FF: Behind The Story Of WGM

jn

Author              :          irestu

Main Cast        :           All SHINee member

Suppeort Cast:             Kai (exo), Lee Sooman

Length             :                       One shot

Genre              :                       Friendship, Familly, Brotherhood, Comedy

Rating              :           General

Annyeong… ini ff pertama aku yang di publish. Sebenernya udah ngebangke lama di laptop soalnya gak pede sama tulisan sendiri. Pernah di publish juga di blog aku tapi sepi pengunjung hehe. Kalo ada yang salah-salah kata atau typo maaf banget yaa J kalo ceritanya aneh sama gaje juga maaf banget. Semoga semuanya suka, kritik dan sarannya diterima kok J happy reading..

 

 

 

“IRONAAAAAAAAAAAA” lengkingan suara tinggi yang dimiliki pita suara jonghyun menggelegar mengisi seluruh dorm yang masih sunyi senyap. Semuanya masih tertidur pulas di kamarnya masing-masing.

Di salah satu kamar yang berada di pojokan. Seorang namja langsung terlonjak bangun setelah mendengar pekikan suara itu. Dilihatnya kasur yang ada di sampingnya sudah kosong. Matanya masih terpejam delapan puluh persennya. Akhirnya dengan acuh tak acuh dia kembali membaringkan kepalanya ke atas bantalnya yang empuk.

Ceklek

Sebuah pintu yang dekat dengan ruang tengah mulai terbuka. Kepala seorang namja tirus itu keluar setengahnya dengan mata yang masih tertutup “WAEYO???” teriaknya masih dengan mata tertutup

Jonghyun benar-benar kaget mendengar suaranya. Biasanya orang yang masih mengantuk akan keluar dengan mata tertutup dan berbicara dengan suara parau. Tapi key berbeda, dia keluar dengan mata tertutup dan wajah lesu tapi suaranya cempreng dank eras sekali.

“KIBUMIE IRONAAA” teriak jonghyun tak kalah dengan suara pitch tingginya

“ADA APA MEMANGNYAA?” key masih menggunakan suara cempreng kerasnya tanpa membuka matanya sedikitpun

“ADA BERITAAA”

“BERITA APAAA?”

“YAK!” tiba-tiba pintu kamar key terbuka lebih besar. Tubuh menjulang minho terlihat di ambang pintu matanya yang bulat masih menyipit karena baru bangun dari tidurnya “bisakah kalian berbicara dengan biasa saja?” rutuk minho kesal karena tidurnya terganggu “aku tahu kalian memiliki suara tinggi, tapi tak perlu berbincang dengan pitch tinggi seperti itu!!” tambah minho yang memiliki suara bass

“MIAN HABIS KEY..”

“HYUNG!” bentak minho kesal

“ah ia mianhae..” jonghyun langsung merendahkan nada dan juga volume suaranya. Terkadang dia memang kelepasan berbicara dengan tone seperti itu. “habis kibum duluan yang membalasku dengan nada tinggi”

Akhirnya dua namja yang tadi berada di ambang pintu berjalan menghampiri jonghyun yang sudah berada di ruang tengah. Dengan mata yang masih tertutup key memegangi pundak minho yang tinggi itu agar bisa sampai ke ruang tengah dengan selamat.

“ah hyung, wae geurae?” terdengar sebuah suara dari pojokan kamar. Sang magnae keluar dari kamarnya sambil mengusap-husap matanya seperti anak bayi. Rambut pirangnya sedikit berantakan karena kebiasaan tidurnya yang suka berpetualang ke seluruh penjuru kasur dan berputar seratus delapan puluh derajat.

“oe taeminie? Kau sudah bangun? Kemari” panggil jonghyun mengibaskan tangannya pada taemin yang berjalan masih mengusap matanya.

“dimana jinki hyung?” tanya minho melirik ke kiri dan kanan mencari sosok leader bermata sipitnya itu

“kau tahu kan dia jika tertidur seperti orang mati. Saat dia tertidur telinganya juga akan tertidur” jawab jonghyun yang langsung disambut anggukan dari member yang lain

“WAAA AYAM GORENGNYA TERLIHAT LEZAT SEKALII” teriak key tiba-tiba masih dengan matanya yang terpejam. Tangannya juga masih memegangi pundak minho. Semua yang ada di ruang tengah kaget dengan teriakan key yang tiba-tiba itu. Tapi semuanya langsung membulatkan bibirnya saat mengetahui maksud dari apa yang di lakukan key

Brak!

