FF: Ghost Rider (Part 4)

 

Ghost Rider

Author : Oh Mi Ja

Genre : Horror. Mystery, Comedy, Friendship

cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Support Cast : Kim Myungsoo (Infinite), Kim Jongdae

 –

Satu minggu berlalu sejak Baekhyun memutuskan untuk berhenti dari kelas mengemudinya dan menuruti semua permintaan yang sarat ancaman dari Chanyeol. Dia tidak bisa berkutik sama sekali. Sikap Chanyeol yang dingin dan berbicara seperlunya membuat dirinya tidak berani menolak. Belum lagi saat marah, kedua matanya akan berubah warna menjadi merah. Menakutkan.

“Ya! Aku baru belajar menyetir selama satu minggu! Aku tidak bisa mengendarainya di jalan raya. Bagaimana jika aku menabrak dan harus ganti rugi? Aku tidak punya uang!”omel Baekhyun yang enggan keluar dari kamarnya karena sejak tadi Chanyeol terus saja menyuruhnya untuk bangkit.

“Jika kau hanya banyak belajar teori dan tidak mempraktekkannya, kau tidak akan bisa. Lagipula, kau tidak akan menabrak jika kau mendengarkan arahanku”

“Aku tetap tidak mau!!”

“Aiiish! Ya! Suaramu berisik sekali!”balas Chanyeol juga mengomel

“Sebenarnya apa yang terjadi? Kau terus saja menyuruhku ini dan itu. Selalu mengatakan bahwa aku harus menjadi pembalap yang lebih hebat daripada Myungsoo. Apa otakmu sangat kecil huh? Aku tidak bisa! Aku bahkan baru satu minggu belajar mengemudi!”

“KAU BISA!!”bentak Chanyeol membuat Baekhyun seketika mengatupkan mulutnya rapat-rapat. “Kau tidak berniat untuk melanggar perintahku, kan?”

Dan kedua mata itu kembali berubah. Nyali Baekhyun menciut. Ia buru-buru tertawa kikuk, mencoba meredakan amarah Chanyeol.

“Hahaha, tentu saja tidak. Eiiy, jangan marah seperti itu. Kau mau aku menjadi pembalap hebat? Tentu saja aku akan melakukannya hahaha”

Chanyeol tersenyum menyeringai. Sebenarnya dia sangat mengetahui raut ketakutan dari wajah Baekhyun yang hampir saja membuatnya tertawa geli. Kena kau!

“Kalau begitu sekarang kau harus bangun karena kita akan belajar mengemudi”

Baekhyun tersentak, “MWORAGO?!! SEKARANG?!!”

“Yah. Kenapa? Kau keberatan?”tanya Chanyeol santai

“Tapi ini sudah jam 12 malam. Kau gila?”

“Ck, kau penakut sekali”ejek Chanyeol masih dengan gayanya yang tidak mau tau

“Bukan orang jahat yang ku takuti tapi jenis sepertimu!”

“Maksudmu?”

“Diluar sana pasti banyak hantu sepertimu. Terlebih lagi ini sudah malam. Bagaimana jika mereka memakanku?”

“Mereka tidak akan memakanmu sebelum aku yang memakanmu”seru Chanyeol dingin membuat Baekhyun langsung membulatkan matanya lebar-lebar. Mulutnya ternganga tak percaya. Apa? Memakannya?

“J-j-jadi kau mempunyai niat untuk memakanku?”tanya Baekhyun tergagap

Chanyeol menoleh. Menatap Baekhyun  yang sedang ketakutan dengan ekspresi datar. “Jika aku lapar. Aku bisa memakanmu?”

‘OEMAA!!!!!! HANTU INI AKAN MEMAKANKU!! HUAAAAA’

Baekhyun menjerit dalam hati. Tubuhnya menegang hebat.Ia menelan ludah susah payah lalu mencoba memalingkan pandangannya kearah lain. Tatapannya memang tenang, tapi ucapannya bisa membuat seseorang langsung bergidik ngeri.

“Jadi apa keputusanmu sekarang? Kau tidak mau menuruti perintahku?”

***___***

Baekhyun terus menggerutu dalam hati karena lagi-lagi ia harus mendapat perlakuan yang seenaknya dari Chanyeol. Wajahnya cemberut.

