FF EXO : SIXTH SENSE Chapter 8

Sixth sense

Tittle      : Sixth Sense

Author  : Oh Mi Ja

Cast       : Zhang Yixing, Xi Luhan, Kim Jongin

Support Cast : Oh Sehoon, Kim Taeyeon, Kwon Boa, Jung Yunho

Genre    : Brothership, Friendship, Mistery

Langit gelap mendominasi  pagi hari yang diisi dengan tangisan orang-orang berbaju hitam. Kabut menutup seluruh permukaan. Hujan turun menemani kesedihan mendalam sebuah keluarga yang baru saja ditinggal seseorang.

Isak tangis terdengar dimana-mana. Warna hitam begitu kentara disana, bahkan hampir seluruhnya tertutup oleh warna itu. Ditempatnya, Yixing hanya mampu menatap Sehun dari jauh. Namja itu tengah menangis di samping gundukan tanah yang kini mengubur kakaknya disana. Ia terus terisak, tanpa memperdulikan tubuhnya yang sudah basah akibat guyuran hujan. Juga nyonya Jung yang berada dalam dekapan suaminya. Semuanya berkabung, mengiringi kepergian Taeyeon dengan tangisan sendu.

Setelah acara pemakaman selesai, Yixing dan Luhan memutuskan untuk berada di rumah keluarga Jung untuk sementara waktu. Tidak membantu sama sekali memang, tapi setidaknya mereka ingin meredakan tangisan itu.

“Dimana Sehun?”tanya Yixing menghampiri Jongin yang daritadi hanya diam

Jongin mndongakkan wajah, “di kamarnya. Dia sangat shock karena kejadian ini. Aku sudah membujuknya untuk keluar tapi dia tidak mau. Bahkan, sejak kemarin dia belum memasukkan apapun ke dalam mulutnya. Aku sangat khawatir jika dia sakit”

“Bolehkah aku ke kamarnya?” Yixing bertanya ragu

Jongin mengangguk, “tentu saja. Kamarnya ada di lantai dua sebelah kiri. Bisakah kau membujuknya agar dia mau makan? Aku akan memanasi makanannya”

“Aku akan berusaha”

Yixing melangkahkan kakinya, menaiki anak-anak tangga diikuti Luhan dibelakangnya. Saat ini, tuan Jung dan nyonya Jung sedang berada di kantor polisi untuk meminta hasil dari penyelidikan atas para pelaku yang sudah membunuh Taeyeon.

Yixing mengetuk pintu kamar Sehun beberapa kali namun tidak ada respon. Yixing mengetuk lagi dan tetap tidak ada respon. Memandang Luhan ragu, akhirnya Yixing memberanikan diri memutar kenop pintu kamar Sehun.

Saat pintu itu terbuka, terlihat seorang namja sedang meringkuk di balik selimut. Suara isakannya yang tertahan tetap terdengar walau samar. Yixing duduk ditepi ranjang Sehun sedangkan Luhan hanya berdiri menatapnya lirih.

“Sehunie..”panggil Yixing lembut. Ia mengulurkan tangannya, menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Sehun hingga memperlihatkan wajahnya. Yixing semakin merasa sedih saat mendapati Sehun yang menangis sambil memegang foto Taeyeon. Kedua matanya sudah sangat sembab, bahkan menyipit.

“Sehunie..kau harus makan”seru Yixing lagi menghusap rambut Sehun

“Aku tidak mau makan tanpa noona-ku. Aku hanya mau makan bersamanya. Noona-ku sedang bekerja dan aku akan menunggunya hingga dia pulang” Sehun bicara sambil terisak

“Sehunie, tapi Taeyeon noona sudah….”

“TIDAK!”balas Sehun cepat. “NOONA-KU BELUM MATI! JANGAN MENGATAKAN BAHWA DIA SUDAH TIDAK ADA! AKU TIDAK MAU MENDENGARNYA! NOONA-KU MASIH ADA! DIA AKAN PULANG SEBENTAR LAGI!” Sehun menggeleng kuat-kuat. Menutup kedua telinganya seperti enggan mendengar pernyataan negative apapun. Ia kembali menarik selimutnya hingga menutupi sampai atas kepala. Kembali menangis dan semakin erat memeluk foto Taeyeon dalam dekapannya.

