FF : Which Promise You Wise Me to Fulfill?

Nama                    : AnnKyu

Judul Cerita        : Which Promise You Wise Me to Fulfill?

Genre                   : Romance, Angst

Cast                       : Oh Sehun, Xi Luhan, Park Seung Hee, dan member EXO (cameo)

Rate                       : PG-15

Length                  : Oneshot

Warning               : Member EXO milik Tuhan, agensi dan keluarganya masing-masing. Cerita ini milik  author sepenuhnya. Author tidak yakin genrenya kuat di cerita ini.

“Luhan hyung, temani aku ya?” pintaku memasang aegyo andalanku.Luhan hyung mengangkat kepalanya dan menutup buku yang sedang dibacanya sembari tersenyum manis. “Memang Sehunnie mau kemana?”

“Aku ingin Bubbletea.”Balasku singkat.

“Hyung saja yang beli ya!Kau sedang sakit bukan?” tolaknya halus sembari mengambil jaketnya yang tersampir di sofa.

“Tidak, aku ingin ikut!” tegasku, ada yang ingin kubicarakan tanpa yang lain mendengarnya.

“Tapi Hunnie, bagaimana kalau flu-mu semakin buruk!” keukeuhnya diikuti anggukan Kai hyung  tanpa menoleh dari layar TV.

“Aku mau ikut!”

Tiba-tiba Suho hyung datang dari balik kamar kami.“Biarkan saja Luhan hyung.Kalian hanya sebentar, bukan?” sahutnya dengan senyuman malaikat.

Luhan hyung hanya mendesah pasrah lalu mengangguk. Tapi, walaupun ia membiarkanku itu. Aku harus memakai jaket super tebal dan yang sebagainya.

“Kembalilah sebelum makan malam!” seru D.O hyun, mungkin dari wilayah kekuasaannya (dapur).

Luhan hyung dan aku tak menjawab dan segera pergi menuju café yang menjual minuman kesukaanku.

“Kau akan semakin sakit kalau meminum yang dingin ditengah musim dingin Sehunnie.”Omelnya tanpa menoleh ke arahku dan taka da pembicaraan yang terjadi lagi.

Sementara Luhan hyung menyetir mobil, aku terus melihat keluar, memandang kepingan-kepingan es turun menyelimuti bumi. Hanya orang bodoh yang akan memesan Bubbletea ditengah cuaca yang sangat dingin, itu berarti aku bodoh.

“Sehunnie!” teriak Luhan hyung, sontak aku menoleh.Ternyata kami sudah sampai di salah satu café. “Kau ingin rasa apa?”

“Yang biasanya saja hyung.” Balasku dan ia segera pergi.Walaupun penghangatnya telah dihidupkan, tapi aku tetap merasa kedinginan.

Luhan hyung keluar dari café beberapa menit kemudian dan berjalan cepat menghindari lelehan es di kepalanya.Ia segera menyerahkan gelas plastic itu padaku dan menyalakan mesin. “Kita pulang saja langsung!D.O sudah menyuruh kita untuk segera pulang.”

Aku tidak mengangguk, aku punya alasan kenapa aku membawanya keluar dari dorm.Ketika jalan yang membawa kami ke dorm sangatlah sepi, keberanianku muncul dan saat itu juga aku menarik tuas rem tangan hingga mobil kami men-drift dan berhenti sepenuhnya ditengah jalan.

“Kau ingin mati eoh!” hardiknya.

Aku segera keluar dari mobil, bisa kudengar Luhan hyung memanggilku namun tidak kupedulikan lalu bersembunyi di balik pohon di trotoar, berpura-pura muntah.Aku melihat Luhan hyung memarkirkan mobilnya dengan benar baru menyusulku.

Aku membuang isi Bubbletea-ku, dan gelasnya ku lempar dekat pohon. Siapa juga yang akan meminum Bubbletea super dingin di cuaca seperti ini terlebih aku sedang sakit. Ketika Luhan hyung datang, aku segera duduk di bangku pinggir jalan dan berpura-pura mual.

Bisa kulihat ekspresi marahnya langsung terganti dengan ekspresi khawatir.“Kau baik-baik saja Sehunnie?”

“Aku mual, mianhae hyung.Tiba-tiba menarik handbrake.”Dustaku sembari memegang perut dan mulutku.

“Aish, baiklah kumaafkan.Lain kali sebaiknya kau bilang.”Titahnya marah.Ia langsung mengambil posisi di sampingku dan mengusap-ngusap punggungku. Seperti yang banyak orang lakukan ketika seseorang muntah.

Aku menengadah, menatap langit malam yang berawan.Salju masih turun walaupun tidak lebat. Sejujurnya aku bingung bagaimana cara memulai pembicaraan ini tanpa mengundang kecurigaan sampai besok pagi.

Akhirnya aku mengeluarkan foto dalam dompetku dan menunjukkannya padanya.“Bagaimana?Dia cantik tidak?”

“Siapa gadis ini?” ujarnya sambil mengeryit bingung, mungkin karena tiba-tiba aku menunjukkan foto itu.

