FF : The House Tree 2 – Enam

 

The House Tree II

Tittle              : The House Tree 2

Author            : Ohmija

Genre              : Family, Brothership, Friendship, A little Comedy Action Sad

Cast                : EXO

Summary        : “Karena aku tidak terbiasa makan seorang diri. Selama ini aku selalu makan bersama hyung-hyungku”

 

Mereka pergi. Dan Sehun hanya bisa memandang punggung-punggung itu dari balkon lantai tiga kamarnya. Tidak mengucapkan ucapan selamat tinggal ataupun ucapan yang akan menyakitkan hatinya. Ia lebih memilih menghindar, menyembunyikan dirinya dari rasa inginnya untuk pergi.

Di sela-sela langkahnya, Luhan menoleh kebelakang, kearah jendela kamar Sehun bersamaan dengan tertutupnya tirai putih. Ia sangat tau bahwa Sehun ada dibaliknya. Entah sedang bersedih atau bahkan menangis.

Keputusan itu sudah bulat. Karena sekarang ada sebuah tembok besar transparan yang ada diantara mereka. Mereka bukan lagi saudara, bukan lagi kawan, dan bukan lagi satu tim. Nyatanya perbedaan antara miskin dan kaya memang menjadi penghalang terbesar bagi mereka. Kini, dia adalah Park Sehun si pewaris tunggal sebuah keluarga kaya bukan Jung Sehun si Baekgu sederhana dan polos. Dia sudah berbeda.

Duduk di kereta yang akan membawanya menuju Busan, Luhan terus saja memandang keluar jendela. Pikirannya melayang jauh, masih tertinggal di rumah, disamping Sehun. Sangat mengkhawatirkan bagaimana perasaan adik bungsunya dan sangat takut jika dia sedang menangis.

“Kita akan menemui oema, kenapa wajahmu terlihat sangat sedih?” Kris menepuk sebelah pundak Luhan membuatnya menoleh.

Luhan menggeleng pelan, “aku tidak bersedih”

“Apa wajah orang yang bahagia seperti itu?”

“Memang wajahku bagaimana?”

“Hyung, kau mengkhawatirkan Sehun?”tembak Chen langsung yang duduk di hadapan Luhan.

“Luhan hyung, jika kau bersedih oema akan mengetahui masalah kita. Aku mohon jangan biarkan oema mengetahuinya dulu. Aku tidak mau oema bersedih dihari ulang tahunnya”tambah Jongin

Luhan memaksa untuk menarik kedua sudut bibirnya, membentuk sebuah senyum palsu yang justru membuat wajahnya terlihat jelek.

“Apa wajah yang bahagia seperti ini?”

Kris tertawa kecil, “kau justru terlihat seperti seorang kakek-kakek, Luhan”

Luhan mendelik, “mwo?”

***___***

Sehun mengeluarkan kepalanya dari dalam selimut saat mendengar suara ketukan pintu kamar. Ternyata nyonya Park. Ia masuk sambil membawa sebuah nampan berisi makan siang untuk Sehun.

“Adeul, sampai kapan kau mau tidur terus? Ini sudah siang”seru nyonya Park lembut sambil meletakkan nampan diatas meja. “Sehunie?”panggilnya lagi mengguncang tubuh Sehun pelan.

“Oema, aku ingin tidur. Bisakah oema meninggalkanku?”

“Wae? Tapi kau belum makan sejak tadi malam”

“Aku tidak lapar. Aku hanya ingin tidur”

“Sehunie, tapi oema sudah memasak untukmu”

“Aku akan memakannya nanti. Oema letakkan saja di atas meja. Sekarang aku ingin tidur”

“Sehunie, kenapa kau seperti itu? Terlalu banyak tidur akan membuat kepalamu sakit”seru nyonya Park menghusap rambut Sehun

“Karena aku tidak terbiasa makan seorang diri. Selama ini aku selalu makan bersama hyung-hyungku”

Tangan nyonya Park yang menghusap rambut Sehun terhenti saat mendengar penjelasan dari anak bungsunya itu. Ekspresinya seketika berubah.

“Kau tidak senang jika oema disini?”desis nyonya Park dingin

“Ani. Aku senang. Tapi, aku jauh lebih senang jika para hyungku juga ada disini”

“Sehunie, kau hanya mempunyai dua kakak. Kau ingat?!”

Sehun menepis selimutnya, duduk dan menatap nyonya Park dengan tatapan teduh.

