FF : GANGSTER (Chapter 18 END)

gangster 18

Tittle                      : Gangster

Author                  : Oh Mi Ja

Main Cast            : Donghae (Suju), Eunhyuk (Suju), Yoona (Snsd)

Support Cast      : Minhoo (Shinee)

Yoochun (JYJ)

Yonghwa (Cn Blue)

Junsu (JYJ)

Onew (Shinee)

Sungmin (Suju)

Jessica (Snsd)

Seohyun (Snsd)

Taemin (Shinee)

Yuri (Snsd)

Genre                   : Action, Romance, Friendship

Yoona dan yang lain seketika menuju Bandara Incheon sesaat setelah Jessica mengabarkan bahwa Donghae akan pergi. Terburu-buru mereka melompat keluar taksi, menembus kerumunan orang-orang yang sedang sibuk dengan tujuan masing-masing.

Mata Yoona melebar kesegala penjuru arah, menyapu seluruh bagian bandara mencari sosok Donghae. Hingga akhirnya ia melihat seorang wanita tua yang sangat dikenalnya. Tanpa pikir panjang lagi, Yoona langsung berlari menghampiri wanita itu.

“Han ahjumma”seru Yoona membuat bibi Han seketika tersentak.

“Ehh? Yoona-yah”

“Ahjumma, mana Donghae oppa? dia belum pergi, kan? Aku harus bicara dengannya”ujar Yoona sedikit memaksa

“Yoona-yah, tapi…”

“Ahjumma, ini hanyalah salah paham. Sungguh. Aku harus menjelaskannya pada Donghae oppa. Mana dia?”

“Yoona-yah, tuan muda sudah pergi lima menit yang lalu tak lama setelah kau datang”

Yoona tersentak, “mwo?”

“Tuan muda sudah pergi ke Amerika untuk menyusul kedua orang tuanya”

Dan pernyataan itu berhasil menghantam keras dada Yoona. Ia terperangah tak percaya. Dikedua matanya kini sudah terjadi sebuah genangan air. Wajahnya memanas. Ingin rasanya menolak pernyataan itu namun kenyataannya justru berbanding terbalik dengan yang ia inginkan. Donghae pergi. Dia sudah pergi.

“Kenapa dia tidak mau mendengarkan penjelasanku dulu?”

“Eonnie..”

“Kenapa dia tidak mau mempercayaiku bahwa aku benar-benar mencintainya?”

“Eonnie..”

“Seohyun-ah, eottokhe? Dia sudah pergi..dia sudah pergi..” Yoona sudah tidak bisa menahan kesesakkannya lagi. Tangisnya tumpah. Ia memeluk Seohyun erat-erat, menumpahkan air matanya dipundak adiknya itu. “Harusnya dia mendengarkan penjelasanku terlebih dahulu. Aku tidak berbohong. Sungguh. Aku benar-benar menyesal, Seohyun-ah”

***___***

“Minumlah ini agar kau bisa sedikit tenang”seru Yuri memberikan segelas teh hangat untuk Yoona

“Gomawo eonnie”

“Aku benar-benar tidak menyangka dia akan pergi. Bahkan dia tidak memberitahu kita! Apa dia tidak menganggap kita sahabatnya?!!”geram Minho kesal

“Mungkin dia mempunyai alasan lain”balas Yoochun tak kalah kaget seperti Minho namun dia terus mencoba untuk tenang.

“Apa?!! Alasan apa?!! Apa karena patah hati lalu dia memutuskan untuk meninggalkan Korea?! Meninggalkan masalah dan meninggalkan kita?!!”

“Minho-yah, tenanglah” Yuri berpindah tempat. Duduk disebelah Minho sambil menghusap-husap punggung namjachingunya itu.

“Harusnya Donghae hyung mendengarkan penjelasanku dulu. Semuanya hanya salah paham”sahut Taemin lemas

“karena dia terlalu mencintaimu” Yoona dan yang lain langsung menoleh saat Jessica yang daritadi hanya diam tiba-tiba mengeluarkan suara. Jessica mengangkat wajahnya, membalas tatapan Yoona dengan matanya yang kini teduh. “Karena dia terlalu mencintaimu sehingga dia harus pergi agar bisa melupakanmu”

FLASHBACK

Jessica berpegangan erat pada pegangan mobil yang ada diatasnya. Satu tangannya lagi memegang pinggiran jok. Jantungnya berdegup tak karuan, bahkan untuk membuka mata saja dia terlalu takut. Kecepatan mobil yang saat ini ia naiki sangat diluar batas. Ia merasa seperti melayang ditempat.

“Akh!”

Tiba-tiba mobil sport hitam itu berhenti mendadak, membuat tubuh Jessica – yang walaupun sudah memakai sabuk pengaman –  menjadi tertarik kedepan. Jessica membuka matanya dengan menahan napas. Takut-takut, ia menoleh ke kiri. Kearah seorang namja yang sedang lurus menatap ke depan dengan sorot mata tajam.

“Donghae-yah,  w-wae geurrae?”

“Maafkan aku”

“Ehh?”

Donghae menoleh, “maafkan aku karena aku sudah memperalatmu untuk memanasi Yoona”

Mata Jessica melebar, “memperalatku? Jadi kau–?”

“Aku sangat mencintainya. Sangat sangat sangat mencintainya. Aku ingin berusaha untuk mencintaimu namun dia selalu saja ada dipikiranku. Aku menyerah. Aku bahkan tidak bisa melawan perasaanku sendiri”

Jessica tertawa mendengus, “jadi kau tidak mempunyai perasaan apapun saat kau mengiyakan ajakanku untuk makan siang? Jadi hanya aku yang terlalu senang dan berharap kau bisa membuka hati untukku?”

“Maaf..”

“KEUNDAE WAE?!!”teriak Jessica bersamaan air matanya yang mulai merembes keluar. “Wae?!! Kenapa kau tidak bisa melihatku walaupun hanya sekali?! Kenapa bukan aku?! Kenapa harus orang lain?!”

“Sica-yah, jangan berharap lagi. Karena aku tidak akan bisa dan tidak pernah bisa”

‘Walaupun hanya satu kali?”

Donghae menggeleng pelan, “walaupun hanya satu kali”

Yeoja cantik itu terisak. Tertunduk dalam-dalam meratapi kesedihannya yang mendalam. Penantian panjang itu tidak terjawab. Tidak terbalas.

