FF: The Wolf and not The Beauty (part 5)

The wolf and not the beauty

Tittle                          : The Wolf and not the beauty

Author                        : Ohmija

Cast                            : EXO

Genre                          : Fantasy, Friendship, Comedy, Action, School life

Summary                    : Takdirmu adalah menjadi buruan. Dan sampai nanti pun, mereka akan terus memburumu. Tapi jangan khawatir, seseorang akan datang untuk terus melindungimu”

 

Dan sekolah Kai benar-benar digemparkan oleh sesosok murid baru yang terlihat begitu berbeda itu. Mengendarai mobil sport berwarna merah menyala, memakai sleeveless hitam dan ditutupi oleh jaket berwarna biru, juga warna rambutnya yang hampir senada dengan warna mobil mencoloknya. Dia sama sekali tidak terlihat seperti seorang murid yang baru saja pindah ke sekolah itu, melainkan seperti seorang selebriti yang akan mengadakan acara jumpa fans.

Kai tersenyum sumringah, langsung berlari kearah parkiran mengikuti kemana perginya mobil sport itu. Saling pandang bingung, Baekhyun dan Chanyeol akhirnya juga berlari menyusul Kai.

“Apa dia benar-benar seorang murid?”decak Chen kagum dengan mulut yang masih ternganga

“Cih, dia hanya pamer kekayaan”balas Luhan mengalihkan pandangannya pada Chen dan langsung terkejut saat mendapati ekspresinya yang terlihat seperti seorang fangirl yang sedang mengagumi idola pria-nya. “Tutup mulutmu, Chen. Kau terlihat menjijikan”dengus Luhan kesal lalu berbalik dan berjalan menuju langkahnya.

***___***

 

“Kai, kau mau kemana? Kai tunggu kami!”teriak Chanyeol yang terus mengikuti lari Kai.

Kai seperti tidak mempunyai telinga. Terus mengabaikan teriakan Chanyeol dan Baekhyun dan terus berlari menuju parkiran. Hingga saat ia tiba bersamaan dengan namja asing itu yang sedang keluar dari mobilnya dan menutup pintu.

“Sehunie!”seru Kai langsung memeluk namja yang ternyata bernama Sehun itu. “Akhirnya kau datang! Aku sudah sangat menunggumu”

“Sehunie?”gumam Baekhyun dan Chanyeol saling pandang dengan napas yang terengah-engah.

“Kenapa kau tidak memberitahuku jika kau mau datang? Aku bisa menjemputmu! Dan bagaimana kau tau aku ada disini?”serbu Kai bertubi-tubi

Sehun tersenyum singkat, “tentu saja aku tau. Aku bahkan sudah terdaftar sebagai murid di sekolah ini”

Tidak hanya Kai, tapi kedua orang bertubuh pendek dan tinggi yang berdiri dibelakang Kai ikut menjerit kaget.

“MWO?!!”

Sehun mengerutkan keningnya, melongok kearah belakang Kai dan menatap Chanyeol dan Baekhyun dengan pandangan aneh.

“siapa mereka?”tanyanya pada Kai

“Aaah, mereka adalah teman sekelasku”

“Teman sekelasmu?”

Kai mengangguk, “emp. Hey, kau belum menjawab pertanyaanku. Kau benar-benar sudah terdaftar di sekolah ini?”

“Sudah. Tapi, aku tidak punya waktu banyak untuk menjelaskan padamu sekarang. Aku harus menghadap kepala sekolah dan menemukan kelasku”

Lagi-lagi Kai terbelalak, “dengan pakaian seperti ini?!”

“Aku baru tiba di Korea dua hari yang lalu dan belum sempat untuk membeli seragam. Tapi, aku membawa sebuah kemeja putih di tasku”

“Kau sudah dua hari berada di Korea dan belum sempat kemanapun?!”

Sehun mengangguk santai, “aku tidak tau dimana aku harus membelinya. Dan juga, aku belum bisa beradaptasi dengan cuaca disini. Tidak seperti di Jerman ataupun Polandia, disini sangat panas”

Kali ini giliran Chanyeol dan Baekhyun yang melongo di tempat mereka. Dia mengatakan panas di musim gugur seperti ini? Bahkan sebagian penduduk Seoul harus memakai jaket tebal juga syal untuk menghangatkan tubuh mereka. Tapi, dia berbeda. Hanya memakai sleeveless dan jaket yang bahkan tidak dikancing.

