FF : Story (Chap 1)

story 2

Tittle : Story

Author : OhMiJa

Main Cast :

– Lee Donghae SJ

– Lee Hyukjae SJ

– Park Yoochun JYJ

– Choi Minho Shinee

– Xiah Junsu JYJ

– Im Yoon Ah SNSD

– Seo Joohyun SNSD

– Kwon Yuri SNSD

Support Cast :

– Jessica SNSD

– Son Naeun Apink

– Kim Jaejoong

– Onew Shinee

– Jung Yonghwa Cn Blue

– Choi Siwon SJ

– Tiffany Hwang SNSD

– Sunny SNSD

Genre : Romance, Friendship, a bit Action Comedy

Summary : “Choi Siwon! Sedang apa kau di rumahku?”

Annyeong haseo… akhirnya FF ini keluar juga muahahahaa.. Ini adalah Sequel dari Gangster. Jadi buat readers baru, kalo masih bingung silakan baca Gangster.

Happy reading ^^

 Taemin patah hati!

 –

Setelah hasil ujian kenaikan kelas dibagikan, wali kelas mereka mengatakan bahwa Seohyun terpilih sebagai murid terbaik dengan nilai diatas rata-rata sehingga dia diperbolehkan memilih untuk naik ke kelas 2 seperti seharunya atau melompat ke kelas 3 karena dia sudah bisa menguasai hampir keseluruhan pelajaran kelas dua. Tentu saja Seohyun memilih untuk langsung berada ditingkat akhir karena adanya Yoona dan hal itu benar-benar membuat Taemin sangat patah hati.

Baru dua hari menempati bangku tingkat dua, ia terlihat tidak begitu menyukainya. Ia pikir kelasnya terasa sangat kosong dengan ketiadaan sosok Seohyun. Dulu, saat mereka masih berada di kelas yang sama, secara diam-diam Taemin sangat sering memperhatikannya. Dia adalah cinta pertama yang akhirnya justru bersama orang lain. Sangat ingin protes memang, tapi dia masih bisa berpikir dewasa untuk memilih persahabatan daripada memperebutkan seorang wanita.

“Apa kau benar-benar frustasi, huh?”seru Jaejoong hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya itu. “Bahkan kau bisa meminum alcohol sekarang”

“Karena sekarang aku sudah dewasa”balas Taemin enteng, tidak lagi berdiri dibalik meja, meracik minuman. Kini ia justru duduk dikursi bar sambil meneguk segelas bir dengan kadar alcohol rendah.

“Carilah yeoja lain. Apa kau mau seterusnya menyukai yeojachingu hyungmu sendiri?”

“Apa kau pikir itu mudah?”seru Taemin. “Jangan salahkan aku jika aku terus menyukainya. Aku juga sebenarnya tidak mau. Hatiku yang menginginkannya”

Jaejoong mendesah panjang, “arasseo. Berbuatlah sesukamu. Aku tidak akan membuka club malam ini karena harus pergi ke rumah Yuri dan Minho, mereka akan mengadakan pesta daging. Kau mau ikut?”

Taemin menghabiskan minumannya yang tersisa sedikit lalu melompat turun, “tentu saja”

***___***

 –

Donghae menutup pintu mobilnya keras, dengan terburu-buru melompat keluar dan berlari masuk ke dalam rumah Yuri. Tidak menemukan siapapun di ruang tamu, ia menuju halaman belakang rumah. Disana, sudah terlihat banyak orang yang sedang sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing, juga ada Yoona yang terlihat sedang sibuk memotong sayuran bersama Jessica.

“Maaf, aku terlambat”

Semuanya menoleh begitu mendengar suara Donghae.

“Ya! Darimana saja kau?!”seru Minho kesal, menoleh sekilas kearah Donghae dan memberikan pelototan galak padanya lalu melanjutkan membakar daging kembali.

Donghae tertawa kecil sambil menggaruk tengkuk belakangnya, “aku harus bertemu dosen tadi”

“Oppa, kami semua sudah menunggumu”sahut Yoona. “Kenapa bertemu dosen hingga selarut ini?”