“Sehunie, aku mengerti perasaanmu. Tapi, kau harus makan” Yixing tetap berusaha membujuk Sehun. “Aku tau ini sangat berat untukmu. Aku juga pernah merasakannya. Tapi, sekarang aku bisa melewatinya. Kau juga harus bisa”

Sehun tidak menjawab. Yang terdengar hanya isakannya yang semakin memilukan. Nyatanya, dia memang sudah kehilangan. Seseorang yang selalu mengomelinya seperti seorang ibu, yang selalu menjahilinya hingga ia kesal dan memilih kabur ke rumah Jongin, juga yang selalu meluangkan waktu hanya untuk sekedar mengantar dan menjemputnya.

Jongin memasuki kamar Sehun sambil membawa mangkuk bubur di tangannya. Ia sudah langsung mengetahui bahwa Yixing juga gagal membujuk adiknya itu. Setelah meletakkan mangkuk buburnya, Jongin menarik selimut Sehun dan berjongkok di sisi ranjang sambil meletakkan wajahnya diatas tepi ranjang dan menatap Sehun.

“Aku tidak akan bekerja hari ini dan besok. Aku akan menemanimu seharian. Aku berjanji”serunya menghusap rambut Sehun

Masih tidak ada respon apapun. Sehun hanya membalas menatap Jongin sambil menangis.

“Kau mau bermain playstation hingga larut malam? Atau bermain basket di taman sungai Han? Aah..aku juga akan mentraktirmu bubble tea. Kau mau?”

Sehun tidak bisa menahan dirinya lebih lama lagi. Ia melingkarkan kedua tangannya dileher Jongin, meletakkan kepalanya diatas pundak namja berkulit gelap itu dan menangis disana. Jongin memperbaiki posisinya, menepuk-nepuk pundak Sehun sambil sesekali menghusap rambutnya.

“Hyuung, Taeyeon noona…dia sudah pergi…aku sangat menyesal karena aku tidak pernah bisa jadi adik yang baik untuknya. Aku tidak pernah mendengarkan ucapannya. Aku bahkan selalu mengejeknya. Hyuung, aku tidak mau kehilangan Taeyeon noona..aku sangat menyayanginya…”

“Aku mengerti karena aku juga sangat sedih. Kau boleh menangis sepuasmu tapi hanya untuk hari ini”hibur Jongin. “Kau selalu mengatakan pada Taeyeon noona, kau sudah dewasa. Namja dewasa tidak menangis seterusnya namun belajar menguatkan hatinya. Aku yakin Taeyaon noona tidak marah padamu. Justru, dia sangat menyayangimu”

***___***

 –

YIXING POV

Seumur hidupku, melihat proses kematian didepan mata adalah sesuatu yang paling menakutkan di dunia.  Sudah beberapa kali dan aku tidak tau harus bagaimana menghadapinya. Namun, perlahan..aku mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh dalam diriku.

Setelah memastikan bahwa Sehun sudah tertidur dan memakan makanannya, aku memutuskan untuk menghubungi Kris dan mengajaknya makan siang. Aku rasa saat ini aku sedang membutuhkannya. Aku beralasan pada Luhan ge dan Jongin. Aku bilang aku harus ke kampus karena dosen menghubungiku dan menyuruhku datang. Alasanku tidak mengatakan hal yang sebenarnya adalah karena aku sendiri tidak mengetahui kejadian yang sedang terjadi pada diriku.

Aku meninggalkan Luhan ge dan Jongin yang masih berada di rumah keluarga Jung untuk menjaga Sehun hingga appa dan oema datang –  sekarang aku memanggil mereka dengan sebutan itu – . Melompat keluar saat taksi yang ku tumpangi sudah berada didepan sebuah bangunan rumah sakit.