“Aku mempunyai sebelas hyung, oema. Selama ini aku tinggal bersama mereka”

“Kau tidak takut jika mereka hanya memanfaatkanmu? Kau bahkan membiarkan mereka mengurus perusahaan appa. Bagaimana jika mereka menipu dan menggelapkan uang? Kau bisa jatuh miskin”

Sehun tertawa mendengus, “Bahkan jika aku tidak memohon habis-habisan, mereka tidak akan mau tinggal di rumah ini. Bahkan jika aku tidak memaksa mereka, mereka tidak akan mau membantuku mengurus perusahaan appa. Oema tidak mengenal mereka…”

“Apa otakmu sudah dicuci oleh mereka?! Kau bahkan membantah ucapan oema!”

Sehun menghela napas panjang, “oema…bagaimana caranya agar oema bisa mempercayai mereka?”

***___***

“KITA SAMPAAAAIIII!!!”teriak Baekhyun sambil melompat-lompat senang saat mereka sudah berada di depan stasiun. Ia merentangkan kedua tangannya keatas dan menghirup udara Busan dalam-dalam. “Hmmm..bau pantai yang ku rindukan! Aku bahkan bisa mencium bau ayam dari sini”

“Dan bau rumah pohon yang sudah tidak dirawat lagi”sahut Chanyeol berdiri disamping Baekhyun.

“Kita harus menyempatkan diri untuk membersihkan rumah pohon”ujar Baekhyun lagi yang disusul oleh anggukan Chanyeol

“Mau naik taksi? Atau kita berjalan kaki saja sampai di rumah?”tanya Xiumin

“Tentu saja berjalan kaki. Bukankah kita selalu seperti itu?”jawab Luhan

Mereka mulai berjalan, menyusuri jalan raya Busan sambil menikmati keindahan alam dan bau pantai yang sangat menyengat. Karena di Seoul tidak ada pantai, mereka jadi tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.

Luhan sempat terhenti sejenak saat melewati kedai bubble tea yang masih ada hingga sekarang. Dulu, setiap sore dia dan Sehun selalu duduk disana, di kursi yang ada dipojok bagian luar sambil bercerita dan tertawa bersama. Luhan tertawa kecil, mengingat ia harus selalu menyisikan uang saku untuk membelikan Sehun bubble tea. Bahkan terkadang, ia harus rela tidak menyantap makan siang.

Juga melewati gedung SMP dan SMA, tempat dulu mereka menuntut ilmu. Selain Chanyeol, Kris dan Chen, yang lain teringat saat-saat mereka pergi dan pulang sekolah bersama. Menaiki sepeda dengan salah satunya berdiri di bagian belakang. Jika saja ada saat-saat indah yang bisa diulang, rasanya ingin kembali kesana walaupun hanya satu kali.

“Bukankah di tempat ini kita pernah berkelahi?”seru Tao memecah keheningan

Suho mengangguk, “Baekhyun dan Baekgu terluka karena itu”

“Yaah, karena melindungiku”sahut Chanyeol tersenyum kecut

Baekhyun menoleh, menatap Chanyeol, “kau tau aku sangat kuat? Walaupun tubuhku lebih kecil, tapi kekuatanku lebih besar darimu”ucapnya bangga

Chanyeol tertawa kecil, “benarkah?”

“Aku rasa kita harus berpisah disini”seru Xiumin saat mereka berhenti di sebuah persimpangan. “Aku akan pulang ke rumah untuk menemui oema. Nanti sore, kita bertemu di lapangan, oke?”

Lay mengangguk, “Baiklah. Tepat jam tiga, kita bertemu disana”

***___***

Nyonya Jung seketika menghambur keluar restoran begitu melihat anak-anaknya pulang, meninggalkan pelanggan yang harus dilayani dan langsung memeluki mereka satu-persatu.

“Adeul…kalian sudah pulang? Oema sangat merindukan kalian”serunya senang

“Oema, nado bogoshippo”balas Baekhyun memeluk erat nyonya Jung

“Omonim, aku juga datang”

“Chen? Aigoo…kau semakin tampan”ujar nyonya Jung juga memeluk Chen

Dari arah belakang, tuan Jung juga menghambur senang. “Adeul…”

“Appa, kami sangat merindukan appa”

“Bagaimana kabar kalian? Apa kalian baik-baik saja? Bagaimana pekerjaan kalian dan Jonginie? Bagaimana kuliahmu, hm?”cecar tuan Park bertubi-tubi

Jongin tersenyum lebar, kami semua baik-baik saja appa. Jangan khawatir”

“Chamkaman…Baekgu? Mana Baekgu?”tanya nyonya Jung saat menyadari ketiadaan Sehun disana.

Semuanya seketika terdiam, saling pandang bingung dengan ekspresi bertanya. Tidak tau apa yang seharusnya mereka jawab pada nyonya Jung.

“Kris, mana Baekgu?”tanya nyonya Jung lagi

Kris menggigit bibirnya kelu, memutar bola matanya sebisa mungkin menghindari tatapan nyonya Jung.

“Kris?”

