FF: Don’t Love Me!

Don;t Love me

Author             : Phoenix  Flower

Title                : Don’t Love Me!

Cast                 : Chanyeol EXO, Baekhyun EXO dan Alice Yao (OC)

Genre              : Romance, Hurt

Length             : OneShoot

Rated               :  K / 13+

Disclaimer         : Pemain milik Tuhan yang maha Esa, titik deh kecuali Alice Yao, khayalan author doang -__-

FF ini terinspirasi dari setelah Author membaca salah satu cerita milik ‘’Jonanda Taw”

Summary        : Dua konflik yang berbeda yang masih dalam satu keterkaitan yang sama dengan satu kata yaitu ‘Cinta’

 

Terima Kritik dan Saran tapi gak terima Bash^^

 

Happy Reading^^

 

Aku bagaikan awan yang selalu melindungimu saat matahari sangat terik

Aku bagaikan burung, yang ingin terbang. Terbang bebas kemanapunku inginkan.

Pergi dari dunia ini? Tidak.

Di dunia ini ada kamu, aku juga harus ada di dalamnya

Aku ingin bersamamu, kupikir itu hanya mimpi

Aku hanya ingin itu, tak lebih

Aku bagaikan anak burung pipit yang kehilangan induknya

Kecil, mungil, rapuh——–

 

Berdiri sendiri di sudut ruangan sedikit membuatnya takut. Bukan ruangan gelap, bahkan ruangan itu sangat terang. Dipandangnya kaki miliknya, bergetar. Tak kuat menahan tangis yang akan pecah, dia mengigit bibirnya sehingga membuat roberkan yang cukup lebar.

“Tak ku biarkan kau bersekolah disini.” Instruksi  seorang Wanita padanya.

Wanita itu menyentuh dagunya secara kasar dan membuat matanya bertemu dengan mata wanita itu. Bukan hanya wanita itu yang dapat ia lihat tetapi  hampir semua orang yang berada diruangan itu. Dia mencoba menundukkan kepalanya lagi tetapi ramput panjangnya terlebih dahulu telah ditarik oleh wanita itu.

Dia mengerang memegang rambutnya yang ditarik oleh wanita itu dengan sebelah Tangannya..

“Kau tak pantas disini, kau miskin! Kau Jelek! Lihat tanganmu! Hanya satu? Kau tak pantas disekolah elit ini.” Mata bulatnya  layu.

Dia tahu, dia hanya memiliki satu tangan. Tak seperti orang lain yang memiliki tangan yang lengkap —Kanan dan kiri— dia hanya memiliki kanan saja.  Kadang dia benci dengan dirinya sendiri, bukannya dia tidak bersyukur pada Tuhan karena telah memberikan kehidupan padanya. Tetapi kehidupan yang ia jalani ini, sangat sulit —menurutnya. Membuatnya dibenci oleh semua orang. Seperti ini, dia di olok-olok oleh teman satu kelasnya. Seandainya ini adalah mimpi, ia ingin segera terbangun dari mimpinya. Dia melihat tangan kirinya dengan nanar, “Lihat, kau sendiri juga jijik dengan tanganmu sendiri.” Wanita itu terkekeh, yang menurutnya kekehan dibuat-buat.

“Ok. aku akan pergi, tetapi tidak sekarang.” Ujarnya lantang sembari melepaskan genggaman wanita itu dari kepalanya. “Wow, kau sekarang sudah punya keberanian melawan kami?”

“Memang kau siapa?” Tegasnya, kadang ia juga lelah setiap hari diperlakukan seperti ini. Diperlakukan seperti binatang. Wanita itu menoleh menatap teman-temannya yang berada di balik punggung wanita itu. Selagi wanita itu tidak memperhatikannya, ia mencoba kabur dari tempat yang sering ia sebut dengan sebutan Ruang Kelas.

