FF: Be Jonginie Friend (1/3)

be Jonginie friend 1

Judul              : Be Jonginie Friend  part 1

Author           : Onfanllcouple

Main Cast       : Kai

D.O

Suho

Kris

Support cast : Byun Baekhyun

Zhang Yizing/ Lay

Jung Eunwoo (OC)

Genre              : brothership, friendship.

Rating             : general

Length                        : trilogy

Catatan Author : ini ff trilogy pertama author, hehe^^ terus langsung dikirim lagi padahal belum end. Sorry for typho that I spread ini here.  Happy nice read. Please leave your comment^^

Namja tinggi berkulit gelap itu tengah diam di ruang tamunya. Ia duduk disofa, wajahnya cemberut dengan kedua tangan yang sedang menopang dagu di atas meja. Matanya terus memelototti jam. Jarum pendeknya masih diangka 7 sedangkan jarum panjangnya diangka 3. Ia hanya bisa mendesah kesal di udara. Orang yang ditunggunya tak kunjung pulang sementara perutnya sudah memberontak dari tadi. Ia belum mengisi perutnya lagi setelah jam 12.00 tadi siang.

Blushh…

Begitu mendengar pintu rumahnya terbuka namja itu segera berlari menuju pintu.

“Suho hyung, Jongin merindukan hyung. Kenapa hyung pulang terlambat lagi?” namja berkulit gelap tadi langsung memeluk namja yang baru datang.

“oh, jadi Jongin merindukan hyung?” namja yang bernama Suho itu melirik sekilas kepada dongsaengnya. “berarti kita sama. Hyung juga merindukan Jongin. Ayo kita ke dapur sekarang, hyung benar-benar lapar.” Ajak Suho sambil membawa belanjaannya ke dapur bersama namja yang sudah berlari duluan kedapur.”tubuhnya hangat.” Gumam Suho sendirian, ia takut sesuatu terjadi pada dongsaengnya itu. ‘Tapi bukankah ini sudah malam jadi wajar saja kalau Jongin rada hangat, pasti karena ia lelah bermain seharian’ pikir Suho.

Lalu mereka berdua memasak spaghetti bersama. Meskipun sebenarnya yang Jongin lakukan lebih banyak menonton Suho memasak daripada membantunya. Bukankah biasanya Jongin yang memasak untuk hyungnya?

Kini makanan sudah siap di depan mereka. Tapi Jongin masih cemberut sambil mengerucutkan bibitnya.

“ada apa lagi Jongin? Kau tak suka rasa saosnya?”

“bukan. Tapi kenapa kita tidak makan bertiga bersama?”

“kalau Kris hyung memang belum makan, ajak saja kesini! Kita makan bersama seperti yang Jonginie inginkan.”

“ne, Hyung!!!” jawab Jongin ia langsung bangkit dari tempatnya. Ingin segera cepat-cepat makan. Baru sampai didepan tangga, Jongin menghentikan langkahnya. Ia memegangi kepalanya.

“hyung ..” panggil Jongin.

“wae?” sahut Suho dari dapur yang sedang merapikan meja makan.

“kenapa semuanya bergoyang hyung?” tanya Jongin sambil mengedip-ngedipkan matanya.

“apa maksud mu Jong-”

Bbukkkk!

Suho menoleh kesamping sekilas, matanya membulat penuh. Ia langsung meletakan piring yang dipegangnya diatas meja dan berlari menuju tangga.

“Jongin! Ireona!” Suho menangkat tubuh dongsaengnya yang tergelatak dilantai, lalu menepuk-nepuk wajahnya.

