FF: Cherish Your Life (1/2)

Author : dummy

Title : Cherish Your Life

Cast :          Tao

           Shin Yong Woo (you)

           Other members of EXO

           Lee Soo-man

Genre : romance, drama, friendship

Rating : all ages

Length : Two-Shot

Note : maafin ya kalau rada susah dimengerti. Maklum, pertama kali nulis ff. Hehehehehehehe. Terimakasih sudah mau membaca😀

 

Suasana concert hall sangat ramai. Teriakan fans bercampur dengan alunan lagu wolf dari exo. Konser berlangsung meriah dan menyenangkan, dan tak ada yang menyadari bahwa suasana bahagia ini akan segera berakhir.

 

***

 

D.O sedang menyanyikan bagiannya dalam lagu, saat tiba-tiba terdengar suara tembakan dan sehun terjatuh. Suasana mendadak sunyi, sebelum para member yang lain menyadari apa yang terjadi dan suasana berubah menjadi ricuh dan tidak karuan saat para fans berteriak dan para guard berlari kearah para member exo.

 

Terdengar lagi suara tembakan, kali ini kai yang jatuh. Para fans semakin ricuh, banyak berusaha melompati panggung yang tinggi untuk melihat keadaan idola mereka, namun mereka dihalangi para petugas keamanan yang berusaha menjaga ketenangan suasana, saat terdengar suara tembakan ketiga. Seketika itu juga, kris berlari kearah tao dan memeluknya.

 

Tao terkejut saat mata kris terbelalak dan tubuh hyung-nya itu melemas, “gege! Kau kenapa?! gege!”. Chanyeol yang menyadari apa yang terjadi menghampiri Tao. Mereka lalu mulai menyadari, ada banyak darah keluar dari tubuh hyungnya itu.

 

Chanyeol dan Tao masih berusaha menyadarkan kris saat tim paramedic datang mengangkut para member yang terluka.

 

***

Di depan ruang operasi di suatu rumah sakit, terlihat para member exo yang selamat sedang menunggu. Mereka ditemani oleh manajer dan sejumlah petugas keamanan.

 

Suasana tegang dan sedih sangat terasa. Tao duduk di depan pintu ruang operasi, sambil menangis memeluk lututnya, ditemani Suho yang berusaha tabah dan menenangkannya. Chanyeol yang biasanya ceria dan selalu tertawa, hanya duduk terdiam memandang kosong kearah pintu ruang operasi. Baekhyun duduk bersama luhan di kursi lorong, masih berusaha menenangkan dirinya masing-masing. D.O berjalan bolak-balik sambil terus meremas-remas ujung bajunya. Sementara xiumin berdiri menunduk menyandarkan kepalanya ke tembok ruang operasi dan terus memejamkan matanya. Diujung lorong terlihat lay yang berusaha menenangkan chen yang tangannya masih gemetaran karena syok dan bingung.

 

Semuanya menoleh dan segera menuju ruang operasi, saat lampu merah tanda operasi berjalan berganti hijau, pertanda operasi telah selesai.

 

“Dokter, bagaimana keadaan mereka? Apakah semua selamat?” tanya Suho, berusaha mewakili member yang lain. “Kami telah berusaha sebaik mungkin, dan sejauh ini, saudara Oh Sehun dan Kim Jong In telah berhasil melewati masa kritisnya. Kami juga telah berhasil mengangkat peluru yang bersarang dilengan mereka” ujar perwakilan tim dokter.

 

“Lalu bagaimana dengan Wu Fan gege? Apa yang terjadi? Kau berhasil menyelamatkannya kan dokter? Iya kan?!” tanya Tao pada sang dokter. Sang dokter bukannya menjawab, tetapi justru meminta berbicara pribadi dengan Suho, sebagai leader exo.

 

***

 

Di ruangan pak dokter

 

“Ada apa dokter? Mengapa harus bicara pribadi pada saya? Mengapa tidak disampaikan didepan member yang lain?”

