FF : Secret Agent (Part 3)

 

secret-ag

Secret Agent || Part 3

by. Choi Luna (@CLN060612)

Chapter || Teen Romance, Thriller, Mystery, School, Action || G

Cast : EXO and OC’s

Other Cast: Find.

Disclaimer: Storyline is mine. Cast(s) not mine but OC is mine.

Poster by: Mekeyworld at http://artnfictionfactory.wordpress.com/

 

Author Note: Coba tebak siapa ‘Fai Lee’ itu sebelum lihat Pict Bonusnya ‘-‘)/

 

Happy Reading ^^

 

oooOooo

 

 

Jayu Park, Anyang-si

19.30 KST

Seorang pemuda berambut pirang dengan mata sedikit belo berwarna biru, sedang duduk di bangku taman dengan pandangan penuh waspada namun santai. Pemuda itu melirik ke arah jam tangannya dan mendesah. Berapa lama lagi ia harus menunggu?

Tak berapa lama, terdengar suara ringtone panggilan dari ponsel namja itu. Secepat kilat, namja itu menjawab panggilan itu.

Ye, sajangnim.”

“…”

Ye, saya akan segera kembali ke Seoul begitu mendapatkan barangnya.”

“…”

“Ah, ye. Ye. Dia sudah datang.”

Pemuda itu segera menutup ponselnya begitu seorang lelaki dengan beberapa bodyguard berjalan menghampirinya. Lelaki itu membawa sebuah koper yang sedikit lebih besar dari kebanyakan koper. Kemudian, lelaki itu menyerahkan koper tersebut.

Pemuda berambut pirang itu dengan membuka koper besar tersebut untuk memastikan isinya. Ia tersenyum puas. “Sesuai permintaan. Bayarannya sudah dikirim lewat rekening anda.”

Lelaki tua itu mengangguk lalu bergegas pergi.

Sementara pemuda pirang itu, membawa koper tersebut ke jok samping mobil Audi R8-nya yang terparkir tak jauh dari tempatnya menunggu tadi. Setelah masuk kedalam mobil, pemuda itu segera melajukan mobilnya ke arah Seoul.

Tak jauh dari mobil Audi R-8 milik pemuda pirang itu terparkir, terdapat sebuah Hummer H4 berwarna silver. Seorang yeoja berwajah sipit keturunan jepang dan seorang yeoja dengan wajah keturunan Inggris kompak menyeringai puas melihat mobil Audi itu melaju ke arah jalanan yang agak renggang.

“Kumiko-ssi, segera ikuti mobil yang dikendarai Viall Van Persie itu.” Perintah yeoja Inggris situ sambil menunjuk mobil didepan mereka yang sudah melaju.

Kumiko––yang nampaknya adalah yeoja yang duduk dibelakang kemudi, mengangguk patuh. “Apa yang akan kita lakukan terhadapnya, Stella-ssi?”

“Emm, nampaknya kita harus bermain-main sedikit dengannya. Segera mulai pertunjukan begitu jalanan sepi.”

Ye, watashi wa rikai.” Hummer itu kemudian melaju beberapa meter dibelakang Audi R8.

Viall, pemuda yang mengendarai Audi R8 sama sekali tidak menyadari bahwa ia sedang dibuntuti.

High Way Anyang, malam itu sangat sepi walau masih pukul 8 malam. Kesempatan itu tak disia-siakan oleh kedua yeoja yang berada di Hummer silver itu.

Kumiko yang duduk dibelakang setir, segera menginjak gas dalam-dalam dan mengarahkan laju mobil itu ke arah Audi R8 yang berada beberapa meter didepannya.

BRAK!

Sukses, mobil Hummer tersebut melindas Audi R8 tanpa peringatan terlebih dahulu. Audi R8 itu langsung gepeng karena bodinya yang lebih kecil daripada Hummer H4 yang berbodi besar.

CKIT!

Hummer H4 itu berhenti mendadak. Kedua yeoja yang berada di mobil Hummer sekaligus sang pelaku, bergegas menghampiri Audi R8 yang kini remuk dan berada di tengah jalan. Keduanya bersusah payah membuka pintu sebelah kanan mobil yang baru saja mereka lindas.

Setelah kesekian kalinya mereka berusaha membuka, pintu samping itu akhirnya terbuka dan mereka berdua segera menarik keluar koper yang berada disamping pengemudi itu.

“Bakar mobil ini. Kita harus pastikan dia mati dan kejadian ini terlihat seperti kecelakaan.” Kata si gadis Inggris itu seraya membawa koper tersebut menuju Hummer H4.

“Roger!”

 

FLASHBACK END

 

oooOooo

 

Seoul High School

05.30 KST

Seorang gadis yang memakai seragam lengkap memarkirkan mobil BMW X4-nya lalu berjalan santai memasuki gedung sekolahnya. Jarang terlihat bahkan hampir tak ada haksaeng yang berkeliaran di area Seoul High School karena hari masih pagi.

Gadis yang tak lain adalah Kim Hyomin, masuk kedalam perpustakaan dan melihat empat orang yeoja berseragam lengkap sedang duduk disalah satu meja dengan mata terpejam. Hyomin mendengus geli mengetahui bahwa keempat yeoja itu serius dengan ucapan mereka tadi malam lewat via phone.

“Kau sudah datang?” Jung Ah memaksa matanya untuk terbuka ketika mendengar suara pintu ditutup. Ia menatap samar siluet gadis yang menjadi hoobae-nya itu.

“Hmm.” Jawab Hyomin singkat. Ia kemudian melihat Jung Ah membangunkan secara paksa ketiga yeoja yang sepertinya enggan membuka mata itu.

“Hei, ireona! Hyomin-ssi sudah datang.”

Yang pertama terbangun adalah Serin. Yeoja itu langsung menatap Hyomin linglung lalu membungkukkan badannya, seolah Hyomin adalah seorang seonsaengnim.

“Soochan-ah, palli ireona! Astaga, Eunki-ya! Jangan tidur lagi!”

