FF: The Wolf and not The Beauty (part 2)

 

The wolf and not the beauty

Tittle                          : The Wolf and not the beauty

Author                        : Ohmija

Cast                            : EXO

Genre                          : Fantasy, Friendship, Comedy, Action, School life

Summary                    : Menyadari ada seseorang berdiri disamping mejanya, Kyungsoo mendongakkan wajah dan langsung terbelalak lebar. Didepannya, tengah berdiri seseorang yang paling berpengaruh disekolah. Saingan Luhan.

 –

 

 

Kai mengetuk-ngetukkan ujung bolpoinnya ke meja dengan pandangannya yang justru ke luar jendela saat jam pelajaran matematika berlangsung. Sebenarnya bukan karena dia sangat tidak menyukai pelajaran ini, tapi sosok wajah itu yang terus saja terbayang diotaknya.

Sepasang mata besar dengan struktur wajah yang sangat dikenalnya namun tidak dikenalnya. Dia sangat bingung. Seperti pernah melihat orang itu tapi dia tidak tau dimana. Seperti merasa pernah dekat dengan orang itu tapi dia tidak tau kapan.

Bahkan saat bel istirahat berbunyi, ia tidak juga bergerak dari tempat duduknya. Tetap memandang keluar dengan pandangan kosong.

“Kai,” Chanyeol menepuk pundak Kai, membuat namja itu terlonjak kaget dengan tepukan Chanyeol. “Apa telingamu bermasalah? Bukankah biasanya kau yang paling cepat bergerak saat bel berbunyi?”

“Oe? Belnya sudah berbunyi?”balas Kai dengan ekspresi bingung

Chanyeol mencibir, “sepertinya telingamu memang bermasalah. Ayo, kita ke kantin. Aku sudah sangat lapar”

Kai, Chanyeol dan Baekhyun berjalan beriringan menuju ruang kantin kelas 2 yang terletak diujung kanan gedung pertama. Tao dan Suho sudah menunggu mereka disana, juga sudah memesankan berbagai jenis makanan yang dipesan ketiganya.

Namun, saat tanpa sengaja melewati kelas 2-C, sepasang mata Kai tiba-tiba menangkap sosok itu. Sosok yang kemarin ditolongnya. Kai menghentikan langkahnya, melongokkan kepala ke dalam kelas yang hanya meninggalkan dirinya seorang, duduk dibangku paling pojok dibelakang. Namja itu terlihat sedang asik menulis dibukunya, tanpa menyadari jika Kai kini sedang berdiri diambang pintu mengamatinya.

“Kai! Ayo!” Hingga tarikan tiba-tiba Baekhyun membuat Kai terpaksa harus meninggalkan fokus tatapannya.

Namja itu tersentak saat mendengar suara seseorang. Ia mengangkat wajahnya dan langsung mengerutkan kening saat melihat punggung Kai yang mulai menghilang.

***___***

 –

Suara keributan yang terjadi di ruang kantin seperti tidak bisa menembus gendang telinga Kai. Namja yang sehari-harinya akan menjadi heboh dan tidak terkendali setiap saat bertemu dengan teman-temannya itu, seketika berubah menjadi murid yang sangat pendiam. Ia tidak bersuara. Bahkan ramyunnya yang sudah mulai dingin, tidak disentuhnya sama sekali.

“Psssttt…” Suho menyikut lengan Chanyeol yang terus saja berisik bersama Baekhyun,  sudah menjadi kebiasaan mereka, mentertawakan apapun yang sebenarnya tidak lucu.

Chanyeol menoleh dengan salah satu alis terangkat tinggi, “apa?”

Suho menggerakkan dagunya kearah Kai, memberikan isyarat pada Chanyeol jika teman sebangkunya kini sedang larut dalam keheningan. Dia seperti sedang berada di dalam dunianya sendiri.

“KAI!!”

Dengan gerakan tiba-tiba, Chanyeol menggebrak bagian meja yang ada di depan Kai, membuatnya seketika terlonjak dan harus berpegangan pada Tao yang duduk disampingnya karena hampir saja terjatuh dari kursi. Ia mengelus-ngelus dadanya sambil mendelik pada Chanyeol.

