FF EXO : PROTECT YOU Chapter 20

protect you

Tittle                   : Protect You

Author                  : Oh Mi Ja

Main Cast            : Oh Sehoon

Huang Zi Tao

Xi Luhan

Kris

Kim Jongin

member EXO lainnya…..

Support Cast      : Cho Kyuhyun (SJ), Lee Hyukjae (SJ), Seo Joo hyun (SNSD), Shim Changmin (TVXQ)

Genre                   : Friendship, Comedy, Action

Sehun terus saja menggenggam tangan Kai yang mulai dingin. Dalam perjalanan mereka kembali ke Korea, Kai dan Kyuhyun terpaksa harus diberikan pertolongan pertama di dalam pesawat. Membantu keduanya bernapas dengan masker oksigen, juga melakukan operasi sederhana untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di bagian dada mereka.

“Sehunie…” Suho menepuk pundak Sehun membuat namja itu menoleh. “Pergilah ke belakang. Polisi Cho memanggilmu”

Kening Sehun berkerut menatap Suho.

“Aku rasa, dia ingin mengucapkan pesan terakhirnya padamu”

Mata Sehun melebar. Saat itu juga langsung berdiri dan mengikuti Suho ke kabin belakang, meninggalkan Kris yang ikut menjaga Kai.

Membuka tirai pembatas, memasuki ruang kabin yang dipenuhi oleh dokter juga Changmin yang duduk disamping tubuh Kyuhyun. Sehun menjatuhkan diri disamping Changmin, mengulurkan tangan dan menggenggam tangan Kyuhyun erat.

“Ahjussi…”serunya nyaris bergetar

Kyuhyun mengarahkan bola matanya, menatap Sehun lembut. Sehun bisa menangkap senyumannya dibalik masker oksigen transparan itu.

“Ahjusii…maafkan aku…”

Sehun semakin menguatkan genggamannya pada tangan Kyuhyun, tidak bisa lagi menahan air matanya yang sudah tumpah membentuk aliran sungai di pipinya.

Kyuhyun menggeleng pelan. Perlahan-lahan mengangkat tangan dan menarik masker oksigennya.

“Mau…kah…k…kau…menjaga…a…anakku? Kau p…asti…akan…men…jadi…pa…man yang baik…untuknya”

Kemudian, Kyuhyun menoleh kearah Changmin.

“Aku t…au…kau…ma…sih sangat men…cintai Seohyun…sam…pai saat ini”

“Ketua, apa yang—“

“Maukah…kau meng…gantikanku? Maukah…kau men…jaga istri dan…anakku?”

Changmin tidak bisa menahan luapan emosinya lebih lama lagi. Ia menangis sejadi-jadinya disamping tubuh Kyuhyun. Menyesali karena dia tidak bisa melindungi ketuanya. Menyesali karena Kyuhyun ternyata telah mengetahui isi hatinya sejak dulu namun ia tidak pernah berkata apapun. Dia…hanya menyimpan semuanya dalam keterdiamannya.

“Beritahu Seohyun jika aku sangat mencintainya. Sangat sangat mencintainya walaupun aku hanya bisa melindunginya dari tempat yang sangat jauh. Dan, bisakah kalian beritahu pada anakku bahwa aku adalah seorang ayah yang baik?”seru Kyuhyun serak dan tersendat

“Ahjussi, bertahanlah. Aku mohon. Sebentar lagi kita akan sampai di Korea dan dokter akan mengobatimu. Aku mohon bertahanlah”isak Sehun

Kyuhyun tersenyum bersamaan air matanya yang juga mengalir, “aku mempercayai kalian”

Suaranya tidak terdengar lagi. Degupan jantungnya tidak bekerja lagi. Tangan dinginnya membeku, tidak bergerak. Sehun mengangkat wajahnya, menatap Kyuhyun yang kini sudah menutup mata dengan senyuman yang tercetak di bibirnya.

“Ahjussi…”panggil Sehun sambil menggosok-gosokkan tangannya pada tangan Kyuhyun agar ia hangat. “Ahjussi….”

“Ketua!!!”

