FF: A Song To Remember (1/3)

a song to remmember

Tittle    : A Song to Remember

Author     : Ohmija

Main Cast   : Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Support Cast  : Kim Jongin a.ka Kai

Genre    : Friendship, Family, Sad

Summary   : Dia…Byun Baekhyun adalah saudara sekaligus sahabat terbaikku…

Ini FF trilogi author. Karena saking senengnya sama duetnya ChanBaek, author jadi buat FF ini. Pembuatannya lumayan kilat, cuma tiga hari. Jadi mohon dimaafkan kalo alurnya kecepetan, dan ceritanya agak ngga jelas. Semuanya author publish hari ini, cuma dalam rentan waktu 4 jam yaa.. Tungguin aja ^^

Happy reading ^^

Kesempatan memang datang hanya sekali..

Hidup juga hanya sekali…

Jika kau kehilangan kesempatan itu, jangan bersedih

Karena aku yang akan menciptakan banyak kesempatan untukmu…

Byun Baekhyun….


•••••••••••••••••••••••_______•••••••••••••••••••••••_______•••••••••••••••••••••••

Tuhan sudah mengatur hidupku dengan sesuka-Nya. Membuat diriku merasa bahwa aku adalah orang yang paling sial di dunia. Saat aku duduk di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Pertama, Dia mengambil kedua orang tuaku untuk selamanya.

Dalam kecelakaan mobil itu, keduanya pergi begitu saja saat mereka berada di jalan pulang ke rumah. Aku tidak mempunyai siapapun kecuali mereka. Tapi, Tuhan sangat tega dan mengambil mereka dariku.

Saat itu, aku merasa hidupku sangat tidak berguna dan aku pasti akan menjadi orang yang paling kesepian. Sangat menyedihkan. Namun, ternyata dugaanku salah. Ternyata Dia tidak terlalu membenciku dengan mengirimkan seseorang untuk menemani hari-hariku.

Dia…Byun Baekhyun. Seorang sahabat yang ku punya sejak kami berada di taman kanak-kanak. Juga keluarganya yang mau mengadopsiku sebagai anak mereka, sebagai saudara Baekhyun. Awalnya, aku merasa tidak percaya diri dengan keadaanku. Yang ku khawatirkan adalah kedudukan sosialku yang akan sulit diterima di lingkungan sekitar ataupun lingkungan keluarga Baekhyun. Tapi, Baekhyun selalu menyemangatiku. Selalu mendorongku untuk selalu kuat menjalani semuanya.

Dia…alasanku kenapa aku bisa menjadi seorang Park Chanyeol yang ceria. Seorang Park Chanyeol yang seakan tidak lagi mempunyai urat malu untuk melakukan apapun.

Kami seperti saling melengkapi dengan baik. Dia sangat suka bernyanyi sedangkan aku sangat suka memainkan musik instrumental seperti gitar. Dia selalu bilang padaku, suatu hari nanti, dia akan menjadi penyanyi terkenal. Itulah impiannya. Sedangkan aku, aku tidak begitu tertarik dengan hal-hal seperti itu. Musik hanya sekedar hobby bagiku bukan impian. Aku lebih menyukai bola basket.

Kalian tau hal yang menarik dari namja bermata kecil itu? Dia memiliki persamaan dengan Gumiho, si rubah berekor sembilan dalam legenda Korea. Dia memberitahuku, jika di langit yang cerah, tiba-tiba turun hujan, itu artinya dia sedang menangis.

Aku tidak mempercayainya di awal, tapi ternyata hal itu benar. Hampir 90% saat hujan turun, aku pasti menemukannya sedang menangis. Entah karena dimarahi ibu atau sedang mempunyai masalah lain. Hebat.

Dia…Byun Baekhyun adalah saudara sekaligus sahabat terbaikku…

•••••••••••••••••••••••_______•••••••••••••••••••••••_______•••••••••••••••••••••••

AUTHOR POV

“Oke, Park Chanyeol. Kali ini aku tidak akan kalah lagi darimu”seru Baekhyun percaya diri sambil memperbaiki posisi sepedanya.