“Pacarku!” jawabku lugas.

“Oh.” Balasnya lemas.

“Kenapa?”

“Kupikir kau mencintaiku?” jawabnya lemas, membuat wajahku tertekuk aneh. Bukankah ia yang paling normal dari seluruh hyungdeul-ku. Kemudian ia tertawa. “Aku hanya bercanda.Hanya…cukup terkejut, kau sudah memiliki pacar sedangkan aku belum.”

“Kau juga pasti akan mendapatkan gadis yang kau inginkan”

“Tentu saja.Setidaknya sampai saat itu aku harus bertahan dengan HunHan Shipper!”

Aku terkekeh pelan dan menatap sendu foto itu.“Hyung aku sangat menyanyanginya, tapi rasanya aku takkan sanggup untuk melakukannya.”Ungkapku.Luhan hyung langsung menatapku intens dari sudut mataku. “Hyung,jika sesuatu terjadi atau aku tak sanggup melindunginya. Maukah kau melindunginya?”

“Sehunnie, kau sedang bicara apa?” Luhan hyung menatapku was-was. “Apa kau bertengkar dengannya?”

Aku menatapnya sendu dan ia membalas tatapanku. “Hyung kumohon jawab saja aku?”

Luhan hyung terlihat ragu. Tapi beberapa detik kemudian, ia mengangguk mantap. Dan aku, tentu saja tersenyum bahagia.

“Sehunnie,” panggilnya lirih.

Aku bangkit dan berjalan menuju mobil.“Kajja hyung.D.O hyung pasti sudah marah marah.” Bisa kudengar dengan pelan namun jelas, Luhan hyung berkata :

‘Apa yang kau sembunyikan?’

Kami segera kembali tanpa sebuah percakapan dan langsung mendapatkan tatapan mematikan dari semuanya.

“Kau tahu?D.O melarang kami semua untuk makan sampai kau kembali!” umpat Chanyeol hyung galak padaku.Tapi D.O hyung langsung membuatku duduk dan sepiring makanan hadir dihadapanku.

Tanpa kata, aku langsung memakannya tapi bisa kurasakan pandangan menusuk dan penuh selidik dipancarkan Luhan hyung dari ujung meja.

*Which promise you wish me to fulfill?*

Aku berbaring di ranjangku dengan mata sepenuh tertutup, menunggu Suho hyung terlelap dalam mimpinya.Penantianku yang terasa lama akhirnya selesai, bisa kudengar suara napas beraturan Suho hyung dari ranjang sebelah.

Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari dan udara semakin menusuk. Aku bangkit dari pembaringan dan mengambil koper di bawah ranjang.Sudah jauh hari semua barang-barangku satu persatu ku kirim ke rumah.Dan yang ini adalah barang terakhir yang ada dalam dorm ini.

Perlahan aku menuju pintu kamar, membukanya pelan agar tak ada suara berderik yang biasanya terdengar.Lampu ruang tengah sudah mati, begitu pula dengan seluruh ruangan.Hanya lampu meja yang masih menyala.

Aku ingin sekali melihat hyungdeulku satu persatu sebelum meninggalkan dorm ini selamanya.Tapi kalau dipikir-pikir lagi, aku masih bisa melihat mereka dari TV ataupun internet.Karena itu, aku menutup pintu dorm untuk   terakhir kalinya.

*Which promise you wish me to fulfill?*

Matahari pagi menyorot seluruh jendela dan mencoba melesak masuk melalui celah-celah horden. Lay adalah orang pertama yang bangun diikuti D.O yang langsung menuju dapur lalu Suho dan Kris menyusul.

Setelah perjuang kedua leader untuk membangunkan pasukan mereka.Kesebelas member EXO berkumpul di ruang keluarga untuk mendapatkan segelas minuman masing-masing. Hingga satu gelas susu yang hampir dingin tak tersentuh sama sekali.

“Dimana Sehun?” tanya D.O yang mengenali gelas susu Sehun belum terambil.

“Mungkin sedang keluar, aku tak melihatnya pagi ini.” sahut Suho sembari menyeruput kopinya.

D.O mengangguk tapi tangannya langsung mengambil ponsel di saku belakang dan menelpon magnae-nya.Ia mengeryit memandang ponselnya dan mencoba lagi. “Apa maksudnya nomor Sehun tidak terdaftar?”

“Benarkah?” tanya Kai retoris dan segera ikut mencoba. Namun hasilnya sama, nihil.

Luhan memandang keluar dengan perasaan was-was. Kata-kata Sehun semalam membuatnya memiliki pikiran yang tidak-tidak.Hingga Tao datang dengan mata setengah terbuka keluar dari kamar mandi.

“Dimana Sehun, sepertinya bocah itu mengambil sikat gigi yang salah? Ia mengambil sikat gigiku.”Keluh Tao tanpa sadar kalimatnya menampar seluruh member yang mendengarnya.

“Apa kalian tidak merasa aneh kalau beberapa hari belakangan ini Sehun selalu memasukkan barang-barangnya ke kardus.”Ujar Chanyeol heran.

