FF EXO : PROTECT YOU Chapter 19

protect you

Tittle                   : Protect You

Author                  : Oh Mi Ja

Main Cast            : Oh Sehoon

Huang Zi Tao

Xi Luhan

Kris

Kim Jongin

member EXO lainnya…..

Support Cast      : Cho Kyuhyun (SJ), Lee Hyukjae (SJ), Seo Joo hyun (SNSD), Shim Changmin (TVXQ)

Genre                   : Friendship, Comedy, Action

“Luhan hyung…kau…” Sehun benar-benar tidak mempercayai dengan apa yang dilihatnya sekarang. Sosok itu…sosok yang sangat dikenalnya tengah berdiri didepannya dengan pistol yang terarah lurus padanya.

“Luhan hyung, bukankah seharusnya kau bersama Kris hyung? kenapa kau bisa ada disini? Dan…kenapa kau mengarahkan pistol kearahku?”

Luhan tidak bersuara, tidak bergerak. Hanya menatap Sehun dengan tatapan seribu ekspresi. Takut, menyesal, bersalah tapi harus melakukan.

Pertanyaan bertubi-tubi Sehun akhirnya terjawab begitu pintu yang ada dibelakang Luhan terbuka. Empat orang berbaju hitam dengan simbol planet merah muncul dari sana bersama Kris dan Kai dengan kedua tangan terikat dibelakang.

“Sehunie, dia pengkhianat! Dia adalah anak buah Nicholas!”seru Kris setengah berteriak yang kemudian mendapat satu pukulan di punggungnya dari salah satu penjaga.

Dan satu pukulan keras tepat dirasakan Sehun dihatinya. Ia seketika membeku, tidak bersuara, bahkan rasanya jantungnya berhenti berdetak untuk beberapa saat.

Sehun menatap Luhan menerawang. Mencoba menelusuri kebenaran ucapan Kris dari wajahnya. Selama ini yang ia tau, Luhan adalah sahabat terbaiknya. Seseorang pengganti Kai yang begitu mengerti dirinya. Bagaimana bisa dia tiba-tiba berubah menjadi pihak lawan? Bagaimana bisa seorang kakak yang sangat disayanginya itu tiba-tiba berubah menjadi sosok orang lain?

Sehun menelan ludah susah payah, mencoba menipu dirinya sendiri jika kenyataannya akan berubah.

“hyung, itu tidak benar, kan?”tanyanya dengan suara bergetar

Ditempatnya, pukulan itu juga dirasakan oleh Luhan. Beribu-ribu kali mencoba melawan rasa bersalah pada sosok anak yang selalu melindunginya. Dia harus kuat. Dia tidak boleh lemah. Karena ini adalah pilihannya.

Luhan menarik napas panjang-panjang, menormalkan rasa sakit di hatinya dan memberanikan diri untuk menatap wajah sedih Sehun.

“Aku memang anak buah Nicholas…”

Suaranya memang terdengar pelan, namun terasa begitu menyakitkan. Sekuat tenaga Sehun mencoba menahan air matanya yang ingin menguap keluar. Itulah titik kelemahannya, ia tidak akan bisa melawan seseorang yang sangat ia sayangi. Tidak akan.

“Tapi, kenapa?”

“Apa selama ini kau tidak menyadarinya? Tidak ada murid SMU yang bisa mendapatkan SIM diusianya yang masih 17 tahun”seru Luhan. “Selama ini aku ditugaskan mengamatimu, menjagamu dalam diam untuk sementara waktu hingga akhirnya kau bisa aku bawa ke tempat ini dengan mudah. Aku juga yang memberitahu Nicholas untuk menyerang rumah kacamu dan menculik Kai. Tapi, tidak ku sangka Minseok berhasil kabur dan kembali ke markas FBI” Luhan menghentikan penjelasannya sejenak, menoleh ke belakang kearah Kris dan Kai dengan rasa bersalah yang teramat dalam dibalik ekspresinya yang terlihat datar.

“Aku bersikeras ikut mencarimu dan memasuki markas FBI untuk memastikan keadaan Minseok yang ternyata memang masih hidup. Sehingga aku menggunakan rencana lain untuk membawamu ke tempat ini dengan kemauanmu sendiri” Luhan berpaling menatap Sehun kembali. “Apa kau tidak menyadari arti dibalik kata-kataku yang terus mendorongmu untuk menyelamatkan Kai sedangkan Tao berusaha keras melarangmu?”

Mata Sehun melebar, ingatan-ingatan kejadian yang baru terjadi kemarin memutar dipikirannya.

