FF: My Fair Boy (3/3)

My Fair Boy 3

Title            : My Fair Boy

Cast             : you as Lee Chan Yeon

Xiumin EXO as Kim Min Seok

Other EXO members

Jessica SNSD as Park Hae Ri

Genre          : drama, romance(mungkin???hehehehehe)

Length         : trilogy

 

Min Seok terlihat termenung di kamarnya.Wajahnya terlihat serius memikirkan sesuatu.Ia masih memikirkan  apa yang dilihatnya tadi siang di sekolah.

 

Chan Yeon meringkuk di sudut tembok kamar mandi. Sambil menangis, ia terus memukulkan kepalanya ke tembok.

“Maafkan aku… jangan tinggalkan aku sendiri… jangan menyuruhku pergi… aku janji akan menutup mulutku…” racau Chan Yeon

 

Min Seok menghela napas.Sekarang dia tahu mengapa seorang Lee Chan Yeon takut bicara.Rupanya ada kenangan buruknya yang membuat Chan Yeon takut untuk membuka mulutnya.

 

Diingatnya kembali saat pertama kali ia bertemu Chan Yeon. Mungkin, bahkan Chan Yeon tidak mengingat peristiwa itu.

 

Hari itu hari penyambutan siswa baru, namun sekolah terlihat sepi karena acara sudah selesai.Langit terlihat gelap, dan hujan turun cukup deras. Min Seok duduk di bangku yang sama di bawah pohon cherry. Terlihat senyum di wajahnya, tapi senyumnya begitu pahit.Tak lama air mata menetes di wajahnya yang tampan. Dibiarkannya air mata itu mengalir deras, toh ia berpikir air hujan akan menyamarkan air matanya.

 

Saat itu Min Seok sedang merindukan adik perempuannya.Adiknya yang telah lama meninggal, tapi masih melekat dikenangannya.Entah mengapa, hari ini Min Seok sangat merindukannya. Jika adiknya tidak meninggal karena sakit, saat ini adiknya pasti sudah menunggunya di gerbang sekolah, tersenyum manis sambil membawakan payung untuk Min Seok. Ia tersenyum hambar, mencoba menabahkan hatinya.

 

“Pakailah ini, hapus air matamu” sebuah sapu tangan diulurkan di depan Min Seok

Dilihatnya tangan yang mengulurkan sapu tangan itu, terkejut ada orang yang menyadari ia menangis. Seorang yeoja berdiri di hadapannya, dengan sebuah payung ditangannya

 

Yeoja itu tidak cantik, juga tidak bersinar,ia bahkan tidak tersenyum pada Min Seok, tapi ada kehangatan terpancar dari dirinya. Diambilnya sapu tangan itu, lalu hendak mengucapkan terimakasih pada yeoja itu, tapi belum sempat Min Seok mengatakannya dia sudah berjalan menjauh.

 

Min Seok menatap yeoja itu pergi.‘Yeoja yang aneh’ pikir Min Seok.Ia tersenyum, kali ini senyumnya tak lagi pahit, tapi senyum manis penuh kehangatan.

 

Sapu tangan itu masih disimpannya.Terlipat rapi di bawah bantalnya.Min Seok mengambil sapu tangan itu, dan tersenyum memandanginya. Dalam hati ia berjanji, akan melindungi Lee Chan Yeon apapun yang terjadi.

 

***

 

Daerah sekitar Sungai Han memang selalu ramai, apalagi di hari minggu seperti saat ini.Min Seok terlihat duduk seorang diri di salah satu bangku. Sepertinya ia sedang menunggu seseorang. Tak berapa lama, orang yang dia tunggu muncul juga.

 

“Ah, Min Seok-sshi, maafkan aku membuatmu menunggu lama” kata Chan Yeon

“Tidak… aku baru saja datang kok. Duduklah Chan Yeon-sshi, aku sudah membeli minuman untukmu. Kita duduk-duduk saja disini ya?” ujar Min Seok

 

Mereka pun duduk di bangku itu, saling bercerita tentang berbagai hal.

