar Yoona.

“Eonnie, wae?”tanya Yoona memasang wajah polos

“Sudah ku bilang jangan mempermainkanku! Dasar kau brengsek!”

“Appo..ya ya! Hentikan! Appo…”jerit Donghae berusaha mengelak dari pukulan dan tendangan Jessica.

“aku akan mengahajarmu, Lee Donghae!”

“Ya! Hentikan! Ini bukan salahku tapi Yoona yang menyuruhnya!”

“Mwo?” Aksi brutal Jessica seketika terhenti saat mendengar elakan Donghae.

“Yoona yang menyuruhku untuk mengunci pintu kamar Eunhyuk”ulangnya lagi

“Oppa, kenapa kau katakan?” Yoona ikut merutuk dan memberikan pukulan di lengan Donghae

“Aiiiish, kenapa semua wanita selalu memukulku, huh?!”

“Yoona-yaa!”

Yoona meringis lebar membalas tatapan melotot dari Jessica. Ini adalah salah satu usahanya untuk mendekatkan dua orang yang saling menyukai namun selalu berusaha untuk menutupinya itu. Padahal, mereka adalah pasangan yang serasi dimana Eunhyuk akan menjadi serius dan tidak bertingkah konyol saat berada didekat Jessica juga Jessica yang akan berubah menjadi lembut dan dewasa saat berada didekat Eunhyuk.

***___***

Bel istirahat berbunyi namun Taemin masih duduk diam sambil menopang dagu di mejanya. Semua murid sudah berhambur keluar dan bergegas menuju kantin sedangkan namja itu tidak bergerak sedikitpun.

Menjadi teman sebangkunya yang baru, Naeun menghentikan niatnya untuk menuju kantin saat melihat Taemin hanya duduk diam. Ia duduk kembali dan menatap Taemin bingung.

“Taemin-ssi, kenapa kau tidak ke kantin? Ini sudah jam istirahat” Naeun mengingatkan.

Taemin tetap bungkam. Bahkan tidak menoleh dan semakin membuang pandangan dari Naeun.

“Apa kau tidak lapar? Kau mau aku membawakan makanan kesini?”tanya Naeun lagi. “Taemin-ssi…”

“Ya! Wae?!”bentak Taemin kesal mendengar suara Naeun membuat yeoja itu seketika tersentak. “Kau berisik sekali! Aku ingin ke kantin atau tidak itu urusanku!”

“Tapi, kau tetap harus makan”seru Naeun pelan. “Sebenarnya ada apa? Kenapa wajahmu terlihat murung? Apa kau punya masalah?”

Taemin menghembuskan napas keras, benar-benar merasa frustasi menghadapi yeoja yang baru saja dikenalnya namun bersikap seolah-olah sangat mengenalnya. Ia mengubah posisinya, menghadap Naeun dan memandangnya lurus-lurus.

“Bisakah kau—“

“Taemin-ah….oe?” langkah Seohyun terhenti saat mendapati Taemin duduk bersama seorang gadis di kelas yang sudah kosong. “Apa aku mengganggu? Hehe mianhae…” Seohyun menggaruk belakang kepalanya, tersenyum kikuk lalu berjalan keluar kelas.

“Seohyun-ah! Tunggu!” Taemin seketika melompat keluar dan mengejar langkah-langkah Seohyun, meninggalkan Naeun yang hanya bisa duduk diam ditempatnya.

Keningnya berkerut bingung, “Seohyun? Siapa dia? Apa dia yeojachingu Taemin?”

***___***

“Seohyun-ah!” Taemin mencekal lengan Seohyun, menghentikan langkahnya. “Wae?”

“Oe? Taeminie?” Seohyun tersentak. “Aniyo. Aku hanya ingin bertanya kenapa kau tidak datang kemarin. Bukankah kau bilang akan kembali bersama Jaejoong oppa?”

Taemin menarik napas panjang sebelum menjawab pertanyaan Seohyun, kemudian menjatuhkan tubuhnya di kursi yang ada di koridor.

“Wae?”tanya Seohyun lagi menangkap ekspresi yang tidak beres di wajah Taemin. Ia duduk disamping Taemin.

“Aku rasa Jaejoong hyung akan gila”

Seohyun tersentak, “mwo?!”

“Ada seorang gadis yang terus mengejarnya. Bahkan kemarin dia datang untuk menyatakan cintanya lagi namun Jaejoong hyung tetap menolaknya membuat yeoja itu justru mabuk berat. Aku dan Jaejoong hyung sudah ingin mengantarnya namun ia bersikeras menolak dan memutuskan untuk pulang sendiri”

“J-jinjjayo?”

“Dan kau tau siapa yeoja itu?” Taemin menatap Seohyun. “Choi Sooyoung. Salah satu sahabat Sica noona dulu”

“MWO?!” Seohyun tersentak untuk yang kedua kalinya. Sooyoung? Yeoja itu?

