FF : The Lords of Legend (Chapter 7)

The Lords of Legend

Tittle : The Lords of Legend

Author : Oh Mi Ja

Genre : Fantasy, Action, Friendship, Comedy

Cast : All member EXO

Desclimer : Cerita ini mengandung istilah dari beberapa mitologi kuno. Cerita ini murni fiksi dan tidak pernah terjadi sebelumnya. Jika masih bingung dengan istilahnya, silakan liat teaser ^^

https://koreadansaya.wordpress.com/2013/05/26/teaser-2/

Yonsei High School, Jongno-gu, Seoul.

 –

Sehun menatap Luhan dari ujung kaki hingga ujung kepala, sedikit ragu dengan pernyataannya yang menyatakan bahwa dia ingin masuk ke dalam timnya.

“Maaf, tapi timku tidak membutuhkan orang lagi”seru Sehun membuat wajah Luhan terlihat kecewa seketika.

“Benarkah? Walaupun hanya satu posisi?”

Sehun menggeleng, “tidak ada”ujarnya singkat

Luhan menarik napas panjang dan menghembuskannya panjang-panjang juga, “Baiklah”

Sehun memang tidak menyukai semua orang-orang Sigismund itu. Karena setiap berdekatan dengan mereka, tanda ditangannya terus saja bergetar dan mengeluarkan cahaya hitam. Mungkin berada didekat mereka akan berdampak buruk bagi hidupnya mengingat ibunya selalu saja mengingatkan untuk tidak memperlihatkan tanda itu kepada siapapun. Tapi, melihat wajah kecewa itu, hatinya juga merasa tidak tega.

“Tunggu..” akhirnya Sehun berseru menghentikan langkah Luhan yang mulai menjauh. Luhan menoleh, masih dengan wajahnya yang memelas. “Kau bisa menjadi pemain cadangan jika kau mau”

Seketika ekspresi wajah Luhan berubah cerah, “benarkah?”

“Yeaah. Pemain cadangan di timku hanya 3 orang. Tapi, aku tidak bisa menjanjikanmu bisa bermain saat ada pertandingan. Seperti yang kau tau, pemain cadangan adalah—“

“Tentu saja tidak apa-apa”

“Baiklah. Kamis sore setiap pulang sekolah. Datanglah ke klub sepak bola”

 Luhan mengangguk senang. Baru saja akan membuka mulutnya tapi suara Ilhoon lebih dulu terdengar nyaring memanggil nama Sehun.

“SEHUN!!”

Sehun dan Luhan sama-sama menoleh. Terlihat Ilhoon sedang berlari-lari kecil menghampiri Sehun. Sesampainya, keningnya berkerut melihat salah satu orang Sigismund – tepatnya yang paling dibencinya –  sedang berbicara dengan Sehun.

“Sebentar lagi bel akan berbunyi. Ayo kita masuk kelas”ajak Ilhoon menepuk sebelah pundak Sehun

Sehun mengangguk, menatap Luhan sejenak lalu mengambil bola dan pergi bersama Ilhoon.

Ditempatnya, Luhan masih memandang punggung Sehun sampai menghilang. Ia membalik pergelangan tangannya dan menyingsingkan lengan seragamnya keatas. Sejak tadi, tanda itu terus saja bergetar.

“Dia berada didekatku tapi aku tidak bisa merasakannya”gumam Luhan menarik lengan seragamnya kembali, menarik napas panjang lalu menuju kelasnya.

***___***

 –

Sehun mengarahkan sepedanya yang terparkir rapi di tempat parkir. Sedikit merutuk kesal karena tempat parkir sekolahnya sekarang menjadi sangat sempit karena enam buah mobil sport mewah yang ikut memenuhi lahan sempit itu.

“Sehun!”

Kaki Sehun yang hampir saja mengayuh sepedanya terhenti begitu Ilhoon muncul dari belokan dinding.

“Kenapa kau tidak menungguku?”

