FF : The Lords of Legend (Chapter 8)

The Lords of Legend

Tittle : The Lords of Legend

Author : Oh Mi Ja

Genre : Fantasy, Action, Friendship, Comedy

Cast : All member EXO

Desclimer : Cerita ini mengandung istilah dari beberapa mitologi kuno. Cerita ini murni fiksi dan tidak pernah terjadi sebelumnya. Jika masih bingung dengan istilahnya, silakan liat teaser ^^

https://koreadansaya.wordpress.com/2013/05/26/teaser-2/

Annyeong haseo, Author cuma mau bilang buat yang ngirim FF maaf kalo lama banget baru dipublish. Author sibuk banget dan jarang on. Tapi, FF yg udh dikirim pasti dipublish kok. Buat yang FFnya kelewatan/ ngga di publish, boleh komplain (?) ke twitter @koreadansaya atau twitter author @ohmijass. Gomawo^^

Han-Gan Park, Seoul, South Korea, 17.00 KST

Kai, Chanyeol, D.O dan Baekhyun seketika berpencar mengelilingi taman sungai Han bersamaan dengan getaran di pergelangan tangan mereka. Seketika, menajamkan fokus tatapan mata demi mendapatkan tanda-tanda kehadiran dewa Ares.

Chanyeol yang termasuk ke dalam dewa bodoh bahkan berubah menjadi serius sesaat setelah mendengar perintah D.O. Bagaimanapun, dia harus ikut membantu demi negeri langit dan tidak membiarkan kaum Jotun menghancurkan negerinya itu.

Mereka terus mencari. Menelusuri setiap sudut, bahkan Kai membeli tiket untuk naik keatas kapal feri dan mencari dewa Ares disana. Jangkauan 500 meter adalah jangkauan yang lumayan luas, dimana banyak orang-orang yang mencakup didalamnya. Hanya saja yang ia tau, dewa Ares adalah seorang murid SMU yang berpenampilan hampir sama dengannya. Hanya itu.

Saat kapal feri sudah bersandar dan menghentikan perjalanannya, Kai melompat keluar karena tidak menemukan apapun disana. Kembali bergabung dengan teman-temannya yang masih mencari disekitar taman.

D.O juga begitu, wajahnya yang serius terlihat semakin serius saat ia sedang fokus mencari. Matanya yang bulat terus menyapu permukaan taman, hingga akhirnya berhenti di satu sosok anak laki-laki. Yah…dia…seorang anak laki-laki yang tidak dikenalnya namun diketahui sebagai murid SMU Yonsei.

“D.O, kau mendapatkannya?”tanya Chanyeol menghampiri D.O bersama dengan Kai dan Baekhyun juga.

D.O tidak menjawab, membuat ketiganya mengikuti arah pandangan dewa paling dingin itu. Seketika mata mereka terbelalak lebar.

“Jangan-jangan dia…”seru Baekhyun tidak menggantung kalimatnya

“Bukankah dia Ilhoon?”ujar Kai dan Chanyeol bersamaan.

“Dia adalah teman sekelas kalian, kan?”tanya D.O menoleh sekilas kearah Kai dan Chanyeol

Keduanya sama-sama mengangguk, “dia duduk didepanku”

“Meja kami bersebelahan”sahut Chanyeol

Baekhyun terperangah, “T-tunggu…bukankah dewa Ares adalah orang yang bersekolah di sekolah yang sama dengan kita?”

Chanyeol dan Kai mengangguk.

“Dan di taman ini, kita hanya menemukannya sebagai murid Yonsei, kan? Tidak ada siapapun lagi”

Keduanya mengangguk lagi.

“Dia dewa Ares!”jerit Kai begitu tersadar

“Ayo, kita hampiri dan ceritakan semuanya!”

“Tunggu, Chanyeol!”cegah D.O mengulurkan tangannya dan menahan lengan Chanyeol. Chanyeol menoleh dengan kening berkerut.