“Kenapa kau mengagetkanku?!”

“Kenapa kau melamun? Lihat, ramyunmu sudah dingin”Chanyeol balas bertanya

“Aku hanya sedang berpikir. Jangan ganggu aku!”rutuk Kai mendorong mangkuk ramyunnya ke depan.

“Ehh? Berpikir? Aku baru tau otakmu ternyata bisa dipakai”ejek Baekhyun disusul tawa geli Tao, Suho dan Chanyeol

Kai semakin merasa keki. Ia duduk dipojok dinding dan kini semakin dipojokkan oleh teman-temannya. Ia semakin terpojok.

“Diamlah!”desisnya

Menelan habis tawa gelinya, Suho menyeruput minumannya lalu bertanya pada Kai, “sebenarnya ada apa? Kenapa kau diam terus?”

Kai menoleh sekilas lalu menghembuskan napas panjang , “murid yang kita tolong kemarin”desahnya

Seketika Tao, Suho, Baekhyun dan Chanyeol saling menoleh bingung. Kemudian sama-sama menatap Kai, “dia? Kenapa?”

“Apa kalian  mengenalnya?”

“Kenapa kau tiba-tiba ingin tau tentangnya?”balas Tao tetap tidak mengerti

“Tidak ada. Hanya ingin tau”

“Aku mengenalnya. Dia adalah Do Kyungsoo”sahut Suho langsung membuat Kai menoleh kearahnya dengan mata melebar. Tanpa pikir panjang, Kai langsung melompati meja yang ada didepannya ke bagian kosong yang ada disebelah Suho. Membuat Chanyeol dan Tao yang masih asyik menyantap makanan mereka mengeluarkan sederet protesan panjang.

“Kai, kau melompati makananku!”seru Tao yang karena itu jadi kehilangan napsu makanannya. Begitu juga Chanyeol. Ia mendorong mangkuk ramyunnya ke depan dan bergeser mendekati Baekhyun. Melihat serangan akan datang dari lawan, Baekhyun langsung menyelamatkan mangkuk ramyunnya dengan membentuk siku dengan tangannya. Memberi pertahanan dari usaha Chanyeol yang sudah ia ketahui akan meminta makanannya.

“Baekhyun, aku masih lapaaar!”rutuk Chanyeol kesal karena tidak hanya menutupi makannnya, Baekhyun juga bergeser lebih jauh. “Baekhyuuuun!!!”

“Aku juga masih lapar, Park Chanyeol. Jangan ganggu aku”

“Suho bagaimana kau bisa mengenalnya?”tanya Kai tidak sabaran. “Kalian berteman? Atau bertetangga?”

“Sebenarnya tidak bisa dikatakan bahwa kami saling mengenal. Kami hanya mengetahui satu sama lain karena saat SMP, aku dan dia pernah satu kelas”

“KALIAN SATU KELAS?!!!”seru Kai setengah berteriak membuat seluruh isi kantin langsung menatap padanya.

“Kai, kecilkan suaramu”bisik Tao masih kesal

“Jadi kalian satu kelas? Kau dan Do Kyungsoo itu?”Kai memburu Suho semakin tidak sabaran. Ia tidak memperdulikan tatapan orang-orang padanya.

Juga menganggap Kai sebagai orang aneh, Suho sedikit bergeser lalu mengerjap bingung. “K-kenapa kau sangat ingin tau?”

“Do Kyungsoo” selesai mengulang nama namja itu, Kai langsung pergi meninggalkan ruang kantin. Tersentak dengan perbuatan Kai, Suho langsung menarik lengan Baekhyun yang masih aysik menyantap makanannya. Akibat tarikan itu, ia hampir saja terjatuh.

“Ada apa?!”rutuknya kesal

“Ini bukan waktunya untuk makan, Baekhyun. Kita harus ke kelas 2-C sekarang!”

***___***

 –

Langkah-langkah panjang Kai yang hampir menyerupai setengah berlari itu menerobos masuk ke dalam kelas yang sebenarnya terlarang baginya. Bisa dibilang, ia sangat anti memasuki kelas yang didalamnya terdapat murid paling menyebalkan sedunia.  Tapi, pikirannya yang berada dibawah alam sadar saat ini tidak memperdulikan itu semua. Yang ia tau, ia harus bertemu dengan namja itu saat ini. Harus.

