FF : The House Tree 2 – Empat

The House Tree II

Tittle                      : The House Tree 2

Author                  : Ohmija

Genre                   : Family, Brothership, Friendship, A little Comedy Action Sad

Cast                       : EXO

Summary             : Baekhyun melakukan kebiasaannya lagi. Menghusap punggung itu saat tidak lagi menegak. Rasa letihnya bahkan masih menguasai, debaran jantungnya juga masih bekerja cepat. Tapi, dia masih mempunyai sedikit kekuatan untuk sekedar menenangkan.

“Sehunie, wae geurrae?”tanya Kris panik menghampiri Sehun yang sedang terduduk didepan ruangan ICU. Melihat Kris datang, Sehun langsung berdiri menyambutnya dengan wajah panik.

“Oema…tiba-tiba oema pingsan”

Kris tersentak, “mwo?!”

“Aku tidak tau, hyung. Oema tiba-tiba pingsan. Dokter belum memberitahu apapun padaku”

“Sehunie..” Luhan dan Jongin setengah berlari menghampiri Sehun dan Kris. “apa yang terjadi?”

“Oemaku tiba-tiba pingsan, hyung”jawab Sehun pelan

“Kenapa kau tidak memberitahuku? Kau hanya memberitahu Kris dan Jongin”

Sehun kembali ke tempat duduknya lalu menunduk, “maaf. Aku sangat panik”

Luhan menjatuhkan diri disebelah Sehun lalu menghusap punggung adiknya itu lembut, “semua akan baik-baik saja”

“Tidak, hyung” Sehun menggeleng. “Oemaku seperti ini karena aku. Aku sudah berbicara kasar padanya”

“Sudahlah. Aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Kau tidak boleh berpikir yang tidak-tidak”hibur Luhan lagi

Tiba-tiba pintu ruang ICU terbuka, seorang dokter keluar dari ruangan itu. Sehun langsung berdiri dan menghambur kearah dokter itu dengan pertanyaan.

“Bagaimana oemaku, dok?”

“Kalian keluarganya?”

“Aku anaknya. Aku yang mengantarnya kesini tadi”

“Sepertinya nyonya Park mempunyai penyakit ini sudah sangat lama”

Salah satu alis Sehun terangkat, “penyakit?”

Dokter itu mengangguk, “nyonya Park mempunyai jantung yang lemah. Dia terkena serangan jantung tadi pagi”

“SERANGAN JANTUNG?!!”seru Sehun dan Kris tersentak hebat

“Dia sudah baik-baik saja sekarang. Hanya saja, aku mohon jangan membuatnya shock untuk yang kesekian kalinya. Kalian harus menjaga moodnya agar tetap baik. Karena, aku khawatir nyawanya tidak akan tertolong jika terkena serangan jantung sekali lagi”

“Dokter, kau sudah memastikannya? Apa oema benar-benar mempunyai penyakit jantung? Kau tidak salah?” Kris mencekal kedua bahu dokter itu sambil mengguncangnya

“Tidak. Aku tidak salah. Aku sudah memastikannya”

Kris seketika membisu di tempatnya. Benar-benar tidak percaya dengan pernyataan yang baru saja di dengarnya. Penyakit jantung? Apa separah itu? Bahkan dulu, yang ia tau, oemanya tidak mempunyai penyakit apapun.

“Jaga oema kalian dengan baik” dokter itu menepuk pundak Kris sesaat sebelum akhirnya pergi.

“Sehunie..Kris..kalian baik-baik saja?”tanya Luhan khawatir melihat dua bersaudara itu kini membisu.

“Hyung, gwenchana. Bukankah dokter bilang omoni sudah baik-baik saja? Kalian jangan cemas” Jongin ikut menghibur.

Namun sepertinya semua penghiburan itu seperti tidak berpengaruh apapun bagi Sehun. Ia mengangkat wajahnya, menoleh kearah Kris lalu berseru pelan.