“Kenapa? Kita sudah menemukannya, D.O. Kita harus membawanya kepada Odin dan Zeus

Mata bulat D.O memandang wajah Chanyeol, “kita harus memastikan terlebih dahulu apakah dia benar-benar dewa Ares atau bukan. Kita harus memeriksa pergelangan tangannya”

“Kalau begitu ayo kita periksa”

“Aku bilang jangan!”

“Akh!” Chanyeol seketika termundur ke belakang saat tangan D.O menyambar lengannya sekali lagi disertai dengan hentakan yang cukup keras. Ia mendelik. “Kau tidak perlu menggunakan kekuatanmu, kan?”rutuknya kesal

“D.O, kenapa kita tidak memeriksanya sekarang? Kita sudah menegtahui siapa dewa Ares”sahut Baekhyun bingung

“Disini bukan tempat yang tepat. Lagipula aku lebih percaya jika Odin dan Zeus yang memeriksanya daripada kita. Sebaiknya, sekarang kita pulang dan beritahukan hal ini pada yang lain”

“D.O, tapi…”

“Sudahlah. Kita ikuti saja apa maunya. Ayo pulang” Kai menghentikan kebingungan Baekhyun dan menyeret lengannya mengikuti langkah D.O yang sudah lebih dulu. Sedangkan Chanyeol, bersungut-sungut berjalan dibelakang mereka.

Disisi lain, Ilhoon berjalan pelan menghampiri seseorang yang sedang memakai kostum panda dan membagikan balon pada para pengunjung walaupun hari sudah beranjak semakin gelap. Ia mengulurkan tangan, menepuk sebelah pundak membuat panda itu menoleh.

“Ilhoon?”serunya terdengar pelan karena teredam oleh tebalnya kostum

“Ayo istirahat sebentar. Aku membawa ddokbukkie dan sundae untukmu”

“Oke”

Keduanya berjalan beriringan menuju salah satu kursi yang ada dibawah pohon. Lagi-lagi harus memilih kursi yang berada paling pojok agar tidak ada satupun yang melihat wajah asli panda pembagi balon.

“Kau benar-benar datang”seru Sehun tersenyum lebar

Ilhoon mengangguk, membuat kacamatanya sedikit turun. “Aku bosan berada di rumah, jadi aku kesini untuk menemanimu. Bagaimana perkerjaanmu?”

“Tentu saja berjalan lancar. Jam berapa ini? Aku bahkan tidak sadar jika hari sudah mulai gelap”

Ilhoon menghentikan aktivitasnya membuka plastik pembungkus ddokbukkie lalu melirik sekilas kearah arloji yang ada dipergelangan tangannya.

“Jam tujuh tiga puluh. Masih beberapa jam lagi sebelum jam dua belas malam. Mau ku bantu?”

Sehun menggeleng, “tidak perlu. Aku akan menyelesaikannya. Lagipula mana mungkin anak orang kaya sepertimu bisa tahan bekerja. Jika kau sakit, ayahmu dan ibumu akan memarahiku”

“Hey hey, apa aku selemah itu? Hanya membagikan balon, tentu saja aku bisa. Aku adalah pemain sepak bola, staminaku pasti sangat bagus”

Sehun terkekeh geli, “sudahlah. Tidak perlu. Keundae, terima kasih atas makanannya. Kebetulan aku sangat lapar”

***___***

Sangji Ritzvil Caelum Apartemen, Gangnam-gu, Seoul, 20.00 KST

“ODIIIIN!!! ZEUUUUS!!”

“Uhukk…uhukk…!” Kris seketika tersedak makanannya begitu mendengar suara bass Chanyeol disusul dengan suara derapan langkahnya yang terdengar tergesa-gesa.

“Jangan makan terburu-buru, Zeus”seru Xiumin yang kebetulan duduk disampingnya, membantu memukul-mukul punggung belakang Kris.

“Aku makan dengan baik tapi suaranya yang mengganggu acara makanku!”rutuk Kris kesal sambil menunjuk Chanyeol

Semuanya menoleh bersamaan, menatap Chanyeol dan yang lain dengan pandangan bingung.

“Ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu?”tanya Luhan tanpa mengalihkan pandangannya dari makanan yang terhidang didepannya.