Begitu tubuh menjulang Kai muncul di pintu kelas, keheningan seketika mendominasi. Murid-murid yang awalnya mengeluarkan suara berisik, langsung mengatupkan mulut mereka begitu melihat Kai. Juga, Luhan yang langsung berdiri dari tempatnya. Sangat terkejut karena Kai ternyata cukup berani menginjakkan kakinya kedalam kelasnya.

“Mau apa kau kesini?!”desis Luhan

Kai tidak menjawab, justru mengabaikan Luhan sambil berlalu menghampiri tempat duduk Kyungsoo.

Menyadari ada seseorang berdiri disamping mejanya, Kyungsoo mendongakkan wajah dan langsung terbelalak lebar. Didepannya, tengah berdiri seseorang yang paling berpengaruh disekolah. Saingan Luhan.

Dan lagi-lagi Kyungsoo harus terkejut begitu Kai menarik lengannya secara paksa, membuatnya berdiri dan menyeretnya keluar.

“T-tunggu”seru Kyungsoo hanya bisa tergagap tanpa mampu menahan tarikan Kai yang begitu kuat.

Berdiri diambang pintu, Suho, Tao, Baekhyun dan Chanyeol sama-sama tidak mengerti dengan yang dilakukan Kai. Dia bukan tipe orang yang suka mencari keonaran, tapi kenapa sekarang dia justru mencari onar?

Dugaan mereka benar karena Luhan tidak tinggal diam akan hal itu. Ia berdiri mengahadang langkah Kai didepan kelas. Menatap tajam murid yang seenaknya masuk ke dalam kelasnya tanpa sopan santun dan seijinnya.

Dengan kedua tangan yang dimasukkan kedalam saku celana, Luhan mendesis tajam. “Aku bertanya padamu!”

Membalas tatapan tajam Luhan tepat dimanik mata, Kai membalas ucapannya tak kalah ketus. “Bukan urusanmu. Urusanku dengannya!”

“Semua urusan yang menyangkut teman sekelasku adalah urusanku!”

Kai tertawa kecil, “benarkah? Sejak kapan?”

“Kai”seru Baekhyun mencoba melerai pertengkaran yang akan dimulai sebentar lagi itu. Ia menghampiri Kai lalu menepuk sebelah pundaknya. “Sebentar lagi bel akan berbunyi”bisik Baekhyun pelan. “Ingat Kai, kita akan mengikuti audisi”

Menyadari kebenaran di balik ucapan Baekhyun, Kai melepaskan tangan Kyungsoo. Untuk sesaat masih memandang tajam Luhan yang memperlihatkan senyuman kemenangan dimatanya.

Kai menoleh kebelakang kearah Kyungsoo, membuat Kyungsoo seketika mundur selangkah lalu menunduk dalam.

“Kau berhutang satu pertolongan padaku kemarin. Kau harus membayarnya setelah pulang sekolah nanti. Tunggu aku!”perintahnya setengah mengancam.

Kekesalannya masih mengelebat hebat. Tapi, dia tidak bisa melakukan apapun saat ini. Hingga ia mengeluarkan kekesalannya dalam bentuk menabrak pundak Luhan dengan keras walaupun Luhan hanya membalasnya dengan tawa kemenangan.

***___***

 –

Chanyeol benar-benar tidak mengerti dengan kepribadian teman sebangkunya yang hanya dalam sehari dapat berubah 180° dengan biasanya. Bertanyapun percuma karena sejak dua jam tadi, Kai hanya diam seperti patung yang tidak bergerak. Matanya terus menatap ke depan, kearah tulisan-tulisan yang dijabarkan oleh guru mereka di papan tulis. Tapi, Chanyeol tau pikirannya tidak disana.

Kyungsoo? Apa yang special dari namja aneh itu. Dia bahkan tidak mengenalnya sama sekali. Kenapa Kai begitu ingin tau tentangnya?