“mana? Mana ayam gorengnya? Mana?” terdengar suara onew yang tiba-tiba keluar dengan mata sipitnya yang ia usahakan untuk terbuka. Dia celingak-celinguk dan hanya mendapatkan kikikan dari para membernya bukan ayam seperti yang ia dengar tadi

“yak! Mana ayam gorengnya?” tanya onew sambil berjalan mendekati key karena dia tahu bahwa yang berteriak tadi adalah suara key

Tetap masih dengan matanya yang tertutup key memindahkan tangannya dari bahu minho ke bahu onew. Ditepuk-tepuknya pundak onew “ada di toko hyung, tenang saja” tuturnya membuat wajah onew langsung tertekuk menjadi lipatan-lipatan

“ayolah hyung, sebenarnya ada apa?” tanya key tak tahan menunggu berita yang jonghyun punya. Ia ingin cepat-cepat mendengar berita tersebut dan langsung kembali ke kamarnya untuk tidur.

“yak! Aku akan memberitahukannya jika kau sudah bangun” tutur jonghyun

“ah palli hyung.. aku tidak seperti jinki hyung. Walaupun mataku tertutup tapi telingaku masih terbuka” jawabnya tak tahan

“aish.. baiklah. Jadi sebenarnya aku terbangun oleh suara ponselku sooman sonsaengnim, dia meminta kita untuk menemuinya di perusahaan hari ini” jelas jonghyun

Kening minho berkerut “kau mendapatkan pesan dari sonsaengnim? Kenapa aku tidak?”

“nado” setuju key dan taemin bersamaan.

“kalian lupa? Sooman sonsaengnim kan memang hanya memiliki nomorku dan jinki hyung saja”

“oe? Kalau begitu kenapa sonsaengnim tidak memberikan pesan ke jinki hyung? Bukankah harusnya sonsaengnim memberikan pesannya pada jinki hyung? Dia kan leader kita” tutur key

“aku yakin sonsaengnim juga mengirimkannya pada jinki hyung. Tapi aku kan baru bilang tadi, terlinganya juga tertidur saat ia tertidur” jonghyun mengingatkan

“ah ia benar” angguk minho

“tunggu..” tutur taemin “diaman jinki hyung?” taemin menoleh ke kiri kanannya mencari sosok onew yang tadi berdiri di sampingnya sekarang lenyap

Semua member itupun ikut mencari sosok leader mereka itu. Dan akhirnya mereka hanya bisa menghela nafas mereka saat melihat sosok onew yang mendengkur kembali di sofa panjang yang ada di ruang tengah itu.

Leader mereka memang leader yang sanagt senag tidur. Diamanpun dia mendapatkan kesempatan untuk beristorahat pasti akan digunakannya untuk tidur. Kecuali jika ada ayam goreng di sana, itu akan menjadi pengganti waktu tidurnya. Para member hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil memandangi wajah polos onew saat tertidur.

 

**__**

 

Dalam waktu dua jam semua member SHINee sudah berada di depan gedung perusahaan mereka, SM Entertainment. Penampilan mereka sudah benar-benar berubah sejak wajah-wajah polos mereka saat bangun tidur. Ya kecuali untuk sang magnae, wajahnya memang selalu polos di setiap waktu.

Tak sedikit fans yang langsung berkumpul di depan gedung saat melihat group idola mereka berada di sana. Dengan mengacungkan ponselnya mereka mulai memotret sana sini. Setiap sisi yang menurut mereka dapat menampilkan bagian terbaik dari para idolanya itu.

Taemin dan kawan-kawan langsung masuk tanpa banyak basa-basi. Hanya sesekali saja mereka tersenyum kepada fans mereka yang sibuk menahan jeritan mereka sambil memotret wajah tampan mereka.