“Ada beberapa masalah. Mianhae chagi-yah”

“Cepat bantu kami” Yoochun menghampiri Donghae dan menarik kerah bajunya. “Lanjutkan nanti obrolan kalian”

“Aiiish, kau sangat mengganggu”rutuk Donghae kesal, akhirnya bergabung bersama Minho, Eunhyuk dan Jaejoong yang sedang sibuk membakar daging

“Minho-yah, bagaimana keadaan Yuri noona dan anak kalian? Junsu memberitahuku jika kemarin lusa Yuri noona merasa kesakitan. Benarkah?”

“Gwenchana. Dia hanya kelelahan mengatur semua perlengkapan untuk kamar bayi kami”

“Mwo? Ya! Kenapa kau tidak membantunya, huh?!”

“Aku tidak mengetahuinya. Dia tidak memberitahuku jika dia mau membeli perlengkapan itu. Saat aku kuliah, dia pergi berbelanja bersama Seohyun dan Jessica”

“Wajar saja. Dia terlalu bersemangat dengan kehamilannya, yaah..walaupun kandungannya masih berumur tiga bulan”sahut Eunhyuk lalu tertawa

“Minho-yah, aku rasa Yuri noona bosan. Kenapa kau menyuruhnya berhenti kuliah? Aku rasa akan baik-baik saja jika kalian kuliah bersama”seru Donghae.

Minho langsung menoleh dan menggeleng, “Andwae!”tolaknya tegas. “Yuri noona sudah menjadi istriku. Aku tidak mau ada namja lain yang mengganggunya. Aku adalah seorang suami juga akan menjadi ayah. Aku yang bertugas menghidupi keluargaku”

“Apa kau tidak lelah kuliah sambil bekerja?”tanya Jaejoong

“Tentu saja tidak. Aku bisa melakukannya”balas Minho yakin. “Ngomong-ngomong, mana Taemin? Kenapa dia belum datang?”

Jaejoong tidak langsung menjawab. Hanya berdecak lalu menghela napas panjang membuat Minho, Donghae, Yoochun dan Eunhyuk mengerutkan kening mereka.

“Dia bersikeras mengendarai mobilnya sendiri. Aku pikir tadi dia sudah datang lebih dulu ternyata aku salah”

“Hyung, apa Taemin baik-baik saja?”tanya Yoochun mencurigai ada yang tidak beres dengan adiknya itu.

Jaejoong mengendikkan kedua bahunya, “dia bukan lagi Taemin yang dulu. Sekarang, dia sangat keras kepala. Aku sendiri sudah tidak bisa mengaturnya seperti dulu”

“Apa ini karena aku?” Yoochun bertanya lagi merasa tidak enak

“Tentu saja tidak” Jaejoong menggeleng. “Kau harusnya tau bagaimana sifat Taemin. Dia masih sedikit kekanak-kanakkan. Aku rasa setelah patah hatinya sembuh, dia akan kembali seperti dulu”

***___***

 –

Seorang namja dengan tubuh yang lumayan tinggi itu berdiri di atas jembatan Banpo sambil memandang ke bawah, kearah kendaraan yang bergerak pelan disana. Rasa sakit itu masih dirasakannya. Ini pertama kalinya dan rasanya sangat sulit untuk dilupakan. Dia juga tidak menyangka jika rasa kagumnya akan berkembang sejauh ini. Justru membesarkan keinginan untuk memiliki.

Tapi, jauh sebelum dia merasakan perasaan itu. Ia lebih dulu mengenal persahabatan. Ia lebih dulu mengenal Yoochun. Ia sadar, rasa cintanya tidak akan bisa mengalahkan persahabatan. Persahabatan jauh lebih penting. Dan dia tau itu.

Ia mengeluarkan sebuah kertas dari dalam kantung jaketnya. Meletakkan kedua lengan di penyanggah besi jembatan sambil menatap secarik kertas yang ternyata adalah sebuah foto seseorang. Ia tersenyum miris.

