FF EXO : PROTECT YOU Chapter 21 (END)

protect you

Tittle                   : Protect You

Author                  : Oh Mi Ja

Main Cast            : Oh Sehoon

Huang Zi Tao

Xi Luhan

Kris

Kim Jongin

member EXO lainnya…..

Support Cast      : Cho Kyuhyun (SJ), Lee Hyukjae (SJ), Seo Joo hyun (SNSD), Shim Changmin (TVXQ)

Genre                   : Friendship, Comedy, Action

Tuhan tidak memberikan sebuah tangan untuk Sehun agar ia bisa menggenggam seseorang. Ia memiliki rencana lain. Sebuah rencana yang dianggap Sehun sangat amat tidak adil baginya.

Jika saja kemarin malam dia tidak mengeluarkan peluru dari pistol itu, mungkin kini Luhan juga merasakan rasa sakit seperti yang dirasakannya.

Cahaya matahari yang tepat menghadap balkon kamar,memanasi hampir seluruh wajah Sehun dan mencetak jelas kesedihan disana. Tidak ada yang berani mengusik kesendiriannya. Bahkan Kris yang lebih merasa stress dengan keadaan adik sepupunya itu.

Hingga sebuah suara ketukan pintu yang terdengar samar berpadu dengan suara burung-burung dari hutan. Sehun tidak juga beranjak, tidak menoleh, bahkan tidak bergerak sedikitpun. Tetap mempertahankan posisinya yang sedang menikmati kesedihan itu lagi. Kehilangan.

Tao menjatuhkan diri disebelah Sehun pelan, ikut memandang ke depan, kearah hutan-hutan pinus yang mengelilingi rumah kaca itu. Terlihat beberapa pengawal kembali berjaga diarea gerbang.

“Teman-teman sekelas sangat merindukanmu”seru Tao setelah sekian lama mereka hening. “Tidak ada lagi pembuat onar yang membuat keributan di kelas. Tidak ada lagi hukuman berdiri dilapangan juga hukuman dikurung didalam sel” Tao tertawa kecil sambil menatap menerawang ke depan. “Kau ingat? Dulu kita sangat sering dihukum bersama, membolos bersama bahkan dipukul dengan penggaris besi hingga memar. Semuanya kita lakukan bersama”

Tao menghentikan ucapannya sejenak. Mencoba menetralkan getaran suaranya yang mulai terdengar.

“Kau adalah sahabatku. Satu-satunya orang yang paling aku percaya saat aku berada di Korea. Aku akan mengikutimu kemanapun. Bahkan saat kau berada dalam bahaya sekalipun, aku pasti juga ada disana”

“kenapa? Kau tidak takut mati seperti kakakku dan Kyuhyun ahjussi?”tanya Sehun dingin tanpa menoleh kearah Tao

Tao menggeleng cepat, “karena kau adalah sahabatku. Jika dalam perkelahian kemarin, aku ditakdirkan mati. Aku tidak akan menyesal. Setidaknya, aku mati untuk sahabatku”jelasnya penuh keyakinan. “Mungkin saat ini kau berpikir bahwa kau adalah orang yang paling kesepian di dunia. Itu sangat wajar. Tapi, jika Tuhan tidak memberikanmu mata untuk melihat, setidaknya Dia memberikanmu hati untuk merasakan keberadaanku”

Sehun menoleh kearah Tao, juga Tao yang menatap kearahnya dengan mata yang sudah berair sambil tersenyum lembut.

“Aku adalah sahabatmu. Tidak perduli kau mempercayaiku atau tidak, aku tetap akan ada disampingmu…. Disaat apapun”

Air mata itu jatuh sesaat setelah telinganya mendengar kalimat itu. Kepalanya bergetar, berusaha menahan luapan emosinya yang ingin menyeruak namun gagal. Sehun menunduk dalam, pundaknya bergetar, dan akhirnya membiarkan tetesan air matanya jatuh membasahi lantai pijakan.

“Aku sangat bodoh, Tao. Aku benar-benar sangat bodoh. Aku terlambat menyadari bahwa Kai hyung sangat menyayangiku. Dia menyayangiku…”isak Sehun

Tangan Tao terulur, menghusap lembut pundak Sehun dan mempertahankannya disana. “Seperti yang ku bilang tadi, jika takdir mengatakan kami harus mati. Kami tidak akan menyesal karena kami mati dengan alasan. Aku rasa kakakmu,juga Kyuhyun ahjussi berpikiran yang sama denganku. Karena kami menyayangimu”

Tao menghusap air matanya sendiri dengan lengan baju, “ini hanyalah kesedihan yang akan kita rasakan sesaat. Nanti, saat hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan seterusnya. Kesedihan ini akan berubah menjadi kenangan yang akan membuat kita tersenyum saat mengingatnya”

Mungkin Tao benar. Lagipula, Tuhan sangat adil dan mempunyai rencana yang paling baik. Dia tidak memberikan mata, tidak memberikan tangan,namun memberikan hati. Sesuatu yang bisa membuat Sehun merasakan bahwa Kai adalah kenangan yang abadi. Tidak akan dilupakan ataupun dihapus. Dia yang terbaik.

“Sehunie, kau sangat mengerti bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang kau sayangi. Bisakah kau tidak membuat orang lain juga merasakannya?”

Tao mengulurkan tangan, menunjuk kearah kanan bawah balkon kamar Sehun. Sehun ikut menoleh dan melihat Kyungsoo sedang terduduk di anak-anak tangga depan pintu utama rumahnya.

