FF : The House Tree 2 – Tiga

 

The House Tree II

Tittle : The House Tree 2

Author : Oh Mi Ja

Genre : Family, Friendship, Brothership, a little Comedy Action Sad

Cast : All member EXO

Summary : “Karena mereka memberikan sesuatu yang oema tidak pernah berikan padaku!”t

Kening Sehun berkerut.

Dibelakangnya, seorang wanita tua sudah berdiri dengan senyuman lebar bercampur air mata. Sehun menoleh kearah Jongin dengan ekspresi bertanya namun Jongin menjawabnya dengan mengendikkan bahu.

“Adeul..”seru wanita tua itu lagi. Ia melangkah maju, menghampiri Sehun. Kemudian, mengulurkan kedua tangannya untuk menyentuh kedua pipi namja tinggi itu.

Sehun masih menatap wanita itu bingung. Namun, membiarkannya menyentuh kedua pipinya. Ia bahkan membungkuk karena tubuh wanita itu lebih kecil darinya.

“Kau anakku..kau anakku…”

Wanita itu tiba-tiba memeluk Sehun erat membuat Sehun seketika melebarkan matanya. Ia sama sekali tidak mengetahui siapa sebenarnya sosok yang sedang memeluknya sekarang. Dia tiba-tiba saja datang, memanggilnya dengan sebutan ‘adeul’ dan memeluknya.

Sedikit memaksa, Sehun melepaskan pelukan itu. “Maaf ahjumma. Tapi aku tidak mengenalmu. Kenapa kau tiba-tiba memelukku?”

“Adeul, kau adalah anakku. Aku adalah oemamu. Apa kau lupa?”

Sehun menaikkan salah satu alisnya, “oema?”ulangnya. “Ahh..aku rasa anda salah orang. Oemaku sedang berada di Busan sekarang”

“Sehunie, aku adalah oemamu. Oema kandungmu. Lihat foto ini. Ini diambil saat kalian bertiga masih kecil. Di foto ini, kalian juga memakai kalung yang sama, kan? Seperti yang sedang kau pakai sekarang”

Sehun dan Jongin seketika tersentak hebat. Jongin bahkan melompat dari duduknya dan menghampiri Sehun. Mata Sehun terbelalak lebar-lebar. Tanpa sadar tangannya terulur, meraih selembar foto yang diperlihatkan padanya.

Foto itu…adalah sebuah foto dimana dirinya dan kedua kakaknya sedang berfoto bersama dengan seorang wanita tua. Seorang wanita tua yang berwajah sangat mirip dengan ketiganya. Sangat cantik dengan wajahnya yang terlihat seperti orang asing dan berkulit putih. Dan bahkan kalung itu. Sebuah simbol yang melambangkan bahwa ketiganya adalah saudara. Satu-satunya kenangan yang mereka punya dari ibu kandung mereka.

“oema..”

Dan kerinduan yang tanpa sadar mengendap di dalam hatinya kini menerobos keluar. Seseorang yang tidak pernah ia lihat lagi selama ini, kini datang. Berdiri didepannya secara nyata. Dia bukan ilusi. Dia bisa disentuh dan bahkan Sehun bisa mendengar kembali sebuah suara yang sudah ia lupakan sejak dulu.

Dia..seseorang yang ada dimasa kecilnya. Seseorang yang selalu membacakan sebuah cerita sebelum dirinya pergi tidur. Seseorang yang akan selalu memasakkan apapun untuk Sehun.

“oema…”

Sehun tidak bisa menahan air matanya lagi. Air mata itu tumpah beriringan dengan tubuhnya yang bergerak maju untuk memeluk wanita tua itu. Pelukan itu sangat erat. Seperti melambangkan sebuah kerinduan yang mendalam.

Bermimpi saja dia tidak pernah. Karena semua cerita dari hyungnya mengatakan bahwa wanita itu sudah pergi dan menikah lagi. Keduanya bahkan tidak pernah bertemu lagi sejak kenekatan Kris dan Chanyeol untuk meninggalkan rumah bersama.

Namun, ikatan darah lebih kental daripada apapun. Ibu kandung tetap ibu kandung dan itu tidak akan berubah. Sejahat apapun dirinya, Sehun tidak akan pernah mengerti karena ia hanya mendengar sebuah cerita bukan merasakan. Kini, yang ia ketahui adalah ia sangat merindukan sosok itu. Sangat bersyukur bahwa akhirnya ia bisa merasakan kasih sayang itu lagi, pelukan itu lagi dan sentuhan itu lagi.