Ia dipaksa untuk menelan rasa sayang itu, menghilangkan seluruhnya tanpa meninggalkan sedikit bekas. Itu sulit. Semua itu sangat sulit. Dibalik perjuangannya, terdapat air mata. Dibalik tampilannya yang terlihat sangat kuat, ada kelemahan menahan cinta yang bertepuk sebelah tangan itu.

“Aku tidak akan memilih siapapun”lanjut Donghae pelan. “Aku akan pergi dan berusaha melupakan semuanya. Aku harap kau bisa menemukan seseorang yang tulus mencintaimu”

FLASHBACK END

“Semuanya karena aku”seru Jessica mulai menangis. “Aku yang melakukannya karena rasa iriku padamu. Aku mengikuti kalian berdua dan mengorek informasi, menciptakan sebuah fitnah untuk menjatuhkan kalian. Awalnya aku pikir, itu akan membuat Donghae membencimu tapi ternyata aku salah. Kalian memang berpisah sesuai keinginanku, tapi aku tidak menyangka jika aku juga kehilangannya. Aku kehilangannya”

“Jadi kau yang melakukannya?!!”

“Noona” Minho langsung menahan lengan Yuri yang hendak menghampiri Jessica itu. Menarik tubuhnya ke belakang dan memaksanya untuk duduk kembali.

“Lepaskan aku! Aku harus memberi pelajaran pada yeoja brengsek ini! Karena dia hubungan Yoona dan Donghae berakhir! Karena dia kalian terluka akibat pertarungan itu! Dia juga sudah membuat Yoona babak belur! Dan terakhir, dia membuat Donghae pergi! Adikku!!”

“Aku memang bersalah. Namun sekarang aku sudah menyerah…aku menyerah karena aku tidak akan pernah ada di hatinya. Maafkan aku”

Rahang Yoona megatup rapat, “sudah terlambat”desisnya tajam. “Sudah terlambat karena dia juga sudah meninggalkanku”

***___***

Eunhyuk terus berlari ke rumah Yuri saat tidak mendapatkan adiknya di kamar pasien. Ia mendapat informasi dari Junsu yang kebetulan bertetangga dengan Yuri dan melihat banyak orang disana. Dia terus berharap semoga ini tidak terlambat. Semoga ia bisa menemukannya dan mengatakan bahwa dia sangat merindukan sosoknya.

Eunhyuk sudah berdiri didepan rumah Yuri. Mengetuk pintunya tidak sabaran yang lebih terdengar seperti gedoran. Tak lama sang pemilik rumah membukakan pintu dengan raut wajah masam namun saat melihat Eunhyuk, ekspresinya seketika berubah kaget.

“Kau? Mau apa kau kesini?”

“Mencari Donghae”

“Dia tidak ada disini”

“Tunggu!” Eunhyuk mengulurkan tangan, menahan pintu yang akan ditutup itu. “Ada yang harus aku bicarakan. Aku mohon dengarkan aku”

Akhirnya, Eunhyuk diperbolehkan masuk. Saat menuju ruang tamu, ekspresi yang lain sama seperti Yuri saat pertama kali melihat Eunhyuk. Terkejut. Bahkan sangat terkejut.

“Oppa”seru Yoona dan Seohyun bersamaan

“Mau apa lagi kau brengsek?!”

“Minho-yah!”tahan Yoochun. “Semuanya sudah berakhir”serunya lalu menatap Eunhyuk. “Ada apa?”

“Aku mencari Donghae. Dimana dia?”

“Dia sudah mengalahkanmu. Masalah kalian sudah selesai”

“Masalah kami belum selesai. Aku harus bicara dengannya”

“Oppa, aku mohon jangan memperpanjang masalah lagi.  Semuanya sudah berakhir”ujar Yoona menghampiri Eunhyuk dan memegangi tangannya

“Yoona-yah, dia adalah Lee Donghae. Dia sahabat kecilku!”

Mata Yoona melebar, “mwo?”

“Dia..seseorang yang selalu ku bicarakan denganmu saat kita berpisah. Sahabat pertamaku yang selalu menghiburku saat oema dan appa bercerai. Dia Lee Donghae”

“Tunggu, apa maksudmu sahabat pertamamu? Siapa?”tanya Minho bingung

“Lee Donghae..dia adalah sahabat kecilku”

“Jadi kalian berpisah saat berusia lima tahun?”tanya Yuri setelah Eunhyuk menjelaskan semuanya

Eunhyuk mengangguk, “dia harus pindah ke Amerika karena pekerjaan ayahnya. Aku selalu menunggunya disini. Aku pikir dia akan kembali. Tapi, ternyata kita tidak saling berhubungan lagi setelah kepindahannya. Satu-satunya yang ku punya hanya kalung ini. Aku memakai kalung berbandul kunci sedangkan dia berbandul gembok. Saat kalungnya terjatuh, aku mengambilnya dan mencocokkannya dengan punyaku. Ternyata gembok itu terbuka”

“Mustahil. Bagaimana bisa seperti itu? Kalian adalah musuh bebuyutan yang ternyata adalah sahabat kecil”decak Taemin tak percaya

“Aku sudah merasakannya sejak pertemuan kami yang pertama. Aku merasa pernah melihat matanya namun aku tidak menyadari jika dia adalah Donghae-ku”

Yuri mengangguk, “Donghae memang mempunyai mata yang berbeda”

“Keundae, kau sudah terlambat”

“mwo?”

“Donghae sudah pergi ke Amerika dengan penerbangan tadi siang”

Eunhyuk tersentak, “MWO?!”

“Dia meninggalkan Korea tanpa mendengarkan penjelasan kami dan juga memberitahu kami. Dia pergi begitu saja”

“W-wae? kenapa dia tiba-tiba pergi?”

“Karena Yoona adalah cinta pertama dan patah hatinya yang pertama”

“Ada kesalahpahaman yang tidak diketahui Donghae. Sehingga ia menganggap Yoona sengaja membohonginya”

Eunhyuk menoleh kearah Yoona. Menatap adiknya yang kini menunduk sambil tersenyum kecut. “Yoona-yah…”

“Aniyo oppa. Nan gwenchana. Jinjja gwenchana”

***___***

“YOOCHUN-AH!!! KITA LULUUUUUS!!!” Minho bersorak senang sambil memeluk Yoochun tanpa sadar membuat Yoochun seketika mendorong tubuh Minho hingga namja itu terjatuh ke lantai. Minho tersentak, “Ya!! Kenapa kau mendorongku!”