Seorang dokter yang duduk tak jauh dari mereka menghampiri tubuh Kyuhyun, mengulurkan tangan dan memeriksa denyut nadi di lehernya.

“Dia sudah tidak ada…”

***___***

 –

Suara tangisan dan teriakan itu terdengar menyakitkan di telinga seorang namja yang sedang berdiri bersandar pada dinding rumah bagian luar. Ia memejamkan matanya kuat-kuat, membuat air matanya merembes di sudut matanya.

Begitu sampai di Korea, ia dan Changmin langsung menuju rumah Seohyun dan memberitahu tentang kabar menyakitkan itu. Memnuat yeoja yang sebenarnya memiliki sifat anggun dan tenang itu menjadi berontak dan histeris. Terus berteriak memanggil nama Kyuhyun sampai Changmin sangat kewalahan untuk menenangkannya.

Mungkin ini memang sifat pengecut. Mungkin ini memang bukan sifat lelaki sejati saat ia sama sekali tidak sanggup melihat kesedihan itu. Hanya mampu berdiri dibalik tembok sambil menikmati histeria itu seorang diri.

Sehun menghusap air matanya dengan lengan baju, menegakkan punggungnya lalu menoleh ke dalam sekilas melalui celah pintu yang terbuka.

“Mianhae noona”serunya lirih lalu beranjak pergi.

***___***

 –

Kyungsoo terus berlari sekuat tenaganya tanpa memperdulikan tubuhnya yang sudah mulai kelelahan. Dia dan Luhan memang berada dalam satu pesawat yang sama dalam perjalanan itu, tapi pihak kepolisian memisahkan mereka dalam ruangan yang berbeda. Seluruh pengikuti Nicholas adalah tahanan khusus dalam artian sangat berbahaya sehingga mereka tidak akan bisa ditemui dengan mudah.

Turun dari pesawat pribadi yang membawa mereka, karena terpisah dari rombongan kepolisian. Kyungsoo terpaksa harus melalui jalannya sendiri untuk menjangkau kakak kandungnya. Menuju department keamanan yang menangani kasus berat seperti ini.

Sesampainya, matanya langsung menyapu ruangan dengan pandangannya. Mencari-cari seseorang yang mungkin bisa membantunya dalam keramaian orang yang berlalu lalang.

“Suho-sshi…Suho-sshi!!”  Kyungsoo langsung menghambur kearah Suho saat ia melihat namja itu berjalan tergesa-gesa.

Suho terkejut, “Kyungsoo-sshi”

“Dimana kakakku? Dimana Luhan hyung? Aku harus bertemu dengannya”

“Kyungsoo-sshi, maafkan aku. Aku sedang terburu-buru”

Kyungsoo langsung menahan lengan Suho dan memaksa menghadapnya, “Suho-sshi, aku mohon. Aku butuh kejelasan tentang kasus kakakku. Dia tidak bersalah. Dia terpaksa melakukannya karena Nicholas memaksanya”

Suho menatap Kyungsoo lirih saat menangkap kesedihan yang tercetak jelas di matanya. Akhirnya, ia mengangguk.

“Baiklah. Ikut aku”

Suho mengajak Kyungsoo kesalah satu ruangan kosong terdapat disamping lobby. Setelah memperlihatkan tanda pengenal FBI-nya pada seorang penjaga, mereka diperbolehkan masuk.

“Aku tidak punya banyak waktu jadi aku akan menjelaskan secara singkat padamu”seru Suho tanpa basa-basi. “Kesalahan fatal Luhan adalah karena dia terlibat dalam organisasi terbesar yang menjadi musuh pihak kepolisian seluruh dunia. Bahkan FBI dan CIA”

“Tapi, dia terpaksa melakukannya”potong Kyungsoo

“Aku tau. Walaupun begitu, seharusnya dia melapor dan meminta perlindungan pada pihak kepolisian”balas Suho tegas. “Kesalahannya yang lain adalah dia telah membuat identitas palsu sebagai Xi Luhan dan berasal dari China. Masuk ke dalam sebuah sekolah dan menyamar sebagai murid untuk mengamati Sehun. Juga melaporkan pada Nicholas dimana keberadaan Jongin sehingga mereka melakukan penyerangan ke rumah itu”

Kyungsoo kalah telak. Tidak menemukan kata-kata yang tepat untuk membalas ucapan Suho. Ia menelan ludah kemudian menunduk dalam.