“Kris hyung bilang, sejak semalam dia duduk disana”

“Kau tidak memintaku untuk memaafkannya, kan?”desis Sehun berubah dingin

“Sehunie, aku tau semua ini sangat sulit untukmu. Tapi Luhan hyung—“

“Dia yang menyebabkan kakakku mati, Tao! Semuanya karena dia!”bentak Sehun dengan nada meninggi

“Aku tau. Tapi setidaknya—“

“Aku tidak perduli! Aku tidak akan memaafkan pengkhianat itu!”

“Jika kau berada dalam posisi Luhan hyung. Apa yang kau lakukan? Apa kau akan diam? Jika seandainya Kai hyung disekap dan kau dipaksa untuk menyakiti seseorang, aku yakin kau juga akan melakukan hal yang sama”

“Dia menyakiti sahabatnya, Tao! Orang yang sangat memperayainya”balas Sehun cepat

“Tidak Sehunie. Dia menyakiti seseorang yang dia sendiri tidak tau akan menjadi sahabatnya. Dia berada dalam posisi yang sulit” Tao menghela napas panjang kemudian berdiri dan menepuk pundak Sehun. “Kau sudah banyak menghabiskan waktu bersamanya. Tanyakan pada hatimu bagaimana sosoknya. Aku yakin dia tidak seburuk itu”ucap Tao kemudian bergegas pergi. Namun, baru beberapa langkah. Ia berhenti dan menoleh. “Setidaknya, dia pernah menggantikan sosok seorang kakak di hatimu, Sehunie”

***___***

Kris, Suho dan Xiumin langsung berdiri begitu melihat Tao menuruni anak-anak tangga dengan wajah memelas. Mereka sudah tau apa yang telah terjadi. Kris menghela napas, membuang diri kembali keatas sofa.

“Bagaimana? Dia sudah mau bicara?”Suho tetap bertanya

Tao menggeleng, “aku rasa dia masih sedih dengan kepergian kakaknya. Dia benar-benar tidak mau mencabut tuntutan Luhan hyung”

“Jadi dia akan tetap meneruskan persidangan Luhan?”sahut Xiumin

Tao mengangguk, “ini sulit, ahjussi. Jika jadi Sehun, mungkin aku juga akan melakukan hal sepertinya. Jangan paksa dia lagi” Ia menepuk pundak Xiumin sambil tersenyum tipis, lalu berjalan keluar menghampiri seseorang yang sejak tadi malam duduk diam di anak-anak tangga tanpa bergerak sedikitpun.

Tao menjatuhkan diri disampingnya, membuat Kyungsoo langsung menoleh.

“Kau tidak mengunjungi Luhan hyung?”tanya Tao tanpa basa-basi

“Aku takut bertemu dengannya”jawab Kyungsoo pelan

“Kenapa?”

“Hanya takut melihat ekspresinya yang akan menahan kesedihannya seorang diri dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa didepanku”

Tao tertawa mendengus,  “dia selalu begitu”

“Maafkan Luhan hyung jika dia telah melukaimu. Tapi, dia hanya terpaksa—“

“aku tau”potong Tao cepat. “aku tidak tau apakah aku membencinya atau tidak. Sehun adalah sahabatku, Luhan hyung juga sudah ku anggap sebagai kakakku sendiri. Aku tidak menyalahkan siapapun, juga tidak membela siapapun. Hanya berusaha menjadi penengah kalian”jelas Tao. “Aku sudah mencoba membujuk Sehun agar dia mau meringankan hukuman Luhan hyung, jika dia tidak mau, aku tidak akan memaksanya lagi”

“Tapi, kakakku tidak bersalah”seru Kyungsoo membela Luhan

“Salah atau tidak salah Luhan hyung, aku juga harus melindungi perasaan sahabatku. Aku mengenalnya sejak dua tahun lalu dan sangat mengetahui bagaimana kepribadiannya. Dia tidak akan bisa menang jika masalahnya berurusan dengan saudara. Dan aku yakin, di dalam hatinya, Luhan hyung adalah saudaranya”

Kyungsoo menunduk lemas beriringan dengan hembusan napasnya yang terdengar panjang, “aku hanya ingin hukuman kakakku di ringankan. Setidaknya, dia harus mendengarkan penjelasanku”

“Aku akan menghajarmu jika kau memaksa Sehun lagi”desis Tao sarat ancaman. “Aku tau Luhan hyung adalah kakak kandungmu. Tapi, bisakah kau berikan sedikit waktu pada Sehun? Dia juga sedang bersedih. Dia kehilangan dua orang sekaligus, belum lagi harus memikirkan bagaimana caranya bersikap saat dia bertemu dengan Seo sonsengnim nanti. Dia memiliki beban yang cukup berat walaupun masalah ini sudah selesai.  Dan aku sangat tau, dia tidak akan bisa diajak berkompromi saat emosionalnya masih memuncak seperti ini” Tao menatap Kyungsoo lekat, “dia tidak akan mendengarkan siapapun”

“Tao benar” sahut sebuah suara dari arah belakang. Tao dan Kyungsoo sama-sama menoleh, ternyata Kris. “Walaupun tidak mengenal sosok Sehun dengan baik, tapi untuk saat ini hal yang paling baik adalah memberikan dia waktu”

Kyungsoo berdiri didepan Kris lalu menunduk dalam, “maafkan Luhan hyung. Semua ini hanyalah kesalahpahaman”

“Walaupun aku sedikit kesal dengannya, tapi aku akan melakukan hal yang sama jika aku berada di posisinya”balas Kris bijaksana

“Kyungsoo-sshi, aku berjanji aku akan membantu Luhan dalam kasus ini. Sekarang, sebaiknya kau pulang dan biarkan tubuhmu istirahat”tambah Suho menepuk sebelah pundak Kyungsoo

“Aku akan mengantarnya”

“Tunggu. Kau akan kesini lagi, kan?”cegah Kris menahan lengan Tao. “Hanya kau yang paling mengerti bagaimana perasaan Sehun”

Tao mengangguk mantap dan tersenyum, “aku akan kesini lagi besok” kemudian menoleh kearah Kyungsoo, “kajja”

***__***

Ruangan kelas yang dulunya selalu dihiasi dengan hiruk pikuk kebisingan kini hening, bahkan sejak kepulangan Tao, salah satu orang yang juga sering menjadi otak keonaran itu.