“Kris hyung!! Cepat bantu aku!” teriak Suho dari tempatnya.

~~~~~===_===~~~~~

 

@ a room in Seoul hospital

Suho duduk dibangku dekat ranjang Jongin, memandangi dongsaengnya yang tengah tertidur lelap, sesekali ia merapikan rambut dongsaengnya yang sedikit berantakan. Di sofa yang dekat dingding sebelah kanan, seorang namja berambut pirang bangkit dari tempatnya.

“Kris hyung mau kemana?” tanya Suho tanpa berbalik menghadap hyungnya.

“urusan ku sudah selesai disini.”

“sampai kapan hyung akan terus seperti ini? Terimalah kenyataan yang ada sebelum semuanya benar-benar terlambat hyung. Waktu terus berjalan dan hyung tak bisa terus diam di tempat.”

Kris hanya diam di tempatnya sambil menghadap pintu. Mulutnya terbuka tapi tak kunjung mengeluarkan apapun. Akhirnya Kris putuskan untuk melanjutkan langkahnya.

“aku yang babo seharusnya 2 hari lalu aku bertanya pada Jongin. Apa hyung jadi membawanya chek-up atau tidak? Mungkin aku harus berhenti dari pekerjaan ku. Aku tak ingin kejadian seperti ini terulang kembali untuk kesekian kalinya. Bian sudah merepotkan mu hyung, aku tau hyung terlalu sibuk hanya untuk melakukan hal itu. Kalau bukan karena menunggu ku ia pasti akan makan dan minum obat tepat waktu.”

“berhentilah bersikap bodoh seperti itu. Berhenti menyalahkan diri mu sendiri. Aku ingin kau berhenti untuk melakukan apa yang seharusnya ku lakukan. Bukankah kau sangat mencintai profesi mu sebagai professor? Jangan hancurkan impian mu untuk menggantikan orang yang hanya bisa diam di tempat ini!”

“gwenchana. Impian ku tak akan ada artinya tanpa hyung dan Jongin disamping ku. Selagi waktu itu ada, aku ingin berusaha untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin. Aku tak mau menyesal dikemudian hari. Aku ingin dia ingat kalau aku begitu menyayanginya. Aku ingin melakukan apapun yang ku bisa untuknya, meski hanya memberinya makan dan obat, menemaninya ke dokter, mengajaknya bermain dan lainnya. Hal sederhana yang bisa membuatnya nyaman karena ada aku disampingnya.”

“maafkan aku. Lain kali aku akan memberinya makan dan minum obat tepat waktu.”

Kris yang sudah sampai didepan pintu segera menarik knopnya. Tiba-tiba saja sebuah suara kembali menahan langkahnya.

“hyung jangan marah pada Kris hyung. Aku yang tak ingin pergi kedokter karena dokter Huang selalu memberikan obat warna-warni yang pahit dan aku tak suka meminumnya terus-menerus.” Suara rendah itu terdengar semakin parau.

“anyi. Hyung tidak marah pada Kris hyung. Bagaimana perasaan Jongin sekarang? Apa Jongin butuh sesuatu?” tanya Suho selembut mungkin.

“hyung. Jongin lapar, bisa kita makan spaghetti yang kita buat tadi?”

“tentu saja. Tapi Jongin tunggu sebentar disini ya. Hyung akan pulang dan mengambil spaghettinya.” Suho bangkit dari bangku dan hendak berjalan mengambil jaketnya.

“tidak perlu. Kau disini saja. Aku yang akan mengambilnya.” Kris langsung membuka pintu dan meninggalkan ruangan itu tanpa sempat menunggu reaksi kedua dongsaengnya.

~~~~~===_===~~~~~

 

“kenapa tidak dimakan spaghettinya Jongin? Tadi kau yang meminta nya.” Tanya Suho yang melihat Jongin hanya diam memandangi piringnya.

“apa tangan mu terlalu lemas? Mau hyung suapi?” tanya Suho lagi lembut dengan sebelah alis terangkat. Lalu Jongin menggelengkan kepalanya.