“Apa kau pikir aku namja yang mudah untuk dipeluk, huh? Jangan memelukku karena itu menjijikan!”

Minho berdiri lalu melempar Yoochun dengan jaketnya, “baiklah. Aku pergi!”serunya kesal lalu berbalik meninggalkan Yoochun

Yoochun tertawa geli. Ia mengejar Minho lalu merangkul pundak namja tinggi itu, “Kau terlihat menjijikan saat marah”

“Lepaskan aku! Apa kau pikir aku adalah namja yang mudah untuk disentuh, huh?”

Lagi-lagi Yoochun tertawa geli, “Aku ingin berlama-lama merangkul sahabatku sebelum dia menikah dua bulan lagi”

Minho menoleh, menatap senyuman menggoda Yoochun haru. “Walaupun aku sudah menikah nanti, aku akan selalu menjadi sahabatmu”

“Hyuuuuungdeuuul!! Hyuuuuung!!! Chukkae!!”teriak Taemin sembari berlari dengan membawa sebucket bunga. Di belakangnya, terlihat Jaejoong yang juga hadir di upacara kelulusan mereka.

“Chukkae hyung! Kalian lulus”seru Taemin senang memberikan bucket bunga itu untuk Yoochun

Salah satu alis Minho terangkat tinggi, “mana untukku?”

Taemin tertawa kikuk sambil menggaruk belakang kepalanya, “hehe, uangku tidak cukup untuk membeli dua”

“Dasar”cibir Minho

“Minho-yah, Yoochun-ah, chukkae. Kalian sudah lulus”

Yoochun tersenyum, “Gomawo hyung”

“Hyung, kau harus memberikan minuman gratis untuk kami nanti malam”sahut Minho merangkul pundak Jaejoong

“Mwo?”

“Sebagai hadiah karena kami lulus”

“Mworago? Kenapa aku harus memberikan hadiah untuk kalian? Shireo!”

“Aniyo. Kau harus memberikannya!”

“Shireo!”

“Oppadeul…”

Pertengkaran Minho dan Jaejoong seketika berhenti saat mendengar sebuah suara memanggil mereka. Semuanya menoleh dan langsung tersenyum lebar saat melihat siapa yang datang. Namun, tidak untuk Yoochun. Namja itu justru tersentak dan menjadi salah tingkah di depan seorang yeoja yang sudah lama mengisi hatinya.

“Chukkae”seru Yoona juga memberikan bucket bunga untuk Minho

“Akhirnya aku dapat bunga”sorak Minho senang. “Gomawo, Yoona-yah”

“Yoochun oppa, chukkae”

Jantung Yoochun benar-benar berdegup kencang. Ia berusaha menutupi rasa gugupnya dengan tersenyum tipis, “gomawo, Seohyun-ah” dan setelah mengucapkan ucapan terima kasih itu, keduanya masuk dalam keheningan. Tidak ada lagi yang mengeluarkan suara. Sama-sama menunduk lalu menoleh kearah lain.

“Pergilah” Yoochun menoleh kearah Minho dengan kening berkerut saat namja itu tiba-tiba mendorongnya. “Pergilah. Selesaikan semuanya”

“Mwo?

“Jangan berpura-pura bodoh. Apa kau mau selamanya menyimpan perasaanmu? Bagaimana jika kau mati keesokan harinya? Apa kau tidak menyesal?”

“Mwo? Kau mendoakanku mati? Ya!”

Minho menggeleng sambil tertawa geli, “aniyo. Pergilah”

Yoochun masih tidak bergerak. Menatap Minho dengan ekspresi ragu untuk beberapa saat. Minho mengangguk, menepuk salah satu pundak Yoochun , memberikan semangat untuk sahabatnya itu. Minho benar. Dia tidak bisa terus-terusan menyimpan perasaannya. Akhirnya, ia menoleh kearah Seohyun. Perlahan mengulurkan tangan untuk menggandeng lengan yeoja cantik itu.

“Aku ingin bicara denganmu”

Seohyun tersentak, “yee?”

“Bicaralah denganku”

“Ahh..yee..”

Yoochun menggandeng Seohyun dan membawanya sedikit menjauh dari teman-temannya, membuat Taemin yang juga menjadi fans nomor satu Seohyun tidak tinggal diam.

“And…hfffpp..hfffpp…”

“Jangan mengacaukan mereka, Taemin-ah” secepat kilat Minho membekap mulut Taemin dan menggeret adiknya itu ke belakang, membuat Jaejoong dan Yoona hanya bisa tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Sedangkan Yoochun dan Seohyun, kembali keduanya saling diam saat sudah duduk disebuah bangku taman sekolah. Musim dingin akan datang sebentar lagi sehingga pohon-pohon maple yang tumbuh disekitar taman, menghujani keduanya dengan daunnya.

Kesepuluh jari Yoochun saling bertaut. Dalam diam, sebenarnya ia sedang mencoba menetralkan perasaannya. Meredakan degupan jantungnya yang terus menderu cepat.

“Oppa, wae? Oppa bilang mau bicara denganku” hingga akhirnya suara Seohyun memecah keheningan mereka

“Aku…sebenarnya…aku..emm..sebenarnya…” Yoochun memutar bola matanya, mencari kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya.

“Oppa mwo?”

“Aku…” Yoochun-ah, cepat katakan! Gumam Yoochun dalam hati. “Aku menyukaimu”serunya akhirnya membuat kedua mata Seohyun seketika melebar. “Aku menyukaimu…sejak dulu…”lanjutnya lagi dengan nada merendah diakhir kalimatnya.

“Oppa..” Seohyun tergugu. Hanya itu yang mampu diucapkannya. Dia kehilangan kata-kata. Menyukainya? Yoochun?

“Aku bukanlah namja romantic seperti Minho dan pemberani seperti Donghae. Aku terus menyimpannya selama ini. Sejak pertama kali melihatmu, aku sudah menyukaimu tanpa berani mengungkapkannya. Selama ini aku hanya bisa menjadi seseorang yang selalu ada untuk melindungimu. Hanya seseorang yang diam-diam memperhatikanmu hingga akhirnya aku kembali menyimpannya seorang diri saat tau kau sudah mempunyai orang lain”

“Oppa, apa kau tidak salah bicara?”