“Kai, bisakah kau mengantarku ke ruang kepala sekolah?”

***___***

Sehun melepaskan jaketnya dan memakai kemeja putih yang dibawanya untuk menyamakan seragam yang dipakai murid-murid lain. Walaupun ia tetap saja berbeda karena celana jins hitam yang dipakainya setengah belel dan rambutnya yang begitu menyala.

Setelah diberitahu tentang peraturan yang harus diikuti, kepala sekolah menyuruh salah satu guru untuk mengantar Sehun ke kelasnya. Diperjalanan, Sehun terus saja merutuk kesal karena guru laki-laki itu terus menyuruhnya untuk mengganti warna rambutnya.

Tak lama mereka sampai di depan kelas, Sehun sempat membaca tulisan ‘2-C’ di papan yang tergantung di bagian atas pintu.

‘Apa ini kelas Kai?’gumam Sehun dalam hati

Keadaan seketika menjadi hening sesaat setelah Sehun dan guru memasuki kelas. Semua pandangan detik itu juga langsung mengarah kearah Sehun yang memang sudah menimbulkan banyak tanda tanya bagi semua murid, terutama para murid perempuan.

“Dia benar-benar sangat tampan”decak Chen pelan namun mampu didengar oleh Luhan yang duduk didepannya.

“Apa kau bilang?!”

Chen tertawa mengejek, “aku rasa dia akan menjadi sainganmu”

Luhan menggeram kesal, mengulurkan tangannya dan mencengkram kerah baju Chen membuat namja itu seketika maju, “Tidak ada yang akan bisa mengalahkanku! Kau mengerti?!”desis Luhan

“Hai, aku adalah Kim Sehoon. Aku murid pindahan dari Jerman dan baru tiba di Korea kemarin lusa sehingga aku tidak sempat membeli seragam. Mohon dimaklumi”seru Sehun tersenyum singkat tanpa mengetahui jika ia harus mengucapkan kata ‘annyeong’ saat mengucapkan salam dan membungkuk setelah mengucapkan salam. “Ohya, aku adalah saudara Kai. Aku yakin kalian semua pasti mengenalnya karena dia bilang dia cukup terkenal di sekolah ini”

Seluruh murid sontak terbelalak bersamaan, termasuk Luhan dan teman-temannya yang sangat amat tidak percaya dengan apa yang dikatakan anak baru itu.

DIA ADALAH SAUDARA KAI?!

Sehun bisa mendengar jelas semua bisikan yang dilakukan oleh teman-teman barunya namun ia hanya menanggapi dengan senyuman santai. Hingga tiba-tiba matanya menangkap sesosok murid laki-laki yang duduk seorang diri dipojok belakang ruang kelas bersamaan dengan sebuah tanda yang ada dibawah pergelangan tangannya mengeluarkan cahaya biru sesaat.

Mata Sehun melebar, dan kebetulan dengan Kyungsoo yang juga sedang menatap kearahnya. Ditempatnya, Kyungsoo seketika membeku begitu melihat kilat merah dimata seseorang yang sedang menatapnya itu. Begitu menyeramkan karena dipadukan dengan warna kulitnya yang benar-benar sangat putih.

Kyungsoo mengalihkan pandangan, tidak berani menatap mata itu lebih lama lagi. Namun, Sehun justru tersenyum menyeringai lalu duduk dibangkunya yang ditunjuk oleh guru.

***___***

Baekhyun dan Chanyeol seketika menghambur kearah Kai yang baru satu langkah melangkahkan kakinya masuk kedalam kelas. Setelah mengantar Sehun ke ruangan kepala sekolah, ia memang sengaja memperhatikan saudaranya itu diam-diam di kelas barunya.

“Kai, dia siapa? Kau mengenalnya? Kenapa kalian terlihat begitu dekat?”

“Dan apa dia benar-benar pindahan dari luar negeri? Atau dia adalah seorang selebriti?”

Suara Chanyeol dan Baekhyun terdengar bersahutan membuat Kai langsung menutuo kedua telinganya karena kolaborasi suara cempreng dan suara bass itu membuat telinga Kai berdengung.

“Kalian berisik sekali”rutuk Kai kesal sambil berjalan ke bangkunya

“Kai, jawab kami!”

