FF EXO : PROTECT YOU Chapter 18

 

protect you

Tittle                   : Protect You

Author                  : Oh Mi Ja

Main Cast            : Oh Sehoon

Huang Zi Tao

Xi Luhan

Kris

Kim Jongin

member EXO lainnya…..

Support Cast      : Cho Kyuhyun (SJ), Lee Hyukjae (SJ), Seo Joo hyun (SNSD), Shim Changmin (TVXQ)

Genre                   : Friendship, Comedy, Action

Sehun terkejut bukan main saat melihat Kris, Suho, Tao dan Luhan ada balik pintu itu. Mereka tersenyum.

Kris menghusap rambut Sehun lembut. “Aku pikir kau berada dalam bahaya. Syukurlah jika kau tidak apa-apa”

“T-tunggu. Aku tidak terkejut jika kalian berdua ada disini. Tapi mereka?” Sehun menunjuk Luhan dan Tao. “Kenapa mereka berdua ada disini?”

“Saat kau hilang, mereka berdua bersikeras untuk ikut”

“Lalu darimana kau tau aku ada disini?”

“Sam sangat menyebalkan, dia baru memberitahu kami saat kami sudah hampir gila karena mencarimu”

“Kau benar-benar agen FBI ternyata”

Kris tertawa kecil, “tentu saja. Bukankah aku sudah mengatakannya?”

“Sehun-ah!” Tao dan Luhan ikut menghampiri Sehun bersama-sama. “Kau tidak apa-apa? Kau terluka? Sehun-ah, apa ini kenyataan? Kau…pewaris organisasi Mars dan ketua FBI! FBI!!”cecar Tao sama sekali tidak percaya

“Aku tidak apa-apa. Aku juga tidak tau jika kenyataannya seperti ini. Lalu, kenapa kalian ikut kemari? Kalian tau kalian akan berada dalam bahaya jika berada didekatku”

“Aku tidak mungkin meninggalkanmu sendiri!”tandas Luhan juga khawatir

Tao mengangguk, “lagipula aku sudah terbiasa menemanimu saat sedang dalam bahaya, kan?”

“Tao, ini bukan perkelahian antar sekolah seperti biasa yang kita lakukan”

“Aku tau”balas Tao cepat. “Tapi, aku ingin membantumu. Bukankah selalu seperti itu?”

“Ketua! Aku menemukan mereka! Aku menemukannya!”

Tiba-tiba suara Minho membuyarkan pertemuan mengharukan Sehun dan teman-temannya. Semuanya berbalik bersamaan. Terutama Sehun yang langsung menghambur kebelakang tempat duduk Minho.

“Aku mendapat informasi dari Himchan. Dia adalah seorang agen yang sedang berada di Jepang. Dia bilang dia melihat salah satu anak buah Nicholas menuju pulau Hashima”

“Hashima?”ulang Suho ragu.

Minho mengangguk.

“Bukankah itu adalah pulau yang tidak berpenghuni?”

“Kenapa?”tanya Luhan

“Pulau itu dulunya adalah tempat pertambangan batu bara. Tapi, seiring berjalannya waktu. Masyarakat mulai mengenal minyak bumi sebagai pengganti bahan bakar. Jadi, tempat itu di tutup dan orang-orang yang awalnya tinggal disana jadi meninggalkan tempat itu”jelas Suho menoleh sekilas kearah Luhan lalu memandang layar besar kembali.

“Himchan sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan badan pertahanan Jepang. Dengan menggunakan kapal selam, mereka sedang menuju ke pulau itu sekarang. Mereka akan melakukan penyerangan untuk menyelamatkan tuan Kim”

“Perintahkan mereka untuk tidak melakukan penyerangan!”tandas Sehun membuat semua orang langsung menoleh kearahnya.

“Sehun! Kenapa?! Kita harus menyelamatkan Kai!”

Sehun menggeleng, “tidak ahjussi. Tidak sekarang”

“Kau mau membiarkan kakakmu mati?!”

“Sehun! Pikirkan ini baik-baik! Mereka harus kesana dan menyelamatkan kakakmu”tambah Luhan mencoba membujuk Sehun

“Tidak ge. Sehun benar. Kita tidak bisa kesana. Terlalu berbahaya”sahut Tao

“Tapi, tuan Kim sedang berada dalam bahaya, Tao!”