Yoochun menggeleng, “aniyo. Aku benar-benar menyukaimu”

“Oppa..aku…”

“Ijinkan aku membuktikannya. Sekarang, aku ingin melindungimu secara nyata. Jika kau menerimaku, datanglah ke rumah Yuri jam 4 sore nanti. Jika kau tidak datang, artinya kau menolakku”

Yoochun memandang Seohyun sesaat lalu memutuskan untuk berdiri dan pergi, meninggalkan Seohyun yang seketika hening. Ia hanya duduk dalam diam, merasakan hujan daun maple dan angin yang mulai berhembus dingin. Hatinya sedang gundah.

***___***

Hubungan itu sudah berakhir cukup lama namun masih saja terus mengendap. Ternyata benar, cinta pertama sangat sulit untuk dilupakan dan itu terjadi pada Seohyun. Dia menyetujui ajakan Yonghwa untuk bertemu disebuah taman kota untuk membicarakan sesuatu. Seohyun sudah tau apa yang akan dikatakan Yonghwa karena kejadian di rumah sakit waktu itu bukanlah usahanya yang terakhir.

“Hyun, bisakah kau memberikan jawaban sekarang? Aku sudah menunggunya selama tiga bulan dan kau tidak pernah memberikan jawaban apapun”

Seohyun terdiam sejenak. Menarik napas panjang sambil menatap Yonghwa lurus. “Mianhae oppa”

“ehh?”

“Mianhae. Aku tidak bisa kembali denganmu”

Yonghwa tersentak, “w-wae?”

“Kita sudah berakhir, oppa. Aku sudah melupakanmu”

“Tunggu..Hyun, kau masih mencintaiku!”

“Aku memang masih mencintaimu, oppa. Tapi, ada seseorang yang jauh lebih mencintaiku selain dirimu”

“Jadi karena orang lain? Jadi kau menolakku karena kau mencintai orang lain?”

“Mianhae oppa. Aku memutuskan untuk mulai mencintainya. Aku tidak mau membohongimu dan menyakitimu jadi aku mengatakan hal ini”

“Hyun, apa kau tidak bisa memberikan kesempatan untukku?”

“Oppa, kau adalah cinta pertamaku dan itu tidak akan berubah. Sampai kapanpun aku pasti mengingatmu. Aku pergi”

Yonghwa langsung menahan lengan Seohyun saat yeoja itu hendak beranjak. Ia menatap Seohyun penuh harap. Merasa menyesal dengan perbuatannya yang berakibat dia akan kehilangan yeoja yang paling dicintainya. “Aku mohon, Hyun”

“Mianhae oppa. Dia sudah menungguku”

***___***

“Jangan mengacaukannya! Bunga itu akan menjadi hiasan di acara pernikahanku nanti!”

“Ya! Ya! Ya! Jangan sentuh itu!”

Yuri terus saja berteriak kesal saat Yoochun, Jaejoong dan Taemin mengacaukan semuanya. Tangan mereka terlalu kreatif. Semua benda yang mereka lihat pasti disentuh seperti sedang melihat benda asing.

“Noona, kau tidak boleh marah-marah. Kau harus menjaga wajahmu agar tidak keriput”seru Taemin enteng membuat Yuri langsung melotot kearahnya.

Yoona dan Jessica tertawa geli, “eonnie, sudahlah. Jangan perdulikan dia”seru Yoona

“Yoochun-ah, eotthe? Kau sudah menyatakan perasaanmu?”tanya Minho menepuk pundak Yoochun. Yoochun mengangguk. “lalu?”

“Jika dia datang artinya dia menerimaku”

“Bodoh. Kenapa kau tidak langsung meminta jawabannya saja tadi?”

“Aku akan menunggunya”

“Ya! Kau selalu menunggunya. Kenapa sekarang kau mau menunggu lagi?”

“Sudahlah hyung. Seohyun tidak akan datang karena dia lebih menyukaiku”

Jaejoong menjitak kepala Taemin gemas, “Jangan bicara macam-macam”

“Oe? Seohyunie? Kau sudah datang”

Yoochun sekerika menoleh kearah pintu dan mendapati yeoja cantik itu sudah berdiri disana. Tersenyum manis sambil menatap kearahnya. Yoochun juga tersenyum. Apa ini artinya cintanya terbalas?

“peluk dia”bisik Minho mendorong Yoochun

Yoochun menggaruk belakang kepalanya. Berjalan pelan menghampiri Seohyun, membuat Minho dan yang lain yang berdiri dibelakangnya tertawa geli karena melihat tingkah kikuk si penguasa sekolah itu.

“Saranghae, Seohyun-ah”

***___***

Malam harinya, Minho dan Yoochun merayakan kelulusan mereka di club milik Jaejoong. Juga ada Sungmin dan beberapa teman-teman mereka disana. Taemin, sang bartender yang sudah ahli meracik minuman, terlihat sumringah melayani kedua hyungnya itu.

“Hyung, cobalah. Ini pasti enak”serunya menyodorkan gelas minuman pada Yoochun dan Minho

“Gomawo Taeminie”

“Kalian merayakannya tanpa aku?”

Yoochun dan Minho sama-sama menoleh dan langsung tersenyum lebar saat melihat dua orang yang kini menjadi salah satu bagian dari mereka.

“Eunhyuk-ah, Junsu-yah..”

Minho dan Yoochun berdiri dari kursi mereka, mengulurkan tangan untuk sekedar high five ala laki-laki. Kemudian, kembali duduk bersama. Yah, kedua SMU itu bukan lagi musuh. Mereka berada disatu kubu yang sama dalam sebuah ikatan perdamaian. Tidak ada lagi perang. Bahkan dengan SMU Hannyoung sekalipun.

Begitupun ikatan yang terjadi antara Minho dan Junsu. Dua orang yang pernah memperebutkan satu gadis yang sama itu akhirnya memilih untuk menjadi sahabat. Lebih memilih untuk sama-sama melindungi yeoja itu dalam kapasitas yang berbeda.

“Hyung, kalian juga minumlah..”seru Taemin juga menyodorkan gelas minuman untuk Eunhyuk dan Junsu.