***___***

 –

Sejak kedatangan Sehun bersama ibu kandungnya ke rumah. Yang lain seketika saja mengosongkan kamar Sehun tanpa diperintah, memberikan ruang kosong untuk Sehun dan ibunya agar bisa berbicara lebih banyak. Namun, entah mengapa ada kegelisahan yang menyelimuti hati Luhan. Sejak tadi, dia terus berdiri didepan pintu kamar Sehun tanpa mau meninggalkan lantai tiga itu.

Walaupun sudah jelas ia tidak bisa mendengar percakapan yang terjadi di dalam, hatinya terus saja menyuruhnya untuk tetap berdiri disana. Berharap bisa mengetahui sesuatu yang terjadi didalam.

Ia tidak tau pasti. Apa dia kecewa, iri, atau merasa takut. Ia bukan tidak menyukai jika Sehun akhirnya bertemu dengan ibu kandungnya, justru ia sangat senang melihat senyuman bahagia adiknya saat pulang tadi. Tapi, kenapa dia merasa takut? Kenapa dia sangat takut jika perasaan Sehun akan berubah setelah ini? Kenapa dia sangat takut jika Sehun akan kembali menjadi Park Sehun dan bukan Baekgu mereka lagi?

“Hyung”

Tepukan seseorang di pundak Luhan membuyarkan semua lamunannya. Luhan berbalik, ternyata Chen.

“Apa benar nyonya Park ada di dalam?”

Luhan mengangguk.

“Bagaimana bisa dia bisa ada disini? Bukankah dia ada di Kanada?”

“Mollaseo. Sehun belum mengatakan apapun. Sejak pulang tadi, dia langsung masuk ke dalam kamarnya”

“Apa Kris hyung dan Chanyeol sudah mengetahuinya?”

Luhan menghembuskan napas panjang, “molla. Kris sedang berada di apartementnya sedangkan Chanyeol masih bekerja dengan Baekhyun”jawab Luhan pelan

Chen bisa menangkap raut kesedihan di wajah Luhan. Dia tidak bisa memahami masalah ini karena dia sendiri tidak pernah bertemu dengan nyonya Park sebelumnya dan bahkan ia hanya mengetahui sedikit cerita dari Sehun tentang ibu kandungnya itu. Itupun sudah terjadi beberapa tahun lalu saat Sehun masih berumur  12 tahun.

“Hyung, kau pasti tau jika Sehun sangat menyayangi kita terlebih lagi keluargamu”hibur Chen menepuk-nepuk pundak Luhan.

Luhan tersenyum kecut, “arasseo. Keundae, aku tidak tau bagaimana caranya untuk memberitahu pada oema tentang kejadian ini. Walaupun mungkin oema akan bahagia tapi aku yakin dia juga akan sangat sedih”

“Aku rasa ini bukan waktu yang tepat untuk memberitahu oema. Tunggu saja hingga Kris hyung dan Chanyeol mengetahuinya lalu kita minta pendapat mereka”

Luhan mengangguk, “gomawo, Chenie-yah”

***___***

 –

“Jadi oema menyewa detektif untuk mencariku dan hyungdeul?”tanya Sehun setelah mendengar cerita nyonya Park.

Nyonya Park mengangguk, “sudah tiga bulan ini oema berada di Seoul untuk mencari kalian. Oema sangat ingin bertemu kalian dan akhirnya oema menemukanmu”

“Bagaimana oema bisa melihatku tadi? Apa yang oema lakukan di taman sungai Han malam-malam seperti ini?”

“Oema merasa kesepian jadi oema memutuskan untuk jalan-jalan. Oema tidak menyangka jika oema bisa melihatmu disana”

Sehun tersenyum haru, “oema bahkan bisa mengenaliku”

“Tentu saja adeul. Walaupun kita berpisah selama 100 tahun, oema akan langsung bisa mengenalimu saat kita bertemu. Kau adalah anak oema”

Nyonya Park mengulurkan tangannya, menghusap pipi Sehun lembut. Tangan Sehun menyentuh tangan itu. Sepasang tangan yang sudah lama tidak ia rasakan sentuhannya.

“Tapi, bukankah oema sudah menikah lagi? Dan bukankah oema meninggalkan Kris hyung dan Chanyeol hyung?”