“Seohyun-ah, aku rasa ini saatnya aku melupakanmu. Yoochun hyung sudah ku anggap seperti kakakku sendiri dan dia….” Taemin menggantung kalimatnya sejenak. “Aku rasa dia lebih penting darimu..”

 –

SREEEKKK

 –

Hembusan angin yang berhembus kencang menerbangkan foto yang digenggam Taemin tiba-tiba. Taemin tersentak. Tangannya terulur, mengikuti alur terbang foto. Tanpa kesadaran, ingin menangkap foto itu dan hampir saja terjatuh dari atas jembatan jika seseorang tidak buru-buru menarik lengannya.

Taemin tertarik ke belakang dan terjerembap ke lantai bersama seorang gadis yang menariknya tadi.

“Whoooaaa…tampan sekali”decak gadis itu saat wajahnya dan wajah Taemin hanya berjarak beberapa centi meter.

“Bodoh!”

Gadis itu mengerjap, “ehh?”

“Kau gila? Kenapa kau menarikku?!” Taemin langsung bangkit seperti tidak melihat jika gadis yang sudah menolongnya ikut terjatuh bersamanya. Mendekati pegangan besi jembatan kembali dan dengan gerakan liar,  menelusuri jalanan yang ada dibawahnya. Dia memang sudah siap untuk melupakan Seohyun. Tapi, dia belum siap kehilangan satu-satunya hal penting yang ia miliki tentang Seohyun.

“Aku menarikmu karena aku ingin menyelamatkanmu”seru gadis itu akhirnya berdiri sendiri

Taemin menoleh, “menyelamatkanku?”

Gadis itu mengangguk-angguk, “bukankah kau mau bunuh diri? Bunuh diri bukanlah yang hal baik, kau tau?”ujarnya polos

Taemin menghembuskan napas keras, mencoba menahan-nahan amarahnya yang sangat ingin meledak.

“Siapa yang mau bunuh diri?! Aku tidak mau bunuh diri!!”

“Ehh? Lalu tadi?”

“Karena kau, aku tidak bisa menangkap fotoku yang terbang tertiup angin! Sekarang foto itu hilang!! Itu semua karena kebodohanmu!”

“Aah..cwesonghamnida. Aku tidak mengetahuinya. Aku pikir kau akan melompat kebawah. Cwesonghamnida…”

“Walaupun aku ingin bunuh diri sekalipun, itu bukan urusanmu!! Kau benar-benar sangat mengganggu!”

Taemin menghembuskan napas keras sekali lagi sebagai bentuk kekesalannya. Meninggalkan gadis yang kini tertunduk itu sambil berlari demi mencari selembar foto yang sangat berarti baginya.

***___***

 –

Hari ini tetap saja berbeda. Taemin tidak datang diacara pesta daging di rumah Minho dan Yuri, juga tidak terlihat sama sekali disekolah pagi ini. Membuat Yoona dan Seohyun juga merasakan kekhawatiran terhadap namja berwajah imut itu.

“Eonnie, apa hari ini Taemin tidak pergi ke sekolah? Dia tidak terlihat dimanapun”seru Seohyun lemas tanpa berniat menyantap makan siangnya

Yoona menghendikkan bahu sembari menghela napas panjang, “molla. Semalam dia juga tidak muncul di rumah Yuri eonnie”

Seohyun menggigit bibir bawahnya kelu, “Eonnie, apa semua ini karena aku?”

“Yaah, ini memang karena kau, Seohyun-ah”angguk Yoona menyetujui. “Keundae, semua tidak bisa dipaksakan jika akhirnya kau memilih Yoochun oppa. Aku juga berpikir bahwa dia adalah pria yang terbaik untukmu daripada Yonghwa oppa”

“Aku hanya merasa bersalah pada Jaejoong oppa. Dia terlihat sangat frustasi karena Taemin”

“Apa sepulang sekolah nanti Yoochun oppa akan menjemputmu?”

Seohyun mengangguk, “wae?”

