FF: Be Jonginie Friend (2/3)

be jonginie friend 2

Judul              : Be Jonginie Friend  part 2

Author           : Onfanllcouple

Main Cast       : Kai

D.O

Suho

Kris

Support cast : Byun Baekhyun

Zhang Yizing/ Lay

Jung Eunwoo (OC)

Genre              : brothership, friendship.

Rating             : PG 14

Length                        : trilogy

Catatan Author : ini ff trilogy pertama author, hehe^^ terus langsung dikirim lagi padahal belum end. Sorry for typho that I spread ini here.  Happy nice read. Please leave your comment^^

“apa maksud mu? Oh, tidak! Jangan! Dia anak manusia!! Baru minggu lalu Byeol mati.Beruntung Areum tidak tau anaknya yang ku berikan kepada mu mati.Sekarang kau ingin membunuh Kai juga?!”

“ssuttt… jangan berteriak!” D.O menjitak kepala Baekhyun. “yang ia butuhkan hanya seorang chingu yang menemaninya di rumah bukan?!” D.O pun tersenyum lebar dengan deretan giginya.

~~~~~===_===~~~~~

 

Entah bagaimanapun kondisi Kai saat ini.Meski sebenarnya bisa dibilang kalau dia tidak seperti Kai yang dikenalnya sejak smp. Tapi begitu matanya melihat Kai menari, ia bahkan tak yakin bisa menutup mulutnya rapat. Baginya sampai kapan pun Kai tetaplah seorang penari yang terhebat dan tak akan pernah bisa ia kalahkan. Tariannya tetap begitu halus, badannya begitu lentur, setiap gerakan yang dibuatnya begitu indah.

Melihat Kai menari selalu mengingatkan Lay akan kenangan sulitnya dimasa lalu. Dimana dia jatuh sakit dan harapan hidupnya menipis disitu juga Kai datang bak malaikat memberi penghiburan untuk nya. Dulu waktu Lay kelas 6 ia menjalani operasi pengambilan amandel. Keadaannya memburuk bahkan ia terbaring koma selama seminggu di rumah sakit. Seharusnya saat itu Lay sudah pergi ke New York sebagai seorang murid beasiswa sekolah musik ternama dunia. Jangankan menyesalinya, membuka mata saja ia merasa sangat bersyukur karena masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk membahagiakan keluarganya.

Lay sedang merenung sendirian duduk dikursi rodanya di taman rumah sakit. Dalam hati ia terus mengeluh pada Tuhan kenapa ia harus terkena penyakit yang akan terus menggangu hidupnya, kenapa ia harus terkena hemophilia? Beasiswanya gugur dan sekarang ia tidak tau apa yang harus ia lakukan untuk masa depannya. Disaat seperti itu lah Kai datang menghampirinya. Kai yang mengenakan seragam pasien juga menyodorkan kotak bekalnya pada Lay sembari tersenyum, membuat Lay ikut tersenyum kikuk.Setelah itu Kai mulai menghiasi hari-harinya. Kai selalu bercerita tentang ke2 hyungnya tetapi Lay hanya bisa diam mendengarkan, mungkin kalau ia bukan anak tunggal ia akan menceritakan hal yang sama seperti yang Kai lakukan.

Dihari terakhir Kai dirumah sakit, Lay menangis diruangannya karena sebentar lagi ia kehilangan seorang chingu yang selalu ada untuknya. Sebelum berangkat pulang bersama keluarga nya, Kai menyempatkan diri mengunjungi Lay. Begitu masuk kedalam ruangan Lay, Kai hanya diam didekat pintu menunggu Lay memperhatikannya. Setelah Lay menyadari kehadiran Kai.Namja berkulit gelap itu mengunci pintunya dan menyalakan mp3 dari handphonenya. Lay membulatkan matanya seketika saat mendengarkan dentingan piano itu merambat ke telinganya. Sebuah alunan Mozart yang dimix dengan alunan Yiruma dan variasi tambahan yang diciptakan Lay sendiri.

“kau tak pernah mengatakan pada ku kalau ternyata kau seorang pianist muda berbakat. Aku baru diberitau Kris hyung kemarin.”