Dokter menghela nafas, “Saudara Wu Fan memang telah berhasil kami selamatkan, pendarahannya sudah berhenti, namun ia belum melewati masa kritisnya. Selain itu peluru yang ditembakkan bersarang tepat di otaknya, sehingga kami belum dapat mengeluarkan peluru tersebut, karena ditakutkan justru akan memperparah pendarahan. Sejujurnya saya khawatir, saudara Wu Fan tidak akan mampu melewati masa kritisnya. Sekarang kita hanya bisa menunggu dan berharap agar saudara Wu Fan bisa pulih kesadarannya, karena sebelum dia dapat memulihkan kesadarannya tindakan medis lain tidak dapat dilakukan”

Suho hanya bisa terdiam mendengar mendengar penjelasan sang dokter.

 

***

Sementara sehun dan kai sudah dipindahkan ke kamar rawat, di ruang ICU tao menangisi gegenya seorang diri. (kan kalau ruang ICU Cuma satu orang yang boleh masuk, jadi tao sendirian, ehehehehehe). Suho sudah menjelaskan keadaan kris kepada semua member.

 

“gege, bangunlah gege, kumohon. Aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika kau tidak selamat. Mengapa kau menyelamatkanku? Harusnya aku saja yang tertembak gege… gege…” Tanpa ia sadari, perlahan-lahan tao tertidur sambil masih menggenggam tangan kris.

 

***

Tao berada di sebuah taman. Ia ingat sering datang ke taman itu bersama kris saat mereka masih trainer. Bahkan bangku yang ia duduki saat ini adalah bangku yang sama tempat ia dan kris biasa duduk.

 

Saat tao masih kebingungan, ia melihat kris berjalan ke arahnya.

“Gege, kaukah ini? Benar-benar kau?”

Kris tersenyum, “memang kau kira siapa aku? Hantu taman?”

Tao tertawa sambil memeluk kris “gege, aku tau kau pasti akan sadar. Kau tidak akan meninggalkan aku sendiri. Tapi kau kan baru sadar, mengapa berjalan-jalan begini? Nanti kau sakit lagi…” ujar tao sambil mengayun-ayunkan tangan kris

 Kris tertawa juga melihat tingkah maknae kesayangannya ini “hahahaha, kau sudah dewasa tao. Kau sendiri yang bilang kau tidak mau bergantung padaku lagi. Apa kau lupa?”

“ya! Bukan berarti kau boleh meninggalkanku?” sahut tao sambil salah tingkah

 

“kau harus belajar tao, belajarlah untuk menerima. Belajarlah juga untuk menghargai. Ingatlah, kau disayangi banyak orang. Jangan selalu merasa sendiri, mengerti?” nasehat kris pada tao

“ya gege, aku mengerti “ jawab tao

“dan kau harus belajar, apapun yang terjadi jangan biarkan emosimu mengontrolmu. Kau harus tegar dan percaya, bahwa ada hal baik yang menunggumu. Jangan pernah jatuh tao.” Kris berkata sambil tersenyum penuh arti.

“ya! Ada apa denganmu? Kau bicara seperti nenekku saat ia akan pergi jauh” ujar tao

“aku memang akan pergi, seorang gadis cantik memberiku tiket pesawat ke suatu tempat yang sangat indah. Aku akan pergi kesana, bersama gadis itu” jawab kris sambil tertawa

“kalau begitu ajaklah aku! Aku juga mau ikut!”

“mana bisa, aku hanya boleh pergi seorang diri. Tenanglah, aku akan bersenang-senang disana” sahut kris seraya berjalan meninggalkan tao

“siapa gadis ini! Beraninya membuatmu tak mau mengajakku! Aku ingin ikut gege” rengek tao

“dia gadis secantik malaikat. Atau… mungkin dia memang malaikat” kris menjawab sambil mengedipkan matanya

Tao ingin mengejar gegenya itu, tapi kakinya seakan menempel ke tanah. Ia berteriak teriak memanggil kris yang terus menjauh dan perlahan menghilang dari pandangannya.

 

***

Tao bangun dengan terkejut, ternyata ia masih berada di ruang ICU. Dipandanginya wajah kris, memastikan bahwa kris memang nyata dan masih ada disana. Sejenak Tao menghela napas, perasaannya campur aduk, antara lega karena kris masih disana dan sedih karena kris tidak juga sadar.

