FF: friend just a label

friend just a label

Judul              : friend just a label

Author           : Onfanllcouple

Main Cast       : Do Kyung Soo

Wu Fei Liu (0C)

Support cast : Oh See Hun

Choi Minhee (OC)

Kai

Jung Eunwoo (OC)

Genre              : sad love.

Rating             : general

Length                        : one shot

Catatan Author : ini ff songfic author. Dari lagu F(x) ft D.O –goodbye summer- . Ada banyak yang bikin songfic ini, yang di bold lirik lagu F(x) ft D.O –goodbye summer- ya.

Happy reading^^

………………………………

I remember when we were yelled
at for talking in the halls

Bel sekolah sudah berbunyi. Cepat-cepat yeoja itu berlari menaiki tangga halaman sekolah mereka. Dan namja yang tak diduga-duga datang disaat seperti ini menghalangi jalannya.

“hei, yeoja alien buat apa kau sekolah ?”

“jangan mengatai ku terus-terusan seperti itu ya. Nanti ku laporkan pada gege ku. Mati kau ditangannya.” Yeoja itu sama sekali tidak takut pada namja pendek yang ada didepannya.

“eh,, memang aku salah? Hanya alien yang matanya hijau!!”

“bilang saja kau iri! Kau bukan bule seperti ku! Lagi pula apa yang salah dengan mata hijau. Mata hijau itu cantik tau!!” si yeoja malah menghentakkan kakinya satu langkah kedepan namja itu. ’memang benar mata mu cantik. Makanya aku menggoda mu.’ Batin namja itu.

“awas kalau kau membentak ku lagi. Urusi saja mata mu yang besarnya tak karuan itu. Songsaengnim saja takut kalau melihat mu.” Ejek yeoja itu balik. ‘sebenarnya mata itu sangat lucu’ batin yeoja itu berkata sebaliknya. Sampai tanpa ia sadari ia tertawa sendiri.

“huh alien sedang tertawa!!” sindir namja itu sambil mencibirkan bibirnya sampai ia sadar akan sesuatu. “apa yang kau tertawakan?” namja itu memperhatikan dirinya. ‘Jangan-jangan ia menertawakan sesuatu dari ku?’ Pikir namja itu. Bukannya menjawab, yeoja itu malah tertawa semakin keras. Tanpa mereka sadari Lee songsaengnim sedang berjalan kearah mereka.

“apa yang kalian lakukan disini? Bukankah ini sudah waktu nya masuk tuan Do dan nyonya Yi?” tanya Lee songsaengnim sambil menjewer telinga kedua anak itu.

“algeseummita Lee songsaengnim. Kami akan ke kelas sekarang.”

Kedua anak itu jalan bersama menuju kelas mereka. Keduanya masih saja bertengkar. “ini semua salah mu!!” “bukan! salah mu!!” terus saja seperti itu. Padahal Lee songsaengnim masih memperhatikan mereka dari jauh. “harus ku apakan mereka agar jera?” gumamnya sambil geleng-geleng kepala.

~~~~~===_===~~~~~

 

Krriiiing!!!

Bel sekolah berbunyi tandanya semua kelas sudah selesai untuk hari ini.

Kyungsoo sedang berkumpul bersama teman-temannya dihalaman sekolah. Mereka sedang asyik membicarakan pertandingan sepak bola. Sementara itu Fei lewat bersama teman-temannya. Semua temannya langsung pulang sedangkan ia harus menunggu didepan gerbang.

“hey… alien sedang tunggu jemputan? Kasian,,, mana ada yang mau menjemput mu!” ejek Kyungsoo dari tempatnya. ‘1 . . . 2 . . . 3 . . . dia pasti akan membalas balik!’ pikir Kyungsoo. Nyatanya yeoja itu hanya diam ditempatnya tanpa merasa seseorang sedang berbicara padanya saat ini. Membuat Kyungsoo sangat-sangat jengkel melihat tingkah yeoja itu. Saat Kyungsoo hendak menghampirinya tiba-tiba sebuah mobil berhenti didepan yeoja itu.

“gege!” teriak yeoja itu senang begitu melihat siapa yang berada dibalik stir.

“you miss me?”

“ya, I miss you much…” yeoja itu langsung masuk kedalam mobil. Namja yang berada dibalik stir itu langsung melesatkan mobilnya meninggalkan sekolah.

“Kyungsoo, dia itu oppanya Fei.” Kata Sehun sambil menghampiri Kyungsoo.

“kau tau dari mana?” tanya Baekhyun yang sudah berada disampingnya.

“karena aku sekelas dengan Fei saat kelas 7.” Jawab Sehun datar.

“sebenarnya ada apa diantara kau dan Fei? Kenapa kau terus-menerus mengejeknya? Jangan-jangan. . .” Jongin mencoba menggoda Kyungsoo

“jangan-jangan apa?” tanya Kyungsoo gugup

Sehun terlihat berpikir sejenak sebelum akhirnya ia menyadari sesuatu, “kau menyukai Fei?” tanya Sehun polos pada Kyungsoo

“kalian ini bercanda ya, tidak mungkin Kyungsoo menyukai Fei!” sela Baekhyun membuat Kyungsoo sedikit bisa bernafas lega. “tapi Kyungsoo mencintai yeoja china yang bermata hijau itu! Hhaha…” lanjut Baekhyun sambil menunjuk pipi Kyungsoo yang memerah.

“wah,,, sepertinya itu benar. Lihat pipinya merah sekali. Akan ada pengumuman baru besok.” Akhirnya Tao ikut bicara.

“KALIAN!! Ini tidak lucu sama sekali! Lagi pula kapan aku pernah mengatakannya?!!” Kyungsoo mengeluarkan seluruh amarahnya dan langsung berlari meninggalkan chingu-chingunya.

“Kyungsoo kok langsung marah ya? Kita kan cuma bercanda.” Tanya Baekhyun pada chingu-chingunya sambil melihat Kyungsoo yang semakin lama semakin jauh.

“jadi kalian hanya bercanda? Aku benar-benar berpikir kalau Kyungsoo menyukai Fei.” Sehun mengerutkan dahinya.

“Oh Sehun!!” teriak Jongin, Baekhyun dan Tao serempak.