‘dasar hantu sialan. Dia terus saja mengancamku ini dan itu.Yah, aku memang takut padamu karena kau hantu. Tapi, tunggu saja jika aku menjadi hantu nanti, aku pasti akan memakanmu’ gerutu Baekhyun. Namun, sedetik kemudian ia langsung menggelengkan kepalanya dan melanjutkan gumamannya, ‘hantu? Tidak tidak. Aku tidak mau jadi hantu’

“Perhatikan jalanmu”suara berat Chanyeol membuyarkan lamunan Baekhyun. “Jika kau menabrak dan mati, kau akan menjadi hantu sepertiku. Mungkin wajahmu akan berlumuran darah”

Baekhyun seketika melongo mendengar kalimat santai Chanyeol yang terkesan seperti mendoakannya agar cepat mati. Dasar hantu brengsek! Siapa yang mau menjadi sepertinya?cibir Baekhyun.

“Kau harus santai namun fokus. Jangan gugup karena itu justru akan membuatmu kehilangan konsentrasi”

“Arasseo”

Perlahan Baekhyun mulai bisa mengendarai mobilnya dengan kecepatan normal. Tidak terlalu pelan dan tidak terlalu laju. Di malam yang lumayan sepi itu, memudahkan Baekhyun untuk mengasah skill drivingnya. Walaupun masih sangat jauh dengan keinginan Chanyeol bahwa dirinya harus lebih baik dari Myungsoo.

Saat hari benar-benar hampir pagi, barulah Chanyeol mengijinkan Baekhyun untuk beristirahat. Mereka duduk bersama di taman sungai Han yang sudah sangat sepi. Baekhyun meneguk air colanya, setelah berlatih hingga tangan dan kakinya terasa pegal, dia menjadi sangat haus. Hanya dalam hitungan detik, Baekhyun berhasil mengosongkan kaleng colanya.

“Apa aku boleh bertanya padamu, Yeol?”

Chanyeol tidak berpaling sedikitpun, tetap memandang ke hamparan sungai Han yang terlihat berkelap-kelip karena disinari sinar laser dari air yang keluar dari bawah jembatan Banpo. “apa?”

“Kenapa kau benar-benar sudah mati?”Baekhyun bertanya hati-hati dengan nada yang selembut mungkin. Takut jika Chanyeol marah dan bisa saja tiba-tiba memakannya seperti yang dia bilang tadi. Atau menunjukkan mata merah yang menyeramkannya itu.

Dugaan Baekhyun salah, Chanyeol justru menjawabnya dengan suara bassnya yang terdengar datar. “Aku tidak tau”

“Kenapa kau tidak tau? Aku hanya penasaran bagaimana kau bisa muncul di mobil yang dibeli oleh kedua orang tuaku. Jika kau benar-benar sudah mati, seharusnya kau tidak disini”

“Karena orang itu…”

“Ehh?”

“Karena dia, aku jadi terjebak disini”

BAEKHYUN POV

Aku terperangah hebat. Tanpa kusadari, mulutku bahkan ternganga lebar mendengar cerita Chanyeol. Semasa hidupnya, dia adalah pembalap jalanan seperti Myungsoo. Suatu hari, seseorang dari tim mobil F1 yang cukup terkenal di Asia, mendatangi tempat perkumpulan pembalap jalanan. Dimana Chanyeol dan Myungsoo menjadi dua kubu yang saling berlawanan.Mereka berdua dikenal sebagai lawan yang kuat.

Chanyeol sudah kalah sebanyak 3x dari Myungsoo, begitu juga Myungsoo yang sudah kalah sebanyak 3x dari Chanyeol. Dari enam pertandingan yang mereka jalani, mereka sama kuat. Seimbang.Sehingga tidak ada yang terkuat dan terlemah.

Waktu yang diberikan hanya satu minggu untuk mempersiapkan diri. Keduanya ditawari untuk masuk menjadi pembalap tim F1 yang sudah sangat jelas menjadi impian seluruh pembalap, termasuk Chanyeol dan Myungoo.