“Dia adalah saudaraku”seru Kai mulai mengeluarkan buku-buku pelajarannya

“APA?!!”

“Hey, kalian menyakiti telingaku!”

“K-kai, sejak kapan kau mempunyai saudara yang tinggal di luar negeri? Bukankah kau bilang kau adalah yatim piatu dan tidak mempunyai siapapun disini?” Chanyeol tergagap

Kai menatap Chanyeol dan Baekhyun bergantian lalu menghembuskan napas malas, “Baekhyun, sebaiknya kau kembali ke tempat dudukmu. Sebentar lagi guru akan masuk”suruhnya karena Baekhyun sedang duduk diatas mejanya sekarang

“Jawab dulu pertanyaan kami” Baekhyun menggeleng

“Namanya adalah Sehoon Ro…ahh maksudku Sehoon Kim” Kai hampir saja kelepasan. “Sebenarnya ayahku mempunyai keturunan Polandia dan menikah dengan ibuku yang berkebangsaan Korea”

***___***

“JADI KAU ADALAH ORANG POLANDIA?!!” Suho dan Tao histeris bersamaan setelah mendengar penjelasan Kai.

“Apa itu terlihat aneh?”

“T-tapi, bagaimana kalian bisa terlihat berbeda?”

Kai menatap Suho bingung, “maksudmu?”

“Saudaramu sangat putih, kenapa kau jutru…”

“Maksudmu aku hitam?”potong Kai langsung bisa membaca pikiran Suho. “Biar bagaimanapun, aku adalah orang Polandia!”

Chanyeol tertawa kecil sambil menepuk-nepuk pundak Kai, “yeaah, aku sangat bangga ternyata sahabatku adalah orang asing. Kau sangat tampan”serunya menunjukkan ibu jarinya pada Kai.

Kai hanya mencibir, lalu tiba-tiba melambaikan tangannya saat melihat namja berambut merah itu memasuki ruang kantin.

“SEHUNIE!”teriaknya membuat semua pandangan langsung tertuju padanya

Ekspresi bingung Sehun seketika berubah menjadi senyum saat ia akhirnya menemukan saudaranya. Ia menghampiri Kai setengah kesal.

“Kenapa kau tidak menjemputku di kelas? Aku bahkan tersesat dua kali untuk menemukan kantin ini”

Kai terkekeh, “bagaimana kau bisa tersesat?”

“Aku rasa orang itu mengerjaiku dengan memberitahu jalan yang salah”

Kai mengikuti arah telunjuk Sehun dan langsung terkejut, “Chen?!”

Sehun mengangguk, “yeah, dia mengerjaiku. Juga si rambut kuning itu”

“Jadi Chen dan Luhan mengerjaimu?! Kenapa kau tidak marah?”seru Kai kesal

“Tidak perlu. Sangat wajar jika mereka melakukannya karena aku adalah murid baru”

“Tapi, kau adalah saudaraku!”

“Tidak perlu” Sehun menggeleng. “Aku baik-baik saja. Bolehkah aku ikut bergabung?”

Kai mengerjap dan baru tersadar jika dia telah mengabaikan teman-temannya yang juga sedang menatap mereka berdua dengan mulut ternganga. Mereka benar-benar berbeda.

“Kenalkan, dia dan dia yang berdiri di parkiran tadi. Kau ingat?”tanya Kai menunjuk Chanyeol dan Baekyhun.

Sehun tersenyum lebar, “tentu saja. Aku adalah Sehoon Ro…emm..Sehoon Kim”

“Annyeong Sehun-ssi, aku adalah Park Chanyeol”

“Aku Byun Baekhyun”

Nice to meet you, dudes

Baekhyun dan Chanyeol hanya saling pandang lalu meringis bodoh, “hehehe”

“Mereka berdua adalah murid kelas 2-B, tapi mereka adalah sahabatku. Dia Kim Suho dan dia Huang Zi Tao, dia pindahan dari China”

“Oh, hai…”sapa Sehun. “Bolehkah aku duduk disini?”

“Tentu saja. Saudara Kai berarti adalah sahabat kami hehehe” Chanyeol masih bersikap bodoh

“Baiklah Sehunie—“

“Namaku adalah Sehun bukan Sehunie”potong Sehun mengambil tempat disamping Kai dan membuat Chanyeol terpaksa bergeser.