~~~~~===_===~~~~~

 

Sekarang waktunya untuk bersih-bersih kelas 9-2. Seperti biasa ketika anak-anak yeoja sibuk membersihkan dalam kelas. Anak-anak namja malah asyik bermain hoki di lorong kelas, menggunakan sapu dan bola kertas. Ketika Fei datang membawa alat pembersih kaca disaat yang sama Kyungsoo sedang melempar bola kertasnya keras. Bola kertas itu mendarat tepat dimata kanan Fei, membuat yeoja itu terjatuh seketika. Kyungsoo langsung berlari menghampiri Fei, ada rasa khawatir juga rasa bersalah pada yeoja itu. Tapi begitu Kyungsoo membantu Fei berdiri, yeoja itu bukannya berterima kasih, ia justru menendang lutut Kyungsoo keras hingga namja itu terjatuh.

“bagaimana rasanya? Appeun keuchi!” tanya Fei sambil menganggukkan kepalanya.

“dasar yeoja tidak tau diri. Ditolong malah menendang!” gumam Kyungsoo sambil bangkit berdiri.

“apa kau bilang? Aku yeoja tak tau diri?! Kau namja yang lebih tak tau diri! Karena kau yang memulainya!!” Fei tidak terima dilecehkan dan langsung menatap tajam Kyungsoo.

“hei! Kau pikir aku sengaja melakukannya!!” Kyungsoo menggeram kesal dan menggertakkan giginya.

“ih . . . sungguh sulit untuk mu minta maaf pada ku?!!” Fei mendorong Kyungsoo kebelakang.

“aku tak sudi minta maaf pada yeoja seperti mu!!” Kyungsoo mendorong balik kedua bahu Fei.

Mereka terus begitu saling mendorong satu sama lain sambil beradu argumen masing-masing. Chingu-chingu mereka sudah berusaha untuk memisahkan mereka tapi tidak berhasil sama sekali. Mereka tetap bertahan dengan egonya masing-masing. Akhirnya Goo songsaengnim datang dan melihat keributan yang terjadi.

“tuan Do dan nyonya Yi sekarang kalian ikut aku!!” titah Goo songsaengnim sambil menjewer kedua telinga mereka. Menuntun mereka berdua ke halaman belakang sekolah.

“aku tidak mengerti kenapa kalian berdua selalu bertengkar?! Sekarang sebagai hukumannya kalian harus membersihkan taman belakang sebelum bel pulang sekolah berbunyi. Cepat laksanakan!!” akhirnya Goo songsaengnim melepaskan jewerannya.

“tapi songsaengnim, anda tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, bukan? Aku disini hanya korban, dia yang melemparkan bola kertas itu ke mata ku. Bahkan mata ku masih terasa sakit sampai sekarang.” Mohon Fei dengan wajah yang memelas.

“benar itu tuan Do?” tanya Goo songsaengnim

“ne songsaengnim. Tapi waktu aku membantunya dia malah menendang ku.” Kyungsoo berusaha membela diri.

“hhuhhh…” Goo songsaengnim menghembuskan nafasnya sejenak. “saya tidak mau mendengar apapun lagi dari kalian! Intinya kalian berdua sama-sama salah! Sekarang laksanakan hukuman kalian!! Kalau kalian bisa bekerja sama pasti bisa selesai tepat waktu!” Goo songsaengnim langsung meninggalkan kedua orang itu begitu saja.

I don’t know why it was so fun
even when we were being punished

“ih. . . ini semua karna mu!!” Fei menatap Kyungsoo kesal sejenak sebelum akhirnya ia mengambil sapu. Sementara Kyungsoo hanya diam saja melihat tempat sapu lalu berjalan mengambil sapu yang lainnya.

“ah! Appu tta.” rengek Fei sambil kembali memegang mata kanannya. Yeoja itu pun terduduk dibangku taman yang terdekat dengan sapunya.

“wae irae?” tanya Kyungsoo begitu menghampiri Fei. Namja itu terlihat panik.

“mata kanan ku sakit lagi.” Jawab Fei sambil membuka tangannya, memperlihatkan mata yang kini sedang tertutup namun tetap berair.

“kalau begitu kita ke UKS sekarang!” ajak Kyungsoo yang langsung menarik tangan kiri Fei.