Jam kedua adalah giliran Seohyun untuk mengajar, namun sejak mendapat kabar buruk beberapa hari lalu, dia belum juga bisa hadir untuk mengajar. Tao sangat mengerti, dia pasti masih merasa sedih.

Dan juga, dalam hati dia beribu-ribu kali mengucapkan terima kasih pada semua guru dan kepala sekolah yang memahami ketidakhadirannya di sekolah karena terlibat dalam masalah Sehun, juga dengan pihak kepolisian.

Melihat Tao yang hanya duduk diam dibangkunya sambil menopang dagu menatap kearah luar jendela, Gongchan memutuskan untuk menghampiri, menjatuhkan diri dibangku Sehun lalu menepuk sebelah pundak Tao.

“Merindukan Sehun?”

Tao menoleh sekilas, “tidak. Kemarin aku sudah bertemu dengannya”

Mata Gongchan melebar, “jinjjayo? Lalu bagaimana keadaannya? Kapan dia akan datang? Aku sudah sangat bosan berada dikelas ini jika tidak ada dia”

Tao mengangkat kedua bahu sambil menghembuskan napas panjang, “aku tidak tau”

“Hey, sebenarnya apa yang sudah terjadi? Apa Sehun benar-benar pewaris tunggal Mars? Organisasi yang sangat berbahaya itu”

“Tidak awalnya”potong Tao membenarkan

“Aah, yeaah. Organisasi yang tidak berbahaya awalnya”seru Gongchan. “Ayolah, ceritakan padaku. Kau melawan siapa? Apa kau ikut menyerang? Dan apa murid kelas 3 itu benar-benar mengkhianati Sehun?”

“Diamlah. Jika kau tidak mengetahui apapun, jangan bicara yang tidak-tidak”balas Tao malas

“Aniyo. Kabar itu sudah tersebar diseluruh sekolah, Tao. Aku yakin jika Sehun datang, dia pasti akan menjadi sasaran murid-murid”

Baru menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba ponsel Tao bordering. Tao mengacuhkan Gongchan lalu meraih benda kecil yang berada didalam saku celananya. Tertera nama Changmin disana.

“Yee ahjussi”

“Tao, Seohyun akan melahirkan sekarang!”

Detik itu juga Tao langsung berdiri dari duduknya, “MWO?!” teriakannya membuat semua pasang mata seketika menatap kearahnya.

“Aku masih mengurus satu kasus. Bisakah kau pergi ke rumah sakit Seoul sekarang?”

“Arasseo. Aku akan kesana sekarang”

Tao mematikan sambungan panggilannya dan meraih tas ranselnya yang ada didalam laci. Melompati mejanya sendiri karena jalan keluarnya, dihadang oleh Gongchan.

Gongchan terkejut, “Tao-yah, kau mau kemana? Apa kau mau ke rumah Sehun? Aku ikut!!”

Mendengar ucapan Gongchan, beberapa murid laki-laki lain ikut berseru pada Tao.

“Tao-yah, aku juga ikut!”

“Aku juga!”

Tao menghentikan langkahnya diambang pintu, menoleh dengan tatapan tajam kearah teman-temannya dan mendesis,  “Jika kalian berani mengikutiku, aku akan menghajar kalian sampai babak belur!”

Gongchan mengerjap, “Mwo?”

“Aku sedang tidak bercanda. Jadi jangan bermain-main denganku!”

Hampir seluruh murid mengetahui sosok Tao dan Sehun. Tapi, ini pertama kalinya mereka melihat sosok Tao yang benar-benar menakutkan. Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya, bahkan dengan teman-temannya ia sangat ramah dan suka bercanda. Hanya saja…hari ini dia berbeda.

Gongchan menoleh ke belakang lalu menggeleng pelan pada teman-temannya, “biarkan dia sendiri”

***___***

“hyung, tolong katakan pada Sehun, Seo sonsengnim sedang berada di rumah sakit sekarang. Dia akan melahirkan!”seru Tao langsung sebelum Kris sempat mengucapkan salam

“Melahirkan?!”

“aku sudah menelponnya berkali-kali tapi dia tidak menjawabnya. Sekarang tolong katakan padanya”

“Arasseo”

Tao memasukkan ponselnya ke dalam saku blazer lalu berlari secepat mungkin menuju meja  resepsionis.

“Dimana ruangan nyonya Cho Joohyun?”

“Aah, nyonya yang akan melahirkan itu? Dia ada di ruang operasi sekarang. Disebelah sana”

Tao langsung meninggalkan meja resepsionis tanpa mengucapkan terima kasih, tergesa-gesa ingin segera sampai ke ruang operasi. Hingga saat ia sampai, ia menghampiri seorang perawat yang ingin masuk ke dalam ruangan.

“Suster, dimana nyonya Cho?”