“Chan Yeon-sshi, aku ingin mengembalikan ini padamu” kata Min Seok sambil mengulurkan sebuah sapu tangan pada Chan Yeon

“Ah, sapu tangan ini… Kau masih menyimpannya? Kukira kau sudah menghilangkannya Min Seok-sshi” ujar Chan Yeon

“Eh? Jadi kau masih ingat sapu tangan ini?Kukira kau bahkan tidak mengingat saat pertama kita bertemu Chan Yeon-sshi. Kau bahkan tidak membalasa senyumku saat aku tahu kita ada dikelas yang sama… Kukira kau melupakanku” jawab Min Seok

“Nah, aku hanya terlalu malu untuk membalas senyummu Min Seok-sshi. Mana mungkin aku melupakanmu, saat pertama bertemu wajahmu begitu merana… Belum lagi kau duduk seorang diri ditengah hujan lebat, mana mungkin aku bisa melupakan hal seperti itu? Ngomong-ngomong, apa yang sedang kau tangisi saat itu Min Seok-sshi?” tanya Chan Yeon

“Aku?Saat itu, entah kenapa, aku sangat merindukan adikku. Tanpa sadar aku menangis sendirian karenanya” jawab Min Seok

“Kau rindu pada adikmu?Apa kau tinggal berjauhan dengan adikmu? Kenapa tidak meneleponnya saja?” tanya Chan Yeon lagi

“Aku juga ingin meneleponnya kalau bisa… Tapi aku tidak tahu nomer telepon surga” jawab Min Seok sambil tersenyum manis

Chan Yeon terkejut mendengarnya,”Oh, ya ampun, maafkan aku Min Seok-sshi, aku tidak tahu adikmu sudah tidak ada.”

“Hahahaha, tidak apa-apa.Ah, ngomong-ngomong Chan Yeon-sshi, tidakkah kau merasa? Belakangan ini kau berubah, tidak lagi bicara terbata-bata… kau juga lebih terbuka. Aku sangat senang melihat perubahanmu” ujar Min Seok

 

Chan Yeon terdiam, memikirkan perkataan Min Seok.Dia baru meyadari memang dia sedikit berubah belakangan ini.

“Benar juga, aku saja tidak menyadarinya Min Seok-sshi. Tapi… kurasa aku harus berterimakasih padamu” kata Chan Yeon

“Huh? Berterimakasih padaku? Untuk apa?” tanya Min Seok

“Sepertinya, aku bisa berubah semuanya berkat kau Min Seok-sshi.Entah sejak kapan aku menjadi gadis yang suram seperti ini.Sungguh, aku tidak pernah membenci orang lain, aku hanya terlalu takut untuk bicara. Aku takut, jika aku membuka mulutku ini, aka nada lagi saatnya seseorang akan menyuruhku untuk menutupnya. Aku tidak mau merasakan kesedihan itu lagi, jadi aku menutup diriku” cerita Chan Yeon.

 

Min Seok terpaku menatapnya.Chan Yeon tersenyum kecil dan melanjutkan ceritanya,”Bertahun-tahun aku berhasil melewati setiap hari, tapi akhirnya aku merasa kesepian juga.Lalu Hae Ri-sshi muncul dan menawarkan pertemanan padaku.Aku sangat senang kau tahu? Aku tidak menyangka kejadian yang sama akan terulang lagi, dan hatiku belum siap menghadapi semua itu. Aku benar-benar kecewa Min Seok-sshi, rasanya aku ingin mati saja.Tapi lalu kau datang menolongku dan menyadarkanku saat itu.Mungkin jika saat itu kau tidak memanggil-manggil namaku, aku bisa saja jadi gila.Lagi pula, sejak aku kecil, baru kau satu-satunya orang yang mau mendengarkan aku dengan sabar.Bahkan saat semua memojokkanku dan tidak percaya, kau tetap mau mendengarkan aku. Terimakasih untuk semuanya” ujar Chan Yeon sambil tersenyum manispada Min Seok

 

Min Seok terpesona melihat senyum Chan Yeon. Senyumnya sangat indah, ia bisa melihat ketulusan dan kehangatan yang sangat ia rindukan di dalam senyum itu. Hatinya terasa berdegup cepat saat melihat senyum Chan Yeon.Rasanya dia ingin menghentikan waktu, agar bisa terus melihat senyum di wajah Chan Yeon.

“Min Seok-sshi?” suara Chan Yeon menyadarkan Min Seok

“Ah, maafkan aku. Aku hanya… mengagumi senyummu” jawab Min Seok malu-malu

 

Mendengar perkataan Min Seok, pipi Chan Yeon langsung memerah.Baru kali ini ada orang yang mengagumi senyumnya.