“tidak perlu. Mungkin sebentar lagi akan sembuh.” Fei menarik tangan kirinya dari tangan kanan Kyungsoo.

“kalau begitu buka saja mata mu perlahan.”

“mau kau apakan mata ku?” meskipun nadanya terlihat menantang tapi Fei tetap mengikuti perintah Kyungsoo, Fei membuka mata kanannya perlahan karena masih terasa perih. Kyungsoo mendekat dan meniup mata yeoja itu pelan-pelan sambil terus mengamati mata yang berwarna hijau itu.

“mata mu terlihat lebih indah saat dilihat dari dekat.” Gumam Kyungsoo pelan

“boh??” Fei mengerutkan keningnya

“bian ne.”

“kenapa baru sekarang kau mengatakannya? Tadi kau bilang tak mau.”

“bukankah aku sudah bilang aku tak sengaja. Aku ingin minta maaf tapi baru aku membantu mu berdiri kau malah menendang ku. Jadi aku emosi kau buat.”

“kau tidak merasakan rasa sakitnya. Kau tau ini sakittt… sekali.”

“iya aku memang tidak merasakannya. Jadi aku tidak tau rasa sakitnya. Kalau begitu duduk saja disini, biar aku yang mengerjakannya.”

Kyungsoo bangkit berdiri meninggalkan yeoja itu duduk dibangku sendirian. Fei mengerjap-ngerjapkan matanya, sesekali ia mengibaskan tangannya di depan mata untuk membuat angin. Setelah dirasa matanya sudah tak perih lagi. Fei berdiri dari tempat duduknya, mengambil sapu yang ada disebelahnya dan berjalan menghampiri Kyungsoo.

“hei,, kau melakukannya dengan baik.” Fei memberikan senyumnya.

“kenapa kau tidak duduk saja disana?” tanya Kyungsoo yang kaget tiba-tiba Fei sudah berada didekatnya.

“bagaimana bisa aku membiarkan mu menyapu taman ini sendirian? Sudahlah mata ku baik-baik saja. Mungkin aku hanya perlu menjadi cupu untuk satu hari. Hehe..”

“maksud mu?”

“bagaimana bisa kau melakukannya dengan baik? Aku ingat dulu waktu kelas 7 saat Sehun bersama chingu-chingunya mendapat tugas membersihkan taman. Ia berlari kearah ku, Sehun terus mengeluh pegal dan cape menggunakan sapu itu. Waktu ku minta ia memperagakan bagaimana menggunakan sapu itu. Ternyata Sehun menggunakan sapu itu dengan satu tangan seperti sapu rumah, pantas saja ia pegal-pegal.”

“aku hanya memperhatikan ahjussi yang disuruh omma membersihkan taman.”

“kau menyukai taman ya, makanya kau tertarik dengan perawatannya. Gege ku juga begitu meskipun ia namja, dia selalu melarang ku membersihkan taman karna ia lebih suka melakukannya sendiri.”

“lalu apa yang kau lakukan ketika gege mu merawat taman?”

“aku fitness sambil memperhatikan gege ku. Aku ingin memiliki tubuh yang bagus.”

“kau kan yeoja!”

~~~~~===_===~~~~~

 

Kyungsoo langsung berlari ke toilet belakang sekolah, begitu didapatinya toilet yang berada dekat kantin penuh. Maklum orang-orang jarang menggunakan toilet disana karena jaraknya yang cukup jauh paling hanya beberapa kelas tertentu yang dekat menggunakannya. Kyungsoo terpaksa berlari cepat-cepat sebelum sesuatu yang memalukan terjadi akibat ia tidak bisa menahannya. Akhirnya Kyungsoo mendapatkan toilet kosong juga dan ia tetap harus cepat-cepat karena Kai dan chingu-chingunya yang lain sedang menunggunya dihalaman depan sekolah. Baru saja Kyungsoo berjalan beberapa langkah setelah keluar dari toilet, ia dapat melihat dengan jelas kalau yang sedang duduk dibangku taman itu adalah chingu dekatnya.

“Oh Sehun! Kena kau! Kau membohongi kami rupanya, katanya kau ada urusan penting sampai-sampai kau tak ikut latihan sepak bola ternyata kau hanya berada disini dengan seorang yeoja.” Umpat Kyungsoo sambil memutuskan jalan perlahan menuju chingunya itu. Setelah beberapa langkah lebih dekat, baru Kyungsoo sadari ternyata yeoja itu Fei. ‘ada apa dengan Sehun dan Fei?’ pikirnya dan ia putuskan untuk tetap diam di tempatnya bersembunyi sambil memperhatikan kedua orang itu, meski tidak dapat mendengar pembicaraan mereka.

~~~~~===_===~~~~~

 

Fei duduk bosan sambil menutupi mata kanannya menggunakan tangan kanannya. Ia memainkan tangan kirinya di tempat kosong sebelahnya. Sesekali ia mendesah kesal ke udara. Tiba-tiba datang seorang namja yang langsung duduk disebelah kirinya menggeser pantatnya begitu saja.

“bian aku terlalu lama. Kau pasti bosan menunggu ku.” Namja itu hanya bisa menunjukkan deretan gigi putihnya sambil menghadap wajah sang yeoja.

“ah,, sudahlah. Jadi apa yang kau maksud dengan penting tadi tuan Oh?” tanya yeoja itu to the point.