Hal yang sama masih terjadi saat bel pulang sekolah berbunyi. Tanpa mengatakan apapun pada teman-temannya, Kai langsung memakai tas ranselnya dan pergi meninggalkan kelas. Membuat Baekhyun dan Chanyeol lagi-lagi harus mengikutinya, guna menahan keributan yang mungkin akan terjadi.

Kai sampai dengan cepat dikelas yang hanya berjarak beberapa meter dari kelasnya sendiri. Tepat waktu saat murid culun itu keluar dari kelas dengan kepala yang selalu menunduk dalam.

Menoleh ke kanan, Kyungsoo tersentak begitu mendapati Kai sudah berdiri disana. Niat awalnya untuk cepat pulang dan kabur gagal total. Tubuh menjulang itu sudah lebih dulu terlihat.

Kyungsoo termasuk ke dalam jenis murid penurut dan sangat menghindari permasalahan yang akan memberatkannya. Karena itu dia buru-buru membungkukkan tubuh di hadapan Kai.

“T-terima kasih karena kau sudah menolongku kemarin. A-aku, harus pulang sekarang”serunya menyelesaikan ucapannya secepat mungkin lalu berlalu melewati Kai.

Kai tidak tinggal diam. Ia mengulurkan tangannya, menahan lengan Kyungsoo. Menarik tubuh namja mungil itu agar berdiri dihadapannya.

Dia tidak menemukan perbedaan apapun. Wujudnya sama persis dengan seseorang yang muncul samar diingatannya. Kembali, hatinya memberontak hebat. Ada tarikan juga dorongan yang saling bertarung tak mau kalah. Mencetuskan banyak pertanyaan tak terjawab di pikirannya. Bahkan dia sendiri tidak mengenal sosok yang sedang di tatapnya lekat-lekat.

“Aku akan mengantarmu pulang”seru Kai setelah berhasil menguasai diri

Mata Kyungsoo membulat lebar, “Apa?”tanyanya kaget

“Kau harus pulang denganku!” tarik Kai tanpa memberikan kesempatan bagi Kyungsoo untuk bertanya lebih banyak lagi. Diiringi tatapan-tatapan bingung semua murid yang kebetulan lewat disekitar mereka, juga Luhan yang kebetulan mengintip di balik celah pintu kelas.

Keningnya berkerut, “apa dia punya hubungan dengan Kyungsoo?”gumamnya

“Apapun hubungan mereka. Aku rasa ini adalah langkah yang baik untuk menghancurkannya”sahut Chen tersenyum licik pada Luhan sambil merangkul pundaknya dan berjalan bersama.

***___***

 –

“Kau lihat tadi? Dia memaksa namja itu pulang bersamanya”ujar Chanyeol sambil membuka kemeja putih seragamnya dan hanya mengenakan kaus putih

Baekhyun mengangguk, “Aku juga tidak mengerti. Kenapa aku merasa Kai sangat tertarik dengannya?”

“Maksudmu?! Kai menyukainya?! Kai tidak normal?!”jerit Tao dengan suara yang tingkatannya mampu merobek gendang telinga Baekhyun jika ia tidak buru-buru menutup dengan kedua telapak tangan.

“Kecilkan suaramu bodoh. Semua orang bisa mendengarnya”cibir Baekhyun langsung menjauh

“Siapa? Hanya ada kita yang tersisa disekolah ini”

“Suho, bukankah kau bilang kau pernah satu kelas dengan namja itu? Eumm..Kyungnam? Kyungho? Kyung…”

“Kyungsoo”jawab Suho memperbaiki ucapan Chanyeol

“Aaah..Kyungsoo!”

“Dia memang sedikit aneh sejak SMP. Selalu menyendiri dan tidak mau bersosialisai. Karena itu, dia selalu ditindas oleh teman-teman sekelasku”

“Jadi dia seperti itu sejak dulu?”tanya Tao

Suho mengangguk, “Entah. Tapi, aku merasa dia menarik dirinya dari siapapun yang mencoba mendekatinya. Suatu hari, ku dengar seorang temanku melihat dia memasuki  gereja Solomon”

Seketika Baekhyun dan Chanyeol membulatkan mata mereka lebar-lebar, “GEREJA SOLOMON?!!!”