Sekitar sepuluh menit kemudian, Jung Ah, Serin, Eunki dan Soochan membuka lebar mata mereka karena Hyomin mengeluarkan dua kotak bekal berisi spaghetti dengan banyak saus dan daging yang begitu menggoda indra penciuman mereka.

Hyomin mengeluarkan beberapa kertas dari dalam tasnya sementara keempat yeoja itu, menikmati bekal yang ia bawa. Gadis yang hari ini nampak tenang itu membagikan kertas-kertas tersebut kepada keempatnya.

“Wow, kasus-kasus yang menarik.” Kata Eunki tertarik.

“Apa maksudmu menunjukkan kertas-kertas ini pada kami, Hyomin-ssi?” Tanya Serin dengan pandangan menyelidik.

Hyomin balas menatap gadis itu dengan pandangan datar dan tenang. “Ani, aku hanya berfikir kita melakukan hang out bersama dengan sebuah tantangan. Kudengar kalian suka sekali dengan tantangan.” Elaknya.

Ne! Ne! Aku suka tantangan!” Sahut Soochan semangat.

“Kurasa, tak ada salahnya kita melakukan tantangan ini. Kudengar dari beberapa temanku, ada sebuah lowongan pekerjaan lepas untuk memecahkan sebuah kasus di beberapa kantor pos penjagaan di Seoul. Dan kudengar, bayarannya lumayan, lho.” Kata Jung Ah, membuat Serin, Eunki dan Soochan tertarik.

“Benarkah?”

“Ne. Kalian mau mencobanya?” Tanya Jung Ah dengan tatapan berharap.

“Tentu saja mau!” Koor ketiganya semangat. Mereka mulai me

Sementara Hyomin yang melihat itu, menyeringai puas sambil memakan burgernya.

 

oooOooo

 

Basket Ball court

Seoul High School

11.30 KST

Hari ini, tim basket Seoul High School ada jadwal latihan. Jadi, untuk penggemar pria-pria tampan itu, sudah berkumpul memenuhi area lapangan basket indoor dan tak sedikit yyang berteriak memanggil pujaan mereka.

Sementara ditengah lapangan, Choi Minho dan Oh Sehun––dua pemuda yang menjadi ketua klub dan wakil ketua klub, sedang saling merebut bola. Keduanya bertugas menjadi center untuk menambah kedudukan.

Hal itu, membuat fans keduanya berteriak heboh melihat dua orang namja paling populer dari lima belas namja terpopuler di Seoul High School. Membuat gedung olahraga tersebut seperti penuh sesak oleh teriakan yang didominasi oleh haksaeng yeoja itu.

Hasil dari game itu tidak jauh. 2-1 untuk kemenangan tim Minho.

Untuk mengantisipasi fans-fans Sehun yang mengamuk karena idolanya kalah, Minho dengan sengaja membuka bajunya dan mengibaskan rambutnya yang lepek karena keringat, membuat semua haksaeng yang berada disana berteriak histeris. Belum cukup puas, Minho bahkan sengaja melap keringat yang berada di…abs-nya dan melemparkan tatapan menggoda yang mampu membuat sebagian haksaeng yeoja hampir jatuh pingsan saking senang dan kagetnya.

Tetapi, seorang namja cantik yang berada di tribun penonton, memutar bola matanya setengah muak. Benar-benar menggelikan apa yang dilakukan oleh seorang namja bernama Choi Minho itu. Dengan segera, ia bergegas keluar dari gedung olahraga sambil menenteng sebuah handicam merah.

Ada seseorang yang nampaknya namja itu selidiki. Matanya menyiratkan kepuasan sendiri begitu ia memutar video yang direkamnya beberapa saat lalu, di mobil Fiesta Sport-nya.

 

oooOooo

 

School Garden, Seoul High School

15.20 KST

Seorang yeoja berambut pirang dan berseragam, tampak berjalan dengan santainya memasuki taman utama di Seoul High School. Dibelakang yeoja itu, terdapat dua orang namja berpakaian seragam juga, mengikuti setiap langkah yeoja didepan mereka.

Jiyeon Park––yeoja berambut pirang itu, tiba-tiba menghentikan langkahnya ketika melihat sesosok yeoja yang sangat ia kenal sedang duduk disalah satu bangku taman. Yeoja itu kemudian berbalik menatap kedua ‘bodyguard’-nya.

“Wooyoung oppa, Sandeul oppa. Kalian disini saja, oke? Nayeon sudah berada disini.” Katanya riang.

Wooyoung dan Sandeul mengangguk. “Selamat bermain, Nona Muda.”

Jiyeon mengangguk sekilas dan meneruskan langkahnya dengan berlari-lari kecil. “Na-ya!” Panggil Jiyeon.

Jung Nayeon menoleh dan tersenyum bersemangat melihat sahabatnya sedari kecil itu. “Seharusnya tidak usah berlari, Ji-ya.” Nasehat Nayeon lembut.

Jiyeon cengengesan. “Kau bawa bekalnya? Aku bawa es krim-nya.”

“Tentu saja! Kita kan harus menikmati hari bebas ini.” Kata Nayeon lalu memperlihatkan kotak bekal yang berwarna-warni pada Jiyeon.

Nado! Sandeul oppa membelikanku es krim dengan berbagai rasa. Aku sangat berterima kasih padanya karena mau membelikan es krim-es krim ini.” Kata Jiyeon polos lalu duduk bersila di atas kursi taman, menghadap Nayeon.

“Wuah! Aku mau yang rasa blueberry, ya!” Ucap Nayeon setelah melihat ice cream dalam bentuk kotak makan itu.

Jiyeon mengangguk lalu mulai melahap roti panggang dari kotak bekal Nayeon. Sementara Nayeon, memasukkan beberapa potong nugget kedalam mulutnya.

“Oiya, by the way, Na-ya. Apa kau tau? Youngmin oppa dan Kwangmin oppa pulang kerumah mereka hari ini.” Celetuk Jiyeon membuat Nayeon menatap kearahnya.