“Sebenarnya Jaejoong hyung juga menyukainya tapi dia mempunyai pendapat lain. Dia tidak merasa bahwa Sooyoung adalah yeoja baik-baik jadi dia terus saja menolak dan mencoba melupakannya”

***___***

Siwon benar-benar frustasi. Ia mengacak rambutnya kesal karena terus saja dituduh sebagai lelaki mesum dan tidak bertanggung jawab. Yeoja yang ditolongnya kemarin malam itu sudah sadar dan langsung melayangkan tuduhan-tuduhan pada Siwon.

“Hey! Harusnya kau berterima kasih karena aku sudah menolongmu! Bukan malah menuduhku yang tidak-tidak seperti itu! Aku bahkan tidak menyentuhmu dan tidur disofa kemarin malam!”

“Gojitmal!”

“Aku serius! Aiiissh, apa semua wanita Korea sangat kasar?!”

“Baiklah. Aku akan memaafkanmu tapi kau harus membayarnya!”

“Memaafkanku? Kenapa harus memaafkanku? Aku tidak bersalah!”

Yeoja itu seperti tidak punya telinga. Bersikap seolah-olah tidak perduli dan justru berseru seenaknya, “antarkan aku ke Seoul Universitity sekarang!”

***___***

“Arasseo! Aku akan kesana sekarang!”

Donghae mengakhiri panggilannya kesal. Niatnya untuk menemani Yoona seharian menjadi musnah karena Yoochun menghubunginya dan menyuruhnya untuk datang ke universitas. Dosen memintanya untuk melakukan presentasi sekarang juga.

“Oppa wae?”tanya Yoona

“Chagi, aku harus ke kampus sekarang. Dosen memintaku untuk presentasi”

“Geurrae? Arasseo..”

“Gwenchana?”tanya Donghae ragu

Yoona mengangguk mantap, “Tentu saja. Bukankah ada Sica eonnie yang akan menjagaku?”

“Keundae, jika ada yang tidak beres kau harus menghubungiku secepatnya. Aracchi?”

“Arra…”

***___***

Kekesalan Donghae semakin menjadi-jadi begitu dosen yang memanggilnya justru tidak ada ditempat saat dia datang. Dia merasa seperti dipermainkan dan berjanji jika dia akan memberikan balasan pada sang dosen nanti.

Melihat itu, Yoochun dan Minho hanya bisa tertawa geli namun juga terus menepuk pundak Donghae untuk menghiburnya yang bagi Donghae justru terlihat seperti ejekan tersembunyi.

“Sudahlah! Kalian tidak perlu menghiburku! Kalian justru terlihat semakin menyebalkan”ketus Donghae menepis tangan Minho yang ingin merangkulnya

“Pwahaha…mungkin ini ujian untuk kesabaranmu”balas Minho masih tertawa geli

“Diam Choi Minho. Atau aku akan menghajarmu!”

Donghae berjalan cepat meninggalkan Minho dan Yoochun dibelakangnya. Namun baru satu langkah melangkahkan kaki, ia tiba-tiba terhenti saat dari arah berlawanan seseorang yang sangat dikenalnya muncul.

“Choi Siwon?! Mau apa kau kemari?!”tanyanya tersentak

“Oe? Sooyoung? Bukankah kau Sooyoung?” Minho dan Yoochun ikut tersentak begitu melihat yeoja yang ada bersama Siwon.

“Dia memaksaku untuk mengantarnya kesini”balas Siwon menahan-nahan kesabarannya.

“Mau apa kau kemari?” kini Donghae bertanya pada yeoja yang ternyata bernama Sooyoung itu.

“Aku? Mencari namjachinguku”ujar Sooyoung santai

“Namjachingu-mu? Siapa?”

“Kim Jaejoong…”

“KIM JAEJOONG?!!!”

“W-wae? Kalian mengenalnya?” Sooyoung terkejut mendengar seruan Donghae dan Minho.

“Kau menjalin hubungan dengan Jaejoong hyung?!” Donghae masih tidak percaya

“Aku benar-benar kesal! Apa semua wanita Korea begitu kasar?! Mereka memukul dan menuduhku yang tidak-tidak!”rutuk Siwon kesal mengadu pada Donghae

“Lee Donghae?”

Lagi-lagi, Donghae menoleh saat suara seorang gadis terdengar memanggil namanya. Keningnya langsung berkerut.

“Oe? Bukankah kau yang memukulku kemarin malam?”sahut Siwon

“Akhirnya aku menemukanmu….”