Sudah menjadi rahasia umum jika keduanya adalah musuh bebuyutan.Sehingga Chanyeol terus berlatih keras karena pertandingan ini bukan hanya untuk mencapai mimpinya ke arena balap yang sesungguhnya namun juga untuk membuktikan bahwa dia lebih hebat, lebih bagus dan lebih segala-galanya dari Myungsoo.

Saat pertandingan itu akhirnya tiba, dimana ia bersiap dengan mobilnya yang kini menjadi mobilku. Mobil berwarna biru dengan angka keramat yang tertera dibagian badannya. Deru suara mobil yang menggeber menjadi pemanasan awal. Mobil Chanyeol dan mobil Myungsoo terletak sejajar di depan garis start. Saat seorang wanita yang menjadi penentu start mengangkat benderanya, keduanya melaju kencang dengan kecepatan diatas normal

Seperti peluru, mereka menyelip diantara mobil-mobil lain yang memenuhi jalan raya. Tentu saja, harus diperlukan skill driving yang tinggi karena menyelip dengan kecepatan tinggi ditengah kerumunan mobil-mobil lain itu tidak mudah. Aku membayangkan seperti film ‘Fast Furious’ yang pernah ku tonton.

Tapi, ditengah perjalanan mereka, dijalanan yang cukup sepi lebih tepatnya. Myungsoo sengaja menabrak keras bagian kiri badan mobil Chanyeol hingga Chanyeol kehilangan kendali atas mobilnya dan menabrak tiang pembatas. Tidak menggunakan sabuk pengaman, tubuh Chanyeol berhasil terlempar keluar, menghantam kaca depan mobilnya.

Saat itu, roh Chanyeol melihat jasadnya tergeletak di jalan tanpa ada yang menolong. Tidak ada satupun orang yang lewat. Myungsoo bahkan sudah melarikan diri dan membiarkan jasadnya dipenuhi dengan darah. Saat itu, Chanyeol tersadar bahwa dia sudah mati. Dia tidak bisa kembali ke tubuhnya lagi.Menangis sejadi-jadinya disamping jasadnya sendiri tapi tetap tidak membuahkan hasil. Dia tetap menjadi roh yang terpisah.

Kecelakaan itu menimbulkan rasa kebencian yang mendalam dihati Chanyeol. Terlebih lagi, hakim memutuskan Myungsoo tidak bersalah setelah disogok dengan uang jutaan won untuk menutupi semuanya. Dia bebas dengan mudah sedangkan Chanyeol terus bergentayangan tidak tentu arah. Dia tidak tau kemana tujuannya seharusnya.

Hingga ia akhirnya bersumpah untuk membalas dendamnya pada Myungsoo. Suatu hari, seorang polisi yang menyita mobil Chanyeol menjualnya ke sebuah dealer mobil bekas untuk mendapatkan sedikit keuntungan dari sana. Dealer itu memperbaiki mobil Chanyeol dan akhirnya dibeli oleh orang tuaku.

Dan seperti itulah jalanku bertemu dengan hantu tinggi itu.

“Kau tau Chanyeol? Mungkin kau tidak bisa kembali ke tempatmu yang seharusnya karena dendam”ujarku pelan. Entah mengapa, kali ini rasa takutku menghilang. Yaah, walaupun wajahnya masih terlihat dingin dan ketus tapi saat mendengar ia bercerita tadi, aku merasa jika aku sedang duduk bersama Jongdae. Satu-satunya orang yang paling aku percaya dan menjadi sahabat terbaikku. “Mungkin, jika kau berusaha melupakan dendammu, kau bisa kembali ke tempatmu”

“Tidak akan”balas Chanyeol cepat. “Aku tidak akan melupakan seseorang yang sudah membunuhku. Ibuku bahkan bunuh diri setelah mengetahui kecelakaan itu. Dia tidak hanya menghancurkanku tapi juga keluargaku. Aku ingin dia merasakan hal yang sama dengan yang ku rasakan”

“Tapi—“

“Kau tidak mengerti, Baekhyun” Chanyeol memotong ucapanku. Ia menoleh dan aku melihat kedua mata besarnya meneduh. Dia menatapku dengan tatapan sedih, ekspresi yang membuatku kaget karena baru pertama kali ku lihat. “Kau tidak mengerti bagaimana rasanya kehilangan impian dan keluargamu sekaligus”

“Aku tau. Aku ingin membantumu tapi aku tidak yakin aku bisa mengalahkan Myungsoo. Aku bahkan baru pertama kali mengemudikan mobil ini. Aku takut mengecewakanmu”

“Apakah aku harus memohon?”