Kai mempoudkan bibirnya lalu menundukkan kepalanya menatap lantai. Lay panik ia pikir Kai kesakitan tapi saat Lay hendak beranjak dari ranjangnya. Kai mengangkat kepalanya dan mulai menggerakkan badannya, mengayunkan tangannya keudara, berputar-putar, Kai menari mengikuti alunan musik.Tubuhnya begitu sempurna menyatu dengan musik menciptakan sebuah tarian yang begitu indah.Baru pertama kali Lay menonton pertunjukkan ballet yang dilakukan seorang namja.Ia tidak tau kalau seorang namja bisa menari ballet selama ini. Setelah Kai menari Lay bertepuk tangan senang dan tetap tak bersuara.

“jesonghabnida kalau selama ini aku selalu mengganggu mu. Aku ingin sekali bisa terus berteman dengan mu.Aku ingin sekali meninggalkan no. telp dan alamat rumah ku. Tapi omma dan Kris hyung melarang ku menemui mu. Kata mereka kau tidak menyukai ku karena kau tak pernah mengatakan atau menulis apapun pada ku.Jalan satu2nya yang diberikan Suho hyung, kau bisa mengunjungi ku ke studio tempat ku belajar menari seperti tadi. Kau tau kan studio tari yang ada sebelum perampatan didekat rumah sakit ini. Aku akan menunggu mu disitu….”

“-Jongin cepat!!” potong teriakan seseorang dari luar pintu

“apa kau sama sekali tidak ingin mengucapkan perpisahan pada ku?”

Mata Kai terus menatap Lay berharap namja itu akan membuka mulutnya, walau hanya untuk mengatakan annyeong. Akhirnya Kai pasrah dan membuka pintu. Begitu dibuka Kris langsung menerobos masuk memeluk magnaenya itu dengan satu tangan kanannya, membungkuk pada Lay.

“jesonghabnida. Uri magnae pasti selalu mengganggu ya. Sekarang kau bisa tenang karena kami akan membawanya pulang. Kamsamita untuk waktu yang kau habiskan untuk dongsaeng ku.Sekali lagi jesonghabnida untuk perilaku uri magnae.”

Kris langsung menarik tangan magnaenya itu dan membawanya bersamanya keluar dari ruangan Lay. Setelah Lay pulih dan boleh pulang Lay langsung mengunjungi Kai ke studio tari. Disitu Lay baru bisa menceritakan kalau sebenarnya ia tidak bisa bicara karena tenggorokkannya baru dioperasi.Saat itu ia juga tidak bisa menulis hangul. Ia dan orang tuanya baru pindah 6 bulan ke Seoul jadi dia masih asing dengan hangul.

Semenjak itu Kai menunjukkan kalau Lay mempunyai bakat dalam menari. Kalauia merasa sedih dengan piano karena masa lalunya, Kai berjanji akan ada disampingnya mengajarinya menari untuk masa depannya. Bagi Lay sampai saat ini meski Kai telah berubah, baginya Kai tetap menepatinya janjinya. Meski Kai sendiri sudah tak mengingat janjinya sehingga ia tidak bisa selalu ada lagi untuk Lay seperti dulu. Meski kini keadaan telah berbalik.Mungkin memang ini saatnya Lay membayar semua kebaikan yang telah Kai lakukan untuknya.

“jadi bagaimana menurut Lay? Apa hari ini Jongin menari dengan baik?” tanya Kai yang langsung berlari menghampiri chingunya sehabis menari.

“tentu saja. Kau yang terrrbaik!!” Lay mengacungkan kedua jempolnya tidak lupa dengan lesung pipitnya.

“wahh,,, yang tadi itu keren sekali.” Suho menghampiri mereka sambil bertepuk tangan.

“tentu saja, Lay yang mengajari ku. Jadi tariannya bagus, ya,kan!!”

“kalau begitu apa sekarang kita bisa pulang. Jongin ingat kata Huang euisa Jongin tidak boleh terlalu cape nanti sakit lagi.Sebentar lagi waktunya makan malam, jadi kita harus cepat sampai rumah.” ajak Suho sambil menyiapkan jaket Jongin.

“Suho hyung.Apa hyung membawa obat Jongin? Bagaimana kalau malam ini ia menginap dirumah ku?”

“kau yakin apa itu tidak akan merepotkan mu?”

“Suho hyung, Jongin janji tidak akan merepotkan Lay. Jongin bisa makan sendiri,lalu Jongin akan tidur bersama Lay malam ini. Boleh ya?!”

“memang Jongin tidak ingin tidur bersama hyung?”

“hmmm…” Kai hanya diam sambil memutar bola matanya. Lay hanya bisa tertawa melihat tingkah chingunya itu.

“terserah Jongin saja. Asal Jongin senang dan tidak sakit. Ok!” Suho mengelus rambut dongsaengnya itu lembut, sementara sang dongsaeng mengangguk-anggukkan kepalanya.