“Baekgu sedang banyak tugas di kampus jadi dia tidak bisa ikut kesini, oema”sahut Jongin membuat semua pasang mata langsung tertuju padanya.

“Tugas?”nyonya Jung memastikan

“Emp, karena sebentar lagi wisuda akhir, dia harus mengerjakan banyak tugas”

“Lalu kenapa kau tidak? Bukankah kalian berada di tingkat yang sama?”

Jongin  kalah telak.

“Karena…emm…karena…”

“Karena Baekgu sangat sibuk mengurus perusahaan. Bukankah oema tau jika dia adalah pewaris tunggal keluarga Park? Walaupun Kris hyung dan Luhan hyung sudah membantunya tapi tetap saja dia harus turun tangan sendiri” Baekhyun membantu Jongin menjelaskan. Kemudian ia menoleh pada Chanyeol, “iya kan Chanyeol?”

“I-iya…benar…hehehe”

“Aigoo, kasihan sekali dia. Padahal oema sangat merindukannya”

“Jangan khawatir, omonim. Sehun sangat baik-baik saja dan sebenarnya juga ingin ikut kesini hanya saja ada sesuatu yang tidak memungkinkan untuknya kesini” Chen tersenyum menenangkan, sebuah senyuman yang mampu membuat nyonya Jung akhirnya mempercayai semua kebohongan itu.

***___***

Jam tiga tepat, mereka sudah berkumpul bersama di lapangan yang hingga saat ini selalu menjadi tempat persinggahan sebelum ke rumah pohon. Kecuali Suho dan Kyungsoo, mereka duduk di bangku kayu yang sudah semakin rapuh tanpa ada niat untuk bermain sepak bola atau bola basket.

“Bukankah kita sudah merencanakan untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada oema?”seru Luhan membuka pembicaraan setelah cukup lama mereka diam. Ia duduk sambil memangku Baekgu dan menghusap-husap kepala anak anjing berwarna putih itu.

 “Besok adalah hari ulang tahun oema. Aku tidak mau merusak kebahagiaannya”balas Jongin memandang lurus ke depan.

Tao mengangguk, “untuk sementara, biarkan oema bahagia seperti biasanya. Jangan buat ia bersedih dengan kenyataan yang sudah terjadi. Aku rasa ini bukanlah waktu yang tepat untuk memberitahu semuanya”

Chanyeol menghela napas panjang dan menundukkan kepalanya dalam-dalam, “Maaf…”lirihnya membuat yang lain menoleh kearahnya. “Maaf karena oemaku sudah membuat kalian seperti ini. Aku benar-benar minta maaf…”

“Hey, kenapa kau meminta maaf? Kau tidak bersalah sama sekali”seru Baekhyun menghusap punggung Chanyeol

“Chanyeol-ah, kami baik-baik saja. Walaupun keadaannya sedang sulit tapi kau tetap saudara kami, adikku. Jangan pernah meminta maaf karena sebelum mengatakannya pun, kami sudah memaafkanmu” Lay mengacak rambut Chanyeol dan tersenyum lembut

Xiumin tiba-tiba melompat dari duduknya, berdiri menatap hamparan lapangan dan menghirup udaranya dalam-dalam.

“Hhhhh…berjanjilah untuk bahagia hari ini”

“Ehh?”

“Tidak ada tangisan dan kesedihan. Walaupun rasanya sangat sepi karena ketiadaan salah satu diantara kita, tapi kita berhak untuk bersenang-senang. Setidaknya demi oema”

“Xiumin hyung…gomawo…”

“HYUUUUNG!! HYUUUUUNG!!!”

Teriakan Kyungsoo terdengar, mereka menoleh dan langsung mengerutkan kening begitu melihat namja mungil itu sedang berlari kearah mereka. Di kedua tangannya terdapat sebuah bungkusan plastic yang bisa dilihat bahwa itu sangatlah berat.

“Wae geurrae?”tanya Luhan bingung

“Kyungsoo-yah, mana Suho? Kenapa kau hanya sendiri?”tanya Kris

“Suho hyung ada di rumah pohon”

“Mwo? Bukankah aku bilang kita berkumpul disini dulu?”sahut Lay

“Kami berdua membawa peralatan dapur dari rumah. Karena Suho hyung membawa kompor kecil, jadi dia langsung menuju rumah pohon. Aku juga membawa alat-alat yang lain”jawab Kyungsoo mengangkat tangannya dan menunjukkan plastik putih yang ia bawa.

Chen mengangkat salah satu alisnya bingung, “untuk apa?”