“Oema memang sudah menikah lagi tapi oema sudah bercerai satu tahun lalu. Maafkan oema adeul. Sekarang oema sadar dan oema ingin kembali kepada kalian”

Tiba-tiba Kris dan Chanyeol membuka pintu kamar Sehun. Mata mereka seketika membulat lebar melihat sosok wanita yang sempat mereka lupakan. Setelah mendapat kabar dari Chen, keduanya langsung menuju rumah Sehun dan dengan tergesa-gesa naik ke lantai tiga.

Sehun berdiri sambil tersenyum lebar. Menyambut kedua hyungnya seperti sedang sangat bahagia. “Hyung, oema kembali. Oema kita kembali!”

“Krisie, Chanyeolie…”

“Oema…”

“Adeul…” Nyonya Park menghampiri kedua anaknya yang kini sudah tumbuh dengan tinggi itu. Terkejut karena sekarang mereka sudah menjadi namja dewasa yang sangat tampan. Nyonya Park memeluk Kris dan Chanyeol erat, kembali menangis karena rasa rindunya kini terjawab.

“Bagaimana oema bisa ada disini?”tanya Chanyeol serak

“Oema selalu mencari kalian. Oema sangat merindukan kalian”

Dan melalui celah pintu yang terbuka sedikit itu, seseorang tersenyum kecut. Entah. Mungkin ia iri atau takut kehilangan sosok itu. Perlahan, ia merapatkan pintu kamar Sehun lalu berbalik dan bergabung bersama teman-temannya yang lain.

***___***

“Hyungdeul, kenalkan. Ini adalah oemaku”seru Sehun senang di pagi hari saat mereka hendak menyantap sarapan.

Luhan, Xiumin, Kyungsoo, Jongin, Baekhyun, Suho dan Tao membungkukkan tubuh serempak di depan nyonya besar rumah itu.

“Annyeonghaseo omoni”

“Oema, mereka adalah orang-orang yang merawatku saat aku di Busan. Sekarang, mereka tinggal disini”

“Tinggal disini? Kenapa?”

“Karena mereka bekerja disini. Bahkan ada beberapa yang bekerja di perusahaan appa”

Nyonya Park tersentak, “bukankah seharusnya kau yang mengurus semua perusahaan appa?”

Sehun menggeleng, “aniyo. Sekarang perusahaan di pimpin oleh Kris hyung. Aku masih harus menyelesaikan kuliahku, oema”

Chanyeol yang merasakan keadaan menjadi sedikit canggung buru-buru tertawa dan mengalihkan pembicaraan. “Sudahlah. Sekarang saatnya kita makan. Aku sudah lapar” Ia buru-buru menempati kursi makan yang selalu ia tempati dan membuka piring yang terlungkup. Meraih sebuah roti dari wadahnya dan mengolesinya dengan selai rasa pisang.

“Kenapa kau duduk disitu?” Nyonya Park menatap lurus Xiumin yang duduk disebrangnya, di kursi utama yang ada diujung kanan dan kiri meja makan panjang.

“Eungg..cwesonghamnida omoni tapi–”

“Tempatnya memang disana oema. Dia selalu duduk dikursi itu karena dia yang paling tua diantara kami. Dan kursi yang oema duduki itu, itu adalah tempat oema Jung”

Nyonya Park menoleh kearah Kris yang duduk dikursi yang tersusun di pinggiran meja makan, disebelah kanan lebih tepatnya karena yang disebelah kiri ditempati oleh Luhan. “oema Jung? siapa dia?” nyonya Park bertanya sedikit ketus, tidak lagi berselera menyantap roti yang sudah ia oles dengan selai.

Hati Kris sudah terlanjur memihak oema barunya. Setelah sekian lama, dia seperti sudah melupakan sosok yang hadir kembali ditengah-tengahnya dan adik-adiknya. Dia merasa sosok itu asing walaupun mereka memiliki ikatan darah yang kental dan kemiripan wajah yang 90% mirip. Struktur wajah Kris yang tajam memang menurun dari ibunya.

“Oema kami…selama kau tidak ada..”balas Kris tak kalah dingin namun tetap tenang mengunyah rotinya dan meneguk secangkir capucino hangat buatan bibi Ren yang sangat disukainya.