Suster itu menatap Tao bingung, “Nyonya Cho? Anda siapa?”

“Aku adalah kerabatnya. Dimana dia?”

“Dia ada di dalam, sedang menunggu saat-saat melahirkan”

“Bolehkah aku masuk? Aku harus bicara dengannya sebentar”

Suster itu mengangguk dan tanpa pikir panjang Tao langsung memasuki ruangan dan menghampiri Seohyun yang terlihat kaget saat melihat Tao datang.

“Sonsengnim, kau tidak apa-apa? Bertahanlah, aku akan menunggu diluar”

“Tao-yah, kau datang? Dimana Sehun? Apa dia baik-baik saja?”tanya Seohyun lemas

Tao mengangguk sambil meraih tangan Seohyun dan menggenggamnay erat, “Percayalah padaku, semua akan baik-baik saja. Kau akan hidup bahagia. Aku berjanji akan mencari kebahagiaan itu untukmu”

Seohyun tersenyum lembut, beriringan dengan air matanya yang mulai terjatuh. “gomawo”

***___***

Kris dan Suho bertemu dengan Changmin di pintu utama rumah sakit, ketiganya sama-sama berjalan dengan langkah-langkah panjang dan tergesa menuju ruang operasi, tempat Seohyun akan melahirkan.

“Bagaimana Seohyun?”tanya Changmin langsung berhambur kearah Tao

Tao yang semula duduk diam di deretan kursi yang ada di depan ruang operasi seketika berdiri, “dia mas…hah?” ucapan Tao terhenti saat mendengar suara tangisan seorang bayi dari dalam ruang operasi. Tak lama seorang dokter keluar dengan senyuman lebar diwajahnya.

“Siapa suaminya?”

“Dia”Tao menunjuk Changmin tanpa pikir panjang membuat Changmin seketika tergagap.

“M-mwo?”

“Selamat tuan Cho, anak anda perempuan. Kalian boleh melihat nyonya Cho sekarang, kami akan memandikannya dulu” Dokter itu menepuk sebelah pundak Changmin yang masih tergugu tak percaya. Rasanya sangat bahagia.

“Kau tidak mau melihat anakmu, huh?” Kris mendorong punggung Changmin dengan pundaknya lalu berjalan masuk ke dalam ruangan bersama Tao dan Suho.

“Sonsengnim, chukkae!! Chukkae!!”sorak Tao langsung berhambur kearah Seohyun

Seohyun tersenyum, “gomawo, Tao”balasnya serak

“Seohyun-sshi, selamat akhirnya kau jadi ibu”

“Gomawo, Kris-sshi”

“Seohyunie, chukkae” suara pelan Changmin terdengan dari arah belakang, membuat semua orang sama-sama menoleh kearahnya dengan senyum geli karena kini wajah Changmin telah pucat pasi. “Chukkae”ulangnya lagi tersenyum kikuk

Seohyun tersenyum lembut, “Gomawo oppa”balasnya tulus. Kemudian, ia menatap Tao. “Dimana Sehun?”

“Dia tidak mau keluar dari kamar”sahut Kris

“Apa dia marah padaku?”

“Justru dia sangat takut untuk berhadapan denganmu”

“Kenapa?”

“Dia benar-benar terguncang hebat. Berikan dia waktu, dia akan menemuimu nanti”

***___***

Suho akhirnya keluar dari ruangan kepala dewan departement keamanan setelah cukup lama berada didalamnya. Melihat itu, Kyungsoo langsung berdiri dan menghampiri Suho.

“Bagaimana?”

Suho menghembuskan napas panjang, “hanya karena ini, aku hampir saja kehilangan pekerjaanku”rutuknya setengah kesal. “Ayo”

Kyungsoo tersenyum lebar, “Gomapseumnida, Suho-sshi”

Keduanya berjalan melewati lorong panjang menuju sebuah lift yang terletak paling sudut, memasuki lift itu dan merasa bahwa lift itu bergerak turun. Kyungsoo menoleh, “kita mau kemana?”

“Bagi tahanan khusus, mereka tidak ditempatkan di penjara biasa namun di penjara yang ada didalam department ini”

Kening Kyungsoo berkerut, “Penjara bawah tanah maksudmu?”

“Yep!”

Pintu lift terbuka, Suho memperlihatkan identitasnya pada empat orang penjaga juga surat ijin dari kepala dewan lalu salah satu penjaga itu mengantarkannya ke ruangan Luhan. Dengan takut-takut, Kyungsoo terus mempersingkat jarak antara dirinya dengan Suho karena melewati lorong-lorong sel tahanan khusus, rasanya seperti sedang berjalan diatas jembatan kecil yang ada diatas kolam api. Mengerikan. Walaupun sebenarnya, ruang tahannya tidak seperti sel biasanya. Ruangan untuk tahanan khusus adalah ruangan yang benar-benar terisolasi, hanya menyisakan kotak sebesar wajah di bagian pintu.

“Ini ruangannya. Kalian bisa bicara di dalam”

Salah satu alis Suho terangkat, “bukankah seharusnya kami bicara di ruang pertemuan?”

“Tidak ada yang tau, kau tidak akan membantunya kabur jika kami membawa kalian ke ruang pertemuan?”

Suho menggeram kesal, “Maksudmu?! Aku adalah FBI!”

“Suho-sshi, sudahlah. Kita bicara di dalam saja” Kyungsoo menahan tubuh Suho

Penjaga  membuka kunci pintu yang terbuat dari tekhnologi canggih itu, panel kunci elektronik, alat pendeteksi retina mata, juga sidik jari agar pintu bisa terbuka. Kyungsoo melihat Luhan sedang duduk diam dalam ruangan serba putih itu.