Chanyeol menoleh. Ia sudah siap di tempatnya dengan sepedanya sendiri. Satu tangannya memegang setang sedangkan tangannya yang lain menurunkan kacamatanya sedikit. Ia tersenyum mengejek kearah Baekhyun.

“Aku rasa tidak”serunya sambil menggeleng pelan

Chanyeol kembali memperbaiki letak kacamata yang bertengger di hidungnya. Fokus menatap ke depan sementara Baekhyun masih sibuk mengurus tas ranselnya yang belum tertutup rapat.

“Bu, kami pergi dulu!!”teriak Baekhyun. Tanpa aba-aba yang belum terhitung, ia mengayuh sepedanya tiba-tiba membuat Chanyeol seketika tersentak.

“Hey, kau curang!”

Baekhyun tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membodohi Chanyeol. Ia memaksa kakinya mengayuh sepedanya lebih cepat agar bisa menang dari namja yang jauh lebih tinggi darinya itu.

“Chanyeol sangat bodoh”nyanyi Baekhyun sambil menoleh ke belakang sekilas. Ia menjulurkan lidahnya lalu tertawa.

Baekhyun terus saja tertawa-tawa. Sangat bangga dengan jarak yang tercipta antara dirinya dan Chanyeol yang tercipta lumayan jauh.

BRAKK

Tiba-tiba Baekhyun terjatuh. Sepedanya ambruk ke kanan dan menimpa tubuh kurusnya yang sudah terlebih dulu terjerembap.

“Auuw..”

“Bhahahaaa…rasakan” Chanyeol tertawa keras sambil melewati Baekhyun yang masih terduduk di atas tanah tanpa berniat membantunya.

Baekhyun mendelik, “Ya ya ya, tunggu aku! Park Chanyeol!”

•••••••••••••••••••••••_______•••••••••••••••••••••••_______•••••••••••••••••••••••

Suara alunan piano terdengar di ruangan itu. Jari-jarinya sangat lincah menekan tuts-tuts piano. Suaranya yang sangat merdu dan terkesan husky, bergabung menjadi satu kesatuan dengan irama yang tercipta.

Menyanyi adalah mimpinya. Ia begitu fokus hingga tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang melongokkan kepalanya di pintu. Mengintip punggungnya dengan senyuman jahil andalannya.

“Lagunya bagus. Apa itu lagu untuk Taeyeon noona?”

Chanyeol berjalan masuk membuat Baekhyun menghentikan permainan pianonya. Tanpa menoleh, ia sudah tau siapa yang datang. Bisa ditebak dari suara Chanyeol yang memiliki ciri khas tersendiri.

Chanyeol menarik kursi lain dan duduk di dekat Baekhyun sambil meletakkan minuman dingin yang ia tujukan untuk Baekhyun diatas piano.

“Jangan kau pikir aku akan memaafkanmu”rutuk Baekhyun masih merasa kesal

Chanyeol menaikkan salah satu alisnya, “kenapa kau marah denganku? Kau jatuh karena dirimu sendiri. Aku tidak mendorong sepedamu”

“Aku jatuh karena kau!”balas Baekhyun cepat

“Bagai—“

“Kau pasti berharap aku jatuh, kan? Agar kau bisa menang”potong Baekhyun menuduh Chanyeol seenaknya

“Tidak. Aku tidak pernah berharap seperti itu”

Baekhyun tidak menjawab. Hanya mencibir lalu kembali berkutat pada pianonya.

“Lagunya sangat bagus. Apa itu hasil ciptaanmu?”

Baekhyun mengangguk, “Aku baru bisa menyelesaikan bagian reff-nya. Bagaimana jika lagu ini belum selesai sebelum acara perpisahan kelas 3?”eluh Baekhyun menghembuskan napas panjang.

Chanyeol memutar bola matanya, “bukankah perpisahan kelas 3 akan dilaksanakan tiga bulan lagi?”