Sehun memejamkan kedua matanya rapat-rapat. Rahangnya mengatup keras. Tangannya mengepal. Ia menarik napas panjang. Mencoba meredakan emosinya lalu membuka mata.

“Ketua, jika kau mau, kau bisa melihat lokasinya. Kita bisa berkomunikasi dengan Himchan dengan satelit”

“Tampilkan videonya dan pastikan komunikasi ini tidak bisa terdektesi”

Minho mengangguk. Ia kembali sibuk dengan keyboardnya, sesekali bekoordinasi dengan seseorang lewat microphone yang terjulur dari headphone yang dikenakannya.

Tak lama sebuah gambar muncul di layar elektronik yang ada di depan mereka. Sosok seorang laki-laki berwajah tampan dan tegas terlihat. Ia membungkuk sedikit lalu mulai berbicara.

“Ketua, kami sedang berada dalam perjalanan menuju pulau Hashima. Tadi, aku melihat anak buah Nicholas membawa seseorang bersamanya”

“Siapa?”

“Aku tidak tau karena wajahnya tertutupi kain hitam. Yang jelas tubuhnya tinggi dan kulitnya sedikit gelap”

Mata Sehun melebar seketika, “Kai hyung!!”

“Ketua, aku akan mengalihkanmu ke kamera utama. Kau bisa melihat lokasinya karena kami sudah lumayan dekat”

Himchan mengalihkan pada kamera kapal selam yang sudah diletakkan secara tersembunyi. Fokusnya mulai menampilkan lokasi tempat yang terletak didepannya. Membesarkan visual pulau Hashima agar bisa dilihat dengan jelas.

Disana..terlihat beberapa orang berbaju hitam dengan lambang planet merah sedang berjaga disekitar armada kapal. Juga orang-orang yang ditugaskan untuk menjaga daerah sekitar pulau.

Sehun tidak melihat Kai dimanapun. Tidak menangkap sosoknya membuat hatinya semakin merasa tidak tenang. Lagi-lagi, sekuat tenaga ia harus bertarung dengan emosinya. Mencoba meredakan agar emosi itu tidak meledak hebat.

“Ketua, apa kami boleh menyerang?” wajah Himchan muncul kembali. “Kami sudah lumayan dekat”

“Mundur..”

“Apa?”

“Mundur!” Sehun meninggikan nada ucapannya.

“Ketua, tapi…”

“AKU BILANG MUNDUR!”

“Sehun, kau gila!” Kris mendorong pelan pundak sebelah Sehun. Tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh sepupu yang baru ditemuinya itu. “Kai bisa mati!”

“Apa kau pikir mereka tidak akan mati?!!”balas Sehun tak kalah ketus. Ia membalas tatapan Kris tak kalah kesal. “Kau sendiri yang memberitahuku jika Mars adalah organisasi yang besar. Apa kau pikir hanya dengan mengirimkan pasukan sebanyak itu, mereka bisa dikalahkan?!”

“Kris, Sehun benar. Kita tidak bisa terburu-buru. Kita harus membuat strategi penyerangan”sahut Suho melerai pertengkaran antar saudara itu. Ia menahan pundak Kris disertai tarikan agar ia mundur ke belakang.

***___***

Hari sudah hampir pagi tapi Sehun masih belum beranjak pergi dari ruangannya. Ia hanya duduk diam sambil memandang kearah luar jendela kaca besar yang ada di depannya. Fokusnya memang disana, diantara bangunan tinggi dan gedung-gedung pencakar langit yang tertangkap oleh sepasang matanya. Tapi, tidak pikirannya.

Pikirannya melayang jauh. Memikirkan bagaimana jalan keluar terbaik yang harus ia ambil. Dia tidak lagi memikirkan tentang organisasinya, melainkan tentang dendam. Di dalam hatinya, dendam itu terus terpupuk tinggi. Bukan hanya kedua orang tuanya tapi kini saudaranya.