“kenapa kita tidak makan ber3? Kris hyung belum makan malam kan?” Jongin tersenyum kearah Kris yang sedang duduk di sofa memandangi mereka. Kris malah mendesah kesal ke udara dan langsung berdiri. Tapi Suho segera menoleh kebelakang menghadap Kris. Mulutnya memang tak mengeluarkan suara tapi ia tetap menggerakan mulutnya. ‘jebal’ mata Kris dapat menangkap kata itu dengan baik. Akhirnya mereka ber3 makan bersama malam itu meski hanya dalam sebuah kamar di rumah sakit. Sebuah hal kecil sederhana yang Jongin inginkan terjadi juga. Tanpa ia ingat dulu hal itu lah yang selalu mengumpulkan tawa mereka kembali setelah seharian sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

~~~~~===_===~~~~~

 

Kris sudah mencoba menutup matanya dari tadi tapi hasilnya nihil. Matanya malah terbuka semakin lebar. Perkataan Suho tadi benar-benar mengganggu malamnya. Ia tau kalau ia hyung yang sangat buruk. Perasaan ingin kembali menjadi hyung yang baik untuk ke2 dongsaengnya seperti dulu, terutama pada maknaenya, selalu muncul. Ketika ia mulai menghadapi Jongin, semua pertahannya kembali runtuh. Jongin yang kembali bertingkah seperti anak-anak membuat Kris kembali pada kenyataan yang ada. Kenyataan yang belum bisa ia terima sampai saat ini.

“aku juga ingin bisa menerima semua kenyataan ini. Adakah yang bisa memberitau ku bagaimana caranya?”

Hening. Semuanya diam, tak ada yang menjawab Kris. Malah sebuah rekaman menyakitkan itu kembali berputar diotaknya. Terkadang waktu bisa menjadi bom kapan saja ia mau.

-flash back-

Kris namja tampan nan tinggi itu kini sedang berlari tergesah-gesah masuk kedalam rumah sakit. Ia tidak memperdulikan orang-orang yang tengah memandinginya aneh. Bagaimana tidak? Kini namja itu hanya mengenakan jersey basketnya dengan handuk kecil yang menggantung di lehernya, tubuhnya juga masih bau dengan keringat. Tentu saja Kris sangat bau saat ini, ia baru saja selesai bertanding dan langsung bergegas ke rumah sakit begitu ia mendapat telpon dari Suho. Kris berlari melewati lorong rumah sakit dan menemukan Suho dongsaengnya yang tengah duduk lemas dibangku tunggu UGD.

“apa yang terjadi dengan Jongin? Bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Kris tergesa-gesa

“aku juga tidak tau hyung. Aku ditelpon oleh pihak rumah sakit tadi dan langsung kemari. Tapi katanya keadaan Jongin benar-benar parah hyung.” jawab Suho lemas. Kini ke2 namja itu hanya bisa duduk diam, pasrah dan menunggu. Berharap pada Tuhan semoga dongsaeng mereka baik-baik saja.

Setelah beberapa jam berlalu akhirnya lampu UGD berubah warna menjadi hijau. Kris dan Suho segera menghampiri dokter yang baru keluar itu.

“bagaimana keadaan dongsaeng ku euisa?” tanya Kris tak sabaran, sedangkan dokter itu hanya menepuk pundak Kris pelan. Lalu dokter itu membuka maskernya.

“lebih baik kita bicara diruangan saya sekarang.”

Kris dan Suho mengikuti dokter itu masuk kedalam ruangannya.

“kecelakaan yang dialami oleh pasien Jongin terlalu parah dan berakibat sangat fatal. Hantaman demi hantaman di kepalanya telah merusak beberapa jaringan syaraf otaknya. Kini otaknya mengalami trauma besar dan mengganggu  sel memorinya juga kemungkinan mentalnya karena otak kecilnya juga ikut terkena hantaman. Jika dia dapat melewati masa kritis ia akan lupa seluruh kejadian yang ia alami sebelum kecelakaan. Bukan hanya itu, dongsaeng kalian akan kembali ke memorinya saat ia masih anak-anak. Begitu juga dengan sikapnya. Tapi itu hanya akan bertahan selama kurang lebih satu setengah tahun atau mungkin lebih singkat. Tergantung bagaimana keadaannya nanti. Setelah itu ia akan mengingat kembali seluruh memorinya dan disaat itulah ia akan pergi dalam jangka waktu yang sangat singkat mungkin dalam beberapa hari. Gangguan otak seperti ini memang sangat langkah, seperti penyakit Creutzfeldt-Jakob. Hanya saja dalam kasus ini tidak mengganggu keadaan fisik dongsaeng kalian. Saya harap kalian bisa bersabar menghadapinya. Gunakan waktu yang kalian miliki sebaik-baiknya untuk dia. Supaya kalian tidak akan menyesal saat dia pergi suatu hari nanti.”

 

-flash back end-

~~~~~===_===~~~~~

 

Begitu mobil mewah itu berhenti tepat didepan pintu utama sebuah rumah yang megah, namja yang duduk dibangku belakang kemudi itu langsung keluar dan segera berlari memasuki rumahnya. Namja itu berlari menuju taman belakang ke sebuah kolam kecil dipaling pinggir sebelah kanan. Mata bulatnya yang besar berkaca-kaca menatap kura-kura kecil yang terbujur kaku diatas pasir. Ia tidak tahan lagi dan bening-bening Kristal itu keluar juga.

“byeol! Kenapa kau meninggalkan ku begitu cepat?” isak nya sambil mengelus lembut cangkang kura-kura kecil itu.