“Hyung, kita harus bicara”

***___***

Baekhyun terus saja melirik kearah Chanyeol disela-sela pekerjaannya membersihkan meja pelanggan. Sangat merasa bersalah pada sahabatnya itu karena dia tidak memberitahukan kejadian yang sebenarnya. Hatinya berkecamuk. Kesedihan diwajah Chanyeol yang dilihatnya tadi pagi, cukup membuatnya khawatir. Walaupun tidak bersemangat seperti biasanya, tapi Baekhyun sedikit lega saat melihat Chanyeol tersenyum melayani para tamu. Yaaah, walaupun dia tau itu adalah senyum palsu. Tapi, senyuman di wajah Chanyeol sangat terlihat menyenangkan. Ia tidak tega jika harus menghilangkan senyuman itu.

“Hyung, meja ini sudah bersih. Mau berapa kali kau mengelapnya?” suara Tao mengagetkan Baekhyun. Ia mengerjap bingung.

“Mwo?”

“Apa yang sedang kau pikirkan?”

“Aah..ani..aku hanya…” Baekhyun memutar bola matanya sambil menggaruk tengkuk belakangnya, mencari jawaban. “Aku hanya…”

“Apa ada yang tidak beres? Jangan membohongiku”seru Tao tanpa basa-basi.

“Aniyo, Tao-yah. Aku hanya…”

Tao merebut kain lap yang dipegang Baekhyun, memaksa namja itu agar menatapnya. “Ada apa?”tuntutnya

Akhirnya, Baekhyun menghela napas panjang. “Tadi, Sehun menghubungi Jongin jika dia tidak akan kuliah hari ini”

“kenapa?”

“karena…nyonya Park tiba-tiba pingsan dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit”

Seketika mata Tao terbelalak lebar, “MWO?!!”

“Aiiish..eottokhe?! Aku tidak mungkin tega memberitahukan hal ini padanya. Aku tidak mau melihatnya sedih seperti tadi pagi” Baekhyun mengacak rambutnya frustasi

“Oemaku dirawat?”

Tao dan Baekhyun sama-sama menoleh begitu mendnegar suara berat yang sudah sangat mereka kenal. Baekhyun menelan ludah sebelum akhirnya mendapati Chanyeol sudah berdiri dibelakangnya dengan ekspresi ingin tau.

“Oemaku dirawat?”ulangnya lagi

“Chanyeol-ah, sebenarnya begini. Tadi—“

Chanyeol membuang tumpukan piring yang dipegangnya ke lantai. Detik itu juga berlari meninggalkan restoran tanpa memperdulikan saat ini dia masih memakai celemek dan seragam kerja.

“CHANYEOL!!”

Baekhyun mengejar lari Chanyeol. Saat ini tidak penting jika nanti bossnya akan memecat mereka karena sudah memecahkan banyak piring dan meninggalkan jam kerja seenaknya. Chanyeol jauh lebih penting. Perasaannya. Berteman selama bertahun-tahun bahkan sudah seperti layaknya saudara kandung, Baekhyun sangat mengenal sosok namja tinggi itu. Dia bukan tipe namja yang mampu menahan tangisnya saat ia bersedih. Dan jika itu terjadi, Baekhyun selalu ingin ada disana. Seperti biasa, untuk menampung air matanya.

“Chanyeol tunggu! Chanyeol!!”

Baekhyun mengetuk-ngetuk jendela taksi yang ditumpangi oleh Chanyeol, berharap namja itu akan membuka pintunya dan membiarkannya masuk. Namun, dugaannya salah. Ternyata taksi itu bergerak. Sama sekali, Chanyeol tidak menoleh kearahnya. Ia bersikap seperti tidak ada yang memanggil namanya.

“Chanyeol!!” Baekhyun mengiringi taksi yang bergerak itu dengan berlari kecil. Semakin lama, kecepatan taksi itu bertambah sehingga ia tidak mampu lagi mengimbangi kecepatannya. Baekhyun berhenti berlari, menormalkan debaran napasnya yang terdengar satu-satu.