“Sangat ramai tapi aku tetap merasa tempat ini begitu sepi” Minho mendesah pelan. Memutar kursinya membelakangi meja lalu meletakkan kedua sikunya diatas meja. Ia mendongakkan wajah sambil menarik napas panjang. Semua orang juga tau apa maksud dari kata-katanya. Sepi. Yah, mereka memang tidak lengkap.

“Sangat baik jika aku bisa bertemu dengannya dan mengatakan bahwa aku adalah sahabat kecilnya”sahut Eunhyuk

“Apa tidak ada kabar apapun  dari Donghae?”

Yoochun meneguk minumannya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Junsu. Ia menggeleng dengan ekspresi wajahnya yang mengkerut akibat kerasnya alcohol yang diminumnya.

“Dia benar-benar hilang. Aku sempat bertanya pada pembantunya tapi dia bilang Donghae sudah tidak tinggal bersama orang tuanya lagi sejak sebulan setelah dia memutuskan untuk ke Amerika”

“Wae?”

“Orang tuanya bercerai dan membuat Donghae sangat frustasi hingga dia memutuskan untuk pergi”

Eunhyuk tersentak, “bercerai?!!”

“Sebenarnya aku tidak kaget jika mendengar mereka bercerai. Karena, sejak mengenal Donghae, satu-satunya masalahnya hanyalah kasih sayang orang tuanya. Orang tuanya tidak pernah pulang ke Seoul, keduanya terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Bahkan Donghae sudah mengetahui jika ayahnya mempunyai selingkuhan begitu juga ibunya. Namun, dia hanya diam. Melampiaskan kekesalannya dengan berkelahi dan minum. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana sedihnya dia saat orang tuanya bercerai dan kita tidak ada disana”

Eunhyuk tersenyum kecut, “Kau benar. Harusnya aku ada. Dulu, saat orang tuaku bercerai, dia selalu ada untukku. Sekarang, aku justru tidak mengetahui dimana keberadaannya”

“Lalu bagaimana dengan sekolahnya? Bukankah dia belum menyelesaikan pendidikan terakhirnya?”

“Park sonsengnim bilang jika Donghae tetap mengikuti ujian via internet.  Dia mengerjakan soal-soal yang jauh lebih sulit dari kita di Amerika dan ternyata dia lulus”

“Anak itu..apa dia benar-benar tidak kembali? Aku sangat ingin dia ada saat upacara pernikahanku nanti”

Yoochun mengendikkan kedua bahunya, “tidak ada yang tau…’

***___***

Dua bulan kemudian…

“Gawat! Aku lupa! Pabo pabo pabo!” Yoona merutuki dirinya sendiri sambil memukul-mukul pelan kepalanya. Disampingnya, Seohyun dan Jessica memandangnya bingung.

“Yoona-yah, wae geurrae?”

“Eonnie, aku lupa membeli kado untuk Yuri eonnie. Akh, eottokhe?”

“Mwo? Bagaimana kau bisa lupa sesuatu yang justru sangat penting?”

Yoona mengigit bibir bawahnya panik. Ia melihat arlojinya, masih ada waktu satu jam sebelum upacara pernikahan Yuri.

“Sebaiknya kalian duluan saja ke gereja. Aku akan menyusul. Annyeong” secepat kilat, Yoona meraih tas selempangnya yang tersampir di atas ranjang tidur. Meninggalkan Jessica dan Seohyun yang bahkan belum sempat membalas ucapannya.

“Eonnie, keundae….”

Jessica menoleh, “wae?”

“Eungg..keundae…”

“Wae? katakan saja”

“Aku sudah berjanji pada Yoochun oppa untuk pergi bersama”seru Seohyun merasa ridak enak

“Ah, jadi itu.. baiklah. Aku akan pergi sendiri saja”

“Jinjjayo? Gwenchana?”

Jessica menggeleng lalu tersenyum lembut, “Gwenchana. Aku akan pergi sendiri”

“Mianhae eonnie…”

“Aniyo.. aku bi—“

“Jessica-sshi..”

“Ahh yee?”

Eunhyuk berdiri di ambang pintu kamar Yoona sambil menggaruk kepalanya kikuk. Setelah memanggil nama Jessica, ia tidak juga bicara. Hanya diam mematung dengan wajahnya yang mengeluarkan rona merah.

“Waeyo Eunhyuk-sshi?”

“Emm..Sebenarnya Junsu akan pergi bersama yeojachingunya..aku tidak mempunyai teman..emm..maksudku..aku..kau sendiri..jadi..”

“Oppa akan mengajak Sica eonnie ke pernikahan Yuri eonnie?”celetuk Seohyun bersemangat.

“Emm..sebenarnya…”

“Eeeiiiyy.. Oppa, wajahmu memerah”goda Seohyun semakin membuat Eunhyuk salah tingkah

“Ya! Jangan menggodaku!”

“Arasseo. Kalau begitu aku akan meninggalkan kalian. Aku harus bersiap-siap karena Yoochun oppa akan menjemputku. Annyeong!”pamit Seohyun menyelinap disebelah tubuh Eunhyuk. Namun, baru beberapa langkah, ia kembali berseru nyaring, “Oppa, berdua lebih baik daripada satu!!”

***___***

Yoona berjalan di atas trotoar sambil menggoyang-goyangkan plastik bawaannya. Ia harus berjalan kaki kurang lebih 50 meter untuk menuju halte bus. Namun, tiba-tiba saja langkahnya terhenti. Ia terpaku untuk beberapa saat melihat jalan setapak yang terhampar di samping kanannya. Jalan setapak kecil yang diapit oleh pohon-pohon lebat disekitarnya.

Tanpa sadar, kaki jenjangnya menuntun.  Memasuki tempat itu yang dia sendiri bahkan hampir melupakannya. Tempat ini masih sama. Masih ada tangga-tangga yang menjulur panjang seperti tiada akhirnya. Saat pertama kali ke tempat ini, dia memang sangat lelah. Tapi, sekarang dia seperti tidak menyadari keletihan itu. Kakinya menuruti perkataan hati kecilnya yang menyuruh untuk ke sana. Yah, kesana.