“Dan tebak apa yang baru kusadari?” timpal D.O, yang lain hanya mampu menunggu jawabannya. “Aku tak membuat susu Sehun di mug kesayangannya. Hari ini aku tak bisa menemukan mug itu.”

TRANG

Sepuluh pasang mata menoleh ke arah Luhan yang memecahkan gelas dengan kekuatan genggamannya sehingga serpihan keramik menusuk tangannya.Tapi sepertinya pria itu tidak menyadarinya dan membiarkan tetesan darahnya mengotori karpet.

“Sehunnie,”  ucap Luhan lirih, Lay segera mendekatinya dan melihat keadaan tangan Luhan. “Sehunnie, terlihat aneh sejak semalam.”Lapornya dengan pandangan kosong.

Tiba-tiba manager mereka datang dan mengeryit heran ketika melihat tangan Luhan berlumuran darah. “Apa kau baik-baik saja?” tanyanya prihatin lalu beberapa detik kemudian, ia seperti menyadari sesuatu. “Oh! Sehun sudah pergi.”

Sebelas pasang mata menatapnya menuntut penjelasan. Manager menatap balas dengan pandangan heran. “Jadi, Sehun tidak bilang kalau dia memutuskan untuk keluar dari EXO”

*Which promise you wish me to fulfill?*

Semilir angin menerpa surai kecoklatan tipis milik pria bernama Oh Sehun.Sebuah headset putih melekat sempurna di telinganya, mendendangkan lagu-lagu penuh makna dan kenangan padanya.

Semua orang yang melewatinya mengira bahwa ia sedang tertidur. Tapi tidak dengan gadis yang umurnya tidak terpaut jauh dari Sehun.

Gadis itu mendekat dan menagnkup wajah Sehun.Sehun menahan tangan gadis itu di pipinya, perlahan mata itu terbuka dan tersenyum lembut.“Kau sudah datang.”Katanya seperti pernyataan.

“Kau merindukanku?” tanyanya.Sehun mengangguk pelan.“Kau baik-baik saja?”Sehun menggeleng dan menarik gadis itu kepangkuannya.“Apa yang kau lakukan?Semua orang melihat kita.Lepaskan aku Oh Sehun, ini taman rumah sakit.”

“Let it be, Seung Hee~ya,” jawabnya singkat dan mereka terlarut dalam diam.

Tiba-tiba saja Sehun mulai terbatuk-batuk. Seung Hee dengan panic bangkit dan mengambil saputangan dan menyodorkan pada Sehun.

Seung Hee mulai panic ketika batuk sehun tak kunjung berhenti dan kemudian noda darah tertinggal di kain itu. perlahan Sehun berhenti batuk dan berpas pendek. Ia meletakkan kepalanya di bahu Seung Hee.

“Maaf sudah membuatmu khawatir.” Sehun menatap kosong ke arah depan dan terpejam.

“Sehun,” panggil Seung Hee pelan sembari menepuk pelan pipi Sehun.Namun tak ada respon. Gadis itu mulai manik dan meneriaki nama Sehun dan mengguncang tubuh lemas itu, kalut. “OH SEHUN, KUMOHON BUKA MATAMU!”

*Which promise you wish me to fulfill?*

Sehun membuka matanya dan mengerjap silau. Beberapa saat ia baru menyadari bahwa ia kembali terbaring di kamar rawatnya di rumah sakit dengan Seung Hee tertidur di sofa sudut ruangan.

Perlahan Sehun turun dan mendekati gadis kesayangannya.Hatinya mencelos sakit ketika melihat mata itu bengkak, sembab dengan jejak air mata masih terlihat jelas.Ia mencium kedua bola mata yang terpejam itu penuh sayang.

“Kenapa kau harus mencintaiku Seung Hee~ya?” ujar Sehun lirih.“Kau takkan bahagia bersamaku.Aku bahkan aku hanya punay 5 bulan untuk hidup.”Ia mengecup singkat bibir gadis itu dan meninggalkan kamar rawatnya.

Setelah pintu tertutup, Seung Hee membuka matanya dan menatap Sendu atap diatasnya.“Tapi aku tetap mencintaimu, Sehun.”

*Which promise you wish me to fulfill?*

“Ada apa Ibu? Kenapa tiba-tiba aku harus pulang dari rumah sakit?” tanya Sehun bingung. Disampingnya Seung Hee tak henti-hentinya tersenyum sumringah dan sesekali terkikih.

“Ibu dan mama Seung Hee sudah memutuskan,” ujar wanita itu tersenyum tipis. “minggu depan, kalian akan melaksanakan pernikahan .”

Sehun mematung dalam shock, tangannya terkepal kuat dan pria itu segera masuk ke kamarnya di lantai dua dengan membanting pintu.

Masih di tempatnya yang sama, Seung Hee terlonjak terluka mendengar bantingan pintu. Kedua wanita paruh baya memandang Seung Hee kasihan.

“Aku tak menyangka Sehun akan bersikap seperti ini,” sesal ibu Sehun malu.

