FF: My Fair Boy (2/3)

My Fair Boy 2

Title            : My Fair Boy

Cast             : you as Lee Chan Yeon

Xiumin EXO as Kim Min Seok

Other EXO members

Jessica SNSD as Park Hae Ri

Genre          : drama, romance(mungkin???hehehehehe)

Length         : trilogy

Gadis itu Lee Chan Yeon.Matanya terus bergerak mengikuti gerak-gerik salah satu diantara mereka.Bibirnya mengembangkan senyum saat dia melihat pria yang dikaguminya itu tertawa.Tidak sedetikpun dia melepaskan pandangannya pada orang itu.Tiba-tiba gadis itu seperti teringat sesuatu. Diliriknya jam di tangannya, dan dia terlihat sangat terkejut. Segera dia berbalik untuk pulang.

 

***

“Aduh… bagaimana ini… aku terlambat…” gumam Lee Chan Yeon pada dirinya sendiri sambil berlari

Setelah beberapa blok, ia berbelok dan melihat sebuah mobil sudah terparkir didepan rumahnya.

“Tuhan, buruk sekali nasibku hari ini” batinnya dalam hati. Dengan langkah berat ia masuk kedalam rumah.

 

“Aku pulang!” kata Lee Chan Yeon mengucapkan salam

“Dari mana saja kau, ha? Jam segini kau baru pulang?” terdengar sebuah suara berat dari balik sofa

“Ah, ayah, kau sudah pulang? Ehm, tadi aku masih mengerjakan tugas sekolah, jadi aku…” ujar Chan Yeon mencoba menjelaskan

“Hahh, kau memang selalu pintar mengelak. Pasti ini ajaran nenek sihir itu kan? Kau memang benar-benar anaknya” kata si Ayah

“Ya! Kau! Siapa yang kau bilang nenek sihir?! Jaga mulutmu kambing tua!” teriak si Ibu yang tiba-tiba muncul dari dapur

 

Mereka segera saja bertengkar dan saling berteriak, tanpa memedulikan Chan Yeon yang menatap mereka sedih.Merasa bersalah karena telah memberi alasan bagi ayah ibunya untuk bertengkar.

 

Beberapa saat gadis itu masih berdiri disana.Menatap ayah ibunya bertengkar.Ia ingin menyela dan melerai mereka, tapi rasa takutnya untuk bicara menahannya. Pada akhirnya, ia hanya menghela napas dan meninggalkan ayah ibunya yang masih bertengkar. Ia naik ke lantai dua dan dengan langkah cepat dia masuk ke kamarnya.

 

***

 

Hari sudah petang.Matahari terlihat hampir terbenam.Min Seok sedang melangkah seorang diri melintasi sebuah restoran saat seorang gadis mencegatnya.

“Min Seok-sshi? Wah, kebetulan sekali aku bertemu denganmu disini. Apa yang kau lakukan disini Min Seok-sshi?” tanya gadis itu

“Ah, Hae Ri-sshi, rumahku ada didekat sini. Aku sedang dalam perjalanan pulang” jawab Min Seok

“Begitu? Ehm…apa kau sedang sibuk Min Seok-sshi? Kalau kau tidak sibuk, aku ingin minta tolong” kata Hae Ri

“Tidak juga, aku tidak ada kerjaan juga di rumah. Kau ingin minta tolong apa?” ujar Min Seok

“Aku tidak ingin makan sendirian, tapi temanku tidak jadi datang karena ia mendadak diajak pacarnya berkencan.Maukah kau menemaniku makan?Kali ini aku yang traktir, karena aku yang mengajakmu. Bagaimana?” kata Hae Ri

“Ahh, begitu… Baiklah, lagipula tidak baik menolak rejeki, hahahahaha” jawab Min Seok sambil bergurau

 

Mereka pun memasuki restoran itu.

“Min Seok-sshi, kau duduklah lebih dulu dan memesan makanan. Aku harus toilet” kata Hae Ri pada Min Seok

Min Seok tersenyum dan mengangguk lalu duduk dan memesan makanan.