“Bukankah kita akan memberikan pesta kejutan, huh? Pesta ulang tahun tanpa kue ulang tahun artinya bukan pesta”

Baekhyun benar-benar merasa terharu, bahkan untukseseorang yang sebenarnya bukanlah ibu kandungnya, dia harus merepotkan diri seperti ini. “Kyungsoo-yah…”

Kyungsoo tersenyum, “wae? Bukankah posisiku adalah koki? Aku harus memasak untuk kalian, juga untuk oema Jung”

“Kyungsoo-yah, gomawo…” Baekhyun memeluk Kyungsoo

“Aniyo” Kyungsoo menggeleng. “Keundae, aku kekurangan beberapa bahan dan harus membeli di supermarket. Bisakah kalian membawa kantung plastik ini ke rumah pohon?”

Kris mengulurkan tangannya, merampas pelan kantung plastik itu dari tangan Kyungsoo. “Aku akan membawanya”

“Hyung, kajja. Aku akan mengantarmu. Kebetulan aku membawa sepeda dari rumah”

Mata Kyungsoo seketika berbinar, “jinjjayo?”

Jongin mengangguk, “kajja”

***___***

Saat hari sudah beranjak malam, nyonya Park mengintip ke kamar Sehun dan hanya bisa menghela napas panjang saat makanan yang dibawanya tadi siang masih utuh, bahkan masih sama seperti semula yang menandakan jika Sehun tidak menyentuhnya sama sekali.

Kemudian menjulurkan kepalanya di balik dinding untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan anak bungsunya itu. Juga tidak berubah. Dia masih bersembunyi di balik selimut.

Memandang bulan yang tercetak samar dibalik tirai tipis kamarnya, Sehun hanya bisa menelan ludah pahit.

“mereka pasti sedang mempersiapkan pesta kejutan untuk oema…”gumamnya. “Jika saja aku berada disana, pasti sangat menyenangkan”

Ia buru-buru menghusap air matanya yang hampir merembes keluar, menutupi kesedihan itu dengan senyuman. Sebuah usahanya untuk menipu hati bahwa dia baik-baik saja.

Entah. Tapi rasanya sangat ingin berada disana. Sangat ingin merayakan hari kebahagiaan nyonya Jung bersama-sama. Jika saja dia bisa….

Berpiluh-puluh kilometer dari tempat Sehun berada, Luhan juga melakukan hal yang sama. Duduk bersandar pada papan teras rumah pohon dan memandang keatas. Mengabaikan segala keributan yang terjadi didalam yang sedang sibuk menghias kue ulang tahun.

Luhan mengulurkan tangan, menggendong Baekgu dan menjajarkan wajahnya agar sejajar dengan wajahnya sendiri.

“Baekgu-yah, bukankah sangat asik jika Baekgu hyung ada disini? Kau pasti sangat merindukannya, kan?”

Baekgu menggonggong.

Luhan tersenyum, “aku juga…”

Mungkin semuanya sangat mustahil, tapi entah kenapa saat ini Sehun sangat mengharapkan ada sebuah pintu yang bisa menghubungkannya ke Busan atau kekuatan teleportasi yang bisa membawanya ke tempat itu.

Usahanya untuk berpura-pura bahagia gagal total. Berusaha menipu hati juga tidak berhasil. Karena, disebagian besar hidupnya, hatinya terlanjur menganggap nyonya Jung sebagai ibu kandungnya. Bukan ibu pengganti ataupun ibu angkat.

Ingatannya memang sudah kembali dan ia sadar betul jika ia mempunyai ibu kandung. Tapi, kenapa visual yang muncul dibenaknya justru bukan ibu kandungnya sendiri? Kenapa sekarang dia merasa tidak bahagia karena ibu kandungnya sudah kembali?

Sehun menepis selimutnya kasar, duduk ditepi ranjang lalu mengacak rambutnya frustasi. Terdiam untuk beberapa saat, akhirnya namja tinggi itu berdiri. Meraih jaket dan kunci mobilnya lalu berjalan keluar. Menuruni anak-anak tangga dan bertemu dengan ibunya di ruang tamu.

“Sehunie, oedikayo?”tanya nyonya Park menghentikan langkah Sehun

Sehun menoleh, “mencari angin”

“Kau tidak berniat untuk pergi ke Busan, kan?”

Sehun hanya menghela napas panjang, membuang pandangan lalu melanjutkan langkahnya. Ia mengabaikan panggilan nyonya Park yang berusaha menahannya. Tetap masuk ke dalam mobil lalu menginjak pedal gas dan melesat sekencang mungkin.

Saat ini pikirannya sedang kacau. Suasana hatinya juga sedang buruk. Sebenarnya, ia tidak yakin ada hal yang bisa menghibur perasaannya saat ini, tapi ia pikir, pergi dari rumah untuk sesaat sedikit membantunya.

Memutuskan untuk duduk di bagian outdoor café dimana Baekhyun, Chanyeol dan Tao bekerja dulu. Kopinya tidak seenak buatan Baekhyun, membuat dirinya akhirnya membiarkan kopi itu hingga dingin.