“Kau bisa memintanya untuk menemanimu ke rumah Jaejoong oppa dan menjenguk Taemin”

“Andwaeyo eonnie”tolak Seohyun mentah-mentah. “Taemin pasti akan semakin merasa sedih jika melihatku datang bersama Yoochun oppa. Aku akan kesana sendiri nanti sore”

“Aku akan menemanimu”balas Yoona sedikit khawatir mengingat rumah Jaejoong adalah sebuah club dan letaknya lumayan berada didaerah yang sepi.

“Eiiiy, bukankah hari ini Donghae oppa akan menjemput eonnie juga? Aku yakin dia tidak akan membiarkanmu pulang lebih cepat. Dia pasti menahanmu di rumahnya seperti biasa”

Mendengar ucapan Seohyun, Yoona seketika mengerucutkan bibirnya. “Kau benar”

“Eonnie”panggil Seohyun. Ia memajukan wajahnya agar lebih dekat dengan Yoona sambil menyipitkan matanya, membuat Yoona mengerutkan keningnya bingung. “Eonnie tidak akan memberikan kejutan pada kami, kan?”bisiknya tajam

“Ehh? Kejutan? Kejutan apa?”

“Kejutan seperti Yuri eonnie dan Minho oppa”

Mata Yoona seketika membulat lebar, “MWO?! YAK! ANIYOOO!!”jeritnya mendorong pundak Seohyun pelan lalu menggeleng kuat-kuat. “Jangan asal bicara Seohyun-ah. Aku bahkan belum melakukan sejauh itu dengan Donghae oppa”

Seohyun terkekeh geli melihat ekspresi panik Yoona, “Karena kalian sudah terlihat seperti sepasang suami-istri. Eonnie sangat sering mengunjungi rumah Donghae oppa dan baru pulang saat sore atau malam hari. Bukankah tidak salah jika aku curiga pada kalian?”

“Aku memang berada di rumahnya cukup lama, tapi kami tidak melakukan apapun”protes Yoona mengerucutkan bibirnya kesal karena mendapat tuduhan yang semena-mena dari Seohyun. “Aku hanya memasak untuknya lalu mengobrol. Bahkan terkadang kami mengerjakan tugas bersama-sama, tidak lebih dari itu”

Seohyun masih saja menatap Yoona sambil tersenyum jahil, “benarkah? Yah, aku rasa Donghae oppa memang sepolos itu”

Wajah Yoona semakin merona merah,“Yak!”

***___***

 –

Sepulang sekolah, dugaan Seohyun benar jika Donghae sudah menunggu didepan gerbang sambil bersandar pada badan mobilnya. Yah, namja itu tidak akan pernah terlambat sedikitpun dalam urusan menjemput Yoona. Sepertinya cinta pertama itu sudah meracuni sebagian pikiran dan hatinya.

Saat melihat Yoona dan Seohyun muncul dari balik gerbang sekolah, Donghae tersenyum dan menarik dirinya untuk menghampiri kedua yeoja cantik itu.

“Tidak perlu basa-basi, pergilah”Seohyun berseru lebih cepat saat Donghae ingin membuka mulutnya dan mengucapkan salam seperti biasa. Akhirnya ia tersenyum, mengangguk lalu tersenyum malu. “Selamat bersenang-senang”seru Seohyun lagi, kini sambil mendorong tubuh Yoona ke depan.

“Ehh? Bagaimana denganmu? Apa Yoochun oppa belum datang?”

“Dia masih berada dalam perjalanan. Sebentar lagi akan datang. Nan gwenchana, kalian pergi saja”

Donghae dan Yoona mengangguk bersamaan lalu menuju mobil sport hitam itu. Namun sebelumnya, Donghae berbalik sejenak menatap Seohyun.

“Karena nanti sore Yoochun bekerja, aku akan menjemputmu”

Seohyun mengerutkan kening, “menjemputku?”

“Kita akan ke rumah Jaejoong hyung. Junsu, Minho, Yuri noona, Jessica dan Eunhyuk juga akan datang”

“Kenapa aku tidak bersama Eunhyuk oppa saja? Rumah kami bersebelahan”

“Dia akan pergi bersama Jessica”balas Donghae kemudian tersenyum penuh arti membuat Seohyun seketika mengerti arti dibalik senyuman itu.