Bunyi bantingan garpu dan pisau terdengar saat keduanya menghantup piring, mengontaminasi seluruh makhluk hidup yang berada di ruangan itu menjadi patung es yang tidak bergerak. Chanyeol bahkan langsung menelan roti kunyahannya bulat-bulat dan matanya yang terlihat semakin membesar.

“Kau tidak suka oema ada disini?”desis nyonya Park tajam, jenis tatapannya sama dengan tatapan Kris yang juga menentang.

Sehun yang duduk disamping Luhan dan Jongin menautkan kesepuluh jarinya yang berada diatas pangkuannya dibawah meja. Tidak menyangka jika pertemuan itu akan menimbulkan suasana tidak menyenangkan di pagi yang sebenarnya sangat cerah itu.

“Kris hyung, ayo berangkat ke kantor bersama” Tanpa mengetahui apapun, Chen melenggang santai menghampiri ruang makan. Ia tidak mengetahui ada ibu Sehun disana karena dia duduk membelakangi Chen dan punggungnya tertutup dengan sandaran kursi yang terukir tinggi. “Kris hyung, Luhan….hyung..”suara Chen merendah dibagian akhirnya. Ia melihat wajah asing yang saat ini sedang menoleh kearahnya. Menutupi rasa terkejutnya, Chen buru-buru tersenyum kikuk lalu membungkuk sopan disisi nyonya Park.

“Kenapa kau mencari Kris anak muda?”

“Eeh..aku..aku hanya mengajak Kris hyung dan Luhan hyung untuk pergi ke kantor bersama”

“Kau juga bekerja diperusahaan keluarga Park?”

Chen tidak langsung menjawab. Ia bingung dengan apa yang harus dikatakannya. Ia tidak mengenal wanita tua itu, tapi kenapa dia bertanya sesuatu yang menurutnya sangat pribadi? Dan kenapa nada bicaranya seperti seorang polisi yang sedang mengintrogasi penjahat? Chen semakin merasakan keanehan karena keadaan ruang makan yang biasanya selalu hiruk pikuk melebihi kelas anak-anak playgroup, kini berubah menjadi tempat perkuburan mayat. Tidak ada yang bersuara. Kyungsoo yang biasanya mengomel sepanjang pagi karena ia tidak menyukai seseorang yang membuat keributan saat makan juga membisu.

Akhirnya Chen mengangguk, “Yee omoni. Aku, Kris hyung, Luhan hyung dan Xiumin hyung bekerja di kantor yang sama”

Decitan kursi yang termundur akibat dorongan dari nyonya Park yang tiba-tiba berdiri membuat Chen termundur satu langkah. Kedua mata tajam itu melebar sekilas dan terakhir memandang Chen yang berdiri tepat disebelahnya.

“Sehunie, kita harus bicara!”

Sehun menoleh kearah Luhan ragu. Luhan tersenyum lalu menepuk pundaknya pelan, “kami akan berangkat kerja. Jangan lupa dengan kuliahmu siang nanti”. Sehun masih tidak beranjak dari kursinya, ia mengigit bibir bawahnya kelu. Sebenarnya sangat bingung dengan yang sudah terjadi. Kenapa kebahagiaan semalam seketika menghilang di pagi harinya?

“Sehunie, aku akan menunggumu di café”seru Jongin menyampirkan tas ranselnya disebelah pundak lalu berdiri.

Sehun menghela napas panjang. Hanya bisa mengangguk lemah lalu mengikuti langkah oemanya menuju ruang keluarga.

***___***

 –

Jongin menjadi tamu pertama di café tempat Tao, Baekhyun dan Chanyeol bekerja. Ia bahkan menjadi orang yang membantu ketiga hyungnya untuk membuka café dan membersihkan mejanya sendiri.

“Kau mau minum apa?”tawar Tao yang masih belum mengganti pakaiannya dengan seragam kerja. Ia masih memakai kaus putih dan celana jins belel berwarna hitam.

“Apapun” Jongin berseru pendek, tidak berselera menanggapi apapun saat itu. Ia menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa sambil mengetuk-ngetuk jarinya ke.meja. Biasanya jika mendapat jam kuliah disiang hari, dia dan Sehun akan bermain playstation sampai saat kuliah tiba. Tapi, kini dia hanya sendirian dan tidak melakukan apapun. Terlebih lagi, ketiga hyungnya harus bekerja jadi tidak bisa menemaninya.