Baekhyun melorotkan punggungnya, menundukkan kepala dengan jari-jarinya yang masih menekan tuts. “Aku akan tampil diacara perpisahan itu. Aku berniat akan mengungkapkan perasaanku pada Taeyeon noona dengan menyanyikan lagu ciptaanku. Tapi, sepertinya rencana itu akan gagal”

“Kenapa? Tiga bulan adalah waktu yang lama. Kau pasti bisa menyelesaikannya”

“Lama? Tidak. Tiga bulan adalah waktu yang singkat, Park Chanyeol”

Chanyeol menepuk salah satu pundak Baekhyun, “aku akan membantumu menulis liriknya. Lagumu pasti akan selesai sebelum tiga bulan”

Baekhyun seketika menoleh dengan mata berbinar, “benarkah? Kau akan membantuku?”

“Tentu saja. Sekarang, coba kau mainkan lagi bagian reff-nya. Aku ingin mendengarnya”

I will love you and love you and love you

Gonna hold you and hold you and squeeze you

I will please you for all times

I don’t wanna lose you and lose you and lose you

Cause I need you I need you I need you

So I want you to be my lady

You’ve got to understand my love…

“Whoooaaa….” Chanyeol berdecak kagum begitu Baekhyun menyelesaikan bagian reff-nya. Matanya bahkan membentuk lingkaran besar karena tidak menyangka sama sekali. “Byun Baekhyun, kau menulis lagu dalam bahasa Inggris!!”

Baekhyun mencibir, “apa kau pikir aku bodoh, huh?”

“Tidak. Tapi aku…aku benar-benar terkejut. Aku bahkan tidak menyangka kau mengetahui arti I love you”

“Hey! Apa maksudmu?!!”rutuk Baekhyun kesal. “Sudahlah. Tidak usah membantuku. Kau hanya akan merusaknya!”

“Bhahahaa…aku hanya bercanda”seru Chanyeol menyenggol lengan Baekhyun pelan. “Baiklah. Kita mulai menulis liriknya”

•••••••••••••••••••••••_______•••••••••••••••••••••••_______•••••••••••••••••••••••

Chanyeol dan Baekhyun baru tiba di rumah saat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Karena terlalu asik menulis lirik yang akhirnya belum juga selesai itu, mereka tidak menyadari jika hari sudah mulai gelap.

Setelah memebersihkan diri dan mengganti seragam mereka dengan kaus rumah, mereka bergabung dimeja makan bersama nyonya Byun.

“Kenapa kalian pulang malam?”tanya nyonya Byun menyipitkan matanya

“Kami terlalu asik—“

“mengerjakan tugas”potong Baekhyun cepat, menghentikan suara Chanyeol. Chanyeol menoleh kearahnya dengan tatapan bingung. “Iya kan, Chanyeol? Kita asik menyelesaikan tugas, kan?”ulang Baekhyun lagi balas menatap Chanyeol dengan senyuman yang mempunyai arti ‘cepat katakan iya!’

Chanyeol buru-buru mengubah ekspresi bingungnya menjadi tawa kecil, “b-benar..hahaha..kami mengerjakan tugas, bu”

“Park Chanyeol? Kau tidak berbohong?”selidik nyonya Byun sangat mengetahui jika Baekhyun sangat sering menyuruh Chanyeol untuk menutupi sesuatu darinya.

“T-tentu saja tidak hahahaha”

Seusai makan malam, Chanyeol dan Baekhyun mempunyai kebiasaan untuk membersihkan meja makan dan membiarkan ibu mereka beristirahat menonton tv. Keduanya membagi tugas dalam hal mencuci piring, Chanyeol yang menyabuni sedangkan Baekhyun yang membilasnya kemudian meletakkan di tempat piring.

“Kenapa kau tidak mau memberitahu ibu tentang lagu ciptaanmu?”bisik Chanyeol sambil menyibukkan diri dengan spoon dan piring-piring kotor

“Bukankah sangat memalukan jika ibu mengetahui bahwa aku sedang menyukai kakak seniorku?”

“Kenapa memalukan? Itu adalah hal yang wajar karena kau sudah dewasa”

“Aku tidak mau” Baekhyun menggeleng. “Hanya kau yang mengetahui tentang perasaanku pada Taeyeon noona. Kau harus menjaganya dan jangan memberitahu orang lain. Mengerti?”