 

Min Seok tertawa saat ia melihat reaksi Chan Yeon. Sikap gadis itu bergitu polos dan murni, tidak dibuat-buat.Membuat Min Seok semakin jatuh hati padanya.Diambilnya tangan gadis itu, dan digenggamnya.

“Kau tidak perlu berterimakasih padaku Chan Yeon-sshi.Kau harusnya berterimakasih pada Tuhan, karena dia telah mempertemukanmu denganku, bukan begitu?”

Hati Chan Yeon rasanya berdegup sangat cepat, rasanya semua kesedihannya selama ini hilang entah kemana. Dia tidak menyangka, seorang Min Seok akan bersikap begitu manis padanya. Bahkan jika saat ini Min Seok berpura-pura, rasanya Chan Yeon tidak akan menyesali hari ini.

 

***

 

Pagi hari di SMA Ilchul.

“Baiklah, apakah semua sudah hadir? Nah, mari kita mulai pelajaran hari ini” ujar Kris sesaengnim sembari memasuki kelas

“eh, tunggu dulu, kenapa masih ada 2 kursi kosong? Siapa yang belum hadir?”tanya guru tampan ini

“Kim Min Seok dan Park Chan Yeon, sepertinya mereka terlambat” jawab Tao

TOK TOK TOK

Terdengar ketukan di pintu kelas, dan dua orang murid masuk ke dalam kelas

 

“Ah, Kris seonsaengnim, selamat pagi” kata Min Seok sambil tersenyum pada gurunya

“Darimana saja kalian ha?Sudah-sudah, segera duduk. Kalian beruntung tidak kusuruh keluar dari kelas karena hari ini ada ujian mendadak” jawabnya santai

“Mwo?????” teriak anak sekelas bersamaan

“Wae? Ini hanya ujian mendadak, mengapa harus terkejut seperti itu?” ujar Kris seongsaengnim

“Kau tega sekaliseosaengnim, bagaimana jika kami harus mengikuti ujian perbaikan karena nilai kami jelek” rajuk Sehun

“Nah, itu salah kalian sendiri, berarti kalian tidak memperhatikan pelajaranku. Sudah jangan banyak bicara lagi, sekarang letakkan tas kalian di depan dan kita akan segera mulai ujiannya. Ppalli” ujar Kris seosaengnim

 

***

 

Kriiingggg

Bel tanda jam pulang berbunyi. Para murid berhamburan keluar dari kelas, ada yang segera pulang, ada yang mampir ke kamar mandi, banyak juga yang masih duduk-duduk di taman sekolah.

 

Di taman samping sekolah, terlihat 10 namja tampan sedang berkumpul bersama. Mereka tampak duduk-duduk santai di atas rumput sambil membicarakan sesuatu.

“Eh? Kau serius, Chan Yeon pernah melakukan hal sebaik itu? Kenapa kau tidak pernah menceritakan pada kami?”tanya Baek Hyun pada Min Seok

“Ya!Bagaimana mungkin aku cerita, he?Aku begitu menyukainya, tapi saat itu kukira dia sudah lupa padaku.Dia bahkan tidak membalas senyumku saat hari pertama pembagian kelas. Kalau aku bercerita, kalian pasti menertawakanku” jawab Min Seok dengan wajah merah

“Huahahahahahaha” teman-temanya sontak tertawa mendengar jawaban Min Seok

“Kau!Kau takut menghadapi penolakan seorang yeoja? Bwahahahahaha, kau benar-benar lucu kau tahu?” ujar Luhan

“Ya! Berhentilah menertawakanku” kata Min Seok sebal pada teman-temannya

“Nee… arasseo… arasseo… hehehehehe” jawab Jong Dae

“Ah, tapi aku tidak menyangka yeoja semanis Hae Ri bisa berbuat seperti itu pada Chan Yeon” ujar Chan Yeol

“Sejujurnya dari awal, aku tidak menyukai nona Hae Ri kalian yang manis itu. Aku merasa dia banyak berpura-pura” kata Min Seok

“Apa kau sudah bercerita tentang hal ini pada Suho?” tanya Kyung Soo

“Sudah, justru dia yang pertama kali tahu. Aku meneleponya tadi malam, karena aku ingat hari ini dia harus rapat dengan Dewan Siswa” jawab Min Seok