Seung Hee tak habis pikir dan langsung menyususl Sehun ke kamarnya.Pria itu memandang langit dari celah tirai kamarnya.

“Sehun,” panggil Seung Hee pelan, Sehun tk menjawabnya.“Apa kau marah?”tak ada jawaban. “Kau tak mencintaiku?”

Sehun berbalik dan menghadapi Seung Hee dengan wajah terluka.Ia langsung merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya. “Aku sangat… sangat… sangat mencintaimu!” ungkapnya lirih.

“Lalu, apa kau tidak senang dengan rencana pernikahan ini?”

Sehun menggeleng lemah.“Bagaimana kalau aku meninggalkanmu beberapa bulan setelah pernikahan kita? Kau tahu aku sangat sakit! Aku tak bisa membayangkan…”

Seung Hee mendorong tubuh Sehun menjauh dan menangkup wajah tampan itu.gadis itu mengecup bibir tipis itu singkat. “Aku mencintaimu dan aku tidak peduli dengan kanker otakmu!” serunya, menekankan setiap kata-katanya. “Yang aku mau, minggu depan kau harus MENUNGGU DI DEPAN ALTAR! MENGERTI?”

Sebuah lelehan meluncur sukses dari sudut mata Sehun.Ia kembali memeluk gadis itu. “Terimakasih Tuhan! Terimakasih kau telah mengirimkan wanita ini padaku.”Kata Sehun dalam hati, bersyukur.

*Which promise you wish me to fulfill?*

2 hari menjelang pernikahan, Sehun hanya bisa duduk diam dan beristirahat dalam kamarnya.Keluarganya tak mengizinkannya untuk membantu, semuanya Seung Hee yang mengatur.Bahkan jas pernikahan yang tergantung di lemarinya adalah hasil rancangan gadisnya.

Namun kebahagian Sehun harus berhenti sesaat, ketika ibunya mengantarkan beberapa undangan pernikahan untuk para hyung-nya.EXO.

“Aku ingin sekali mereka untuk hadir, tapi mengingat aku pergi begitu saja,” Sehun menghela napas kasar dan menyimpan kartu undangannya.“Sayang ibu tidak tahu kalau hyungdeul mengiraku kabur.”

Sehun bangkit untuk mencuci mukanya.Tapi baru satu langkah, rasa sakit menyerang kepalanya.Pria itu langsung bersimpuh sembari mencengkram kepalanya.Ia mencoba meraih laci meja di sisi ranjangnya dan mengambil botol obatnya. Namun tangannya yang bergetar hebat tidak mampu untuk membukanya.Alhasil Sehun jatuh meringkuk dan mengerang kesakitan sedangkan botol obatnya jatuh dan pecah.

*Which promise you wish me to fulfill?*

Hari ini pernikahan Sehun digelar.Setelah pria itu ditemukan oleh Seung Hee.Gadis itu tak membiarkan Sehun sendirian.Terkecuali untuk hari ini.dimana gadis itu harus menunggu ayahnya menjemput dan menggiringnya ke altar.

Wajah pucat Sehun tersembunyi dengan baik di balik topeng bernama make up. Dalam kondisinya yang cukup lemah, ia terus memaksakan diri untuk berdiri di hadapan tamu undangan. Menunggu Seung Hee untuk hadir di ujung gerbang sana.

Ketika pengantin perempuan hadir, mata Sehun tak berpaling dari sosok gadisnya dalam balutan gaun pengantin putih.Ingin rasanya Sehun menarik Seung Hee untuk segera berdiri di sampingnya, karena ayah Seung Hee terlalu lama mengantarkan padanya.Sangat tidak sabar, rupanya.

Sehun menghela napas lega, ketika akhirnya ia mengambil tangann Seung Hee dari tangan sang calon mertua. “Terimakasih telah menyerahkan Seung Hee padaku, ayah.” Gumamnya kecil dan hanya ditanggapi anggukan kecil

*Which promise you wish me to fulfill?*

Sehun tersenyum tipis ketika mereka sampai di pondok kecil yang disewakan orang tua mereka untuk bulan madu.Seung Hee berputar-putar melihat sekeliling rumah dengan takjub hingga napasnya harus terhenti sesaat saat melihat ranjang di kamar utama rumah ini.

Sehun yang bingung mengapa istrinya berhenti dengan postur tegang di ambang pintu segera menyusulnya.Ia langsung terkikik kecil dan mengalungkan tangannya ke pinggang wanita itu.

“Se..se..hu…n” lirih Seung Hee tergagap.

Sehun langsung menyeringai mendengar kalimat istri barunya dan membopong Seung Hee disertai teriakan kecil.“Tak ada penolakan, sayang!”

*Which promise you wish me to fulfill?*

Tujuh tahun kemudian.

Sosok Luhan, Kris, Suho dan Chanyeol  berada di tengah public tanpa seorangpun mengenali mereka. Semenjak Sehun keluar dari EXO, S.M mengeluarkan kebijakan menghapus sub grup EXO dan membuat mereka menjadi grup inti.