“Jinjja? Untuk apa? Tumben sekali.”

“Benar kan? Memang tumben sekali mereka mau pulang ke rumah. Kata Wooyoung oppa yang mencari tahu, mereka pulang kerumah karena kaki tangan Jo ahjussi dan Jo ahjumma dikabarkan tewas diperjalanan menuju Seoul.”

“Wooho! Jangan bilang itu Viall oppa?!”

“Hmm, sayang sekali memang dia…”

Omo! Padahal aku fansnya.. tapi kenapa..”

Nado.. sayang sekali…”

Keduanya larut dalam keheningan dengan aura sedih. Jiyeon melahap sesuap es krim dengan tak bersemangat, begitupula dengan Nayeon yang melahap kimchi-nya dengan lesu. Mereka berdua bertingkah seolah Viall adalah idola mereka, walau memang kenyataannya begitu.

“Bagaimana kalau kita berkunjung ke makamnya nanti?” Ajak Nayeon, memecah keheningan diantara mereka berdua.

“Boleh-boleh.. sediakan tisu yang banyak kalau-kalau kita menangis nanti.” Canda Jiyeon.

“Hahaha, kau bisa saja! Ayo makan lagi!”

Keduanya kemudian larut dalam canda tawa. Wooyoung, Sandeul, Joon dan Jeongmin yang melihat itu, ikut tersenyum seolah keceriaan majikan mereka, menyebar lewat udara yang hangat disiang itu.

Mereka berempat bahkan tak sadar ada dua sosok orang sedang mengintai kedua majikan mereka, dan kini tersenyum licik. Salah seorangnya mengeluarkan ponsel dan mengirimkan pesan ke seseorang.

Plan A, siap dijalankan.

 

oooOooo

 

Cia teen Area

18.45 KST

Lee Junsu memasuki area kolam renang indoor itu dengan tampang datar. Ia melihat ke arah kolam renang dan segera mengalihkan tatapannya, tak mau melihat tatapan tajam dari ketujuh orang di dalam kolam renang itu.

Seonsaengnim! Sampai kapan kami berada disini?! Kami tidak kuat lagi! Neomu chupta!” Teriak Ho kedinginan.

Ya, sejak jam 6 tadi, Junsu menyuruh mereka bertujuh berendam di kolam renang dengan air bersuhu dibawah 18 derajat dan tanpa penghangat ruangan. Bisa dibayangkan kah bagaimana dinginnya itu?

“Kalian bertujuh atau hanya kau saja, Ho-ssi?” Tanya Junsu santai.

“Kami!” Koor ketujuhnya dengan suara keras yang bergema.

“Cih, biasanya juga seperti ini.” Cibir Junsu.

“Tapi kami kan sudah biasa menggunakan air panas untuk mandi ataupun berendam. Jelas engga kuat dong, saem.” Kata Jii membujuk Junsu.

Xiao Lu yang sepertinya bisa berfikir walau tubuhnya kedinginan, sebuah ide hebat membuatnya menyeletuk. “Seonsaengnim! Diapartemen saya dan Luna terdapat sistem air dingin. Saya yakin Luna juga menggunakan air dingin setiap mandi. Jadi, kami berdua masih terbiasa.”

Mendengar celetukan itu, Junsu menoleh diikuti yang lainnya. “Benarkah?” Tanya Junsu menyelidiki.

Xiao Lu mengangguk lalu menoleh ke arah Luna, meminta gadis itu mengangguk saja.

“Baiklah, kalian boleh naik.” Kata Junsu setelah Luna mengangguk tegas.

“Curang! Kami bagaimana, saem?!” Teriak Sam tak terima. Sementara Xiao Lu dan Luna bergegas meng-kaburkan diri dari sana.

“Ho, kau juga naiklah. Bukankah gengster yang kau masuki sedang melakukan pertemuan dengan beberapa angota?” Junsu mengabaikan teriakan Sam.

Saem!” Koor Jii, Sam, Mike dan Fai tak terima.

“Kalian diamlah!” Bentak Junsu emosi. “Berendamlah sampai 10 menit lagi. Aku punya misi untuk kalian.”

 

oooOooo

 

Pub in Cheondang-dom

19.30 KST

Suara musik yang keras menyebar keseluruh pelosok bangunan bertingkat tiga yang redup itu. Dilantai dasar, banyak orang yang menari mengikuti alunan musik. Sementara dilantai dua, terdapat banyak meja yang diisi untuk orang-orang yang ingin minum. Dan terakhir, dilantai tiga.. disana terdapat orang-orang yang ingin… yah, kalian tahu sendiri apa yang dilakukan orang-orang yang sudah mabuk disana.

“Oh hyeong!” Chen yang melihat Luhan baru saja keluar dari lift, mengangkat tangan kanannya, sementara tangan kirinya memegang gelas berisi soju.

“Kau lama sekali!” Kata Kris setengah berteriak ketika Luhan sudah duduk ditengah-tengah mereka.

Mian. Aku ada urusan dengan hyeongku.” Sahut Luhan lalu segera meminum soju setelah Kyungsoo menyodorkan segelas soju untuknya.

“Oh, Kai! Berhentilah minum! Kau sudah mabuk! Chanyeol-ah! Baekhyun-ah! Sadarlah! Kalian namja dan jangan sampai melakukan hal-hal berbau homo! Menjauh!” Suho marah-marah diantara mereka dengan tidak jelas. Mungkin itu karena efek soju.

“Dari jam berapa kalian disini?” Tanya Luhan heran.

“Jam tujuh!” Sahut Tao enteng. “Kai mengajak kami satu jam lebih awal karena ia sudah tidak tahan ingin minum.”

Luhan menggelengkan kepalanya lalu menoleh ke arah Sehun. Ia sedikit risih karena namja itu menatapnya dengan pandangan sulit diartikan sejak ia datang tadi. “Ada apa denganmu?”

Hyeong, kenapa kau masuk kesana?” Tanya Sehun spontan.