Sesampainya di dalam mereka langsung menuju ke ruangan atasan mereka itu. Dengan sopan mereka mengetuk pintunya dan langsung masuk setelah mendapat sahutan

“kalian sudah datang” senyum sooman

“nde sonsaengnim” jawab onew mewakili para member selaku leader

“duduklah, ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian” tuturnya. Dia juga ikut duduk di sofa yang sudah tersedia di dalam ruangannya tersebut.

“jadi begini.. kalian akan segera merilis album part dua kalian”

Semua memberpun kaget mendengar itu. Karena baru saja beberapa minggu setelah mereka selesai mempromosikan album mereka

“secepat itukan sonsaengnim?” tanya jonghyun

Sooman mengangguk “memang sudah di tetapkan akan secepat itu melihat antusiasme para fans yang sedang panas-panasnya kita harus memanfaatkan momen itu” tuturnya membiat para member SHINee mengangguk-angguk mengerti. “jadi mulai besok kalian harus mulai berlatih ya” tambahnya

“nde sonsaengnim” tutur mereka bersamaan sambil tersenyum.

“baiklah, kalian boleh keluar” ujarnya. Para member pun langsung berdiri berniat untuk pamit.”eh tunggu dulu. Kalian boleh keluar kecuali taeminie”

Namja yang memiliki nama itu langsung membeku “choyo sonsaengnim?” tanya taemin memastikan bahwa sonsaengnim memang menyuruhnya tetap di dalam.

Sooman mengangguk “ia kau taeminie. Sedangkan yang lainnya boleh keluar”

Para hyungnya langsung memandang bingung sekaligus cemas pada taemin. Mereka tak tega meninggalkan magnaenya itu berada di sini sendirian. Bagaimanapun juga mereka takut jika taemin mendapatkan masala.

Namun dengan cepat taemin tersenyum. Semacam mengatakan bahwa dia akan baik-baik saja. Yang lainpun mengerti dan langsung membungkukkan badan mereka untuk pamit meninggalkan sang magnae bersama dengan atasan mereka itu.

“nah taeminie..” panggil sooman sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa yang empuk ini

“nde sonsaengnim” jawab taemin serius

“haha kenapa wajahmu serius sekali? Tenang saja aku tidak akan memakanmu taeminie” gelak sooman saat melihat wajah tegang taemin.

Mendengar itu taemin langsung tersenyum malu “ani.. sonsaengnim, aku hanya penasaran apa yang akan kau katakana padaku”

“jadi begini, kau akan mendapatkan sebuah acara reality show” jelas sooman mulai menggantikan wajah tegang taemin menjadi bingung

“reality show?”

“ye taeminie.. aku tahu kau memang jarang sekali mendapatkan acara reality show. Dan sekarang reality show yang akan kau dapatkan itu adalah acara yang besar. Hanya ada kau dan satu orang lagi yang mengikuti acara tersebut”

“nde? Dua orang? Acara apa itu yang hanya memerlukan dua orang?” taemin semakin bingung

“we got married”

 

**__**

 

Setelah keluar dari ruangan pemilik sm itu taemin langsung berjalan menyusuri lorong untuk turun ke lobi. Otaknya masih sedikit rancu dengan perbincangannya tadi. Benarkah ia akan melakukan syuting we got married? Bukankah umurnya masih terlalu muda untuk itu? Kenapa tidak para hyungnya saja yang melakukannya? Kenapa malah dia yang dipilih? Semua pertanyaan itu bermunculan di otaknya.

Apalagi dia belum pernah berdekatan dengan yeoja lain selain para member wanita di sm town. Sejak sekolah dulu dia lebih nyaman berteman dengan namja dari pada dengan para yeoja. Terlebih lagi karena dia sudah menjadi aktris sejak sekolah sehingga para yeoja terlalu tergila-gila olehnya sehingga dia sedikit takut pada mereka.

“taeminie..” lamunan taemin terbuyarkan oleh lamunan itu. Didapatinya kai yang sedang melambai padanya dari sebuah belokan lorong.

“oe? Jonginie?”

