FF: She (3/3)

poster she part 2

Tittle : She (part 3 –Amor)

Author : Cicil

Cast : Jessica and Luhan

Genre : romance, sad(maybe), family(maybe), angst(maybe)

Rating : semua umur

Length : Threeshoot

Disclaimer : semua cast milik Tuhan dan diri masing masing, cerita ini miliku dan Tuhan.

‘Part terakhir sad ending tapi ada epilogue yang buat cerita ini jadi happy ending’ baca dari awal ne jangan langsung ke epilognya biar seru hehe^^

 

Happy Reading J

Amor

 

September  16, 2012 – Sica’s Apartment

Malam ini dia diantar pulang oleh Luhan “gomawo” dia membuka pintu mobil disamping bangku kemudi.Pinjakannya menyentuh aspal kasar, tapi pintunya belum ditutup. Sica menunduk dan Luhan menatapnya penuh tanda tanya.

“sehabis mengantarku kau harus istirahat, jangan berkeliaran lagi. Mengerti?” alis lelaki itu menyatu berkerut. “hei, kenapa kau jadi seperti Tiffany? Itu ceramahan model ibu-ibu”

Suster terlalu perhatian kepada Luhan itu selalu menghabiskan waktunya untuk omelan tidak jelas.Dan sekarang Sica ikut-ikut jadi penasihat untuknya.Satu saja sudah pusing bagaimana dua?

“mwo? Ya! Aku bukan ibu-ibu” protesnya jelas sambil berkacak pinggang. “sudah cepat masuk” Sica menurut bak anak tk diperintah oleh gurunya. Dia berjalan kearah pintu kaca utama bagian depan apartemen mewah.

Sampai tubuhnya menghilang dibalik pintu lift barulah Luhan menginjak pedal gasnya.

 

December 31, 2012 –Luhan’s Home

Sica’s pov

 

Aku tercengang-cengang sendiri didepan gerbang tinggi warna coklat keemasan.Mataku kembali memastikan untuk yang keempat kalinya.

Apakah alamat rumah ini sama dengan yang tertulis di kertas sobekan kecil yang Luhan berikan? Kaki ini maju selangkah mendekat, menekan bel warna putih.

TINGG

Seseorang membuka pagarnya perlahan, membuatku penasaran.

“selamat siang” sapaku ketika seorang bibi muncul dari baliknya. Bibi itu mengangguk dengan senyuman lembut.

“cari siapa?”

“apa benar ini rumah Luhan?” wanita berambut campuran putih hitam mengembangkan senyumnya lebih lagi padaku. Dia terlihat bahagia?Mungkin.

“pasti nuna cantik ini yang bernama Jessica?” dia tau namaku. Aku menunduk sejenak memastikan aku tidak memakai sesuatu dengan tertera nama Jessica. Aku menengadahkan kepala menatap bibi itu.

“ne, aku Jessica. Apa ini rumah Luhan?”

“ya benar. Tuan muda sudah memberitaukan kalau siang ini aka nada gadis cantik bernama Jessica yang mengunjunginya” dasar Luhan, aku jadi malu kalau dibilang cantik.

Langkah anggun membawaku ke tempat mengaggumkan.Apa ini rumah? Lebih mendekati surga dunia menurutku.

Jalan setapak berbatu dari awal aku masuk, panjang menuju sebuah pintu sederhana warna putih bersih.Dihiasi taman indah.

 

Isi tinggalnya terlalu rapih untuk laki-laki.Mungkin bibi baik ini yang membersihkannya setiap saat.Tampak seseorang sedang duduk membelakangiku.

Dibangku meja makan, dia makan banyak.Kendati sesaat menoleh kearahku.Aku terkikik pelan.Rautnya polos juga mulutnya penuh tersumpal makanan.Seperti tidak makan berhari-hari.

“waktunya tidak tepat kau tau? Aku lagi makan dan tiba-tiba kau muncul”

Sica terkekeh lagi kemudian.Dia terlalu kekanak-kanakan.

 

^^^^^____^^^^^

 

Ketika waktunya tiba.Matahari tengah berpulang, lenyap dari pandangannya.Namun taka da rembulan atau setitik cahaya menggantikan.Hanya sejelas gelap memenuhi tatapannya.