Hari tenang tanpa jadwal dan ketenaran mereka harus terusik ketika permainan kecil menjadi maut jiak berurusan dengan belanja bulanan.Dan disinilah mereka dengan penyamaran cukup tapi tidak mampu menutupi wajah mereka yang tertekuk.

“Baiklah karena ada 4 orang maka 1 orang membawa 3 daftar belanjaan member lainnya.” yang lain hanya mendesah pasrah. “Kris, ka beli keperluan Tao dan Lay,” titahnya, Kris kembali mendesah. “Chanyeol, kau beli punya Baekhyun dan Kai.Luhan kau punya Chen dan Xiumin.”

“Lalu kau hanya D.O begitu?” seru Chanyeol tidak terima.“Kau leader tidak adil!”

“Lalu aku mau membeli punya siapa?” jawab Suho malas.“Ya sudah aku beli punya Kai, kau dan Baekhyun sendirian.”Chanyeol langsung memberikan daftar Kai pada Suho dan pergi.Disusul oleh Kris.

“KITA BERTEMU SATU JAM LAGI DISINI!” teriak Suho memperingati Chanyeol dan Kris.“Sampai nanti Luhan.Mereka berempat berpencar dengan segala caci maki dan umpatan pada member yang sedang bersantai di dorm.

Disisi Luhan, pria itu dengan susah payah memisahkan barang belanjaan Chen, Xiumin dan miliknya agar tidak tertukar atau pun tercampur. Baru saja ia akan mendorongnya lagi, seorang anak kecil berdiri dihadapannya.

Luhan pun mensejajarkan tingginya dengan bocah itu. Namun ia harus tercekat ketika melihat wajah anak tersebut. Anak tersebut sangatlah mirip dengan Oh Sehun, adiknya yang tiba-tiba keluar dari grup tanpa penjelasan apapun.

Dengan napas tercekat, Luhan mengajak anak kecil itu bicara.“Apa kau kehilangan ibumu?” anak kecil itu mengangguk.Luhan menggendongnya dan meletakkannya di dudukan dalam troly.“Ayo biar hyung bantu mencari ibumu.” Dalam benak Luhan, ia cukup heran melihat anak kecil yang terpisah dari ibunya tapi tidak menangis sama sekali. Ia kemudian menelpon Suho, dan kembali ke tempat yang telah ditentukan.

Kris, Suho dan Chanyeol sudah sampai di tempat itu dan segera menghampiri Luhan. “Belanjaanmu, Chen dan Xiumin sudah semua?” tanya Suho yang dibalas anggukan Luhan. “Lalu mana anak kecil itu?”

“Err, jangan terkejut ok?” ucapnya sembari menunjukkan bocah laki-laki yang tertutupi barang belanjaannya.Bisa terdengar helaan napas kaget semuanya ketika melihat wajah anak tersebut.Suho adalah orang pertama yang sadar dari keterkejutannya.

“Bagaimana kau bisa terpisah oleh ibumu, anak manis?” tanya Suho lembut.

Bocah tersebut menunjuk Luhan dengan jemari kecilnya.“Karena aku melihat ahjussi.”Balasnya lucu.

“Eh, kenapa?”

“Ahjussi member EXO, bukan?”

Sontak Kris langsung membekap mulut anak kecil itu tapi langsung dilepaskan oleh Chanyeol yang kasihan.“Kau ingin membuat anak ini mati bernapas!” hardiknya.“Maafnya, tapi kenapa kalau kita member EXO?”

“Karena ibu dan ayah suka EXO ahjussi.”Balasnya imut.

Chanyeol tersenyum tipis. “Ternyata orangtuanya adalah fans kita.” Ungkapnya sumringah.“Tapi, aku masih muda jadi panggil aku hyung, mengerti?” bocah itu hanya mengangguk kecil.

“Sebaiknya kita bawa ke pusat informasi, Kris hyung kau temani Luhan kesana.Sementara aku dan Chanyeol yang mengurus belanjaan kita.”Perintah Suho dan langsung dituruti oleh mereka.

Luhan segera menggendong bocah itu dan membawanya ke pusat informasi diikuti oleh Kris dibelakangnya. “Ngomong-ngomong siapa nama anak kecil ini Luhan?” tanya Kris singkat.

“Kau benar aku bahkan tak pernah menanyakannya.”Kata Luhan menyadari kesalahannya. “Siapa namamu anak manis?”

“Oh Sehun.” Jawabnya manis.

Kris dan Luhan sontak terhenti dengan mata membulat mendengar jawaban polos dari anak ini.Tidak mungkin, anak sekecil ini berbohong.Tapi Kris terkekeh kecil.

“Kurasa orang tuanya memang fans EXO dan terlebih lagi fansnya Sehun!” kilah Kris yang tak mau mengakui jika wajah bocah ini sangatlah mirip dengan Sehun, magnae mereka.

“Tapi gege, tidak mungkin marga mereka sama?” ungkap Luhan datar. “Siapa nama ayahmu, Sehunna?”