 

Cukup jauh ia berlari, meninggalkan peluh yang mengalir dipelipisnya. Ternyata kakinya membawanya kesebuah ruangan yang cukup besar dan sepi. Yup. Tempat tersebut sangat cocok untuknya. Benar kan! Tak ada satu orang pun yang mau melihat wajahnya, bahkan jijik terhadapnya. Lebih baik dia bersembunyi di tempat seperti ini sampai waktu sekolah usai. Dia bukan murid bodoh maupun sering membolos, karena ia berada disekolah ini dengan beasiswa. dengan itu ia bisa disebut murid pandai bahkan terpandai disekolah ini. Namun karena teman-teman satu kelasnya yang tak pernah mengaggapnya sebagai teman mereka, dan merasa risih harus belajar dengannya. Dia sering mendengarkan penjelasan guru dari luar kelas agar temannya tidak terganggu dengan kehadirannya.

“Lebih baik aku disini saja,” Dia mendudukkan dirinya disebuah kursi tua, menghela nafas pelan. Bel jam pelajaran kelima sudah berbunyi. Dan merupakan tanda jam pelajaran sudah dimulai, untung saja kemarin dia sudah mempelajari materi yang akan dijelaskan oleh guru hari ini.  Karena bosan dia mulai berjalan-jalan diruangan besar itu. Dia tersenyum, saat melihat ruang kelas yang berisi murid-murid sedang memperhatikan gurunya dengan serius, salah seorang yang spesial dihatinya tengah duduk di bangku paling depan. Tiba-tiba terlintas dipikirannya saat-saat dia menguntit orang tersebut, orang yang sering dipanggil orang-orang dengan sebutan —Baekhyun. Pria manis, dengan mata lumayan sipit, tingkahnya yang konyol dan senyumnya yang sangat Khas.

 

Pagi hari, dia sengaja berjalan ke Perpustakaan agar dapat melihat apa yang Baekhyun lakukan. Karena Baekhyun biasanya pagi-pagi sekali sudah berada di Perpustakaan, entah apa yang ia lakukan. Ia hanya melihat Baekhyun dari jauh, dia tak berani mendekat. Ada dua alasan dia tak berani mendekat. Pertama, mungkin Baekhyun akan jijik pada dirinya. Kedua, mungkin baekhyun akan bersikap acuh padanya. Siang hari, Waktu istirahat tiba. Dia memilih memakan bekalnya di gudang sekolah, karena dia tak ingin menganggu ketenangan temannya dan dengan berada di gudang, ia dapat melihat Baekhyun yang sedang berkumpul besama teman-teman—nya di lapangan sepak bola. Karena memang Gudang berada tepat disebelah lapangan Olah Raga. Dia dapat memandangi wajah Baekhyun sepuasnya tanpa diketahui orang lain mapun Baekhyun itu sendiri.

Kadang, saat Baekhyun tengah asyik berolah raga, diam-diam dia menaruh air minum di tas Baekhyun, karena Baekhyun sering lupa tidak membawa Air minum. Kadang, saat Hujan tiba dia rela pulang sekolah tanpa memakai payung, kerana payung yang ia punyai sengaja ia berikan pada Baekhyun. Baekhyun memang seorang yang ceroboh. Dia tak akan berani memberikan payung itu sendiri, dia akan menaruh payung yang ia punyai di tempat yang mungkin Baekhyun lewati ataupun ia akan menaruh payung itu di belakang tubuh Baekhyun yang sedang berdiri tanpa seorang pun sadari. Karena memang dia sangat berbakat dibidang Olah Raga —Hanya dalam hal lari saja sebenarnya—. Walaupun tangan yang ia miliki hanya satu, ia masih bersyukur ia memiliki kaki yang masih lengkap dan ia juga sering memenangkan lomba lari jarak sedang.  Dan lagi dia juga otak yang bisa dibilang bukan otak standar. Benar apa yang orang-orang katakan, ‘dibalik kekurangan kita pasti kita juga memiliki kelebihan’.

Setelah jam pelajaran usai, ia kembali ke kelasnya. Mengambil tas miliknya yang tertinggal. Ia berjalan dengan ringan menuju gerbang sekolah, matanya menangkap seseorang yang tak asing lagi dimatanya. Seniornya Baekhyun tengah berjalan dengan mesra menggenggam tangan wanita itu, wanita yang mengolok-oloknya dikelas tadi. Wanita yang selalu merendahkan harga dirinya, wanita yang selalu menyuruhnya keluar dari sekolah ini, wanita yang dengan tega-teganya menyontek semua PR yang telah ia buat dengan susah payah, wanita yang….., bahkan wanita itu berlaga sok-manis di hadapan Baekhyun. ‘Aish, ada apa dengan diriku? Hei, dia itu temanku, kenapa aku mengolok-oloknya?’ batinnya.