Di malam hari seperti ini, biasanya suara Baekhyun dan petikan gitar Chanyeol meramaikan suasana café itu. Tapi kali ini, café itu terasa begitu kosong.

Sehun menghela napas panjang, menyandarkan punggung ke sandaran sofa lalu menatap kearah orang-orang yang sedang berlalu lalang.

“Bukankah dia…?”gumamnya melihat anak kecil yang sangat familiar diingatannya. “Lauren?”

Sehun terus menatap Lauren dengan berbagai pertanyaan. Apa yang sedang dilakukan anak kecil itu seorang diri di malam hari seperti ini dan kenapa dia diperbolehkan keluar dari panti asuhan.  Hingga akhirnya, dua orang anak laki-laki yang sepertinya duduk dibangku Sekolah Menangah Atas menghampirinya dan mengganggunya. Lauren terlihat begitu terpojok dan hampir menangis . Tanpa pikir panjang, Sehun berlari keluar untuk menghampiri Lauren.

“Ya!!”

Kedua anak laki-laki itu juga Lauren menoleh.

“Apa kalian tidak mempunyai otak? Bagaimana bisa kalian mengganggu anak kecil, hah? Kalian mau aku laporkan pada polisi?!”

“Aniyo…kami hanya…”

“PERGI!!”

Sehun menghampiri Lauren setelah kedua anak laki-laki itu berlari pergi, berlutut didepan anak kecil yang sedang menangis itu dan menatapnya lirih.

“Apa mereka menyakitimu?”

Lauren menggeleng sambil tetap menangis, “ani. Mereka hanya meminta uang padaku”

“Kau tau betapa bahayanya keluar di malam hari? Apa pihak panti asuhan tidak mencarimu, huh?”

“Aku tidak mau kembali. Aku tidak mau ke tempat itu lagi”

Kening Sehun berkerut, “kenapa?”

“Teman-temanku menyebutku anak haram. Mereka bilang aku dilahirkan sebelum appa dan oema menikah. Aku tidak mau kembali kesana. Appa dan oemaku sudah menikah saat melahirkanku”

“Hey, kenapa mereka berkata seperti itu padamu?”

“Aku tidak tau. Karena itu aku melarikan diri. Aku tidak mau tinggal disana lagi”

“Laurenie, jika tidak tinggal disana. Kau mau tinggal dimana lagi? Kau masih kecil dan sangat bahaya jika hidup sendiri”seru Sehun menghusap rambut Lauren

“Oppa, aku ingin punya orang tua. Aku tidak ingin menjadi yatim piatu dan diejek oleh teman-temanku. Aku ingin punya orang tua. Aku selalu memohon pada Tuhan dan aku berjanji aku akan menjadi anak yang baik tapi kenapa Dia tidak pernah mengabulkan permintaanku? Aku sangat kesepian”

Sehun memeluk Lauren erat-erat sambil terus menghusap punggung anak itu, seorang anak yang baginya sangat menyebalkan ternyata mampu menggugah hatinya malam ini. Anak itu sebenarnya sangat baik, sangat membutuhkan kasih sayang.

Bagaimana bisa mereka tega menyebut kata kasar itu pada anak sekecil ini? Pada anak yang seharusnya belum mengerti apa arti sebenarnya dari kata itu.

“Jangan khawatir. Kau masih mempunyai oppa. Jika kau bersedih, kau bisa menghubungiku. Aku akan datang dan mengajakmu jalan-jalan”

“Laurenie…chagi-yah…”panggil dua orang wanita yang tiba-tiba datang. Melihat mereka, Lauren semakin mengetatkan pelukannya pada Sehun dan bersembunyi disana.

“Kalian siapa?”tanya Sehun menggendong Lauren

“Kami adalah suster penjaga panti asuhan. Sejak tadi kami mencari Lauren yang tiba-tiba melarikan diri. Memang terjadi sedikit masalah tapi semuanya sudah baik-baik saja”

“Maaf jika aku lancang, tapi bukankah tidak seharusnya teman-temannya berkata hal seperti itu pada Lauren? Dia masih sangat kecil”

“Aku tau. Karena itu kami juga merasa sangat menyesal”

“Laurenie, kajja. Kita pulang bersama. Teman-temanmu sudah menunggumu. Mereka sangat menyesal”bujuk salah satu suster

“Shireo”tolak Lauren

“Chagi-yah, kajja. Suster sudah memasak makanan enak untukmu”

“SHIREO!”

“Ottokhaji?”

“Laurenie…”seru Sehun menurunkan Lauren dan berlutut didepannya kembali. “ Kau tau banyak penculik anak kecil yang ada diluar sana? Kau mereka menculikmu dan mengirim-mu ke luar negeri?”