“Siapa kau?”tanya Donghae pernah melihat yeoja itu namun tidak mengenalnya

“Aku? Aku adalah tunanganmu……”

TBC

 

33 thoughts on “FF : Story (Chap 5)

  1. kezia/inez berkata:

    andwwweeeeee..jangan sampe yoona donghae terpisah😦 jangan sampe juga buat yoona sedih
    sangat ditunggu next chapternya, fighting!!^^

  2. rani berkata:

    haduh tunangan???????
    konfliknya tambah banyak n seru hehehehe
    kim jaejoong apa yg dilakukan lelaki itu???

    lanjutkan thor penasran

  3. AmelymFishy berkata:

    hadehhhh -_- rumit deh.. fany udah dateng, pasti jadi petaka besar (?)
    kasihan yoona, lagi sakitpun masalahnya berat banget.
    semoga aja donghae tetap setia. kalau enggak, bener-bener keterlaluan.
    nextnya ditunggu ^^

  4. LoveLy_pyRos berkata:

    wah,udh muLai nie konfLik’y…!? bgaimna reaksi yoona nNti…!? smga donghae tetp stia…!? dtnggu part sLnjut’y

  5. Lin berkata:

    Makin rumit aja ni cerita dan konfiknya makin banyak,.
    Aq harap hub yoonhae akan baik” setelah kemunculan fany,.
    Fany sama siwon aja
    ditunggu next partnya

  6. Bunga SonElf berkata:

    wah fany udh muncul ni…
    yoong jgn nyerahin hae ke fany ya wlaupun udh blng fany bklan ngbantuin cari tunangannya…
    mudah”an hubungan yoonhae baik” aj…
    next chap ditunggu… Fighting….

  7. Ema LoveYoona berkata:

    Fany udah ketemu donghae,,, Huaaaaaa,,,,

    Ige mwoya,,,
    Ohya thor sekali2 buat Story percintaannya YoonHae aja donk full chapter,,,,hehe
    Next

  8. UtariArpisa berkata:

    Akhirnyaaaa muncul juga (????) jadi cewe yg nabrak siwon, sooyoung toh.. Serius Soo hamil anak Jaejoong ?? Kyaaa jgn blg tunangan Dongek itu Tiffany >< haaa seru seru.. Di next thor..

  9. emaesa berkata:

    MWOO TUNANGAN DONGHAE ? #Teriakbarengminho
    kayaknya hubungan yoonhae bakal ada konflik ini:/
    lanjutt author ^^
    banyakin taeun sama yoonhae yah hehe

    seharusnya jaejoong sama sica unni hehe

  10. regina berkata:

    wahh masalah datang2😦
    Aku berharap Yoona nanti ga akan dgn mudah nyerahin Donghae ke wanita lain meski ktnya itu ‘tunangannya’ toh Donghae jg ga mau kan, tlg jgn jadiin Yoona jd wanita yg lemah dan menyerah sama keadaan, maunya di sini Yoona bs bersikap lbh egois dikit utk mempertahankan cintanya begitu jg dgn Donghae…

    Jodohin aja Fany ama Siwon ato ama Jae, hehe maunya sih Fany ama Jae kan blm prnh ada tuh kyknya trus Soo ama Siwon tp trsrh authornya aja, di tgg next chap-nya gomawo🙂

  11. diiahh ciicwejutexs berkata:

    aduch tu yeoja cpa lg??klo di liat dr ciri”nya kyak’mya tiffany…
    oh no jgn da pengganggu lg donk kadian yoonhae..
    next part palli di post jeballllll

  12. im pizza berkata:

    wa wa wa bkalan seru nih,,, tp bkalan ptah hti lagi,coz yoona prnah blng akn mmbntu fany mencri tunanganny aka donghae
    gimna dgn janji yoonfany?
    gimana crany donghae mnolak fany dan apkah fany ttap mnjlankn sttusny sbgai tnangan hae agr mmbuat jtuh cnta padanya??
    pdhal udh jelas2 fany it jdohnya siwon huhuq
    nnnexttt

  13. yoonhae shipper (rhiana) berkata:

    wadduuhh wadduuhh wadduuuhh,,
    bklan jdi rumit nih hub yoonhae,,
    jgn smpai hub yoonhae renggang gra2 fany yah thor!!bingung jga cra mengatasi mslah nih!!
    lnjtkan thor,ditunggu!!

  14. Ariesta berkata:

    Aaaaaaaa….. Andwe!!
    Tunanganx Hae datang, thor jangan buat yoona ngerelain donghae mereka harus tetap bersama apapun yg terjadi…. Hae jg harus yakinin yoona agar sslu disisinya… Next! Kayakx ada peran baru nehh..

  15. vhya elfishyoonaddict pyrotechnic berkata:

    Arrgghhh….
    Siapa yang berkata ‘aku adalah tunanganmu’ ?
    Tiffany kah? #soktau
    huaaaaaa seru seru seru

    penasaran deh.
    Next ditunggu.
    Fighting.

  16. haniyta wijaya berkata:

    semoga tiffany gak jahat ya…dan gak egois jadi kan yoona sama donghae bisa bersama dan kasian yoona kalau mereka berdua ketemu lagi di suatu tempat dan saling menceritakan tunangan dan pacar mereka masing-masing yang ternyata orang yang sama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s