Chanyeol menelan ludah sebelum bicara, matanya yang bulat semakin membulat lebar dan membuat wajahnya semakin terlihat lucu.

“Dewa Ares…”serunya terputus. “Kami menemukan dewa Ares!”

Detik itu juga, fokus dewa lain yang awalnya pada makanan berubah menjadi kearah Chanyeol. Semuanya memandang Chanyeol dengan mata terbelalak.

“DEWA ARES?!!!”

Loki, kau yakin?”sahut Suho tak percaya dan langsung berdiri disamping Chanyeol

“Kami juga melihatnya”sahut Kai yang juga muncul bersama Baekhyun dan D.O

Tidak hanya Suho, semua dewa seketika meninggalkan makanan mereka dan mengerubuti Chanyeol, “Dimana?”

“Di taman sungai Han. Ternyata dia adalah teman sekelasku dan Kai”

Chen tersentak, “teman sekelas kita?’

“Jung Ilhoon. Seseorang yang duduk disebelah meja kita”

“Maksudmu teman sebangku Sehun?”tanya Luhan tak percaya

Chanyeol mengangguk, “yeaah, si kaca mata itu”

“Tidak mungkin!” Seketika Chen langsung menggeleng tak percaya

“Kenapa tidak mungkin?”

“Lihat saja penampilannya. Dia bahkan tidak terlihat seperti dewa sama sekali. Justru selalu memandang kita dengan sorot kebencian. Tidak mungkin dia!”

“Tapi Chen…” Baekhyun mencoba menjelaskan. “Tanda kami bergetar saat kami ada di taman sungai Han. Dan disana hanya ada Ilhoon, sebagai seseorang yang bersekolah di sekolah yang sama dengan kita. Tidak salah lagi”

“Baekhyun, kau yakin? Kalian sudah memastikan tidak ada lagi murid SMU Yonsei yang berada di taman itu?”tanya Suho lagi

Baekhyun mengangguk mantap, “Aku sangat yakin, Odin. Kami semua sudah mencarinya bersama-sama”

“Kalau begitu ayo kita kesana. Kita harus memberitahunya tentang hal ini”ajak Suho membuat Chanyeol langsung mendelik pada D.O

“Bukankah tadi sudah ku bilang kita harus memberitahunya saat itu juga?! Kau tidak mendengarkan ucapanku!”

D.O hanya diam. Tetap bersikap dingin seperti biasa lalu mengabaikan pelototan Chanyeol sambil berlalu. Seperti tidak mempunyai niat apapun untuk ikut menemukan Ilhoon. Ia justru menjatuhkan dirinya ke sofa dan menyalakan televise.

“D.O, kau tidak ikut menemui dewa Ares?”tanya Suho bingung melihat sikap cuek D.O

Odin, sebaiknya kita tidak terburu-buru. Kita harus memastikan bahwa Ilhoon adalah dewa Ares terlebih dahulu sebelum memberitahu dirinya hal yang sebenarnya terjadi”ujar Kai mengingat D.O mengatakan hal yang sama tadi

“Kai! Kita sudah memastikannya! Hanya dia yang berada di taman!”sungut Chanyeol kesal

“Aku tau. Dia memang ada disana saat tanda kita bergetar. Tapi, kita belum pernah melihat apakah dia mempunyai tanda yang sama atau tidak. Jika kita memberitahunya terlebih dahulu tanpa memastikannya, bagaimana jika pada akhirnya kita hanya salah orang? Bagaimana jika ada murid Yonsei lain yang berada di taman itu? Semuanya akan menjadi kacau dan Ilhoon akan mengetahui tentang siapa kita sebenarnya”

“Kai benar…”

“Zeus!”protes Chanyeol semakin kesal karena kini Kris justru membelanya

Loki, semuanya akan berantakan jika kita salah orang. Kita pastikan dahulu identitasnya yang sebenarnya”nasihat Kris menepuk pundak Chanyeol kemudian kembali duduk dan menyantap makanannya.