Lauren menggeleng, “shireo”

“Kalau begitu kau harus pulang…”

“Aku tidak mau! Mereka pasti—“

“Beritahu oppa jika mereka mengganggumu” potong Sehun tersenyum. “Jika ada seseorang yang membuatmu menangis, beritahu oppa. Oppa akan memukul kepalanya”

“keundae…”

“Aku berjanji” Sehun mengulurkan tangannya dan menunjukkan ibu jarinya pada Lauren. “Oppa pasti akan melindungimu. Sekarang sebaiknya kau pulang”

***___***

“Selesaiiiiii!!!”sorak Kyungsoo senang sambil mengangkat kuenya keatas.

“Whoooa, oema pasti sangat senang!”seru Baekhyun

Xiumin melirik arlojinya sekilas, “sudah waktunya. Kajja”

Mereka kembali ke rumah tepat sebelum jam 12 malam, sengaja memberikan kejutan tepat dipergantian hari lahir ibu mereka. Mengendap-endap masuk kedalam rumah dan berdiri di halaman tengah.

 Jongin bertugas untuk membangunkan nyonya Jung. Ia mengetuk pintu kamar ibunya tiga kali dan beberapa saat kemudian pintu itu terbuka.

“Jongin-ah wae geu…Ya! Ige mwoya?!” Nyonya Jung seketika menjerit saat Jongin langsung menutup kedua matanya. Bahkan sebelum penglihatannya terlihat jelas. “Ya! Jung Jongin! Lepaskan aku!”

“Oema, diamlah. Ikut saja”balas Jongin gemas

“Mwo? Kau menyuruhku diam? Berani sekali kau, huh!”

Jongin menghela napas panjang, kemudian menggunakan tangannya yang lain untuk membekap mulut nyonya Jung, membuat wanita tua itu semakin memberontak kesal.

“Aku seperti sedang menculik seseorang”gumamnya

Malam itu mereka sudah berjanji untuk bahagia. Untuk sejenak melupakan semua masalah. Mereka member kejutan, bernyanyi dan memotong kue bersama. Menikmati kue buatan Kyungsoo itu seolah-olah tidak ada sebuah beban berat di hati mereka.

Suasana haru hanya terjadi saat Kris menyerahkan sebuah kado titipan Sehun untuk nyonya Jung. Bukan karena melihat sebuah sweater rajutan itu, tapi karena melihat isi surat yang ditulis olehnya sendiri.

‘Aku tidak tau apa yang harus aku katakan pada oema. Aku hanya bisa minta maaf karena tidak bisa berada di sisi oema dan merayakan ulang tahun bersama-sama. Aku selalu berharap agar oema bisa selalu bahagia dan panjang umur. Jangan terlalu lelah dengan pekerjaan dan panggil aku jika oema sudah tidak mampu mencuci piring-piring kotor. Aku akan mencuci mereka semua untuk oema. Oema, saengil chukkae~!’

***___***

“Kenapa hari minggu cepat sekali datang? Kita bahkan sudah berada di stasiun untuk kembali ke Seoul”eluh Baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal

“Kita hanya bisa libur selama dua hari, hyung”sahut Tao

“Tapi bukankah aku sudah tidak bekerja lagi? Oema, apa aku boleh berada disini untuk beberapa hari?”

“Andwae!” Jongin menarik lengan Baekhyun kasar. “Jika kau tinggal disini, aku juga akan tinggal”

“Ya! Wae?”

“Kau harus ikut dengan kami! Mengerti?!”

“Baekhyun-ah, jika kau tinggal. Aku akan kesepian”sahut Chanyeol

Baekhyun mencibir, “aku hanya bercanda!”

Luhan tersenyum melihat pertangkaran kecil itu lalu menoleh pada nyonya Jung dan taun Jung, “oema..appa..kami pergi dulu…”pamitnya

“Jaga kesehatanmu dan jaga adik-adikmu dengan baik”

Luhan mengangguk dan tersenyum palsu. Berusaha sebisa mungkin untuk meyakini ibunya bahwa ia dan yang lain akan baik-baik saja.

Mereka duduk di kursi kereta dan mulai bergerak kembali ke Seoul. Ia tau, kehidupannya akan berubah setelah ini. Salah ataupun benar, semua ini sudah menjadi keputusannya.

“Apa yang kau pikirkan?”tanya Xiumin karena melihat Luhan terus saja diam

Luhan terdiam sejenak, “jika aku mengambil sebuah keputusan, apa kau akan mendukungku?”

“Maksudmu?”