Jongin meniup poninya yang menjuntai menutupi dahinya. Jenis hembusan keras dan panjang, menandakan dirinya sedang bosan. Hingga saat Chanyeol sudah duduk dihadapannya, ia tak kunjung menyadari. Terlalu sibuk menatap lingkungan luar dari balik kaca besar yang ada disampingnya.

“Hhhhh!”

Baekyun menghembuskan napas keras dan dengan sedikit hentakan, bertopang dagu diatas meja. Karena itu Jongin tersadar. Ia terkejut lalu menghusap-husap dadanya yang berdegup.

“Sejak kapan kalian ada disini?”tanyanya baru menyadari tidak hanya Baekhyun, tapi Chanyeol dan Tao sudah duduk didepannya. Bahkan cangkir kecil berwarna putih yang berisi kopi sudah terhidang.

“Karena kau melamun”balas Chanyeol tanpa beralih menatap Jongin, ia juga menjadikan suasana luar café menjadi titik fokusnya.

Jongin juga mendesah keras, mengacak rambutnya menjadi semakin berantakan. Wajahnya terlipat seperti pakaian yang belum disetrika, memandang Chanyeol dengan bibirnya yang membentuk kerucut.

“Hyung, apa dia benar-benar ibumu? Ibu kandungmu?”

“Jongin-ah, kenapa kau bertanya seperti itu? Bukankah sudah jelas dari wajah mereka yang sangat mirip?” Baekhyun menyenggol lengan Jongin dengan sikunya, detik kemudian berpaling pada Chanyeol, takut jika namja itu tersinggung dengan pertanyaan Jongin.

“Dia memang ibuku”desah Chanyeol merubah posisi duduknya. Tidak lagi tegak, tapi sedikit merosot di sandaran sofa. “Tapi, kenapa aku tidak merasa senang saat melihatnya kembali?”

“Chanyeol-ah, kau tidak boleh bicara seperti itu”

“Aku tidak tau, Bekhyun. Aku merasa tidak enak dengan kalian. Oemaku sepertinya…yaaah..kalian bisa melihatnya sendiri…dia memang sedikit angkuh. Sejak dulu..”jelas Chanyeol merasa bersalah. “Dimatanya, kedudukan seseorang itu sangat penting. Saat dia menikah lagi, ku dengar dia menikahi pria Kanada yang kaya raya. Aku tidak tau kenapa dia bilang dia sudah bercerai dan kembali kepada kami. Mungkin memang terdnegar sedikit jahat, tapi aku sudah tidak berharap oemaku kembali”

“Yeolie, sebaiknya kau dengarkan dulu penjelasan oemamu. Mungkin, dia memang sungguh-sungguh merindukan kalian. Masalah tadi pagi, sebaiknya kau tidak usah memikirkannya karena kami tidak apa-apa”

“Mwo? Tidak apa-apa? Apa maksudmu hyung? Aku bahkan tidak sempat memakan sarapan pagiku” Tao bersungut kesal, melipat kedua tangannya didepan dada. Satu-satunya yang bisa dilakukannya hanya menikmati bunyi-bunyi di perutnya. Mungkin saat ini cacing-cacingnya sudah berubah menjadi naga besar.

“Tao!” Baekhyun setengah membentak. Lagi-lagi ia berpaling kearah Chanyeol yang tidak membalas semua seruan-seruan mereka. Hanya menatap keluar dengan tatapan kosong sambil menautkan kesepuluh jarinya. Baekhyun memang tidak mengerti bagaimana perasaannya saat ini, tapi dia bisa melihat bahwa kesedihan itu ada.

Dan diwajah seseorang yang biasanya tidak pernah berhenti tersenyum – bahkan terkadang tanpa alasan -, ia tidak lagi melihat senyuman bodohnya itu.

“Kita harus bekerja. Sebentar lagi boss akan segera datang” Akhirnya Baekhyun berdiri dengan desahan panjang. Diikuti Chanyeol dan Tao yang sebenarnya sangat malas melakukan apapun. Meninggalkan Jongin seorang diri termangu di mejanya, tidak berniat meminum kopinya yang sudah dingin dan justru menaikkan hoodienya lalu memejamkan mata. Dia tidur.

***___***

 –

 –

“Park Sehun, kau tau dengan benar bahwa kau adalah pewaris tunggal seluruh kekayaan keluarga Park. Bukan Kris juga bukan Chanyeol. Tapi kau!”

Sehun mengangkat wajahnya, menatap ibunya yang duduk bersebrangan dengannya, disebuah meja yang terbuat dari kayu yang juag terbentang panjang seperti meja makan.