Ia juga tersenyum, “baiklah. Gomawo oppa”

***___***

 –

“Eunhyuk-ah, sebaiknya kita tunggu Donghae untuk mengerjakan soal nomor 5 ini, aku tidak mengerti. Aah, nomor 7 ini bukankah bidang Yoochun? Dan—“ Junsu menghentikan ocehannya karena merasa lawan bicaranya tidak menyahut sama sekali. Ia menoleh kebelakang dan langsung membulatkan matanya lebar-lebar saat mendapati sahabatnya itu justru tengah menyibukkan diri dengan lemari pakaiannya.

“Eottokhe? Apa yang harus aku pakai?” Eunhyuk bergumam

Junsu hanya bisa menghela napas panjang, melihat tingkah sahabatnya itu. Terpaksa meninggalkan tugas kuliahnya dan duduk diatas ranjang tidur Eunhyuk.

“Kau sedang apa?”

“Sore nanti kita akan ke rumah Jaejoong hyung”

“Hmm..lalu?”

“Aku tidak tau baju apa yang harus aku pakai. Eottokhe?!!”

Junsu hampir saja melemparkan bantal yang tergeletak disebelahnya ke kepala Eunhyuk karena merasa sangat kesal. Hadi sejak tadi ini yang dia pusingkan? Ia mengabaikan tugas kuliah hanya untuk mencari baju yang harus dipakai ke rumah Jaejoong nanti?

“Kau bisa pakai yang manapun”balas Junsu menahan-nahan kesabaran

Eunhyuk menggeleng tanpa menoleh, “tidak bisa”serunya tetap sibuk menelusuri isi lemari pakaiannya. “Bukankah kau tau aku akan pergi bersama Jessica? Aku tidak boleh terlihat buruk di depannya”

“Eunhyuk-ah, tapi kita hanya pergi ke rumah Jaejoong hyung. Kau tidak perlu bertingkah berlebihan seperti seorang gadis”

“Kau mengatakan ini karena kau tidak pernah merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta”

“Aku sudah merasakannya. Bahkan lebih dulu dan lebih lama darimu. Kau lupa? Dia sudah menikah sekarang”dengus Junsu kesal membuat Eunhyuk langsung menoleh dan meringis bodoh padanya

“Aku akan pergi bersama Jessica nanti, kau mau ikut?”

“Cih, apa kau mencoba menebus rasa bersalahmu?”cibir Junsu membuat Eunhyuk lagi-lagi meringis geli. “Tidak perlu. Aku akan pergi kesana sendiri”

“Kau harus mencari yeoja lain dan melupakan Yuri noona, Junsu-yah. Kau tidak bisa terus-menerus menyukai istri sahabatmu sendiri”

“Arasseo”balas Junsu cepat. “Aku akan menemukannya nanti. Yah, nanti…”

***___***

 –

“Ya! Pabo! Jangan masukkan bumbu itu ke dalam masakanku! Kau akan membuat rasanya tidak enak!”omel Yuri sambil memukul kepala Minho dengan sendok sayur.

Minho seketika meringis, memegangi kepalanya lalu menjauh dari masakan Yuri.

“Noona, aku adalah suamimu. Bisakan kau panggil aku lebih mesra? Bahkan Donghae dan Yoona jauh lebih berkembang dari kita sekarang”protes Minho menjatuhkan diri disalah satu kursi makan sambil memperhatikan punggung Yuri yang berkutat di dapur.

“Kita sudah menikah, Minho. Jangan bersikap kekanak-kanakkan lagi. Bahkan hal-hal sekecil ini saja, kau protes”

“Apa aku tidak boleh protes jika setiap hari kau memanggilku dengan sebutan pabo? Bagaimana jika anak kita mengikutimu memanggilku seperti itu saat dia lahir nanti?”

“Anak kita tidak akan bisa bicara saat dia baru lahir”balas Yuri cepat membuat Minho seketika mengerucutkan bibirnya kesal. Ia sudah membuka mulutnya, tapi tidak menemukan apapun untuk membalas ucapan Yuri sehingga memutuskan untuk beranjak dari duduknya menuju kamar.