Sehun kecil mengerjap-ngerjapkan matanya, menatap bingung pada ahjussi muda dihadapannya. “Oh Sehun, nama Sehun sama dengan ayah Sehun.”

Kris dan Luhan sama-sama mengepalkan tangannya. “Jadi Sehun keluar hanya untuk menikah?” kata Kris dingin. “Berapa umurmu?”

Sehun kecil mengeluarkan jemarinya dan mulai menghitung.“Enam, enam tahun.”

Kris mendesis sebal.“Kurasa ia segera menikah ketika keluar dan tak mengundang kita Luhan!”Luhan hanya terdiam dan kembali berjalan mendekati pusat informasi.“Kenapa kau diam saja?!”

“Ini tak ada urusannya dengan kita jika Sehun keluar hanya untuk menikah gege, itu haknya.”Balas Luhan singkat dan terkesan tidak peduli.

Beberapa saat kemudian, sebuah pengumuman kehilangan anak terdengar keseluruh mall.Chanyeol dan Suho segera terpaku ketika mendengarkan nama anak kecil dari intercom. Untung saja, belanjaan super banyak mereka sudah selesai terbayarkan dan mereka segera menuju tempat Kris dan Luhan.

Suho dan Chanyeol melirik Sehun kecil yang sedang meminum Bubbleteanya tenang. “Jadi, apa benar bocah kecil itu bernama Oh Sehun?” tanyaChanyeol berlebihan. Luhan mengangguk kecil sembari mengangkat Sehun kecil dalam pangkuannya.

“Dan terlebihnya, dia anaknya Sehun.” Ungkap Kris, membuat dua orang itu terkejut.

“Kurasa ia terpisah dari ibunya karena melihat Luhan yang selalu diceritakan oleh Sehun.”Ujar Chanyeol yang mengeluarkan teori konyolnya.Namun lebih konyol lagi, satu-satunya penjelasan logis keluar dari mulutnya.“Sehun sepertinya belum melupakan kita.”Tambahnya sendu.

“Ayah sayang EXO.” Sebuah suara selembut beledu keluar dari mulut mungil itu.semua mata memandangnya heran. “Kata ibu, ayah sangat menyanyangi EXO.Jadi, Sehun ingin tahu siapa EXO dan melihat Luhan ahjussi tadi.”

Baru saja Kris ingin bertanya lebih, Sehun sudah melompat dari pangkuan Luhan dan berlari menuju seorang wanita yang panic. Mereka berempat hanya bisa memandang ibu dan anak itu penuh tanya.

“Sudah ibu bilang, jangan lepaskan tangan ibu!” seru Seung Hee bahagia dan menciumi setiap inci wajah anaknya.

“Tapi bu, Sehun melihat Luhan ahjussi.”Jawab Sehun sembari menunjuk keempat member EXO yang menunggu waktu ibu dan anak selesai.

Mata Seung Hee melebar begitu melihat member EXO  yang menatapnya penuh tuntutan penjelasan. Ia segera menggendong Sehun dan berbalik tanpa menoleh kebelakang. Namun sayangnya, tangan Kris telah menahannya terlebih dahulu.

“Dimana ayah bocah ini?” ujarnya dingin.

*Which promise you wish me to fulfill?*

Di sudut terdalam sebuah restoran, keempat member menatap Seung Hee, menuntut penjelasan dengan Sehun yang sibuk memakan kentang gorengnya. Sudah setengah jam Seung Hee tidak mengatakan apapun.

“Anakmu hampir menghabiskan kentang goreng mediumnya dan kau belum mengatakan sepatah kata pun.” Kata Suho mencoba sabar, tapi tidak ada balasan apapun dari Seung Hee.

Chanyeol menghela napas jengkel namun ia segera melirik Sehun asik. “Jadi Sehunnie, dimana ayahmu?”

Seung Hee tersentak, ia ingin membentak Chanyeol tapi suara putranya menahannya. “Aku tidak tahu,” semua member kembali mendesah kesal. “tapi kata ibu, ayah sudah ada di suatu tempat.”

Chanyeol langsung kembali bersemangat begitu pula dengan yang lainnya.Seung Hee segera beranjak dan ingin menggendong putranya.Tapi tangan Suho segera menahannya dengan lembut sebelum Kris mencengkramnya kasar.

“Sehunnie, lanjutkan.Ahjussi dan ibu hanya bercanda.”Dusta Chanyeol ketika Sehun hampir menangis melihat ibunya panik.

Sehun mengalihkan pandangan ke arah Chanyeol.Ia menatap Chanyeol takut. “Kata ibu, ayah ada di surga.”

Genggaman Suho ditangan Seung Hee melemas dan jatuh begitu saja.Matanya membulat tak percaya ketika melihat Seung Hee menghindari tatapannya. Tentu saja ketiga orang tersebut, mengalami hal yang sama.

“Kau bercanda soal ini kan Seung Hee ssi?” seru Luhan tak percaya, ia harus bangkit dan membuat Seung Hee menatap langsung ke arahnya. Namun, Seung Hee tak menatapnya dan menjawab.“Jawab aku!”