“Tentang kehidupan kita. Aku sudah memikirkannya dengan baik”

“Luhan, aku tidak mengerti dengan yang kau katakan”

“Cukup dukung aku. Dan bantu aku melewatinya”

***___***

Hari sudah beranjak siang saat mereka sampai di stasiun Seoul. Berhambur ke dalam keramaian orang-orang, Luhan terus saja tenggelam dalam pikirannya sendiri. Kesepuluh jarinya saling bertaut dan kesadarannya seperti tidak terkumpul sepenuhnya.

Ia harus melakukan ini. Bukan sengaja namun terpaksa untuk kebaikan semua orang, termasuk Sehun.

“Kris…”panggil Luhan membuat Kris yang berjalan didepannya bersama Lay menoleh ke belakang. “Bisakah kau membantuku?”

“Mwo?”

“Aku sedang tidak enak badan. Bisakah kau membelikanku minuman dingin?”

“Kau sakit?”

“Tidak. Aku rasa aku hanya kelelahan dan aku sangat haus”

“Baiklah. Tunggu disini, aku akan membelinya dulu”

“Hyung, aku juga mau—“

“Chanyeol-ah, sebaiknya kau ikut dengannya”potong Luhan menyuruh Chanyeol

“Oe?”

“Aku tidak tega membiarkan Kris membelinya sendirian”

“Ya! Apa maksudmu, huh?”rutuk Kris kesal

Luhan terkekeh, “aku takut jika ada yang menculikmu jika kau sendirian”

“Baiklah. Kajja hyung…”

“Aku juga ingin ke kamar kecil”sahut Chen

“Chen-ah, aku ikut”

“Baekhyun-ah” Luhan buru-buru menahan lengan Baekhyun saat ia hendak mengikuti langkah Chen. “Kau disini saja”bisiknya

“Mwo? Tapi hyung…”

“Luhan hyung wae? Kau terlihat sangat aneh”seru Tao tidak mengerti dengan sikap Luhan saat ini.

Luhan menarik napas dalam-dalam, “Aku sudah memutuskannya”serunya pelan. “Kita akan menyewa sebuah rumah sendiri dan juga…aku sudah menyelipkan surat pemberhantian kerja kita semua ke dalam tas Kris”

Yang lain seketika tersentak, “MWO?!”

“Luhan hyung, apa maksudmu?”tanya Lay terperangah

“Kita tidak akan tinggal di rumah itu lagi, Lay. Kita harus pergi…”

 

 

 

 

TBC

 

 

Iklan

29 thoughts on “FF : The House Tree 2 – Enam

  1. hasyahasya24 berkata:

    gara gara emaknya sehun tuh mereka semua pergi.. aisshh rasanya pengen dibejek-bejek tu emaknye sehun.. bikin org gregetan mulu.. udh tua juga masih berulah. -_- . next ya thor!!!!

    • cicil berkata:

      Kyaaaaa akhirnya setelah sekian lama, ff fav ku keluar juga hehe
      Eon aku ga tau atau lupa kayaknya kalo ada tokoh lauren disni, emang pernah diceritain yaa? Eommanya sehun -__- makin lama makin sebel
      Lanjuuuutttt

  2. amel berkata:

    huaaaa kenapa, ibu kandungnya sehun, kris sama chanyeol kejam banget T^T
    kasian banget sehun, gak bisa ngerayain ulang tahun eomma jung :””
    huaaa bakalan banyak yg terpisah :”(

    gak relaaa, keputusan luhan emang benar benar berat ToT
    trus kris,chanyeol, sehun bakal mikir apa kalo mereka gak ada :”(
    aishh cyedih ya :”(
    ditunggu next part thor :’D

  3. Tiikaa berkata:

    Huaaaaaa,,,,
    Eonieee….

    Itu luhan bener2 yakin sma keputusannya…
    Gmana klau sehun ngerasa kecewa lgi sma luhan???

    Trus ntar gmna nasip mereka kedepannya…

    itu eomanya sehun gk bsa berubah mnjdi lebih baik apa eon???
    jahat sekali sih eomanya..
    Ksian anak2nya..

    Trus ntar luhan xiumin dan yg lainnya mau kerja dimana eon klau mrka berhenti dri prshaannya sehun??
    Aduh makin membuat penasaran…

    Oke deh eon..
    Next chapter aku tunggu ya 🙂

  4. unje berkata:

    nyesek ngelihat Luhan… pasti susah bgt ngebuat keputusan itu
    aku mau jadi lauren dong hehehehe /di tabok mija eon/

    next thor
    di tunggu semua ff nya

  5. nina berkata:

    kasihan eomma jung yg gg tau apa2 😦 pdhl dia kangen sehun
    eomma park kenapa sih??!!!! bikin bete
    luhan hyung andwaaeeeee
    kasihan sehun 😦