“Aku harus bekerja, Ilhoon. Setengah jam lagi aku harus sampai di tempat kerjaku”

“Hhhh…kau bekerja dimana lagi?”

“Kali ini tidak berat. Hanya membagikan balon untuk anak-anak di taman sungai Han”

Kening Ilhoon berkerut, “membagikan balon?”

“Hari adalah hadi balon sedunia”jawab Sehun tersenyum sambil menuntun sepedanya bersama Ilhoon yang juga menuntun sepedanya sendiri.

“Benarkah? Aku baru mendengar ada hari balon sedunia”

“Ada atau tidak ada hari itu, aku tidak perduli. Yang penting aku bekerja. Lagipula upahnya lumayan, aku akan dibayar 10.000won setiap jam”

“ini sudah pukul 3 sore”seru Ilhoon sambil melirik arlojinya

Sehun mengangguk, “jika aku bisa membagikan balon hingga pukul 12 malam, aku akan mendapat bonus sebesar 10.000won. Jadi uang yang ku dapat seluruhnya sebesar 100.000won”

“Sehunie, tapi pukul 12 malam adalah waktu yang terlalu larut untuk anak-anak. Biasanya yang memenuhi taman pada jam itu hanyalah orang-orang dewasa”

Sehun menggeleng cepat, “aku tidak perduli”serunya. “Aku akan membagikan balon pada siapapun yang ku temui dan mendapatkan 100.000won sesudahnya”

“apa diotakmu hanya ada uang? Kau bahkan bisa menghitung dengan benar jika menyangkut upahmu. Tidak seperti saat kau mengerjakan soal matematika”

“Hey, aku juga pintar mengerjakan matematika”protes Sehun tidak terima

“Baiklah. Kalau begitu, berapa hasil perkalian dari 7 dan 9?”

Sehun berpikir sejenak. Benar-benar berpikir hingga ia menghentikan sepedanya.

“100”jawabnya dengan ekspresi yakin membuat Ilhoon langsung mencibir kesal dan memberikan tepuk tangan untuk Sehun.

“Yaah, kau benar Park Sehun. Itulah hasilnya”

“Kenapa sepertinya kau sedang mengejekku?”balas Sehun kembali menuntun sepedanya

“Bodoh. 100 adalah upah yang akan kau dapat nanti. Kau benar-benar. Apa otakmu tidak bekerja sama sekali jika menyangkut soal pelajaran, huh?”

“Aiiish, kau cerewet sekali seperti oema. Diamlah. Aku akan mencari hasilnya di rumah dan memberitahumu besok. Saat ini aku benar-benar sangat sibuk”

Ilhoon hanya bisa berdecak sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah laku sahabatnya. Bahkan pelajaran sekolah dasar yang harusnya dihapal diluar kepala saja dia tidak tau. Bodoh.

Langkah Ilhoon dan Sehun tiba-tiba berhenti begitu bertemu dengan rombongan murid-murid berkepala warna-warni saat mereka berbelok.

“Hai Sehun”sapa Lay menepuk pundak Sehun sembari tersenyum ramah

“Aku akan datang nanti. Thanks”sahut Luhan juga menepuk pundak Sehun

Sehun hanya membalasnya dengan senyuman kikuk lalu berlalu pergi bersama Ilhoon. Merasakan tanda yang ada ditangannya terus saja bergetar tanpa henti, Suho menghentikan langkahnya sejenak, membalik tubuhnya untuk menatap punggung Sehun hingga menghilang.

Dalam radius 500 meter, banyak murid-murid yang masuk dalam jangkauan getarannya. Tapi kenapa ia merasa bahwa anak itu terlihat sangat berbeda? Aneh.

“Suho! Ayo..” Xiumin meneriaki Suho dari dalam mobil

Suho tersentak, ia mengerjap lalu menoleh.

“Cepat! Panas sekali!”seru Xiumin lagi.

