FF: BABY DON’T GO Part 2

 

edff

Title                : Baby Don’t Go.. [Chapter 2]

Author            : @durrotunna

Cast                 : Byun Baekhyun (EXO K), Park Nara (OC) , Xi Luhan (EXO M)

Length            : Chaptered

Genre              : Romance, marriage life , family , sad.

Rating             : PG-16

Disclaimer       : Cerita ini  hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan dan sebagainya, saya tidak peduli. Don’t Copas!

Chapter 2

****

 

Your sad eyes looked at me as you told your story..

 

“Nara, Park Nara… apakah kau didalam..?”

Kuarahkan lampu handphoneku kearah ruangan kamar Nara, terlihat Nara sedang meringkuk ketakutan di atas ranjangnya.

“B- baekhyun s-si” ku dengar suaranya yang lirih.

Setelah dia melihatku dia segera memelukku. Kurasakan tubuhnya bergetar ketakutan.

“aku disini , tenanglah”.

Baekhyun’s POV

Kurasakan dia memelukku erat sekali, ini pertama kalinya kami berpelukan. Kurasakan jantungku berdetak sangat cepat. Apakah dia mendengar suara detakan jantungku ini? Kau yang membuatku seperti ini Park Nara. Kuusap rambutnya yang lurus nan indah , tak kusangka dia masih seperti dulu. Dulu sewaktu kecil kami selalu bersama, mungkin sekarang Nara sudah lupa. Aku selalu menjaganya, saat itu dia masih sangat kecil. Semoga saja dia masih mengingatku.

Tiba-tiba saja Nara melepas pelukannya.

“m-mianhae baekhyun ssi “

45

 

Aku hanya diam, ada apa dengannya.

“mengapa kau bisa berada disini baekhyun ssi” tambahnya lagi.

Sejenak aku berpikir, apa yang harus aku katakan.

“Aku lapar”

 

Nara’s POV

“Luhan oppa”  ucapku dengan suara lirih.

Aku sangat takut sekali, kenapa tidak ada penerang apapun disini.

Tiba-tiba saja aku mendengar suara baekhyun , tapi… apakah benar.

Dia memanggil namaku,

“Nara, Park Nara… apakah kau didalam..?”

Kemudian aku melihat cahaya yang mengarah kepadaku.

Ya, itu memang Baekhyun,

“Baekhyun ssi “ sontak dengan segera aku memeluknya , memeluknya erat sekali.

“aku disini , tenanglah”. Ucap baekhyun tepat di telingaku.

Aku takut sekali, aku benci kenapa kegelapan menjadi hal yang menakutkan bagiku.

Sejak kecil aku memang pobia gelap. Aku tidak tahu asal mulanya. Yang jelas sampai saat ini perasaan takut saat gelap masih berada dalam diriku.

Aku tersadar akan apa yang kulakukan, aku memeluk baekhyun? ..

Bagaimana jika dia marah..

Sontak ku lepaskan pelukanku,

“m-mianhae baekhyun ssi “

Walaupun ini gelap ,aku bisa melihat kedua bola matanya yang menatapku tajam.

“mengapa kau bisa berada disini baekhyun ssi”

Dia hanya diam, momen ini hanya beberapa detik dan kemudian dia menjawab

“Aku lapar”

Setelah dia mengatakan hal itu ,semua nya terang. Ya , lampunya hidup lagi.

Aku segera menghapus airmataku.

“Kau bilang tadi kau sudah masak untukku, tiba-tiba saja perutku lapar, aku hanya ingin makan” tambah baekhyun lagi.

“ Ne.. Baekhyun ssi, aku akan menghangatkannya dulu” ucapku keluar menuju arah dapur.

 

Baekhyun’s POV

“ Ne.. Baekhyun ssi, aku akan menghangatkannya dulu”

Dia keluar dari kamarnya, untung saja alasanku masuk akal.. huft…

Kulihat sebuah bingkai foto di ranjang Nara.

“kau merindukannya?” batinku dalam hati.

Aku tahu kau pasti kesepian Park Nara.

 

Author’s POV

Mereka berdua hanya diam, tak ada satupun yang bersuara. Hanya suara sendok Baekhyun yang berulang kali bersentuhan dengan piring.

“Kau tidak makan ?” tanya Baekhyun tanpa menghentikan aktifitasnya.

“aku tidak lapar, ee.. nanti saja..” ucap Nara sambil tersenyum.

“Makanlah, aku menyuruhmu untuk makan sekarang”

“Ne, baekhyun ssi”

Suasana kembali hening. Mereka sibuk dengan makannya masing-masing. Sesekali Baekhyun menatap Nara, walaupun Nara tidak mengetahui hal itu.