~~~~~===_===~~~~~

 

Tting..ttong…

Suho yang sudah berpakaian rapih pagi ini berjalan membuka pintu rumahnya.

“annyeong haseo Suho-sshi” sapa namja yang memencet bel

“oh, annyeong haseo Kyungsoo-sshi” sambut Suho dan mengajaknya masuk.

“aku berikan satu kesempatan lagi untuk mu. Kau yakin mau melakukannya?Masalah nya Jongin benar-benar bertingkah seperti anak-anak.Kau masih mau mencoba?”

“tentu saja. Itulah mengapa aku datang kemari.”Kata Kyungsoo sambil tersenyum.

Suho membawa Kyungsoo menuju sebuah kamar dan menyuruhnya untuk menunggu di luar sementara ia masuk. Beberapa menit kemudian Suho keluar sambil memegang tangan Jongin.Berbeda dengan Suho yang sudah rapih, Jongin masih mengenakan piyamanya.Jongin mengucek matanya sambil menguap seenaknya, persis seperti anak kecil yang baru dipaksa bangun.

“Jongin, kenalkan ini Do Kyungsoo. Mulai sekarang ia akan menjadi chingu mu. Dia akan selalu menemani mu sampai hyung pulang kerja. Jadi Jongin tidak kesepian lagi.”

“hyung.. apa dia manusia? Lihat matanya besar sekali, aku takut.Sepertinya dia akan memakan ku saat hyung pergi.” Jongin memang berbicara menggunakan tangannya ke telinga Suho tapi suaranya sama sekali tidak ia pelankan. Namja bermata besar itu hanya bisa menahan emosinya dan tetap tersenyum.

“Jongin.Aku ini manusia. Mulai sekarang aku akan menemani mu. Kita akan bersenang-senang bersama.”Kyungsoo mengangkat tangan kanannya menunggu Jongin menepuk tangannya.

“kita akan menonton pororo?” tanya Jongin yang mulai keluar dari balik punggung hyungnya. Suho hanya bisa tertawa melihat tingkah dongsaengnya itu.

“tentu saja!” Kyungsoo berusaha seramah mungkin dan akhirnya Jongin bersorak gembira dan menepuk tangan kanannya dengan tangan kanan Kyungsoo yang sudah diangkatnya dari tadi.

“baiklah. Sekarang hyung pergi kerja.Kyungsoo jangan lupa beri Jongin makan dan obatnya tidak boleh terlambat.Kalau ada sesuatu langsung telpon aku.Mengerti!!”

Kyungsoo menutup pintu dan merangkul Jongin masuk kedalam.

“apa Jongin mau makan spagetthi?”

“ne, Jongin sangat suka spagetthi. Tapi Suho hyung melarang Jongin sering-sering makan spagetthi.Apa lagi sarapan. Jongin tidak pernah sarapan dengan spagetthi. Kata Suho hyung, spagetthi, ramyun dan makanan lain yang memiliki pengawet tidak baik untuk otak Jongin. Jadi Jongin senang sekali kalau Suho hyung masak spagetthi.Jongin juga senang kalau Kyungsoo memasakan spagetthi untuk Jongin.”

“kau” Kyungsoo berhenti sejenak lalu benar-benar memperhatikan Jongin. Ia baru menyadari motif piyama pororo yang Jongin pakai saat ini. “benar-benar seperti anak kecil.” Lanjutnya.

“tentu saja Jongin masih kecil. Tapi sebentar lagi Jongin akan menjadi besar. Karna sebentar lagi Jongin akan ulang tahun yang ke-5!” dengan bangga Jongin menunjukkan kelima jari kanannya.

“memang kapan Jongin ulang tahun?”