 

Tiba-tiba monitor jantung berbunyi, menunjuknya tanda garis lurus (maksudnya nadi pasien berhenti) Tao sangat terkejut. Belum sempat ia menghilangkan keterkejutannya, tim dokter sudah datang menyuruhnya meninggalkan ruangan.

 

Tao berjalan keluar seperti orang linglung. Begitu ia keluar dari ICU, dilihatnya para member yang lain berlarian ke arahnya. Saat para member lain bertanya apa yang terjadi, ia terdiam tak dapat berkata apapun. Tenggorokannya terasa kering, napasnya terasa berat, dan tanpa mampu ditahannya lagi, air matanya mengalir.

***

Sudah seminggu peristiwa penembakan itu. Presdir Lee Soo-man terlihat sedang merenung dikantornya. Sementara dikursi didepan Presdir Lee, terlihat hyung manager EXO terduduk dengan wajah suram. Di atas meja, terlihat sebuah majalah yang terbuka. Halamannya menunjukkan sebuah artikel.

 

Peristiwa penembakan yang terjadi 2 minggu yang lalu tersebut akhirnya menemukan titik terang. Polisi akhirnya berhasil menemukan dan mengidentifikasikan pelaku penembakan yang berada dalam pelariannya menuju pulau Jeju. Pelaku penembakan terhadap member EXO adalah seorang fans fanatic. Sang pelaku terindikasikan menderita kelainan jiwa obsesif kompulsif, dimana ia merasa bahwa para member adalah miliknya. Karena itu, dia ingin membunuh dan kemudian untuk membunuh dirinya sendiri. Pelaku diketahui ingin membunuh member satu per satu dari yang terkecil, yang ada keterkaitannya dengan gangguan kejiwaan pelaku. Identitas pelaku dirahasiakan oleh pihak kepolisian untuk mencegah aksi balas dendam dari fans lain yang sangat marah.

 

Seperti yang diketahui, akibat peristiwa tersebut 2 orang member EXO yaitu Kai dan Sehun mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara seorang member, yaitu Kris, meninggal akibat tembakan pelaku saat ia berusaha melindungi salah seorang member EXO.

 

Presdir Lee melirik kembali artikel itu, kemudian menghela napas. Diambilnya majalah lain yang ada dimejanya. Ia langsung membuka sebuah halaman. Kepalanya menggeleng-geleng saat membaca artikel di halaman yang ia buka.

 

EXO kembali mengumbar cerita. Kali ini, salah satu personelnya, Tao tertangkap basah  tengah terlibat pertengkaran antar pengunjung di sebuah club malam. Korban pemukulan, Kang Dong Gook (26), mengaku hanya tidak sengaja menyenggol lengan Tao, saat Tao tiba-tiba menarik kerahnya dan memukulinya. Polisi segera datang untuk menyelesaikan kejadian tersebut.

 

Sementara Tao selaku pelaku pemukulan, terlihat sudah meninggalkan kantor polisi bersama dengan perwakilan managementnya dan belum memberikan keterangan lebih lanjut. Sang manager hanya mengatakan pada media untuk memberikan sedikit kebebasan diruang public bagi anggota EXO, mengingat musibah yang baru saja mereka alami.

 

“Maafkan kelalaianku presdir, ini bukan Tao. Aku sebagai manager juga bersalah karena tidak mampu mengawasinya.” ujar manager hyung berusaha membela anak asuhnya.

“Kau memang bersalah, tapi tetap saja ini sejatinya adalah kesalahan Tao. Panggil dia kemari.” perintah presdir Lee

Sang manager pun segera keluar dari ruangan. Tak berapa lama, ia sudah kembali bersama Tao. Wajah tao tak terlihat merasa bersalah. Justru tidak ada ekspresi apapun di wajahnya.

 

“duduk” kata presdir lee memandang Tao tajam

Tao balas meliriknya dan duduk dikursi didepan presdir

“kau keluar, jangan masuk apapun yang kau dengar” presdir memerintah hyung manager. Setelah menepuk lengan tao, sang manager meninggalkan ruangan.