  6. YooXi berkata:

    aku hampir lupa kalo ada cast’y lauren, yg aku inget malah EXO series si 3 setan kecil 😀
    aish >< emak lampir tu bikin orng drah tinggi aja *lempar ke sungai han*
    Luhan dkk, kalian pasti bisa melewati cobaan dr emak lampir (?) fighting .)g
    Mija eon, Next Chap~ 🙂

  7. so eun_sehun berkata:

    aduhhh….rasax pngen q mutilasi aja tuh emakx tiang bersaudara itu gemes bnget liatx, udah tua ja msh psang tampang jahat kesel q jadix…
    thor trus gmana nasibx krisyoelhunx lo’ tau yg lain pada pergi? duh kacian deh.
    dah cpet lanjut thor jgn lama oh sm daddy best friendx jg cpet postx OK?
    tank you…

  8. inggit winggiana wiseisa berkata:

    nyonya park yang sangat egois ,, tega mengorbarkan kebahagiaan anaknya demi ambisinya
    napeun eoma ,,,, jinjaa

  9. MimiJJW berkata:

    Aww galau galau galau kasian si sehun ditinggal dan itu Lauren stlh sekian chapter menghilang ditelan bumi(?) akhirnya muncul juga dan aku suka scene penculikan eomma Jung itu Kai nyulik emaknya sndri LoL

  10. Riiiii. . . berkata:

    kalo di 12f12k si luhan kehilangan ortunya di sini malah dia dapet kehangatan dari ortunya,
    baca ini berasa di siram aer es abisan hunhan moment di sini banyak banget, sementara di reality show udah langka banget,
    aku dukung hunhan moment ya chingu! next chap makin banyakin hunhan momentnya y! semangat!!!

  11. Firdhauzi DP berkata:

    kasian Sehunnie gak bisa pergi ke Busan. Nyonya Park sadiss bangei ihh.
    Ini FF yang paling berkesan bagiku..

    Next chapter Oenni,,,,,,,,

  12. Indahunnie berkata:

    Iihhh,,,, pengen ak buang ke laut aja tuh eommanya hunkrisyeol… Kasihan kan my hunnie jd sedih gara2 gak bs ikut ngerayain ultah eomma jung??
    D tggu nextnya 🙂

  13. JamJam Jamong berkata:

    TT__________TT sehun-aaahhhh … luhaan .. nyesek wey . house tree kalo ga nyesek kaga kece yee kayanyaa ..
    ga sabat gimana ekspressi sehun saat dia tau luhan pindah U.U ..
    nyonya park apa banget doohhh -_- eerr

  14. Sherry Cho berkata:

    oh yaampun
    eonniitu kok sakit banget sih -__-
    masa si ny park jahat banget, mana luhannya kasian lagi
    yaudah deh lanjutannya tetep kutunggu kok thor, see you

  15. @baltacheakiriwe berkata:

    CIE JONGIN KYUNGSOO SEPEDAAN BERDUA CIE, NGAHAHAH xDDD #plak

    Itu Ibunya Sehun ibu macam apa deh, apa-apa ngelarang, apa-apa ga boleh- apa-apa curiga, ngeselin -_-

    Baru pertama kali baca FF yang rasanya tanda Tbc itu bener-bener ganggu, DAN TANDA TBC ITU SUMVAH MIAPAH GANGGU CUKULIH (/QAQ)/

  16. Park Hyo Neul berkata:

    Ck. Semua biang masalah hanya di Ny. Park. Tolong mengertilah sedikit Ny. park! Ni orang kaga tau malu apa ye?
    Tidak ingatkah dia pernah menyuruh Kris sama Chanyeol untuk tidak menganggap Sehun sebagai adiknya lagi dan dia bahkan tidak menganggap Sehun sbg anak kandungnya sendiri?
    Dari dulu dialah yg paling menyusahkan Sehun. Sejak kecil Sehun dipisahkan sama Kris & Chanyeol gara2 Ny. Park. Dan sekarang dia memisahkan Sehun dari Luhan dkk?
    Thor, next Chapter tolong musnahkan Ny. Park. Kalau nggak bukakan hatinya *ceilahbahasanya*

  17. misriana berkata:

    halloooo chingu… aku readers baru daaannn aku suka banget cerita2 kamu…bener2 nyeritain brothership exo… suka syekaliii… ditunggu nextpartnya yaa… mian baru comment soalnya bacanya skalian dari awal… hehehe

  18. Nunu^^ @Nurul_Hunie berkata:

    Eonn ajalnya Ny. Park bisa di percepat enggak…???
    Biar mereka bisa bahagia lagii tanpa pengganggu…

  19. amelia berkata:

    kenapa jadi kayak gini><
    sumpah ny. park bikin kesel ye~
    ngk tau apa selama ini yang sama" sehun nemenin sehun itu siapa??
    baru dateng udah ngacauin semuanya..
    dulu aja nyia"in sehun sekarang.. u,u

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s