Namun, bukannya menghampiri seseorang yang menjadi temannya di dalam mobil. Suho justru menghampiri Luhan dan Lay yang berada dalam satu mobil yang sama.

“Kalian mengenalnya?”tanya Suho dengan nada yang mengagetkan membuat Luhan dan Lay sama-sama mengerutkan kening mereka.

“Dia adalah teman sekelasku”jawab Luhan

“Aku menolongnya waktu D.O menabraknya. Kenapa?”tambah Lay

“Tidak. Tapi, aku hanya merasa dia sedikit berbeda”

“Berbeda?”seru Luhan bingung. “Yah, dia memang sedikit berbeda. Dia sangat periang ketika di kelas atau bersama teman-temannya tapi saat bersama dengan orang baru, dia sedikit kikuk”

“Bukan itu maksudku”

“Lalu apa maksudmu?”tanya Luhan semakin bingung

“Suhoooo!!! Tubuhku bisa meleleh jika kau terus membiarkanku berjemur dibawah matahari!” Xiumin benar-benar merasa gemas hingga ia meneriaki Suho sambil menjulurkan kepalanya tinggi-tinggi. “Kau mau aku menyuruh Baekhyun untuk mematikan matahari, huh?!”

“Baiklah. Kita pulang sekarang”

***___***

 –

“Sehunie, apa hubunganmu dengan Sigismund bersaudara itu? Aku bahkan melihatmu berbicara dengan Luhan di lapangan sepak bola tadi”tanya Ilhoon setelah mereka berada di luar sekolah.

Sehun menggeleng, “tidak ada. Dia hanya mengatakan jika dia ingin masuk ke dalam klub sepak bola”

Mata Ilhoon seketika terbelalak lebar-lebar, “M-maksudmu klub kita? Dia? Si tampan itu?” Ia bertanya karena benar-benar tidak bisa mempercayainya.

“Kenapa?”

“Jika wajah tampannya terluka sedikit saja, kau bisa dibunuh oleh seluruh murid perempuan disekolah”balas Ilhoon memasang ekspresi berlebihan

“Itu keputusannya bukan keputusanku. Lagipula dia hanya ku jadikan sebagai pemain cadangan. Aku tidak tega menolaknya karena dia terlihat sangat menginginkannya”

“Sehunie, tapi—“

“Sudahlah Ilhoon. Aku tidak punya cukup waktu untuk membicarakannya, juga menemanimu mendorong sepeda hingga sampai di rumahmu. Aku harus bekerja sekarang dan mendapatkan 100.000 won itu. Oke?”

“Aku tau” angguk Ilhoon. “Jika aku punya waktu, aku akan mengunjungimu. Pergilah”

Sehun mengangguk sebelum akhirnya mengayuh sepedanya secepat mungkin agar bisa cepat sampai ke tempat kerjanya. Di siang hari yang lumayan panas ini, dia tetap tidak menyerah. Entah sejak kapan, tapi dia merasa tubuhnya tidak mudah terasa panas dan selalu dingin. Karena itu, Sehun terpilih menjadi kapten sepak bola setelah ia menjadi satu-satunya murid yang berhasil bertahan di uji fisik saat matahari sedang terik-teriknya.

Sepeda tua itu terparkir begitu saja disebelah stand dadakan yang dibuat oleh tempatnya bekerja di taman sungai Han. Ia langsung melompat dan menghampiri seorang wanita paruh baya yang menjaga stand itu.

Ahjumma, apakah aku terlambat?”tanya Sehun dengan napas yang terengah-engah

Aniyo. Kau tepat waktu. Ini kostum yang harus kau pakai”balas wanita itu sambil memberikan kostum panda yang terlihat sangat tebal dan panas pada Sehun

Nde. Gomapseumnida, ahjumma

“Apa kau yakin kau bisa bertahan memakai kostum ini sampai pukul 12 malam? Kostum ini sangat tebal, kau pasti akan kesulitan”

Sehun menggeleng mantap, “Tentu saja tidak apa-apa. Appa dan oema selalu mengatakan bahwa aku adalah anak yang kuat, ahjumma