“Bodoh. Disini jika ada seseorang yang memanggilmu seperti itu—“

“Yeaah, aku tau” Sehun memotong kembali. “Tapi aku tidak begitu menyukai panggilan itu”

“Kai, kau harus mengerti. Dia pasti belum terbiasa dengan budaya disini”bela Suho

Kai menghela napas panjang, “oke baiklah. Sekarang ceritakan bagaimana kau bisa ada disini dan pindah ke sekolahku tanpa member kabar apapun”

Sehun terkekeh, “sorry, aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya ingin memberi kejutan padamu”

Kai mencibir, “Tsk, kejutan yang membuatku sangat terkejut “

“Daddy dan mommy sudah mengijinkanku untuk pindah kesini karena bahasa Koreaku sudah cukup bagus dan kau terus memintanya. Tapi, aku sedikit menyesal telah memilih sekolah ini”

“Ehh? Kenapa?”

“Aku tidak menyukai peraturannya. Di sekolahku, aku tidak perlu memakai seragam seperti itu. Cukup memakai kaus dan celana training. Tapi, disini aku harus memakainya”

“Tapi, bukankah seragamnya sangat bagus?”

“Cih, tidak sama sekali” Sehun menggeleng. “Kenapa kita harus memakai baju bertumpuk? Aku sudah memakai kemeja, kenapa harus memakai blazer lagi? Kau tau? Aku tidak betah karena rasanya sangat panas”

Tao terbelalak, “Kau kepanasan?”tanyanya tak percaya

Sehun mengangguk.

“Tapi sekarang sedang musim gugur. Bagaimana kau bisa kepanasan? Kau seperti Kai”

Sehun mengerutkan keningnya bingung lalu menatap Kai, “seperti dia?”

“Yah, dia sangat jarang menggunakan jaket saat musim dingin. Kulitnya benar-benar sangat tebal”

Sehun masih menatap Kai sesaat, membuat saudaranya itu sedikit resah lalu mendorong pundak Sehun pelan.

Sehun tertawa kecil, “tentu saja. Aku rasa keluarga kami memiliki kulit yang cukup tebal”serunya mengangguk-angguk. “Emm…aku rasa aku ingin kembali ke kelas”

“Ya wae? Kau bahkan belum memesan makanan. Bukankah kau bilang kau sangat lapar?”

“Tiba-tiba aku merasa kenyang”

“Kalau begitu aku akan mengantarmu ke kelas. Aku takut kau tersesat lagi”

Sehun langsung mengulurkan tangannya, mencekal pundak Kai yang ingin berdiri dan memaksanya untuk duduk kembali.

“Tidak perlu. Aku tau dimana kelasku. Sepulang sekolah, kita pulang bersama. Oke?”

Sehun tersenyum singkat kemudian menatap teman-teman Kai, “aku kembali ke kelas dulu. Senang bertemu dengan kalian. Bye”serunya lalu berbalik dan pergi

Kai masih menatap punggung Sehun khawatir hingga ia menghilang di balik pintu. Walaupun wajahnya sudah terlihat dewasa dan tubuhnya yang tinggi menjulang, namun ia sangat tau bagaimana sifat cerobohnya yang sering kambuh dan menyusahkan dirinya sendiri dan Kai.

“Whooa, Kai! Saudaramu benar-benar berbeda”decak Baekhyun kagum.

Chanyeol mengangguk, “kulit putihnya dan rambutnya itu membuatnya terlihat keren. Aaaah, jika saja aku diperbolehkan untuk mengecat rambutku”

“Pwahahaaa…Chanyeol, aku tidak bisa membayangkan jika rambutmu berwarna merah menyala seperti itu. Kau pasti terlihat semakin aneh”ejek Tao tertawa geli disusul dengan tawa yang lain.

“Kai, aku ingat. Bukankah kau bilang kau sudah menemukan small forward? Apa yang kau maksud adalah Sehun?”tanya Baekhyun mengingat ucapan Kai tadi pagi

Kai mengangguk, “dia adalah kapten basket disekolahnya dan kebetulan posisinya adalah small forward”

“Jinjjayo? Whooaaa, dia benar-benar sangat sempurna!”