‘Malam itu, tiba-tiba orang-orang Nicholas menyerang rumah kaca. Aku juga tidak mengerti darimana mereka bisa mengetahui tempat persembunyian kita. Aku rasa mereka sudah menyelidiki semuanya dan mengetahui jika kau masih hidup’jelas Minseok. ‘Pertahanan kita kalah. Dan mereka berhasil menculik Jongin. Tapi, untungnya aku berhasil melarikan diri dan bersembunyi di dalam hutan’

‘Dimana markas mereka?’tanya Sehun menggertakkan giginya rapat-rapat.

‘Tidak ada yang tau dimana markas mereka. FBI juga sudah menelusurinya tapi belum di temukan’jawab Minseok pelan. ‘Sehunie, semuanya ada ditanganmu’

Lamunan Sehun buyar saat mendengar suara pintu yang terbuka. Ia mengalihkan pandangannya kearah Minseok yang sedang berjalan menghampirinya.

“Sehunie”panggil Minseok hati-hati. Sedikit takut dengan tatapan tajam Sehun yang tidak pernah hilang sejak dia datang tadi. Sepasang matanya seperti sebuah pedang tajam yang mampu mengoyak apapun. “Kami semua menunggumu”

Sehun tidak menjawab. Hanya helaan napasnya yang terdengar berat dan panjang yang menjadi jawabannya. Ini adalah masalah nyawa. Dan di dunia ini, sebelum menemukan Kris, ia hanya mempunyai Kai bersamanya. Hanya dia.

“Hey, apa yang kau pikirkan?” suara berat Kris juga terdengar. Ia menghampiri Sehun dan menepuk pundaknya. Dibelakangnya, Suho, Tao, Luhan dan Minho membuntuti. Mereka berdiri berjejer di depan sebuah papan tulis putih yang berada di samping pintu masuk.

“Ketua, kami percaya padamu”seru Minho membantu meyakinkan

“Sehun-ah, kita harus kesana dan menyelamatkan kakakmu”

“Ge!”potong Tao langsung. “Terlalu berbahaya jika kita kesana. FBI mempunyai banyak anak buah yang sudah terlatih, biarkan saja mereka yang turun tangan”

“Kenapa? Kau takut?” Suho menatap Tao dengan senyuman yang menyeringai. Seperti mengatakan bahwa Tao terlalu menjadi pengecut untuk hal ini. “Jika kau takut, harusnya kau tidak pergi sejauh ini”

“Aku tidak pernah takut dengan apapun! Aku hanya mengkhawatirkan sahabatku!”

“Ya! Kenapa kalian malah bertengkar? Kalian semakin membuat Sehun bingung”lerai Luhan

“Minho-sshi..”

Minho terkejut saat Sehun memanggil namanya pertama kali, “Yee ketua!”

“Siapkan seuruh pasukan. Kita akan ke Jepang saat matahari terbit nanti”

“Sehun! Kau yakin?” Tao tidak lagi berdiri di tempatnya melainkan menghampiri Sehun dan memutar kursi yang di dudukinya agar mengahadap padanya. “Sangat berbahaya!”

“Aku harus menyelamatkan kakakku, Tao. Apapun yang terjadi”

“Tapi—“

“Tenang saja. Polisi Cho sudah menghubungiku, dia bilang kepolisian Korea Selatan mau membantu kita”potong Suho.

“Polisi Cho? Dia akan datang?”tanya Sehun kaget

Suho mengangguk, “Dia akan datang membantumu”

***___***

Dalam satu jam hitungan mundur, matahari akan mulai muncul dari peradabannya. Sehun dan pasukannya sudah siap dengan segala persiapan. Di dalam ruangannya, Sehun sedang sibuk berkutat dengan pistolnya. Memasukkan peluru ke dalamnya dan mengokang pistol itu. Dia sudah siap bahkan jika harus membunuh seseorang.

Kini, hatinya berubah menjadi es beku yang abadi. Tatapan tajamnya tak pernah hilang dari sepasang matanya. Ia sudah dikuasai oleh rasa bencinya terhadap sosok itu. Sosok yang sudah membunuh kedua orang tuanya dan kini akan melukai kakakknya.