“Aku tetap tidak tega melihatmu bekerja keras. Jangan memaksakan dirimu. Jika kau lelah, kau hanya cukup bertahan hingga malam hari”

Ahjumma, bisakah ahjumma memberikanku kesempatan untuk membuktikannya? Aku benar-benar tidak apa-apa. Aku sangat membutuhkan uang itu”

Akhirnya wanita itu menghembuskan napas panjang, “baiklah. Aku tidak akan memaksamu lagi”

Sehun tersenyum lembut, “Yang seharusnya jangan memaksakan diri adalah ahjumma. Jika ahjumma lelah, ahjumma bisa istirahat. Tenang saja. Aku tidak akan mengatakan apapun pada boss” ia menunjukkan ibu jarinya pada wanita itu lalu masuk ke dalam ruang ganti untuk memakai kostum pandanya.

Setelah beberapa saat, Sehun sudah bersiap dengan kostum dan banyak ikatan balon di tangannya.

Oema, hari ini aku akan membawa uang yang banyak. Kita bisa makan daging nanti malam”gumam Sehun kemudian menurunkan kepala pandanya.

***___***

 –

Sangji Ritzvil Caelum Apartemen, Gangnam-gu, Seoul, 16.00 KST

 –

“Suho, ada apa denganmu? Kenapa sejak tadi kau hanya diam?”tegur Kris dengan tangan yang penuh dengan kotak ice cream. Ia terlihat sangat keberatan sehingga menghamburnya diatas meja. Secepat kilat, Xiumin langsung menyambar satu buah karena tubuhnya benar-benar terasa sangat panas.

“Jika saja aku bisa menggunakan kekuatanku disini”eluhnya yang kemudian membuka seragamnya secepat mungkin dan bertelanjang dada menuju ruang keluarga, bergabung bersama dewa lain yang sedang menonton televisI.

“Aku hanya merasakan sesuatu yang aneh pada diri anak itu”seru Suho pelan

Kening Kris berkerut namun tangannya tetap sibuk membuka penutup kotak ice cream, “anak? Maksudmu?”

“Anak yang kita temui di parkiran tadi”

“Aaah..si kacamata itu? Kenapa dia?”

“Bukan dia! Tapi yang satu lagi”balas Suho cepat

“Maksudmu si tinggi itu?”

Suho mengangguk, “yeaaah, aku merasa dia sedikit aneh”

“Aneh? Aku rasa dia baik-baik saja. Tidak ada yang aneh”

“hhhhh….i don’t know. I just feel it

“Mungkin karena keinginanmu begitu kuat untuk menemukan dewa Ares juga tanda ditangan kita yang terus bergetar, jadi kau sedikit berlebihan dan menganggap semua orang adalah dewa Ares. Sudahlah, aku yakin Nidhogg tidak menghabisi salah satu akar pohon kehidupan dengan cepat. Walau bagaimanapun, pohon kehidupan juga memiliki kekuatan untuk bertahan hidup”

“Aku hanya khawatir, kita tidak bisa menemukannya sebelum Ragnarok datang, Zeus. Aku hanya takut kita akan kalah dalam peperangan nanti”

“Hey, aku, kau dan dewa lain memiliki kekuatan yang sangat kuat. Kita tidak akan kalah. Kita juga punya banyak prajurit setia dan kaum roh yang dikurung oleh D.O di dalam Erebos. Kita punya banyak pasukan Suho”

Suho menoleh kearah Kris kemudian tersenyum. Kali ini berbeda, biasanya dia adalah orang yang bertugas untuk menenangkan yang lain tapi kali ini dia justru menjadi orang yang paling khawatir.