Mwo?” Luhan mengernyit bingung.

“Kenapa kau masuk ke Gengster SWAK itu?”

PRANG!

“APA?!”

JINJJA?!

HOEK!

Luhan terdiam membeku. Ia bahkan menghiraukan teriakan membahana Xiumin, Kris, Lay, Kyungsoo dan Tao, juga ekspresi terkejut Suho, Kai, Chen. Dan Baekhyun juga Chanyeol yang muntah.

“Kau… tahu darimana?” Tanya Luhan kemudian.

“Kau benar-benar masuk kesana, hyeong?” Tanya Lay tak percaya.

“Kau tahu darimana, Oh Sehun?!” Bukannya menjawab pertanyaan Lay, namja imut itu mendesak Sehun untuk berbicara.

“Salah satu temanku yang masuk sana, memberitahuku. Apa itu benar?” Jawab Sehun mencicit.

Luhan menghela nafas, berusaha sok mendramatisir. “Benar. Aku masuk sana karena hyeongku juga. Aku terlalu khawatir ia masuk kesana sendirian…”

“Memangnya ada apa, Lu?” Tanya Xiumin heran.

Hyeongku itu, sejak dulu sering di bully. Ia bercita-cita ingin menjadi leader gengster terkenal namun impiannya harus musnah karena nyalinya habis setelah bertahun-tahun menjadi korban pembully-an.”

“Mwo? Bagaimana bisa hyeongmu itu di bully? Bukankah keluargamu kaya?” Kris bertanya heran.

“Itu karena hyeong-ku itu anak angkat dikeluarga kami. Dan dengan cita-citanya itu, appa dan eomma membencinya dan ia terkena bully-an dikalangan orang-orang kaya lainnya. Jadi, karena khawatir dengan keadaan hyeongku itu, aku memutuskan untuk ikut bergabung dan memantaunya.”

Omona..” Gumam Tao.

“Tak apa, hyeong. Kris hyeong kan dulu mantan gengster. Kau berkonsultasilah padanya.” Saran Kyungsoo seenak jidatnya.

Majja! Kris-ah! Kau bantu masalah Luhan, ne?” Xiumin pun turut menyarankan.

Luhan terkekeh melihat ekspresi merajuk dari Kris. “Ani, ani. Aku masih bisa mengatasinya. Oh ya, kenapa tumben sekali tidak ada ‘yeoja’ disekitar kalian?”

Semua saling berpandangan sebelum Kai menyambar pertanyaan Luhan.

“Kyungsoo hyeong trauma dan menjadi hati-hati sejak Baekhyun hyeong sempat terkena skandal dengan seorang yeoja yang ternyata artis pendatang baru!” Katanya dengan eskrpesi kesal.

Kyungsoo secepat kilat menjitak kepala Kai. “Ani! Kau ini pikirannya kenapa hanya ada soju, bir dan yeoja saja sih?!”

“Sudah, sudah. Kalian ini…” Suho segera menengahi teman-temannya dengan sisa-sisa kesadaran yang mulai kembali itu.

Tiba-tiba Lay memukul-mukul lengan Suho tanpa melihat ke arah namja yang tengah kesakitan itu.

“Aw, aw! Apaan sih?!”

Hyeong, hyeong! Itu bukannya Kim Hyomin?” Tanya Lay heboh sambil menunjuk-nujuk sesuatu.

“EH?! Mana, mana?!”

Semua menoleh dan kemudian melotot. Memang benar, seorang gadis memakai sweater dan rok mini baru saja keluar dari lift, menghentikan langkahnya dan tampak sedang memperhatikan ponselnya.

“Sedang apa dia disini?” Nada bicara Kyungsoo seperti orang terkejut.

“Eii, apa dia gadis baik-baik?” Celetuk Kai yang lagsung mendapat jitakan dari Sehun. “YA!”

“Ssst, diamlah, Kai-ya. Aku yakin dia gadis baik-baik kok…” Kata Chen sebal, entah membela atau apa.

Sementara kedua belas namja itu menerka-nerka penasaran, Kim Hyomin berjalan ke arah sebuah meja kosong yang agak jauh dari namja-namja itu dan duduk diam. Seorang pelayan menghampirinya dan mencatat pesanan gadis itu.

Mwoya? Dia ke pub bukannya memesan bir kenapa malah memesan jus jeruk?” Tanya Tao heran ketika pelayan tadi kembali dengan segelas jus jeruk.

“Sepertinya dia sedang menunggu seseorang..” Sahut Sehun datar.

“Eiii, kau cemburu, kan? Aigoo, uri Sehunnie sudah besar!” Ejek Chanyeol puas.

Sementara Luhan, ia menatap intens kepada gadis yang duduk tak jauh darinya itu. Ada perasaan penasaran yang tinggi menyelimuti hatinya, dan banyak pertanyaan yang muncul diotaknya.

 

oooOooo

 

Hyomin sang target yang sedang dibicarakan, malah tampak tak peduli dengan sekitarnya dan terus saja berkutat pada ponselnya seraya menyeruput jus jeruk didepannya itu. Ia bahkan tak menyadari seorang namja sedang berjalan ke arahnya sambil menyeringai.

“Lama tak bertemu, Luna Kim-ssi?” Sapa namja itu setelah ia berada dibelakang Hyomin.

OHOK OHOK OHOK!!

Dengan terbatuk-batuk, Hyomin menoleh ke belakang secepat kilat. Matanya membulat sempurna ketika melihat siapa yang menyapanya barusan.

“Ne-neo…”

oooOooo

 

Ya, kira-kira siapa itu?” Tanya Xiumin yang makin penasaran setelah melihat Hyomin yang nampak terkejut.

Mollayo. Aku tak mengenalnya.” Sahut Kai cuek lalu menenggak soju-nya.

“Siapa ya… Aku makin penasaran dengan gadis ini.” Ujar Suho jujur.

Hyeong! Ponselmu berbunyi.” Chen menepuk bahu Luhan pelan lalu menunjuk ponsel namja yang berada di meja.