Aku menoleh lagi, tidak begitu mendengar jelas yang dikatakannya tadi. “Ya? Kau bilang apa?”

“Apakah aku harus memohon padamu agar kau mau membantuku? Setidaknya bantu aku agar aku bisa mati dengan tenang”

“Chanyeol-ah, tapi—“

“Aku mohon Byun Baekhyun”

***___***

AUTHOR POV

Baekhyun berguling keluar ranjang tidurnya dan mengambil handuk yang tersampir disandaran kursi belajarnya. Sejak kepulangannya latihan mengemudi tadi pagi, dia tidak bisa tertidur lelap. Sangat bingung dengan keputusan yang telah diambilnya sendiri untuk menyetujui membantu Chanyeol. Bahkan ia sempat berpikir jika dia mulai gila karena menyetujui akan berusaha keras agar bisa mengalahkan Myungsoo. Yah Myungsoo! Si pembalap hebat yang bahkan tahun kemarin mewakili Korea Selatan untuk mengikuti balapan mobil se-Asia dan menyabet juara kedua.

Tahun ini, lagi-lagi dia masuk kedalam salah satu kandidat kuat yang akan dipilih untuk mewakili Seoul, dan Chanyeol mau Baekhyun mengalahkannya. Mustahil!

Tak lama setelah selesai membersihkan diri, Baekhyun menarik satu lipatan baju dan celana yang ia pilih untuk dipakai ke universitas. Tidak seperti biasanya yang sangat memperhatikan penampilan, kali ini Baekhyun hanya merapikan rambutnya dengan jari-jari tangan, tidak memakai pengharum dan langsung menyabet tas ranselnya lalu pergi.

Berdiri didepan mobil birunya cukup lama, akhirnya Baekhyun melompat masuk – setelah meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidak akan mati -. Dia pikir, dia harus melawan rasa takut itu agar secepatnya bisa menjadi seorang pembalap.

Baekhyun menyusuri jalan raya Seoul dengan kecepatan sedang. Sebisa mungkin menjaga jarak dari berbagai kendaraan yang mulai dekat dengan mobilnya. Alasannya ada dua, mobil itu masih baru sehingga dia tidak mau mobil itu lecet sedikitpun. Dan juga, dia tidak mau mati. Entah sejak kapan, ia merasa mengendarai mobil itu sangat berbahaya. Pikirannya terus melayang jauh kearah kematian karena tidak mau bernasib sama dengan Chanyeol.

Memasuki kawasan universitas yang lumayan ternama itu, semua pasang mata tak kunjung lepas dari mobil Baekhyun. Yah, mereka pasti menganggap yang mengendarai mobil sport mewah itu adalah saingan Myungsoo, si pria tampan yang mempunyai mobil paling mewah.

“Kau?”

Baekhyun menoleh sembari tangannya menutup pintu mobil. Ia tersenyum tipis pada Jongdae yang sedang terlongo-longo menatap Baekhyun, ah tidak, lebih tepatnya menatap mobil barunya. Jongdae menghusap-husap kedua matanya, masih dengan mulutnya yang ternganga lebar.

“Ayo ke kelas”seru Baekhyun mengapit lengan Jongdae dan menarik paksa dirinya

“Baekhyun-ah!”jerit Jongdae saat ia sudah kembali pada kenyataan. Ia melepaskan tangannya yang diapit oleh lengan Baekhyun lalu menatap sahabatnya tak percaya. “Kau? Mobilmu…? Benar-benar…?”

“Hasil dari latihan mengemudiku”jawab Baekhyun singkat, lagi-lagi bersikap tenang dengan seulas senyum dibibirnya.

“Jinjjayo? Secepat itu?”