“Thanks Zeus”

“Odin…Zeus…” Tiba-tiba Kai muncul dari arah ruang tv, menghampiri Kris dan Suho. “Kalian mau ikut? Aku dan D.O akan ke taman. Ku dengar hari ini adalah hari balon sedunia. Ada pembagian balon gratis disana”

Kris mencibir, “Kau adalah dewa yang sudah berumur beratus-ratus tahun, Kai. Disini kau juga menjadi murid kelas 2 SMU”

“Lalu kenapa? Lagipula aku hanya berjalan-jalan bukan menginginkan balon-balon itu”balas Kai santai masih berdiri didepan Kris dan Suho menunggu jawaban mereka.

Akhirnya Suho menggeleng, “aku rasa aku akan berada disini saja. Matahari benar-benar sangat panas”

“Kau adalah pengendali air, Odin. Bagaimana bisa kau merasa panas? Huh! Sudahlah. Aku akan pergi bersama D.O”

Kai kembali ke ruang tv dengan wajah cemberut. Tidak ada yang mau menemaninya selain D.O. Alasan mereka sama, karena mereka takut akan panasnya matahari. Padahal, mereka bisa meminta Baekhyun untuk meredam panasnya sedikit. Menyebalkan.

“D.O, apa kita menggunakan teleportasi saja agar lebih cepat?”tanya Kai menepuk pundak D.O

D.O menoleh, tetap dengan wajah tanpa ekspresinya. “Tidak perlu. Kita gunakan mobil saja. Aku tidak mau mencolok perhatian orang”

“Kai, aku ikut denganmu” Chanyeol menyahuti

Salah satu alis Kai terangkat, “Bukankah tadi kau menolak untuk ikut?”

“Aku bosan”

“Tapi, kau adalah pengendali api. Di siang yang panas seperti ini, kau bisa terbakar”balas Kai sedikit khawatir

Chanyeol tersenyum lebar, memperlihatkan deretan giginya yang rapi. “Jangan khawatir. Aku akan mengajak Baekhyun bersamaku”

Merasa namanya disebut seenaknya oleh Chanyeol, Baekhyun langsung menoleh dengan amta mendelik. “Aku? Aku tidak ikut!”

“Tapi, hanya kau yang bisa mengendalikan matahari”

Baekhyun menggeleng, “aku tetap tidak ingin pergi. Aku terlalu malas”

“Baekhyuun…” dan hal yang paling dibenci oleh Baekhyun akhirnya terjadi. Chanyeol memasang tampang memelas andalannya yang lebih terkesan seperti orang bodoh. “Baekhyuuun…” kali ini Chanyeol mengguncang-guncang lengan Baekhyun.

“Aiiiiishh!! Kau sangat mengganggu Chanyeol!!!”

***___***

 –

Han-Gan Park, Seoul, South Korea, 17.00 KST

 –

Sehun membagikan balon-balon yang dipegangnya pada semua orang yang ditemuinya. Terus bersemangat dan mengabaikan rasa panas yang mulai menyeruak keluar. Keringat sudah membanjiri tubuhnya. Rasa sesak akibat kurangnya oksigen juga mulai dirasakannya. Tapi, daripada semua itu. Ada hal yang jauh lebih penting. 100.000won.

Yah, ini adalah satu-satunya kesempatan baginya mendapatkan uang yang sangat banyak. Setidaknya sangat ingin membelikan ibunya satu set paket daging Korea mahal dan enak. Hingga rasa letihnya mendominasi setelah 2 jam memakai kostum tebal dan pengap itu, akhirnya Sehun memutuskan untuk duduk disalah satu bangku yang tepat berada di bawah pohon. Ia sengaja memilih tempat yang paling pojok agar tidak ada seseorang yang melihatnya.

Sehun membuka kepala panda yang dikenakannya. Seketika itu juga,paru-parunya langsung berkembang lebar setelah sekian lama susah bergerak. Ada kelegaan disana.

“Panas sekali”gumam Sehun mengibas-ngibaskan telapak tangannya didekat wajah. “Tuhan, bisakah panas matahari diredam sedikit? Aku ingin bekerja”gumamnya lagi

Detik kemudian, mata Sehun langsung membulat lebar-lebar begitu langit tiba-tiba berubah mendung setelah dia mengucapkan gumaman itu.