Tanpa pikir panjang, Baekhyun langsung berlari menghampiri halte bus. Namun, tiba-tiba ia teringat bahwa dia tidak membawa uang sama sekali. Baru menyadari bahwa sekarang dia masih memakai seragam kerja.

“Brengsek!”

“Ayo!”

Sebuah tangan terulur dan menarik lengan Baekhyun, menyeretnya untuk berlari. Baekhyun menoleh.

“Tao!”

Tao melempar tas ransel Baekhyun pada pemiliknya lalu melepas celemek yang juga masih dipakainya.

“Tidak ada yang lebih penting dari mereka, kan?”

***___***

Suara helaan napas panjang Sehun akhirnya memecah keheningan mereka yang terjadi cukup lama. Sehun menarik punggungnya ke depan, menjajarkan pada Kris yang sedang duduk sambil menopang kedua lengannya diatas lutut.

“Mereka adalah teman-temanku, hyung. Bahkan aku sudah menganggap mereka sebagai keluargaku. Sejak aku kecil, mereka merawatku tanpa meminta balasan apapun. Aku tidak mungkin bisa meninggalkan mereka”

“Aku tau”balas Kris cepat. “Karena aku juga merasakannya”

“Tapi, walau bagaimanapun, dia adalah ibu kandung kita. Yang melahirkan kita. Terlebih lagi, aku sangat merindukannya”

Kris menoleh kearah Sehun, menatap adik bungsunya itu lekat-lekat. “Aku tidak akan setuju jika mereka keluar dari perusahaan. Luhan, Xiumin dan Chen adalah orang-orang kepercayaanku. Aku tidak akan bekerja jika tidak ada mereka”tandas Kris tegas

“Bagaimana jika warisan appa kita bagi secara adil?”

Kris langsung menggeleng, “appa memberikan seluruh hartanya padamu. Ini sudah perjanjian. Lagipula, aku tidak menginginkan warisan itu. Aku mengurus perusahaan sesuai permintaanmu karena kau adalah adikku”

“Tapi, kau dan Chanyeol hyung juga anak appa. Bukan hanya aku. Aku punya beban yang sangat berat karena menjadi pewaris tunggal. Aku belum cukup bijak untuk memutuskan sesuatu, belum cukup dewasa untuk menentukan hal yang harus aku prioritaskan. Aku belum bisa sepertimu”

Kris tersenyum lembut sambil menghusap rambut Sehun. “Tidak perlu menjadi bijak untuk memutuskan sesuatu. Tidak perlu menjadi dewasa untuk menentukan prioritas. Aku percaya padamu”

Sehun meraih tangan Kris lalu menggenggamnya erat, “hyung, kau akan selalu menegurku jika aku melakukan kesalahan, kan?”

“Tentu saja” Kris mengangguk mantap. “Aku akan selalu memarahimu jika kau melakukan kesalahan”

***___***

Chanyeol seperti kehilangan kesadarannya. Ia terus berlari melewati lorong-lorong koridor rumah sakit dengan kepanikan yang luar biasa. Tubuhnya seperti melayang, tidak menginjak pijakan lantai.

“Chanyeol hyung?!”pekik Jongin terkejut begitu melihat Chanyeol muncul

“Mana oemaku?! Apa dia baik-baik saja? Kenapa dia?!”

“Hyung tenanglah. Oemamu tidak apa-apa. Tenang”

“Dimana dia sekarang? Aku harus menemui oema”

“Chanyeol”Luhan mencekal lengan Chanyeol yang hampir menangis itu. Menarik tubuhnya pelan agar berdiri menghadap padanya. “Omoni sedang di rawat di dalam. Obat bius yang diberikan dokter masih bereaksi. Dokter bilang dia tidak apa-apa. Hanya saja kita harus menjaganya dengan baik. Terutama perasaannya”

“Hyung, apa yang terjadi dengan oemaku? Oemaku sakit apa?!”