“Oema, aku masih harus menyelesaikan tahun terakhirku. Aku tidak bisa mengurus seluruh perusahaan seorang diri. Kris hyung harus membantuku”

“Semua anak-anak itu maksudmu?” nyonya Park membenarkan

“Mereka bukan orang lain, oema. Mereka keluargaku! Mereka yang merawatku saat aku hilang ingatan. Mereka bahkan tidak meminta imbalan apapun. Pekerjaan dan tinggal di rumah ini adalah perbuatanku yang memohon pada mereka. Ini semua kemauanku!”

“Sehunie, kau pasti masih ingat jika oema tidak menyukai kau berteman dengan orang miskin. Ingatanmu sudah kembali bukan?”

Rahang Sehun mengatup keras. Tangannya mengepal. Ia berdiri dari duduknya, “aku tidak perduli oema. Aku bahkan mau meninggalkan seluruh kekayaan demi mereka!”

BRAKK

“Kau sadar dengan yang kau ucapkan?!!” Nyonya Park menggebrak meja sambil membentak Sehun. “Bagaimana bisa kau lebih memilih anak-anak itu dibandingkan kerja keras kakekmu selama bertahun-tahun?! Apa otakmu sudah diracuni oleh mereka?!”

“Karena mereka memberikan sesuatu yang oema tidak pernah berikan padaku!”tandas Sehun tegas. Ia benar-benar sangat kesal hingga berani menentang kedua mata tajam yang seperti bisa mengoyak apapun hanya dengan menatap. “Oema bahkan meninggalkan Kris hyun dan Chanyeol hyung demi pria lain, kan?”

Mata nyonya Park mulai berair, “oema tidak menyangka kau bisa mengatakannya, Sehunie”serunya serak. “Oema memang pernah melakukan kesalahan di masa lalu tapi kini oema sudah kembali. Oema ingin hidup bersama kalian lagi seperti dulu. Oema ingin menebus semuanya”isak nyonya Park, ia terduduk kembali di kursinya sambil menangis.

Dan seumur hidupnya, Sehun tidak akan pernah menang jika harus melawan air mata seorang ibu. Ia sudah merasakan bagaimana sakitnya melihat nyonya Jung menangis karena kepergiannya waktu itu dan ia tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Ia tidak mau menyesal diakhirnya.

Sehun sudah mau mengeluarkan permintaan maaf namun terhenti seketika saat ia melihat ibunya mencengkram dadanya dan meringis.

“Oema!” Sehun menghampiri nyonya Park, menangkap tubuhnya dengan tepat saat wanita itu ambruk ke samping. Dia pingsan.

TBC

45 thoughts on “FF : The House Tree 2 – Tiga

  1. Tiikaa berkata:

    Eonieee….

    Eomma nya sehun kok kelihatannya jahat yaaa???

    Untung anak2nya gak ada yg ngikutin sifat nyonya park yg sombong dan gk boleh berteman sma anak kecil itu….

    Trus aku kok rada gk percaya ya eon sma nyonya park..
    Jngan2 dia cari sehun karna ada apanya… Atau jngan2 dia cri sehun buat ngincar hartanya aja …

    Ummm,, oke deh eon klanjutannya aku tunggu yaa..🙂🙂

  2. hyosun berkata:

    akkkkh aku benci tbc…. Lagi seru2nya eh tiba2 muncul “tbc”…. Updatenya jgn terlalu lama aku bosen klo malem g ada ff yg dibaca apa lagi yg protect you belom d update lg…. Tetap semangat thor..

  3. SummerSehun berkata:

    perannya kyk emak2 antagonis yg gila harta macem sinetron indo nih hahahaha
    penasaran deh sama reaksi mama jung nanti. iya rasanya kris chanyeol lebih suka mama jung drpd mama kandungnya. ckckck

  4. nina berkata:

    AKU KAGA SUKA EOMMA KANDUNG NA SEHUN EON!!!!!!!!!!!!!!
    BETE!! NYEBELIN!!!
    tp ttep eomma kandung na sih😦
    itu yg bikin kaga bisa apa2😦
    apalagi kyk na sakit deh
    aaaaaaaa serba bingung
    cih!!!