“Aku rasa aku adalah orang yang jenius”

“Kalau begitu, perlihatkan SIM-mu padaku”

Baekhyun tersentak. Baru teringat dia belum mendapatkan SIM karena Chanyeol menyuruhnya berhenti beberapa minggu setelah ia memulai kelas pelatihannya.

“SIM-ku ketinggalan. Sebaiknya kita masuk kelas, sebentar lagi sudah waktunya masuk” Baekhyun merangkul pundak Jongdae tanpa membiarkan namja itu lebih banyak bicara lagi sambil melangkah bersama menuju kelas.

***___***

“Kau tidak tidur lagi?”tanya Jongdae saat mereka sudah terbebas dari omelan dosen. Baekhyun tertangkap tengah tertidur dikursi yang berada paling belakang sehingga seusai jam pengajaran berakhir, ia harus menunggu Baekhyun yang diceramahi diruangan dosen.

“Aku tidak bisa tidur tadi malam”

“Baekhyun-ah”seru Jongdae menatap Baekhyun khawatir. “Kau terlihat aneh belakangan ini. Gwenchana?”

“Naega wae? Nan gwenchana”

“Aniyo” Jongdae menggeleng. “Kau jadi sering mengantuk dan sekarang kau jadi jarang menjawab panggilanku”

“Mianhae Jongdae-yah. Aku sedang banyak pekerjaan akhir-akhir ini”

***___***

Bayangan Chanyeol muncul, menatap lirih seseorang yang kini tengah tertidur pulas itu. Duduk ditepi ranjang tidurnya, mengulurkan tangan ingin menghusap rambutnya dan mengucapkan terima kasih namun tangannya justru menembus tubuh itu. Dia tidak bisa terjangkau.

Chanyeol mendesah panjang. Dia juga tidak mengerti, apa hantu sepertinya mempunyai perasaan kasihan atau tidak. Hanya saja, dia merasa sangat bersalah pada namja itu. Terus memaksanya menjalankan semua perintah-perintahnya, yang sebenarnya sangat dibenci olehnya. Dalam arti, mereka bertentangan. Mereka tidak sejalan. Mereka berbeda.

Namun dia terus saja mengikuti seluruh kemauannya walaupun sesekali mencibir atau merutuk kesal. Mungkin dia tertekan atau merasa takut karena Chanyeol terus saja mengancam ingin memakannya. Chanyeol tidak perduli. Ia tetap berterima kasih

“maafkan aku, Baekhyun. Aku harus memperalatmu demi diriku. Aku sangat egois” suara bass Chanyeol terdengar pelan. “Maafkan aku. Aku harus melakukannya. Aku hanya ingin mati dengan tenang”

Chanyeol memandang wajah polos Baekhyun yang sedang tertidur cukup lama hingga akhirnya ia memutuskan bangkit dan menelusuri isi kamar Baekhyun. Sebuah kamar sederhana berdinding biru langit terang dengan dua buah lemari yang tersusun disisi kanan. Satu lemari baju dan satu lagi adalah lemari rak untuk menyimpan koleksi komik Baekhyun.

Ruangan itu cukup rapi untuk ukuran anak laki-laki walaupun terdapat baju kotor yang tergeletak di lantai.

Chanyeol beralih ke beberapa bingkai foto yang terjejer diatas meja panjang. Foto itu berderet mulai dari Baekhyun bayi hingga dewasa. Menatapi satu-persatu foto, sesekali Chanyeol tertawa geli karena melihat ekspresi konyol Baekhyun. Tidak berubah, saat ia tertawa, mata kecilnya akan menutup rapat membentuk eyes smile. Dari situ, Chanyeol bisa mengambil kesimpulan bahwa Baekhyun adalah anak yang ceria.

“sedang apa kau?”

“Tidak” Chanyeol buru-buru meninggalkan meja panjang, lalu duduk dikursi belajar Baekhyun.

Baekhyun menghusap-husap matanya. Rambutnya terlihat acak dan dia menguap lebar.