 

Di toilet, Hae Ri terlihat sibuk bercakap-cakap di telepon.

“Maafkan aku… Aku benar-benar terpaksa membatalkan acara belanja kita hari ini. Ibuku sangat sibuk, aku harus membantunya merapikan rumah karena nenekku akan datang” kata Hae Ri

“Kau memang anak baik Hae Ri-ah, kau benar-benar manis. Tidak apa-apa, kita bisa belanja lain kali. Lagi pula ada drama yang ingin kulihat di TV” jawab seorang gadis di ujung telepon

“Ah, kau tidak marah padaku Min Ra? Terimakasih karena pengertianmu dan sekali lagi maafkan aku telah membatalkan janji” ujar Hae Ri dengan suara yang begitu manis

“Untuk apa aku marah Hae Ri-ah… Sudah tenang saja, aku benar-benar tidak marah kok.Bantulah ibumu dengan benar Hae Ri-ah. Sampai jumpa besok di sekolah” kata gadis lawan bicara Hae Ri

“Baiklah. Sampai jumpa…” kata Hae Ri lalu memutuskan hubungan telepon

 

Dia berjalan ke arah cermin.Kemudian memeriksa make-upnya.Dia tersenyum memandang wajahnya yang cantik dan berkata dalam hati, “Aku bukan sedang membantu ibuku, gadis bodoh.”

 

***

 

“Apa aku terlalu lama Min Seok-sshi?” tanya Hae Ri sambil duduk di kursi di depan Min Seok

“Ah tidak, aku bahkan belum menentukan ingin memesan apa. Menurutmu apa yang enak disini?” kata Min Seok

“Aku sedang ingin makan daging, kita pesan bulgogi saja” jawab Hae Ri

 

Mereka pun segera memesan makanannya. Sambil menunggu makanan datang, mereka bercakap-cakap, sampai akhirnya mereka membicarakan keributan di kelas antara Hae Ri dan Chan Yeon.

 

“Aku tidak mengerti mengapa Chan Yeon-sshi berbuat begitu… Padahal aku hanya ingin mengajaknya berkumpul bersama denganku dan teman-temanku, aku kasihan melihat dia sendirian… Aku tidak menyangka dia bisa berbuat begitu…” kata Hae Ri

“Oh ya? Memang sebenarnya apa yang dikatakan Chan Yeon-sshi? Apakah dia berkata, ‘Ya! Aku benci kau Hae Ri-sshi’, begitu?” tanya Min Seok setengah bercanda

“Hahahaha, kau lucu sekali Min Seok-sshi.Tidak, dia tidak mengatakannya seperti itu.Hanya saja, dari sikapnya aku sudah tau dia membenciku. Aku sangat sedih Min Seok-sshi” ujar Hae Ri dengan tampang memelas

“Ahh, jadi begitu? Tapi bukankah tadi di kelas Chan Yeon-sshi berkata ia ingin berteman denganmu?” balas Min Seok kali ini dia tidak bercanda

“Tapi tetap saja, aku merasa dia membenciku… Apa kau tidak berpikir dia hanya berpura-pura ingin jadi temanku Min Seok-sshi?” kata Hae Ri

 

Kali ini Min Seok diam. Dia hanya memandangi Hae Ri, tanpa berkata apapun. Hae Ri merasa terkejut dengan reaksi Min Seok, ia bahkan mulai merasa ada rasa muak dalam tatapan Min Seok. Hae Ri salah tingkah, dia berusaha mengalihkan pandangannya saat tiba-tiba dilihatnya Min Seok mengeluarkan sebuah senyuman.

“Kau gadis yang cantik Hae Ri-sshi, kau tau itu kan? Tapi jika kau punya pikiran yang jelek, bukankah hal itu membuatmu terlihat buruk rupa?” kata Min Seok sambil tersenyum

Hae Ri sangat marah mendengar perkataan Min Seok, ingin rasanya dia menampar Min Seok saat itu juga. Tapi ditahannya amarahnya itu, dan ia justru melemparkan senyum manis pada Min Seok.