Ini adalah takdir. Dan sebuah takdir tidak akan bisa diubah oleh siapapun. Keturunan Kravtzov hanya tersisa dua dan hanya satu yang akan bertahan. Dia atau Nicholas. Dia atau pamannya sendiri.

“Sehunie”

“apa?”tanya Sehun dengan nada malas saat Luhan memasuki ruangannya

“Kau tidak apa-apa?”

Sehun tertawa kecil, “aku? Aku kenapa?”

“Sehunie, apa kau yakin akan pergi?”

“Aku yakin”tandas Sehun tegas. Lalu buru-buru melanjutkan ucapannya. “Kau dan Tao akan tetap disini bersama Minseok ahjussi dan Sam”

“Mwo?! Kenapa?! Aku dan Tao akan ikut denganmu!”balas Luhan cepat

Sehun menggeleng, “jika hanya Tao, mungkin aku akan sedikit tenang karena dia sangat menguasai matrial art. Tapi kau?”

“Aku bisa!”tegas Luhan. “Aku bisa melakukannya! Kau pikir apa tujuanku kesini jika tidak membantumu? Aku tau mungkin aku datang terlambat. Hubungan kita hanya sekedar kakak kelas dan adik kelas. Tapi, aku juga sahabatmu!”

“Justru karena kau sahabatku jadi aku tidak akan membiarkanmu berada dalam bahaya!”

Luhan mengerjap. Tanpa sadar termundur dua langkah saat mendengar bentakan Sehun. Tangannya mengepal kuat. Mencoba mengumpulkan keberanian untuk membalas tatapan tajam itu.

Luhan menarik napas panjang, lalu mendongakkan wajahnya. “Tidak, Sehunie. Aku akan tetap ikut dan membantumu”

Di sisi lain, seseorang itu berdiri di balik pintu ruangan Sehun. Ia tersenyum menyeringai layaknya mendapat sebuah kemenangan besar ditangannya. Dia sudah mengetahui segalanya.

Ia mengulurkan tangan, merogoh saku celananya dan mengambil ponsel dari sana. Setelah menekan sederet angka, tak lama seseorang yang dihubungi menjawab panggilannya.

“Bawa dia ke tempat yang seharusnya……sekarang!”

***___***

Pesawat pribadi Sehun dengan tujuan Jepang mendarat dengan mulus di Bandar Udara Internasional Tokyo tepat jam 9 pagi. Saat pintu pesawat di turunkan, berdiri paling depan, Sehun melihat banyak orang yang berjejer di depannya. Orang-orang berbaju hitam layaknya seperti orang-orang yang berasal dari badan pertahanan Negara.

Kris menepuk pundak sebelah Sehun lalu berbisik, “Mereka adalah badan pertahanan Negara Jepang. Sesuai perintahmu, mereka tidak jadi melakukan penyerangan dan akhirnya mundur”

Sehun mengangguk mengerti. Matanya juga menangkap sosok Himchan di salah satu jejeran orang-orang itu. Mengambil alih perintah, Kris berjalan paling depan. Menghampiri seseorang pria tegap dengan pangkat yang lebih tinggi disamping bajunya.

“I’m Kris”seru Kris memperkenalkan diri. Kemudian, ia memperlihatkan tanda pengenalnya. “FBI..”

“Takashi Kimura. You can call me Kimura. Where’s the boy?”

Kris menoleh ke belakang, menatap kearah Sehun dan mengisyaratkan Sehun untuk menghampirinya.

“He’s Sehun Kravtzov. George and Jinri’s son. He’s the heir of Mars and FBI’s leader”. Kris menoleh kearah Sehun, “Sehunie, dia adalah tuan Kimura. Kepala badan pertahanan Jepang”

Tiba-tiba Kimura membungkukkan tubuhnya membuat Sehun tersentak kaget, “Your father is my best friend. He’s always helped me a lot. You’ve grown up and I really sorry about your brother”

Sehun tersenyum tipis, “Thank you mr. Kimura”

“You’re the leader now. Your father must be so proud of you”

“No, mr. Kimura. I’m not the leader. I’m just a boy who wants to save my brother. Just it. And thanks cause you want to helping me”

“No problem, Mr. Kravtzov. I’ll always stand behind you”

***___***

Mereka berpencar.