Memandangi Baekhyun bersama wanita itu, membuat matanya semakin lama semakin memanas. Dadanya terasa perih, sesak, bahkan bernafaspun sulit. Hatinya perih bahkan sakit bagaikan daging yang teriris-iris samurai panjang. Ingin sekali rasanya ia menangis ditempat ini sekarang juga. tetapi , apa hak dia menangis? Menangisi Baekhyun? Atau marah pada Baekhyun? Tidak, ia tak memiliki hak marah pada Baekhyun. Bahkan Baekhyun saja tak mengenalnya. Atau dia harus marah pada Wanita itu karena telah merebut Baekhyun darinya?  Sungguh, ia tak memiliki hak melakukan itu. Merebut Baekhyun darinya? Itu bukan kata yang cocok. Dia patut marah pada dirinya sendiri? Ya, mungkin. Karena tubuhnya yang menjijikan ini, mungkin ini adalah salahnya sendiri. Ia menghela nafas berat, tak terasa cairan hangat mulai mengalir turun dan membentuk sebuah aliran dipipi tirusnya. Dia melihat Baekhyun memeluk wanita itu erat, mencium keningnya. Dadanya sesak, apakah oksigen mulai musnah dari permukaan bumi? Ia memukul dadanya kasar “Bernafaslah! Sial.” Racaunya.

 

Mulai saat itu juga dia sudah membuat catatan “Alice Yao Tak akan Jatuh Cinta pada siapapun.” Menurutnya, selama ini cintanya selalu bertepuk sebelah tangan, dan hanya akan meninggalkan luka yang menganga dihatinya.

Tak peduli seperti apa kau, aku tetap mencintaimu

Aku terima, aku rela

Bunga ini, terbuang sia-sia?

 

“Hyung, aku harus bagaimana ini?” pria tinggi dengan rambut ikal tengah berjalan mondar-mandir dengan memainkan jemarinya, pikirannya sedang kacau. Sementara itu, orang yang sedang ia ajak bicara malah asyik memasak. “Chanyeol, apa kau tak bisa diam?” orang yang memasak mulai merasa terganggu Lalu menyuruh orang yang dipanggilnya Chanyeol itu keluar dari dapur kesayangannya. Chanyeol mendengus kesal, dia memutuskan untuk keluar Rumah, mungkin saja diluar rumah ia dapat menememukan hal menarik, seperti gadis idamannya?.

“Kris Hyung~ Kuputuskan besok! Besok aku akan menemuinya.” Ucapnya mengebu-gebu. Kris Hanya mengangguk. “Beri tahu aku siapa orangnya, Chanyeol-ah!”

“Tunggu besok saja Hyung. Jika sukses nanti, aku akan membawanya menemuimu. Huaaa~ aku gugup sekali Hyung.” Kris bersikap acuh pada Chanyeol. Semenit kemudian, Kris tersenyum kepadanya “Berikan hal manis padanya.” Lalu Kris pergi meninggalkan Chanyeol sendiri di Kamar Mereka Berdua.

Hari ini, Adalah Pagi yang Cerah, untuk Jiwa yang bahagia pula, Dia—Chanyeol— berjalan dengan ringan. Melangkah lebar-lebar dengan senyum yang tak hilang dari bibirnya. Dia akan menyatakan perasaanya pada seseorang yang selama ini sudah ia kagumi. Dari tingkah lakunya,  kebiasaan uniknya. Pagi sekali dia sudah datang ke sekolah, dengan Seragam yang lebih rapi dari biasanya. Alasan ia berangkat pagi karena, orang itu—orang yang spesial baginya— juga berangkat jauh lebih pagi darinya. Ia akan menguntit orang itu, dan tempat favorit orang itu saat  pagi seperti ini adalah perpustakaan. Entah apa yang orang itu lakukan, sesuai pengamatan yang sering ia lakukan, orang itu hanya diam memandang buku dengan tatapan kosong. Entahlah apa yang orang itu pikiran. Dan tiba saatnya. Dia mulai mendekati orang itu perlahan-lahan sambil membawa bunga anggrek yang ia dapat dari Kris. Kenapa Bukan Mawar? Menurutnya, seseorang yang menyatakan cinta dengan bunga Mawar itu sudah banyak terjadi, ia ingin membuat hal yang berbeda. Sebenarnya ia ingin menyatakan  cinta dengan membawa setangkai bunga bangkai , sungguh itu hal yang sangat unik. Nyatanya  belum ada seorangpun yang berniat melakukan itu. Tetapi sebelum ia akan melakukannya, Kris sudah memarahinya terlebih dahulu.