Aku baru pertama kali ke tempat ini karena dulu, Kris yang selalu datang ke rumahku. Sekarang, karena aku sudah cukup normal dan sembuh, aku pikir aku tidak boleh merepotkannya lagi.

“Hai…” Dia menyapaku dengan senyumannya yang tidak pernah berubah. Meninggalkan catatannya dan mempersilakanku duduk dikursi penerima pasien. Karena dia sedang mendapat jam istirahat, ruangannya jadi kosong.

“Kau terlihat sangat baik sekarang”

Aku hanya tersenyum sesaat lalu memandang Kris dengan ekspresi serius. Mungkin dia mengetahui ada sesuatu yang aneh padaku jadi dia mengubah ekspresinya juga dan bertanya.

“Ada apa?”

Aku menyenderkan punggungku pada sandaran kursi sambil menghembuskan napas panjang.

“Aku rasa aku sudah gila dalam kewarasanku”

Salah satu alis Kris terangkat, “maksudmu?”

“Aku sudah gila, Kris” aku berujar membuat Kris tertawa.

“Tidak ada orang gila yang mengakui dirinya sendiri gila, Yixing”

“Tapi, ada sesuatu yang tidak beres di dalam diriku”balasku cepat. Masih dengan ekspresi serius tanpa mau ikut bercanda. “Aku sudah gila”ulangku lagi

“Kau mau makan siang bersama? Kita bisa mengobrol. Aku masih punya waktu beberapa jam sebelum kembali bertugas. Ayo”

***___***

AUTHOR POV

“Jadi kau merasa kau bisa melihat proses kematian seseorang?”tanya Kris sambil menusuk daging yang sudah dipotongnya dengan garpu.

Yixing mengangguk. Siang itu, ia hanya menikmati capucinno hangatnya tanpa berniat memesan makanan apapun. Pikirannya tentang keanehan yang terjadi di dalam dirinya membuat perutnya kenyang seketika.

“Sejak kapan?”

“Sejak kematian orang tuaku”jawab Yixing tanpa membalas tatapan Kris. Ia memandang ke luar jendela kaca restoran yang sedang ditempatinya. “Aku pernah mengalami kejadian seperti itu saat aku di rawat di rumah sakit. Tapi, waktu itu aku bisa menyelamatkan mereka”

“Jadi tidak hanya sekali?”

“Sudah dua kali”balas Yixing cepat. “Dan hal itu terlihat sangat jelas di dalam otakku. Sangat mengerikan”

“Kau sudah memberitahu hal ini pada Luhan?”

“Belum. Aku pikir dia tidak akan percaya jika aku memberitahunya. Kau lupa? Aku adalah seseorang yang pernah depresi. Jenis orang seperti itu sangat sulit untuk dipercayai jika dia mengatakan hal-hal yang tidak logis. Bahkan, aku sendiri ragu jika kau mempercayai kata-kataku”

Kris tersenyum tipis, “kau meragukanku?”

“Hanya menebak”kilah Yixing sambil mengangkat kedua bahunya

“Aku rasa hal itu bukanlah sebuah penyakit atau sesuatu yang menyatakan bahwa kau sudah gila..” Kris menggantung kalimatnya untuk menelan daging kunyahannya. “Itu adalah sebuah kelebihan”

“Kelebihan?”ulang Yixing ragu

“Mungkin kau memang mengalami trauma yang mendalam atas kematian orang tuamu dan hal itu membuat dirimu mempunyai kelebihan untuk melihat hal-hal yang mengerikan. Mungkin Tuhan sudah mengaturnya”

Yixing menghembuskan napas keras, “Mungkin..mungkin..mungkin..aku butuh kepastian, Kris!”

“Tidak ada yang bisa memastikannya karena aku bukan Tuhan, Yixing”tegas Kris menelungkupkan pisau dan garpunya lalu menyapu sudut-sudut bibirnya dengan tisu. “aku hanyalah seorang psikiater yang membantu seseorang untuk menyelesaikan masalah kejiwaannya. Oke?”