 –

“Sehun! Pikirkan ini baik-baik! Mereka harus kesana dan menyelamatkan kakakmu”

“Tidak ge. Sehun benar. Kita tidak bisa kesana. Terlalu berbahaya”

“Tapi, tuan Kim sedang berada dalam bahaya, Tao!”

 –

“Sehun-ah, kita harus kesana dan menyelamatkan kakakmu”

“Ge! Terlalu berbahaya jika kita kesana. FBI mempunyai banyak anak buah yang sudah terlatih, biarkan saja mereka yang turun tangan”

 –

 –

Semua ucapannya masih teringat jelas. Sangat jelas. Bahkan ia masih mengingat bagaimana ekspresinya yang terlihat begitu sedih saat mendorongnya untuk kemari. Ekspresi yang dapat menipunya hingga ia merasakan sakit yang teramat sakit.

“Tapi, kenapa?”tanya Sehun pelan, menatap lantai pijakannya sambil berusaha menahan kesedihannya seorang diri. “Bukankah kau pernah bilang bahwa kau sudah menganggapku seperti adikmu sendiri? Kenapa kau justru membohongiku?”

Rahang Luhan mengatup keras. Susah payah ia menelan ludah pahit. Juga menguatkan dirinya sendiri, melawan hati kecilnya yang terus menyuruh untuk membuang pistol yang dipegangnya dan memeluk namja yang tengah berdiri didepannya itu.

“Karena aku tidak punya pilihan lain. Aku harus membunuhmu”

“Sehunie, pergilah! Nicholas akan membunuhmu! Cepat tinggalkan pulau ini!”teriak Kai sambil berusaha melepaskan ikatan tangannya.

Sehun mengangkat wajahnya, menatap Kai kemudian tersenyum. “Aku tidak akan meninggalkanmu, hyung. Tidak akan”

“Tapi, kau harus pergi! Nicholas akan membunuhmu agar dia bisa menjadi pewaris tunggal kekayaan Kravtzov dan Mars. Kau harus pergi!! Selamatkan dirimu!!”

Shut up!!” Salah seorang penjaga juga memukul punggung Kai membuat namja itu seketika mengaduh dan berlutut ke lantai.

DON’T TOUCH HIM!! OR I’LL KILL YOU!!”geram Sehun

Penjaga itu tersenyum menyeringai, menyunggingkan senyuman kemenangan yang seakan mengejek Sehun.

Really?”

Dan pintu itu terbuka lagi. Kali ini bukan hanya empat orang seperti tadi, namun berpuluh-puluh orang berbaju hitam memenuhi seluruh ruangan, membentuk lingkaran dan mengepung Sehun dan yang lain. Bahkan menutupi jalan keluar yang ada dibelakang Sehun. Sehun menatap berkeliling, memandangi orang-orang berwajah asing itu satu-persatu. Hingga sesosok pria bertubuh tinggi besar itu muncul terakhir kali. Sosok pria yang diingatannya menjadi sosok yang paling dibencinya.

Mata biru dengan hidung mancung dan kulit pucat. Bergaris wajah tajam, hampir mirip seperti wajahnya sendiri namun punya kesan yang berbeda. Wajah itu…tidak ada sisi positif sama sekali disana. Yang terlihat hanyalah keangkuhan, kikir dan picik layaknya sifatnya yang sebenarnya.

Kemarahan itu sudah menjadi dendam, melekat dihatinya kuat terlebih lagi ditambah wajah kedua orang tuanya yang tiba-tiba terngiang di pikirannya. Dia…seseorang yang sudah menghilangkan kesempatannya untuk menjadi seorang anak, untuk merasakan bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang lengkap, juga seseorang yang sudah merenggut kebebasannya.

Dia…seseorang yang sudah membunuh kedua orang tuanya tanpa mengenal ampun.

Rahang Sehun mengeras, juga kepalan tangannya yang menguat. Emosinya tidak bisa dibendung lagi melihat sosok itu.

“Kau brengsek!!!” Sehun mencabut pistol yang tersampir dipinggangnya tanpa kesadaran, menodongkan kearah pria itu namun sebuah timah panas dari arah belakangnya sepertinya lebih cepat bekerja. Lebih dulu menembus bagian punggung kanannya yang bahkan masih belum sembuh sepenuhnya. Rasa perih itu kembali dirasakannya, membuat pistol yang dipegangnya terlempar ke depan seketika karena lengan kanannya kini seakan mati rasa.