“mengapa kau terus menutupi mata mu, nyonya Liu? Wah,, coba ku lihat yang tadi itu pasti sakit sekali. Apa kau yakin mata mu baik-baik saja?” namja itu langsung menarik tangan kanan Fei begitu saja dari matanya.

“memang sangat perih dan sudah cukup tuan Oh. Heuh,, hanya kau saja yang memanggil nama ku. Baiklah aku ijinkan, asal jangan sampai yang lain juga ikutan!”

“eh,, apa yang salah dengan angka 6. Memang itu nama mu.”

“tapi tidak ada yang memanggil ku seperti itu disini kecuali diri mu, tuan Oh! Sudahlah hentikan! Cepat beritau aku apa yang kau maksud penting itu?!!”

“baiklah nyonya Liu yang tak sabaran. Pertama-tama aku ingin mewakili chingu terbaik ku sedunia tuan Do Kyungsoo untuk meminta maaf pada mu atas kesalahannya tadi yang tak sengaja menendang bola kertas ke mata mu.”

“gwenchana. Kau tidak perlu melakukannya karena dia sudah melakukannya sendiri saat kami di hukum.”

“Kyungsoo melakukannya. Wow,, sudah ku duga. Baiklah akan ku ceritakan sesuatu untuk mu. Aku ini sahabat Kyungsoo sejak kecil, dari kami belum masuk tk. Saat itu keluarga Do pindah kesebelah rumah ku, kami masih berumur 3 tahun waktu itu. Semenjak itulah kami berteman dan selalu bersama termasuk sekolah yang sama. Memang aku bukanlah tipe yang dapat menilai orang dengan baik. Bahkan aku bukan tipe yang akan memikirkan hal itu. Hanya 1 yang terpenting bagi ku adalah ketika dia mengakui bahwa aku adalah sahabatnya. Itu berarti dia mengenal ku dan aku mengenalnya dengan sangat baik.”

“untuk apa kau menjelaskan hal itu pada ku tuan Oh?”

“ih… kau ini selalu tidak sabaran. Aku menjelaskannya agar kau mengerti apa hal penting yang akan katakan pada mu. Aku memang orang yang sangat lambat dalam menyadari sesuatu. Karena itu aku tak mau terlambat lagi. Aku tau chingu ku itu memang tidak menakuti apapun didunia ini, ia juga termasuk namja yang perfect dalam segala hal tidak seperti ku tentunya. Mungkin ia memang sangat berani tinggal dirumahnya yang besar sendirian tanpa seorang pun menemaninya, yang tak habis ku pikir ia bahkan sangat menikmatinya. Padahal ia baru kelas 3 saat itu dan keluarganya hanya pergi liburan seminggu ke Hokkaido. Ia juga selalu meraih peringkat 3 besar umum sesekolah, suaranya bagus, menguasai beberapa alat musik, pandai bela diri, yah,,, dirinya memang sangat sempurna. Nyaris tak ada kekurangannya kecuali tinggi badan dan itu bukan keinginannya. Itu kehendak Tuhan. Tapi Tuhan itu selalu adil tidak ada makhluk yang benar-benar sempurna di dunia ini. Begitu juga dengan Kyungsoo kelemahannya adalah yeoja. Dan itu adalah kau nyonya Yi Fei Liu.”

“kenapa kau mengatakannya pada ku?”

“aku ingin kau bisa memahaminya dan menanggapi cintanya. Jebal,,”

“jadi kau memaksa ku untuk menyukainya? Apa kau lihat aku seperti menyukainya?”

“ehm,, tidak juga. Aku hanya tak ingin ia memiliki memori cinta pertama yang buruk. Kau adalah yeoja pertama yang dicintainya.”

“come on tuan Oh. Ini yang kau sebut penting?!!”

“aku rasa kau perlu mengetauhinya, kau juga chingu ku bukan? Saat kelas 7 kita begitu dekat. Lagi pula kalian berdua cocok kok.” Goda namja itu sambil mendekati si yeoja.