Yuri menoleh sekilas, tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah laku namja tinggi yang baru beberapa bulan menjadi suaminya itu. Tak lama Minho keluar, sudah siap dengan pakaian kerja dan tasnya.

“Kau tidak makan dulu?”tanya Yuri mematikan kompor gasnya lalu menghampiri Minho

“Tidak usah. Appa bilang ada rapat penting yang harus aku pimpin. Aku akan makan siang di kantor saja”

“Lalu untuk apa aku masak jika kau tidak memakan masakanku?”

“Tentu saja untuk anak kita” Minho tersenyum. Kemudian mengulurkan tangannya, menghusap rambut Yuri lembut. “Aku sengaja tidak mengatakan padamu jika aku ada rapat penting siang ini agar kau tidak terburu-buru memasak dan menjadi kelelahan. Gwenchana, lagipula aku sudah makan di kampus tadi bersama yang lain”

“Mianhae, yeobo”seru Yuri merasa sangat bersalah

Minho tertawa geli, “apa aku harus bersikap dewasa terlebih dulu agar bisa mendengar panggilan itu?”ujarnya mencubit hidung Yuri gemas. Lalu berpaling pada tas dan perlengkapan kerjanya.

“Kau tidak memakai dasi?”

“Tidak perlu. Aku hanya akan memimpin rapat lalu pulang. Bukankah kita harus ke rumah Jaejoong hyung?”

Yuri mengangguk sambil mengiringi langkah Minho ke pintu utama rumah mereka, “Arasseo. Berhati-hatilah dan cepat pulang”

“Jika kau kesepian, kau bisa menghubungi Jessica, Seohyun atau Yoona untuk menemanimu di rumah. Tapi ingat, jika terjadi sesuatu kau harus menghubungiku terlebih dahulu. Arasseo?”

“Arasseo”

Minho tersenyum sekilas, detik berikutnya merubah ekspresinya menajdi serius. Ia menatap Yuri intens sambil dengan perlahan membungkukkan punggungnya dan memajukan wajahnya pada wajah Yuri.

‘Hey..hey..apa kalian tidak bisa melakukannya di dalam rumah?” suara Junsu mengacaukan keduanya, membuat Yuri dan Minho seketika tersentak dan tersenyum malu. Minho menoleh ke belakang, kearah Junsu yang terlihat sedang memasuki pagar rumahnya.

“Kau darimana?”

“Mengerjakan tugas bersama Eunhyuk”

“Lalu?”

“Tidak membuahkan hasil. Pikirannya hanya fokus tentang kencannya bersama Jessica nanti sore. Menyebalkan”dengus Junsu kesal. “Kau mau bekerja?”

“Emp, aku harus bekerja. Bisakah kau menjaga istriku saat aku tidak ada?”

Junsu tertawa kecil, “kau yakin? Kau tidak takut aku akan merebutnya?”

“Tentu saja tidak”geleng Minho cepat. “Aku percaya padamu”

“Tenang saja. Aku pasti menjaganya”

***___***

 –

Yoona dan Donghae mengakhiri makan siang mereka dengan mencuci piring-piring kotor bersama. Masih memakai seragam sekolahnya, Yoona terpaksa memakai apron berwarna pink yang mereka beli di supermarket tak jauh dari rumah Donghae.

“Oppa, mana apron milikmu? Kenapa kau tidak pernah memakainya?”

“di kamarku. Bisakah kita membeli apron yang baru? Apron itu sangat tidak cocok untukku”

“Wae?”

Donghae menarik napas panjang namun tangannya tetap sibuk membilas piring-piring kotor, “Chagi-yah, bukankah aku tau aku sangat membenci warna pink? Kenapa kau membelinya? Bahkan gambarnya adalah mickey mouse”

“Itu adalah apron couple oppa. Kau yang menyetujuinya saat aku membelinya”

“Karena kau memasang wajah mengancam sehingga aku terpaksa menurutinya”

Yoona seketika mendelik, “jadi kau hanya terpaksa?”

