FF : Classical Love (One Shoot)

classical love

Title                : classical love

Author            : onfanllcouple

Main Cast       : Byun Baek Hyun

Jung Eun Woo

Support Cast  : EXO

Genre              : love classic

Rating             : general

Length             : oneshot

Halo was bist du?? Gut?? Hehe^^ author bawa ff lagi pesenan readers. Oh iya tau ff author sebelumnya yang chingu. Karena banyak readers yang minta sequel walau sebenarnya author ga pengen bikin sequelnya tapi ga apa-apa dech.. lagi on going sekarang. Tapi author bingung kalian mau nya happy ending atau sad ending aja?? Komen ya!! Happy reading^^

……………………………

. . . teng . . .  teng . . . . . . tteng . . . . . . . .

Deoneun mangseoriji ma jebal nae simjangeul geodueo ga

Geurae nalkaroulsurok joha dalbit jochado nuneul gameun bam

Baekhyun yang sedang kosong siang ini menghabiskan waktunya dengan menonton tv bersama beberapa member exo di ruang tengah. Saat sedang asyik menonton variety show tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dengan kesal dan terpaksa ia mengangkat telponnya tapi begitu ia mendengar suara yang disebrang telpon. Baekhyun segera duduk tegak dan berbicara dengan sopan.

“oh.. annyeong omma. Wae gurrae??”

“boh?!!”

“omma . . . . x_x

“naneun cigeum exo-main vocal Baekhyun omma. Bukan Byun Baekhyun biasa yang dulu.”

“ne…” suara Baekhyun semakin lemah. Setelah itu ia menutup telponnya.

 

Baekhyun terpaksa melangkahkan kakinya ke kamar mengambil jaket dan kunci mobilnya. Sebelumnya ia memakai topi, jaket dan masker yang bisa menutupi identitas sebenarnya. Dengan berat hati ia pergi ke kamar sang leader exo-k. Sebelum sempat Baekhyun bicara, sang leader sudah kaget duluan melihat penampilan membernya itu.

“Baekhyunnie wae neo?!!” Suho memandang Baekhyun aneh mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut.

“hyung!! Kau berlebihan!! Tak boleh aku pergi sebentar.”

“iya, tapi pakaian mu apa tidak berlebihan kalau hanya pergi ke supermarket disekitar sini aja. Atau pesan delivery aja nanti hyung yang bayar.”

“bukan begitu hyung. Aku harus pergi ke bandara sekarang. Tau kan fans kita kalau udah di bandara.”

“tapi kan ga ada yang tau kamu ke bandara sekarang. Berlebihan !!” sekarang giliran leadernya

“terserah!! Yang penting keselamatan.” Baekhyun mengepal kedua tangannya. “aku pergi dulu ya.” Setelah berpamitan ia segera menuju basement mengambil mobil dan menyetir menuju bandara Seoul.

 

Setelah sampai dibandara, Baekhyun langsung berjalan menuju tempat tunggu penumpang yang akan sampai dari Paris. Ketika terdengar suara pemberitahuan bahwa pesawat Paris-Seoul telah sampai. Baekhyun segera mengangkat papan nama yang sudah ia siapkan sebelumnya. Sesekali ia memanggil-manggil nama orang itu.

“Jung Eun Woo . . . !!”

“Jung Eun Woo odiseo??”

Lama-lama Baekhyun malah asyik bernyanyi menggunakan nama orang yang ditungguinya. Lalu tiba-tiba seseorang berjalan ke depannya sambil menarik sebuah koper berwarna violet. Baekhyun akhirnya berhenti bernyanyi. Matanya fokus melihat yeoja itu mulai dari sepatu high heels berwarna magenta dengan hiasan tali yang diikat pita dimata kakinya. Rok pendek jeans yang mengikuti bentuk paha si yeoja. Kemeja ungu cerah berlengan pendek dengan kancing bunga-bunga yang pas di badan yeoja itu. Lalu make up casual yang melengkapi wajah si yeoja. Terakhir rambut berwarna purple mist sebahu yang dibiarkan terurai. Semuanya membuat penampilan yeoja itu benar-benar perfect dan mempesona hati Baekhyun. ‘jeongmal nae style’ batin Baekhyun.