“kau sedang apa disini?” tanya jongin

“tentu saja bekerja, aku kan juga bekerja disini” jawab taemin polos

“ya bukan itu maksudku. Apa yang kau lakukan di jam seperti ini maksudku” kai mencoba memperjelas.

Taemin malah memeriksa jam tangannya “memangnya ada apa dengan jam segini? Sekarang jam berapa memangnya?”

Kai hanya bisa tertunduk pasrah. Entah apa yang mengganggu otak temanya ini sekarang. Senior sekaligus temannya ini pasti sedang tidak focus pikirannya. “begini saja, pertanyaannya aku ganti” tutur kai perlahan “tadi baru saja tadi, apa yang kau lakukan di gedung ini? aktivitas apa yang kau lakukan disini tadi?” kai menekankan setiap kata ‘tadi’

“ohh itu.. aku di panggil ke ruangan sonsaengnim” jawab taemin baru mengerti

“mwo? Sooman sonsaengnim?”

Taemin mengangguk “ia, sebenarnya kami semua. Tadi memberdeul juga di panggil ke sana”

“ada apa? Kau tidak terlibat masalah apa-apa kan?” tanya kai khawatir pada temannya sejak trining itu.

“ani” geleng taemin sambil tersenyum menenangkan kai “aku hanya di beri pekerjaan”

Kening kai berkerut “lalu kenapa kau sepertinya banyak fikiran begitu? Memangnya kau di beri pekerjaan apa? Apa kau disuruh menjadi office boy di gedung ini? atau menjadi ahjumma di dorm kami?”

“yak!” taemin menjitak kepala kai hingga membuat namja tampan berkulit gelap itu mengduh kesakitan “kau ini terlalu sering berfikir yang macam-macam. Pabo”

“appo..” rengek kai sambil mengelus kepalanya

“oh ia jonginie apa yang kau lakukan disini?” tanya taemin, untunglah kai masih mendapatkan fokusnya sehingga taemin tidak perlu menjelaskan pertanyaannya seperti yang di lakukan kai tadi.

“aku latihan, kita kan baru saja comeback jadi masih harus sering latihan” jawabnya

“ahh ia benar juga.. kalau begitu fighting. Ucapkan salamku juga pada member exo yang lain. Aku pulang dulu, anyong”

 

**__**

 

Masuk ke dalam van, member yang lain langsung mengarahkan pandangannya pada taemin. Sedangkan taemin yang menjadi sasaran langsung merengkut mundur hingga menempel pada sandaran jok “w-wwae?”

“apa yang di katakana sooman sonsaengnim?” tanya key tanpa basa-basi

“katakana pada kami masalah apa yang kau perbuat!” perintah onew

“kau baik-baik saja kan?” tanya minho berharap jika memang ia taemin melakukan kesalahan dia tidak dimarahi habis-habisan oleh atasannya yang terkenal tegas itu.

“kau menerima hukuman apa? Bagaimana dengan comaback kita? Sebenarnya masalah apa yang kau perbuat? Apa saja yang di katakana sonsaengnim? Kau dimarahi tidak?” cecar jonghyun membuat semua member beralih menjadi menatapinya. Menyadari itu akhirnya jonghyun menunduk.

“ya! Apa kalian benar-benat berfikir aku melakukan kesalahan?” tanya taemin sedikit kesal. Bagaimana mungkin semua membernya berfikir bahwa dia tadi di marahi oleh sonsaengnim karena dia membuat masalah

“sudah jujur saja kami akan membantumu” jawab onew halus seperti menenangkan

“jadi kalian semua benar-benar berfikir aku membuat masalah?” tanya taemin, semuanya mengangguk “jadi menurut kalian aku memang sering membuat masalah?” lagi-lagi semuanya mengangguk

“tapi akukan bukan trouble maker hyung” semua terdiam tanpa gerakan sedikitpun

“jadi menurut kalian aku trouble maker?” anggukan kembali terlihat. Taemin langsung lunglai di bangkunya. Para hyungdeulnya ini benar-benar tak percaya padanya.

“aku bukan dimarahi hyung” tutur taemin kesal “aku diberi pekerjaan”

“mwo?” tanya mereka berempat bersamaan

“pekerjaan apa?” tanya key penasaran

Taemin terdiam sebentar “we got married”

“MWO??!!?”