Kris segera bangkit dan menjauhkan Luhan dari Seung Hee ketika Sehun kecil sudah menangis dan memancing seluruh pandangan pengunjung. “Tenang Luhan, dia harus menjawab pertanyaan kita.”

Seung Hee terduduk dan memeluk putranya yang menangis.Ia sendiri ikut menangis sembari menenangkan putranya. “Sebenarnya,” Seung Hee memulai pembicaraan yang sudah ditunggu oleh yang lainnya.“Sehun mempunyai kanker otak stadium lanjut ketika meninggalkan EXO.”

“Dia terlihat sangat sehat” sahut Chanyeol tidak percaya.

“Ternyata ia menyembunyikan dengan baik.Sehun, dia sakit selama ini.Hanya ia tidak ingin membuat kalian khawatir, itu sebabnya ia tak pernah mengatakan yang sejujurnya.”Ungkap Seung Hee sembari mengelus puncak kepala Sehun kecil yang tertidur.

Luhan sudah tak mampu menahan bulir matanya lagi, kepalanya tertunduk.Menyesali semua sumpah serapah dan caci maki yang selama ini diucapkannya.Ia sangat membenci kenyataan bahwa Sehun keluar dari EXO tanpa ada pembicaraan dan menghilang tanpa jejak.

“Setahun setelah pernikahan kami, Sehun, ia meninggalkanku dan putranya.”Timpal Seung Hee yang kini tak mampu menahan tangisnya.“Ingin sekali aku memberitahu kalian bahwa Sehun sangat menyesal dan menyanyangi kalian.Tapi aku sudah berjanji padanya untuk tidak memberitahu keadaannya pada member EXO.”

Tak ada yang mampu berkata-kata lagi, semuanya tertunduk dengan mata berair. Lama kelamaan, Luhan menyadari bahwa Seung Hee adalah gadis yang ada dalam foto yang ditunjukkan Sehun padanya.

Kau mau melindunginya hyung?”

Kalimat Sehun beberapa tahun lalu kembali terngingang.“Ini sebabnya kau membuatku berjanji Sehunnie.Karena kau sudah tahu bahwa kau tak bisa bersamanya.”Lirih Luhan dalam hatinya.“Bagaimana aku akan memenuhi janjiku kalau kau menyembunyikan istri dan anakmu.”

*Which promise you wish me to fulfill?*

Luhan langsung masuk ke kamarnya, membiarkan seluruh tatapan heran yang dilemparkan member lain. Sedangkan Suho, Kris dan Chanyeol terdiam dengan mata merah terlihat jelas.

“Ada apa dengan kalian?” tanya Kai memecahkan keheningan.

“Aku punya berita,” Ujar Suho lirih.Tak ada yang berbicara, semua menunggu Suho untuk melanjutkan kalimatnya tapi Suho tak mampu mengatakannya dan langsung terduduk lemas dengan bahu yang bergetar.Semua orang disana tahu kalau leader mereka menangis dalam diam.

“Hyung, ada apa?” tanya D.O merasa takut bahwa berita yang akan disampaikan sangatlah buruk. “Dan ada apa dengan Luhan hyung?”

“Sehun sudah meninggal,” sahut Kris sedih, semua orang yang mendengarnya membelalakan matanya.“6 tahun yang lalu.”

Baekhyun langsung berdiri menatap tidak percaya pada Kris.“Bagaimana mungkin? Dan darimana kalian mengetahuinya.” Teriaknya kaget dan tidak percaya.Namun Kris dan Chanyeol hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.

*Which promise you wish me to fulfill?*

“Kenapa kalian tiba-tiba meminta mengosongkan jadwal hari ini?” seru manager mereka marah.Ia harus memutar otak mencari alasan untuk semua jadwal yang akan diundur serta kerugian perusahaan yang akan ditanggung mereka dua kali lipat. “Ada apa dengan kalian?” tanyanya lagi ketika tak satupun member menjawab.

“Hyung, kumohon hari ini saja.” Pinta Xiumin yang masih bisa berkata-kata setelah kabar mengejutkan semalam.“Hyung akan tahu jika hari ini hyung mengizinkan dan ikut dengan kami.”

“Baiklah,” ujarnya sedikit tidak rela tapi ia sendiri penasaran.

Setelah semua member siap, van yang memuat mereka melesat menuju perumahan elit yang cukup tenang di tinggal penghuninya pergi bekerja. Setelah satu jam berada di dalam van, mereka sampai di depan rumah dengan halaman hijau yang menghampar luas. Mereka turun dan saling tukar pandang ragu.

“Kau yakin ini alamatnya Suho?” tanya Kris tidak yakin dengan rumah megah dihadapannya.

“Seung Hee yang memberikannya sendiri, aku tidak begitu yakin juga.”Balasnya singkat.

Chen, Tao dan Lay tidak memperdulikan percakapan dua leader itu dan segera melintasi halaman luas tanpa pagar itu menuju pintu coklat dengan ukiran rumit. Lay segera memencet bel dan beberapa detik kemudian suara seorang wanita memintanya untuk menunggu.