“Kau benar Min Seok-sshi, tidak seharusnya aku bersikap seperti itu. Terimakasih atas nasehatmu” jawab Hae Ri

“Hahahahaha, tidak usah berterimakasih Hae Ri-sshi. Aku hanya mengingatkan” jawan Min Seok masih dengan senyumnya yang imut

“Wah, makanan sudah datang. Mari kita makan Min Seok-sshi” kata Hae Ri saat pelayan datang membawakan pesanan mereka.

 

***

 

Min Seok dan Hae Ri terlihat keluar dari restoran tempat merekaa makan tadi. Di depan restoran, mereka berbincang sejenak.

“Nah, Hae Ri-sshi, hari sudah malam. Apa aku perlu mengantarmu pulang?” tanya Min Seok

Saat itu, sebuah taksi lewat dan Hae Ri menyetopnya

“Ah, tidak usah Min Seok-sshi.Aku pulang naik taksi saja. Lagipula rumahmu kan dekat dari sini, akan sangat merepotkan jika kau harus mengantarkan aku pulang” jawab Hae Ri

“Baiklah, kalau begitu hati-hati di jalan Hae Ri-sshi.Terimakasih untuk hari ini. Sampai jumpa besok pagi di sekolah” kata Min Seok

“Baiklah… Kau juga berhati-hatilah di jalan Min Seok-sshi. Sampai jumpa” kata Hae Ri dari jendela taksi

Taksi berjalan menjauh dan Min Seok pun berjalan pulang.

 

***

 

Di dalam taksi, Hae Ri terlihat memikirkan sesuatu. Wajahnya memancarkan rasa marah dan sakit hati.

“Ahhh, aku benar-benar sial hari ini! Ini semua karena gadis jelek itu! Aku bosan dikelas dan aku ingin membuat keributan, harusnya semua berjalan lancar dan semua orang akan semakin menilaiku sebagai gadis baik hati! Kenapa bisa gagal?Dia bahkan membuat Min Seok-sshi menjadi muak padaku. Bagaimana bisa, aku, seorang Park Hae Ri kalah oleh gadis itu?! Min Seok-sshi, mengapa kau lebih membela gadis itu dari pada aku??? Kau Lee Chan Yeon, tunggu saja, aku akan membuat hidupmu menderita”

 

***

Dikamarnya, terlihat Chan Yeon tertidur di meja belajarnya.Rupanya dia sedang menulis sesuatu di buku hariannya.

 

Hari ini aku membuat ayah dan ibu bertengkar lagi

Bantulah aku Tuhan, supaya saat besok aku bangun, ayah dan ibu sudah berbaikan

Ah, aku ingin berterimakasih padamu Tuhan

Hari ini kau telah memberi aku berkat, ada seseorang yang mau memperhatikan aku

Dia tidak membentakku atau menyuruhku diam

Dia mau mendengarkan aku, walaupun aku bicara terbata-bata

Tuhan, kumohon bantulah aku

Aku ingin berubah Tuhan, aku tidak mau lagi seorang diri

Berilah aku keberanian untuk bicara dan berilah aku rasa percaya sehingga aku tidak lagi takut dan curiga

Yakinkanlah aku Tuhan, bahwa ada orang yang mau mendengarkan aku dan tidak ada seorang pun yang ingin aku menutup mulutku

Aku berjanji Tuhan, aku akan berusaha untuk berubah

Karena itu bantu dan berkatilah aku, sebab aku tidak ingin sendirian lagi

 

***

 

Pagi Hari di SMA Ilchul, terdengar lonceng tanda masuk kelas sudah berbunyi.Di sebuah kelas, terlihat murid-murid mendengar penjelasan dari guru.Lee Chan Yeon sedang mencatat penjelasan gurunya saat sebuah bola kertas mendarat di mejanya.Di ambilnya bola kertas itu, kebingungan siapa yang melemparnya.