“14 Januari” Kata Jongin sambil mengingat-ingat.

“itu kan masih lama. Masih tahun depan, beberapa bulan lagi.”

“tapi kata Suho hyung waktu yang Suho hyung habiskan bersama Jongin itu terlalu singkat bagi Suho hyung.”

“baiklah kalau begitu kita sarapan roti dan susu saja ya.”

“hmm,, jadi tidak jadi spagetthi nya?”

“kan, biar Jongin sehat.”

“huuhhh..” Jongin mendengus kesal lalu mempoudkan bibirnya. “harusnya Jongin tidak bilang apapun!” gerutunya sendiri. Kyungsoo tersenyum simpul melihatnya lalu mengusap rambut kepala namja itu lembut.

~~~~~===_===~~~~~

 

Baekhyun melirik jam dingding kamarnya, jarum panjangnya menunjuk angka 10 sedangkan jarum pendeknya hampir menuju angka 6.

“tumben kau masih disini.” Gumamnya pada Kyungsoo yang masih sibuk berkutat dengan tugasnya.

“kau tidak lihat tugas ku masih menumpuk.” Kyungsoo hanya menoleh kebelakang sekilas dan lanjut menulis.

“baiklah. Bagaimana keadaan Jongin?Sejauh ini aku belum mendengar hal buruk yang terjadi pada Jongin dari hyung ku. Jadi aku akan mengucapkan selamat pada mu. Akhirnya ada satu hal didunia ini yang bisa kau urus dengan baik.”

“aku juga kaget.” Kyungsoo langsung memutar badannya menghadap Baekhyun. “aku pikir itu akan sangat sulit. Dia benar-benar seperti anak kecil hanya saja badannya lebih besar dari ku.Dia dongsaeng yang sangat baik dan patuh.Pantas Suho sunbae sangat menyayanginya.Aku juga ingin punya dongsaeng seperti dia. Pasti akan sangat membahagiakan, entah bagaimana bisa Kris sunbae seperti itu pada Jongin.”

“lalu apa saja yang kau lakukan bersamanya?”

“aku belajar memasak masakan yang sehat untuk nya. Lalu aku kembali menonton kartun, kau masih ingat pororo?Sampai sekarang kartun itu masih ada rupanya. Dia akan mengajak ku bermain bola. Dia memaksa ku mendengar ceritanya yang membingungkan.Tapi terkadang aku juga jadi ikut curhat dan kau pasti tak percaya.Meskipun dia bertingkah seperti anak-anak tapi aku rasa tidak dengan hatinya. Dia mengerti apa yang ku ceritakan, bahkan dia sering memberikan saran pada ku. Jujur meski keadaannya seperti itu, ia seperti seorang chingu untuk ku , sama seperti mu. Waktu terasa begitu singkat bersamanya.”

“sungguh? Berarti tidak sulit merawatnya.”

“ya,,, bisa dibilang begitu. Kalau aku sedang punya tugas yang banyak aku tinggal mengantarnya ke Exo kinder garden. Dia akan bertemu chingunya Sehun disana. Lalu aku bisa mengerjakan tugas dengan tenang dan menjemputnya setelah selesai.”Jawab Kyungsoo santai dengan senyumnya.Lalu tiba-tiba Kyunsoo teringat sesuatu.“Omo!!”Kyungsoo membulatkan matanya penuh, menatap Baekhyun seakan-akan ingin memakannya.

“apa yang terjadi? Jangan bilang kau lupa sesuatu! oh… tidak!! Kau tetap gagal juga kali ini?!aku harus menarik ucapan selamat ku??!”

“berdoalah untuk ku.” Kyungsoo langsung pergi setelah mengambil jaket dan mengalungkan tasnya.

~~~~~===_===~~~~~

 

Kyungsoo panik begitu dilihatnya sekolah itu gelap.Kyungsoo sudah berdiri didepan gerbangnya dan tak menemukan siapapun disana.Bahkan satpam pun tidak ada. Kyungsoo mengambil hpnya dan tak mendapat sms atau miss call dari siapapun. Mungkinkah Jongin masih belum pulang ke rumahnya? Pikir Kyungsoo.