***___***

Yixing kembali ke rumah keluarga Jung saat sore hari. Setelah obrolannya dengan Kris yang ia anggap tidak menemukan solusi apapun berakhir, ia menuju perpustakaan kota untuk mencari jawabannya sendiri. Jawaban yang ia perlukan untuk mengetahui jati dirinya yang sebenarnya.

Namun, Yixing juga tidak menemukan apapun. Kris benar, hal yang sedang Yixing alami bukanlah sebuah penyakit. Jadi, Yixing memilih untuk menyerah hari ini dan kembali ke rumah untuk memastikan bagaimana keadaan Sehun.

“Kau darimana saja? Kenapa ponselmu tidak aktif?”cecar Jongin begitu membuka pintu dan melihat Yixing berdiri lemas dibaliknya. “Kami sangat mengkhawatirkanmu”

“Maaf” Yixing hanya menjawab pendek lalu melewati Jongin. Ia berjalan memasuki ruang tamu seperti melayang. Pikirannya tidak ada disana, hanya badannya yang bergerak tanpa diperintahkan. Sebenarnya ia sangat lelah. Sangat takut. Namun, ia tidak mau kembali menjadi Yixing yang dulu. Yang gila. Yang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.

Orang tuanya sudah meninggal dan itu adalah kenyataan paling pahit yang pernah ia alami. Tapi, sekarang ia sudah mempunyai kekuatan untuk bertahan. Luhan, Kris, Jongin dan keluarga barunya. Mereka adalah kekuatan itu.

“Yixing-ah, kau darimana saja? Kau sudah makan?”

Nyonya Jung duduk disebelah Yixing sambil menghusap pipinya lembut. Kedua matanya sembab namun ia memaksakan diri untuk tersenyum. Dan hal itu berhasil membuat hati Yixing seperti dipukul dengan benda keras. Sangat menyakitkan.

“Taeyeon noona adalah noona-ku. Dan kau adalah ibu kandungku. Aku tidak pintar mengatakan kata-kata untuk menghibur tapi aku sangat sangat tidak mau melihat oema menangis. Aku mohon jangan menangis lagi karena hal itu membuatku berkali-kali lipat lebih sedih”

Hal itu tulus. Sangat tulus. Saat melihat seseorang yang paling disayanginya berada dalam kesedihan yang mendalam. Sebenarnya hal itu wajar dan menangis itu juga wajar. Bahkan hal ini masih jauh dibandingkan dirinya dulu yang sempat sangat depresi akibat kematian. Namun, walau bagaimanapun, tidak ada seorang anak yang tega terus-menerus melihat ibunya menangis dan hal itu terjadi pada Yixing.

***___***

Malam harinya, Yixing duduk bersama Jongin di teras belakang rumah Sehun sambil bermain-main dengan tiga anak anjingnya. Nyonya Jung sedang menyiapkan makan malam dibantu dengan tuan Jung. Sedangkan Sehun, setelah dibujuk berkali-kali –ditambah sogokan-sogokan lain- akhirnya ia mau pergi bersama Luhan untuk membeli beberapa gelas bubble tea. Untuk beberapa hari ke depan, Sehun akan jadi seorang raja. Semua permintaannya harus dituruti untuk memulihkan suasana hatinya. Jongin sudah sangat terbiasa dengan semua sifat manja dan kekanak-kanakkan Sehun. Yixing juga mulai terbiasa, tapi Luhan? Sebenarnya ia sangat kesal kenapa harus dia yang dijadikan pilihan untuk menemani anak manja yang tidak mempunyai tenggorokan itu?

“Jadi besok kau tidak akan bekerja lagi?”tanya Yixing, suasana hatinya sudah sedikit membaik malam itu.

Jongin menggeleng sambil tertawa kecil, tangannya terus saja sibuk menghusap-husap kepala Jjangah.