“SEHUNIE!!!”jerit Kris dan Kai bersamaan saat melihat Sehun kini sudah berlutut sambil memegangi punggung kanannya.

“Stop! Aku mohon jangan sakiti dia! Kau boleh menyakitiku tapi jangan dia!”mohon Kai pada Nicholas. “Aku akan membawanya pergi jauh dan tidak mengganggumu lagi. Kalau perlu kau bisa menghapus namanya dari keluarga Kravtzov asal jangan sakiti dia. Aku mohon!”

Telapak tangan kiri Sehun memijak lantai, membantu kedua lututnya untuk menjadi penyanggah tubuhnya. Sekuat tenaga menahan rasa sakit itu hingga kepalanya bergetar. Ia mengangkat wajahnya, menatap tajam Nicholas seakan bisa membunuhnya dengan tatapan itu.

Sehun tersenyum mengejek, “apa kau merasa takut karena aku belum mati?”serunya sambil perlahan-lahan berdiri. “Kau ingin membunuhku agar kau bisa menguasai Mars sepenuhnya karena kau sudah tidak mempunyai apapun lagi. Bukankah di surat wasiat peninggalan kakek, namamu tidak tercantum? Kakek hanya memberikan warisannya pada ayahku dan juga ayah Kris hyung”

“Jaga mulutmu!”

BUGG

“Akh!” Salah seorang penjaga yang berdiri dibelakang Sehun lagi-lagi menghantam punggung Sehun dengan kerangka senapan bagian bawah miliknya, membuat Sehun harus kembali berlutut bersamaan dengan darah dari punggungnya yang semakin mengalir deras.

“Jangan sakiti dia!!” Kali ini Kris ikut memberontak

“Sehunie, bertahanlah. Aku mohon bertahanlah” Kai tidak bisa menahan tangisnya lagi. Kebencian itu tidak ada. Benar-benar tidak ada. Yang ada hanyalah rasa sayang yang begitu besar yang akhirnya bisa ia curahkan untuk seseorang yang sudah hidup dengannya sejak mereka kecil.

“Aku tidak akan menyerahkan Mars padamu karena Mars adalah milik ayahku”

BUGG

Pukulan, tendangan dan hantaman benda-benda keras benar-benar menghujani Sehun tanpa ia bisa melawan. Sehun meringkuk, menutupi kepala dan wajahnya dengan kedua tangan, menangkis pukulan-pukulan. Setidaknya, dia tidak boleh gegar otak gara-gara hal ini

Hingga warna merah akhirnya mendominasi sebagian besar tubuh Sehun, menutupi warna putih bajunya dan juga mewarnai lantai yang berwarna putih. Sehun benar-benar babak belur. Bahkan harus sekuat tenaga untuk membuka mata kanannya yang kini membengkak dan biru.

“Sehunie, kita menyerah saja. Kita bisa pergi jauh dan hidup bersama setelah ini. Aku berjanji tidak akan mengurungmu lagi atau melarangmu melakukan apapun. Aku berjanji”tangis Kai. Ia ikut berlutut ditempatnya agar dapat melihat wajah Sehun.

Sehun memaksakan dirinya untuk tersenyum, “bukankah kau mau aku merebut Mars kembali, hyung? Bukankah kau sangat membenci dia karena dia juga membunuh orang tuamu?”

“Aku memang sudah kehilangan mereka. Aku tidak mau kehilanganmu lagi”

“Hyung, maafkan aku. Maaf karena aku sempat membencimu”

“Sehunie, aku mohon hentikan”

“Luhan, bereskan dia” dan suara itu membuyarkan lamunan Luhan yang juga menatap Sehun lirih. Hal yang paling ditakutkan olehnya akhirnya tiba. Perintah yang paling tidak ingin ia dengar akhirnya keluar dari mulut pemimpinnya.

“Luhan!”tandas Nicholas lagi

Masih berlutut, Sehun mengangkat wajahnya dan membalas tatapan Luhan lalu tersenyum di balik warna merah yang menutupi hampir seluruh wajahnya.

“Aku percaya kau punya alasan melakukan ini”seru Sehun kemudian ia menggeleng. “Aku tidak akan membencimu”

Luhan memejemakan matanya kuat-kuat, membuat rembesan air keluar dari sudut matanya. Kenangan-kenangan itu memaksa otaknya untuk mengingat. Kembali ke masa dimana mereka bertemu pertama kali juga saat-saat dimana Sehun selalu aa untuk melindunginya. Tidak hanya sekali. Tapi, berkali-kali namja itu selalu mengorbankan nyawa untuknya.