“Ahh, kau tahu? Aku jadi menyesal aku sering membentak Lee Chan Yeon karena cara bicaranya. Kalau saja dari awal aku mengetahui alasan dibalik sikapnya itu, mungkin aku akan bersikap lebih baik padanya” kata Jong In

“Nah, sudahlah, lagi pula sepertinya Chan Yeon bukan tipe orang yang pendendam, dia pasti memaafkanmu” ujar Tao sambil menepuk-nepuk pundak Kai

 

“Brengsek!” Min Seok memaki sembari melempar handphonenya ke tanah, tanpa berkata apapun dia berlari pergi

“Ya! Min Seok ada apa? Ya! Hei kalian cepat ikuti dia” teriak Kyung Soo panik.Sehun, Tao dan Jong In segera berlari mengikuti Min Seok

 

“Pantas saja dia bertingkah begitu, lihatlah sendiri” kata Luhan sambil menyuruh teman-temannya melihat SMS dari Suho di handphone Min Seok

Aku melihat Hae Ri&Chan Yeon menuju gedung olahraga, aku tidak ingin membuatmu khawatir tapi perasaanku benar-benar tidak enak. Sebaiknya kau cari mereka.

 

“Hah? Apalagi yang akan dilakukan Hae Ri huh? Arrghh, kenapa para yeoja ini jadi begitu menyeramkan…” ujar Chan Yeol putus asa

“Bwahahahahahaha, itu kan salahmu sendiri, selalu menganggapnya gadis manis tanpa dosa” kata Baek Hyun geli

“Hahh, sudah-sudah, ini bukan waktunya bercanda. Lebih baik kita susul Min Seok” kata Lay

 

***

Chan Yeon POV

Bertahun-tahun, aku menutup diriku, berusaha membuat diriku tidak kasat mata, berusaha untuk mengikuti ritme hidup semua orang.Kenapa?

Karena aku takut… Aku tidak mau lagi mendengar seseorang menyuruhku untuk menutup mulutku…Jadi, sebelum mereka menyuruhku diam, bukankah lebih baik kalau aku tidak bersuara?

 

Bodoh…

Kau pasti berpikir aku bodoh kan?

Nah, kau benar, aku memang bodoh, aku memang pengecut

Tapi aku tidak pernah menyadari itu… Aku selalu menganggap bahwa aku sendirian, menganggap bahwa aku adalah “korban”, menganggap bahwa tidak ada seorang pun yang mau peduli padaku

Sampai suatu hari namja itu datang dan menyadarkanku, mengajariku tentang rasa percaya, mengajariku tentang persahabatan, mengajariku untuk berani dan menjadi diriku sendiri

 

Sekarang aku berdiri di depan seorang yeoja. Yeoja yang selalu berhasil membuatku jatuh semakin dalam, dalam ketakutanku.

Tapi tidak untuk kali ini. Aku bukan lagi yeoja penakut yang akan tunduk pada perintah orang lain, yang akan gemetar ketakutan saat dibentak, yang akan menutup mulutnya dan diam. Aku akan melawan.

Kenapa?

Karena aku tahu, aku tidak sendirian…

 

***

 

Hae Ri menatap tajam yeoja yang berdiri di hadapannya itu. Mencoba mencari kelebihan yeoja bernama Lee Chan Yeon itu dibanding dirinya.

 

“Aneh” pikir Hae Ri

“Aku jauh lebih cantik, cerdas dan punya banyak teman.Kenapa aku bisa kalah dari yeoja jelek ini? Huh? Kenapa??” tanya Hae Ri dalam benaknya

 

“Kau… harus bagaimana lagi aku bicara padamu? Belum cukupkah peringatanku selama ini?” ujar Hae Ri memulai pembicaraan dengan suara yang manis dan lembut

Chan Yeon hanya diam menatap Hae Ri tajam

Hae Ri merasakan perubahan Chan Yeon, dulu Chan Yeon tidak akan berani menatapnya seperti ini.

 

“Oh… kau sudah jadi pemberani rupanya? Ckckckckckck, hebat-hebat” kata Hae Ri

PLLAKKK!!!

Hae Ri menampar Chan Yeon tiba-tiba. Dia menatap Chan Yeon yang tampak terkejut sambil tesenyum.

PLLLAKK!!!

Tidak  diduga, Chan Yeon balas menamparnya. Hae Ri sangat terkejut, ia bahkan bisa melihat tidak ada ketakutan sama sekali di wajah Chan Yeon. Hal ini membuat Hae Ri semakin marah.