Luhan yang sedari tadi fokus, menoleh lalu  menyambar ponselnya dan segera berdiri menjauh sebelum mengangkat panggilan itu.

“Ada apa dengan Luhan hyeong?” Tanya Kris heran. Sementara Sehun memperhatikan sosok namja yang tengah menerima panggilan itu.

Molla, mungkin dari hyeong-nya?” Sahut Kyungsoo juga cuek lalu menyambar gelas soju milik Kai.

Ya!! Hyeong, kau.. aish!”

“Sudah, sudah. Kalian ini..” Lagi-lagi Suho harus menengahi pertengkaran teman-temannya.

“Aneh, kenapa Kim Hyomin juga seperti sedang menelepon ya?” Celetuk Chanyeol yang ternyata sedari tadi memperhatikan gadis dan namja misterius tadi.

“Biarkan saja dia. Eiih, kau ingin menjadi stalker, Park Chanyeol?” Ejek Baekhyun yang langsung mendapat cibiran dari sang korban ejekan.

Guys! Aku pulang dulu, oke? Ada urusan mendadak!” Pamit Luhan lalu segera ngacir dan menghilang dibalik lift.

“Apa-apaan dia?” Tanya Xiumin tak percaya. Pasalnya, Luhan selalu mengatakan alasan jika ia harus pulang terlebih dahulu dari hang out mereka dengan kalimat panjang lebar.

“Lho, dimana Kim Hyomin?” Chen bertanya sambil melotot kaget.

Mwoya? Kenapa bertepatan dengan Luhan hyeong, ya?” Kata Sehun penasaran.

Aish, sudahlah! Jangan urusi urusan orang lain!” Sungut Kai. “By the way, Kyungsoo hyeong! Oh ayolah, malam ini saja yeoja-yeoja cantik itu menemani kita. Ya? Ya?” Bujuk Kai lagi, kali dengan puppy eyes gagalnya.

Rupanya Kai sedari tadi diam itu karena sibuk memperhatikan yeoja-yeoja sexy yang lewat disekitar meja mereka.

“Kubilang tidak ya tidak, Kim Jongin!!”

 

oooOooo

 

20.46 KST

Seorang pemuda berambut blonde memarkir sebuah Ferrari 458 dengan sembarangan. Dipunggungnya terdapat sebuah tas punggung hitam yang tersamar didalam jaketnya.

Ia kemudian melangkah memasuki gudang bekas yang tertutup oleh hutan-hutan lebat di pinggir kota Seoul.

Tetapi, langkahnya terhenti ketika dua orang pria bertubuh kekar menghadangnya memasuki lebih jauh gudang bekas itu.

“Ada urusan apa kemari? Dan siapa kau?” Tanya salah seorangnya yang memakai topi.

“Aku kesini untuk menemui Cho Kyuhyun. Tolong bilang padanya, bahwa aku, Lee Hyukjae anak buahnya, harus segera menemui Cho Kyuhyun karena aku mempunyai informasi tentang adiknya.” Kata pemuda berambut blonde itu tenang.

Kedua petugas itu saling tatap sebentar sebelum si pria bertopi berkata, “ Tunggu disini, kami harus memastikannya terlebih dahulu.”

Lee Hyukjae hanya mengangkat kedua bahunya acuh. Ia kemudian menunggu bersama pria kedua dan tak lama kemudian, pria tadi kembali bersama sesosok namja yang sangat dikenalinya.

“A-Yo, Kyuhyun-ah!” Katanya semangat lalu menggerakkan sebelah alisnya.

“Hei, hyeong! Ada kabar apa hingga kemari?” Tanya namja berambut cokelat yang dikenal dengan nama Cho Kyuhyun itu.

“Aku menemukan Hyomin.” Jawaban Hyukjae membuat Kyuhyun membulatkan matanya kaget. “Dia sedang dalam perjalanan ke pantai sebelah barat Korea Selatan, pas sekali barat kota Seoul. Jika kau tak segera kesana terlebih dahulu, dongsaengmu yang satu lagi akan menemukannya. Aku yakin, saat ini Xi Luhan yang itu sudah mendengar informasi ini juga.”

Mwo? Arraseo, aku akan mengatakan ini pada boss-ku dan meminta ijin untuk pulang dahulu. Kau tunggulah di mobilmu.” Kata Kyuhyun panik––oh, atau hanya pura-pura saja sebenarnya?

Ne, akan kutunggu. Jadi cepatlah.”

 

oooOooo

 

20.50 KST

Mobil Ferrari 458 itu melaju kencang membelah jalanan yang renggang itu. Di kursi pengemudi, seorang namja berambut blonde tampak tengah serius mengatur laju mobil tersebut sementara disebelahnya, seorang namja berambut cokelat tampak tengah serius dengan PSP-nya.

Ya, Sam hyeong. Apa yang sebenarnya membawamu untuk menjemputku?” Tiba-tiba namja berambut cokelat itu bertanya. Matanya masih terfokus kepada layar PSP-nya.

“Junsu seonsaengnim yang menyuruhku untuk menjemputmu. Kita punya tugas di pelabuhan itu.” Jawab namja bernama Sam itu.

“Apa tugasnya?” Tanya Ho lagi, merasa tertarik.

“Hmm, kau penasaran juga ternyata. Dimana Holmes Cho yang cuek itu, huh?” Ledek Sam. Ho tak merespon, membuat Sam akhirnya berdehem. “Kau akan tahu setelah sampai nanti.”

Ho memutar matanya, jengah. Sudah rahasia umum jika Sam akan pura-pura misterius. Tapi, ujung-ujungnya, dia sendirilah yang akan membocorkan rahasia tersebut. Lucu, bukan?

Empat puluh lima menit kemudian, mereka tiba di pelabuhan dan melihat sudah ada  dua mobil plus enam orang. Huh? Enam?

Mwoya? Kenapa ada Yong disini?!” Ho seketika berteriak syok setelah mengetahui siapa ‘tamu’ tak terduga mereka.