“Tapi kenapa?”

“Sudahlah Park Chanyeol. Kau terlalu banyak bertanya”

Baekhyun berujar malas. Ia berbalik, hendak menghampiri tempat penyimpanan piring dan meletakkan piring-piring yang sudah bersih disana. Tiba-tiba…

PRAAANNKK

“Baekhyun!” Chanyeol terlonjak kaget saat melihat Baekhyun yang tiba-tiba terjatuh. Piring-piring yang dibawanya pecah dan menciptakan serpihan beling yang berhambur disekitarnya.

“Ada apa?! Adeul, kau kenapa?!” Dari ruang tamu, nyonya Byun juga langsung berlari kearah dapur menghampiri Baekhyun dan Chanyeol.

“Baekhyun, kakimu tertusuk beling” Dengan hati-hati, Chanyeol menarik pecahan beling yang menancap di atas mata kaki Baekhyun.

“Ajak dia keatas dan jangan lupa obati dengan obat merah. Ibu akan membersihkan tempat ini”

Chanyeol mengangguk lalu memutar tubuhnya membelakangi Baekhyun dan berjongkok, “naiklah. Aku akan menggendongmu”

Sambil meringis sakit, Baekhyun naik keatas tubuh belakang Chanyeol dan melingkarkan tangannya di leher namja tinggi itu. Chanyeol membawa Baekhyun menuju kamarnya yang ada di lantai dua, mendudukkannya di ranjang dan langsung menghambur ke tempat penyimpanan obat.

“Hari ini kau sudah terjatuh sebanyak dua kali. Kenapa kau tidak hati-hati?”tanya Chanyeol sambil berlutut di depan Baekhyun. Ia membuka tutup botol alkohol dan menyiramnya ke kaki Baekhyun. Untuk mencegah agar lukanya tidak infeksi.

“Aku juga tidak tau. Kakiku tiba-tiba terasa lemas. Hey, pelan-pelan!”

Chanyeol membungkus luka Baekhyun dengan perban setelah di lumuri dengan obat merah. “Itu karena kau tidak pernah minum susu jadi tulangmu sangat lemah, bahkan tubuhmu sangat pendek”

“Apa itu adalah sebuah kata-kata penghibur, Park Chanyeol?”ketus Baekhyun kesal

Chanyeol menyeringai sambil mengangkat kedua bahunya, “anggap saja begitu”

•••••••••••••••••••••••_______•••••••••••••••••••••••_______•••••••••••••••••••••••

Bel istirahat berbunyi. Semua murid-murid seketika menghambur keluar kelas. Seperti kebanyakan murid yang akan langsung menyerbu kantin atau tempat lain saat jam istirahat.

“Chanyeol, kita harus ke lapangan. Pelatih akan memberikan tes dan menentukan kapten baru untuk tim kita” Tao menepuk pundak Chanyeol lalu menarik lengannya.

Sebelum pergi, Chanyeol terlebih dulu meminta ijin pada seseorang yang duduk di belakangnya, Baekhyun.

“Aku rasa aku tidak bisa makan siang bersamamu. Hari ini aku harus mengikuti seleksi basket”

“Aku tau”balas Baekhyun memasukkan seluruh alat tulisnya ke dalam laci. “Pergilah. Aku akan makan sendiri”

“Tidak apa-apa?”

“Tentu saja”

“Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu” Chanyeol menutup bukunya yang terbuka diatas meja tanpa berniat untuk memasukkannya ke dalam laci lalu merangkul Tao dan berjalan keluar kelas.

“Hey, Chanyeol!”panggil Baekhyun menghentikan langkah Chanyeol. Chanyeol menoleh. “Kau berjanji padaku kau akan menjadi kapten basket. Kau harus menepatinya”

Chanyeol tersenyum kemudian mengangguk mantap, “tentu saja”

•••••••••••••••••••••••_______•••••••••••••••••••••••_______•••••••••••••••••••••••

Baekhyun berjalan santai menuju kantin bersama Kai, teman sekelasnya sekaligus teman sebangkunya. Setelah memesan dua mangkuk ramen dan dua botol air mineral, mereka mengambil tempat di bagian pojok.