 

***

Presdir lee duduk dikursinya. Dipandanginya tao sampai akhirnya tao balas menatapnya.

“tidakkah ada yang ingin kau katakan padaku?” tanya presdir lee pada tao

Tao hanya diam memandangi presdir lee

Presdir lee menghela napas, “kenapa kau lakukan pemukulan itu? Kau seharusnya sudah tau posisimu. Kau adalah seorang bintang, jaga sikap dan tindakanmu.”

Pandangan tao semakin sinis pada presdir lee

“aku tau kau sedang bersedih. Tapi kau tidak boleh egois seperti ini! Apa kau tidak berpikir akibatnya bagi member lainnya? Sadarlah!” bentak presdir lee sambil menggebrak meja.

Tao tidak dapat lagi menahan emosinya, “Apa yang kau tau tentang perasaanku? Kau bilang kau mengerti perasaanku? Heh, kau tidak akan pernah tau perasaanku! Kau bahkan tidak merasa kehilangan sedikit pun kan?!” balas tao dengan mata mulai berkaca-kaca.

“mau sampai kapan kau tenggelam dalam kesedihanmu?! Hidup harus berjalan! Kau seharusnya merasa berterimakasih dan hidup dengan baik! Bukan malah menghancurkan hidupmu sendiri!” bentak presdir lee

“semua orang bicara seperti itu! Tapi bagaimana bisa? Bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku jika demi aku orang lain meninggal?! Bagaimana? Tidak ada yang bisa mengerti perasaanku…” tangis tao pecah

“perasaanmu, perasaanmu, perasaanmu, tidakkah kau pernah memikirkan orang lain? Paling tidak pikirkan perasaan teman-temanmu! Mereka kehilangan juga, sama sepertimu! Pernahkah kau berpikir bagaimana perasaan mereka melihat keadaanmu yang seperti ini? Kau kira aku tidak tau kau mabuk-mabukan? Aku tau! Tapi kubiarkan kau, karena aku tau kau butuh waktu!” bentak presdir lee

“tidak kau tidak tau! Kau tidak tau karena kau tidak pernah kehilangan…” teriak tao sambil menangis

 

Presdir lee memandangi tao, wajahnya perlahan melembut. Presdir berjalan menjauhi tao. Ia didepan jendela dan memandang kea rah jalanan seoul yang ramai. Ia menghela napas, “Aku pernah kehilangan, semua orang pasti pernah merasakan kehilangan. Bahkan saat ini pun aku juga kehilangan. Akulah yang menemukan hyungmu itu, menariknya masuk kesini, mendidiknya, mengawasi dia berkembang. Kau pikir aku tidak merasa kehilangan?”

Tao terdiam mendengar jawaban presdir lee. Baru kali ini ia mendengar presdirnya bicara dengan nada yang begitu lembut.

 

“besok management akan mengumumkan exo vakum selama 6 bulan. Tenangkanlah hati dan pikiranmu selama 6 bulan itu. Jika waktu enam bulan itu habis dan kau tidak juga bisa mengendalikan emosimu, maka aku anggap kau tidak mau lagi berada disini. Hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu. Usahakan kau hadir di press conference besok siang.” ujar presdir lee, nadanya kembali resmi.

 

***

Tao ada di sebuah pemakaman di pinggiran kota Seoul. Keadaannya setengah mabuk. Dia berjalan sempoyongan, bahkan ditangannya masih ada botol whisky yang tinggal separo terisi. Tao berhenti disebuah makam. Dipandanginya makam itu, kemudian tao duduk disebelahnya.

“gege… kenapa kau meninggalkan aku… kenapa??? Aku rindu padamu gege…” tao mulai menangis
“kau jahat sekali meninggalkan aku seperti ini, bagaimana aku bisa hidup seperti ini gege.. jawab aku…” isaknya

Tao tidak sadar seorang gadis memperhatikannya. Gadis itu menatap tao dengan pandangan heran bercampur iba. Gadis itu menghampiri tao.