“hi.. I’m Jung Eun woo.” Si yeoja memperkenalkan diri sembari tersenyum menyapa Baekhyun.

“oh… kureom uri geunyang kha cigeum.” Baekhyun langsung mengajak yeoja itu mengikutinya ke mobil.

 

Dijalan namja dan yeoja itu hanya diam membisu satu sama lain. Pandangan mereka lurus kea rah aspal mulus yang ada didepan mereka. Yeojanya mendengarkan musik memakai headset sedangkan namjanya fokus pada stir. Saat sudah mendekati sebuah kompleks di Gangnam distrik. Baekhyun sudah tak tahan lagi untuk mengeluarkan suaranya. Sebelum ia benar-benar mengantarkan yeoja itu pulang pikirnya.

“ehm… jadi apa kau mengenal ku??” tanya Baekhyun pelan dan lembut. Ia memandang sekilas si yeoja dengan penuh harapan.

“ehm… tentu,” jawab yeoja itu singkat sambil menganggukkan kepalanya sekali.

“oh.. ya??!”

“ne,, neo umchina keuchi??”    *(umchina = anak dari teman ibu)*

“Oo.. o… keurae..” dengan terpaksa diiringi nada terbata-bata Baekhyun tersenyum mengiyakannya. ‘apa dia benar-benar tidak tertarik pada namja tampan seperti ku??’ batin Baekhyun.

 

Akhirnya mobil yang dikendarai Baekhyun berhenti juga didepan sebuah rumah yang cukup mewah dikawasan Gangnam. Yeoja tersenyum sekilas sebelum akhirnya ia turun dari mobil dan mengambil kopernya dibagasi.