“Chanyeol-ah, aku rasa sebaiknya Kris yang akan menjelaskan ini padamu. Tunggulah sebentar lagi. Dia sedang bicara dengan Sehun”

“CHANYEOL-AH!! CHANYEOL!!”

Teriakan Baekhyun terdengar dari ujung lorong. Chanyeol menghusap air matanya lalu menoleh ke belakang. Terlihat Baekhyun dan Tao sedang berlari kearahnya.

“Chanyeol..hhh..hhh..kau..hhh..kau..tidak apa-apa?”

“Baekhyun-ah..”

“Aku mencemaskanmu karena kau tiba-tiba pergi begitu saja. Mianhae, aku tidak bermaksud menyembunyikannya. Aku hanya khawatir jika kau bersedih lagi. Mianhae”

“Baekhyun-ah, oemaku..dia..”

“Semua pasti akan baik-baik saja”potong Baekhyun tersenyum meyakinkan. “Kau pasti tau itu”

Baekhyun melakukan kebiasaannya lagi. Menghusap punggung itu saat tidak lagi menegak. Rasa letihnya bahkan masih menguasai, debaran jantungnya juga masih bekerja cepat. Tapi, dia masih mempunyai sedikit kekuatan untuk sekedar menenangkan.

Dia dan Chanyeol..mungkin tidak selama seperti dia telah mengenal Sehun. Tapi, Chanyeol adalah sahabatnya. Sahabat pertama yang dikenalnya sejak ia memasuki bangku universitas. Chanyeol, si namja bodoh, lucu, dan sangat naïf itu.

“Kalian tidak apa-apa?” suara Luhan membuat yang lain seketika menoleh dan mengikuti arah pandangannya. Ia menatap Sehun dan Kris yang sudah muncul.

Sehun menggeleng, “tidak. Hanya sedikit shock”

“Aku sudah memberitahu yang lain. Mereka juga sedang berada dalam perjalanan kesini”

“Hyung, kau tidak perlu memberitahu mereka. Mereka akan khawatir”balas Sehun lemas

“Kenapa? Mereka juga harus mengetahuinya”

“Luhanie, kau tidak memberitahu hal ini pada oema, kan?”selidik Kris menatap Luhan lekat-lekat. Membuat Luhan yang awalnya hanya memandang Sehun jadi beralih memandangnya. “Aku mohon jangan beritahu apapun tentang masalah ini”

“Aku mengerti” Luhan mengangguk. “Tidak perlu kau jelaskan, aku sangat mengerti”

“Tapi, kita harus pergi ke Busan akhir pekan nanti. Kita sudah mempersiapkan kejutan ulang tahun untuk oema”sahut Tao. Seketika semuanya tersentak. Baru menyadari bahwa mereka sudah menyusun rencana untuk mengejutkan oema mereka di hari ulang tahunnya. Tapi, disaat-saat seperti ini, rasanya sangat mustahil bisa pergi. Terutama untuk ketiga anak keluarga Park itu. Mereka tidak akan bisa pergi.

Hanya sebuah pernyataan sederhana tapi mampu membuat semuanya larut dalam keheningan. Mereka terdiam dalam pikiran masing-masing. Memikirkan sebuah jalan keluar terbaik agar mampu bertindak adil.

Ibu kandung tetaplah ibu kandung. Tapi, seseorang yang sudah dianggap layaknya seperti seorang ibu kandung juga sangat berarti. Ada dua ibu dan ada dua perasaan yang harus mereka jaga. Mereka tidak ingin menyakiti salah satu tapi rasanya itu sangat mustahil dilakukan. Mereka harus memilih. Terpaksa.

“Sehunie..Kris hyung..Chanyeolie..kalian tidak apa-apa? Bagaimana keadaan omoni?”suara Chen membuyarkan lamunan mereka. Dibelakangnya, Xiumin, Suho, Lay dan Kyungsoo juga terlihat. “Luhan hyung memberitahuku jika omoni tiba-tiba pingsan. Apa dia sakit?”