“i-ige mwoya?” ia tergagap. Masih terkejut dengan perubahan langit yang begitu tiba-tiba. Juga matahari yang seketika tidak lagi menantang.

Sehun tersenyum lebar. Menganggap Tuhan mendengar keluhannya dan meringankan sedikit kesulitannya. Tanpa mengetahui, tak jauh dari tempatnya berada, seseorang sedang mengayunkan tangannya. Meredam panas matahari dan memerintahnya untuk bersembunyi untuk beberapa saat.

***___***

 –

Kai, D.O, Chanyeol dan Baekhyun meninggalkan kedai ice cream yang mereka kunjungi setelah menyantap satu dari hasil tangan manusia yang mereka rasa enak itu. Mereka berempat menuju taman dan berbaur dengan orang-orang yang meramaikan jantung kota Seoul itu.

“Baekhyun!! Lihaaat!! Itu panda pembagi balon!!”sorak Chanyeol senang sambil melompat-lompat seperti anak kecil

“Kau sudah tidak pantas menerima balon, Chanyeol”icibir Baekhyun. ‘Karena yang masih pantas menerimanya adalah D.O, bhahahahaaa…”ejek Baekhyun kemudian tertawa keras disusul oleh Chanyeol yang juga tertawa hingga terpingkal-pingkal. Yah, tinggi badannya itu adalah masalahnya.

D.O menoleh, memberikan tatapan mengerikan pada Baekhyun dan Chanyeol yang seketika membuat mulut keduanya terkatup rapat-rapat. Biar bagaimanapun, mereka tetap tidak mau berurusan dengan dewa pendiam itu.

“I’m sorry” Baekhyun meringis lalu buru-buru menggandeng lengan Chanyeol dan berjalan menjauh.

Namun, tiba-tiba, langkah keduanya terhenti begitu merasakan getaran di pergelangan tangan mereka. Baekhyun dan Chanyeol sama-sama menoleh kebelakang, kearah D.O dan Kai.

“Kalian merasakannya?”

Kening Kai berkerut, “merasakan apa?”

“Cepat kemari!!”

Menganggap sesuatu yang tidak beres sedang terjadi, Kai dan D.O berjalan maju menghampiri  Baekhyun dan Chanyeol.

“Dewa Ares!!”

Baekhyun mengangguk, “Dewa Ares! Dia ada disini!!”

“Berpencar!! Cari orang-orang yang mencurigakan dan selidiki dia! Dewa Ares benar-benar ada disini!!”perintah D.O dibalas anggukan oleh Chanyeol, Baekhyun dan Kai.

 –

TBC

 

 

 

Iklan

62 thoughts on “FF : The Lords of Legend (Chapter 7)

  1. Oh Yuugi berkata:

    Kasian bgt Sehun harus krja keras sampe segitunya.. meskipun dia juga sebenernya Dewa, tapi kan dia lahir dari rahim manusia n bisa ngerasa sakit n lelah juga..huhuu
    Gak sabar baca lanjutannya.. eh tapi tadi di chapt sblumnya kalo gg salah ada Leeteuk seonsaengnim??! Padahal ayah Sehun disini juga leeteuk, apa disini leeteuk ada 2 kah?

  2. Oh Yuugi berkata:

    Aiisshh,, gregetan sendiri sama chanyeol yg ngotot kalo dewa aresnya itu ilhoon… Dasar emang ya, chanyeol masih jaman2 bego2 gila…wkwkwk
    Gak kya sekarang bangsadhnya minta ampun..kkk #ngomongapaansihgue
    Btw bayangin Sehun pake kostum Panda malah kebayang costum emotikon line yg warna coklat itu namanya siapa ya lupa..hee
    Coz kalo bayangin pake kostum panda berasa kek bayangin Tao #lol
    Ijin baca lagi yah thornim.. fighting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s