Dan diujung tempat itu, diatas sebuah bukit yang pernah ia rekam dalam ingatannya. Ia masih terus berjalan ke depan tanpa memalingkan wajah. Terus berjalan tanpa kesadaran penuh hingga akhirnya menemukan sebuah sungai dan wujud putih yang sedang duduk diatas sebuah batu besar.

Yoona terperangah. Ia berusaha menelan ludah dan menormalkan degup jantungnya yang bekerja lebih cepat dari biasanya. Perlahan, ia mengulurkan tangan. Ingin memastikan kenyataan wujud itu dengan menyentuh belakang punggungnya. Dan saat sentuhan itu sudah terasa, wujud itu menoleh. Ia berbalik melihat tangan Yoona lalu mendongakkan wajah untuk menatap wajah Yoona.

Yoona bisa melihat bagaimana terkejutnya dia. Ia bangkit, kini berdiri dihadapan Yoona dengan ekspresi tak percaya. Begitu juga Yoona yang tak kalah tersentak karena sosok yang sangat ia rindukan itu sudah berdiri di depannya.

“Hai..”

Suaranya..bahkan tidak berbeda dari saat terakhir mereka saling bicara. Matanya dan senyumannya juga tetap sama. Dia asli. Dia nyata. Dia bisa disentuh.

“Bagaimana kau bisa ada disini?”

“Sejak tiga jam yang lalu aku terus berdiri disini untuk memutuskan sesuatu”

“Apa?”

“Menemuimu atau tidak”

Yoona membisu ditempatnya. Matanya mulai berkaca-kaca. Tidak tau harus sedih atau justru bahagia. Tidak tau harus memeluk atau hanya sekedar berdiri menangis karena kesedihan itu masih dirasakannya. Ternyata, hati kecilnya menuntun untuk menemukannya. Bisikan itu membuat mereka dipertemukan

Tapi, kedua tangan itu lebih dulu mendekap. Menarik tubuh Yoona pelan kedalam sebuah pelukan hangat yang sudah menghilang lama.

“Sekarang aku sadar..sakit hati tapi berada di dekatmu jauh lebih baik daripada jauh darimu. Aku kalah dengan perasaanku yang menyuruhku untuk terus pulang. Hanya beberapa bulan dan akhirnya pertahananku hancur. Aku merindukanmu”

“Harusnya kau mendengarkan penjelasanku terlebih dulu. Harusnya kau percaya pa—“

CUPP

Tangan Donghae terulur ke belakang kepala Yoona dengan gerakan cepat, mendorong wajahnya agar mendekat kearahnya. Dan sebuah kecupan hangat yang seketika membungkam mulut Yoona menjadi jawaban terakhir. Menjadi bukti bahwa mereka masih memiliki cinta. Masih memiliki rasa untuk kembali bersama.

***___***

“Ya! Mana Yoona?!! Kenapa dia belum datang juga?!! Aiiish!!” Yuri merutuk kesal di ruang tunggu pengantinnya.

“Kenapa Yoona eonnie belum juga datang? Bukankah dia sudah pergi daritadi?” Seohyun juga bingung

Yuri menghempaskan tubuhnya ke sebuah kursi empuk sambil menarik napas panjang, “Upacaranya akan dimulai sebentar lagi! Kenapa dia belum datang juga”desahnya

“Aku akan mencoba menghubungi Yoona”seru Jessica sambil meraih ponselnya namun seketika terhenti saat Taemin tiba-tiba masuk.

“Noona, kenapa belum keluar juga? Minho hyung sudah datang”

“Mwo? Keundae, Yoona belum juga datang. Eottokhe?”

Mata Taemin melebar, “Belum datang? Kemana dia? Aiish, yang lain sudah menunggumu”

“Eonnie, sebaiknya eonnie keluar sekarang. Biar aku yang akan menggantikan Yoona eonnie menjadi pembawa keranjang bunganya”

“Tapi, aku tidak mau merayakan upacara pernikahanku tanpa Yoona”

“Eonnie, tidak ada waktu lagi. Palli”

***___***

“Yoona belum juga datang?”tanya Eunhyuk seusai upacara pernikahan Yuri dan Minho. Ia berdiri sambil terus menatap kearah luar gereja dengan cemas.

Jessica menggeleng, “ponselnya juga tidak bisa dihubungi”

“Keterlaluan sekali. Dia tidak menghadiri upacara pernikahanku”rutuk Yuri cemberut.

“Sudahlah noona. Mungkin dia sedang ada urusan penting”hibur Minho menepuk-nepuk pundak Yuri

“Apa urusan itu lebih penting dari upacara pernikahan kita, huh?”

“Yuri-yah, jika kau terus mengomel seperti itum tamu-tamu akan kabur”goda Jaejoong sambil tertawa geli.

“Astaga!” tiba-tiba Taemin menjerit nyaring membuat semua orang yang berada didekatnya seketika menoleh kearahnya.

“Taemin-ah, wae geurrae?”

Taemin hanya diam justru menghusap-husap kedua matanya lalu menatap ke depan lagi, “aku tidak salah lihat”

“Annyeong..”

Mereka menoleh dan suara itu berhasil membuat mereka tenggelam dalam keheningan. Semuanya membisu. Tidak bergerak dengan mata mereka yang menatap terbelalak kearah seseorang yang sudah berdiri didepan mereka.

“Eonnie, oppa, mianhae.. aku terlambat karena aku harus menemani Donghae oppa membeli kado untuk kalian”

“Donghae?”tanya Yuri serak

Yoona mengangguk lalu tersenyum lebar, “dia Donghae.. Lee Donghae”

Detik itu juga Yuri langsung memeluk Donghae bercampur tangisnya yang juga pecah. Adiknya kembali. Seseorang yang sangat ia sayangi itu kembali.

“Kau kemana saja? Kenapa baru kembali? Kenapa kau meninggalkanku?”

Donghae tersenyum lembut, menghusap punggung Yuri lalu berseru, “mianhae noona. Aku tidak akan pergi lagi”

Melepaskan pelukan itu, Donghae menghampiri dua orang yang menjadi sesuatu penting dalam hidupnya. Dua orang yang tidak pernah meninggalkannya sejak dulu. Yah, mereka…sahabat terbaiknya dan itu tidak akan pernah berubah.

“Aku sudah menyangka kau akan menikah secepat ini”

“Tentu saja. Aku akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk kakakmu. Bersikaplah yang sopan karena kini aku adalah kakak iparmu”

Donghae mencibir namun beberapa detik kemudian tersenyum sambil memeluk Minho.