“Gamsahamnida” setelah mengucapkan satu kata itu. Jung Eunwoo segera masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Baekhyun yang masih didalam mobil. Dengan berat hati dan bingung harus berbuat apa. Baekhyun pasrah dan membiarkan yeoja itu berlalu. Akhirnya Baekhyun mengemudikan mobilnya kembali ke dorm.

~~~~. . . . .~~~~

 

Sore itu Baekhyun kembali lagi ke dorm. Baekhyun langsung masuk dan berjalan begitu saja melewati tv yang ada di ruang tengah. Padahal Kai dan Sehun sedang main game berdua.

“Hyung!!!” teriak Kai kesal karena layar tvnya dihalangi begitu saja oleh Baekhyun.

“sudahlah Kkamjong, Baekhyun hyung itu sedang tidak dalam keadaan yang baik sekarang.” Sehun menepuk bahu Kai pelan.

“hiks.. hiks… Bian..” Baekhyun kembali lagi ke ruang tengah meminta maaf pada Kai dan Sehun karena sudah menggangu permainan mereka.

“hyung . . .” kini nada Kai melemah ketika melihat wajah hyungnya yang tampan itu berantakan sekali.

“tuh..kan apa ku bilang. .” Sehun kembali menasehati Kai.

Setelah minta maaf Baekhyun kembali ke kamarnya. Ia berguling-guling tak jelas di ranjang. Berdiam diri dan bersedih sendirian. Sampai terdengar bunyi hpnya.

. . . teng . . .  teng . . . . . . tteng . . . . . . . .

Deoneun mangseoriji ma jebal nae simjangeul geodueo ga

Geurae nalkaroulsurok joha dalbit jochado nuneul gameun bam

Baekhyun segera menjawab telponnya

“annyeong omma. Wae gurae?”

“adeul-ya gomaweo. Jung Eunwoo sudah sampai dengan selamat di rumahnya berkat mu.”

“oh.. ne omma cheonmaneyo.”

“geu yeoja ga yeppeo keucchi.”

“ne. jeongmal nae style.”

“hajiman geu yeoja ga neomu sulpuda.”

“wae?? Orang tuanya sudah meninggal??”

“anyi. Hanya saja dia tinggal sendirian di rumahnya sekarang. Orang tuanya masih bekerja di Boston.”

“oh…”

“kenapa kau langsung berkata seperti itu??”

“karena bagi ku kehilangan omma dan appa adalah yang paling menyedihkan.”

“omo… uri adeul neomu chakkanieyo.”

“Omma! Kenapa omma menyuruh ku menjemput yeoja itu? Apa omma ingin menjodohkan ku dengannya?” tanya Baekhyun antusias

“anyi. Tidak pernah terlintas dipikiran omma untuk menjodohkan mu dengannya. Kalau bukan karena tidak ada supir dan omma terlalu lelah untuk menjemput Eunwoo tadi. Omma juga tidak ingin menyuruh mu untuk menjemputnya.”

“wae?? Omma jahat sekali pada ku?”

“omma hanya tidak mau merusak hubungan omma dengan teman omma hanya karena mu. Arachi! Kau pikir omma tidak tau sifat mu!!”

“tapi Eunwoo tipe ideal ku.” Rengek Baekhyun dalam telponnya.

“tapi kau bukan tipe idealnya! Lagi pula kau dan dia itu sangat . . . sangat berbeda. Dia seorang ballerina terkenal di Paris sedangkan kau hanya seorang member sebuah boyband. Aliran musik kalian berdua saja sudah sangat berbeda. Bagaimana bisa kalian bersama?? Coba pikirkan itu !!”

“omma!!!” rengek Baekhyun lagi

“omma dapat menebak Eunwoo bahkan tak tau siapa diri mu. Kau pikir menjadi seorang main vocal Exo adalah sesuatu yang dapat kau banggakan dalam segala hal !! sudahlah lupakan dia!! Omma menyesal menyuruh mu menjemputnya tadi. Seharusnya omma biarkan saja dia naik taksi sendiri.”

 

Belum sempat Baekhyun bicara ommanya sudah memutus telponnya duluan. Baekhyun membanting hpnya kesal ke samping. Setelah ia pikirkan kembali. Pantas saja tubuh Eunwoo sangat bagus ternyata ia seorang ballerina. Dan itu sekaligus membenarkan perkataan ommanya tadi. Dia dan Eunwoo jelas jauh berbeda dari sudut manapun.

Eunwoo yeoja yang cantik, seorang ballerina, penyuka musik klasik dan pastinya hanya bergaul dan peduli dengan sekitar dunia klasik. Sedangkan Baekhyun hanya seorang main vocal. Bahkan boybandnya masih rookie. Baekhyun sendiri tidak pernah benar-benar mengerti musik yang sesungguhnya. Orang-orang seperti Eunwoo hanya akan menganggap musik nya atau pekerjaan yang dilakukannya sebuah sampah murahan dan tak berarti apa-apa.

Dengan lunglai juga wajah yang penuh air mata ditambah rambut acak-acakan. Baekhyun berjalan kembali ke ruang tengah.

“Kkamjong-ah. . .  Sehunnie . . . Memang salah kalau aku menjadi main vocal Exo?? Apa aku benar-benar tidak setenar diri mu Kkamjong-ah. .  hiks… hiks…”

“aniyo hyung . .” Kai segera menghampiri hyungnya yang menangis tak berdaya.

“gwenchana. Hyung chaego-ya.” Sehun juga langsung meninggalkan gamenya dan membantu Kai menenangkan Baekhyun.

~~~~. . . .~~~~

 

Seperti biasa pada malam rabu para member Exo diijinkan oleh entertaimentnya untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Karena pada malam rabu biasanya mereka sepi dari job. Baekhyun makan malam bersama keluarganya lagi malam ini. Saat Baekhyun turun dari kamarnya menuju ruang makan.

“Baekhyun-ah. . . ahjumma sedang pergi. Omma dan appa mau juga mau pergi ke restaurant makan bersama. Boleh omma minta bantuan mu lagi?”

“boh omma??”

“antarkan makanan ini ke tetangga sebelah kita. Kau taukan dia hanya tinggal sendiri. Pasti dia belum makan saat ini.” lalu ommanya memberikan seset kotak bekal kepada Baekhyun.

“ne. omma . .”