 

“Ya! Kau! Sekarang kau sudah berani melawanku huh?! Berani sekali kau?! Kau benar-benar ingin aku membuatmu hidup di neraka rupanya?” teriak Hae Ri marah

“Bisakah kau berhenti bersikap seperti ini padaku?Aku bahkan tidak mengerti mengapa kau begitu membenciku. Aku juga tidak ingin bermusuhan denganmu, jadi bisakah kita hentikan semua ini?” jawab Chan Yeon tenang

“Tidak tau?!Kau bilang kau tidak tau kenapa aku membencimu?! Kau merebut Min Seok dariku! Aku menyukainya, tapi dia lebih memilih gadis bodoh sepertimu dari pada aku! Aku tidak bisa menerima ini! Membuatku merasa terhina, kau tau?!” bentak Hae Ri

 

Chan Yeon diam sebentar mengamati Hae Ri. Dalam hati ia berpikir, “Kau begitu cantik, anggun dan punya banyak teman Park Hae Ri… Mengapa hal seperti ini bisa membuatmu begitu iri?”

 

Hae Ri sangat marah hingga tubuhnya gemetaran, ia baru mau membentak Chan Yeon lagi, saat tiba-tiba gadis itu menggenggam tangannya dan berkata lembut,”Dengarkan aku Park Hae Ri. Kau gadis yang cantik, kau pintar, kau anggun dan memiliki banyak teman.Banyak sekali yang kau punyai Hae Ri-sshi, mengapa hanya hal sekecil ini bisa membuatmu begitu dengki?Menurutku kau bukannya menyukainya.Tidakkah kau hanya ingin memilikinya? Kau harus belajar bersyukur atas apa yang kau miliki”

“Argh! Tutup mulutmu itu!  Tau apa kau tentang aku, ha?!” teriak Hae Ri marah sambil menyentakkan lepas tangannya dari penggangan Chan Yeon.

Dalam hati, Hae Ri menyadari kebenaran perkataan Chan Yeon. Hae Ri menyadari, dia memang tidak terlalu menyukai Min Seok, dia hanya sangat tidak suka saat ada sesuatu yang tidak bisa mendapatkan apa yang ia mau.

“Memang kenapa kalau aku tidak menyukainya, he?!Apa urusanmu?! Pokoknya aku tidak suka melihat tikus got seperti kau, mengambil apa yang aku miliki!” ujar Hae Ri

 

“Milikmu? Sejak kapan aku jadi milikmu?” terdengar sebuah suara menyela ketegangan antara Hae Ri dan Chan Yeon

Keduanya otomatis menoleh ke arah suara tersebut.Di pintu masuk gedung olah raga, sudah berdiri Min Seok dan teman-temannya.

Hati Hae Ri mencelos, “Tamat riwayatku! Apa mereka mendengar semua perkataanku tadi?” pikirnya gelisah

 

Min Seok berjalan menghampiri Hae Ri dan berdiri tepat didepan yeojaitu. Dia menatap Hae Ri begitu tajam, sampai yeoja itu merasa ketakutan. “Menjijikkan!” kata Min Seok tajam.

Hae Ri sadar sekarang, ia benar-benar kalah.

 

“Aku tidak menyangka kau bisa berkata sekasar itu Park Hae Ri. Kau menghancurkan khayalanku tentang seorang yeoja idaman” ujar Chan Yeol yang tiba-tiba sudah ada didekat Hae Ri bersama yang lainnya

“Bagaimana bisa kau bersikap begitu manis he? Tidakkah kau lelah berpura-pura? Haaa, aku tidak habis pikir…” ujar Lay

Hae Ri tidak berani mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah Min Seok dan teman-temannya.

Dia merasa benar-benar hancur sekarang, mereka pasti akan memberitahukan pada semua orang apa yang ia lakukan pada Chan Yeon. Hae Ri pun menangis.

 

Chan Yeon kasihan melihat Hae Ri. Ia bisa membaca jalan pikiran Hae Rid an dia tau, Hae Ri pasti takut dimusuhi oleh semua orang.