“Bukankah kau sendiri tau bagaimana sifat Sehunie? Aku harus mengembalikan suasana hatinya seperti semula baru bisa tenang bekerja. Kalau tidak, dia akan merengek seharian padaku”

Yixing ikut tertawa, “kalian akan pergi kemana?”

“Sepulang kuliah, aku akan membawanya ke Lotte World. Kau mau ikut?”

“Apa aku boleh ikut?”

“Tentu saja”

***___***

Keesokan harinya, setelah pulang kuliah. Jongin dan Yixing meninggalkan kelas tambahan bersama. Lagi-lagi untuk sehari, mereka membiarkan Sehun menjadi raja. Keduanya berjalan bersama menuju taman universitas. Seketika, mereka tertawa geli begitu melihat Sehun sudah berdiri didepan gerbang universitas sambil melambai-lambaikan tangannya dan tersenyum lebar. Matanya masih sembab namun keceriaan sudah mulai menghiasi wajahnya lagi.

“Hyungdeul..”serunya setengah berteriak pada Yixing dan Jongin yang berjarak hanya tiga meter dari tempatnya berdiri.

Tawa keduanya semakin geli saat melihat Luhan keluar dari kursi mengemudinya dengan tampang cemberut. Ia tidak memakai jas, hanya kemeja putih yang bagian tangannya digulung hingga siku yang melekat ditubuh kurusnya.

“Kita akan ke Lotte World? Jinjjayo?”seru Sehun bersemangat sampai melompat-lompat senang

Jongin menganguk lalu mengacak rambut adiknya yang mulai tinggi itu, “kau mau makan siang dulu?”

“Aniyo” Sehun menggeleng. “Luhan hyung sudah membelikanku bubble tea dan ddokbukkie tadi”

Jongin dan Yixing seketika tersentak bersamaan. Mereka saling pandang bingung lalu menatap Luhan geli, “hyung?”seru keduanya tak percaya saat mendengar Sehun yang sangat membenci Luhan itu memanggilnya dengan sapaan sopan.

“Tidak lucu”sungut Luhan cemberut. “Dia terus saja menelponku dan merengek seperti anak kecil. Aku terpaksa meninggalkan pekerjaanku dan menjadi sopirnya”

“Hyung..hyung..Luhan hyung tadi membelikanku kaset playstastion juga. Kita bisa memainkannya bersama saat aku libur”

“Dia bahkan membelikanmu kaset playstastion”goda Jongin menyipitkan matanya

“Tidak lucu! Jika kalian tidak masuk, aku akan kembali ke kantor!”

***___***

Mereka memasuki Lotte World bersama. Aneh memang jika empat orang laki-laki – yang sudah  dewasa  – pergi ke tempat itu bersama tanpa ada seorang perempuan ataupun anak kecil. Tapi, watak Sehun yang masih sangat kekanak-kanakkan membuat mereka terpaksa harus masuk ke dalam tempat itu walaupun sebenarnya merasa malu.

Dan setelah menghabiskan beberapa jam untuk bermain, di hari yang mulai beranjak sore. Mereka berempat memutuskan untuk duduk disebuah kursi kosong dengan burger dan segelas minuman dingin di tangan masing-masing.

Tidak ada kesedihan lagi di wajah Sehun. Perlahan, ia mulai bisa melupakan tentang kematian Taeyeon.

“Kau senang?”tanya Jongin menatap Sehun sambil tersenyum lebar

Sehun mengangguk-angguk, “sangat senang”jawabnya dengan mulut yang masih terisi penuh

“Kalau begitu, besok jangan merengek padaku lagi! Kau mengganggu pekerjaanku”

“Aniyo. Mulai besok kau harus mengantar dan menjemputku di sekolah”

Luhan tersentak, “mwo?!”