“Karena itu teman-temanku semakin menjauhinya. Beredar kabar, rumahnya ada dibelakang gereja itu. Dan ada yang bilang jika dia adalah keturuan terakhir Pastor Solomon”

Baekhyun dan Chanyeol menelan ludah mereka susah payah. Begitu tercengang dengan penjelasan Suho yang benar-benar mengejutkan mereka. Murid culun itu keturunan pastor Solomon?

“Tunggu..sebenarnya ada apa dengan gereja dan pastor itu? Kenapa kalian terlihat sangat kaget?”tanya Tao bingung. Tidak mengerti sama sekali karena dia adalah seorang imigran China yang belum lama menetap di Korea.

“Begini Tao..” Baekhyun memulai penjelasannya. “Konon, katanya beratus-ratus tahun lalu, ada seorang pastor dari Eropa yang pindah ke Korea. Dia sangat dihormati karena kebaikannya dan juga murah hati. Namun, suatu hari, sebuah kejadian buruk terjadi di kota ini. Satu-persatu warga mati tanpa sebab setiap bulan purnama. Setelah diselidiki ternyata mereka mati karena ulah manusia serigala. Juga ada beberapa orang yang berubah menjadi jenis itu setelah terkena gigitannya”

 “Kau tau? Ternyata pastor Solomon adalah incaran manusia serigala yang melarikan diri dari kejaran mereka” Chanyeol melanjutkan penjelasan Baekhyun

“M-manusia serigala?” Tao tergagap.

Baekhyun mengangguk yakin dengan ekspresi yang seperti sedang meyakinkan seorang anak kecil. “Pastor Solomon mempunyai senjata yang dapat menghancurkan para manusia serigala itu”

“Jika dia mempunyai senjata, kenapa dia malah diincar? Harusnya para manusia serigala itu takut padanya”

“Karena meminum darahnya akan membuat para manusia serigala menjadi kekal dan sangat kuat” Chanyeol menyahuti

“Demi kebaikan semua orang, akhirnya pastor Solomon bunuh diri dengan membakar tubuhnya. Jadi, para manusia serigala itu tidak bisa meminum darahnya. Sejak kematian pastor Solomon, gereja Solomon yang dibangun olehnya ditutup oleh warga. Karena, warga percaya para manusia serigala yang mengincar pastor itu masih menunggu pastor Solomon dan berjaga di sekitaran gereja itu”

“Bisa dibilang gereja itu adalah gereja angker”

Kolaborasi penjelasan Chanyeol dan Baekhyun berhasil membuat Tao bergidik ngeri. Membuat Suho tertawa geli begitu melihat ekspresi ketakutannya.

“Itu hanya mitos”seru Suho menepuk pundak Tao. “Jika cerita itu benar-benar kenyataan, Kyungsoo tidak mungkin keturunan dari pastor Solomon. Karena ibuku bilang, anak perempuan pastor Solomon juga ikut membakar dirinya agar darahnya tidak diminum. Jadi, keturunan Solomon sudah tidak ada lagi”jelasnya mencoba menenangkan semua teman-temannya.

“Tapi, apa rumah Kyungsoo benar-benar dibelakang gereja itu? Dia berani sekali”

Suho tersenyum kearah Baekhyun lalu mengendikkan bahunya, “tidak ada yang tau. Dan aku rasa dia mempunyai alasan yang tidak perlu kita ketahui”putusnya mengakhiri pembicaraan jaman dulu yang sudah mulai pudar dikalangan warga kota Seoul saat ini.

“Oe? Bukankah itu Kris?”Chanyeol menjerit tertahan dan langsung menutup pintu gedung olahraga begitu melihat seseorang berada didalam gedung itu. Ia buru-buru menarik lengan Baekhyun dan membawanya kesisi kiri, diikuti oleh Tao dan Suho.

Mereka menarik beberapa kursi yang sudah tidak dipakai yang berjejer disana. Menjadikan kursi itu tumpuan untuk mengintip ke dalam gedung olahraga melalui jendela kaca yang terletak lumayan tinggi.

“Kalian lihat apa?”bisik Suho sembari melompat-lompat kecil. Tingginya tetap tidak bisa menjangkau kaca jendela walaupun dia sudah menaiki kursi.