“Kau saja yang masuk, aku akan menunggu diluar”

“Kenapa?”

Suho melirik sinis pada penjaga itu, “menjaga agar tidak ada orang lain yang mencoba mendengar pembicaraan kalian”

Pintu tertutup sesaat setelah Kyungsoo satu langkah memasuki ruangan itu. Menyadari ada seseorang yang datang, Luhan mengangkat wajahnya dan langsung terkejut saat melihat seseorang yang sudah lama menghilang dari hidupnya kini  ada didepannya.

“Kyungsoo-yah, gwenchana? Kau tidak apa-apa? Maafkan aku, aku pasti sudah membuatmu kecewa” Luhan langsung mendekap adik kandungnya itu erat-erat.

“Hyung, aku…aku sangat mengkhawatirkanmu”tangis Kyungsoo di pundak Luhan. “Ini semua karena aku. Kau ditahan karena aku”

“Aku akan melakukan apapun asal kau baik-baik saja. Tenanglah, semuanya sudah berakhir”

“Aku sudah berusaha membujuk Sehun agar dia mau mencabut tuntutannya tapi aku gagal. Hyung, eottokhe? Aku tidak mau kau ada disini”

Luhan tergugu. Tidak heran memang jika Sehun menolak untuk memberikan keringatan padanya. Ia tersenyum kecut.

“Tidak apa-apa. Aku akan tetap sabar menunggu hingga aku bisa bebas. Aku beruntung, aku tidak dihukum seumur hidup seperti yang lain. Maaf, karena aku selalu tidak bisa untuk menjagamu, Kyungsoo-yah”

***___***

 –

Seorang namja berjalan dengan langkah-langkah pelan menuju satu ruangan. Punggungnya membungkuk, kepalanya juga menunduk. Seperti ada ketakutan di dalam dirinya menghadapi kenyataan.

Berdiri didepan pintu ruangan untuk beberapa saat, ia menghela napas panjang dan mengulurkan tangannya untuk membuka pintu. Membuat seseorang yang berada didalam seketika terperangah hebat begitu melihatnya masuk.

“Sehunie, kau tidak apa-apa?”tanya Seohyun panik melihat keadaan Sehun yang begitu berantakan.

Sehun mengangkat wajahnya perlahan, menatap Seohyun penuh rasa bersalah dengan matanya yang juga mulai berair. Ia menekuk kedua lututnya tiba-tiba, membuat mata Seohyun melebar.

“Sehunie, apa yang kau lakukan?”

“Noona…mungkin walaupun aku mengucapkan kata maaf seribu kali, kau tetap tidak akan memaafkanku. Tapi, aku benar-benar menyesal. Aku juga kehilangan Kyuhyun ahjussi. Aku sangat menyesal karena aku tidak berhasil menyelamatkannya. Maafkan aku”isak Sehun dengan kepala tertunduk dalam-dalam

Tenggorokan Seohyun terasa cekat, ia menekan mulutnya dengan kedua tangan, mencoba meredam tangisnya yang juga ingin keluar.

“Jika saja aku bisa menyelamatkannya waktu itu, kau pasti tidak akan seperti ini. Kalian pasti akan menjadi keluarga yang bahagia. Aku benar-benar minta maaf. Aku akan melakukan apapun asalkan kau mau memaafkanku. Maafkan aku…”

Seohyun berjalan pelan menghampiri Sehun, ikut berlutut didepannya sambil mengatupkan kedua tangannya di pipi Sehun.

“Tidak perlu minta maaf karena ini adalah takdir. Kau tidak bersalah sama sekali” ia menggeleng sembari tersenyum lembut. “Aku bangga karena suamiku meninggal demi negaranya. Suamiku adalah orang yang hebat dan aku percaya dia tidak menyesal karena telah meninggalkanku dan anaknya”

Seohyun mengangkat wajah Sehun, menatapnya dengan sorot mata lembut seperti biasanya. “Orang-orang datang, dan orang-orang pergi. Itu adalah hukum alam. Kau tidak sendiri Sehunie, Tuhan akan memberikan pengganti untuk orang-orang yang sudah pergi itu. Percayalah”

“Noona…”

Seohyun memeluk tubuh Sehun dalam dekapannya. Ikut menangis bersamanya sambil menghusap-husap lembut punggung namja tinggi itu.

“Jangan biarkan dendam itu merubahmu, Sehunie. Kau pasti akan dapat yang terbaik”

***___***

 –

Tao menjatuhkan dirinya tiba-tiba membuat Kris, Suho dan Kyungsoo yang sedang makan siang bersama seketika tersentak dan sama-sama menoleh.

“Kau tidak sekolah?”tanya Kris bingung

“Tidak. Aku sangat malas”

“Tapi sebentar lagi akan ada ujian kenaikan kelas, bodoh”

“Sekolah tidak asik lagi karena Sehun dan Seo sonsengnim tidak ada. Aku malas. Ngomong-ngomong, bagaimana perkembangan kasus Luhan ge? Bukankah kalian sehabis menjenguknya hari ini?”

Suho menghembuskan napas panjang sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, meninggalkan makanannya yang masih tersisa.

“Beruntung hukumannya tidak seperti yang lain. Dia hanya dibebankan 20 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda 50 juta won”

Tao hampir saja menyemburkan minumannya karena tersentak kaget. Ia tersedak.

“Uhuk…uhuk…m-mwo? 20 tahun? Kau gila?”