***___***

Sehun berhasil kembali ke kelasnya tanpa tersesat lagi. Kelas itu masih kosong, hanya menyisakan seorang namja yang sedang menyantap bekal makan siangnya seorang diri dibagian pojok. Sehun tersenyum, perlahan menghampiri namja itu dan menjatuhkan diri didepannya membuat namja itu terkejut bukan main.

“Hai…”sapa Sehun

“H-hai..”balas Kyungsoo salah tingkah. Seketika nyalinya menciut namun menatap sekilas kearah kedua matanya untuk memastikan hal tadi pagi yang membuatnya merinding. Tapi…saat ini matanya berwarna coklat. Bukan merah seperti tadi.

“Do Kyungsoo. Namamu Do Kyungsoo?”tanya Sehun membaca name tag Kyungsoo

Kyungsoo mengangguk.

“kau pasti murid yang sering dijahili oleh orang-orang yang duduk disana” Sehun menunjuk bagian meja Luhan dan teman-temannya. Kemudian, ia tersenyum menyeringai menatap Kyungsoo. “…Dan juga menjadi incaran Kai”

Mata Kyungsoo membulat lebar, “Bagaimana kau bisa tau?”

Sehun hanya tersenyum, lalu berdiri dari kursinya. “Takdirmu adalah menjadi buruan. Dan sampai nanti pun, mereka akan terus memburumu. Tapi jangan khawatir, seseorang akan datang untuk terus melindungimu” ujarnya misterius membuat Kyungsoo mengerutkan kening bingung.

“Apa maksudnya?”

***___***

Saat bel pulang berbunyi, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Ditempatnya, Luhan terus saja memandangi Sehun dengan tatapan sinis karena sejak kedatangannya, semua murid-murid perempuan langsung berpaling dan seperti tidak menganggapnya lagi.

Ia sangat kesal. Berhasil mengalahkan Kai dalam hal popularitas namun sekarang, di hari pertama kedatangannya, namja berambut merah itu sudah bisa mengalahkan popularitas Luhan. Dan yang semakin membuatnya kesal, faktanya dia adalah saudara Kai, musuh bebuyutannya.

Luhan bangkit dari kursinya tiba-tiba saat kelas mulai sepi. Ia berjalan menghampiri meja Sehun yang masih asyik merapikan buku-bukunya. Dengan gerakan tiba-tiba juga, ia menggebrak meja Sehun membuat Sehun seketika mendongak.

Ia menatap Luhan dengan salah satu alis terangkat naik, “kenapa?”tanyanya dengan nada santai

“Kau tau apa kesalahanmu di hari pertamamu masuk ke sekolah ini?!”desis Luhan tajam

“Kesalahan? Aku?” Sehun menunjuk dirinya. “Aku rasa aku tidak punya kesalahan apapun. Justru kau yang bersalah karena kau sudah membohongiku tadi siang”

“Bahkan kau berani membantahku!”

“Kenapa aku harus takut padamu?”

Luhan menggeram kesal, ia mengulurkan tangannya menarik kerah baju Sehun dan tangannya yang lain sudah melayang ke belakang, bersiap untuk memukul namja berkulit putih itu.

“YA!!”

Kai datang tepat waktu, ia menarik tubuh Luhan dan mendorongnya kasar, membuatnya hampir saja terjatuh jika tidak buru-buru ditangkap oleh Lay.

“Jangan coba-coba melukai saudaraku! Kau mengerti?!” ancam Kai dengan sorot tajam menatap Luhan

“Dan kau jangan coba-coba mendorongku!” Luhan membalas dengan mendorong pundak Kai lebih keras

“Brengsek!”

“Kai! Hentikan!” Tao merentangkan kedua tangannya dan mendekap tubuh Kai dari belakang, menahannya yang berniat untuk membuat keributan dengan Luhan.

Di pihak berlawanan, Lay dan Xiumin juga menahan tubuh sahabatnya itu. Biar bagaimanapun, mereka tidak boleh membuat keributan di dalam kelas.