 

“Chan Yeon, kau tidak apa-apa? Penyihir ini tidak melukaimu kan?” tanya Min Seok pada Chan Yeon

“Sudahlah, aku tidak apa-apa. Aku ingin bicara dengan Hae Ri sebentar, bisakah kau dan teman-temanmu keluar dulu? Dan aku mohon, jangan ceritakan masalah ini pada siapa pun” ujar Chan Yeon setengah berbisik

Min Seok terkejut mendengar permintaan Chan Yeon, untuk sesaat dia terdiam memandangi yeoja itu. Tapi kemudian ia tersenyum dan menyanggupi permintaan Chan Yeon. “Kau memang yeoja yang aneh.Bahkan saat ada orang yang begitu sering menyakitimu, kau masih mau menolongnya?Baiklah kalau itu maumu.Kutunggu kau di taman belakang.”

 

Setelah semuanya pergi, Chan Yeon menghampiri Hae Ri yang masih meringkukn menangis di lantai.

“Hae Ri-sshi…” panggilnya lembut sambil memegang bahu Hae Ri

Hae Ri menyentakkan tangan Chan Yeon dari bahunya,”Apa? Belum puas merebut semuanya dari aku?Belum puas?”

“Haaa… Sudahlah, hentikan sikapmu Hae Ri-sshi. Aku tau kau takut Min Seok dan teman-temannya akan menceritakannya pada orang lain. Tenang saja, mereka tidak akan bercerita apapun pada siapapun. Tidak akan ada apapun  yang terjadi padamu Hae Ri-sshi, teman-temanmu tidak akan menjauhimu. Aku janji, tidak akan ada seorang pun akan mengetahui pembicaraan tadi” ujar Chan Yeon pada Hae Ri

 

Hae Ri menatap Chan Yeon heran, “Mengapa kau melakukan ini padaku? Kau ingin membuat aku merasa berutang budi padamu? Jangan harap Lee Chan Yeon”

“Huh? Tentu saja tidak. Aku hanya tidak ingin kau merasakan apa yang aku rasakan Hae Ri-sshi. Sendirian dan tidak punya teman.Aku tidak ingin melihat salah seorang temanku mengalami hal seperti itu.Aku sudah mengalaminya dan rasanya sungguh tidak enak. Karena itu, aku tidak mau kau juga merasakan hal yang sama.” kata Chan Yeon

 

Hae Ri benar-benar tidak mengerti jalan pikiran Chan Yeon. Bagaimana bisa gadis itu berbuat baik pada Hae Ri yang telah menyakitinya? Hae Ri tidak habis pikir…

“Kau! Kau membuatku merasa bersalah padamu! Sekarang katakan padaku apa yang kau inginkan sebagai balasan atas apa yang kau lakukan untukku. Kalau tidak, aku akan merasa malu seumur hidupku” ujar Hae Ri

Chan Yeon terkikik geli, “Tidak ada, aku tidak ingin apapun sesungguhnya.Tapi kalau kau memaksa, aku ada satu permintaan.Maukah kau menjadikan aku temanmu?”

Hae Ri benar-benar terperangah mendengar permintaan Chan Yeon, benar-benar gadis aneh! Hae Ri benar-benar terkejut sekaligus terharu, ia sadar, Chan Yeon satu-satunya orang yang bisa mengerti dan menerimanya apa adanya. “Bahkan ibuku saja tidak bisa mengerti aku, seperti gadis bodoh ini mengerti aku”pikir Hae Ri

“Baiklah kalau itu yang kau minta. Berusahalah jadi orang yang pantas untuk menjadi temanku” kata Hae Ri sambil menangis memeluk Chan Yeon

Chan Yeon tersenyum dan membalas pelukan itu. Setelah sekian lama, Chan Yeon bisa merasakan apa yang selama ini tidak pernah ia dapatkan, pelukan dari seorang teman.

 

***

 

Min Seok berjalan bersama teman-temannya meninggalkan gedung olahraga.Mereka menuju gerbang belakang sekolah.