Melewati laut dan juga udara. Ada 11 kapal selam dan 10 helikopter yang ditugaskan untuk menembus pertahanan pulau itu. Disalah satu kapal selam, Sehun, Kris, Suho, Luhan dan Tao membicarakan strategi selanjutnya.

Strategi awal mereka adalah menyebar kapal selam dan helicopter diberbagai penjuru. Hal itu untuk mengecohkan pertahanan mereka. Sedangkan, satu kapal selam yang mengangkut Sehun dan yang lain, akan menembus dengan jalan utama yang tidak dijaga karena mereka tengah sibuk menjaga diberbagai sudut. Strategi itu dicetuskan oleh Luhan dan dibantu oleh Suho, membuat Sehun tidak menyesal membawa mereka.

“Ketua, mereka mulai menyerang kami”seru Minho berkomunikasi dengan Sehun lewat earphone.

“Bagus. Perintahkan yang lain untuk mengecoh mereka. Aku sudah mulai dekat dengan armada kapal”

“Algeseumnida”

Sehun menekan tombol yang ada di earphone-nya, mencoba menyambungkannya dengan Minseok dan Sam yang hanya berada di markas FBI.

“Ahjussi, apa masih ada gangguan pada satelit? Kau bisa melacak lokasinya?”

“Aku dan Sam sedang mengusahakannya. Yang lain juga sedang mencoba mencari tau tentang kerusakan yang ada di satelit. Ini memang sulit tapi kami sudah meminta bantuan NASA untuk membantu”

“Gomawo”

“Sehunie”panggil Minseok saat Sehun hendak memutuskan sambungan

“Wae?”

“Jaga dirimu”

Sehun tersenyum lembut, “arasseo”

“Bagaimana?”tanya Kris menatap Sehun ingin tau

“Minseok ahjussi sudah meminta bantuan pada NASA. Kita tunggu saja”

“Mungkin lebih baik jika kita berpencar nantinya”saran Suho. “Sepertinya aku dan Luhan adalah orang-orang yang tidak pandai berkelahi”

Sehun mengangguk setuju, “Kris hyung, kau satu tim dengan Luhan hyung. Jaga dia dengan baik. Sedangkan Tao, kau bersama Suho hyung”

Kris seketika terbelalak lebar, “Kenapa kau sendiri?”

“Tenang saja. Dalam hal ini mungkin aku lebih terlatih. Sejak kecil Kai hyung sudah memberikan banyak pelajaran bela diri padaku”

“Kau yakin?”

“Sangat yakin”

“Bisakah aku melihatmu lagi setelah ini?”

Sehun langsung menoleh kearah Kris lalu mengangguk mantap, “tentu”

Mereka kembali menunggu waktu. Pangkalan armada laut sudah mulai terlihat dan mungkin sebentar lagi mereka akan beraksi. Sudah banyak rencana yang disusun Sehun saat berhasil menyelamatkan Kai nanti. Tapi, satu hal yang paling ingin dia lakukan adalah memeluknya. Mengatakan ribuan terima kasih karena dia sudah menjaganya sejak kecil. Juga bertanya mengapa ia ingin membunuhnya waktu itu.

“Apa agen FBI juga bermain sosial media?”tanya Luhan mengacaukan keheningan. “Aku melihat banyak agen yang bermain sosial media di komputer mereka. Aku pikir FBI adalah pekerjaan yang berat tern—“

“Jangan main-main”ketus Kris. “Mereka bukan sedang bercanda tapi sedang mencari informasi”

“Informasi?”

“Biar ku beritahu padamu. Sebagian besar orang-orang yang bermain sosial media di dunia ini adalah agen FBI. Mereka menciptakan akun robot untuk menyerap informasi akun lain tanpa harus bertanya. Mereka tidak sedang bermain”

Luhan tersentak, “jinjjayo?!! Whooaaa”

“Jadi jangan menganggap FBI adalah pekerjaan yang gampang”

***___***

Rencana mereka berhasil. Hanya ada beberapa orang yang menjaga jalan utama. Sehun dan yang lainnya melompat keluar dari kapal selam dan langsung mencari tempat bersembunyi yang tepat. Dari dalam sakunya, Sehun mengeluarkan sapu tangan dan botol obat.  Obat yang diketahui sebagai obat tidur itu tidak akan membahayakan siapapun.