Kyungsoo melirik ketaman depan tk. Matanya berhasil menemukan seorang namja yang sedang meringkuk kedinginan dibangku taman depan sekolah itu. Kyungsoo berjalan mendekati namja itu lalu menepuk bahunya.

“Kyungsoo!”

“Jongin!Syukurlah kau masih disini.”

“aku ingin menunggu mu disana. Tapi pak satpam terus saja memaksa ku untuk pergi.Jadi aku bersembunyi disini.Kau pasti kesusahan mencari ku.”

“tidak Jonginie. Aku yang salah.Sekarang kita harus cepat pulang.Kau pasti lapar.”Kyungsoo merangkul Jongin membawanya pulang.

~~~~~===_===~~~~~

 

“jadi makan sore kali ini spagetthi?” Jongin tersenyum senang melihat seporsi spagetthi yang berada didepannya sekarang.

“untuk kali ini aku memasakan spagetthi kimchi sebagai permintaan maaf ku karena telat menjemput mu tadi. Aku banyak tugas soalnya.”

“ok. Permintaan maaf diterima, tapi ini rahasia.Jangan sampai Suho hyung tau aku makan spagetthi.Araseo!”

“ne.”

Selesai makan dan minum obat, Kai masih punya waktu bermain bersama Kyungsoo sampai Suho pulang. Tapi malam ini Kyungsoo lebih memilih mendiamkan Jongin dan fokus pada tugasnya yang belum ia selesaikan.

“apa itu?” Jongin melirik tugas Kyungsoo

“ini tugas ku Jongin.” Jawab Kyungsoo tanpa mengalihkan matanya dari buku. Lalu Kyungsoo tiba-tiba teringat sesuatu, ia langsung melirik Jongin sambil tersenyum manis. “Jongin.Bukankah kau anak pintar?”

“iya. Kata Suho hyung aku anak yang pintar.Aku sudah bisa membaca dan menghitung sampai 100.Makanya aku tak perlu sekolah.”

“kalau begitu bantu aku mengerjakan tugas. Sini!”Kyungsoo memperlihatkan tugasnya pada Jongin.

“apa ini? kok banyak sekali angkanya. Jari Jongin hanya ada 20, bagaimana cara menghitungnya? Terus kenapa angka nolnya kecil sekali ada garis miringnya lagi, terus nol kecilnya kok diatas?” Jongin mengeryitkan dahinya begitu ia melihat isi buku Kyungsoo.

“ternyata.. aku tidak bisa mengandalkan mu.” Gumam Kyungsoo pasrah lalu merebut bukunya dari Jongin.

“apa karena ini Kyungsoo tidak mau main sama Jongin?”

“bukannya tidak mau Jongin. Tapi sedang tidak bisa.”

“oh…” Jongin menganggukkan kepalanya mengerti.“Kyungsoo bisa buatkan Jongin susu. Jongin ingin minum susu.” Pinta Jongin manja.

~~~~~===_===~~~~~

 

“annyeong Baekhyunnie^^” sapa Kyungsoo ramah pada Baekhyun yang sudah menunggu dari tadi di taman universitas mereka.

“ada apa? Tak biasanya kau seceria ini sehabis mata kuliah Lee songsaengnim yang kau bilang lebih jahat dari pada Lucifer.”

“oh,, tidak lagi sekarang. Dia memperlakukan ku sangat baik.”Kyungsoo memberikan buku tugasnya pada Baekhyun.

“wah,,, bagaimana bisa kau mendapat A+++? Kau bahkan mengerjakannya sampai 5 lembar dan sangat rapih.Tunggu, tulisan nya. Ini bukan tulisan mu kan!”

“heuh.. kau tau saja!” Kyungsoo mendesah kesal. “kemarin tugas ku hilang dan ku pikir aku akan diusir oleh Lee songsaengnim karena tidak mengumpulkan tugas. Jam setengah 10 tiba-tiba aku ditelpon oleh Suho sunbae. Ternyata Jongin yang menyembunyikan buku ku. Lalu ia memberikannya pada Suho sunbae, dia meminta Suho sunbae mengerjakan tugas ku. Suho sunbae bilang lain kali aku bisa meminta bantuannya langsung. Ia dengan senang hati mengajari ku tanpa bayaran. Ia bahkan menelpon Lee sonsaengnim untuk membantu ku. Makanya hari ini Lee songsaengnim sangat baik pada ku.” Wajah Kyungsoo semakin berseri-seri

“heuh… kenapa Minseok hyung tidak pernah melakukan yang seperti itu untuk ku.” Baekhyun mencibir kesal.