Annyeong, sunbae-nim.” Sapa namja cool yang bersandi ‘Yong’ tersebut.

“Dia berkunjung kemari karena sedang liburan. Dan salah satu anggota-nya merengek untuk bertemu dengan oppa-nya.” Jelas Jii yang membuat Ho paham.

“Ah, si Alex kangen Mike ya.. Tumben banget.”

Back to topic. Kita ngapain disini?” Tanya Luna dengan nada dingin dan aura yang semakin seram saja.

“Errr… err…” Jii dan Sam menggeram, bingung harus mengatakan apa pada gadis yang kini menatap mereka dengan tatapan menuntut yang menyeramkan.

“Tenang dulu dong, Lu. Junsu seonsaengnim menyuruh kita mengawal beberapa truck yang mengangkut kebutuhan senjata kita. Senjata-senjata didalam truck tersebut, nanti akan di modifikasi oleh Park Hyera noona.” Jelas Fai lancar. Namja itu berusaha sekuat tenaga untuk tidak takut dengan deact glare gadis itu yang seperti mengatakan aku-tidak-sudi-terlalu-lama-disini.

“APA? CUMA ITU?!” Teriak Xiao Lu protes.

“Jangan bilang ‘cuma itu’, Xiao Lu!” Sentak Jii kesal. “Senjata-senjata ini juga untuk kita! Kau ini…”

“Oke, oke. Slow hyeong, slow..”

“Kalau begitu, ayo. Aku sudah mulai mengantuk.”

“Baiklah. Ho dan Sam berada didepan. Yong dan Fai diantara truck 1 dan 2, Xiao Lu diantara truck 2 dan 3 sementara aku dan Luna dibelakang. Karena seonsaengnim tak ingin truck-truck ini mendapat perhatian, kita harus jaga jarak. Arra?” Jii mulai mengatur posisi pengawalan itu.

“Dan tidak ada protes!” Sela Jii cepat ketika melihat Luna sudah akan membuka mulut iblisnya. “Harus ada yang memastikan kau ikut masuk kedalam markas. Karena setelah ini kita akan berkum––HEI LUNA!”

Luna menghiraukan panggilan Jii. Terlalu dongkol untuk mendengar kata-kata selanjutnya. Ia segera masuk kedalam BMW-nya dan duduk dibelakang kemudi.

Fai dan Mike menepuk bahu Jii pelan, seakan menyuruh leader mereka untuk bersabar. Kemudian ketujuh namja itu masuk kedalam mobil yang sudah diinstruksikan Jii lalu mulai bergerak mengawal tiga truck besar itu.

Keempat mobil itu akhirnya bergerak mengawal tiga truck dengan teratur dan sama sekali tak terlihat mencurigakan bahkan setelah berkali-kali melewati pos polisi setempat.

CKIITTT

BRAK!

Setelah sampai di ‘markas’, Luna menghentikan mobilnya secara brutal lalu membuka paksa dan bergegas kabur sebelum masuk lebih jauh kawasan yang sudah lama menjadi tempat tinggalnya.

Ya, Ya, Ya! Luna Kim!” Jii segera mengejar gadis itu dan menahannya untuk kabur menggunakan mobil lain yang stand by di parkiran markas mereka.

Ya, apa kau lupa sebentar lagi kita berkumpul, eoh?! Junsu seonsaengnim, menyuruh kita berkumpul dan menemui mere—“

“Aku tidak mau!” Sebelum Jii menyelesaikan kalimatnya, Luna segera memotong ucapan namja itu.

Mwo?”

“Kubilang aku tidak mau!”

Luna sekuat tenaga menyentakkan cengkraman tangan Jii yang semakin kuat saja di pergelangan tangannya.

“Luna, aku tahu kau tidak ingin bertemu orang itu. Tapi setidaknya kau temui BoA sajangnim dan Yunho sajangnim. Bagaimanapun juga mereka adalah orang tua-mu!” Teriak Jii mulai emosi. Rahangnya mengeras menahan marah melihat tingkah seenaknya dari gadis itu.

“MEREKA BUKAN ORANG TUAKU, JII-SSI! MEREKA! BUKAN! ORANG TUAKU!!” Teriak Luna ikut emosi.

Cengkraman dipergelangan gadis itu melonggar seketika yang berhasil dimanfaatkan untuk lepas dari leader ganteng satu itu.

“Setidaknya kau menemui mereka.. Apalagi orang itu.. Kau tahu kan jika mereka tak suka melihat kau menghindar? Apa kau tak mengerti bagaimana cemasnya kami sampai kau disiksa karena masalah yang sama? Walau kau tak pernah menangis diperlakukan seperti itu, walau kami tak tahu kau ini manusia atau robot sampai-sampai tak bereaksi diperlakukan seperti itu, setidaknya kau adalah rekan kami, rekan seperjuangan kami. Jadi—“

Lagi. Ucapan sang leader tampan terpotong. Bukan. Bukan Luna yang memotong ucapannya. Melainkan benda yang baru saja gadis itu keluarkan dari saku hoodie-nya dan kini menempel di keningnya, siap memuntahkan timah panas yang akan bersarang mutlak dikepalanya. Ya, benda yang dikeluarkan Luna adalah sebuah handgun keluaran terbaru.

“Bicara sekali lagi, akan kupastikan peluru di handgun ini langsung bersarang di otakmu, Jung Jinyoung-ssi.” Kata Luna dingin.

“Luna!!” Mike, Xiao Lu dan Fai berteriak kaget sementara Sam, Ho dan Yong refleks mengeluarkan handgun mereka.

 “Aku yakin kau tidak akan bertindak gegabah, Jii-ssi. Aku tak peduli jika harus keluar dari organisasi ini. Itu malah sangat bagus buatku.” Bukannya merespon, Luna menyeringai melihat Jii yang ketakutan. “Kau tahu kemampuanku, bukan?”