“Dia melakukannya karena aku”lirih Kyungsoo

Suho menghela napas panjang. Masih saja dikuasai oleh kebaikan hatinya yang tidak akan tega saat melihat air mata seseorang.

“Ada satu jalan keluar yang dapat meringankan hukuman Luhan”ujar Suho pelan membuat Kyungsoo langsung mengangkat wajahnya menatap Suho. “Semua kejadian ini telah merugikan sebagian besar hidup Sehun. Dia adalah korban dan seseorang yang memegang kekuasaan penuh atas dua organisasi dunia. Jika kau berhasil membujuknya untuk mencabut tuntutannya terhadap Luhan, aku yakin hukumannya akan diringankan. Biar bagaimanapun, Luhan melakukan semua ini terpaksa. Karena mengira kau masih berada dalam tahanan Nicholas”

“Membujuknya?”tanya Kyungsoo ragu

“Yaah, jika kau berhasil”serunya pendek lalu bangkit berdiri. “Aku harus ke rumah sakit sekarang karena keadaan Jongin sudah sangat kritis. Kau bisa menghubungiku lagi nanti”

***___***

 –

Sehun berlutut dengan kepala mengadah keatas, menatap patung Tuhan yang kini menjadi satu-satunya tempat untuknya mengadu.

Wajahnya masih dipenuhi luka, pundaknya juga masih terasa sakit. Namun, kecemasannya seperti mengalahkan apapun. Menenggelamkan semua rasa dan menjadi satu-satunya rasa.

Kedua tangannya menggenggam di depan dada. Sangat ingin menangis namun matanya menolak semua itu. Dia sudah kelelahan. Terjaga dan menangis. Hingga hanya suaranya yang terdengar lirih dan pelan sebagai bentuk doa yang ia tujukan pada Sang Pencipta. Pada Sang Penguasa alam.

“Kau pasti sangat membenciku karena aku tidak pernah kesini untuk mengunjungiMu. Aku tau, mungkin aku sangat tidak pantas memohon padaMu atas segala bentuk pengabaianku dulu. Tapi, bisakah Kau mengabulkan satu permintaanku? Hanya satu…dan aku berjanji aku tidak akan meminta apapun setelah itu”gumam Sehun. “Kau sudah membuatku hidup sebagai seorang anak yang lumpuh, yang dipaksa berjalan tanpa kaki. Kau sudah membuatku hidup sebagai seorang anak yang buta, yang dipaksa untuk melihat. Aku yakin Kau pasti mengerti kemauanku. Keinginan terbesarku sekarang. Aku mohon. Bisakah Kau memberikanku sepasang tangan? Setidaknya, aku ingin bisa menggenggam tangan itu. Aku ingin bersamanya”

Benda kecil yang ada di saku celana Sehun tiba-tiba bergetar, membuat Sehun langsung meraih dan mendekatkannya ke telinga saat membaca nama Kris di layarnya.

“Sehunie, kau dimana?”

“Aku…”

“Cepat ke rumah sakit sekarang! Keadaan Jongin semakin kritis”

Mata Sehun melebar seketika. Tanpa sadar ponsel yang dipegangnya terjatuh ke lantai dan terbanting keras. Tanpa pikir panjang, kakinya langsung bergerak cepat. Menghentikan sebuah taksi yang lewat dan memintanya untuk mengantarnya ke rumah sakit Seoul. Sesampainya, Sehun langsung memberikan sejumlah uang yang tanpa disadarinya kelebihan beberapa ribu won.

Ia berlari. Menerobos kerumunan orang-orang yang berlalu lalang menuju ruang ICU. Disana, ia melihat beberapa anggota FBI sedang duduk didepan ruangan, termasuk Minho yang sedang terduduk dengan raut sedih.