“Sehunie, jangan merepotkan Luhan hyung lagi. Aku akan mengantarmu besok”

Sehun menggeleng, membuat poni-poni yang menjuntai di dahinya ikut bergoyang. “Andwae. Xing Xing hyung bilang kalian ada kelas pagi-pagi sekali. Jika mengantarku, kau akan terlambat, hyung”seru Sehun kemudian menoleh kearah Luhan. “Lagipula Luhan hyung adalah pemimpin peruahaan. Masa mengantar dan menjemputku beberapa menit saja tidak bisa?”

“Yak bocah! Kau bicara seenaknya sekali. Shireo!”

“Waeyo?”rengek Sehun lagi-lagi membuat Luhan kesal

“Ge, antar saja dia. Hanya beberapa menit. Itu tidak akan menyita waktumu, kan? Lagipula kau mengendarai mobil sedangkan Jongin hanya mengendarai sepeda”sahut Yixing membantu Sehun bicara

Merasa tidak enak dengan wajah cemberut Luhan, Jongin buru-buru menyela. “Tidak usah. Aku yang akan mengantar Sehun”

“Tapi, besok pagi kita ada test, Jjong”

Akhirnya, Luhan menghembuskan napas panjang-panjang. “Sudahlah. Mulai besok aku yang akan mengantar bocah ini”

“Tapi—“

“Aku tulus”potong Luhan cepat membuat Jongin tersenyum

“Gomawo hyung. Aku akan memberitahu oema untuk memasak makanan enak untukmu. Aah, tunggu disini. Aku akan membeli ice cream untukmu”

Sehun mengguncang-guncang lengan Luhan senang lalu berjalan menghampiri sebuah mobil warna-warni yang menjual ice cream

“Luhan hyung, terima kasih”

Luhan menoleh dengan kening berkerut, “untuk apa?”

“Untuk ikut terlibat dalam menjaga Sehun”balas Jongin tulus. “Sejak kecil, Sehun dimanja oleh semua orang jadi sifatnya memang sedikit menyebalkan. Namun, sungguh. Sebenarnya dia adalah anak kecil yang lucu dan polos”jelas Jongin sambil memandang punggung Sehun yang sedang berbaur dengan pembeli lain. “Dia bukanlah tipe orang yang mudah dekat dengan orang lain. Dia justru tipe pencemburu yang akan mudah marah jika orang yang dia sayang direbut orang lain. Karena itu dia membencimu. Tapi, sekarang..aku rasa dia mulai menyukaimu”

Luhan tertawa kecil, “aku salut padamu. Kau sangat tahan dengan semua rengekannya”

“Kau hanya perlu hidup dengannya lebih lama agar tau alasan kenapa aku sangat menyayanginya. Keluarga Jung sudah ku anggap seperti keluargaku sendiri, juga Taeyeon noona. Aku berhutang banyak pada mereka. Dan sekarang, kalian juga menjadi keluarga baruku. Aku hanya minta satu hal, tolong bantu aku menjaga Sehun”

“Pabo” Luhan memukul pelan kepala Jongin. “Tidak perlu kau beritahu. Walaupun sangat kesal padanya tapi dia sudah ku anggap sebagai adikku sendiri. Kau pikir untuk apa aku meninggalkan pekerjaanku demi ke tempat bodoh seperti ini jika bukan karena dia?”

Jongin tersenyum, “gomawo hyung”

Dia datang lagi. Dalam keterdiamannya, Yixing mulai merasakan jantungnya berdegup sangat kencang. Kesadarannya mulai memudar perlahan. Seperti ditarik oleh makhluk lain ke alam bawah sadar yang serba hitam.

Kesadarannya masih belum kembali saat ia melihat tiang-tiang besi penyanggah tenda itu mulai bergoyang akibat mesin pemanggang roti yang menimbulkan getaran. Semakin lama semakin keluar dari tempat seharusnya.

Kemudian, sepasang mata Yixing menatap ke bawah. Kearah seorang anak yang berdiri tepat di bawah tiang besi penyanggah itu. Yixing memaksa dirinya untuk kembali pada kenyataan. Untuk bergerak kesana secepat mungkin sebelum besi itu mengenai kepalanya.