“Nara..” ucap Baekhyun setelah selesai makan.

“Ne, ada apa?”

“Apa kau menyesal menikah denganku?”

 

Nara’s POV

“Nara..” ucap Baekhyun setelah selesai makan.

“Ne, ada apa?”

“Apa kau menyesal menikah denganku?”

Apa maksud Baekhyun memberikan pertanyaan seperti itu kepadaku? Apakah dia tidak percaya kepadaku.

“a-apa mmaksudmu Baekhyun ssi?”

Dia menatapku tajam. Aku sangat takut tatapan matanya. Apa yang harus kulakukan?

Beberapa saat dia hanya diam Masih diam. Membuat semakin takut.

“Apakah aku perlu mengulangi pertanyaanku? Apakah sulit untuk menjawabnya Park Nara?”

“ah.. mianhae…   a-aaku  tidak akan pernah menyesal menikah denganmu Baekhyun ssi”

Dengan susah payah aku mengatakan hal itu. Kenapa sulit sekali mengatakannya .

“Besok aku pulang telat, jadi tidak usah menyiapkan seperti ini. Aku akan makan diluar”

Baekhyun pergi setelah mengatakan hal itu. Aku terdiam.. 

Kenapa dia selalu seperti ini, apakah jawabanku tadi salah?

“Baekhyun ssi ..”

Kulihat dia menghentikan langkahnya, kemuadian berbalik menatapku.

“Apakah besok aku boleh keluar, a-aku ingin membeli Handphone..”

“Kalau tidak boleh juga tidak apa-apa.. aku akan..”

“terserah ”

Sebelum aku melajutkan kata-kataku dia sduah menjawabnya.

Apakah dia marah? Semoga saja tidak ..

“Gomawo Baekhyun ssi.. “ ucapku lirih. Aku tak yakin dia dapat mendengarnya.

 

**

Nara’s POV

Aku yakin ini tokonya. Sebelumnya Baekhyun sudah memesankan Handphone untukku, tadi dia memberikan alamat toko tersebut kepadaku. Setelah kucocokkan alamatnya, benar.. ini tokohnya.

“Annyeonghaseyo .. ahjussi , saya ingin mengambil Handphone yang sudah dipesan. Ini bukti pemesanannya.” Ucapku sambil memberikan kertas tanda bukti tersebut.

“Ini nona, tolong tanda tangan disini.”

“Ne ,Gamsahamnida”

Akhirnya ….

539958_380394148679576_1862512867_n

*flashback

“ayo cepat masuk”

Baekhyun menarikku  dengan kasar menuju kearah mobil.

“sebentar baekhyun ssi, tolong lepaskan tanganku, “

Baekhyun tidak mempedulikannya, ia tetap menarikku.

Setelah masuk ke mobil dia menutup pintunya dengan kencang.

Aku yang disebelahnya hanya terdiam, aku takut akan membuatnya semakin marah.

Ku lihat Handphoneku ada panggilan,

“Yoboseyo?”

“Luhan oppa..?”

Astaga .. apa yang barusan kukatakan, pasti baekhyun mendengarnya.

Baekhyun menghentikan mobilnya. Segera dia ambil Handphoneku dan membuangnya keluar.

“Baekhyun ssi..”

“Siapa yang menyuruhmu mengangkat telpon! , apa kau tidak melihat ada suamimu disampingmu!” bentak Baekhyun kepadaku.

Aku takut, aku menangis..

“a-aku tidak tahu kalau itu dari Luhan oppa, .. aku kira dari eomma .. tadi eomma bilang akan menelponku.. mianhae baekhyun ssi, mianhae..”  ucapku sambil terus menangis.

Kami berdua dari rumah orangtua Baekhyun. Eomma Baekhyun mengatakan dia akan menelponku setelah aku pulang, tapi ternyata tadi yang menelpon adalah Luhan oppa. Aku yakin tadi itu suara Luhan oppa.

Siapakah yang harus kuhubungi.. aku hanya memiliki nomor teleponnya Baekhyun. Disini aku tidak kenal siapapun.

Aaa.. itu eskrim.. sudah lama aku tidak makan eskrim.

Sebelum aku sampai ke penjual eskrim itu, tiba-tiba seseorang menabrakku.Dia terlihat buru-buru.

“Mianhae..” ucapnya kemudian.

Sepertinya aku familiar dengan suaranya.

“Luhan oppa…?”

km

 

                                                                        ****

Iklan

13 thoughts on “FF: BABY DON’T GO Part 2

  1. rani berkata:

    haduh haduh foto yg terakhir keren bgt bikin leleh#abaikan
    baekhyun???????????ada pa dng dia sebenarnya
    penasaran lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s