“Cih, sebaiknya kau pikirkan bagaimana caranya untuk bisa mengikuti olimpiade karena kau telah kehilangan satu anggota yang paling penting”

Ucapan juga senyuman penuh kemenangan yang terlihat dari sepasang matanya membuat Kai dan yang lain tersadar. Sesuatu yang buruk terjadi pada Sungjae di hari pertamanya terpilih menjadi tim inti dan tanpa pernah memberitahu orang luar – selain anggota tim – Luhan tiba-tiba saja mengetahui tentang kesulitan yang dihadapi tim mereka saat ini. Semua itu sudah cukup menjadi bukti nyata bahwa Luhan dan teman-temannya adalah pelaku di balik sesuatu yang buruk itu, hingga menyebabkan kaki Sungjae patah dan tidak bisa mengikuti olimpiade nanti.

“Jadi kau yang sudah mencelakai Sungjae?!” Kini Chanyeol yang menggeram kesal, tangan panjangnya hampir meraih kerah baju Luhan jika Sehun tidak buru-buru menahannya. “Kau brengsek Luhan! Kau benar-benar licik! Kami bahkan tidak pernah mengusik tim-mu, kenapa kau mengusik tim kami, hah?! Apa yang kau inginkan sebenarnya?!”

Luhan tertawa mendengus, menatapi orang-orang yang ia anggap sebagai musuh dengan senyuman meremehkan.

“Kau bertanya apa yang aku mau?”ulangnya dengan nada santai namun terkesan dibuat-buat. “Jawabannya sangat mudah”serunya menghentikan ucapannya sejenak. “Aku hanya mau kalian menghilang dan pergi dari sekolah ini. Jangan coba-coba bersaing denganku!”

“Kau brengsek!”

“Kai!”tahan Sehun menarik lengan Kai dengan helaan napas panjang. “Kita pulang sekarang!”

“Urusan kita belum selesai, Luhan!”

***___***

“Maaf, karena mobilku tidak bisa memuat orang banyak, aku tidak bisa mengantar kalian pulang”seru Sehun merasa bersalah pada Suho, Tao, Baekhyun dan Chanyeol.

“Aniyo, gwenchana. Kami yang seharusnya meminta maaf padamu karena kami sudah membuatmu menjadi salah satu musuh Luhan”balas Suho

Sehun tertawa kecil, “no problem. Sebenarnya, aku tidak apa-apa”

“Kalau begitu kami pulang dulu. Kita bertemu lagi besok dan jangan lupa kenakan seragammu”canda Suho lalu berbalik pergi bersama yang lain

Sehun hanya mengangguk dan tersenyum tipis, kemudian melompat masuk ke dalam mobil bersama Kai. Menjauhi sekolah dan bergegas menuju salah satu toko seragam karena mulai besok ia sudah harus memakai seragam yang tepat. Masalah warna rambutnya, ia akan mengubahnya saat hari libur karena hal itu membutuhkan waktu yang lumayan panjang. Terpaksa.

“Kita harus kemana?”tanya Sehun begitu mobil mereka menghadapi dua persimpangan.

“Belok kanan”seru Kai

“Okay”

“Hey,”panggil Kai membuat Sehun menoleh sekilas

“Apa?”

“Aku rasa hidupmu tidak akan tenang mulai sekarang”

“Maksudmu?”

“Luhan, orang itu–”

“Jadi tentang itu?” Sehun mengangguk-angguk. “Apa kau pikir aku tidak bisa menyelesaikannya sendiri?”

“Jangan pandang remeh dia. Walaupun dari wajahnya ia terlihat anak yang imut tapi sebenarnya dia sangat licik, juga kuat. Aku pernah berkelahi dengannya satu kali dan akhirnya kami berdua babak belur bersama-sama. Dan kau tau salah satu temannya yang bertubuh pendek dan berpipi tembam? Dia adalah yang paling kuat. Chanyeol pernah dibuat babak belur satu kali karena selain kuat, ternyata dia juga jago taekwondo”

“Hey, apa kau sedang menyuruhku untuk berkelahi?”

“Tidak. Bukan itu maksudku. Hanya saja aku ingin kau berhati-hati karena kau berada dikelas yang sama dengan mereka”

Sehun tertawa kecil sambil membuka pintu mobilnya begitu sampai disebuah toko seragam.