Chanyeol, Tao dan Baekhyun yang memiliki tinggi cukup baik – Baekhyun masih harus berjinjit untuk bisa melihat ke dalam – justru seperti tidak mempunyai telinga dan seakan tidak mendengar pertanyaan Suho. Ketiganya menatap ke dalam dengan mata terbelalak lebar.

Entah. Kenapa hari ini berlalu begitu aneh. Pertama, mereka dikejutkan dengan perubahan sifat Kai. Kedua, fakta mengenai Kyungsoo yang tinggal di belakang gereja terlarang itu. Dan sekarang? Mereka baru mengetahui jika Kris dapat bermain basket dengan baik. Bahkan sangat baik.

Biasanya, murid yang memiliki tinggi yang berlebihan juga sifatnya yang cenderung pendiam, tidak tertarik dalam hal olahraga seperti ini. Ia lebih suka menyibukkan diri dengan dunianya sendiri tanpa berniat membaginya dengan siapapun. Di sekolah ini, memang banyak terdapat orang-orang aneh.

“Whoooaaa, dia keren sekali”decak Chanyeol kagum melihat Kris yang hanya mengenakan sleeveless berwarna hitam dan celana training setengah betis. Belum lagi terdapat earphone ditelinganya yang sudah bisa dipastikan bahwa dia juga mendengarkan musik sambil memantulkan bolanya.

“lemparannya juga sangat bagus”sahut Baekhyun tidak berkedip

“Hey..aku juga ingin melihat”seru Suho masih saja melompat-lompat ditempatnya. Tiba-tiba….

 –

BRAAKKK!!!

 –

Chanyeol, Tao dan Baekhyun saling pandang sejenak dan langsung menarik kepala mereka dengan cepat. Akibat bunyi kursi yang patah itu, Kris hampir saja melihat kepala mereka di jendela kaca.

“Bodoh. Kursi itu rapuh. Kenapa kau melompat-lompat?”bisik Chanyeol sambil menolong Suho yang terjerembap ke lantai

“Cepat! Sebelum Kris keluar!”

Chanyeol langsung menarik tangan Suho begitu mendengar desakan Baekhyun dan berlari secepat mungkin sebelum Kris melihat mereka.

***___***

Tidak ada ketakutan sedikitpun dalam diri Kai saat mereka sampai di depan sebuah gereja yang sudah tidak terurus itu. Bahkan ditumbuhi dengan tumbuhan menjalar yang hampir menutupi permukaan dinding.

“Rumahku ada dibelakang sana”seru Kyungsoo memberanikan diri memecah keheningan

Kai tidak merespon apapun. Hanya berdiri memandang bangunan tua yang sudah mulai rapuh itu dalam ketersimaan. Dia sudah sangat sering mendengar tentang gereja ini melalui desas desus yang disebarkan oleh orang-orang, tapi ini adalah pertama kalinya dia melihat gereja itu dalam kenyataan. Benar-benar nyata.

“Kai-sshi”panggil Kyungsoo lagi, kali ini berhasil membawa Kai kembali pada kesadarannya. Kai mengerjap lalu menoleh kearah Kyungsoo dengan ekspresi bingung.

“Ya?”

“Aku rasa aku harus pulang sekarang”

“Ahh, rumahmu ada disini?”

“Dibelakang sana”tunjuk Kyungsoo ke belakang gereja

“Aah..aku tau”angguk Kai

“Terima kasih”

Kyungsoo melangkahkan kakinya, meninggalkan Kai yang masih berada dalam ketersimaannya. Entah. Tapi, dia merasakan hatinya berdesir aneh karena gereja itu. Juga… karena Kyungsoo.

Disepanjang perjalanan mereka tadi, keduanya benar-benar tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Hanya diam dalam pikiran mereka masing-masing. Kai tidak menginginkan apapun, yang dia inginkan hanya mengantar namja mungil itu pulang ke rumahnya.

Punggung Kyungsoo sudah menghilang, namun Kai masih berdiri tegak disana. Mendongakkan kepala menatap bagian atas gereja. Hingga benda kecil yang berada dalam saku blazernya mengeluarkan dering mengagetkannya.

Kai meraih ponselnya dan seketika tersenyum saat melihat nama yang tertera disana.