“Ahhh, hancur sudah mimpiku…” keluh Chan Yeol

“Hahahahahaha, sudahlah… Jangan mengeluh terus. Relakan saja impianmu itu” kata Baek Hyun geli

“Lagi pula aku tidak habis pikir, bagaimana bisa ia terus berpura-pura menjadi gadis yang begitu manis? Tidakkah dia lelah berpura-pura?” ujar Lay

“Aisshh, kau ini ingin menjadi psikiater atau apa? Sejak tadi itu saja yang kau ribut kan” kata Jong In

“Nah, sudah diamlah kalian semua. Aku masih syok sampai tidak bisa berpikir jernih, jadi diamlah” ujar Tao

“Huu! Kalian ini! Makanya jangan hanya menilai orang dari penampilannya” ujar Jong Dae

“Oh? Begitu? Kau sendiri juga selalu berpikir Hae Ri itu yeoja yang manis dan menggemaskan kan?” ledek Sehun

 

“Nee…nee…nee… sekarang semuanya berhenti bicara dan dengarkan aku” ujar Min Seok

Tanpa sadar mereka sudah sampai di taman belakang sekolah. Min Seok duduk dirumput di bawah pohon cherry diikiuti teman-temannya.

“Nah, pembicaraan tadi yang kalian dengar, kumohon jangan sampai kalian ceritakan pada orang lain” ujar Min Seok

“Huh? Wae? Kita kan harus membela kebenaran…” ujar Kyungsoo

Semua tertawa mendengar perkataan Kyungsoo

 

“Kau ingin jadi superman atau apa? ‘Kita harus membela kebenaran’ Bwahahahahahahaha” tawa Luhan

“Hahahahaha… tapi benar juga? Bukankah lebih baik kalau teman-teman Hae Ri kita beri tau? Biar tau rasa yeoja jahat itu!” ujar Tao

“Ini permintaan Chan Yeon.Karena itu, kumohon kalian menghargainya. Lagipula, Chan Yeonlah yang bertengkar dengan Hae Ri, jadi kita tidak perlu ikut campur. Arraseo? Cukup ceritakan pada Suho saja kalau kalian tidak tahan ingin bercerita” ujar Min Seok

“Aku heran pada yeoja-chingumu itu, entah dia bodoh atau idiot.Pasti salah satu dari itu. Bagaimana bisa dia berbuat begitu baik pada Hae Ri?” kata Jong In

“Tidak, dia tidak bodoh atau idiot. Hanya saja hatinya sebening kaca, itu saja” kata Min Seok sambil tersenyum simpul

“yah, baiklah kalau begitu maumu, kami mengerti… ,nah, ayo, kita pulang” ujar Kyungsoo

“ah, kalian pulanglah duluan. Aku akan menunggu Chan Yeon” jawab Min Seok

“ohh, begitu? Nee..nee… lupakanlah kami yang tidak punya pacar ini…” ujar Chan Yeol

“hahahahaha, sudah-sudah pulanglah. Hati-hati di jalan” ujar Min Seok

“Kami pulang dulu kalau begitu”

 

Min Seok melambaikan tangan pada teman-temannya.Dia memutar tubuhnya dan duduk memandangi bangku di bawah pohon cherry. Bibirnya membentuk seulas senyuman, “Kau benar-benar membuatku jatuh hati Lee Chan Yeon” ujar Min Seok dalam hati

 

***

 

“Ah, apakah kau menungguku lama?” tanya Chan Yeon sambil menghampiri Min Seok

Min Seok menoleh memandang yeoja itu,”Tidak, teman-temanku baru saja pulang.Nah, kemarilah, duduk disini.”

Chan Yeon pun duduk di sebelah Min Seok.

 

“Jadi ceritakan padaku, apa yang terjadi setelah aku meninggalkan kalian berdua tadi?” tanya Min Seok

“Tidak ada, aku hanya menghiburnya. Ah, kau tahu? Sekarang Hae Ri benar-benar menjadi temanku. Dia sudah berjanji mau jadi temanku” cerita Chan Yeon dengan wajah riang

“Jeongmal? Baguslah kalau begitu… Aku senang temanmu bertambah, nanti suatu hari, percayalah padaku, kau pasti punya banyak teman” ujar Min Seok

“Bagaimana bisa kau berpikir begitu?” tanya Chan Yeon heran

Min Seok tersenyum memandang Chan Yeon dan menjawabnya, “Kau bergitu jujur dan tulus.Bagaimana bisa ada orang yang tidak mau jadi temanmu?”

“ahh, hentikan-hentikan. Kau membuatku malu” ujar Chan Yeon dengan wajah merah

“hahahahahaha, kau benar-benar lucu saat malu.”

Untuk beberapa saat mereka terdiam dan hanya memandangi bangku di bawah pohon cherry itu.