“Tunggu disini”seru Sehun memerintahkan yang lain.

Dengan gerakan tiba-tiba, ia langsung membungkam mulut dan hidung salah satu penjaga dengan sapu tangannya. Melihat salah satu temannya telah pingsan, tiga orang penjaga lain langsung menghampiri Sehun dan bersiap memukulnya.

Sehun masih menganggap ini sebagai perkelahian antar sekolah yang biasa ia lakukan. Menganggap lawannya kali ini sebanding dengan murid-murid sekolah musuhnya seperti Lay. Dalam waktu singkat, Sehun dapat membereskannya.

“Ya! Keluarlah! Cepat”panggil Sehun setengah berteriak

“Mwo? Kau bilang kau hanya akan membuat mereka tertidur”seru Luhan terkejut saat mendapati penjaga yang lain sudah babak belur.

“Sapu tangannya terjatuh. Aku terpaksa melukai mereka. Sudahlah. Ayo cepat!”

Mereka berlari masuk ke dalam pulau tidak berpenghuni itu. Suasana sedikit menyeramkan karena banyak bangunan yang terbengkalai. Bekas-bekas reruntuhan dan gedung yang hangus terbakar. Pulau itu benar-benar seperti pulau berhantu.

“Mereka ada di dalam gedung yang paling tinggi. Kalian melihatnya?” suara Minseok terdengar di earphone masing-masing

Sehun dan yang lain memandang berkeliling mencari-cari gedung dengan tingkat yang paling tinggi.

“Kami melihatnya!”

“Untuk menuju kesana, sebaiknya kalian berhati-hati. Akan ada banyak jebakan di tempat itu”

“Kita berpencar sekarang”putus Sehun akhirnya tidak ingin membuang-buang waktu.

Kris mengangguk sambil menepuk pundak Sehun, “hati-hati”

“arasseo. Tolong jaga Luhan hyung” Kemudian ia menoleh kearah Tao. “Jaga dirimu dan jaga Suho hyung”

“arasseo”

***___***

Sehun menjadikan dinding-dinding gedung yang terbengkalai sebagai pelindung dirinya. Ia berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain dengan fokus yang terus tertuju ke segala arah. Di tangannya terdapat pistol  yang sudah siap menembak apapun.

Perlahan tapi pasti, Sehun mulai mendekati gedung itu tanpa ada hambatan sedikitpun. Namun, seketika matanya terbelalak lebar saat sebuah suara menyelip di earphone-nya. Suara seseorang yang sama sekali tidak dikenalnya.

“Kau mencariku?”seru suara berat itu. “Tenang saja. Aku sedang tidak akan lari. Aku juga sedang memperhatikanmu dari sini”

“Dimana kau?! Mana Kai hyung?!!

“Ckckck..kau sangat emosional keponakan. Sangat mirip dengan George”

“Jangan pernah berbicara tentang ayahku! Kau tidak berhak berbicara tentangnya!”

“Benarkah? Tapi dia adalah kakakku dan aku adalah keponakanku. Apa kau tidak mengakuiku sebagai pamanmu?

“KAU BUKAN PAMANKU! BRENGSEK! JANGAN COBA-COBA MELUKAI KAI HYUNG KARENA AKU AKAN MEMBUNUHMU!”

“Uuuuh..such a sweet words. Lihatlah keatas. Kau akan melihat hyung kesayanganmu”

Detik itu juga, Sehun langsung menatap keatas. Kearah lantai yang paling tinggi di gedung itu. Dan lagi-lagi, matanya harus terbelalak lebar saat melihat tubuh Kai yang sudah terikat dan mulutnya yang dibekap rapat-rapat. Ia menggeleng kuat-kuat, memberi isyarat pada Sehun agar dia tidak keatas.