Ia menengok kekanan, menangkap sesosok lelaki. Cintanya.Ukiran senyum segaris ditampilkan, menambah cantiknya. “tiga dua satu” sekerjap suasana sepi berubah.

Sehabis hitungan cintanya selesai, dunia beriuh-ria.Berkas-berkas cahaya bunga meledak-ledak.Memekakan telinga lewat bunyinya.

Ia bersyukur. Tahun ini sebuah kenangan indah tinggal otaknya.

 

April 12, 2013 – Daeyoung High School

“woahh kau makin tinggi dan aku serasa lebih pendek” Luhan memeluk sahabatnya. Sehun berulang tahun hari ini, bisa dibilang ini hari miliknya. Sebab semua orang menyelipkan nama ‘Sehun’ dikalimatnya.

Sica memandangi mereka, termasuk cintanya.Sembari melipat tangan didada.Kehangatan menyelubungi suasana.Kekasihnya berulah lagi menghasilkan tawa sekeliling orang.

“mwoya? Kenapa aku yang traktir?”Luhan menarik tubuhnya mundur. “aku tau kau kaya, tidak ada kata menolak” Baekhyun mendekatinya dengan senyum meringai. “yang ulang tahun hari ini itu Sehun”

Kesekian kalinya Sica menertawai kekasihnya yang terlalu mudah berbaur. “hei! Diam saja?”Yoona menepuk pundak kanannya.Memberikannya tatapan bertanya. “aku bosan Yong. Ah! Aku mau ke kantin.Kau mau ikut?”Yoona menganggukan kepalanya.

Lalu mereka meninggalkan yang lain.

 

April 18, 2013 – Sica’s Apartement

 

“SAENGIL CHUKKA HAMNIDA. SAENGIL CHUKKA HAMNIDA… SARANGHANEUN JUNG SOOYEON… SAENGIL CHUKKA HAMNIDA… WOOOOOO!!!!”

Yang satu bernyanyi nada tinggi, sedangkan yang lain lebih rendah. Menyadarkannya kalau ia tidak lagi bernyanyi sendiri.

Kesepian itu mulai memudar.Ada Luhan disampingnya sekarang. Menempel seperti pranko surat, kemanapun dia pergi pasti lelaki menyebalkan itu ikut. Sesuatu berubah, lebih dari itu.Hari ini walaupun handphonenya tetap error.Perbedaan ketersendirian dialaminya.

Tidak ada membeli kue sendiri, memilih baju sendiri.Tidak lagi meniup balon susah-susah karena ada yang membantunya.Ia memotong kue pertama, mengambil sesuap. “ada aku disini, apa kue itu masih milikmu?” tanya Luhan menyindir.

Sica mendengus kesal, kemudian menyodorkan kasar bolu coklatnya. “kau menyebalkan” makinya lagi mengambil sesendok kue. “aku tau aku menyebalkan”

 

April 19, 2013 – Daeyoung High School

Hal yang sama terulang, kemarin tengah malam. Luhan menghubunginya, menyuruh untuk bawa sepasang seragam laki-laki.Tak lama pria punyanya datang, mengenakan kaus putih.

Mengahampirinya yang teduduk di kursi kayu, meminta pakaian pada Sica.Cinta membuatnya mengenal Luhan lebih dalam tanpa harus berbicara.

Ia tau bahwa kekasihnya tak pernah senang jika mulut ini mengeluarkan kalimat tanya terlalu banyak. Tatapan mata yang Luhan menjawab, lewat iris sendunya juga candaan.

Sebentar Luhan mulai menginjak ubin kelas, berkemeja dengan dasi bergelayut tak rapi dilehernya.Menjatuhkan tubuhnya dibangku belakang Sica.Gadis cantik itu membalikan badan, dan pandangan mereka bertemu.

“apa?” ketusnya senada berat wajar laki-laki. Sica menggeleng polos hendak kembali mengerjakan pr. “kau mau jalan? Sepulang sekolah, aku ingin pergi denganmu” ia tidak jadi menghadap buku tulis malah membenarkan posisi yang nyaman untuk ngobrol.

“aku sibuk” jawabnya dingin, menaikan iris coklat hazelnya sembari membernarkan poni. “ayolah, nuna Jessica Jung yang rupawan” mohon sang kekasih melebih-lebihkan intonasinya.