Pertanyaan itu tidak terjawab. Tidak ada yang membuka suara. Yang terdengar justru helaan napas berat. Hingga akhirnya, suara Sehun terdengar.

“Aku ingin keluar mencari angin”putusnya lalu berjalan pergi.

Menatap punggung namja itu yang semakin lama semakin menjauh, tidak ada yang berniat menahan langkahnya. Mereka mengerti. Sangat mengerti. Pasti ada sesuatu yang terjadi antara dirinya dengan nyonya Park karena yang seperti mereka tau, sebelum pingsan, nyonya Park sedang membicarakan suatu hal. Entah apa itu.

***___***

Enam hari berlalu sejak kejadian itu. Nyonya Park diperbolehkan kembali ke rumah setelah dinyatakan bahwa keadaannya sudah baik-baik saja. Namun, keadaan masih tetap saja canggung. Hingga saat ini, Sehun masih saja menyimpan ceritanya sendiri tanpa mau berbagi. Ia juga berubah menajdi seseorang yang pendiam dan sibuk dengan dunianya sendiri. Membuat yang lain sangat khawatir dengan keadaannya.

Sedangkan hubungan antara nyonya Park dan teman-teman Sehun, itu juga tidak berlangsung baik. Setiap hari, setelah pulang bekerja. Mereka selalu menyempatkan diri untuk membantu ketiganya menjaga oema mereka tapi sepertinya nyonya Park sedikit tidak senang dengan hal itu. Membuat yang lain akhirnya hanya bisa mengalah dan menunggu di luar ruangan.

Sinar bulan yang bersinar mencetak dua buah bayangan dari dua orang namja yang sedang duduk bersama di taman belakang rumah Sehun. Pembicaraan itu sangat serius hingga mereka hanya bicara empat mata tanpa melibatkan yang lain.

Luhan dan Xiumin..keduanya berada dalam garis umur yang sama. Juga sudah menjadi sahabat sejak mereka masih kecil. Di perkumpulan itu, dua orang itu adalah seorang kakak tertua yang akan selalu menyelesaikan apapun masalah adik mereka. Seperti yang terjadi saat ini.

“Apa kita harus keluar?”tanya Luhan menatap Xiumin penuh tanda tanya. “Aku tidak mau mengacaukan hubungan omoni dengan ketiga anaknya. Sepertinya mereka menjadi tidak akur karena kita. Aku pikir..akan lebih baik jika kita kembali ke rumah sewa kita yang dulu. Walaupun sangat sempit, tapi bukankah kita sudah terbiasa tidur berhimpitan?”

Xiumin tidak langsung menjawab. Ia terdiam cukup lama karena hal ini adalah hal serius yang harus dipikirkan.

“Tapi bagaimana dengan Sehun? Dia akan sangat marah jika kita keluar dari rumah ini”

Luhan menghela napas panjang, “itu masalahnya. Aku sangat takut jika dia marah besar. Tapi, di sisi lain, aku merasa tidak enak dengan omoni. Dia terlihat sangat tidak menyukai kita”

“Dan bagaimana besok lusa? Lusa adalah hari sabtu, waktunya kita pulang”

“Aiiiishhh…” Luhan mengacak rambutnya frustasi. “Eottokhe? Aku tidak tau apa yang harus ku lakukan”

“Tapi, biar bagaimanapun. Kita harus pulang. Itu adalah rencana kita”

***___***

Sehun meletakkan mangkuk yang sudah tidak berisi apapun diatas meja kecil, disamping ranjang oemanya. Kemudian, membuka bungkus obat dan memberikannya pada nyonya Park.

“Oema, aku akan pergi ke kampus. Jika oema membutuhkan sesuatu, oema bilang saja pada Ren ahjumma”seru Sehun sambil menerima gelas berisi air mineral dari nyonya Park.