“apa kita sedekat itu? Aku mau pulang saja.” Yeoja itu langsung bangkit dari tempatnya segera berlari meninggalkan namja yang tengah mempoutkan bibirnya kesal sembari menatap kepergian yeoja itu.

~~~~~===_===~~~~~

 

Fei POV

Siang ini benar-benar panas, kenapa tidak ada yang menyalakan AC? Apa hanya aku yang merasa kepananasan? Gerutu ku dalam hati sambil memandangi Lee songsaengnim yang sedang menulis formula sebuah tenses dipapan besar yang berwarna hijau didepan. Aku merasa mulai bosan, setau ku kelas ini bahasa inggrisnya tak ada kemajuan sama sekali. Perlahan mata ku mulai menutup dengan sendirinya. Bagaimana tidak, udara panas, pelajaran membosankan dan aku duduk dibelakang.

Ayo Fei jangan tidur! Semangat!

Aku berusaha menahan kantuk ku, berpikir keras agar kantuk ku ini bisa hilang. Lalu aku putuskan untuk melihat sekeliling kelas untuk menyegarkan mata ku dari tinta putih itu.

Deg!

Dia. Aku tidak salah bukan? Ini bukan karena mata ku yang mengantuk bukan? Tapi namja yang duduk di bangku kiri, barisan ke4 dari kanan, dimeja ke2 dari depan itu memang sedang memandangi ku saat ini. Tanpa ku sadari mata ku terbuka selebar-lebarnya membentuk bulatan penuh seperti melihat hantu. Ku kerjapkan mata ku sekali dan memastikan nya lagi. Benar, dia memang menatap ku. Bahkan kali ini ia berusaha menatap mata ku. Apa yang dikatakan Sehun kemarin memang benar?

Kini matanya yang besar itu membulat lebih penuh lagi dari sebelumnya. Ia menatap tajam kepada ku, seakan ia meminta ku untuk memandanginya juga. Aku tidak tau kenapa ini bisa terjadi? Tetapi mata ku juga sedang memandangi sosok itu saat ini.

Perlahan kelopak matanya yang tegang itu mulai mengendur, senyuman kikuk sedikit terukir di bibirnya, aku dapat merasakannya. Sebuah kehangatan yang dari senyumnya.

Dug.. dug.. dug..

Detak jantung ku mulai tak beraturan. Aku heran kenapa bisa seperti ini? Apa dia penyebabnya? Atau karena mata kami bertemu terlalu lama. Jujur aku suka tatapannya. Seakan-akan ia sedang bertanya..

“apa kau baik-baik saja?”

“hari mu menyenangkan?”

“sudah makan?”

Sudah cukup. Aku tidak boleh seperti ini. Bagaimana kalau ia hanya main-main. Akhirnya aku memutar kepala ku kedepan menghadap papan tulis hijau yang membosankan itu. Benar saja dugaan ku. Baru beberapa detik aku mengalihkan pandangan ku darinya. Ia malah tertawa bersama chingu-chingunya. Termasuk tuan Oh itu. Ahh,,, menyebalkan. Sepertinya benar. mereka hanya mengerjai ku. Kemarin itu hanyalah siasat busuknya untuk rencana hari ini. Mereka benar-benar berusaha dengan keras.

-pov end-

~~~~~===_===~~~~~

 

Fei hanya merunduk diam duduk di tempatnya tanpa sedikitpun rasa ingin tau mendekati chingu-chingu nya yang sedang mengelilingi Kyungsoo.

“baiklah kita mulai sekarang.” Titah Kyungsoo.

Dimulai dari Kyungsoo yang memetik sinar gitarnya lalu diikuti Sehun yang mulai memukul drum dengan stiknya pelan. Minhee juga ikut menekan tuts-tuts keyboardnya mengikuti alunan lagu. Tak terasa intro sudah selesai dimainkan dan sekarang sudah bagian chorus tapi Fei hanya terlihat sedang menunduk menatap kertas yang diletakkannya di atas meja.

“hey!! Kau bisa bernyanyi atau tidak?!! Mana suara mu??!” sentak Kyungsoo sambil menggertakkan giginya menatap Fei.

“ayolah Fei, suara mu sangat bagus.” Pujuk Minhee tapi Fei tetap mempoudkan bibirnya sambil menatap kertas ditangannya.

“suaranya bagus?! Kalian bercanda!! Suaranya bahkan tidak lebih bagus dari suara kentut ku!!”

Fei membulatkan matanya selebar-lebarnya. Dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. Selama ini tidak pernah ada yang menghina suaranya sampai serendah itu. Fei sudah tidak tahan lagi. Dadanya sudah sesak penuh dengan emosi. Fei langsung berdiri di tempatnya, hendak menendang keras namja berengsek itu. Minhee tidak bisa berbuat apa-apa, ia pasrah. Ia tau betul apa yang akan terjadi kalau Fei sudah marah, maka tidak ada yang bisa menghalanginya. Lagipula perkataan Kyungsoo kali memang sudah kelewat batas. Sayangnya baru satu langkah Fei berjalan, Sehun langsung menghampirinya.

“kau tidak menyukai lagunya? Kalau kau tak suka kita bisa menggantinya dengan lagu yang kau suka. Sudah jangan pikirkan ucapan Kyungsoo. Dia hanya main-main.”

“main-main??” Fei menatap Sehun dengan tatapan tak percaya lalu menghadap namja yang duduk dibelakang Sehun. “kau pikir aku mau menjadi member mu?!! Kau tau semua namja dikelas menawarkan ku untuk masuk kelompok mereka. Saat ini seharusnya aku sudah bersama Chanyeol. Kalau saja Park songsaengnim tidak mengelompokan aku dengan mu!!”

“sudahlah Liu jangan marah terus. Kalau kau kesusahan dengan remix lagunya ayo kita latihan bersama.” Sehun mengelus-elus badan Fei, berusaha membuat yeoja itu tenang.

“kau yang mengubah lagu seenaknya!! Perlu kau ingat kau sudah mengubah lagu 3 kali dalam seminggu ini! Dalam semalam aku menghafal lagu Taylor Swift- You Belong with Me. Sekarang kau tiba-tiba mengubahnya lagi jadi Justin Bieber-One Time. Jelas aku tidak bisa mengikutinya, apa lagi kau ubah nadanya. Aku perlu mendengar nadanya dulu tau!!” bentaku pada kyungsoo.