 

^^^^^_____^^^^^

 

Bertemunya gerakan air asin dan angin dingin menciptakan kebisingan semata.Mengisi alun kosong diantara keduanya.Membisu seperti tak berpita suara.Jantung Sica terus menstabilkan kerjanya.

Lomba lari jadi-jadian barusan berhasil dimenangkannya, walaupun Luhan tidak menjanjikan hadiah. Dikirinya Luhan bernasib sama, memegang dadanya yang naik turun. Sesekali mengelap peluh lengket didahi.

Hubungan hangat membalut hati Sica.Selampir senyum mengisi bibirnya. “kau mau apa? Aku sudah kalah jadi terserah maumu untuk melakukan apapun”

Sica mencibir.

Kendati masih mengatur keluar masuknya oksigen, pikirnya belum mempersiapkan jawaban.Di irisnya ada pemandangan langit jingga menyatu malam.namun alisnya menyatu saat deruan nafas menyentuh pipi kirinya.

Dan ia terhanyut mengetahui keadaan yang terjadi.

Luhan merangkul pinggangnya, mendekapnya hingga tak ada ruang hampa yang tersisa.Bibir pink nya merasakan sentuhan. Manis dan hangat, sejujur-jujur ia ingin tertawa. Ini pertama kalinya lelaki itu melumat lembut bibirnya.

Tangan Sica sontak meraih tengkuk sang kekasih, memperdalam suasana kejadian. Lama sampai retinanya menagkap seringaian penuh cinta dari Luhan.

Dan gelap tak berbintang menghampiri bak mimpi buruk.Luhan merebahkan diri, supaya lebih bebas mencari satu bintang.Bahkan bulan menyembunyikan cahayanya.Malam hitam berlaut biru.

Sica ikut menidurkan badannya, keduanya berhadapan. Saling mencari keadaan apa yang menyelubungi.

Sedetik entah apa penyebabnya, Luhan menutup matanya rapat-rapat. Iris hitam itu menutup jendela.Ibarat sebuah tangan meremas dadanya kuat.Udara berlebih mencoba masuk, tapi hanya sedikit yang lolos.

Terjadi lagi, paru-parunya tak berfungsi semestinya. Namun Luhan menutupi semuanya, ia kembali membuka mata. Memperhatikan raut Sica yang kebingungan.

“Biarkan aku mencintaimu hanya untuk satu hari lagi”

“apa maksudmu?”

“aniyo”

Luhan memeluk gadisnya “biarkan seperti ini” ujarnya sebelum Sica melepaskan tangannya.

Gadis itu terdiam menilik apa yang terjadi. Setengah jam ia membeku dalam rengkuhan kekasihnya.

Ketika ia sadar bahwa keterlambatan mengambil Luhan.

 

 

April 20, 2013

Sica melebarkan tangannya, memberikan kebebasan untuk angin dingin menerpa.Iris coklat hazelnya menutup kelopak mata.Mencoba merasakan jejak cinta masih melindunginya.Sebab cintanya sudah diambil takdir kemarin malam.

kita ibarat dua tetes air yang bertemu ditengah laut kehidupan,

kadang hujan nyaris  memisahkan kita,

namun kini angin yang lembut telah membawaku pergi,

sampai nanti kita bertemu lagi sebagai dua bintang di angkasa

 

tangan kirinya ditekuk pelan oleh sebuah telapak. Sica membuka mata, retinanya menangkap sesosok laki-laki. Wajahnya mirip Luhan, namun ia tau siapa lelaki itu.

“Sehun?”

“dia mengirimku untukmu”

Mungkin cintanya kali ini akan berakhir bahagia. Tidak seperti dua sebelumnya.Mungkin sehun adalah laki-laki terakhir untuknya.

Ketika cintaku terlalu tragis.Aku tau kalau aku bukanlah jodohmu.Takdir hanya memperrtemukan kita sebentar. Tapi seseorang telah menunggumu, menanti kau membalas cintanya

 

END

*Arti ‘Amor’ sendiri itu Cinta

2 thoughts on “FF: She (3/3)

  1. rani berkata:

    hemth manis bgt ceritanya meski sedih tapi ada pemanisnya hehehe macam makanan aja
    gak dapat luhan sehun pun jadi itu pepatah yg sangat kita impikan hahahaha

    keep writing thor
    semangat!!!!! aku menunggu karya2 yg lebih baik dan keren

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s