“hahaha!!!” Kyungsoo menertawai nasib chingunya yang malang itu.

~~~~~===_===~~~~~

 

Kini bagi Kyungsoo rumah keluarga Kim itu sudah diasing lagi.Setelah cukup lama menghabiskan waktu mengurus Jongin.Rumah itu bagaikan rumah ketiga baginya setelah rumah Baekhyun.Dengan mudah nya Kyungsoo menekan beberapa tombol dan masuk kedalam rumah keluarga Kim. Tadi ia keluar sebentar menemani Baekhyun selagi Jongin tidur siang. Sore ini saat ia kembali, ia mendengar suara keributan dari lantai atas. Ada suara teriakan dan suara tangis Jongin.

“lihatlah diri mu! Kau tinggi hampir seperti ku. Badan mu besar, kau juga punya jakun di leher mu! Berhentilah bertingkah seperti kau masih anak-anak! Umur mu 18 tahun sekarang!!”

Kris mengangkat paksa wajah Jongin kearah kaca yang ada didepan mereka.Jongin hanya bisa menangis saat disentak Kris.

“tapi,, tapi Suho hyung tidak pernah marah..hiks..hiks…”

“hentikan!! HENTIKAN KATA KU!!” Kris mendorong Jongin sampai terjatuh ke lantai. “sudah ku bilang berapa kali KAU BUKAN ANAK-ANAK!! Hentikan tingkah mu yang menjijikan itu!! kau bukan magnae ku! Magnae ku adalah orang yang bersikap sesuai umurnya, orang yang selalu perfect dalam segala hal.Seorang magnae yang bisa ku banggakan pada semua chingu ku.Bukan orang idiot seperti mu!!”

“hyung… hiks.. Kris hyung..tapi Suho hyung bilang Kris hyung juga hyung ku.. hiks.. aku magnae mu. Bilang pada Jongin, apa yang harus Jongin lakukan agar hyung tidak marah lagi?”

“sudah ku bilang jangan seperti anak kecil!!” begitu Kris hendak mendorong Jongin lagi Kyungsoo datang menarik Jongin lebih dulu.

“KAU!”

“maafkan tindakan ku. Tapi menurut ku bukan begitu caranya memperlakukan dongsaeng mu yang tidak mengerti apa-apa tentang kondisinya, Kris-sshi.Apa salah jika ia ingin diperhatikan oleh hyungnya sendiri? Salahkah ia ingin meminta bantuan mu? Bukankah kau dulu sangat menyayanginya?”Kyungsoo merangkul Jongin menepuk-nepuk tengkuknya. “harusnya kau malu Kris-sshi. Bagaimana bisa Suho sunbae lebih mempercayakan Jongin pada ku ketimbang kau, hyung kandungnya?! Aku memang tidak paham betul apa yang diderita Jongin saat ini. Tapi kenyataan yang ku tau pasti sebelum atau sesudah kecelakaan itu terjadi tidak akan pernah mengubah ikatan darah kalian. Selamanya Kim Jongin tetaplah Kim Jongin dongsaengnya Kim Yifan dan Kim Suho, itu tidak akan berubah sampai kapanpun! Seharusnya kau bisa lebih mengasihi dan memahaminya. Bukankah dulu saat ia kecil kau yang merawatnya? Anggaplah ini bonus dari Tuhan, kau bisa mengulang masa-masa lucunya saat ia masih anak-anak. Dari mata mu terlihat kau masih sangat menyayangi Jongin.Aku harap kau bisa berubah.”

Kyungsoo membawa Jongin pergi dari hadapan Kris.Mereka masuk ke kamar Jongin.Kyungsoo mengeluarkan laptopnya dan memutar sebuah video.

“haha!! Lucu sekali minionnya..” kini Jongin kembali tertawa, Kyungsoo ikut senang melihatnya. Kyungsoo meninggalkan Jongin sebentar lalu kembali dengan lap basah ditangannya.Pelan-pelan Kyungsoo membasuh wajah Jongin yang basah sehabis menangis.Jongin sedikit merengek kesakitan ketika Kyungsoo membasuh matanya yang bengkak. “banana. Banana.bananaaaaa…. Poteto naaa….. bananaa…. Puppariddo..ppuppalapa…” Jongin ikut bernyanyi ala minion.

Setelah selesai menonton Kyungsoo mengajak Jongin makan tapi Jongin menolak ia bertanya pada Kyungsoo.

“apa aku memang anak besar? Tapi kata Suho hyung Jongin besar saat umur 5 tahun.”

“ehm,, jangan pikirkan omongan Kris-sshi!”

“apa yang harus Jongin lakukan agar Kris hyung tidak marah lagi?”

“sebenarnya tidak semua orang dewasa menyukai anak-anak, seperti Kris hyung mu. Mungkin kalau Jongin tidak bersikap manja, bicaranya lebih jelas dan teratur.Gunakan bahasa formal.Kris-sshi akan mau menjadi hyung Jongin lagi.”

“jadi Kris hyung nanti mau bermain basket bersama Jongin kalau Jongin melakukannya? Kyungsoo yakin?”

“tentu saja.”

Sementara itu tanpa mereka ketahui Kris diam-diam mengintip dari sudut pintu.Ia ingin sekali merangkul Jongin dan minta maaf padanya karena telah berlaku kasar. Tapi rasa bersalah yang amat besar itu kembali muncul. Alasan ia bersikap buruk pada Jongin selama ini bukan karena ia tak bisa menerima sikap Jongin yang seperti anak-anak hanya saja tingkah itu selalu mengingatkannya kembali, bahwa dialah penyebab utamanya. Kenapa harus Jongin yang menerima efeknya? Kenapa tidak ia lakukan sendiri?

“maafkan aku Jonginie” hanya bisikan kecil itu yang bisa Kris sampaikan dari tempatnya.