Yixing menghembuskan napas panjang dan langsung berlari ke arah mobil penjual ice cream tiba-tiba. Membuat Luhan dan Jongin sama-sama tersentak.

“Yixing, wae geurrae?”tanya Jongin setengah berteriak

Telinga Yixing tidak berfungsi sama sekali saat ini. Ia terus berlari dan tepat waktu melompat memeluk anak itu.

“Sehunie!”

Yixing merengkuh Sehun ke dalam pelukannya, menjatuhkannya ke lantai dan membiarkan punggungnya menjadi tameng atas hantaman tiang besi yang terlepas itu.

BRAKK

Sehun mengerjap. Belum menyadari apapun sampai akhirnya ia menoleh ke belakang dan menatap wajah Yixing yang sedang tersenyum padanya.

“Gwenchana?”

“Xing Xing hyung..kau…”

“YIXING!!!”

Luhan menjerit histeris dan langsung menarik tubuh adiknya ke dalam dekapannya sendiri. Ia semakin panik saat menemukan tetesan kemerahan yang keluar dari bagian belakang kepalanya dan kedua mata Yixing yang mulai tertutup.

TBC

42 thoughts on “FF EXO : SIXTH SENSE Chapter 8

  1. amel berkata:

    deg degan bacanya sumpah >,<
    nyesekkkk bangettt thor :"""( ahh sampai nangis beneran bacanya :'''(
    sehunni yg tabah yaa :'))

    sehunn kekanak2an bangaet :3 gemesinn X)
    jongin sayang banget sama sehun :'D jadi terharu
    akhirnya luhan sama sehun udah dekat xD

    moga yixing gak kenapa2 :''') author jan apa2kan/? lay yaaaa😄
    lanjut thor, phublisnya jgn kelamaan😀🙂

  2. Tiikaa berkata:

    Yeeee…. Author eonie update🙂

    Omooo ><

    Yixing kenapa eon???
    Itu dia nyelamatin sehun ya???
    Ya ampun eon,, pdhal sehun baru aja kmbali mnjadi sehun yg manja kok udh ada mslah lgi.. Psti ntar sehun ngerasa bersalah sma yixing n luhan…

    Gak enak ya punya kelebihan yg kyak yixing punya itu…

    Ummm,, oke deh eon aku pnsaran sma kelanjutannya,, pnsaran sma keadaan nya yixing… Klanjutannya aku tunggu ya eon,, dan klanjutannya daddy bestfriend juga🙂

  3. Yera berkata:

    Hoho…
    Yixing mungkin akan bersyukur karna kelebihannya, karna sudah menyelamatkan Sehun –tentunya.
    Eonni, disini aku suka karakter hunhannya, mereka sangat lucu dan menggemaskan. Huhu… >.<
    Keep writing, eonn…

  4. momo berkata:

    akhirnya di update juga hhehe
    aku suka banget lo eonni sm FF ini dan Protect You
    kasian si Yixing tapi salut juga sama dia
    next chap ditunggu deh
    Fighting

  5. Rychell berkata:

    aku udh ngira bakal ada apa” sehun pas beli ice cream , tp gk nyangka jg bahwa yixing ge yg selamat in ~ ,,
    sehun manja bgt — ,, aku jg pengen kyk sehun *kyaaa hahah
    next ,,
    xing xing ge knp lagi ? jgn bikin tersiksa donk kasian ~ TT

  6. 'Oh Mi Ja' Fans berkata:

    HUANJIR .. RAJA SEHUN XDDD
    mang cocok yee muka muka sehun jadi anak songong XDD ..
    aaahh .. xing xing hyung ㅋㅋㅋ !!!
    saat kai sangat sangat menyayangi sehun .. itu nyenengin banget min …

  7. nina berkata:

    kasihan sehunnie😦
    hhahahaha luhan sekarang bener2 jadi hyung na sehun😀
    aaaaaa itu datang lagi
    habis tae noona skrg sehun
    aaaaaa xing xing kau….