Sehun masuk ke dalam ruangan tertutup itu. Tanpa menggunakan baju pelapis dan juga masker yang seharusnya dipakai untuk memasuki ruang ICU.

“Kai hyung! Gwenchana? Kau tidak apa-apa? Maaf, aku meninggalkanmu. Aku harus pergi ke rumah Seohyun noona dan—”

“Sehunie…”panggil Kai memotong penjelasan Sehun

“Ahjussi, kenapa Kai hyung tidak memakai masker oksigen? Kenapa dia tidak di infus? Ahjussi, Kai hyung sedang sakit. Cepat panggil dokter”cerca Sehun pada Minceok yang berdiri dibelakangnya

“Sehunie…” Kris menepuk sebelah pundak Sehun, membuatnya menoleh. “Dia sudah kehilangan banyak darah. Dia masih bertahan akrena ingin bicara padamu” Kris menepuk pundak Sehun lagi lalu merangkul Minseok dan mengajaknya keluar, meninggalkan Sehun dan Kai berdua di ruangan itu.

“Hyung, apa maksudnya?”tanya Sehun dengan mata yang mulai berair

Kai tersenyum di wajah pucatnya, meraih salah satu tangan Sehun dan menggenggamnya erat.

“Mianhae…karena selama ini aku tidak pernah menjadi seorang kakak yang baik untukmu. Aku selalu mengekangmu dan melarangmu melakukan semua hal yang kau mau. Aku selalu memaksa kehendakku dan menyakitimu. Mianhae…”

Kai mengalihkan pandangannya, menatap menerawang ke langit-langit ruangan.

“Aku masih ingat saat aku pertama kali melihatmu. Seorang bayi yang di bawa appa ke rumah. Dia sangat lucu dengan pipinya yang bulat dan putih. Aku sangat senang waktu itu karena aku mempunyai seorang adik. Tapi, setelah kematian appa dan setelah aku mengetahui semuanya. Aku benar-benar sangat membencimu. Sangat sangat membencimu hingga ingin membunuhmu karena kau sudah merenggut masa kecilku. Sejak itu, aku tumbuh menjadi seseorang yang pendendam. Yang memiliki tekad suatu saat akan merebut Mars kembali dengan menggunakanmu. Bukankah aku sangat jahat?”

Kai menghentikan ucapannya sejenak. Menoleh kearah Sehun dan menghusap air matanya.

“Sejujurnya, aku memang hidup bersamamu dengan tujuan hanya menjadikanmu sebagai senjata. Hanya memperalatmu untuk membalas dendamku. Tapi, semakin aku membencimu entah kenapa aku semakin menjagamu. Perlahan-lahan, kebencianku menghilang dan berubah menjadi bentuk rasa yang aku sendiri tidak memahaminya. Hingga kemarin, saat kehilanganmu. Aku baru menyadari betapa aku sangat menyayangimu”

“Aku sangat menyayangimu, Sehunie”ulang Kai sambil menatap sepasang mata Sehun.

Kalimat itu. Satu kalimat pendek yang sejak dulu sangat ingin didengarnya. Dia pernah bilang, dia hanya ingin mendengarnya satu kali dan dia tidak akan menyesal. Tapi sekarang, setelah mendengar kalimat itu. Hatinya justru berubah egois. Ingin mendengar kalimat itu berulang-ulang.

“Apa kau benar-benar ingin membunuhku?”

Kai tersenyum lalu menggeleng, “mianhae. Aku terbawa emosi saat itu”

“Bisakah kita hidup bersama? Seperti yang kau bilang sebelumnya padaku”

“Aku akan menjagamu dari sana, Sehunie”

Sehun menggeleng cepat, “kau sudah berjanji padaku. Aku mohon. Hyuuung…..”isaknya

“Sehunie, dikehidupan selanjutnya. Aku tidak akan menyesal jika aku terlahir sebagai kakak kandungmu. Aku berjanji akan menjagamu dengan baik dan membelikanmu bubble tea setiap hari. Aku juga tidak akan membuatmu menangis seperti sekarang”jelas Kai melirih. “Tapi, jika kehidupan kedua itu tidak ada. Aku akan menunggumu disana. Hingga kita bertemu lagi”