‘Apa kau gila?’

‘Otakmu apakah masih terpasang dengan baik?’

‘Dia akan marah jika kau memberikan itu!’

Ia menyembunyikan setangkai bunga anggrek itu di balik badannya. Ditepuknya pelan Bahu orang yang menjadi sasaran utamanya. Orang itu berbalik. ‘Matanya memerah? Apa dia terlalu banyak membaca sampai-sampai membuat matanya memerah seperti itu?’ batinnya. Terkejut, lalu Orang itu tersenyum pahit.

“Oh, Chanyeol-ssi?” Orang itu terlihat terkejut.

“Alice Yao? Eum~ aku ingin berbicara denganmu,” dia mulai kehilangan kata-kata yang telah ia persiapkan semalaman bersama saudaranya —Kris. “Ya, silakan. Disini saja ya?” Jawab Orang itu. Orang itu adalah Alice Yao, orang yang spesial bagi Chanyeol.

Chanyeol pertama kali melihat Alice saat dia sedang berjalan-jalan di lorong kelas 11, Dia melihat Alice yang tengah menunduk disudut ruangan dengan segerombolan wanita di depannya. Wanita-wanita itu menarik rambutnya, menampar bahkan mencakar pipinya, apa yang salah dengan dirinya sehingga ia diperlakukan seperti itu? Memang dia memiliki salah satu bagian tubuh yang kurang lengkap, tapi apa hak mereka menyiksa gadis itu? Chanyeol merasa kagum dengan sikap gadis itu. ‘Gadis itu Hebat.’ pikirnya. Rasa kagum itu semakin menariknya agar lebih memperhatikan gadis itu, bahkan bisa dibilang dia seperti seorang penguntit. Mengikuti kemanapun gadis itu pergi.

“Alice, Wajahmu selalu terlintas dipikiranku saat aku melakukan apapun. Suaramu yang lembut itu juga sering berjalan-jalan ditelingaku. Aku sangat mengagumi sikapmu yang sabar itu. Suatu Saat aku bingung, mengapa aku bersikap seperti itu?. Aku mencari tahu apa yang sedang terjadi kepadaku, ” Dia menarik nafas, sedangkan Alice Yao hanya menatapnya bingung.

 

“Alice Yao, Aku mencintaimu. Katakan Ya jika kau juga mencintaiku, “ Lanjutnya, Alice Yao hanya termenung, menunduk.

 

 

Rupawan, Indah

Tak pernah kuberfikir untuk memilikimu

Apa pantas aku bersamamu?

Selama ini kau mencari tahu tentangku,

Tapi aku tak sekalipun peduli dengan keberadaanmu

Maafkan aku————

 

Menatap mata Pria itu saja membuatnya takut.  Pria itu, pria yang tak sekalipun pernah bersarang dihatinya. Dia tampan, tinggi, manis, bahkan pria itu terlihat lebih sempurna dibandingkan dengan Baekhyun. Mata bulatnya yang indah, Matanya yang indah itu semakin membuatnya takut menatap—nya lebih lama. Kali ini, Pria yang bernama Chanyeol itu tengah mengungkapkan perasaan padanya. Ia takut bahkan gugup saat mendengar Chanyeol mengungkapkan kata-kata indah yang memabukkan baginya.

“Katakan Ya jika kau juga mencintaiku,”

Pria itu memberinya setangkai bunga Anggrek. Dia mencoba memberanikan diri menatap Wajah Chanyeol. Dia menggeleng. Dia bingung akan mengungkapkan apa. Dia senang? Tentu, sangat senang. Ini kali pertama  ia mendapatkan Bunga dari seseorang. Ia mencoba mengambil bunga itu dari tangan Chanyeol. Chanyeol tersenyum, Alice menarik nafas dalam. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan membuka hati pada siapapun, tapi kali ini… pria ini…. membuat jantungnya bekerja tak normal. Masalah Baekhyun? Ia sudah membuang rasa itu, jauh kedalam jurang. Walaupun Masih meninggalkan seberkas rasa sakit yang tak kunjung pudar. Alice mencoba menyakinkan dirinya, ‘Dia tak pantas bersama Chanyeol’.