“Dimana kau?”

“Hey, bukankah seharusnya kau menanyakan kabarku?”rutuk suara diseberang sana

Kai tertawa kecil, “Baiklah tuan Sehun Rouler. Apa kabarmu?”

“Aku baik tuan Kai Rouler”balas seseorang yang ternyata bernama Sehun itu tersenyum puas.

“Hey, namaku adalah Kim Kai. Oke?”

“Cih, apa orang-orang Korea itu sudah meracuni otakmu, huh?”

Lagi-lagi Kai tertawa kecil namun mengabaikan sindiran Sehun, “dimana Kau? Masih di Jerman?”

“Tidak. Aku di Polandia sekarang. Daddy dan mommy mengajakku pindah ke tempat ini. Tapi, sepertinya aku punya satu kabar gembira untukmu”

Kening Kai berkerut, “apa itu? Kau tidak akan memberitahuku kabar yang tidak penting seperti sebelumnya, kan?”tuduhnya mengingat Sehun pernah menelponnya saat jam pelajaran dan ternyata hanya memberitahu jika dia mempunyai dua anjing baru.

“Tidak. Kali ini benar-benar gembira”

“Baiklah. Apa itu?” Kai menyerah

Daddy dan mommy menyuruhku pindah ke Korea untuk menemanimu…secepatnya..”

Seketika senyum Kai mengembang lebar, “benarkah?!”

 –

 –

 –

 –

TBC

 

49 thoughts on “FF: The Wolf and not The Beauty (part 2)

  1. Ping-Chan berkata:

    Aaaa~ akhirnya dipublish juga kelanjutannya😀
    Disini Luhan songong (?) banget sama agak jahat, beda sama FF2 author yang lain.
    Sehun mau ke Korea ya? Yeyeye😀
    Next part ditunggu^^

  2. amel berkata:

    Uyeeee akhirnya xD
    kepribadian mereka disini semuanya menarik😀 gak diduga-duga
    pasti ada sesuatu sama solomon itu, d.o jgn2 benran keturunan solomon lgi :p
    yeee akhirnya sehin keluar😉 aihh cepat deh thor phublis yg berikutnya😀

  3. Tiikaa berkata:

    Yeeeeeeeee,,, bentar lagi sehun muncul…..😀

    Eon,, sebenernya kai itu kenapa sih pngen banget ngedekatin kyungsoo…
    Trus dia kok bsa sebegitu kagetnya wktu suho blang klau dia prnah sekelas sma kyungsoo,, kasian tao sma chanyeol,, gak jdi mkan gara2 mkanan mereka dilangkahin sma kai -_-

    oke deh eon,, aku makin pnsaran sma klanjutan ff ini.. Next chapter aku tunggu ya🙂

  4. rani berkata:

    whawhawha yg ditunggu2 dtang juga
    penasaran sama kisahnya yg oke ini

    yaw menunggu sehun kekorea
    jangan lama2 yaw thor!!!!!
    aku menunggumu hehehehehe
    SEMANGAT

  5. 'Oh Mi Ja' fans berkata:

    Suho sembari melompat-lompat kecil.
    Tingginya tetap tidak bisa
    menjangkau kaca jendela walaupun
    dia sudah menaiki kursi. « bwhahahah
    dan saat si suho loncat” ngancurin bangku . weh ngakak XDDD
    holang kayaa pendek :3 !!!
    AAAA …GA SABAR NUNGGU SEKAI Rouler XDDD
    seruuuuu weehhh *___*)/

  6. nina berkata:

    AAAAKKKKKKK SEHUNNIIEEEEEEE!!!!!! FINALLY😄
    pdhl waktu baca bagian atas udah bertanya2 dan akan mau protes kapan sehun na muncul
    eehhhh ternyata bentar lagi :3

    hahahaha suho kasihan
    udah pakai kursi masih aja lompat2 buat lihat na
    eon km ngejek secara terselubung iah hahaha :p

    kris juga akhir na muncul
    luhan chen and the gank lama2 nyebelin iah -___-

  7. indri regina cahyani berkata:

    YEYYYYYY akhirnya di publish JUGAAAAAA , YEYYYYYY . Kira kira ada hubungan apa antara kai dan Kyungsoo . Dan apa maksud dri nama kai yang berakhir rouler dan cuci otak . Dan misteri kyungsoo yang selalu menarik diri dri orang orang . Hoaaaaa aku semakin penasaran . Lanjut thorrrr . Yang cepat yaaaaa😀

  8. soorin 2312 berkata:

    Tambah penasaran aja..
    Kai rouler??t knp dy blg kim kai??
    Jgn2 gereja solomon ntu ada hbunganny ma kai dan juga kyungsoo??