  5. orihimeindi berkata:

    Just feel, klo nyonya park jatuh miskin krn itu mencari sehun ,
    Dan membuat berbagai ribu alasan untuk bersama lagi, krna sudah bertahun2 menelantarkan chanyeol dan kris lalu tiba2 muncul dg alsan pinging berubah tpi kenyataan berbanding terbalik.
    “Karena mereka memberikan sesuatu yang tak pernah eomma berikan padaku”
    Rightt..quote nya sehun bener bangett

  6. ♡ Sisi Shim berkata:

    Eommany sakit apa itu? Ah si Sehun pasti mau ngelakuin apa aja demi eommanya apalagi si eomma ini sakit2an.
    Hmm sip dah!!
    Kasian Luhan dkk kalau sampe diusir😦
    Kayakny kalau diliat si eomma ini ga terlalu ngurusin Kris dan Chanyeol ya. Malah kayakny si eomma sayang banget ama Sehun dibanding sang hyungdeul. Kenapa ya? Apa gara2 Sehun anak bungsu atau karena dia pewaris tunggal jd si eomma malah baik ke Sehun *plak*
    OMG ini bulan Puasa ga boleh berpikiran yg buruk😄
    Thank you buat apdet nya unnie!!🙂 ♥

  7. cicil berkata:

    iiiiihhhh aku emosi sebel bangettt sama eommanya sehun itu ya ampun gayanya sok bangetttt

    luhan kan oppa kasian kalo ditinggal sehun😦

  8. Nanda R.E. berkata:

    Itu bnr2 pingsan ato pura2 pengen cari perhatian sma sehun… 😐 thor protect you kok lma bgt sih di post, kayak mau nunggu comebacknya exo sampe 365 hri bru keluar..😀

  9. Nabila berkata:

    YA! MATI AJA MATI! GA USAH HIDUP DAN JANGAN GANGGU KE-12 BABY WOLF KU >,<

    kaaaaa…… baliknya mamanya hunnie ga buat persahabatan mereka retakkan? jebaaallll😦

  10. amel berkata:

    argg😮 eomanya sehun jahat banget ya :s
    kayaknya cuma suka sama sehun doang, kris sama chanyeol kayak gak dianggap anaknya aja😐

    kasian yg lainnya, susasana jadi berubah 180 derjat -_-
    LANJUT thor😀 semua FF author ditunggu, segera😀

  11. hasyahasya24 berkata:

    yaa.. eommanya sehun ngerusak suasana nih.. keliatannya bakalan jahat..terus dia balik lagi ada maunya ya?..jgn sampe cuma karena eommanya sehun balik lagi. mereka jadi pecah belah.. aishh -_-.. eomannya sehun ngerusuh nih.. penasaran apa yang bakal dilakuin sama eommanya sehun sama mereka semua? di, lanjut ya thor, jebal. jgn lama2🙂

  12. Han SeHyun berkata:

    Wahh eomma sehunnie oppa jahat ya? Ih kynya mslh akn mlai brdatangan nieh… Ok tancap gas lanjutttttt…

  13. soorin 2312 berkata:

    Huwaaa…uda mulai konflikny..
    Kok aq curiga ya ma eomma ny sehun…dy kesanny kyak ngejar harta ny sehun aja
    pasti abis ini bakaln bnyk mslh..termsk kluarny anak2 yg lain dr rmhny sehun….

  14. Liiyda berkata:

    Anjiirrr … ini nenek lampir pake acara balik kerumaah .. ga suka min . apaan ini . ngebuat suasana jadi ga nyaman ajeee eerrr -_-
    kasiaann weehh yang lainnya . jadi ngerasa terbebani . dan aku suka sifat kris (y) !

  15. Ddangkoplak berkata:

    Ngga mungkin setelah sekian lama ninggalin mereka, tiba2 dateng dengan alasan ‘ingin menebus kesalahan’… Ada maksud tertentu tuh eommanya park sibbling…

  16. Zein berkata:

    kyaaa ibu mertuaku jahat sekali #plakk

    thor udh masuk konflik ych !?
    publish’a percepat jebal !!
    thor keep writing and fighting !