Bodoh, aku salah bicara, batin Donghae dalam hati.

“T-tidak. Chagi-yah, kau tau apron itu sedikit—“

“Baiklah. Aku juga tidak akan memakai apron ini lagi” Yoona meletakkan piring terakhir yang ia sabuni, mencuci tangan lalu melepas apronnya dengan wajah cemberut.

“Chagi, aniyo..maksudku, apronnya sangat bagus. Hanya saja aku tidak menyukai warnanya” Donghae juga meninggalkan pekerjaannya, mengikuti Yoona yang sedang bersiap mengambil tas sekolahnya dan bergegas pulang.

“Yaah, aku juga tidak menyukai warnanya. Kau bisa membuangnya jika kau tidak suka, aku juga akan membuang punyaku”

“Andwae!”seru Donghae merebut gumpalan apron di tangan Yoona lalu buru-buru memakainya. “Lihat, aku memakainya. Dan aku berjanji akan memakainya seterusnya. Oke?”

Yoona mencibir, “apron itu milikku. Kau bisa memakai milikmu sendiri”

“Baiklah. Tapi, berjanjilah jangan membuang apron ini. Ini adalah apron pertama yang kita beli bersama”

“Lee Donghae, sejak kapan kau takut pada wanita?”

Sebuah suara terdengar diantara keributan Yoona dan Donghae. Keduanya sama-sama menoleh dengan ekspresi yang berbeda. Yoona mengerutkan keningnya sedangkan Donghae membulatkan matanya lebar-lebar.

“Choi Siwon! Sedang apa kau di rumahku?”seru Dongahe terkejut mendapati namja tinggi berwajah tampan yang sangat dikenalnya sudah berada di dalam rumahnya dengan membawa tas ransel dan koper.

Namja itu tersenyum, “membawamu pulang”

 –

TBC

66 thoughts on “FF : Story (Chap 1)

  1. chewnie berkata:

    cast baru brarti ada konflik baru.
    penasaran ma kelanjutan’a..
    next part’a jgn lama” ea thor, & bnyakin yoonhae moment’a dunx..

  2. vhya elfishyoonaddict pyrotechnic berkata:

    Ada siwon oppa? Ada hubungan apa antara siwon oppa dan donghae oppa? Mau bawa donghae oppa pulang? Pulang kemana? #kepobangetdeh

    next ditunggu.
    Fighting.

  3. blueharu_ berkata:

    wah aku nunggu bingits ini sequel dari gangster^^
    Cupcup kasian taemin patah hati;p tak tebak pasti ada TaEun couple disini^^
    Nah satu lagi, Siwon ngapen nyelonong masuk aje>< apa hubungannya siwon ama hae? Next chap jgn lama ya Thor^^ fighting!!~

  4. Berlian Kirana berkata:

    aaaah sequel nya sukaaaaa <3<3<3
    waduh itu maksud siwon apaan sih? donghae mau dibawa kemana? hmmm next chap juseyoooo

  5. regina berkata:

    baru baca,,,
    siwon sapanya donghae yah, jgn ampe dia ngerusak hbgn YoonHae… Taemin kasian amat patah hati gitu karena cintanya ga berbalas trus cewek yg nolongin taemin tuh sapa, penasaran lanjut baca part 2 ajah🙂

  6. atikaa elfishy yoonadict berkata:

    KYAAAAA unnie yaampun akhirnya ada ep ep yoonhae darimu lagii /sujudsyukur/ apalagi ini sequelnya GANGSTERR!!! gileeee seneng bet gw ;_; ayok eonn ditunggu kelanjutan nyaaaa!!!!!!!!! yang panjang ya thoor!!!!!!! kkkk >.<

  7. Ariesta berkata:

    Woahhh akhirnxa ada sequelx juga, dh lama bnget nungguinx. Aduh siwon ngapain tuh? Mw bw hae balik ke AS ya? Thor kasih tifany ja tu bwt siwon biar gk ganggu YH… Bykn lgi yoonhae momentx ya thor!! Next part jg lama2 q nungguin bnget nea ff pa lg minyul dh nikah… ”Fighting”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s