 

Dia melihat Hae Ri melambai-lambai ke arahnya, menyuruhnya membaca kertas itu. Chan Yeon pun membacanya.

Lee Chan Yeon-sshi, ada hal penting yang ingin  aku bicarakan denganmu.

Datanglah ke toilet siswa lantai 3 saat istirahat pertama. Kutunggu kau Chan

Yeon-sshi (^.~)

 

Chan Yeon menoleh pada Hae Ri. Dilihatnya Hae Ri tersenyum manis padanya. Chan Yeon merasa Hae Ri tersenyum begitu tulus, sehingga ia pun berusaha memberanikan diri dan membalas senyum Hae Ri. Dia sangat senang, akhirnya ada seseorang yang mau berteman dengannya.

 

***

Di toilet siswa lantai 3.

 

Chan Yeon memasuki toilet, dilihatnya Hae Ri sedang bercakap-cakap di depan cermin bersama Min Ra dan teman-temannya yang lain.

“Ah, Chan Yeon-sshi, kau di sini?Teman-teman, kalian duluan saja ke kantin. Aku akan bersama Chan Yeon-sshi dulu disini” kata Hae Ri pada teman-temannya

“Baiklah, kalau begitu aku akan ke kantin duluan bersama yang lain” kata Min Ra pada Hae Ri

“Dan kau! Awas kau, jika aku tau kau berbuat macam-macam pada Hae Ri, kau harus berurusan denganku!” kata Min Ra mengancam Chan Yeon saat melewatinya

“Hussshh, apa yang kau lakukan padanya Min Ra. Chan Yeon-sshi tidak mungkin menyakitiku, kemarin kan hanya salah paham” ujar Hae Ri memarahi sikap Min Ra

“Nee… nee… aku pergi dulu” jawab Min Ra

 

Saat semuanya sudah pergi, Hae Ri baru memulai pembicaraannya dengan Chan Yeon.

“Chan Yeon-sshi, terimakasih sudah mau memenuhi permintaanku, kau sungguh baik. Kau bahkan mau memebuhi permintaanku setelah apa yang kuperbuat padamu” ujar Hae Ri sambil tersenyum manis lalu menggenggam tangan Chan Yeon.

Chan Yeon tidak menyangka Hae Ri benar-benar sangat baik padanya, “Tidak apa-apa Hae Ri-sshi, aku sangat senang”

“Eh? Kau sangat senang? Senang kenapa?” tanya Hae Ri dengan nada heran

“Karena… karena kau mau berteman denganku…” jawab Chan Yeon pelan

“Ohhh… begitu?” kata Hae Ri sambil tersenyum sinis

Hae Ri kemudian tertawa terbahak-bahak dan meremas tangan Chan Yeon yang digenggamnya

 

“akhh!” jerit Chan Yeon saat Hae Ri tiba-tiba meremas tangannya dengan keras

“Oh… kau kesakitan Chan Yeon-sshi?Kasihan sekali kau Chan Yeon-sshi? Apakah kau ingin aku melepas tanganmu?” kata Hae Ri dengan nada yang dimanis-maniskan

Chan Yeon mengangguk-anggukkan kepalanya, ia kini tidak lagi berani menatap Hae Ri, tapi hanya menundukkan kepalanya.Ia kebingungan dengan perubahan sikap Hae Ri.

“Kenapa kau terus menunduk Chan Yeon-sshi? Apa kau takut padaku?” ujar Hae Ri semakin mempererat cengkeramannya pada tangan Chan Yeon

Chan Yeon sangat takut, ia mulai menangis

“Ohhh, sekarang kau menangis Chan Yeon-sshi… Kenapa kau menangis? Ah, aku tahu, kau pasti ingin menarik perhatian semua orang kan? Kau ingin semuanya memperhatikanmu kan?” tanya Hae Ri pada Chan Yeon dengan nada manis

Chan Yeon benar-benar ketakutan, badannya sampai gemetaran menahan rasa takutnya.