“Chanyeol-ssi, Terima Kasih. ” ucapnya lirih. Tak terasa dan entah mengapa dia mulai menangis. Menangis haru lebih tepatnya.

“Jangan Menangis.” Lirih Chanyeol, Tangannya terangkat lalu menyentuh pipnya. Menghapus Air matanya dengan halus. Dia membiarkan tangan chanyeol tetap berada dipipinya. Ia ingin merasakan sentuhan-sentuhan halus dari Pria itu. Sentuhan yang mungkin akan menjadi pertama bahkan mungkin akan menjadi yang terakhir baginya. Dia semakin terisak, sesekali dia menggeleng.

‘Tidak.. Ini Salah, aku tak boleh mencintainya.’

Dia menatap Chanyeol nanar, Ia sudah mengumpulkan keberaniannya, “Chanyeol-ssi, Terima Kasih karena kau Dengan sepenuh hati telah memberikan cintamu Untukku. Aku tak pantas menjaga bahkan memiliki Cintamu.” Ucapnya lirih sembari melepaskan tangan Chanyeol dari wajahnya. Lalu mengembalikan Bunga Anggrek milik Chanyeol.

Dia membungkuk, memberi Salam pada Chanyeol. Dia pergi dengan suara isakkan yang masih dapat terdengar oleh Chanyeol.

‘Terima Kasih, Terima Kasih.’

Aku tidak akan pernah Bisa membalas Cintamu

Cintamu akan kusimpan dangan baik, di hatiku… di jiwaku,

 

END

 

P.S :

Chanyeol menunduk. Memandangi Bunga Anggreknya yang tak berhasil melaksanakan misinya. Sejujurnya dia sangat kecewa.  Tapi ia juga merasa lega karena sudah berhasil mengungkapkan perasaannya pada Alice Yao. Dan satu lagi, Ia gagal membawa Alice menemui saudaranya. “Aku gagal, Hyung~”

 

FIX

 

Ini fanfict tercepat yang pernah author buat,  2 jam. Maaf jika ada banyak typo, kurang jelas, jelek, dan gak mutu. Tapi jangan jadi silent reader ya…… menta Reviewnya atau Commentnya yakkk

Thanks^^

 

 

 

 

10 thoughts on “FF: Don’t Love Me!

  1. HunHan Forever berkata:

    hhahahaa.. chanyeol chanyeol, msak mau nembak cewek pke’ bunga bangkai,,ckckk ada2 aja

    keren thor ceritanya,, bikin yg lain yaa.. smangat smangat ^_^

  2. JoNandaTaw berkata:

    Hay, Jonanda Taw disini🙂

    Saya tahu, FF yang kamu maksud itu “What is LOVE?” ya? wkwkwk.
    bagus. terus berkarya ya. terima kasih sudah bisa /?/ terinspirasi karena FF saya.

    sign.
    Jonanda Taw

      • JoNandaTaw berkata:

        walah baca itu juga toh >< hehehe makasih ya udah suka. tulisanku masih jelek kok……

        iya nih gaada kesempatan ngetik T.T Dikejar tugas, ujian, sama lomba padus. Padahal ide udah berontak keluar huhuh…
        secepetnya yaaa ini lagi diketik kok…. :3

  3. adindaramadhani berkata:

    Bahasa yg author pake ringam , enak di bacanya
    , ceritanya bikin tersentuh srsly :’)
    Aku terkadang suka bosen sama ff yg isinya orang kaya dll karena frst im not a rich person #lha curhat# jadi akunya kaya ngerasa cuma bisa ngamatin & sedikit ga dapet feel nya.
    But kl yang ky beginian menurutku bagus , ngajarin supaya lebih peduli trhdp sesama :’D
    Bukannya yg tema orng kaya gitu2 jelek, mungkin efeknya aku doang yg bosen kali yaa hehe.
    Next thor!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s