Suho menghela napas panjang, “karena kalian yang berada di kelas yang sama dengannya, aku rasa kalian lebih mudah untuk mencari tau apakah dia memiliki tanda itu atau tidak”putus Suho akhirnya pada Kai, Chen, Chanyeol dan Luhan.

***___***

 

Sehun hanya bisa tersenyum lebar saat lembaran uang berada ditangannya. Setelah membagikan balon selama 9 jam, akhirnya ia mendapatkan 100.000won sebagai imbalannya.

Sehun membungkuk sopan, berkali-kali mengucapkan terima kasih pada atasannya dan langsung melompat ke atas sepedanya. Mengayuhnya secepat mungkin menuju supermarket terdekat untuk membeli satu set daging Korea unggul. Tidak lupa, ia juga memasukkan selada dan satu set telur untuk persediaan beberapa minggu ke depan.

“Gomapseumnida!”

Kini Sehun mengayuh sepedanya menuju rumahnya. Ibunya pasti marah besar karena sudah selarut ini dia belum juga pulang. Tapi, semuanya ia lakukan demi ibunya. Demi Taeyeon.

Tok tok tok

“Oema, aku pulaaang”seru Sehun setengah berteriak sambil menepikan.

“Darimana saja kau, huh?!”

Dugaannya benar.

“Kau tau ini sudah jam berapa? Dan kau baru pulang sekarang! Kau bahkan tidak memberitahu pada oema! Kau cari mati?!”

“Oema..telingaku sakit”seru Sehun sambil berusaha melepaskan jeweran Taeyeon yang memutar daun telinganya sambil menggeretnya masuk ke dalam rumah.

“Sudah oema bilang, jika kau ingin melakukan sesuatu,kau harus beritahu oema terlebih dahulu. Kau tau oema sangat khawatir?!”

“Oema, lepaskan aku dulu…”

“Sekarang katakan! Kau darimana? Kau bahkan masih memakai seragam sekolahmu! Anak ini benar-benar…”

“Tunggu..tunggu…” Seketika Sehun langsung menghindar saat Taeyeon hampir saja memukulnya. “Oema, aku membeli ini..”serunya mengangkat bungkusan plastik yang dibawanya dan memberikannya pada Taeyeon. “Sepulang sekolah tadi aku bekerja paruh waktu untuk membeli ini. Bukankah sudah lama sekali kita tidak makan daging?”

“Daging sapi?”tanya Taeyeon terperangah setelah melihat isi bungkusan plastic yang dibawa Sehun. “Sehunie, bukankah daging ini sangat mahal?”tanyanya lagi

Sehun tersenyum lembut, “Aku bekerja sebagai pembagi balon selama sembilan jam. Upahnya lumayan jadi aku menerimanya, aku juga mendapat bonus tambahan. Jadi aku membeli daging untuk oema dan sayuran juga telur. Masih ada beberapa sisanya, oema bisa ambil ini” Ia mengeluarkan beberap lembar uang dari dalam saku blazernya dan memberikannya pada Taeyeon.

Taeyeon masih saja terperangah hebat. Matanya membulat lebar-lebar, masih tidak menyangka bahwa anak satu-satunya pulang dengan membawa uang sebanyak ini.

“Adeul…tapi….”

“Oema, aku tidak lelah. Jangan khawatirkan aku. Aku juga sudah makan siang dan makan malam”ujar Sehun lembut sambil meletakkan lembaran uang itu ke telapak tangan Taeyeon. “Oema, aku harus tidur sekarang. Oema juga pergi tidur, oke?”

Sehun mengecup kening ibunya sejenak sebelum akhirnya berbalik dan berjalan menuju kamarnya. Namun, baru beberapa langkah ia berjalan, telinganya mendengar suara isakan pelan. Membuatnya langsung berbalik dan seketika menghampiriTaeyeon lagi.

“Oema, kenapa oema menangis?! Oema marah padaku? Mianhae..aku tidak akan seperti ini algi. Aku pasti akan mengabari oema jika pergi kemanapun. Aku mohon janagn menangis..”