Jii mengangguk pelan dan megangkat kedua tangannya tanda menyerah. Luna tersenyum puas (read: licik), berbalik lalu berjalan sambil melambai acuh. Ia kemudian masuk kedalam mobil KIA Red dan segera melajukan mobil tersebut menjauhi markas rahasia itu.

 

oooOooo

 

21.20 KST

Sam dan Ho memapah Jii duduk di sofa dinning room gedung megah. Ya, namja itu nampaknya masih syok dengan apa yang terjadi barusan.

Hyeong, igeo…” Fai menyodorkan segelas air untuk Jii yang langsung diteguk namja itu sampai habis.

“Aku tidak menyangka gadis itu akan melakukan segala cara agar bisa kabur.” Celetuk Xiao Lu dengan ekspresi sama kagetnya dengan Jii.

Ne. Nado.” Sahut Fai.

ZET..

Pintu kaca penghubung living room dan dinning room secara otomatis, menandakan bahwa ada orang yang ingin masuk. Dan benar saja, ada Junsu dan beberapa orang yang sangat mereka kenal.

“Wah, wah, ada apa ini?” Seorang yeoja ‘muda’, menyapa ketujuh namja itu dengan suara riang.

“Ah, sajangnim!” Jii dan lainnya segera membungkuk, memberi hormat.

“A-yo! Mike Choi!” Seorang gadis tomboy menyapa Mike yang notabene adalah kakaknya.

“Hei, bro! Lama tak jumpa kan?” Sapa Mike balik lalu ber-high five.

“Dimana Luna?” Seorang namja cute yang siapa saja bakalan terkecoh dengan wajahnya, bertanya dengan raut wajah serius.

“Eeeh, eeh.. itu…” Jii secepat kilat berfikir, berusaha menemukan ide agar Luna tak terkena masalah.

“Kabur lagi ya?” Tebak namja cute itu, lalu menyeringai puas.

“Kau tahu sendiri kan Lǐngdǎo Lián (leader Lian).” Namja bersandi ‘Yong’ itu menyahut menggunakan bahasa China yang fasih.

“Jadi memang benar ya?!” Kwon BoA, salah satu petinggi CIA teen, mendelik marah.

“Eee, ee…”

 “Sudahlah, Jii-ya. Kau tak usah melindunginya.” Pria yang kira-kira sebaya dengan Junsu menyahut tenang. Ya, siapa yang tak kenal Kim Yunho yang ganteng namun sadis itu?

Akhirnya, Jii, Sam, Ho, Xiao Lu, Mike dan Fai menunduk pasrah. Tak ada gunanya menyangkal jika sudah begitu.

 

oooOooo

 

“Dia memang tidak ada kapoknya! Sudah tahu kami sangat tidak suka jika ia menghindari Lian yang notabene adalah kakak kandungnya! Aish! Harus dengan apalagi kita menegurnya, Yunho-ssi?!” BoA masih saja marah-marah sampai setengah jam berikutnya.

“Sudahlah, BoA-ssi. Tidak ada gunanya kau marah-marah dan menghukumnya lagi. Anak itu jelas akan bertindak diluar pikiran kita jika kau terus saja menghukumnya dengan hukuman yang omong-omong sedikit menakutkan itu.” Nasehat Yunho santai sambil meminum teh hangatnya.

BoA mendecak kesal sementara Jii dan kelima rekannya mendelik tak percaya. SEDIKIT MENAKUTKAN?!

“Hahaha, Jii sunbae! Matamu hampir keluar, tahu tidak?” Alexandra atau Alex yang notabene adalah adik kandung dari Mike, mengejek leader kubu Korea itu yang disambut oleh tawa dari kedua rekannya.

Shut up Alex-ssi!” Cetus Jii sinis.

“Tidak boleh menghukum anak itu lagi?! Sial. Padahal aku sudah memikirkan hukuman terbagus diotakku.” Gumam BoA lalu sekali lagi mendecak kesal.

“BoA sajangnim, sebaiknya Luna memang jangan dihukum lagi.. Dia bahkan berkata tidak peduli jika harus keluar dari CIA teen..” Mike tiba-tiba membuka suaranya. Semua langsung menatap tajam kearah namja bermata belo itu.

“Dia sampai berkata begitu? Ck, benar-benar!” Gerutuan BoA pun berlanjut.

Sementara Junsu sibuk menenangkan BoA, Yunho mengangkat kedua bahunya, seakan menjawab pembelaan Mike.

“Coba saja Luna sunbae itu bukan termasuk danger, ia pasti dapat diperintah dengan mudah dan tidak akan mendapat siksaan dari suami-istri innocent namun kejam ini…” Gumam Yong yang masih bisa didengar oleh oleh BoA-Yunho.

“APA KATAMU?!”

 

oooOooo

 

Dormitory Seoul High School

22.55 KST

Oppa sudah datang?” Jiyeon menyambut riang kehadiran Sandeul yang membawa beberapa kresek makanan.

“Wow, Sandeul oppa bawa apa?” Jung Nayeon, gadis yang menjadi sahabat sekaligus rommate Jiyeon, menghambur dan menyambar kresek makanan itu.

Jiyeon pun dengan cepat bergabung dengan Nayeon yang sekarang sedang asyik menikmati pisang keju dari Sandeul tersebut.

“Astaga, nona-nona ini seperti tidak pernah makan saja.” Sindir Sandeul yang dengan cepat medapat lemparan bantal dari Jiyeon.

Sandeul yang tidak menyia-nyiakan moment lucu itu—dimana Jiyeon dan Nayeon belepotan keju dan susu, segera merekam moment tersebut dengan ponselnya sambil terus tertawa. Tetapi, tawanya langsung lenyap ketika melihat ke arah jendela kamar tersebut.

Oppa? Kau kenapa?” Jiyeon yang mengira Sandeul marah, segera menghampiri namja itu. Namun, Sandeul malah menjauh dan malah mematikan lampu kamar tersebut.

YA! Kenapa oppa?!” Tanya Jiyeon takut-takut. Ia tahu jika Sandeul sudah begini, berarti ada yang mengincarnya.