Cukup lama Luhan terdiam dalam kenangannya. Tangannya masih terulur ke depan, menodongkan pistol tepat searah dengan kepala Sehun. Namun, tidak ada pergerakan apapun. Hanya aliran sungai kecil yang kini membasahi kedua pipinya, juga rasa sakit yang ia rasakan perlahan-lahan.

Tiba-tiba, pintu yang ada dibelakang Sehun terbuka. Seseorang muncul lalu membekap salah satu penjaga dengan obat bius. Beriringan dengan orang-orang yang Sehun kenal sebagai anggota FBI juga memasuki ruangan itu.

Penggrebekan terjadi. Dimana setiap anggota FBI menodongkan pistol mereka pada setiap penjaga. Nicholas dan yang lainnya tampak terkejut, tidak menyadari jika mereka dapat mengalahkan pasukannya yang bertugas menjaga disekitar pulau. Juga tidak menyangka jika jumlah pasukan yang datang sangat banyak. Bukan hanya berasal dari FBI, juga berasal dari kepolisian Jepang.

“Jangan bergerak!”

Sehun menoleh dan seketika melebarkan matanya saat melihat Kyuhyun muncul dari pintu yang bersebrangan. Juga pasukannya yang melebar dan mengepung tempat itu. Kali ini keadaan berbandik terbalik, Sehun bukan lagi menjadi orang yang dikepung.

“Luhan hyung, hentikan!”

Luhan menoleh dan terperangah hebat saat melihat sosok yang dirindukannya muncul diambang pintu, “Kyungsoo!”

Kyungsoo menghambur kearah Luhan dan memeluknya erat-erat. “Hyung, jangan menembaknya. Mereka hanya membohongimu. Aku sudah berhasil kabur beberapa bulan lalu”

“Kau?”seru Sehun bingung

Kyungsoo mengangguk, “aku adalah adik Luhan hyung”

“Sehunie, mianhae. Aku punya alasan mengapa aku harus membohongimu. Aku benar-benar minta maaf”ujar Luhan sambil mengulurkan tangannya dan membantu Sehun berdiri.

“Gwen…cha…na”

“Sehunie, kau tidak apa-apa? Kau terluka!!” Tao dan Suho menghambur masuk

“Kris, are you okay?”tanya Suho lalu melepaskan ikatan tangan Kris dan Kai

I’m okay, Suho”

“Kalian benar-benar membuatku marah!” Dengan gerakan cepat, Nicholas tiba-tiba menyambar pistol yang ada ditangan Kyuhyun. Memberikan satu tembakan tepat di dadanya kemudian berpaling dan mengarahkannya pada Sehun.

“Sehunie awas!!”

DORR

Kejadian itu terjadi begitu cepat. Bahkan ia belum sempat menangkap setiap detil kejadiannya. Ia begitu terperangah, membuat tubuhnya seperti sedang berada diluar kesadarnnya. Sepasang matanya menangkap dua sosok itu terjatuh ke lantai. Juga melihat Luhan langsung mendorong Kyungsoo agar berlindung kemudian meraih pistol Sehun yang terjatuh tadi dan mengejar Nicholas yang melarikan diri. Suara-suara tembakan dan hiruk pikuk itu seperti berada sangat jauh. Sangaaaat jauh hingga telinganya hanya samar-samar menangkap suara-suara itu.

Hingga sepasang mata yang kini teduh itu mendapati sosok yang sudah tergeletak lemas dilantai dengan darah yang tepat mewarnai bagian dadanya. Kaki-kakinya seperti tidak bertulang, kehilangan penyanggah tubuhnya dan memaksanya berlutut tepat disamping tubuh itu.

Matanya menerawang, menatap kedua mata yang kini tertutup. Kabut itu terjadi dikedua matanya. Perlahan-lahan kembali pada kenyataan yang terasa begitu menyakitkan.

“Hyuung…”serunya pelan sambil mengatupkan kedua telapak tangannya di wajah Kai. “Hyuung…”panggilnya lagi

Dia tidak bergerak. Tidak menjawab. Tidak membuka mata.

“KAI HYUUUNG!!!!”

Sehun mengguncang tubuh Kai kuat-kuat. Mencengkram kerah bajunya agar namja yang sangat disayanginya itu dapat membuka mata.

“Jongin!!” Kris juga menghambur kearah Sehun, menyelinap diantara pasukan-pasukan yang berhambur kesana-kemari sambil sesekali melepaskan tembakan kearah anggota Mars. Juga meninggalkan Suho yang sedang memberikan pertolongan pertama untuk Kyuhyun.