 

“ehm, permisi… tapi apa yang sedang kau lakukan disini?” si gadis bertanya

Tao memandangi orang yang memanggilnya, seorang gadis berbaju putih dengan buket bunga ditangannya. Tao bukannya menjawab, justru memalingkan wajahnya.

Si gadis kesal, merasa tao mengabaikannya.

“permisi tuan, apakah kau tidak mendengarku atau apa? Sebenarnya kau siapa? Kenapa kau menangisi kuburan ayahku?”

“ayahmu? Apa kau bercanda? Aku sedang tidak enak hati, jadi jangan bergurau. Bagaimana bisa ini kuburan ayahmu, ha?!” bentak tao

“yaa! Bagaimana bisa kau membentak-bentakku? Jelas-jelas ini kuburan ayahku! Apa kau buta atau apa?!” balas si gadis membentak tao

“omo! Kau bahkan minum-minum dikuburan ayahku?! Siapa kau ini sebenarnya?”

 

Tao bingung, dibacanya nama yang ada di nisan. Ternyata itu memang bukan makam kris. Tao lalu melirik makam disebelah makam itu, dan ia sadar ternyata makam kris adalah yang ada disebelah makam gadis itu. Sadar ia salah, ia hanya menatap gadis itu, mengangguk padanya dan pindah ke makam kris. Si gadis masih menatap punggung tao. Memperhatikan tao yang meratap di makam kris.

 

Setelah berdoa, dan meletakkan bunga dimakam ayahnya, gadis itu menghampiri tao lagi.

Ia mengulurkan tissue. Tao menoleh memandangi gadis itu yang tiba-tiba sudah duduk disebelah tao.

“aku tidak tau apa yang terjadi, tapi kalau boleh aku memberimu nasehat, berhentilah menangisi orang yang kau panggil gege itu. Sakit memang rasanya kehilangan seseorang yang kau sayang, tapi kau juga harus ingat kalau hidup harus terus berjalan. Mungkin kadang kau merasa, kenapa bukan kau saja yang mati, jika seperti itu ingatlah, masih banyak orang yang menyayangimu dan bersyukur karena kau hidup. Bukan begitu?” nasehat si gadis

“hah, kau sama saja dengan semua orang. Menyuruhku untuk melanjutkan hidupku, menyuruhku memikirkan orang lain, tapi bagaimana? Bagaimana aku bisa melakukan hal itu? Bagaimana aku bisa bersyukur atas hidupku jika demi aku gegeku harus mati?! Kalian semua sama saja! Tidak ada yang bisa memahami perasaanku!” bentak tao

“ya! Kau senang sekali membentak orang rupanya! Bagaimana mungkin kau berkata seperti itu ha?! Menyuruh orang lain perasaanmu, sungguh egois! Orang lain peduli padamu, karena itu mereka menasehatimu! Kau bilang bagaimana kau tidak bisa hidup karena demi kau gegemu yang mati? Dasar dungu! Justru karena itulah kau harus hidup dengan baik, hargai hidup yang ia berikan untukmu! Hiduplah bagi dia, kau anak bodoh!” si gadis balik membentak tao.

Tao benar marah, ia menarik si gadis berdiri dan menatapnya tajam,”kau bisa berkata begitu karena kau tidak pernah mengalaminya!”

Si gadis diam menatap tao. Ia menghela napas, kemudian duduk berjongkok di sebelah makam kris,”kau ingin mendengar sebuah cerita?”

 

***

“keluargaku adalah keluarga yang sempurna, bagiku tentu saja. Ibuku orang baik, ia selalu ada untukku. Dia sangat cantik, juga berhati baik. Dia mengajariku banyak hal, menjagaiku saat aku bermimpi buruk, bernyanyi untukku saat aku sedih. Ayahku seorang pria yang tulus dan bijaksana. Ia seorang guru yang baik. Murid-muridnya sering datang ke rumahku, untuk menemui ayahku. Ada yang hanya sekedar berkunjung, banyak juga yang meminta bantuan atau nasehat ayahku. Karena mereka berdua, aku merasa menjadi anak paling beruntung di dunia” kata si gadis