Nyonya Park mengangguk kemudian tersenyum, “gomawo adeul”

“Sepertinya aku akan pulang terlambat. Maaf, aku tidak bisa menemani oema”

“Gwenchana. Belajarlah dengan baik dan terima kasih”

Kening Sehun seketika berkerut, “terima kasih untuk apa?”

“Karena kau selalu menjaga oema”

“Ahh..bukankah itu adalah kewajibanku? Aku memang harus menjaga oema” Sehun tersenyum lembut. Ia mengulurkan tangannya lalu menghusap pipi nyonya Park lembut. “Aku pergi dulu, oema”

***___***

Sehun berjalan meninggalkan mobilnya yang sudah terparkir rapi ditempat parkir. Sambil memutar-mutar gantungan kunci mobil di jari telunjuknya, ia berjalan santai menuju kelasnya. Hari ini dia tidak pergi bersama Jongin karena namja itu ada kelas pagi-pagi sekali, sehingga ia pergi ke universitas lebih dulu dari Sehun.

Namun, tiba-tiba sepasang matanya menangkap sosok Jongin sedang berjalan mengkuti beberapa orang didepannya menuju belakang gedung, di samping sebuah rumah yang dijadikan gudang oleh pihak kampus. Kening Sehun mengernyit, mungkin mereka adalah teman Jongin, tapi kenapa sorot matanya sangat berbeda? Dia seperti sedang menahan kekesalannya.

Memutuskan untuk meninggalkan kelasnya yang akan dimulai 10 menit lagi, Sehun membelokkan langkahnya, mengikuti kemana Jongin pergi dalam diam.

Ia langsung menyembunyikan dirinya dibalik sebuah dinding yang sudah berlumut dan menatap ke depan. Matanya melebar, saat melihat salah seorang dari 5 namja itu mendorong tubuh Jongin hingga punggungnya menabrak dinding-dinding kawat bertagar.

“Apa hubunganmu dengan Yoon Sohee?”desis namja itu tajam

Jongin tertawa mengejek, “jadi kau mengajakku ke tempat ini hanya untuk menyakan hal itu?”balasnya santai sambil menegakkan punggungnya. Ia menggeleng, “tidak ada. Aku bahkan tidak mengenalnya. Wae? Dia yeojachingumu? Atau kau yang mengakui dirimu sendiri sebagai namjachingunya?”

Namja itu menggeram kesal. Rahangnya mengatup rapat mendengar ejekan Jongin yang membuat telinganya memanas.

Masih dengan rasa tenangnya, Jongin melanjutkan ucapannya kembali. “Aku tidak mengenal yeoja yang bernama Yoon Sohee itu. Hanya saja, dia sering menyelipkan surat atau coklat ke dalam lokerku. Aku bahkan hanya pernah bertemu dengannya satu kali” Jongin merapikan tas dan bajunya lalu menepuk sebelah pundak namja itu. “Tenang saja. Aku tidak mempunyai perasaan apapun padanya”

Kekesalan itu masih ada. Terlebih lagi dari cara Jongin berucap yang terdengar sangat meremehkan. Namja itu tiba-tiba berbalik dan mencekal pundak Jongin kuat-kuat, membalik tubuhnya dan memberikan satu pukulan di wajahnya.

Sehun tersentak. Detik itu juga keluar dari tempat persembunyiannya dan menghampiri Jongin. Jongin hanya termundur beberapa langkah, menghusap sudut bibirnya dengan lengan baju lalu menoleh saat merasakan tepukan seseorang di pundaknya.

“Sehunie…’

“Apa aku terlambat?”

“Yaah, sedikit”

Keduanya saling tersenyum beberapa saat lalu memandang namja itu dan teman-temannya.

“Siapa dia? Kau bermasalah dengannya?”tanya Sehun santai, seperti kebiasaan mereka sejak dulu jika menghadapi seseorang yang menyebalkan.