  17. keywimz berkata:

    eommany sehun kok gitu sih
    chanyeol sama kris aja udh nggk suka
    kykny perhatian cma k sehun
    masa anak sndri dibeda bedain, gara gara harta ya..

    lanjutanny dtunggu lho

  18. Safira berkata:

    ayoloh sehun eomma nya sakit ._.
    kasian banget yaa, kalo aku jadi sehub mungkin aku bakal pilih hyung nya. eommanya sehun keliatan jahat gitu soalnya -,-
    next chap nya aku tunggu ya eon, fighting! ^^

  19. jp berkata:

    perasaan ku apa ceritanya pendek ya thor?.-.

    aigoo eommanya sehun kok egois toh? pantesan kris sama chanyeol terlalu polos

    sehun lemah sama tangisan ibu? nahloh jangan2 ntar ibunya manfaatin kelemahannya itu lagi. wkwk bad thinking-__-

    ditunggu next chapt thor^^

  20. MRS.KRIN berkata:

    kenapa aku juga gk ska ya nyonya park?#highfivesamaluha n:)
    rada-rada matre gitu -_- mati aja sklian mnsing deh:\

  21. MRS.KRIN berkata:

    kenapa aku juga gk ska ya nyonya park?#highfivesamaluha n:)
    rada-rada matre gitu -_- mati aja sklian mti deeh:\

  22. nurhidayah azhary berkata:

    keterlaluan banget sih nyonya park bisa-bisanya mengebedain teman lewat pangkatnya berteman kan ngga boleh pilih2-_-”
    ditunggu kelanjutannya thor tetap semangat^^

  23. I'm fanytastic berkata:

    Tuh orang tua nyebelin amat, sadar diri kek udah ninggalin anak2nya masih aja berprilaku seolah2 ga terjadi apa2 -_-” gausah balik aja napa sih huh.
    Sehun kamu jangan korbanin saudaramu demi orang tua itu/?
    Lanjutttt jangan lama2 thor.-.

  24. youmiiii berkata:

    kris, gue suka gaya lo
    #asahgolok heh NYONYA PARK YANG AMAT SANGAT BERKUASA, BERANI LO NGEGANGGU 12 KAKAK GUE TAU RASA LO

  25. @baltacheakiriwe berkata:

    Jangan-jangan Nyonya Park mau balik ke Sehun gara-gara Suami lamanya Bangkrut!, Huwaaaaaa…. Keujamnya!! ><

    Itu dibagian "Oema kami…selama kau tidak ada.." Itu Ketjeh banget!, Berasa banget Aura Kedinginannya

    Ini kayaknya FF yang paling lama Updatenya ._. Cepetan dilanjutin ya eon, ^^~

  26. Shintya Wu berkata:

    Ahhh mata ku sakit liat tulisan TBC😦
    Lg seru2 nya malah tbc huuhuu…. T.T
    ff mu makin keren thor….
    Makin suka nih baca nya😀

    Eomma nya 3tiang (Kris,Chanyeol & Sehun) jahat -.-
    Ky disinetron aja peran nya…
    Ditunggu thor lanjutan nya….
    Aku harap ngak lama….🙂
    Fighting thor…

  27. hwang seul gi berkata:

    semakin menarik.
    Luhan tkut bnget Sehun brubah. Eommax Sehun bkin BT ja, angkuh bnget.
    d’tunggu klnjutanx ya Thor. heheh

  28. hwang seul gi berkata:

    semakin menarik.
    Luhan tkut bnget Sehun brubah. Eommax Sehun bkin BT ja.
    d’tunggu kelanjutanx ya Thor. heheh

  29. Heerin berkata:

    Annyeong!! Hehe sebenernya saya udah baca part ini, cuma baru bisa comment sekarang hehe. Itu eommanya sehun kayaknya cuma mau morotin(?) sehun deh. Ngga tau kenapa, dr kata katanya itu tersirat sebuah kematrean gitu. Eh tp ngga tau jg sih…. Lanjut thor!!

  30. s wanda putri berkata:

    ada hawa gak enak dr nyonya park
    kayaknya dia munafik..gk tau knp tiba” benciiiii….bgt dama dia thor..pengen aku jambak

  31. Nunu^^ @Nurul_Hunie berkata:

    Aaiiiihhh nyebelin bangat sumpah itu Ny. Park…!!!

    Untung kris, sehun, ama yolo di tinggalinnya waktu mereka masih kecil jadi mereka enggak terlalu lama di didik sma org super duper sombong itu…!!!

    :I :I :I

  32. amelia berkata:

    ah, ini kah masalah barunya??
    sumpah thor, kelakuannya ibunya sehun bikin BT..
    apa deh, dateng” ngerusak suasana..
    kayaknya chanyeol sama kris ngk begitu seneng waktu ibunya dateng..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s