“Hyung, aku mohon jangan bicara seperti itu. Aku mohon. Aku akan memanggil dokter Park untuk mengobatimu”

“Sehunie…”panggil Kai tanpa memperdulikan ucapan Sehun. “Bisakah kau mengatakan bahwa aku adalah kakak yang terbaik? Bisakah? Hanya satu kali”

Dada Sehun benar-benar terasa sesak. Sangat sesak hingga sulit rasanya untuk bernapas. Ia menggenggam tangan Kai kuat-kuat. Apa kesempatan kedua itu tidak ada? Apa dia benar-benar harus menjadi seseorang yang kehilangan lagi?

“Kau adalah yang terbaik hyung. Kau yang terbaik”

Kai tersenyum lembut, “Terima kasih”

Suara mesin pendetak jantung terdengar sesaat setelah ucapan lirih Kai terdengar. Garis lurus tercetak di layar mesin itu, menunjukkan bahwa jantung Kai tidak lagi berdetak.

Detik itu juga, kepanikan melanda diri Sehun. Matanya melebar. Tangannya terulur, mengguncang-guncang tubuh Kai kuat-kuat.

“Kai hyuuung!! HYUUUNG!!!”

Seperti kesetanan, Sehun berlari keluar ruangan.

“Panggil dokter!! Cepat panggil dokter!!!”teriaknya pada siapapun yang mendengarnya.

Minho mengangguk. Seketika berlari memanggil dokter Park yang lagi-lagi bertugas untuk menangani Kai. Tak lama dokter datang bersama beberapa perawat untuk memeriksa keadaan Kai.

Menyuruh Sehun menunggu diluar dengan Kris yang terus menggenggam tanagnnya dan Minseok yang terus berdiri disampingnya.

Tak lama dokter Park keluar, memberikan gelengan pelan pada Sehun dan mengatakan hal yang paling tidak ingin didengar olehnya.

“Tuan Kim sudah tidak ada”

Pukulan itu dirasakan oleh Sehun tepat dihatinya. Membuat tubuhnya termundur karena dia sendiri tidak bisa menguasai dirinya. Ia menggeleng kuat-kuat. Mencoba mengelak denagn kenyataan yang didengarnya, juga mencoba menipu hatinya. Bahkan ucapannya yang mengajak untuk hidup bersama masih terdengar jelas di telinganya.

“Kau bohong!!” Sehun mencengkram kerah baju dokter Park penuh emosi. “Kau harus menyelamatkan kakakku!! Kau harus menyelamatkannya!!”

“Sehunie, hentikan. Sehunie…” Kris menarik tangan Sehun, dibantu oleh Minho yang menahan tubuhnya.

“Kau harus menyelamatkannya! Kau harus…”tangis Sehun menutupi wajahnya dengan kedua tangan. “Aku mohon…”

***___***

 –

“Sebenarnya, nyawanya sudah tidak bisa diselamatkan sejak dia terkena tembakan itu karena dia kehilangan banyak darah. Tapi, dia bertahan hingga kalian sampai di Korea dan memaksa tubuhnya untuk bertahan sebentar lagi untuk bicara denganmu”

“Dia, melarang dokter Park untuk memberikannya infus juga alat-alat kedokteran yang lain karena dia tau hidupnya tidak akan terselamatkan. Di saat-saat terakhirnya, yang dia ingin hanyalah bertemu denganmu dan mengatakan bagaimana dia sangat menyayangimu…”

 –

Kris hanya bisa menatap punggung Sehun yang terus membungkuk. Masih menangis karena kesedihannya atas kepergian Kai. Malam itu, mereka kembali ke rumah kaca yang akhirnya di tempati lagi. Untuk sementara, Kris dan Suho juga akan menginap disana untuk mengawasi emosional Sehun yang masih meledak-ledak.

Akhirnya. Sehun berdiri. Meninggalkan kesendiriannya dan masuk ke dalam rumah.

“Sehunie…”panggil Kris menghentikan langkah Sehun

Sehun menoleh, “yee hyung?”