  8. Leehana berkata:

    Yah Yixing kpalanya sakit dong tu kacian kamu nak, wah enak ya klau punya kekuatan kyak dia bsa tw apa yg kan terjadi, untung j kelebihanya bukan bisa liat hantu kalau bsa liat hantu tmbah Serem kan

  9. phiwzz berkata:

    Omo!!
    Untung aja tepat waktu, tp kesian juga, jadi Yixing yg kena hantaman tiang2 itu.
    Oh, jadi yg diliat Yixing di ‘penglihatan’ nya tuh Sehun, lagian rada bingung juga karna ga dijelasin sebelumnya klo ada tempat jualan pake pemanggang roti di deket tempat jual es krim.
    Dan akhirnya ada juga HanLay moment nya (meski di situasi yg tidak diharapkan)
    Banyakin HanLay momennya donk thor, KaiHun momen nya juga, seneng aja sama brothership moment ^^v

  10. Janni Aulia berkata:

    Mirip-mirip final destination ne?
    Tapi ini seru… lebih manusiawi dan deg-degan sumpah thor, daebak..
    Feel family-nya dapet banget :3 Next ya thor.. Hwaiting!!

  11. ... berkata:

    Thooorrrrrrrr…. Aku baru tau kalo ini udah dipost sekarang -_-
    begitu aku liat.. Gue langsung komen sebelum baca ff’y terlebih dahulu (?)
    makasih thor.. Udah dilanjutin..

  12. ferynariany berkata:

    annyeong.. aku reader baru… mianhe baru komen, aku suka banget ff iniii… ga sabar nunggu kelanjutannya.. bikin deg2an, sedih, gemes sama sehun dll.. cepet di update ya author-ssi.. gomawo🙂

  13. @baltacheakiriwe berkata:

    Kyaaaaa… Eonni, Demi apa sumpah ini Sehun unyu lucu gemesin banget😄
    HunHan Moment mulai bertebaran..😄

    Tapi itu Lay kasian, Semoga Lay gak kenapa-napa😦

  14. EXOka berkata:

    Kyaaaaa! Abis Taeyeon Eonni, kenapa sekarang Sehun ?! >,<
    Untung Sehun masih bisa diselametin. Tapi Yixing Gege? Huaaaaa~ T.T
    Semoga Yixing Gege gak kenapa-napa

  15. Hikanzu berkata:

    agak” mirip ama film Final Destination yg ke berapa gitu.
    haha.LOL

    But,ini beda aja deh😄
    harus Happy ending yah!!!^^*maksa

  16. Hikanzu berkata:

    proses kematiannya kyak film Final Destination.
    tapi lebih tragis filmnya.
    haha.LOL

    But,ini beda aja deh😄
    harus Happy ending yah!!!^^*maksa

  17. Hikanzu berkata:

    proses kematiannya ngingetin film Final Destination.
    tapi lebih tragis filmnya.
    haha.LOL

    But,ini gak-sama aja deh😄
    harus Happy ending yah!!!^^*maksa

  18. livi berkata:

    Daebaak..
    Aku reader baru sebenarnya. Baru baca 2 ff di blog ini. Maaf juga baru komen. Hehe. Soalny seru!
    Lanjutkan thorrr!!

  19. Sul astrii berkata:

    Ff eoni semuanYa daebak…faighting eoni…akan aku Tunggu dan nantikan FF EONI SELANjutnya…yang selalu bIkin aku Semangat buat bacaaaa…yeahhh eoni daebakkh

  20. Nunu^^ @Nurul_Hunie berkata:

    Aku mewek masa, Taeyeon eonnii….:I
    itu indra ke6 Lay datangnya berbarengan pas kejadian ya jadi sulit di cegah…untung sehun terselamatkan tapi itu yixing gmna….??? *next aja dah*

  21. Jung Han Ni berkata:

    huhu😥 aku nangis baca chapter ini, kasian sehun.. untung ada hyung2 yg baik bgt sama dia
    duh itu yixing smoga gpp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s