“Kita latihan nanti malam saja, oke? Aku harus mengerjakan tugas kuliahku dulu” Baekhyun menoleh kearah jam yang ada diatas meja kecil disampingnya. “Masih ada waktu. Ini masih sore”

“Jika kau latihan malam hari, kau akan tertidur lagi di kelas”balas Chanyeol

“Bagaimana kau bisa tau? Kau ada dikelas tadi?”tanya Baekhyun. Dengan malas, ia menyeret langkahnya, membuka tas ranselnya dan mengeluarkan beberapa huku dari sana. Chanyeol berdiri, memberikan tempat pada Baekhyun yang akan mulai mengerjakan tugas-tugasnya.

“Ya. Tadi aku muncul sebentar untuk melihatmu”

Baekhyun menoleh sekilas, “melihatku? Kenapa?”

“Kau baru pulang pagi hari tadi. Aku khawatir jika kau akan mengantuk dan ternyata kau tertidur di kelas. Maafkan aku..”

Baekhyun mendesah panjang, mengembalikan pandangannya pada sederet tulisan dan rumus-rumus matematika yang tertera rumit di bukunya. “Untuk apa  minta maaf? Anggap saja aku melakukannya sebagai perlindungan diri agar kau tidak memakanku”

Chanyeol tidak yakin apa saat ini dia sedang tersenyum. Tapi, dia merasakan dua sudut bibirnya tertarik. Tersenyum sambil menatap punggung namja yang kini sedang sibuk bergelut dengan rumus-rumus. Sesekali, ia menggunakan jari-jarinya untuk menghitung atau mengetuk-ngetuk ujung pensil  ke pelipisnya.

“Byun Baekhyun…”

Baekhyun menoleh, “Wae?”

“Ahh..tidak” Chanyeol menggeleng. “Aku membaca namamu disana”tunjuknya pada nama Baekhyun yang tertulis disampul buku. “Namamu Byun Baekhyun?”

“Yaah, namaku adalah Byun Baekhyun. Kau?”

“Aku tidak yakin. Tapi, seingatku namaku adalah Park Chanyeol”

“Jadi kau bermarga Park?”

“Aku rasa begitu”

Hening, Chanyeol tidak menemukan topik apapun untuk dibicarakan dengan Baekhyun sehingga ia menghampiri lemari komik Baekhyun. Chanyeol terpaku beberapa saat didepan jejeran komik variasi itu. Saat matanya menangkap series komik naruto, barulah keinginannya semakin menjadi. Ia ingin membacanya!

Chanyeol mengulurkan tangan, saat hendak menyentuh ujung komik, ia menarik napas panjang sejenak. Detik berikutnya, Chanyeol benar-benar tersentak begitu kulit jari telunjuknya bisa merasakan ujung kasar komik itu. Chanyeol menelan ludah. Ia tidak sedang berhalusinasi. Ia benar-benar bisa menyentuhnya. Dan kini komik itu sudah berada di dalam genggaman Chanyeol.

“Kau juga suka naruto?”tanya Baekhyun tidak mengetahui bahwa sedang ada badai besar di dalam diri Chanyeol. “Aku juga menyukainya”

Chanyeol tidak menjawab. Matanya yang besar semakin membesar tak percaya. Sambil memegang komik, ia menghampiri Baekhyun yang sudah kembali berkutat dengan pelajarannya. Berdiri dibelakang tubuh namja itu, tangan gemetar Chanyeol ingin menjangkau punggungnya.

“Tidak mungkin”gumam Chanyeol terperangah hebat

Baekhyun berbalik, mendongak menatap Chanyeol. “mwo?”

Menatap sepasang mata kecil milik Baekhyun, dengan rasa gelisah bercampur takut, ia ingin memastikannya sekali lagi. Chanyeol mengulurkan tangannya, ingin menyentuh wajah Baekhyun namun tangannya justru menembus wajah namja yang langsung berkedip dan menghindar itu.

“Aku tidak bisa menyentuhmu….”

TBC

40 thoughts on “FF: Ghost Rider (Part 4)

  1. amel berkata:

    kerenn thor😀
    itu chanyeol sebenarnya baik banget ya😀 baekhyun juga baik banget😀
    myungsoo aja yg jahat banget -_- ninggalin chanyeol gitu aja

    trus chanyeol bisa nyentuh benda mati ya? tpi gak bisa nyentuh makhluk hidup?
    LANJUT EON😀

  2. nina berkata:

    hahaha antara kasihan sm lucu ngelihat baekkie dijahatin chanyeol eon😄
    ow jadi itu semua gara2 myungsoo
    jahat bgt😦 kaga fair itu tanding na
    kukira chanyeol msh hidup eon, tp koma
    ternyata beneran udah mati
    kok chanyeol bisa pegang buku, tp nyentuh baekkie kaga bisa iah eon??