Kyungsoo hanya terdiam di tempatnya, mendengar teriakan-teriakan yeoja  itu. Apa yang dikatakan yeoja itu memang benar. Bagaimana bisa ia menyanyikan lagu dengan nada berbeda yang belum pernah ia dengar sebelumnya? Untung Sehun masih bisa mengatasi Fei. Seharusnya Kyungsoo mendekati Fei dan memberitau nadanya. Seperti apa yang Sehun lakukan saat ini. Jelas menggunakan gitar jauh lebih efisien dari pada drum.

Setelah Fei siap, mereka kembali memulai latihan. Kali ini Kyungsoo memulainya lebih lembut dan memberikan penjelasan pada Fei.

Ddeng… ddumm.. ting…

“ya, kau mulai masuk disini.” titah Kyungsoo sambil memetik gitarnya sementara yang disuruh hanya menatap kertasnya.

“me plus you…

Me plus you

Me plus you, one time.. one time..” kali ini suara Fei mulai terdengar meski masih pelan.

“when I meets girl my heart went knock knock. Now them butterflies in my stomach won’t stop stop stop…..” ternyata Kyungsoo juga ikut bernyanyi membawa nadanya dan Fei mengikutinya dengan sangat baik. Tanpa Fei sadari mereka sedang berduet sedangkan Sehun dan Minhee tersenyum menikmati duet mereka yang begitu serasi.

~~~~~===_===~~~~~

 

Fei berjalan begitu risih dengan sepatu high heels hijaunya. Belum lagi roknya yang kependekan, hanya setengah paha. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan penampilan Fei saat ini. Dia justru terlihat sangat fashionable, rambutnya tertata begitu rapih, bajunya mengikuti bentuk tubuh yeoja itu yang ramping. Fei terlihat seperti seorang model yang hendak menjalani photoshot. Tapi anehnya kenapa yeoja itu justru sedang berjalan cepat-cepat menyebrangi zebra cross sambil memegangi tas kecil yang melintang dibadannya.

Bbukkk…

Fei terjatuh sesaat setelah dia selesai menyebrang zebra cross. Ia terjatuh dengan posisi tersungkur kebawah. Fei mengangkat kepalanya lalu ada seekor kucing mendekatinya.

“Aa!!!”

Fei berteriak ketakutan dan kucing itu pergi. Saat Fei ingin mencoba berdiri baru ia rasakan sakit dilututnya yang berdarah. Fei mengangkat kepalanya melihat orang-orang memandanginya aneh. Fei merunduk malu, ingin sekali ia buang mukanya jauh-jauh saat itu juga. Fei hanya bisa menatap terus membungkukkan badannya menghadap tanah, tiba-tiba sepatu seorang namja muncul didepan matanya.

~~~~~===_===~~~~~

 

Fei hanya bisa melototti namja yang berada didepannya saat ini, lebih tepatnya lagi, namja yang sedang berlutut mengobati luka dilututnya.

“kau ceroboh sekali. Bukannya pergi mencari obat malah menangis.”

“hiks… sudahlah aku sedang tidak ingin bertengkar dengan mu.”

“kenapa kau bisa seperti ini?”

“Saat aku menyebrang menuju taksi, aku terjatuh setelah selesai sampai disebrang karena aku berjalan terlalu cepat dan rusuh. Lalu seekor kucing menghampiri ku. Aku sangat tidak menyukai kucing! Aku mengangkat kepala ku melihat semua orang tengah memperhatikan ku, seakan-akan aku orang aneh yang sedang stress. Aku malu.. penampilan ku sangat jelek dan hancur… pasti mereka mengatai ku.”

“sebagai permintaan maaf ku karena seenaknya mengganti lagu. Aku akan  mengantar mu kerumah sekarang.”

“tidak!! Aku tidak mau pulang.”

“kenapa?”

“pasti gege akan memarahi ku karena aku pergi dari pesta tanpa sepengetahuannya. Ini semua karena Minhee menelpon ku. Dia bilang kau marah-marah karena aku tidak datang latihan.”

“hmm,, soal itu..”

“Kyungsoo-ya sepertinya orang-orang disini memperhatikan ku. Apa aku masih terlihat hancur dan berantakan? Mereka menertawai ku..”

“hmm.. tidak juga. Kau cantik. Lihat penampilan mu sekarang begitu fashionable.”

“sungguh?”

Kyungsoo berjalan mengambil gitarnya yang ia taruh didekat sepedanya.

“aku memang belum pernah menghibur seorang yeoja yang menangis sebelumnya. Tapi aku bisa melakukan ini untuk mu.”

Ddeng… dredeng… deng..

Jemari Kyungsoo mulai memetik senar gitarnya halus. Kyungsoo mulai bersenandung mengikuti alunan lembut gitarnya.

………………………….

You should know that, beautiful girls all over the world..
I could be chasing but my time would be wasted
cause they got nothing on you baby.. nothing on you baby..

they might say hi and I might say hey..
but you should’nt worry about what they say..
cause they got nothing on you baby.. nothing on you baby..

…………………………….