“Jangan khawatir. Aku bisa menyelesaikannya. Apa kau pikir aku adalah anak yang lemah? Jangan meremehkanku” serunya menoleh sekilas pada Kai lalu berpaling ke seorang pelayan yang menyambut mereka. “Berikan satu set seragam musim dingin dan musim panas Hongsan International High School”

“Baik tuan”

“Sebenarnya apa yang terjadi antara kau dan Luhan? Kalian seperti tidak bersahabat sama sekali”

“Isssh, dia selalu saja mencari masalah denganku. Sejak hari pertama masuk sekolah, dia tiba-tiba menganggapku sebagai musuhnya padahal aku tidak pernah menganggapnya begitu. Masalah yang paling sering kami ributkan adalah siapa yang paling terbaik. Dia selalu saja tidak mau kalah denganku membuatku sangat kesal”

“Tsk, sudah ku tebak. Leluhur dan keturunannya tidak akan pernah berubah”seru Sehun samar sambil berjalan melihat-lihat seragam yang lain.

“Apa katamu?”

“Ah, tidak. Aku bilang seragam disini sangat bagus”kilah Sehun

“Lalu bagaimana kabar paman dan bibi? Mereka baik-baik saja?”

“Tentu saja. Mereka sangat baik. Mereka juga menitip salam untukmu”

“Benarkah?”

“Emp” Sehun mengangguk. “Thank you”seru Sehun pada pelayan begitu menerima plastik pembungkus seragamnya.

“Dimana rumahmu? Aku akan mengantarmu pulang”

“Hey, tapi aku ingin melihat tempat tinggalmu”balas Kai sambil mengikuti Sehun menuju mobil.

“Aku hanya tinggal di hotel. Hari libur nanti temani aku mencari apartement di dekat sekolah, oke?”

Langkah Kai langsung terhenti tepat didepan mobil dengan mata terbelalak lebar, “apartement?!”

Sehun menoleh ke belakang, “why?”

“Aku tau orang tuamu sangat kaya raya tapi bisakah kau tinggal di rumahku saja? Aku hanya tinggal bersama Lee ahjussi”omel Kai merasa kesal dengan perbuatan Sehun yang ia anggap sebagai pemborosan.

Sehun menggeleng, “aku ingin tinggal di apartement, bukan di rumahmu”

“Mwo?! Ya! Sehun Rouler!”

***___***

Chanyeol setengah berlari menuju koridor utama saat melihat Kai berdiri bersandar pada sebuah pilar dengan earphone yang menutupi telinganya.

“Kenapa kau berdiri disini?”tanya Chanyeol bingung

Kai melepas earphone-nya dan berdiri tegak, “menunggu Sehun. Aku lupa memintanya untuk menjadi pengganti Sungjae”

“Mwo? Bagaimana kau bisa lupa bagian yang paling penting?”

“Hey, aku sudah sangat lama tidak bertemu dengan saudaraku. Wajar saja jika aku melupakan itu”balas Kai juga merutuk kesal

Baru saja membicarakannnya, seseorang yang ditunggu-tunggu muncul bersama Suho. Masih dengan rambut merah menyalanya, namun kali ini terlihat lebih baik karena ia sudah memakai seragam yang lengkap dan rapi.

“Bagaimana kalian bisa datang bersama?”tanya Chanyeol

“Bertemu di pintu gerbang”jawab Sehun

“Kau tidak membawa mobil sport-mu?”

“Tidak. Kepala sekolah tidak mengijinkanku”

“Sehun-ah, ada yang ingin ku bicarakan padamu”seru Kai enggan melupakan pertanyaan soal masa depan tim-nya untuk yang kedua kali.

“Eh?”

“Tim-ku sedang kekurangan seorang small forward dan olimpiade akan dilaksanakan beberapa hari lagi, bisakah kau mengisi posisi itu? Bukankah kau sangat ahli dalam permainan basket?”ujarnya tanpa basa-basi

“Small forward?”ulang Sehun. “Tentu saja. Aku pasti membantumu, Kai”

Mendengar itu, Chanyeol seketika tersenyum lebar. Ia melompat senang dan merangkul pundak Sehun. “Aku tau kau pasti membantu kami, rambut merah. Kita harus menang!”

Sehun terkekeh, “aku tau”

***___***

Keberuntungan itu sepertinya tidak berpihak pada Kai. Kebahagiaan juga hanya singgah sementara waktu dan seketika menghilang di siang harinya. Saat menghadap pelatih dan kepala sekolah untuk memberitahu anggota baru yang akan menggantikan Sungjae, keduanya seketika menolak mentah-mentah saat mengetahui bahwa penggantinya adalah Sehun. Murid pindahan yang baru saja menempati bangkunya selama dua hari.