“Adeul…”isak Taeyeon sambil menarik Sehun ke dalam dekapannya. “Kau seharusnya bermain seperti anak-anak seusiamu. Tapi, kau justru harus mencari uang untukku. Maafkan aku..maafkan aku karena aku gagal menjadi ibu yang baik untukmu. Maafkan aku…”

Sehun tersenyum tipis, juga membalas pelukan Taeyeon.

“Oema, aku adalah pengganti appa. Aku pasti akan membahagiakan oema seperti janjiku pada appa. Jangan khawatir. Bukankah aku adalah raksasa kecil oema, hm?”

***___***

Yonsei High School, Jongno-gu, Seoul, South Korea

“Tanda kita bergetar!”

Duduk disamping jendela, Luhan seketika melongokkan kepalanya ke luar, menatap kearah gerbang sekolah dan ternyata dugaannya benar.

“Dia datang”

Empat pasang mata empat dewa yang sudah menduduki kursi mereka sejak pagi hari itu langsung tertuju pada sosok berkacamata yang muncul dipintu kelas bersama teman sebangkunya. Keduanya saling berbisik kemudian tertawa nyaring tanpa menyadari bahwa mereka sedang berada dalam pengawasan diam-diam.

Andai saja saat ini sedang musim panas, pasti tidak susah untuk melihat pergelangan tangannya karena seragam yang dipakai hanyalah kemeja tangan pendek berwarna putih. Karena saat ini sedang musim gugur, seluruh murid Yonsei harus memakai kemeja dan blazer lengan panjang.

“jadi tadi malam ibumu menangis karena kau membawa daging saat pulang?”tanya Ilhoon sambil memasukkan tas ranselnya ke dalam laci

Sehun mengangguk, “aku senang sekali akhirnya aku dan ibuku bisa makan daging. Aku juga membawa bulgogi sebagai bekal nanti siang. Kau mau?”

“Tidak”tolak Ilhoon menggelengkan kepalanya

“Wae? Masakan ibuku juga tidak kalah enak dengan masakan berkelas yang setiap hari kau makan”

“Bukan seperti itu. Aku hanya merasa aku tidak pantas memakannya. Kau sudah bekerja keras demi mendapatkan daging itu”

“Hey, kau juga membantuku”

Salah satu alis Ilhoon terangkat tinggi, “membantu apa?”

“Kau lupa? Kau membawakanku makan siang kemarin”

“Tapi—“

“Sudahlah. Aku seharusnya juga berterima kasih padamu karena kau selalu membantuku. Gomawo”

***___***

Saat bel istirahat berbunyi, Sehun dan Ilhoon memilih tinggal di kelas untuk menyantap makan siang mereka bersama. Sedangkan diluar kelas, Kai, Chanyeol dan Chen terus saja mendesak Luhan agar mau masuk dan menghampiri dua sahabat itu.

“Kau yang mengenalnya jadi sebaiknya kau yang masuk”perintah Kai sambil mendorong tubuh Luhan

“Hey, aku tidak mengenalnya. Aku hanya mengenal Sehun”

“Kau bisa menggunakan alasan itu untuk melihat tanda yang ada dipergelangan tangannya. Cepat” kini Chen yang berseru seenaknya

“Luhan cepat! Atau aku akan membakar rambut ungumu!”ancam Chanyeol

Luhan melotot lebar, “apa? Kau mau semua benda besar menghantam kepalamu, huh?”

“Aku akan membakarnya sebelum mereka menghantam kepalaku”

“lalu aku akan melempar sebuah benda yang tidak bisa dibakar oleh api kearahmu”

“Apa?!”

“Hey! Stop!”lerai Chen mendorong tubuh Luhan dan Chanyeol untuk menjauh. Ia menoleh kearah Luhan. “Luhan, aku menyuruhmu untu masuk dan memastikan tanda itu!” Kemudian menoleh kearah Chanyeol, “dan kau…” Chen tidak langsung bicara karena ia harus mendongak untuk menatap wajah raksasa itu. “Jangan berisik dan kurangi tinggimu!”