 

**__**

 

Jari panjang minho memencet kode password untuk pintu dorm mereka. Setelah terbuka semuanya langsung masuk. Onew dan key langsung menghempaskan dirinya ke sofa. Ya memang selama perjalanan tadi yang terlihat sangat kesal adalah mereka berdua. Itu semua karena mendengar pemberitahuan taemin bahwa dia akan mengikuti acara wgm.

“aku tidak habis pikir dengan pemikiran sooman sonsaengnim, bagaimana mungkin dia memilih taemin untuk mengikuti wgm” omel key kembali terdengar setelah sepanjang perjalanan dia mengomel tiada hentinya.

“taemin kan masih di bawah umur, bahkan hari dewasanya saja masih beberapa bulan lagi” onew ikut mengomel layaknya dua ahjumma yang sedang membicarakan naiknya harga sayur mayur

“ia benar, aku kan leadernya harusnya aku dulu yang mengikuti wgm” tambah onew lagi

“pokoknya seharusnya yang lebih dewasa yang mengikutinya” key menimpali

“snsd sunbaenim saja taeyoen dulu yang mengikutinya baru soehyun” tutur onew tak mau berhenti

“padahal taemin itu masih kurang pengalaman dengan wanita. Bisa apa dia nanti jika di hadapkan sengan istrinya” ejek key

“benar, dia hanya bermain dengan para noonanya d ism town, mungkin hanya beberapa dongsaengnya seperti sulli dan sujong”

“pasti dia saling berpandangan dengan istrinya saja tidak akan bisa”

“ia benar.. dia kan masih kekanakan. Dia masih bayi”

“ya!!!” teriak taemin yang sedari tadi dihina-hina oleh para hyungnya itu. Anehnya para dua hyungnya itu terus saja meledek taemin yang jelas-jelas berada di depan mereka.

“jangan pojokkan aku. Aku juga tak tahu jika aku yang harus melakukannya. Aku juga merasa tak mampu hyung” taemin cemberut dan langsung menjatuhkan dirinya di lantai bersebelahan dengan hyung favoritenya, minho.

“benar hyung” suara bass minho terdengar “itu bukan salahnya, sudah tidak perlu bahas hal ini lagi”

Key dan onew langsung terdiam. Merasakan bahwa mereka memang terlalu berlebihan menanggapi hal ini. ini hanya keran mereka iri taemin bisa mengikuti acara yang sebenarnya ingin mereka ikuti

“ah taeminie mianhae” tutur key sambil memegang bahu taemin yang sedang duduk membelakangi mereka berdua “aku hanya iri. Karena aku benar-benar ingin mengikuti acara itu”

“gwenchana hyung.. aku juga memang masih bingung harus bagaimana jika aku benar-benar sudah bertemu dengan sitriku nanti” jawab taemin

“aah aku ingin sekali mengikuti acara itu” rengek onew

“memangnya kau ingin berpasangan dengan siapa disana?” tanya jonghyun penasaran

Onew terdiam tersenyum “ayam”

“yak! Kau ini bagaimana” kaget jonghyun

“hyung.. bagaiamanapun kamu memohon ikut wgm jika kau ingin berpasangan dengan ayam pasti tidak akan berhasil” minho mengingatkan pada kakak tertuanya itu

“tapi bagaiamanapun aku memikirkan pasangan yang aku inginkan, hanya ayam yang keluar di otakku” eluh onew

“sudahlah.. kau memang sangat cocok jika bersanding dengan ayam” timpal key tak tertarik dengan pembicaraan mengenai ayam dan onew

“ngomong-ngomong kau kan masih muda, apa kau pikir pasanganmu akan lebih muda darimu?” tanya key pada taemin

Taemin termenung “benar juga hyung, sepertinya pasanganku akan seorang noona”

“lalu siapa yang kau inginkan?” minho ikut bertanya

“mmm… noona ya? Tentu saja Emma Watson”

“yak!! In your dream taemin”

 

 

-END-

 

 

 

 

 

Iklan

6 thoughts on “FF: Behind The Story Of WGM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s