 

“Kau ingat bangku ini? Di sini pertamakalinya aku melihatmu” ujar Min Seok

“Ya aku ingat. Kemarin saat aku pingsan kau juga membawaku kesini” jawab Chan Yeon

“Aku benar-benar suka tempat ini. Sebab mungkin kalau tempat ini tidak ada, mungkin kita tidak akan pernah bertemu” kata Min Seok

“Begitu? Menurutku kita tetap akan bertemu, bukankah setiap pertemuan sudah diatur oleh Tuhan?” ujar Chan Yeon

“Ahhh, baiklah, dimanapun tempatnya asal ada kau maka aku akan bahagia” jawab Min Seok sambil merangkul pundak Chan Yeon dan tersenyum pada Chan Yeon

Chan Yeon terkejut, tapi merasa nyaman berada di dekat namja ini.Ia pun membalas senyum Min Seok

“Kau tau, kau bukan yeoja tercantik yang pernah kukenal.Kau bukan juga yeoja terpandai yang pernah kukenal.Tapi kau yeoja dengan senyum terindah yang pernah aku temui.Dan yang jelas, kau membuatku jatuh jati padamu. Jadi aku mohon, rawatlah aku dengan baik, karena kau yang telah membuat aku lumpuh dan tidak bisa berjalan keluar dari hatimu” ujar Min Seok pada Chan Yeon

Chan Yeon tersipu mendengar rayuan Min Seok, wajahnya jadi begitu merah seperti tomat.

 

Min Seok tersenyum memandangi yeoja pujaannya ini.Diambilnya tangan Chan Yeon dan digenggamnya.

“Lee Chan Yeon, mulai sekarang jangan lagi merasa sendirian. Jangan lagi merasa sedih.Jangan lagi merasa takut.Apapun nanti yang terjadi, aka nada aku yang berdiri disampingmu. Percayalah padaku”

Chan Yeon menatap lama Min Seok, ia tahu, hatinya sudah penuh diisi oleh Min Seok. “Nee, aku percaya padamu”

 

***

Hari sudah malam.Dikamarnya, Chan Yeon terlihat sedang menulis di buku hariannya.

Tuhan…

          Aku ingin berterimakasih, karena kau telah mengabulkan doa-doaku

          Kau memberikan aku matahari, yang akan selalu menerangiku, bahkan saat

badai sekalipun

Kau juga memberikan aku bulan, yang bisa menjagaku, bahkan saat malam

tergelap

Kau bahkan mengirimkan bintang, yang akan menari menghiasi duniaku

Semuanya kau kirim lewat dia Tuhan, lewat namja itu

Terimakasih Tuhan…

11 thoughts on “FF: My Fair Boy (3/3)

  1. Byul berkata:

    Awalnya aku gak mau baca ff ini,soalnya genrenya romance!! Aku lebih dapet feel ff brothership dari pada romance!!

    Tapi ternyata ff ini seru 🙂 ceritanya gak ribet dan gak terlalu berat 🙂

    Ada beberapa sceen yg bikin ketawa geli 😀

    Dan gombalan Minseok oppa itu lohhh,,so sweeeeeettt >_<

    Terus berkarya ya thor 😉

  2. ohsehoon berkata:

    wuahh,, ffnya daebak!!
    ide ceritanya bagus thor
    cuman alurnya agak keburu-buru
    terus banyak typo juga
    tp ini saran aja lho, hehehehehe

    ok, ditunggu karya selanjutnya ya thor

  3. hasyahasya24 berkata:

    seriusan udh abis ini thor?? nae ngerasa agak kecepetan gitu alurnya. terus gimana hubungannya chanyeon sama ortunya?? membaik/gk? jd intinya ff ini fokus ke romance yah? overall daebak kok.. ditunggu karyamu yg lain thor. keep writing!! Fighting!!^^ mian nae banyak bacot. hehehehe

    • dummy berkata:

      iya nih, masalahnya author berusaha meringkas ceritanya biar bisa jadi trilogy
      gomawo sudah kasih saran
      nanti d ff selanjutnya berusaha diperbaiki 😀

  4. Lee Hana berkata:

    dah slesei ya critanya,wuihhhhh bang Umin jago jga jga ngegombal cieeeee. Dlm pengliatanku sih emang diantara member exo yg lain dy yg pling childish mukanya tpi kelakuannya itu dewasa bsa melindungi member lain meskipun dy bkan leader, q kagum ma dia enak kali ya klau jdi adiknya hehe. critanya bagus thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s