“Jiyeon-ah, Nayeon-ah. Kalian tetap disini! Kunci pintunya setelah aku keluar! Tiarap kalau perlu! Pokoknya jangan kemana-mana sebelum Wooyoung, Joon dan Jeongmin kemari!” Perintah Sandeul sembari menutup gorden dan melangkah keluar.

“Hati-hati oppa!” Kata Jiyeon khawatir.

Sandeul berbalik, mengangguk lalu tersenyum yakin. Setelah itu, namja itu berlari cepat keluar dari asrama putri dan berlari ke gedung sekolah yang bersebrangan dengan gedung asrama putri.

Setelah hampir sampai ke rooftop, ia memelankan langkahnya dan mengendap-endap mendekati pintu yang akan membawanya ke atap sekolah tersebut.

BRUAK!

Dengan kasar, Sandeul menendang pintu itu lalu memandang dua sosok manusia dengan padangan menantang.

“Siapa kalian hah?!”

Kedua sosok itu saling berpandangan sejenak lalu melemparkan tatapan mengejek pada Sandeul.

Tak lama kemudian…

HMMFFT!!

Tubuh Sandeul tiba-tiba jatuh lemas ketika seseorang dari arah belakang membekapnya dengan bius.

“Kerja bagus, sayang kau terlambat.” Salah satu sosok yang ternyata adalah seorang namja, menyahut lega.

Yeah, thanks and sorry. Lalu, mau kau apakan dia, Minwoo-ssi?”

“Karena dia sepertinya mengetahui rencana kita, tolong kau urus dia… Kim Myungsoo-ssi.” Pinta namja bernama Minwoo itu yang disambut anggukan dan seringaian dari namja bernama Myungsoo itu.

 

oooOooo

 

Pada saat yang bersamaan…

Seorang gadis berjalan memasuki asrama putri dan menghiraukan tatapan mengerikan dari satpam penjaga gedung itu. Ia berjalan was-was dan hampir saja gila karena terbayang-bayang peristiwa-peristiwa yang terjadi selama hidupnya.

‘Apakah aku bisa menemukan mereka?’

Batin gadis itu yang tak lain adalah Kim Hyomin sambil melompat ke tempat tidur empuknya. Beruntung ia tidak berbagi kamar dengan haksaeng yeoja lainnya.

Gadis yang tampak sedang banyak pikiran tersebut, kemudian terlelap beberapa saat setelah termenung memikirkan masa lalunya. Tanpa tahu akan ada kejadian besar yang akan menyeretnya untuk menyelesaikan masalah besar.

 

oooOooo

 


Annyeong~ Lohaa~~

Maaf ya, chapter ini ngaret banget nget nget (T-T) salahkan WiFi yang rusak dan tukang service-nya yang banyak alasan itu (T-T)

Okeee~ Bagaimana dengan chapter ini? Semoga suka ya? Ya? Iya dong #maksa #plak

Oiya, di Chapter 2, ada yang coment lebih suka nama Markus daripada Ho. Nah, disini aku punya alasan kenapa engga pake nama Markus buat si evil Kyu. Wae? Karena, pasti bisa langsung menebak siapa saja CIA teen disini. Dan aku takut ceritanya jadi engga bikin penasaran lagi.. Hehehe :>

Dan… Luna kasih pict bonus deh karena banyak yang bingung sama anggotanya CIA teen😄

 

cats123

15 thoughts on “FF : Secret Agent (Part 3)

  1. Dessy asahi berkata:

    tambh ribet,
    sbner’y apa hbungan luna sma kejadian itu? Masa lalu’y luna bkin pnasasan,
    part exo’y sdikit, next chapter panjangn ya.. Hehehe

    keep writing!

  2. soorin 2312 berkata:

    Makin bikin penasaran dan bingung…penasaran masih ada cast sapa aja lg stlh member infinite pun jg ada…bingung ma alurny…terlalu bnyk yg ditutupi jadi makin bingung…k k k
    sbnrny ini ada brp klmpok sih??lalu anggota CIA teen ada brp??itu yg pto trakhir bknny L infinite ya??tp…ah molla…yg jlas bkin penasaran dan hrs menunggu sminggu-2 mggu lg ya???
    Next chapter dtunggu🙂

  3. orihimeindi berkata:

    Penasaran iya tapi terlalu bingung, semua kejadian digabung dengan sandi dan kode nama.
    .__.
    Oke mike itu minho?
    Tapi kenapa para agen malah terlihat tidak saling mengenal satu sama lain.
    Dan leadernya jung jinyoung omoooo…
    Ceritanya memang bikin penasaran, tapi ada beberapa part yang sepertinya dipaksa masuk ke dalam cerita.jadinya bikin bingung itu maksudnya apa?kejadian ini maksudnya gimana.
    Tapi punya fakta yang mengejutkan, dan bkin aku salah menebak2 :3
    Hehehehehe…
    Alur cerita gak bisa ditebak ^^ dan itu bikin makin penasaran

  4. MRS’BABY berkata:

    Seperti biasa, kali ini juga sama seperti sebelumnya. Tetap WAH dan semakin membuat readers penasaran

    keep writing ^^
    ditunggu selalu next chapter-nya;)

  5. ChoChoi45 berkata:

    cengo O.o
    ini keren demi apapun, tp tetep luna aku slalu kebayang luna fx dan itu member exo minus luhan mo dimanpaatin ya??
    ah molla!! ditunggu next chap!!

  6. Hwang Jisoo berkata:

    Widiiiih…
    Kembaran gw nambah lagi –MINWOO– (“-_-)
    Pertama gw pikir Fai tuh siTaemin hyung, krn ciri2nya namja cantik truz sipatnya juga ke kanak2kan. Kalok Onew hyung kn seharusnya namja tampan berwajah tahu #plaaak *di gebukin shawol*
    maaf y Authornim, aku baru comen skrg. Aku readers baru, aku sengaja comen di last chap supaya bisa bilang
    NEXT THOR
    KEP WRITING ^_<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s