Hae Ri tertawa sinis melihat reaksi Chan Yeon. Ia lalu mendorong Chan Yeon hingga gadis itu jatuh.

“Kau! Kau membuat semua rencanaku gagal! Kau bahkan berani merebut Min Seok didepan mataku! Kau selalu diam dan diam, tapi sekali kau bicara, kau menghancurkan semua yang aku inginkan! Lebih baik kau tutup mulut saja, gadis dungu!” bentak Hae Ri pada Chan Yeon

“Lakukan hal seperti itu sekali lagi dan aku akan membuat kau merasakan hidup di neraka!” bentak Hae Ri lagi

Chan Yeon terus menangis dan hanya bisa mengganggukkan kepalanya.

“Baguslah kalau kau mengerti” ujar Hae Ri dengan sinis

Ia kemudian memandangi Chan Yeon yang masih gemetaran dan kemudian tertawa terbahak-bahak

“Ahahahahahaha, kau benar-benar lucu kau tahu Chan Yeon-sshi? Kalau begitu aku pergi dulu Chan Yeon-sshi” kata Hae Ri, kali ini sudah kembali ke nadanya yang manis seperti biasa

 

Hae Ri meninggalkan toilet dengan rasa puas. Tidak menyadari, seseorang mendengarkan semua pembicaraannya dengan Chan Yeon.

 

***

 

Chan Yeon masih menangis didalam toilet.Perasaannya tidak karuan.Ia kecewa, karena harapannya untuk memiliki seorang teman ternyata gagal. Ia sedih, karena Hae Ri ternyata hanya berpura-pura baik padanya. Ia takut dan bingung, karena seingatnya semua yang dituduhkan Hae Ri padanya tidak pernah ia lakukan. Apalagi merebut Min Seok, yang selama ini berbicara padanya saja Chan Yeon sangat gugup.

 

Tubuhnya gemetaran, iameringkuk dipojok toilet sambil menutup telinganya. Berusaha menghilangkan semua kata-kata Hae Ri dari kepalanya. Tapi ia gagal, justru dia malah mengingat semua kenangan buruknya.

 

Flashback 1:

Sepasang suami istri terlihat bertengkar hebat, sementara di pojok ruangan seorang Chan Yeon kecil menatap mereka ketakutan.

“Ayah… ibu… jangan bertengkar terus… huaaa” tangis gadis itu

“Tutup mulutmu! Pergi ke kamarmu dan jangan ikut campur!!!” bentak si ayah

 

Flashback 2:

Segerombolan anak kecil terlihat berkumpul di taman, mereka mengelilingi seorang gadis kecil.

“kau gadis jahat! Membuat kami kesusahan di hukum bu guru!” teriak salah seorang anak

“Maafkan aku… aku tidak tau kalau aku tidak boleh bilang ke bu guru kalau kalian yang mencabuti bunganya” tangis Chan Yeon kecil

“aahh! Kau pembohong! Bukankah sudah kubilang, kau harus berkata kaulah yang merusak bunganya!” bentak anak yang lain

“tapi aku takut… aku tidak mau membohongi bu guru…” tangis Chan Yeon

“shhh! Tutup saja mulut embermu itu Lee Chan Yeon!” bentak salah satu anak

 

Chan Yeon semakin gemetaran.Pandangannya mulai kosong.Ia mulai berteriak-teriak dan memukul-mukul kepalanya ditembok, tenggelam dalam lautan mimpi buruknya. Tapi kemudian,ia mendengar sebuah suara yang terus memanggil-manggil namanya.