“Kau kembali..”

“Yah, aku kembali”

Setelah itu berpaling ke seorang namja yang sudah menjadi sahabatnya sejak Sekolah Menengah Pertama. Donghae menatapnya lekat lalu menatap ke seseorang yang berdiri disampingnya.

“Akhirnya kalian bersatu”

“Tentu saja. Kau sangat tau bagaimana perasaanku”

“Kau tidak mau bertemu denganku?”

Donghae menoleh dan seketika terbelalak lebar saat melihat Eunhyuk, musuh terbesarnya juga hadir diacara pernikahan Yuri. Dia ada disini.

Melihat keterjutan Donghae, Eunhyuk buru-buru mengeluarkan kalung yang tersembunyi di balik kerah kemejanya juga mengeluarkan kalung yang lain dari dalam kantungnya.

Dan kini, keterperangahan Donghae berubah menjadi dua kali lipat. Ia tergugu. Dua benda yang saling memiliki keterikatan itu berhasil terbuka.

“Kau,”hanya itu kata-kata yang mampu diucapkan oleh Donghae. Tenggorokannya terasa cekat, suaranya seperti tertahan di pangkal tenggorokannya.

“Lee Donghae, aku merindukanmu”

***___***

Dua orang sahabat kecil yang sudah lama terpisah itu kini duduk bersama disebuah kursi yang ada disamping gereja. Angin yang mengigit tetap tidak membuat mereka bergerak, seperti jas dan kemeja mereka mampu menahan dinginnya angin musim gugur yang akan datang.

“Aku terus menunggumu” Eunhyuk membuka suara. Tapi, tidak menatap Donghae. Ia hanya terus menatap ke depan dengan kesepuluh jarinya yang saling bertaut. “Tidak ku sangka ternyata selama ini kau berada disekitarku”

Donghae menelan ludah. Juga bingung dengan kalimat apa yang ingin ia sampaikan pada Eunhyuk. Semuanya begitu mendadak. Menganggap kalungnya sudah hilang, ternyata selama ini benda itu berada padanya. Pada seorang musuh yang juga menjadi sahabatnya tanpa disadarinya.

“Aku turut sedih karena perceraian orang tuamu. Maaf, aku tidak ada untuk menghiburmu”

“Aku sudah bisa menebak jika rumah tangga orang tuaku sudah hancur bahkan sejak dulu. Gomawo…..” Kalimat Donghae menggantung diakhirnya. Menarik napas panjang untuk memanggil nama kecilnya agar tidak tersengar bergetar. “Hyukjae-yah…”

“Kita masih merasa canggung karena kita sudah lama berpisah dan pernah menjadi musuh”

“Aku tau. Tapi, selama ini aku juga terus mencarimu. Ingatanku sangat buruk sehingga aku melupakan dimana letak rumahmu”

“Gwenchana. Yang penting sekarang kau kembali”

Donghae menoleh. Menelusuri setiap detil permukaan wajah Eunhyuk dan abru menyadari bahwa dia sangat mirip dengan seseorang yang ada di masa lalunya. Hyukjae..dia benar-benar Hyukjae. Satu-satunya manusia yang ia pikir berwujud sangat aneh karena saat tersenyum, gusinya juga akan terlihat jelas. Belum lagi matanya yang memang sedikit kecil dan hidungnya yang mancung.

“Kau tidak berubah. Hanya sifatmu yang sekarang lebih terlihat sedikit cool”seru Donghae setengah tertawa

“Aku memang cool”elak Eunhyuk

“Aniyo. Dulu kau selalu bergelantungan di permainan tiang yang ada di taman kanak-kanak sambil memakan pisang. Sangat mirip dengan seekor monyet”

Eunhyuk mendelik, “mwo?! Kau juga berbeda! Dulu kau pernah menangis saat aku terjatuh. Kau sangat cengeng. Bahkan, aku tidak menangis sama sekali. Dan akhirnya, kau memintaku untuk membeliaknmu ice cream”

Tawa Donghae pecah. Ia tertawa terbahak-bahak hingga membungkuk dan memegangi perutnya. Eunhyuk juga ikut tertawa lalu merangkul pundak Donghae. Tidak ada kecanggungan lagi diantara mereka. Kembali ke masa dulu saat dimana mereka hanya memiliki satu sama lain. Hanya berdua.

“Keundae, apakah Yoona benar-benar adik kandungmu?”tanya Donghae setelah menelan habis tawanya

Eunhyuk mengangguk, “Dia adalah adik yang pernah ku ceritakan padamu. Saat oema dan appa bercerai, appaku membawa Yoona ke Hongkong dan tinggal disana sehingga kau tidak pernah bertemu dengannya”

“Jinjjayo? Dia adalah Yoona?”

“Emp. Dia Yoona”

“Lalu bagaimana orang tuamu?”

“Mereka sudah kembali dan memutuskan menikah lagi lima tahun lalu. Sekarang mereka tinggal di Hongkong karena appa di pindahkan ke sana”

“Lalu kau tinggal sendiri di Seoul?”

“Berdua dengan Yoona”

Donghae mengangguk-angguk mengerti. Ia terdiam beberapa saat, mencari celah untuk pertanyaan susulan yang akan dicetuskannya.

“Hyukjae-yah…”

Eunhyuk menoleh memandang Donghae, “Mwo?”

“Apa sekarang kau merestui hubunganku dengan Yoona?”

“Kau pernah menyakitinya. Jangan pikir jalanmu akan mudah”

“Aniyo”elak Donghae langsung. “Aku melakukannya karena tidak mengetahui jika Jessica menyebarkan fitnah. Yeoja jahat itu benar-benar…”

“Ya!”

Donghae mengerjap kaget, “wae? Kenapa kau berteriak?”

“Dia sudah berubah”

“Mwo? Berubah? Apa maksudmu?”

“Jessica sudah berubah. Dia bukan lagi yeoja jahat seperti yang kau bilang?”

Kening Donghae berkerut, “bagaimana kau tau?”

“Karena dia menyukai Jessica” Tiba-tiba Junsu melompat dari belakang kursi ke samping Donghae. Juga ada Minho dan Yoochun yang ikut bergabung.

“Menyukainya? Jessica?”tanya Donghae tak percaya

“Ya! Aniyo!”