Seung Hee segera membuka pintu, ketika melihat siapa yang datang dari kamera intercom.Ia segera mempersilahkan member EXO dan manager mereka untuk masuk ke dalam rumah tanpa bicara.

Xiumin langsung terhenti di depan sebuah pigura besar yang berisi foto pernikahan Sehun dengan Seung Hee yang terpampang di ruang tamu. “Ia terlihat sedikit pucat,” lirihnya.

“Siapa wanita ini?” tanya manager heran.

“Dia istrinya Sehun.” Balas Luhan singkat sembari melihat beberapa pigura kecil dengan Sehun, Seung Hee dan putra mereka tersenyum bahagia.Pigura-pigura kecil yang tersusun rapi di atas lemari kecil di ruang tamu, menunjukkan betapa sedihnya Seung Hee melihat suaminya perlahan-lahan menjadi ringkih.Foto yang dimulai dengan mereka bertiga yang tersenyum bahagia dan berakhir dengan foto Seung Hee dan Sehun kecil di ujung, seperti sebuah memori yang tersusun secara urut.

“Lalu mana Sehun?” tanya manager lagi.

“Karena itu kita meminta izin dari jadwal manager,” sahut Lay tak bisa menutupi kesedihannya. “kita akan menemuinya.”

“Maaf tunggu sebentar, aku akan mengganti pakaianku.” Sela Seung Hee yang langsung menghilang dibalik pintu.

Tidak beberapa lama kemudian, suara kecil khas anak kecil menyapa telinga seluruh member.“Ahjussi datang mau bertemu ayah?” tanyanya polos.“Tapi ayah tidak ada.”

Xiumin segera menghampiri bocah itu dan memeluknya hangat.Ia tak menyangka bahwa putra tunggal dari magnae kesayangannya sangatlah mirip dengan ayahnya. “Kita akan menemuinya, Sehunnie.” Ujar Xiumin tercekat ketika menyebutkan nama bocah tersebut. Sedangkan manager mereka hanya mengeryit bingung.

Semua pertanyaan yang berputar di kepala sang manager akhirnya terjawab ketika melihat gundukan yang telah terpenuhi oleh rumput hijau dengan nisan berukir nama Oh Sehun. Pria yang memutuskan untuk keluar secara tiba-tiba dengan memutuskan kontrak secara sepihak akhirnya ia mengetahui akhirnya.

Disisi paling jauh dari makam Sehun, Seung Hee berdiri sambil menggendong Sehun kecil dengan raut wajah sedih. Masih ia ingat dengan jelas bagaimana Sehun meninggal di pelukannya karena kanker ganas menggerogoti otaknya. Bagaimana Sehun terus membisikan kata-kata penuh sayang padanya! Bagaimana Sehun terus meminta maaf karena tak bisa membesarkan Sehun kecil bersamanya, hingga napas terakhirnya.

“Seung Hee~ssi,” panggilan Luhan mengaburkan lamunan Seung Hee. “Kau baik-baik saja?” wanita itu hanya mengangguk sembari mengeratkan gendongannya pada Sehun kecil.“Kau tak sendirian sekarang, kami semua siap membantumu membesarkan Sehun kecil!”

“Tidak perlu,” tolaknya halus. “aku bisa mengurus Sehun sendirian.”

“Tapi, anakmu adalah putra dari magnae kesayangan kami, Seung Hee~ssi.” Ujar Luhan sembari mengelus puncak kepala Sehun.“Lagipula, aku punya janji pada Sehun!”

Seung Hee menatap Luhan penuh tanya. “Apa itu?”

“Dia memintaku untuk melindungimu,” jawabnya singkat.

…End…

10 thoughts on “FF : Which Promise You Wise Me to Fulfill?

  1. Rheelkyu berkata:

    d*mn! saya nangiiss u,u
    Oh Sehun awas kau ya! berani2nya membuatku nangis TT

    ji ou ji ou di ef ef *good ff maksudnya* kkk~

  2. ... berkata:

    Hiks hiks~
    teganya kau membuat sehun mati thor 😥
    gue banjir air mata apalagi waktu kata2 “sehun sudah keluar dari EXO” hooooooaaaaaaa sehun jan keluar dari EXO ne :’) gue jadi parno sendiri -___-

  3. YuunieSsi berkata:

    Huuuaaaaaaaaa….
    Nyesek bgt nih thor! tanggung jawab nih bantal jadi basah…gara2 gg ada tisu bantal pun jadi.. -_-
    Alih2 ini nyeritain Sehun malah Kris yg kejadian henkang dari EXO…
    Tapi masih mending ceritanya gg stragis ini FF…Huufft
    Sehunnie…Huaa aqu gg akan pernah rela qmu pergi..
    ANDWAEEE!!! #AlayModeOn -_-

  4. yurizka octa berkata:

    author,ff mu ini menyentuh ku dan membuat aku hampir menangis tengah malam ini…. ditambah lagi aku mutar musik dan lagu yang mengiringi ff ini exo-don’t go…… hueeeeeeee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s