 

Suara itu terdengar panik, tapi entah mengapa hatinya tenang mendengar suara itu. Chan Yeon semakin jelas mendengar suara itu, ia mulai bisa mengendalikan dirinya. Saat kesadarannya mulai kembali, Chan Yeon bisa melihat dia masih ada di toilet.Seseorang memanggil-manggilnya dan mengguncangkan tubuhnya.Hal terakhir yang dia lihat sebelum dia pingsan adalah wajah seorang yang dia kenali.Wajah itu terlihat khawatir dan bingung, tapi melihat wajahnya, Chan Yeon merasa tenang.

 

***

 

Di taman belakang sekolah, terlihat seorang murid pria sedang duduk di salah satu bangku yang ada di bawah pohon cherry. Ia itu sedang memperhatikan seorang gadis yang berbaring disebelahnya. Gadis itu mulai bergerak-gerak, pertanda iaakan bangun. Saat gadis itu membuka matanya, gadis itu sangat terkejut melihat namja yang sedang menatapnya.Namja itu tersenyum padanya.

 

“Kau sudah bangun Chan Yeon-sshi?” tanya Min Seok itu sambil tersenyum manis

Chan Yeon salah tingkah, ia kemudian segera bangun dari posisi berbaringnya. Di tatapnya pria itu, lalu ia tersenyum padanya.

“Ah, iya, aku tidak apa-apa”

“Apa kepalamu tidak sakit?” tanya namja itu dengan wajah khawatir

“Eh… tidak juga.Memang kenapa?” Chan Yeon balik bertanya

“Nah, tidak ada apa-apa, hanya saja tadi kau memukul-mukulkan kepalamu dengan sangat keras” kata namja itu

“Benarkah? Aku tidak ingat… Tapi tadi, bukankah seharusnya aku masih di toilet?” ujar Chan Yeon

“aku yang membawamu kesini… ehm, dari tadi kau tidak menyebut namaku… jangan-jangan kau tidak ingat siapa aku?” tanya Min Seok dengan wajah khawatir

Chan Yeon ingin tertawa melihatnya, wajahnya itu begitu imut saat khawatir, “Ah, kau ada-ada saja, aku mengingatmu Min Seok-sshi”

“Oh, syukurlah… Kukira tadi kau amnesia Chan Yeon-sshi… Percaya padaku, aku bahkan sampai takut melihat betapa keras kau memukuli kepalamu” ujar Min Seok dengan wajah lega

 

Mereka terdiam cukup lama, sebelum Min Seok memulai pembicaraan lagi.

“ah, ngomong-ngomong, sebenarnya saat ini pelajaran sudah dimulai Chan Yeon-sshi. Kau pingsan kira-kira satu jam tadi. Apa kau ingin kembali ke kelas sekarang?” tanya Min Seok

Chan Yeon terdiam menatap Min Seok, dia masih takut untuk bertemu Hae Ri.

“Aku masih kurang enak badan, kau kembalilah lebih dulu Min Seok-sshi” jawab Chan Yeon

Min Seok memandangi Chan Yeon, ia mengerti apa yang dipikirkan gadis itu.

“Dengar Chan Yeon-sshi, aku ingin minta maaf padamu” ujar Min Seok

“Huh? Tapi untuk apa?” tanya Chan Yeon heran

“Sebenarnya, aku mendengarkan semua pembicaraanmu dengan Hae Ri. Aku mendengar semua yang dia katakan padamu. Maafkan aku, sebab karena aku, kau jadi diperlakukan seperti itu oleh Hae Ri” kata Min Seok merasa bersalah.

“Ah, kau tidak perlu merasa bersalah Min Seok-sshi.Aku sudah biasa diperlakukan seperti ini.Hanya, aku sempat berpikir bahwa Hae Ri-sshi benar-benar ingin berteman denganku, sehingga aku agak kecewa saat mengetahui yang sebenarnya” jawab Chan Yeon sambil tersenyum.