“tidak adakah satu hal yang bisa ku urus di dunia ini? Tuhan, kenapa semua yang ku rawat harus berakhir dengan menyedihkan? Bahkan satu kura-kura kecil pun aku tak bisa menjaganya. Sebegitukah ceroboh dan kejamnya aku sampai semua usaha ku merawat mereka sia-sia? Tuhan beri aku satu saja yang bisa ku rawat dengan baik. . Aku mohon. ..”

~~~~~===_===~~~~~

 

Malam ini Suho pulang lebih awal dari biasanya. Takut kejadian yang sebelumnya terulang kembali, Suho berjanji akan menjaga Jongin lebih baik lagi. Biasanya begitu ia membuka pintu rumah mereka Jongin akan berlari menghampirinya. Tapi kini bahkan tak terdengar suara apapun menyambutnya. Suho panik takut sesuatu terjadi pada dongsaengnya, ia segera masuk dan mencari Jongin. Akhirnya Suho dapat bernafas lega begitu ditemukannya Jongin barada dibalik selimut dalam kamarnya.

“Jongin?”

“. . .”

Suho meletakkan tasnya didekat ranjang Jongin dan naik keatasnya. Pelan-pelan ia mendekati dongsaengnya dan membuka selimut yang menutupi tubuh dongsaengnya itu. ditepuknya pelan bahu Jongin.

“Jonginie ireona, ayo makan dulu habis itu minum obat baru tidur.”

Jongin mengerjapkan matanya yang masih terasa perih. Setelah itu dia bangkit dari ranjangnya mengikuti Suho yang menarik tangannya. Setelah mereka menyelesaikan makan malam dan Suho memberikan Jongin obat. Jongin segera berlari kembali ke kamarnya tidak seperti biasanya yang merengek pada Suho minta diajari.

Suho merasa ada yang berbeda dengan Jongin malam ini. Namja itu berjalan menuju kamar Jongin. Dibukanya pintu kamar yang berwarna hijau muda pelan-pelan. Benar saja dugaannya, ternyata Jongin sedang menangis diam-diam. Jongin meringkuk didalam selimutnya sambil membekap mulutnya dengan kedua tangannya sendiri. Meskipun begitu Kristal bening itu tetap tak bisa berhenti mengalir dari matanya.

“Jongin. Sebenarnya apa yang terjadi? Apa Kris hyung memarahi mu lagi?” tanya Suho sembari memeluk dongsaengnya itu.

“hiks.. hiks.. tidak hyung.” lirih Jongin sambil mengusap kedua matanya.

“jeongmal?” Suho menatap mata Jongin lekat-lekat dan Jongin menggeleng pelan.

“coba katakana pada hyung ada apa sampai kau menangis seperti ini?”

“hyung,, Sehun sudah pindah hari ini. Mulai besok aku tidak akan punya chingu yang menemani ku menunggu hyung pulang. Lalu siapa yang akan menceritakan tentang sekolah pada ku? Siapa yang akan mengajak ku bermain kecuali Sehun? Hiks… hiks.. hyung kan melarang ku sekolah. Padahal aku bisa bertemu dengan Sehun disekolah kata dia.”

“sudah,, jangan menangis lagi. Bukankah Jongin masih punya hyung dan Kris hyung yang menemani Jongin. Hyung janji akan memberi waktu yang lebih banyak lagi untuk Jonginnie. Hyung janji akan pulang lebih cepat mulai besok. Jadi Jonginnie tidak perlu takut kesepian dirumah.”

“jeongmal?”

~~~~~===_===~~~~~

 

@ theater

Kini dua orang namja yang duduk di bangku paling depan itu sedang menonton sebuah pertunjukkan tari ballet. Panggung yang megah dan luas itu tetap terlihat begitu menakjubkan meski lampu-lampu yang berjejer didingding atas tidak menyala, atau penuh dengan dekorasi. Para penarinya juga tidak mengenakan kostum-kostum yang indah seperti biasa.

“bukankah Eunwoo benar-benar yeppeo?” namja yang matanya sangat sipit yang duduk disebelah kiri itu menyikut lengan namja yang duduk disebelahnya.

“wow… aku memang pernah menonton pertunjukkan ballet di tv. Tapi aku tidak tau kalau mereka benar-benar melakukannya seperti apa yang ku tonton sekarang. Ini bahkan baru rehersial. Bagaimana saat mereka tampil nanti? Pasti lebih menakjubkan lagi.”

“jadi tidak salahkan kau mengikuti ku kesini.”

“ya,, aku akui ini sangat menghibur. Mereka menari terlalu baik.”

“Eunwoo memang penari yang hebat bukan, ?”

“itulah yang aku bingungkan.”

“maksud mu?”

“dari sekian banyak namja di bumi ini. Mengapa ia bisa memilih mu? Kenapa tidak aku?”

“hentikan lelucon mu itu Kyungsoo. Kau benar-benar. ..” namja itu berusaha menahan emosinya.

“bian. Kau tau jelas itu hanya gurauan Baekhyun-ah.”