“Beruntung karena dia tidak dijatuhi hukuman seumur hidup, Tao”sahut Kris

“Tapi. 20 tahun bukanlah waktu yang sebentar”

“Mungkin itu adalah takdir kakakku”seru Kyungsoo pelan

“Kyungsoo, jangan menyerah. Kita tetap—“

“Jelaskan padaku” Semua orang sontak menoleh kebelakang bersamaan.

“Sehunie?”

“Berikan aku penjelasan agar aku bisa mencabut tuntutanku”

***___***

 –

“Orang tuaku adalah salah satu pengikut setia tuan George. Ayahku berada dibagian penyelidikan sedangkan ibuku adalah seorang professor. Saat penyerangan waktu itu, orang tuaku terbunuh dan Nicholas mengangkatku dan Luhan hyung sebagai anak buahnya. Sejak kecil, Luhan hyung sengaja diajarkan cara-cara menyamar dan juga menyelidiki orang. Dan ternyata hal itu berguna saat Nicholas mendengar bahwa kau masih hidup”jelas Kyungsoo. “Setelah dewasa, Luhan hyung baru mengetahui bahwa ayah angkat kami adalah seorang penjahat yang sengaja memperalatnya. Ia menolak untuk melakukan tugas itu sehingga aku disekap dan diancam akan dibunuh jika dia tidak melakukannya”

Kyungsoo menghentikan ucapannya sejenak, menatap menerawang kearah hamparan sungai Han karena kini mereka sedang duduk bersama disebuah bangku yang paling dekat dengan sungai itu.

“Nicholas membawaku pergi ke Jepang dan meninggalkan Luhan hyung di China. Setelah itu, aku dan dia tidak pernah berkomunikasi lagi. Aku tidak menyangka jika ternyata dia bisa menemukanmu”

“Maksudmu? Luhan ge bukanlah orang China sesungguhnya?”tanya Tao terkejut

Kyungsoo mengangguk, “dia adalah orang Korea asli. Nama aslinya adalah Do Luhan”

“Jinjjayo? Tapi, kenapa bahasa Mandarinnya sangat baik?”

“Karena kami tinggal cukup lama di China”

“Lalu bagaimana kau bisa melarikan diri ke Korea? Dan bagaimana kau bisa datang ke pulau Hashima?”tanya Sehun datar

“Aku berhasil melarikan diri dan ikut kapal yang berlayar menuju Korea sebagai imigran gelap. Untungnya, aku lolos dalam pemeriksaan dan akhirnya menemukan gubuk itu untuk bersembunyi”

“Saat kau menyelamatkanku waktu itu?”

“Yaah, gubuk itu”angguk Kyungsoo. “Dan tiba-tiba, Suho menemukanku dan memberitahu bahwa aku harus menghentikan Luhan hyung karena kemungkinan besar, dia akan membunuhmu”

“Jadi dari awal kau sudah tau bahwa Luhan hyung adalah anak buah Nicholas?” Sehun menoleh kearah Suho.

Suho mengangguk, “Sejak awal melihatmu, aku sudah tau jika kau adalah anak tuan George dan nyonya Jinri. Sehingga aku terus menyelidiki latar belakangmu diam-diam dan juga siapa saja temanmu. Saat melihat Luhan, aku juga merasa pernah melihatnya. Ternyata setelah ku selidiki, dia adalah anak tuan Do Seongho, aku pernah bertemu dengannya satu kali saat pertemuan besar orang tua kami”

“Whoooa, ingatanmu benar-benar sangat tajam. Bagaimana bisa kau masih mengingat seseorang yang sudah sangat lama tidak pernah kau temui?”decak Tao kagum

“Karena itu dia diangkat menjadi agen penyelidikan”sahut Kris menyetujui

“Aku menyelidiki Luhan selama berbulan-bulan dan mengetahui bahwa dia mempunyai seorang adik. Ada hal yang janggal karena aku tidak mengetahui dimana keberadaan adiknya itu”jelas Suho. “Kau ingat saat kami menemukanmu di hotel Dangbu? Saat Luhan membawa Sehun ke dalam kamar, Tao menghampiriku dan bertanya tentang alat yang sedang ku kerjakan. Tanpa sengaja, aku melihat sebuah bayangan yang tercetak samar di dinding yang berlawanan dan mengetahui ada seseorang yang sedang mendengar pembicaraan kami. Aku sengaja menumpahkan rasa curiga pada Tao agar dia mengira aku tidak mengetahui apapun”

“Bayangan siapa maksudmu?”tanya Kris bingung

“Luhan. Karena bayangan yang tercetak ada di dinding yang berlawanan dari kamar Sehun. Aku tau dia sedang bersembunyi di balik dinding”

“Lalu?”

“Aku masih ragu dengan perkiraanku jadi aku membiarkan dia ikut ke markas FBI. Hal yang membuatku yakin adalah saat dia bersikeras menyuruh Sehun untuk ke pulau Hashima untuk menyelamatkan Kai”

“Hey, itu tidak termasuk ke dalam tuduhan. Xiumin ahjussi dan Kris hyung juga bersikeras menyuruh Sehun untuk ke pulau itu”bela Tao

Suho tertawa kecil, “pikirkan baik-baik. Jika Kris dan Xiumin yang mengatakannya, hal itu sangat wajar karena mereka telah mengenal Kai. Tapi Luhan? Saat itu dia hanyalah sahabat kalian yang tidak mengenal Kai sama sekali. Harusnya dia sepertimu, mencegah Sehun untuk datang ke pulau itu”

Mata Tao melebar kaget, “astaga!”