Min Seok terlihat kesal, ia menghela napas lalu memegang pundak Chan Yeon. “Dengar Chan Yeon-sshi, aku tahu apa yang kau pikirkan. Kau takut pada Hae  Ri kan? Kau tidak perlu takut! Percayalah padaku, selama aku masih ada Park Hae Ri tida akan bisa membuat hidupmu seperti neraka. Lagi pula saat ini aku benar-benar kesal pada gadis itu dan aku tidak tahu apa yang bisa kulakukan padanya jika kau tidak kembali bersamaku ke kelas. Kau percaya padaku kan?” kata Min Seok sambil menatap Chan Yeon tegas

 

Chan Yeon tesentuh mendengar perkataan Min Seok.Baru kali ini ada seseorang yang memperlakukannya sebaik ini.Perkataan Min Seok benar-benar bisa membuat Chan Yeon hatinya tentram. Kini ia bahkan merasa bisa menghadapi badai sekalipun, asalkan ada Min Seok yang akan menemaninya.

“Aku percaya padamu” jawab Chan Yeon sambil tersenyum

“Ya, teruslah percaya padaku.Aku berjanji aku akan melindungimu” kata Min Seok dalam hati, sambil tersenyum lembut pada Chan Yeon.

“Ayo kita kembali ke kelas” ujar Min Seok sambil mengulurkan tangan pada Chan Yeon.

 

***

Tok tok tok

Terdengar suara ketukan di pintu kelas.Kemudian, dua orang murid masuk ke dalam kelas.

 

“Ya! Kalian berdua! Kemana saja kalian?! Pelajaran sudah dimulai lebih dari satu jam yang lalu dan kalian baru kembali sekarang?” bentak sang guru

“Tenanglah Kris seosaengnim, aku baru mengantar Chan Yeon-sshi dari UKS. Tadi aku melihatnya pingsan, dan membawanya ke sana. Karena ia tidak juga sadar, aku khawatir dan memutuskan menungguinya” jawab Min Seok sambil tersenyum manis pada gurunya

“Oh? Apa kau masih sakit Lee Chan Yeon? Kau boleh pulang jika kau tidak kuat melanjutkan pelajaran” ujar guru Seo agak melunak

“Aku sudah tidak apa-apa seosaengnim. Maafkan aku datang terlambat dikelasmu” jawab Chan Yeon

“Oh? Cara bicaramu berubah?Atau ini hanya perasaanku? Kau tidak bicara terbata-bata seperti biasanya… Ah, ini pasti ada hubungannya dengan pingsanmu tadi… Mungkin dulu pita suaramu kusut seperti kaset yang macet, jadi kau bicara terbata-bata… Oh, aku memang pintar” kata Kris seosaengnim memuji teorinya sendiri

Murid-murid yang lain semua tertawa melihat kekonyolan gurunya.

“Ya!Apa yang kalian tertawakan? Jangan tertawa saat pelajaranku! Kalian berdua duduklah segera” ujar Kris seosaengnim

 

Mereka pun berjalan ke tempat duduk masing-masing. Saat melewati meja Hae Ri, Min Seok menatapnya tajam. Membuat Chan Yeon bergidik melihat amarah dimatanya. Hae Ri semakin kesal pada Chan Yeon. Dalam hati dia memaki-maki Chan Yeon.

“Gadis jelek itu lagi?! Kenapa aku selalu kalah darinya?! Apa hebatnya kau?!”

 

***

 

Hari sudah malam.

Di kamarnya Chan Yeon terlihat sedang menulis di buku hariannya.

 

Sejak dulu, aku selalu mengagumi dirinya

Kebaikannya, keramahannya dan ketulusannya

Dia sangat bersinar, seperti matahari

Saat dia ada, sinarnya akan membuat semua orang berpaling padanya

Hari ini, dia membawa cahaya dalam duniaku

Saat aku jatuh dalam gelap, dia datang memanggilku dan menolongku

Tuhan…

Terimakasih sudah memberikan aku rasa percaya

Terimakasih untuk tidak membiarkan aku sendirian

Dan terimakasih, karena telah mengirimkan dia untukku

2 thoughts on “FF: My Fair Boy (2/3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s