Alasannya sederhana, karena warna rambut Sehun yang begitu mencolok dan melanggar peraturan sekolah. Mungkin, itu adalah aturan mutlak bagi sekolah Hongsan dan juga semua sekolah yang ada di Seoul. Mereka tidak boleh mengecat rambut, terlebih lagi warna yang begitu mencolok seperti Sehun.

Kai berjalan dengan langkah-langkah panjang juga geraman kesal menuju kelas Sehun. Mencari sosok saudaranya itu dan berniat memohon padanya untuk mengubah warna rambutnya secepatnya. Olimpiade ini sangat penting. Karena kejadian kemarin, ia benar-benar ingin menang dari Luhan dan teman-temannya yang menyebalkan itu.

“Mana Sehun?”tanya Kai pada satu-satunya namja yang tersisa di kelas itu, Kyungsoo.

Kyungsoo tersentak, “Sehun? Dia tidak hadir hari ini”

“MWO?!”

Kyungsoo mengerjap karena terkejut, “Dia tidak ada sejak tadi pagi”

“Kau serius?”

“A-aku serius. Lihat saja di mejanya, tidak ada siapapun”

Kai tergugu dengan matanya yang membulat lebar. Tidak mengerti dengan kejadian yang sedang terjadi sekarang. Sehun tidak datang? Bukankah tadi pagi mereka baru saja berbicara? Tidak. Itu bukan mimpi. Ia sangat yakin bahwa itu adalah Sehun.

***___***

Musim gugur menghembuskan angin lumayan kencang, membuat daun-daun kering yang tergeletak di tanah berterbangan mengikuti alurnya. Disana, disebuah gereja tua yang minim pencahayaan, seseorang berdiri dalam diamnya. Hanya cahaya bulan yang menjadi sumber cahaya utama, memperjelas kulit pucatnya yang semakin memperlihatkan wajah dingin dan mata tajamnya.

Ia melangkahkan kakinya, berjalan tenang menimbulkan suara gemerisik dedaunan kering yang terinjak. Melewati sebuah celah dan berhenti dengan jarak terjaga dari sebuah rumah sederhana yang ada dibelakang gereja itu.

Semua lampu sudah padam, namun satu lampu di bagian loteng masih menyala. Ia bisa melihat bayangan tubuh seseorang yang tercetak di gorden jendela, menyatakan bahwa namja itu sedang duduk dan membaca buku.

“Karena takdirnya adalah di lindungi dan kita adalah pelindung”

Hingga tiba-tiba sebuah suara terdengar, membuatnya seketika menoleh ke belakang namun tidak terkejut saat melihat sosok itu.

“Akhirnya kau datang”balasnya datar

“Yeaah, gereja ini harus di jaga dengan baik agar mereka tidak bisa mengambilnya”serunya juga tenang. “Apa sejak dulu kau selalu menjaga jarak? Kenapa kau tidak membantunya saat dia sedang merasa susah?”

“Aku hanya ingin menjaga dalam diam”jawabnya. “Aku tidak mau seseorang menyadari keberadaanku dan mengetahui semua takdirnya. Karena takdir akan berjalan hingga akhir dan tidak akan bisa diubah. Mereka adalah musuh dan kita adalah pelindung. Akan ada seseorang yang mati jika semuanya terungkap dan arti sebenarnya dari gereja ini diketahui olehnya. Mereka akan bangkit dan mungkin akan seperti dulu…” Ia menghentikan ucapannya sejenak lalu menatap sepasang mata lawan bicaranya lurus-lurus. “Membalas dendam sekaligus mencari keabadian”ucapnya. “Karena, keturunan terakhir itu masih ada. Dan dia memiliki sesuatu yang kuat dan menyengat. Bahkan aku harus menjaga jarak yang cukup jauh agar tidak ikut membunuhnya”

Lawan bicaranya tertawa mendengus, “Takdir memang seperti itu. Namun, kenyataan sedikit berubah sekarang. Seseorang akan datang untuk melindunginya bukan semata-mata karena menjadi pelindung”

“Apa maksudmu?”

“Masa lalu telah mengubah takdir itu. Semuanya akan berbeda sekarang….”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

51 thoughts on “FF: The Wolf and not The Beauty (part 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s