“Dia belum mengetahui jika Kyungsoo sudah melarikan diri dan mengira bahwa dia juga disekap oleh Nicholas’”

“Jadi maksudmu?”

Suho mengangguk, “dia sengaja mendorong Sehun ke pulau itu untuk membantunya menyelamatkan Kyungsoo. Bukan untuk menyelamatkan Kai”

Tao dan Kris seketika ternganga lebar mendengar hipotesa sempurna Suho. Bahkan dia mengetahui sedetil itu.

Suho tersenyum lebar, “dan yang terakhir, saat Luhan menemui Sehun diruangannya. Dia kembali mendorong Sehun untuk pergi ke pulau itu. Di luar ruangan, aku mendengarnya dan menghubungi temanku untuk membawa Kyungsoo yang sudah ditemukan ke pulau Hashima”

“Jika kau sudah mengetahuinya dari awal, kenapa kau tidak menahannya dan langsung menangkap Luhan?! Kita juga bisa langsung menyerang ke pulau Hashima”

“Kris, itu karna kau tidak pernah hadir dalam pelatihan? Kau hanya datang saat praktek”dengus Suho geleng-geleng kepala. “Jika kita tidak membawa Sehun ke pulau itu, kemungkinan besar Nicholas akan menyuruh Luhan menembak Sehun saat itu juga. Dia pasti akan menggunakan cara aman dan membunuh dalam diam. Dan setelah itu, Kai juga pasti akan dibunuh. Mengerti? Kita akan kehilangan Sehun dan Kai. Juga kehilangan bukti bahwa Luhan adalah tersangkanya”

“Jadi kau juga sengaja mendorong Sehun agar dia ke pulau itu?”

“Yeaaah, tapi Tao sangat mengganggu. Dia selalu saja mencegahnya. Jadi aku sengaja mengatakan bahwa dia adalah pengecut agar dia kesal dan tidak mencegah lagi”

Tao mendelik, “Ya! Kau benar-benar sangat menyebalkan!”

Suho meringis lebar, “sorry” kemudian menoleh kearah Sehun dan merangkul pundaknya. “Aku minta maaf jika caraku membuat Kai meninggal. Aku juga tidak menyangka jika hal itu akan terjadi. Tapi, aku melakukannya untuk melindungimu. Sahabatku sudah lama mencarimu dan aku tidak mau dia kehilanganmu. Kau adalah satu-satunya keluarganya”

Sehun menelan ludah pahit, mencoba menahan air matanya lalu perlahan menoleh kearah Kris.

“Jika dia mau menguasai harta warisan kakek, kenapa dia hanya mengincarku? Kenapa dia tidak mengincarmu juga?”tanyanya pelan

Kris menatap dua bola mata Sehun lekat,  “karena 80% dari warisan kakek adalah milik ayahmu. Dia adalah anak kesayangannya”

“Semua ini sudah berakhir, kan? Berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku”

Kris tersenyum sembari mengacak rambut Sehun, “tidak akan” ia menggeleng “Aku sudah mendapatkanmu. Aku tidak akan melepaskanmu lagi”

Sehun menghusap air matanya dengan lengan baju lalu brdiri dari duduknya, “beritahu kepala dewan, aku mencabut tuntutanku pada Luhan”serunya sambil berlalu pergi.

Semuanya langsung tersentak begitu mendengar ucapan Sehun. Terutama Kyungsoo yang langsung berdiri dan menahan lengannya.

“Kau sungguh-sungguh? Kau akan memaafkan kakakku?”tanyanya tak percaya

“Lepaskan aku” tepis Sehun. “Aku tidak akan mengatakannya lagi”

Kyungsoo tersenyum lebar, juga Kris dan Suho yang sama-sama menatap punggung Sehun yang mulai menjauh itu dengan senyuman bahagia.

“SEHUNIE!! GOMAWOO!! JEONGMALL GOMAWO!!”teriak Kyungsoo

“Sahabatku sudah kembali” Tao juga bersorak senang dan mengejar langkah-langkah Sehun. Ia merangkul pundak sahabatnya lalu berseru, “aku tau kau akan melakukannya”

“Pergilah Tao. Jangan menggangguku” Sehun mendorong tubuh Tao untuk menjauh.

“Tidak akan. Bukankah sudah ku bilang aku akan terus mengikutimu, huh?”serunya kembali merangkul pundak Sehun. “Oe? Kau menangis?”

“Tidak!”elak Sehun menghusap matanya dengan lengan baju

“Kau menangis!”

“Tidak!”

“Air matamu akan jatuh!”

“Jika kau mengatakannya lagi, aku akan menghajarmu!”

“Bhahahaha….kau menangis!”

***___***

“Ya! Sehunie!! Jangan pegang-pegang calon istriku!”

“Mwo? Aku hanya membantunya berdiri!”

“Minggir! Biar aku saja!”

Changmin mendorong tubuh Sehun paksa dan mengambil alih tangan Seohyun dan membopongnya. Meninggalkan barang-barang yang seharusnya dia bawa karena hari ini, Seohyun sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit.

“Cih, kau menyebalkan sekali!”cibir Sehun kesal. “Tenang saja. Aku akan menikahi Hyunjoo jika dia sudah besar. Aku tidak akan menyukai Seohyun noona lagi”

Sehun bersungut-sungut meninggalkan Changmin dan Seohyun, menghampiri Tao yang sedang menggendong Cho Hyun Joo.