Kyungsoo bernyanyi sambil memandangi wajah Fei. Sekarang wajah itu terlihat lebih cerah, tanpa Kyungsoo sadari ia ikut tersenyum melihat yeoja itu tersenyum manis. Sebenarnya Kyungsoo ingin berkata “jangan menangis lagi. Bukan karena wajah mu jelek kalau menangis tapi hati ku terasa sakit, meski aku tidak tau apa rasa sakit itu juga yang kau rasakan? Lagu ini, inilah perasaan ku yang sebenarnya pada mu. Apa kau dapat merasakannya?” tapi semuanya itu hanya Kyungsoo simpan dalam hatinya.

~~~~~===_===~~~~~

After that day (yeah yeah)
we always (yeah yeah)
Stuck together like the Astro twins,
you were me and I was you

——–

 

Kyungsoo pov

Aku mempercepat langkah ku menuju belakang panggung. Semuanya terlihat begitu sibuk dengan urusannya masing-masing. Ku teliti satu per satu, dia tetap tak ada. Dimana dia saat ini, ketika semuanya sibuk untuk pertunjukkannya. Bagaimana kalau dia kurang persiapan nanti pertujukkannya akan gagal. Karena itu aku harus memberinya apel agar ia semangat. Tapi dimana dia sekarang?

“Ah, Minhee!” ku lambaikan tangan ku pada yeoja yang sedang duduk didepan piano. Setidaknya Minhee pasti tau dimana chingunya itu berada.

“dimana Fei?” tanya ku to the point

“ehm,, itu juga yang ingin ku tanyakan pada mu tadinya. Sebentar lagi acara akan dimulai dan dia tiba-tiba menghilang. Apa dia terlalu gugup, aku takut kami tidak akan jadi tampil hari ini.”

“baiklah. Akan ku cari dia untuk mu. Jangan khawatir Fei bukan orang yang seperti itu.”

Ah,, apa lagi kali ini? Dimana dia?

Aku berlari ke kelas, ke toilet wanita, ke halaman depan tapi aku tetap tidak menemukannya. Ah, aku ingat sekarang. Dia pasti ada disitu!

You cried so much
on the day before graduation

Benar saja dugaan ku. Ternyata dia berada di taman belakang sekolah, di bangku itu. Bangku taman yang selalu kami duduki bersama untuk pertama kalinya saat kami di hukum tahun lalu. Saat aku menghampirinya, dia sedang meringkuk memeluk kakinya. Apa dia sedang menangis? Pelan-pelan ku sentuh bahunya. Aku dapat melihat dengan jelas air yang terus mengalir dari matanya.

“mengapa kau menangis?” tanya ku lembut sambil menatap wajahnya

“kau.. apa kau tau aku akan pulang ke Van Couver? Gege datang setahun yang lalu mengajak ku kembali kesana bersama orang tua kami. Tapi aku menolaknya dengan alasan ingin menunggu sampai lulus smp. Sekarang aku sudah tak punya alasan apapun untuk menolak lagi.”

“aku sudah tau dari beberapa bulan yang lalu. Sehun mengatakannya pada ku.”

“lalu.. kau . . .”

Fei menatap ku. Ia terlihat seperti sedang berharap sesuatu pada ku. Tapi aku hanya bisa diam dan menutup mulut ku rapat-rapat.

“pergilah. Tinggalah dengan keluarga mu, agar kau tak kesepian disini.” Aku menatap matanya dan ku hapus air mata nya dengan kedua ibu jari ku. “sudah jangan menangis lagi. Sebentar lagi kau harus tampil diatas panggung.” Aku mengusap lembut rambutnya, mungkin ini untuk yang terakhir kalinya. Lalu aku putuskan untuk berbalik dan melangkahkan kaki ku.

You held it in firmly since you’re a guy
Just like that hot summer when
we couldn’t say what we wanted, goodbye

“Kyungsoo-ya! Apa aku tidak ada artinya untuk mu?”

Perkataannya itu berhasil menghentikan langkah ku. Aku ingin sekali berbalik kebelakang, hati ku terus memberontak ingin memeluknya. Tapi ku lanjutkan langkah ku. Aku tak mungkin berbalik dan menunjukkan wajah ku yang mulai memerah dan mata ku yang memanas. Ku ambil apel yang ada ditas kecil ku. Aku harus menuju suatu tempat sekarang…

the unsaid words that still remain
“The story ended without even starting”

~~~~~===_===~~~~~

 

Your song on the last day of the school
festival, the flickering summer sea./ Our feelings
that were precious because we were together
Like the deepening night sky, goodbye

“Hahaha…”

“Wuahh,,”

“Ayo kesanaaa…”

Banyak sekali murid yang berkumpul di lapangan Seoul Primary High School. Bagaimana tidak ?? Siang ini Seoul Primary High School menjadi tempat penyelenggaraan festival musim panas. Bangku – bangku yang disediakan pun sudah mulai terisi. Banyak murid yang duduk bersama chinggu mereka dan tidak sedikit juga yang duduk bersama pacarnya. Tak terkecuali Eun woo yang sedang duduk bersama Namja Chingu nya Kai di barisan paling depan dan Sehun bersama bersama Kyungsoo.

“Siang semuanya…” Ucap MC yang baru saja naik ke panggung. Lalu, para muridpun bersemangat menjawab.

“Sepertinya, bangku di sini sudah terisi penuh.. Baik lah kalau begitu, kita akan sama – sama menyaksikan persembahan para murid berbakat yang telah bersedia mengisi acara ini..” sambut MC lagi. Satu per satu murid-murid tampil menunjukkan performnya masing-masing. Sampai tiba giliran..