“Naiklah keatas jika kau mau menyelamatkannya”

Dia berlari tanpa kesadaran. Tanpa memikirkan resikonya. Ia hanya mengikuti kata hatinya. Berlari kencang menaiki tangga-tangga menuju lantai paling atas. Jantungnya tidak henti-hentinya berdegup kencang. Keringat dingin juga membasahi pelipisnya. Ia khawatir. Sangat khawatir.

Banyak pertanyaan yang belum di dapatkannya dan semua itu harus terjawab agar hatinya tenang. Caranya..hanya dengan menyelamatkan Kai. Hanya dengan membuatnya berada disampingnya lagi. Bahkan, dia tidak menyadari jika dia sudah keluar dari jalur komunikasi dengan teman-temannya.

Dan saat pintu itu sudah berada di depan matanya. Ia mendobraknya kasar membuat pintu yang sudah berumur tua itu terbuka dengan mudah. Tapi, ia tidak mendapati apapun. Hanya kegelapan yang didapatinya. Tidak ada Kai. Tidak ada suara.

Terpaku. Membeku. Dan terperangah hebat. Hanya itu yang ia rasakan saat lampu itu menyala. Disana..diruangan itu..berdiri seseorang yang sudah sangat dikenalnya. Ia berdiri tepat didepan Sehun sambil menjulurkan tangan dengan pistol yang terarah lurus padanya.

“Kau harus mati….”

Sehun menelan ludah pahit, “Kau…”

TBC

69 thoughts on “FF EXO : PROTECT YOU Chapter 18

  1. aufa pasuma berkata:

    Itu siapa?
    Siapa yg ngarahin pustol ke sehuuuuuuuuun?
    Ayo thooor lanjutannya ditunggu
    Penasaran nih sama kelanjutannya

  2. Printa Park Yong Ae berkata:

    kenapa TBC nya ditaruh sembarangan sih?! apa gue harus ngasih tanda “dilarang menaruh TBC sembarangan”? enak aja naruh TBC sembarangan gitu. lagi enak-enak baca kok malah bersambung._.

    keren, yang mau nembak sehun siapa? jangan2 kai?😮

  3. orihimeindi berkata:

    Dugaan ku disini sih tersangkanya antara
    tao dan minseok.
    1. tao karena diawal watu ketemu dg suho dan kris, suho sempat ngemention atw menyindir tao bahwa dia itu musuh. Tapi ttp gak habis pikir kenapa dy ttp dibawa k markas fbi kalo dri awal suho udah curiga dengan dia.
    2. minseok
    Seberapa loyalnya dia,gak seharusnya dia ngebiarin kai ketangkap dan malah sembunyi.kecuali kai emg udah ngeminta dia buat lari dan nyari sehun.

    Atau malah kai sendiri?ahh molla..mau bagaimanapun kai dilubuk hatinya paling dalam dy masih sayang dg kai.
    Atau itu D,O
    Ah jangan bilang itu D.O keberadaan karakter tanpa latar belakang yg jelas malah bikin curiga jugaa T___T
    Hubungan luhan ama D.O aja masih belum diketahui,atau itu luhan.
    Ahh okay berarti antara tao,minseok,luhan dan D.O
    Ditunggu saja lanjutannya ^^ daripada nebak2 xD

  4. piopio berkata:

    wah ff ini rame banget, walau hrs ngebut baca dr chapter 1-18 tp gapapa ga kecewa klo udh baca
    tapiii ini siapa yg nodong pistol??curiga tao nih…tpi jgn tao dong kan dia sahabat sehun
    author jgn kelamaan ya chapter 19nya penasaran nih hehe

  5. Mrs. Yehet berkata:

    orang yang sehun kenal ? nugu ?
    jangan bilang itu salah satu temen sehun.. atau salah satu penyusup FBI.. aigoo
    next chap makin penasaran author nim

  6. Taehyungie berkata:

    “Keturunan Kravtzov hanya tersisa dua dan hanya satu yang akan bertahan. Dia atau Nicholas. Dia atau pamannya sendiri.” Kalo keturunan kravtzov hanya tersisa 2, sehun&Nicholas trs kris?? Bukannya dia anak dari Kevin kravtzov? Jadi harusnya keturunan kravtzov tersisa 3 kan thor?._. Apa gimana? Hehe maaf aku cuma bingung jadi aku komen yg itu-_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s