Minho dan Yoochun tertawa geli. “Lihat mereka!” Yoochun menunjuk ke kiri, kearah empat yeoja dan satu namja yang sedang bermain memperebutkan bunga pengantin yang dipegang Yuri.

“Aigoo, Taemin..kenapa dia juga ada disana”decak Minho hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol Taemin yang ikut berebut bersama Yoona, Jessica dan Seohyun.

“Kenapa Jessica juga ada disini?”

“Eunhyuk benar. Dia sudah berubah. Bahkan dia banyak membantu pernikahanku dan Yuri. Juga setia mendengarkan keluh kesah Yoona saat dia merindukanmu”jelas Yoochun lagi-lagi membuat Donghae terbelalak tak percaya.

“Jinjjayo?”

“Sudah ku bilang dia adalah yeoja baik”cibir Eunhyuk kesal

“Jadi kau.. dan Jessica…bhahahahaha..kalian..bahahahaha”

Eunhyuk mendengus, “Kenapa kau tertawa?!!”

“Aniyo. Hanya saja…bhahahahaaa…”

“Ya!! Diam!! Jangan berpikiran yang aneh-aneh!!”

“Donghae-yah, kau harus mendengar satu kabar baik lagi”seru Yoochun tersenyum jahil

“Mwo? Apa lagi? Apa yang ini lebih lucu?”

Yoochun berpindah posisi, kini berdiri di depan tiga namja yang sedang emnaatpnya bingung. Yoochun membungkukkan tubuhnya, meletakkan satu telapak tangan disebelah kiri mulutnya kemudian berbisik.

“Yuri sudah hamil satu bulan”

Tidak hanya Donghae, namun semuanya tersentak kaget. Terutama Minho yang langsung melompat menghampiri Yoochun yang sudah lebih dulu lari menajuh.

“Ya! Sudah ku bilang jangan ceritakan pada siapapun!!”

Donghae, Junsu dan Eunhyuk tertawa geli bersama, “Aku akan punya keponakan!!!”

END

Akhirnya FF ini tamat. Awalnya ini termasuk FF yang paling ngga diminatin jadi author sempet berenti nulis tapi ternyata sekarang FF ini banyak yang suka hehe. Maaf kalo FFnya kepanjangan dan rada ngebosenin. Dan terima kasih sudah mau baca sampe akhir..

Silakan comment dan sebut nama couple kesukaan kalian (bebas! diluar SM boleh) yang paling banyak ntar author buatin FFnya ^^

Gomawo

Iklan

118 thoughts on “FF : GANGSTER (Chapter 18 END)

  1. nurhasanah berkata:

    Mwo ???? Hamil 1 bulan ???

    Bwahahahahahha daebak thor,,
    Happy ending,,,
    Akhhhhh akhrnya finish jga,, hhe

    Gomawo \(◦’⌣’◦)/

  2. intan jj berkata:

    Wah ff ini daebak berbeda dari yang lain dan end nya bahagia aku komen ff pertama dan terakhir eon maaf ♥̮ίyªäªä̮♥ tapi aku. Cuman bilang bikin lagi ♥̮ίyªäªä̮♥ eon soalanya. Eon pinter bkin ff sampek yang baca ikut di dalamnya aku pengen banget jadi seohyun eon hahaha ngayal eon wajra eon is daebak love you fans nomer satu deh aku pkoknya

  3. iis solihat berkata:

    Hamil 1 bulan
    Hahahhahahaha
    Yeeehh yeehh
    Happy ending
    Daebakkkkkk
    Dech sma cerita ny
    Topppppp bgggettttt thor
    Smpe terbawa emosional
    Pokokkkkkkkk kerennnnn

  4. Irha castalina berkata:

    Annyeonghaseyo,naneun Irha imnida,
    aku reader baru,mianhae baru bisa coment di part ini,
    hehee, ^.^

    tapi jujur,suer dueer dah,ffx KEREN BANGET THOR,^^
    asliii ffx perfect abiis,feelnya dapet banget,:*
    ng bisa bicara banyak lagi thor,
    ffx luar biasa keren,DAEBAK ! ! !:*

    Aku sangat amat suka, 8-):*
    Dan ff ini adlah ff terbaik,pliing oke,keren yg pernah aku baca,;):*8-)

    sukses untk thor,!
    Author daebak jjang,^.^

  5. Kimmy berkata:

    Finnaly. Suka banget, terutama EunHae pasti mereka. Ya walaupun couple yang ku suka disini hanya YH tapi aku tetap baca. Yah walau juga baru komen sekarang karena aku juga baru baca. Pokoknya satu kata…? Daebak

  6. HanA berkata:

    maaf bru bs komen, soalx ponselku sedikit lemot, kdng bs kdng g internetanx, trpks q tdk komentar mungking hx di chap 1 & 10 ini yg komen. Maaaaf bgt, ffmu keren thor, q pecinta yoonhae bgt. Semangat selalu ya thor

  7. Nddha-Kims berkata:

    Tamatt!!!!!!
    Endingnya keren!(y)
    Tapi kasih sequel dong thor~
    Yoona sama Donghae gimana ? Terus Eunhyuk sama Jessica ? Yoochun sama Seohyun ? Junsu ? Taemin ? Mereka gimana ??? AAAA~~~ Ini FF keren thorrr~!!! Daebakk!!

  8. ziieziie berkata:

    aku suka endingnya wlwpn yoonhae seuprit ❤

    oemjiiii, minho utg tanggung jawab udh dp duluan…

    ciie eunhyuk ahahaii sm jessica y skrg bang 😀

    suka bgt sm cerita ini, wlwpn udh pernah baca dan re-read krn mau komen ttp feel-nya dpt … gomawo chingu udh nyelesain cerita yg awalnya di underestimate sm org, jgn bosen bwt cerita yoonhae ya XD

  9. diyah pudji rahayu berkata:

    halo…, awal bc ff ni, penuh dgn tawuran, tp lama” cerita’a jd melou, sedih, sakit jg bahagia,bagus n happy end, thanks

  10. Tya berkata:

    Baru liat ff nya dan seru banget, tp endingnya kurang rasanya 😂😂
    Adakah sequelnya?
    Pengen tau kelanjutan hubungan pasangan” yg belum jelas

    Maaf baru komen setelah bertahun”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s