“Mari kita sambut,, Fei dan Minhee…” Setelah itu para penonton pun mulai bertepuk tangan lalu MC turun dari pangung dan Fei pun mulai naik ke atas panggung.

“annyeong yerobun^^.” Sapa Fei sambil melambaikan tangan kirinya.

“untuk festival musim panas terakhir ku di sekolah ini. Aku dibantu oleh Minhee, ingin menyanyikan sebuah lagu untuk seseorang yang sangat berarti untuk ku belakangan ini. Aku harap ia mengerti apa yang ingin ku sampaikan dalam lagu ini. Selamat menikmati^^”

Fei melirik ke belakang, kearah Minhee yang menganggukkan kepalanya. Minhee menatap tuts-tuts pianonya lalu mulai menekannya satu per satu merangkai sebuah alunan melodi yang padu. Fei menundukkan kepalanya menunggu saatnya ia masuk, beberapa detik kemudian ia mengangkat kepalanya dan mendekatkan mic ke bibirnya.

“someday you’ll gonna realize
One day you’ll through my eyes
But then I won’t even be there
I’ll be happy somewhere, Even if I can’t

. . . . . . . . . . . . . .

Coz someday, someone’s gonna love me
The way, I wanted you to need me
Someday, someone gonna take your place
One day I’ll forget about you
You’ll see, I won’t even miss you
Someday.. Someday..

But now I know you can’t tell I’m down and I’m not doing well
But one day these tears They will all run dry
I won’t have to cry Sweet goodbye . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . .”

~~~~~===_===~~~~~

 

@Wu House in Van Couver

Pagi ini Fei masih belum ingin beranjak dari ranjangnya. Hari ini tepat hari festival musim panas Seoul Primary High School 2 tahun yang lalu. Hari terakhir ia bertemu namja yang dicintainya dan hari dimana saat ia membersihkan lokernya untuk yang terakhir kali. Ia menemukan sebuah amplop berwarna hijau dengan sebuah apel diatasnya. Fei mengambil amplop itu yang ia selipkan diantara lembaran diarynya. Ia membuka amplop itu lagi dan membacanya untuk kesekian kalinya..

Baby oh no oh oh I’m sorry that this is a
monologue./ Oh, actually, I love you, yeah
If only our long-time hidden secrets were
revealed./ I would hold you in my arms

Fei igo Kyungsoo-ya^^

Ehm,, aku tidak tau apa yang harus ku tulis. Aku terus berpikir apa yang namja tulis saat menulis surat cinta. Atau mereka tidak menulis lagi? Sekarang para namja biasanya akan langsung menyatakan cintanya begitu saja bukan? Seperti apa yang Sehun suruh pada ku.

Sebenarnya alasan ku selalu ingin bertengkar dengan mu adalah karena aku ingin dekat dengan mu. Aku tidak tau perasaan mu pada ku tapi aku menyukai mu. Selama ini aku selalu memendamnya dalam hati ku. Aku sendiri tidak tau kenapa aku tidak pernah bisa mengungkapkannya pada mu. Meski aku benar-benar ingin melakukannya. Apa lagi setelah tau kau akan kembali ke Van Couver. Aku ingin sekali menahan mu. Seandainya aku bisa..

Mungkin aku memang seorang pengecut. Aku terlalu takut untuk menjadikan mu yeoja ku. Aku takut aku tak bisa membuat mu selalu tertawa dan bahagia saat bersama ku. Aku merasa kalau aku masih terlalu muda untuk hal itu..

Andai aku berani merubah rahasia kisah kita menjadi kenyataan. Mungkin kau sudah dalam dekapan ku saat ini.

Meskipun ini hanyalah sebuah monolog tapi ijinkan aku mengucapkannya pada mu

“saranghae Wu FeiLiu”

The friend label is a label that I got to hate
The feelings I’ve hid still remain
as a painful secret memory

“babo!! Namja babo!! Setidaknya aku ingin mendengarnya langsung dari mulut mu. Seharusnya kau mengucapkan hal itu langsung meskipun akhirnya kita akan tetap berpisah seperti ini. Kalau kau memang mencintai ku, kenapa sampai sekarang kau tak pernah mencoba menghubungi ku?” Fei menutup kembali surat itu.

“aku berbohong. Aku sudah mengencani 3 namja disini tapi tidak seperti lagu itu. Kenyataannya aku tetap tidak bisa melupakan mu sampai saat ini. Kyungsoo-ya tempat mu masih ada di dalam hati ku.”

Fei mengelus foto Kyungsoo dalam foto bersama mereka yang diambil 3 tahun lalu saat mereka latihan menyanyi waktu itu.

The photos that can’t define
our relationship is a heartbreaking story
I’m sorry, summer, now goodbye, yeah

 

 

End..

*Liu = 6

5 thoughts on “FF: friend just a label

  1. Han Seul Byul berkata:

    NEED SEQUEEEEEELLL!!!!!!
    bias ku KYUNGSOO thor!! jebal jebal jebal!!!
    buat sequel nya nee??? >< jebaaaaalll

  2. Raica berkata:

    keren…. pikir aku mereka bakal ketemu lagi pas dah gede >_< ternyata enggak T.T tapi tetep keren kok. di tunggu ya cerita terbarunya yg lebih keren ^.^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s