“Aigooo, yeoppoda. Untung saja wajahmu mirip seperti Seohyun noona bukan ahjussi itu”seru Sehun gemas sambil mencubit pipi Hyun Joo

“Ya! Apa wajah suamiku sangat jelek, huh?”

Sehun menoleh ke belakang lalu meringis lebar, “aniyo. Hanya saja wajahnya sedikit aneh”

***___***

“Kau benar-benar akan pergi?” Kris menarik tas ransel Suho, membuat namja mungil itu seketika termundur.

“Jangan menarik tasku, bodoh!”

“jika kau pergi, siapa yang akan menjadi partner-ku?”

“Jangan memasang wajah seperti itu, tidak cocok diwajahmu”

“Suho…” Kris kembali menarik tas ransel Suho sambil merengek tidak jelas.

Suho menarik napas panjang, “walaupun sekarang kau adalah pemimpin Kratz Crop, kau tetaplah anggota FBI dan juga…” Suho menepuk sebelah pundak Kris sambil tersenyum lebar. “partner terbaikku…”

“Hyung, kau harus sering mengunjungi kami”seru Tao

“Saat Luhan hyung bebas, kau harus kembali, hyung”sahut Kyungsoo

Suho mengangguk, “pasti”

“Aku titip organisasi padamu, jenius” Sehun juga ikut bersuara

“Pasti. Dan jaga dia…”tunjuk Suho kearah Kris

Sehun mengangguk, “pasti”

“Aku harus pergi. Sudah waktunya”

“Kau harus sering-sering menghubungiku, Suho”

I know, Kris”

***___***

“Huang Zi Tao! Dimana teman sebangkumu? Kenapa dia belum datang?!”ketus Seohyun menunjukkan penggaris besinya kearah Tao.

Tao menggeleng, “mollaseo…”

“Jangan berbohong. Dimana Sehun?!”

“Tao-yah, kenapa Sehun belum juga datang? Mau sampai kapan dia tidak muncul?”sahut Gongchan

“Benar. Sudah lama sekali” Sanghyun mengangguk

“Noona, aku terlambat”

Seohyun seketika menoleh kearah pintu masuk, mendelik pada seorang murid yang sedang terengah-engah.

“Aku kesiangan. Mianhae!”

“Bicara dengan bahasa formal denganku, Sehun Kravtzov!”

“Namaku Lee Sehun, nyonya Seohyun gendut”

“Mwo?!”

“SEHUN KEMBAAAALIIIIII!!!!!”

Seluruh murid bersorak senang bersamaan, membuat keadaan kelas menjadi tidak terkendali seketika. Tao yang semula duduk rapi, juga ikut berhambur ke depan. Ikut memeluk Sehun bersama teman-temannya yang lain.

Menatap itu, ditempatnya Seohyun justru tersenyum lembut sambil geleng-geleng kepala.

“Dasar anak nakal”

“Kai hyung…Seohyun noona mengatakan bahwa orang-orang yang pergi akan digantikan oleh orang-orang yang baru. Aku mempunyai Kris hyung, Xiumin ahjussi, Suho hyung, Kyungsoo, Tao dan banyak orang yang ada disekelilingku. Tapi, kau tidak akan pernah terganti. Kau adalah yang terbaik…”

“Kai hyung…aku sangat menyayangimu…”

END

Note: Author bakal buatin epilog buat FF ini, jadi tunggu aja yaa^^

77 thoughts on “FF EXO : PROTECT YOU Chapter 21 (END)

  1. Nunu^^ (@Nurul_FL) berkata:

    Kerennn ini baru namanya happy ending…!!! Tapi nasib Luhan gmn…???

    Baca epilog ajjaa dahhh😀
    bye thorr

  2. Azurr berkata:

    Annyeong..Mian thor bru komen dichap ending. Satu kata buat ff nya “DAEBAK”. Author suka nonton film action ?? Bagus banget alurnya. awalnya aku kira si Tao yg berkhianat, eh ternyata Luhan. A++ buat author (y)

  3. Nelly berkata:

    AigOo gregetan bnget bca FF’y
    .
    .
    MWO ?!!! Sudah jam 9pgi, aigoO sy lupa tidur, sya lupa makan, sy juga lupa nyuci #bagaimana_ini -_-
    .
    .
    Author bikin FF’y jgn seru2 donk sy jd lupa diri t.t

  4. BabyHun berkata:

    sehunku telah kembali!!! #peluksehun🙂
    taohun!!! duo maknae tercintaku…🙂
    luhan… q gk marah lagi sama kamu..🙂
    kris… suka kamu yg ceroboh gini😉
    xiumin… terima kasih atas bantuannya😉
    suho… q jatuh cintaaaaaaa… jeniussss… #ditarikHun🙂🙂
    Andddd…. Kaiiiiii… q selalu mencintaimu….😉
    dan gomawo buat author yg udah bikin cerita kaya gini… kenalin q reader baru yg bakal nungguin karya keren author lainnya.. keep writing… ang Fighting!!!🙂🙂😉

  5. Mrs. Yehet berkata:

    huaa end ? ya ampun sehun kembalii jadi sehun yg lucu.. haha
    sehun baik banget sih.. mau cabut tuntutannya ke luhan
    hmm keep writing for your next story

  6. cho berkata:

    maaf aku baru baca..
    aku suka ff nya! bener-bener suka..
    aku tunggu cerita brothership and action or fantasy yang mungkin akan dibuat Author nanti.😉

  7. Taehyungie berkata:

    Yah ampun aku terharu😂😂 sehun huhu love banget dah huaa😭😭 keren thor cerita seriusann dahh huhu keren bangetttttt👍👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s