  3. Tiikaa berkata:

    Huhhh…
    Myungsoo di sini jahat sekali…..

    Eonnn,, itu knapa chanyeol bsa nyetuh buku tpi nyentuh baekhyun gak bsa????

    Penasaran eon….
    Klanjutannya aku tunggu ya🙂

  4. @baltacheakiriwe berkata:

    Itu arwah mereka ketuker atau gimana? Kenapa baek ga bisa disentuh? Wah, Horror nih… ._.

    Terus itu myungsoo sialan banget! Namja seketjeh Chanyeol dibunuh! TERLALUH! *gebrak meja *samperin dorm infinite

  5. Fitri MY berkata:

    Hahaha aku suka banget dengan karakter Baekhyun, lucu….
    Wah Chanyeol mulai baik nih ma Baekhyun
    Lanjuuut……

  6. Lee Hanna berkata:

    Kok begitu chanyeol knapa bsa pgang benda tpi g bsa pgang baekhyun kcian kamu yeol,,,,,,,
    Ni ff faforit q ni slalu q tnggu updatex,semua suka ch tpi yg ini spesial j slalu smangat zua

  7. Jessica Skye berkata:

    aku bingung..
    T.T
    sebenernya Myungsoo tu sp? maksud q knp dia bisa menjadi seperti itu?
    Chanyeol jg knp dia bisa jd dingin+aneh begitu?

    Mian q banyak pertanyaan yah.. walau cuma 2 tetapi tetep banyak…
    sekian.. ^^

  8. phiwzz berkata:

    o.O huh?? Emm.. Koq aneh ya?
    Nyentuh komik bisa, tp nyentuh Baekhyun ga bisa, apa Chanyeol cuma bisa nyentuh benda mati dan sebaliknya? JELASKAN THOR!!
    perasaan ku aja atau emank chap ini pendek ya? Hahaha.. Gpp, yg penting udah lanjut (asal jangan makin minim aja thor next chap nya)

  9. Ddangkoplak berkata:

    Kyaaaaaaaaaa……….. >,< akhirnya netes juga part 4nya…. Sumpah kueren!!! Tapi agak kependekan #halahcerewet
    Thor… Pokok'e ceritanya mak nyus!!!!

  10. shintya berkata:

    huee ak telat baca #abaikan🙂
    keren thor,disini lain trnyata chanyeol orang nya baik. . :->
    hahaha
    di tunggu selalu lanjutan2 ff ny thor

  11. ChoChoi45 berkata:

    lanjut author!!!
    ah si myungsoo jahat!! chanyeolku maen dibunuh aja… ayo baekie km harus bantu yeol bales dendam
    update soon authornim

  12. tia08 berkata:

    oooo skrng baru tau jd karna itu toh yeol pingi baek ngalahin myungsoo, myungmyung ku jahat banget disini..#JitakMyungsoo

    baby Baek you can do itu..dirimu pasti bisa jd pembalap hebat bahkan lebih hebat dari myungsoo karna yeol akan mengajarkamu tp yeol jng diomelin terus dong baby baek ku #hug hehehe…

    lah komik bisa di sentuh knapa baek ga ya wah ada apa ini??? lagi2 author bikin reader penasaran, daebak bgt ff’aaaa…

  13. amelia berkata:

    kan myungsoo.. beneran yang nyebapin keceelakannya chanyeol u,u
    kenapa myungsoo jadi jahat karakternya u,u
    chanyeol mainnya ancem”an nih u,u

  14. @desytrys berkata:

    hy!! ak reader baru di FF ini..
    awal nya sih ragu mau baca soal nya genre horor, ak org nya parno bnget T.T tkut gabisa tdur.hahaha
    pas tau hantu nya chanyeol oppa. jdi ragu buat gak baca :3
    hihihi oke ak lanjut dulu baca chapter slanjutnya. :3
    aothor fighting!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s