~~~~~===_===~~~~~

 

Kris berhasil membawa Jongin pergi tengah malam ini menuju sebuah bar mewah di Seoul.Begitu masuk Jongin langsung terperangah melihat cahaya lampu kelap-kelip dimana-mana, juga music dj yang begitu keras, banyak orang yang berdansa.Jongin senang berada ditempat itu, menurutnya bar sangatlah menyenangkan. Kris merasa beruntung ia pikirtidak ada orang yang mengenalnya berkunjung malam ini. Kris membawa Jongin duduk di bangku depan bartender. Kebetulan ada Luhan bartender favoritnya.Dalam beberapa menit langsung berjejer 2 gelas minuman untuk Kris dan Jongin.

“kau mengingatnya?”

“aku tidak mungkin melupakan pesanan pelanggan istimewa ku. Lagi pula kau sudah membayar tepat 1 tahun yang lalu untuknya.Jadi dia dongsaeng istimewa mu.Karena kau aku harus berjuang mendapatkan soju istimewa ini langsung dari rumah produksinya.”

“xie xie Xi Luhan.”

Luhan pun kembali membuat minuman untuk pelanggan lainnya. Kris menyuruh Jongin untuk meminumnya dan ia mengelus rambut Jongin lembut.

“ahk,,, minuman apa ini hyung? rasanya pahit dan baunya menyengat.”

Tapi Jongin terus meminumnya sampai habis.Jongin yang mulai mabuk berjalan menuju lantai dansa dan menari mengikuti alunan musik.Dari jauh Kris tetap memperhatikan magnaenya takut terjadi apa-apa.Ia sendiri sebenarnya bingung apa yang ia lakukan ini salah? Yang ia inginkan hanya menepati janjinya, itu saja tidak lebih. Tanpa ia sadari seorang namja tinggi yang berambut hitam yang juga sedang minum bersama seorang yeoja tengah memperhatikannya.

~~~~~===_===~~~~~

 

Suho langsung masuk ke kamar Kris begitu ia selesai mengganti pakaian Jongin dan merapikan tidur dongsaengnya itu.

“apa yang hyung lakukan? Kenapa Jongin mabuk?”

“aku hanya merayakan ulang tahunnya yang ke-19 tepat pada jam 12 malam dan menepati janji ku untuk menemaninya minum minuman pertamanya. Itu saja!”

Jongin terbangun mendengar pertengkaran Suho dan Kris.Meskipun kepalanya masih terasa berat, Jongin memaksakan dirinya untuk beranjak dari ranjangnya.