“Aku akan menyiapkan makan malam untukmu”

“Tidak perlu”balas Sehun cepat. “Aku tidak lapar”

Sehun melanjutkan langkahnya. Namun, kembali terhenti begitu mendengar suara yang memanggilnya.

“Kau! Darimana kau tau tempat ini?”tanya Suho terkejut saat melihat Kyungsoo terengah-engah

“Aku ke rumah sakit namun tidak menemukan siapapun dan akhirnya diberitahu oleh seseorang yang bernama Park Chanyeol tentang alamat rumah ini”

Salah satu alis Kris terangkat, “Park Chanyeol?”

“Sehun-sshi, aku harus bicara denganmu”seru Kyungsoo maju beberapa langkah mendekati Sehun. “Aku mohon cabut tuntutanmu terhadap kakakku. Dia tidak bersalah”

Sehun menoleh, “Tidak bersalah katamu?”

“Dia terpaksa melakukannya karena Nicholas menahanku. Aku mohon…”

Rahang Sehun seketika mengatup rapat, “Tapi keterpaksaannya telah membuatku kehilangan kakakku!!”bentaknya membuat Kyungsoo seketika mundur satu langkah. “Karena keterpaksaannya, kakakku diculik dan dibawa ke tempat itu. Juga ditembak disana sehingga ia kehilangan banyak darah. Apa kau masih berhak memohon padaku?!!”

“Dia adalah kakakku. Aku pasti akan memohon untuknya. Aku mohon maafkan dia”

“Aku akan memaafkannya jika memaafkan seseorang bisa membuat kakakku kembali”putus Sehun lalu berbalik dan bergegas pergi.

“Apa semuanya tidak ada artinya untukmu? Dia adalah sahabatmu. Seseorang yang lebih menyayangimu daripada kakakmu sendiri!”

Luapan emosi itu memuncak. Kepalan tangannya menguat. Ia berbalik dan langsung menghampiri Kyungsoo dengan langkah-langkah panjang, memberikannya pukulan sambil meraih sebuah pistol yang tergeletak diatas meja.

Kyungsoo terjerembap ke lantai lalu menghusap darah di sudut bibirnya dengan lengan baju.

“Sehunie, kau tidak akan melakukannya!”cegah Kris panik melihat Sehun berdiri didepan Kyungsoo dengan menodongkan pistol kearahnya. “Sehunie, semuanya sudah berakhir”

Gigi Sehun menggertak kesal, “tidak ada orang lain yang lebih menyayangiku selain Kai hyung. Kakakmu hanyalah seorang pembohong yang bersikap baik demi keuntungannya sendiri…”desisnya tajam

“Sehunie, kita bisa membicarakan semuanya baik-baik”sahut Suho ikut mencegah

Sehun menarik pelatuk pistol. Dengan penuh kebencian ingin memusnahkan namja yang ada didepannya saat itu juga. Kyungsoo menutup matanya, menunggu detik-detik terakhir hidupnya. Sedangkan Suho dan Kris, berdiri ditepi menahan napas.

Tembakan itu dilepaskan namun Kyungsoo tidak merasakan sakit apapun. Juga tidak mendengar bunyi apapun. Ia membuka matanya.

“Jika aku tidak mengeluarkan pelurunya tadi, kau pasti sudah mati…”

 –

 –

 –

 –

 –

TBC

 

53 thoughts on “FF EXO : PROTECT YOU Chapter 20

  1. OhSecca berkata:

    ini adalah part yg sangat sangat bikin terharu, tegang,sedih dan semuanya ketauan disini, yg paling bikin nyesek adalah pas kai bilang dia sangat sayang sehun tapi pada akhirnya dia pergi. Ah entah lah sebenernya aku ga terlalu suka ff bergenre action tapi ff ini beda sangat berkesan dan sangat daebak! aku salut sama author yg bisa bikin ff seperti ini . bayangin sehun jadi ketua FBI pasti keren. dan yah walaupun moment KaiHun sangat jarang tapi moment KaiHun yg terakhir itu sangat berkesan. pokoknya keren banget ff ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s