Jongin menggeleng ditambah memasang mimik diwajahnya yang menyatakan ‘aku tidak tau’ pada Sehun, “hanya seseorang yang merasa dirinya tersaingi”

Jongin pernah mengatakan bahwa Sehun adalah partner terbaiknya. Dan ini adalah pertama kalinya sejak Junsu lulus dan mereka tidak pernah berkelahi lagi. Perkelahian itu terjadi. Kali ini dengan lawan yang berbeda. Bagi mereka, jumlah ini tidak berarti apapun dibanding dulu saat mereka berada di Busan. Jumlah ini lebih sedikit.

Hingga akhirnya waktu 20 menit berlalu dan Sehun menahan tubuh Jongin untuk tidak menghajar namja itu lebih banyak lagi. Alasannya satu, mereka sudah berada di tingkat akhir dan tidak mau kelulusan mereka akan terhambat hanya karena masalah seorang wanita.

Sehun menarik tubuh Jongin menjauh walaupun ia masih bisa melihat kekesalan dimatanya. Menyeret namja berkulit gelap itu menuju taman universiatas yang kini sedang diguguri oleh daun-daun maple.

“Kau bermasalah lagi?”tanya Sehun menjatuhkan diri disamping Jongin

“Bukan aku tapi dia”balasnya setengah ketus. “Aku tidak mengetahui apapun dan dia langsung menuduhku yang tidak-tidak”

“Lalu? Siapa Yoon Sohee?”

“Hanya seseorang yang akhir-akhir ini sering meletakkan surat dan coklat di lokerku. Kita pernah berada dikelas yang sama dengannya satu kali”

“Kenapa kau tidak pernah menceritakannya padaku?”

Jongin tertawa mendengus, “Apa kau pikir aku tega menambah masalahmu dengan keluhanku, huh?”

“Setidaknya kau harus memberitahuku”

“Sudahlah. Semua itu tidak penting”balas Jongin malas. Mereka terdiam sejenak hingga akhirnya Jongin mengingat sesuatu. Ia menatap Sehun ragu tapi mencoba memberanikan dirinya untuk bertanya, “Sehunie”panggilnya

Sehun menoleh, “wae?”

“Kau tidak lupa jika besok lusa adalah hari ulang tahun oema, kan?”

TBC

28 thoughts on “FF : The House Tree 2 – Empat

  1. Tiikaa berkata:

    Yeeee,,,
    Lanjutannya keluar🙂

    Eonie,, kok aku ngerasa gak suka bnget sma eoma kandungnya kris, chanyeol, dan sehun yaa…

    kok aku ngerasa dia cuma pngen ngincer harta warisannya tuan park aja yaaa….

    Dia itu kok jahat banget sih…
    Membeda bedakan suatu tingkatan banget

    Ihhhhhhh
    Kesellllllll . . . . .

    Trus itu pasti sehun galau banget ,,
    Dia pasti gak dibolehin sma oemanya buat pergi ke acara ultahnya eoma jung….

    Oke deh eon,, kelanjutannyaa aku tunggu yaaa

  2. amel berkata:

    akhirnyaaaaa keluarr juga xD
    pasti galau banget jadi sehun haahh yg kuat ya sehun :’)
    mau ulang tahun oema angkat mereka ya? gak banget wkatunya😦

    itu jongin ada masalah baru lagi ya?
    authorr ceritanya makin bikin penasaran, ditunggu nextnya thor😀

  3. Naa-dia berkata:

    eonni moodku makin jelek nih gara2 baca FF ini haha
    eommanya Sehun loh bikin vanas ati ajah. gasukaaaa >.<
    kasihan kalo mereka harus pisah😦

  4. SummerSehun berkata:

    gitu deh type emak2 di sinetron stripping kkk

    kak, setiap ffmu aku slalu ngerasa there is not jalan keluar. tapi ternyata adaaaaa aja. dan aku kan gak baca ffmu satu atau dua tapi banyak ffmu yg udah aku baca daan semuanya buat frustasi di awal dan buat tegang di pertengahan dan berakhir happy ending yeaaay \’-‘/

    jadi intinya akan ku nantikan terus ffmu.

    semangat! fighting!