~~~~~===_===~~~~~

 

Entah sudah berapa jauh ia berjalan dari rumahnya. Langit masih gelap dan namja itu tetap melangkahkan kakinya menuju suatu tempat yang ia sendiri tidak tau arahnya. Kinikakinya sudah lelah.Namja itu menyerah dan terduduk begitu saja disela-sela jalan. Kesadarannya mulai kembali menyadarkannya akan sesuatu. Ia melihat kesekeliling yang begitu sepi. Namja itu mulai bertanya dimana ia sekarang? Kemana hyungnya?Ia sadar, ia hanya sendirian. Hujan tiba-tiba turun sangat deras dini hari ini dan berhasil menyiram seluruh tubuhnya.Ia hanya bisa meringkuk memeluk kakinya sambil menggigil kedinginan, mulutnya terus memanggil orang-orang terdekatnya. Tapi nyatanya tak ada satupun yang datang menghampirinya.Ketika hujan mulai reda, sepasang kaki panjang berjalan mendekatinya.Namja itu mengangkat kepalanya keatas menatap sosok pemilik sepasang kaki panjang itu.

“kau Kim Jongin bukan? Dongsaengnya Kim Yifan?!”

 

 

Tbc..

20 thoughts on “FF: Be Jonginie Friend (2/3)

  1. Byul berkata:

    Kyungsoo lembut banget yaaa…🙂

    Itu yg alenia terakhir maksud nya ape? Gak ngerti deh thor :3

    jongin terbangun mendengar pertengkaran Suho dan Kris.Meskipun kepalanya masih terasa berat,Jongin memaksakan dirinya untuk untuk beranjak dari ranjangnya.

    Alenia atas sm bawah kok kaga nyambung thor :3 Kan jadi gak dapet Feel nya!

    #Author: Ahhhh banyak bacot luu
    *Bacok_Leher_Readers_Sok_Tau

    Hehe mian thor ._.v

    • onfanllcouple berkata:

      gini. Kan Jonginnya masih mabuk waktu pulang bareng Kris.Jadi dia nya masih pusing waktu denger pertengkaran Suho sama Kris. Gitu…
      thanks udh mw baca.. kalau masih belum ngerti tnyain lagi ya..

  2. Han Seul Byul berkata:

    tunggu thor, aku mau nanya dulu..
    maksudnya dari percakapan ini apa ye thor?? :
    “apa maksud mu? Oh, tidak! Jangan! Dia anak manusia!! Baru minggu lalu Byeol mati.Beruntung Areum tidak tau anaknya yang ku berikan kepada mu mati.Sekarang kau ingin membunuh Kai juga?!”

    “ssuttt… jangan berteriak!” D.O menjitak kepala Baekhyun. “yang ia butuhkan hanya seorang chingu yang menemaninya di rumah bukan?!” D.O pun tersenyum lebar dengan deretan giginya.

    maksudnya kyungsoo pernah ngebunuh anak org gtu???
    atau gmana????

    agak kurang ngerti tp aku suka cerita nya..
    aku suka pas moment kaisoo nya.. hahahaha~ *kumat*

  3. phiwzz berkata:

    Yampun.. Suho n Kris udah kaya eomma n appa nya Jongin, hehehe
    Brarti next chap udah ending donk ya??
    Beneran ceritanya Jongin bakal meninggal klo dia udah dapet ingatannya lagi??
    Yaahh.. Klo ending nya rada gantung, minta sequel ya!!!
    Eh tp klo ga gantung juga tetep minta sequel nya! Hahahaha

  4. @DindaSalbil berkata:

    ff keren thor.. baru nemu yang kaya gini.. beda dari yang lain..!!

    jonginnya itu kasian banget:” nangis sumpah thor.. terharuuuuu….. huwee..

    ini tuh cuma 3 part ya thor?-,- meskipun tiap partnya panjang.. tapi panjangin lagi dong thoorrr…. ato ngga bikin sequel ya!!! harus itu!!

    btw reders baru nih thor.. /trus?/ salam kenal aj..~

    pokoknya harus segera di post kelanjutannya!! lanjut lanjut lanjuuuut!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s