“Ku dengar kau akan mengisi acara di perpisahan kelas senior nanti. Benarkah?”tanya Kai melepaskan sumpitnya yang masih menempel.

Lebih cepat dari Kai, Baekhyun yang sudah menyantap ramen, terlebih dulu menelan kunyahannya lalu menjawab pertanyaan Kai. “Jo sonsengnim menyuruhku”

“Kau benar-benar berbakat, Byun Baekhyun. Kau bahkan menjabat sebagai ketua klub musik sejak kelas satu”

“Jangan merendahkan diri. Bukankah kau juga kapten sepak bola di sekolah ini?”balas Baekhyun membuat Kai tersenyum malu.

“Aku harap Chanyeol bisa terpilih sebagai kapten basket. Jadi, kelas kita akan terkenal karena memiliki banyak ketua dari klub-klub penting”

Baekhyun tertawa kecil melihat tingkah Kai yang sedikit kekanak-kanakkan. Penampilannya yang terlihat snagat manly sama sekali tidak mendukungnya untuk melakukan hal-hal lucu. Tapi, siapa sangka? Dibalik penampilannya yang manly itu, sebenarnya dia adalah orang yang polos dan lucu.

“Aku pasti akan menjadi pemain sepak bola yang hebat nantinya. Setelah lulus nanti, aku akan pindah ke Brazil”

Baekhyun seketika membulatkan matanya lebar-lebar, “Kau serius?!! Brazil?!!”

Kai mengangguk mantap, “teman ayahku adalah pelatih di salah satu klub sepak bola yang ada di Brazil. Dia mau membawaku kesana setelah aku lulus”

“Whoooaa, KkamKai..kau jenius!”decak Baekhyun kagum sambil menunjukkan ibu jarinya pada Kai.

“Tidak. Aku juga berharap kau bisa menjadi seorang penyanyi terkenal nantinya. Suaramu sangat bagus”

“Tentu saja. Jika kau sudah menjadi pemain sepak bola dunia dan aku menjadi penyanyi terkenal, kau harus datang ke konserku. Aku akan memberitahu pada fansku jika aku mempunyai seorang teman yang berprofesi sebagai pemain sepak bola”jelas Baekhyun percaya diri

“Akan ku pikirkan..”

“Ehh?”

Kai tersenyum jahil, “bukankah kau tau pemain sepak bola sangat sibuk?”

Baekhyun langsung melirik Kai sinis, “aku menyesal telah mengatakannya”

“Bhahaha..aku hanya bercanda. Tentu saja aku akan datang. Kau harus memberikan tiketnya padaku. Gratis…”ujar Kai tertawa geli. Namun, beberapa detik berikutnya, tawanya seketika menghilang. Matanya melebar kaget, memandang Baekhyun dengan ekspresi serius.

“B-baekhyun, hidungmu…”

Baekhyun mengerutkan keningnya bingung. Merasakan area hidungnya telah basah dan ia langsung mendapatkan jawabannya saat melihat cairan kental berwarna merah tua menetes ke sendok dan bercampur ke kuah ramen yang ingin di makannya.

Suara benturan sendok yang membentur mangkuk terdengar saat Baekhyun tanpa sengaja melepaskannya. Ia sendiri terperangah. Buru-buru ia menyentuh area hidungnya dengan jari-jarinya.

Dunia terasa berhenti berputar untuk beberapa saat. Bahkan ia merasakan jika jantungnya tidak berdetak, aliran darahnya tidak mengalir. Ia hanya bisa menatap warna merah yang tercetak di jarinya itu lekat-lekat.

“Baekhyun, kau kenapa?”seru Kai panik langsung berpindah tempat ke sebelah Baekhyun.

“A-aku tidak tau” Baekhyun bahkan belum kembali pada kenyataan saat mengatakan hal itu.

“Baekhyun, kita harus ke UKS. Ayo!”