Rahang Sehun mengatup keras. Kepalanya bergetar bersamaan dengan air mata yang terus mengalir deras di pipinya. Tanpa kesadaran yang belum sepenuhnya terkumpul, ia merampas pistol yang ada ditangan Kris. Langkah-langkah kakinya menerobos keluar ruangan. Melihat itu, Minho dengan cepat mengarahkan dua orang anak buahnya untuk melindungi Sehun dari baku tembak yang sedang terjadi.

Sehun seperti kesetanan. Kewaspadaannya terhadap sekitar menghilang. Fokusnya terkunci pada sosok yang saat ini sangat ingin dibunuhnya. Melompati empat anak tangga sekaligus, ia terus berlari hingga keluar gedung. Menuju pantai yang menjadi armada kapal, satu-satunya transportasi kabur yang dapat digunakan.

Dari jauh, ia melihat Luhan juga berusaha menghentikan lari Nicholas yang hendak menyalakan kapal speed-nya. Keduanya terlibat perkelahian.

Masih dengan emosinya yang terus memuncak hebat, Sehun mengulurkan tangannya. Melepaskan tembakan pada beberapa anak buah Nicholas bahkan tanpa melihat wajah mereka. Dan langkah-langkah panjang itu akhirnya semakin memperkecil jarak antaranya.

Ia mengulurkan tangan, mencekal pundak Nicholas dan memutar tubuhnya. Memberikan satu pukulan keras tepat diwajahnya. Dia bisa saja membunuhnya dengan cepat, dengan memberikan tembakan padanya. Tapi, ia pikir atas semua kejahatannnya selama ini. Dia tidak pantas mati dengan cepat. Dia harus merasakan bagaimana rasa sakitnya penderitaannya selama ini.

Rasa kasihan dan tidak tega itu seakan pergi jauh. Sehun memukul pria tua itu bertubi-tubi. Sama seperti yang dia lakukan terhadapnya tadi. Melupakan rasa sakit di pundaknya dan terus menghajarnya.

Disampingnya, Luhan hanya terdiam menatap luapan kemarahan Sehun. Mengetahui jalan hidupnya, ia mengerti bagaimana perasaannya sekarang. Ia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya kebebasan disebagian besar hidupnya. Juga tidak pernah merasakan arti sebuah keluarga.

Hingga pukulan dan tendangan itu mampu membuat Nicholas tersungkur. Dan detik kemudian, tanpa memberikan waktu untuknya bernapas. Sehun mengulurkan tangannya, menodongkan pistol tepat didepan tubuh yang tergelatak dan ketakutan itu. Tatapannya menajam. Dan jika saja dia mati, tidak akan ada penyesalan di hidupnya karena telah membunuh lagi.

“Kau tidak akan bisa membayar semuanya”

Dan berakhirnya argumentasi yang penuh kebencian itu, dua suara tembakan terdengar berurutan. Dua buah timah panas berhasil menembus dada itu.

Berakhir…semuanya sudah berakhir…

Tangan kanan Sehun yang memegang pistol melunglai, menjatuhkan pistol yang dipegangnya ke atas pasir-pasir pantai. Dan kini ia baru bisa merasakan bagaimana perihnya luka di pundaknya, bagaimana letihnya tubuhnya, dan bagaimana kelegaan itu perlahan muncul.

“Sehunie, kau tidak apa-apa? Sehunie, maafkan aku…”seru Luhan menahan lengan Sehun

“Luhan-sshi…” Luhan dan Sehun sama-sama menoleh.

Changmin berjalan kearahnya dan menunjukkan borgol padanya, “kau ditahan….”

TBC

Iklan

59 thoughts on “FF EXO : PROTECT YOU Chapter 19

  1. nyzhri berkata:

    huuuuh selalu deg-degan kalo baca ni ff, JONGINNNNNNNNNNNNNN T.T sedih abiiiss jongin ninggalin sehun. sehun yang aja huhu u,u
    next eon ngga sabar nunggu;)

  2. Mrs. Yehet berkata:

    ternyata itu luhan ? ya ampuun
    itu kyu sama kai kena tembak,, seseorang cepat tolong mereka
    tegang banget bacanya..
    next

  3. Taehyungie berkata:

    Tuhkan luhannn!!! Dari awal aku udah curiga sama luhan, dia itu kaya tau sehun tapi pura2 gak tau(?) ahhh luhannn ku jadi orang jahat😭😭😭 kaii pliss jangan mati huaaaa😭😭😭

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s