“lalu? Apa hubungannya denganku?” ujar tao sinis

“sshh, dengarkan dulu ceritaku. 4 tahun yang lalu, kami mengalami kecelakaan. Aku menjadi murid SMA saat itu, dan kami baru pulang dari upacara penerimaan murid baru. Ayahku mengajakku dan ibuku untuk pergi ke pantai, merayakan keberhasilanku masuk ke sekolah itu. Kami sampai disebuah tikungan tajam ketika tiba-tiba sebuah truk datang dari arah berlawanan. Ayahku membanting setir dan mobil kami jatuh ke sungai. Aku masih sadar saat itu, tapi tubuhku begitu lemas. Aku masih sempat melihat ayahku berjuang sekuat tenaganya, membuka pintu mobil. Ia lalu berenang sambil membawaku dan ibuku yang pingsan, padahal ayahku sendiri terluka parah. Kami berhasil sampai ke tepi sungai, dan saat itu kupikir kami semua akan selamat. Ayahku tau aku masih sadar, ia memelukku dan menenangkanku. Berkata bantuan akan datang dan kami akan baik-baik saja. Ia bahkan sempat menasehatiku untuk bersekolah yang baik dan menjadi anak yang patuh pada ibuku. Aku masih sempat melihat wajah ayahku yang tersenyum sebelum akhirnya aku pingsan. Saat aku sadar, aku sudah ada di rumah sakit. Aku melihat ada teman-temanku, juga ada murid-murid ayahku yang sering datang ke rumah. Tapi tidak ada ibuku ataupun ayahku. Kemudian merekalah yang memberi tahuku, bahwa ayahku meninggal dan ibuku masih koma. Dokter yang merawat ayahku berkata ayahku meninggal karena memaksakan tubuhnya bergerak walau tulang iganya patah, sehingga paru-parunya robek. Ia bergerak untuk menyelamatkanku dan ibuku, ia mati karena aku” cerita gadis itu.

 

Kali ini tao benar tidak bisa berkata-kata. Ia hanya bisa memandangi gadis itu, kemudian menenggak habis whiskynya.

Gadis itu tersenyum,”tapi aku tidak sedih. Aku tahu, ayahku pergi karena ia menyayangiku, ia pergi karena ingin anaknya melanjutkan hidupnya. Jadi, aku berusaha untuk hidup lebih baik dan menjadi orang berguna bagi orang lain, seperti ayahku.”

Tao merasa tersentuh mendengar cerita gadis itu, “Begitu? Jadi apa yang harus kulakukan sekarang? Bisakah kau membantuku?”

“Berhentilah menyesal dan mulailah melanjutkan hidupmu.” jawab si gadis

Tao benar-benar mabuk saat ini, pandangannya mulai kabur dan ia tertidur.

 

***

“ughh…” tao terbangun dari tidurnya. Ia masih ada disebelah makam kris. Di tangannya ada selembar tissue terselip. Tao menoleh ke makam ayah gadis itu. Ada buket bunga diatasnya, persis seperti yang di bawa gadis itu kemarin.

 

“jadi itu bukan mimpi” gumam tao. Dibacanya nama di nisan ayah si gadis, tertulis Shin Sook Gi. Tao mengingat-ingat lagi wajah gadis itu. Ia tidak terlalu cantik, tapi senyumnya manis dan menenangkan hati. Rambutnya juga indah. Tao tersenyum kecil, teringat saat gadis itu membentaknya. “Baiklah, akan kuingat dirimu nona Shin.” kata Tao sambil memandang langit.

TBC

12 thoughts on “FF: Cherish Your Life (1/2)

  1. rani berkata:

    hehehe aku bru baca saat udah komplit 2shootny
    kaget pas baca awalnya ku kira kris bakal sembuh ternyata aku harus merelakannya meninggal di ff nieh
    sedih bgt tapi lebih sedih saat denger kisah si gadis
    tapi keren lanjutkan udah ada lanjutannya nie hehehehe

  2. EXOka berkata:

    Mian, thor baru baca+comment.

    Ini ceritanya beneran nyentuh banget T.T
    Yaa… Walaupun ada sedikit typo.-.
    DAEBAK !! =’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s