Kai menarik lengan Baekhyun pelan, membantunya untuk berdiri sambil memberikan sebuah tisu untuk menutupi hidungnya yang mimisan. Mereka berdua meninggalkan kantin bersama. Dan tanpa sengaja, Baekhyun melihat seorang gadis yang sudah ia sukai sejak kelas satu lewat tak jauh dari tempatnya berdiri. Gadis itu berjalan kearahnya, sepertinya ia hendak menuju kantin.

“Kai lepaskan aku!” Baekhyun langsung mendorong tubuh Kai yang masih memeganginya. Dengan gerakan cepat, ia juga membersihkan hidungnya dengan tisu walaupun jejak-jejak merah masih tertinggal disana.

Baekhyun merapikan seragam dan dasinya. Ia sudah bertekad dan kali ini tidak boleh gagal. Ini adalah kesempatannya atau tidak sama sekali. Ia harus berani. Setidaknya mengajak gadis itu berkenalan daripada harus terus menyimpan perasaannya lagi.

Satu langkah..dua langkah..dan tiga langkah. Hingga lagi-lagi ia harus terjatuh begitu saja. Tulang-tulang di kakinya terasa menghilang. Lutut dan telapak tangannya menjadi penyanggah dalam posisi yang hampir mirip seperti menyembah itu. kepalanya tertunduk. Dan dengan rasa sakit yang mendalam, ia melihat sepasang kaki jenjang berjalan melewatinya.

“Baekhyun, kau tidak apa-apa?! Kau mimisan lagi..”

“Aku…tidak apa-apa..”

“Tidak. Kita bukan lagi harus ke UKS. Tapi, rumah sakit!”

TBC

19 thoughts on “FF: A Song To Remember (1/3)

  1. Nabila berkata:

    kak -_- bener bener deh ya -_- kakak itu bikin aku takut baca ff kakak yang castnya Kai -_- pas tau support castnya itu kai, jadi melintas pikiran ‘ini bocah mau dinistain gimana lagi sama kamija’ -_-
    ternyata engga wkkwkw.. ato belum -_-

    aaaaa babybekyoonnn😦
    what wrong with you?😦
    gwenchana?😦 huhu….

  2. Han Seul Byul berkata:

    omo.. baekhyun sakit..😥
    ottokeh?? apa chanyeol kepilih jd kapten???
    trus knapa tadi taeyeon ga ngeliat si baek jatuh?
    aigooo~~ ppali dilanjut thor!!

  3. 'Oh Mi Ja' fans berkata:

    HUWEEEEE T_____T !!! alamat bakal nangis nangis kaya orang saraf neh di part selanjutnyaa ;;;_____;;;
    baekhyun-aahh … bertahanlaahhh :’) !!!
    sedihlaahh …sambil dengerin lagu mereka duet ini looohh T____T

  4. amel berkata:

    T^T itu… baekhyun… kenapa…? #pangling
    huaaaa ada sesuatu kah dengan baekhyun? sakit apa tuh baekhyun? pasti parah😥

    baekhyun katanya kamu mau jadi penyanyi terkenal? masa sakit2 begitu? kamu harus vertahan ne😥 gimana ya reaksi chanyeol tau baekhyun sakit😦

  5. nina berkata:

    eon aku baru baca ini
    tp kok kyk na ini sad ending iah .-.
    apalagi kyk na baekkie sakit parah gitu .__.

    hahaha ngakak aku wktu chanyeol bilang klo baekkie bisa tau arti I love u
    hahahaha dasar yeollie

  6. chatty berkata:

    awal bacanya aku ngakak karna chanbaek moment hehehhe tapi sekarang aku malah penasaran sama baekhyun TT kayaknya dia kena penyakit kanker ya? idungnya berdarah gitu
    penasaran, langsung ke next chapter hehehhe

  7. DindaSalbil berkata:

    seperti biasa nih ohmija unni selalu berhasil menggetarkan hatiku /ea lebay/ unni hunhan/baekyeol shipper? haha fyi aja ya sebenernya aku tuh udah baca fanfic ini lamaa /penting?/ taun maren ketengahan lagi/? tapi untuk menghargai kerja jeras ohmija unni hahaha good job ya unn~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s