Kini mata kedua mata namja itu benar-benar fokus melihat kedepan, menikmati pertunjukkan. Sampai kumpulan yeoja itu berjalan berjejer rapih sesuai posisi yang sudah diatur sebelumnya, menuju kebelakang panggung. Setelah kembali terdengar alunan musik dari speaker datanglah seorang namja berkulit gelap berjalan menjinjit kakinya memasuki panggung. Pelan-pelan namja itu menari mengikuti alunan musik yang mengalir lembut di telinganya. Badannya begitu lentur membentuk sebuah gerakan yang indah. Berhasil membuat namja bermata bulat itu benar-benar terpesona dengannya.

“aku tidak tau kalau namja juga menari ballet.”

“tentu saja. Mereka juga memakai namja, makanya aku suka tidak tenang kalau Eunwoo menari tanpa sepengetahuan ku.”

“tariannya indah sekali ya. Dia sepertinya sangat pandai menari.”

“jadi kau tidak mengenalnya!”

“memang siapa dia?”

“kau tidak tau! Dia itu Kai, dia sangat terkenal di universitas kita. Dia dua tahun lebih muda dari kita tapi ia sudah lulus disaat kita baru masuk. Otak nya sangat pintar, dia maknae dari 3 bersaudara Kim yang terkenal kepintarannya itu.”

“dia dongsaeng Kim Suho?”

“ne. Kau mengenalnya?”

“iya, aku fansnya. Dulu waktu semester pertama dia menggantikan dosen ku yang tidak bisa mengajar. Dia membuat kelas begitu seru tapi tetap berilmu. Aku tidak pernah merasakan kelas yang seramai itu lagi sampai sekarang. Wajah mereka memang mirip tapi apa benar dia dongsaeng Kim Suho? Kenapa ia tidak menjadi professor seperti hyungnya?”

“kalau kau tak percaya kau bisa melihat ke bangku yang disebelah kanan sana. Perhatikan siapa yang sedang duduk disana dan lihat matanya fokus menatap siapa?”

“oh! Kau benar rupanya ia benar-benar Kim Suho.” Kata Kyungsoo setelah ia menatap sekilas namja yang berada selang beberapa bangku dari tempatnya sekarang.

“apa ku bilang! Tapi aku kasian padanya, meskipun begitu Kai tidak bisa melanjutkan cita-citanya sebagai seorang penari terkenal dunia.”

“memangnya kenapa?”

“semenjak kecelakaan beberapa bulan lalu Kai berubah menjadi anak kecil. Entahlah penyakitnya itu sangat langkah. Jadi aku lupa nama penyakitnya. Sudah sakit begitu, Kris hyung, hyungnya yang pertama tidak mau menerima keadaannya. Kris hyung terus membully Kai.”

“kenapa ia membully dongsaengnya sendiri. Itu bukan keinginan Kai kalau dia menderita penyakit itu.”

“itu dia. Kata hyung ku Kris hyunglah penyebab kecelakaan itu. Kris hyung menyalahkan dirinya sendiri dan akhirnya. Dia lebih memilih menjauhi Kai.”

“bagaimana kau bisa mengetahui banyak tentangnya?”

“kau lupa aku dongsaeng Byun Minseok! Chingunya Kim Suho. Seorang professor terkenal.”

“oh iya aku selalu lupa kalau kau dongsaengnya Minseok hyung, habis kau tidak pintar seperti hyung mu.”

“ya terserah kau saja. Kemarin Minseok hyung bilang Suho hyung akan berhenti bekerja demi fokus merawat Kai yang sendirian di rumah. Andai aku punya waktu aku mau menjadi chingu Jongin membantu Suho hyung merawatnya. Kasian Suho hyung, ia harus rela melepaskan pekerjaan yang sangat ia cintai demi dongsaengnya. Ya, mungkin aku juga akan memilih yang sama jika berada diposisinya.”

“jadi dongsaengnya itu sedang butuh seorang chingu?” mata D.O seketika berbinar-binar menghadap Baekhyun.

“apa maksud mu? Oh, tidak! Jangan! Dia anak manusia!! Baru minggu lalu Byeol mati. Beruntung Areum tidak tau anaknya yang ku berikan kepada mu mati. Sekarang kau ingin membunuh Kai juga?!”

“ssuttt… jangan berteriak!” D.O menjitak kepala Baekhyun. “yang ia butuhkan hanya seorang chingu yang menemaninya di rumah bukan?!” D.O pun tersenyum lebar.

 

Tbc…

12 thoughts on “FF: Be Jonginie Friend (1/3)

  1. tatta berkata:

    Penyakitnya jongin serem deh
    Kenapa kris disebut2 penyebab kecelakaan jongin?
    Semoga kris menerima keadaan jongin,kasihan suho kalo harus ngerawat jongin sendirian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s