Luhan mendengus kesal. Bersungut-sungut memasuki ruangan dan menghampiri dua orang yang menjadi satu-satunya penghuni kelas.

Saat Luhan masuk, seketika Sehun dan Ilhoon saling pandang kemudian sama-sama memandang Luhan dengan tatapan bingung.

“Hai…”sapa Luhan ramah. “Boleh aku duduk?”

Sehun dan Ilhoon tidak langsung menjawab. Butuh beberapa detik sebelum akhirnya Sehun menjawab iya.

Luhan memutar kursi yang ada didepan Sehun dan Ilhoon lalu duduk menghadap keduanya.

“Kau mau makan? Ini buatan ibuku”seru Sehun sedikit kikuk

“Ah, tidak terima kasih”tolak Luhan halus. “Sebenarnya aku kesini untuk bertanya tentang klub”

“Klub?”ulang Sehun bingung

“Yeaah, aku lupa hari apa aku harus latihan” Luhan beralasan

“Aah, jadi itu? Hari kamis sore”

“Jadi maksudmu besok?”

Sehun mengangguk, “besok sore setelah pulang sekolah”

“O-okay”

Sial, aku kehabisan ide, maki Luhan. Ia memutar otak, memaksanya bekerja secepat mungkin untuk memberikan sebuah ide padanya. Hingga akhirnya, ia melihat sesuatu dipergelangan tangannya untuk dijadikan sebuah alasan.

“Emm…Ilhoon-ssi, kau punya jam?”

“Yeaah”

“Kau tau jam berapa sekarang?

“Kenapa kau bertanya padaku, jika ditanganmu juga ada jam?”

Sial dia tau…

“Aah, aku rasa jamku rusak. Jadi aku bertanya padamu”

Ilhoon menarik pergelangan blazernya sedikit kesal. Lalu melirik pada jam tangannya. Kesempatan itu, digunakan Luhan untuk juga melirik kesana. Namun, ia tidak bisa melihat apapun karena tanda itu berada di bawah pergelangan tangan.

“Jam 11.15”seru Ilhoon pendek

Luhan masih terpaku. Masih menatap kesana dengan harapan agar ia bisa melihat sebuah tanda dibawahnya.

“Luhan-ssi”panggil Ilhoon membuat Luhan mengerjap

“Ahh, ya?”

“Aku bilang jam 11.15”ulang Ilhoon lagi

“Oh,okay. Terima kasih. Aku pergi dulu” Luhan berbalik, meninggalkan Sehun dan Ilhoon di dalam ruang kelas.

“Sudah ku bilang keluarga Sigismund itu sangat aneh”rutuk Ilhoon kesal dengan maksud memperingatkan Sehun untuk menjauhi mereka semua.

Sehun hanya mengendikkan bahu, “mungkin”

***___***

“Bagaimana?”tanya Kai begitu Luhan keluar kelas

Luhan menghela napas panjang lalu menunduk lemas, “Aku gagal”

“Apa? Bagaimana bisa?”

“Luhan kau bodoh”sungut Chanyeol membaut Luhan juga kesal

“Apa kau pikir mudah untuk mencari alasan agar aku bisa melihat pergelanagn tangannya? Aku tidak mengenalnya, Loki”

“Gunakan otakmu”

“Kau benar-benar! Kau saja yang memastikannya. Aku tidak mau!”

TBC

 

 

 

 

62 thoughts on “FF : The Lords of Legend (Chapter 8)

  1. amelia berkata:

    astaga chanyeol emang bener” yah.. selain perusuh juga suka memaksa.. ckck..
    ah, makon kesini makin keren..
    next yah thor..

  2. G Park berkata:

    kpn jadi slh pham gni… knp pd nyangka ilhoon hadub… lucu bngt ngbyangin luhan yang bngung mw ngomong apa…kekeke

  3. Oh Yuugi berkata:

    Hahaa… yg sabar ya Luhan.. udah bener kali lu lebih dulu kenal Sehun kan yg Dewa Ares emng Sehun bukannya Ilhoon… kkk
    Chanyeol emang gak sabaran bgt yah… parah deh, wkwkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s