  5. 'Oh Mi Ja' fans berkata:

    WOHOOOOOOO ~~~ “Apa hubunganmu dengan Yoon Sohee?” XDD .
    sohee ngeceng dimari loohh pemirsa .
    eeiisshh .. aku smakin ga suka emaknye sehuunn .. oh tuhan . dosakah aku.berdoa agar emaknye sehun lenyap /plaak
    kasian lah ini nyonya jung :””””

  6. nina berkata:

    aaaaa kasihan sehun disini eon😦 dia jadi serba salah
    gmn jung eomma klo tau iah
    apalagi lusa mau ulang tahun😦
    eomma kandung juga gitu😦
    aaaa kaihun emg partner nakal tuh
    suka na berantem :3

  7. hasyahasya24 berkata:

    sehun galau!!oww O.o .. eomma kandungnya juga sih!! ngapain coba pake dateng gk di undang. ngatur2 lagi. pasti punya maksud deketin sehun.. sebel jadinya.. :p .. yang lainnya juga kasihan dapet tekanan dr eomma sehun.. -_- !! cepet di lanjut ya thor!!

  8. YooXi berkata:

    ah, gemes gemes gemes ama cerita’y ples EXO’y😀 -_-
    apa nyonya Park itu cuma akting aja, biar diperhati’in ama Sehun?
    well, next Chap aja lah🙂

  9. MRS.KRIN berkata:

    pendek author ㅠ. ㅠ
    pusing tau -.- hunnie sebaiknya pilih ibumu sama hyungmu aja ya (?) trus kenapa ada yoon so heenya? kenapa?!
    baiklah next chap ditunggu

  10. sysie14 berkata:

    Sehun galau. Bingung mau pilih yg mana. Kalau aku jadi Sehun, aku pilih ibu yg di Busan. Trus kalau udah selesai surprise nya, baru balik lg ke Seoul. Tapi sayang aku bukan Sehun, yaudah😀

  11. eriyani berkata:

    ngeng~ Sehun mending milih eomma yg di Busan aja, yg eomma Park nyebelin *plakk
    updatenya lama u.u
    lanjut! semangat lanjutinnya haha

  12. livi berkata:

    Author yang baikk, cantikk, rajin meminjam uang disegala bank *akhirnya ngeledek juga*
    Lanjutt yaa:D
    Kalau perlu oema kandung sehun, kris, chanyeol bikin gak ada aja di ff ini *plakk *digampar sehun*

    Tapi bagus:D maaf yaa cuma komen di akhir. Itu karena seru bgt ff author.
    Akhir kata. Bye:D

  13. kanza berkata:

    Annyeonghaseyo author,aku kambek egen bwt koment# SKSD
    Author seneng bgt sih ceritanya diTBC-TBC’in. Lagi asyik-asyik baca tau-tau TBC…TBC daaan TBC. Author TBClover ya??? ckckckc# KEPO mode on. Ya sudahlah,next partnya ditunggu Thor…!!!!!!!

  14. Nunu^^ @Nurul_Hunie berkata:

    Ada yah orang tua yg tega ngambil kebahagian anaknya sendiri *iya ada di ff ini*
    masih sebel bgt tuh sma Ny. Park itu, nikah sma org kaya lupa sma anak giliran udah cerai aja anak di cariin…iiiiihhh sebel semoga aja tu org jadi baik biar gua ga trs-terusan sebel sama dia…!!!

  15. amelia berkata:

    ibunya sehun beneran sakit jantung apa modus”an??
    kasian sehun pasti bimbang, mau dateng ke ulang tahun ibunya tang di busan atau nemenin ibunya yang sakit jantung u,u

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s