    Next part dtunggu..

  9. lyr929 berkata:

    Sehun mau ke Korea? Hunhan juseyo~ haha…😀
    Luhannya kok nyebelin ya… Tpi sebenernya baikkan eon? #maksamode:on
    Huhu… Tunggu lanjutannya aja deh eon…
    Keep Writing ^^

  10. Nanda R.E. berkata:

    JJRENG!!!JJRENG!!!
    akhirnya si penyelamat SEHUN muncul juga🙂
    di tunggu kelanjutannya ya thor, aku gk sbr bgt tunggu kelanjutan ff ini

  11. YooXi berkata:

    DaeBak, Aku suka aku suka …😀
    ah, sungguh sangat penasaran, siapa sih KyungSoo itu? *yg jelas member EXO😀
    Next Chap aja deh😀🙂

  12. Dini berkata:

    Yaaa Luhan ko jadi jahat gitu sih min😦 bias aku jangan dibikin nyebelin😦 u,u
    Ada Hunhan moment gak ya ? Semoga adaaa hihi
    Next Chap speed ya min🙂

  13. hye han berkata:

    hiaaaaaa..

    Daebak ini mah,,
    Penasaran banget sama DO

    Eh,,itu kenapa Xiao Lu kek dendam banget sama kai =.=

    Rival eoh ???

    Kekekeke,,,,,,
    Sehunaaaaaaaaaaaahhh

  14. Kim Hye woo berkata:

    Makin penasaran sama kyungsoo .
    Dan ada hubungan apa antara kai dan kyungsoo ?
    Oh iyaa~ Jadi sehun itu sodaranya kai ..
    Mereka keturunan eropa ?

    Di lanjutin lagi kak , plissss .
    SECEPATTNYA YAH KAK :”)

  15. De Sweeta berkata:

    Luhan jdi Bad boy =.=’
    penasaran sama kriss dan kelanjutan kyungsoo juga mitos gereja solomon.
    Nungguin sehun nongol . Yelalalala~

  16. Naa-dia berkata:

    karakter2 mereka beda dari biasanya eon, sedaaaap deh (?)

    wow, ada apa ini yaa? aku berfirasat ada yg mengejutkan nantinya hohoho😀
    ga sabar sehun pindah nemenin kai🙂

  17. Sherry Cho berkata:

    Onnie i lop you dah
    Lanjutannya yg ini keren banget next chap ditunggu ya, apalagi yg ini cepetan ya oen keren suamiku mulai muncul tuh hahaha *tunjuk tunjuk sehun* hahah *ditabok author*

  18. leehana berkata:

    sumpah q ngakak pas baca tu suho jatuh dri kursi, kasian bgt z orang pendek hehe,tenang leader suho q juga pendek kok
    seru critanya z q kok pnya feeling tu kyungso ma Jongin saudaraan z
    z dah lah semangat trus buat ff nya z author cyk

  19. s wanda putri berkata:

    karakter luhan jahat ya…chen lay sama xiumin jga..
    trs hubungan kyungso sma kai itu apa trs apa ada hubungannya mereka sama gereja itu..

    wahhh sehun ke korea…yeyeyeye…snenggg…

  20. Nunu^^ @Nurul_Hunie berkata:

    Akhirnya Sehun muncul juga…!!!
    Makin penasaran sma hubungan Kai dan D.O sma kisah masa lalu itu…!!!

    Aku otw part 3😀

  21. Rima Chan berkata:

    Penasaran sama hubungan Kai, D.o, Sehun, kayanya Kai dan Sehun itu Werewolf, dan D.o itu incarannya….?

    Abaikan hhehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s