 

Meskipun Baekhyun tau tetangga yang dimaksud ommanya itu Eunwoo. Baekhyun yang sudah mulai mencoba menerima semuanya dengan lapang dada. Bersikap biasa saja, seakan tidak ada yang istimewa dari tetangga sebelahnya. Baekhyun memakai jaketnya lalu keluar dari rumah menuju rumah tetangga sebelahnya. Setelah Baekhyun memencet bel ada didepan pagar rumah itu. Pagarnya rumahnya langsung terbuka dan baekhyun langsung berjalan masuk ke dalamnya.

Saat Baekhyun hendak mengetuk pintu, tangannya justru mendorong pintu itu. Ternyata pintunya tidak dikunci. Baekhyun masuk begitu saja dan segera mencari orang yang ingin ia beri makanan. Setelah cukup pusing mencari diantara ruangan-ruangan yang ada didalam rumah itu. Akhirnya Baekhyun mendengar sebuah alunan musik yang terdengar cukup pelan. Baekhyun berjalan mengikuti arah musik tersebut.

Musik tersebut membawanya ke sebuah ruangan dilantai paling atas. Dapat Baekhyun lihat dengan jelas disitu semua dingdingnya dikelilingi kaca. Selain itu juga lantainya terbuat dari kayu yang sedikit licin. Sebuah ruangan yang perfect untuk dipakai menari. Tapi yang menjadi perhatian Baekhyun bukanlah ruangan yang ditemukannya saat ini.

Matanya fokus melihat seorang yeoja yang sedang menari mengikuti alunan musik itu. Langkah-langkah kaki kecil yang berjinjit pelan, diikuti gerakan tangan yang sesekali  membentang kesamping ditambah putaran lincah tubuhnya yang mungil. Sebelumnya Baekhyun memang belum pernah menonton pertunjukkan ballet seperti ini. Apa lagi yang menari yeoja yeppeo yang disukainya.

“apa aku mengganggu mu??” Baekhyun mengeluarkan suaranya lembut sekaligus mengagetkan Eunwoo yang sedang menari.

“oh! Aniyo. Hoseo haseyo.”

“ehm.. boleh ku mainkan sebuah melodi untuk mu.”

“ne.” jawab yeoja itu ragu

 

Baekhyun langsung berlari ke arah piano yang terletak disudut ruangan tersebut. Ia melemaskan jari-jarinya terlebih dahulu. Begitu ia menyentuh tuts-tuts itu. Jari-jarinya dengan lincah menari-nari diatas piano merangkai sebuah alunan musik klasik yang begitu merdu dan ringan. Membuat Eunwoo semakin senang menari mengikuti irama yang dibuatnya. Begitu Baekhyun menyelesaikan permainannya. Ia langsung memberi tempat bekal itu pada Eunwoo dan hendak meninggalkan Eunwoo.

“ehm.. chakkamanyo.”

“boh??”

“ehm.. permainan piano mu sangat bagus. Bolehkan ku minta kau bermain lagi untuk ku lain kali??”

“tentu saja.”

“bagaimana bisa kau bermain sebaik itu??”

“aku hanyalah seorang mahasiswa jurusan piano.”

“wahh.. senang sekali bisa bertemu dengan mu. Bolehkah aku bertanya siapa nama mu umchina?”

“naneun Byun Baekhyun ibnida.” Baekhyun membalikkan badannya dan tersenyum pada Eunwoo.

 

~~~~. . . .~~~~

 

Baekhyun senyum-senyum sendiri di kamarnya. Ternyata apa yang ommanya bilang tidak semuanya benar. Yeoja itu juga tertarik padanya. Bahkan yeoja itu juga memintanya untuk memainkan piano lagi untuknya. Apa yang salah dengan mengakui status diri mu sendiri? Toh, ia memang seorang mahasiswa jurusan piano yang belum tamat sampai sekarang. Entahlah kapan ia akan tamat kalau waktunya selalu terpotong dengan jadwalnya yang padat sebagai entertainer. Itulah masalahnya, itulah yang membuat hatinya tak enak saat ini. Kalau hubungan mereka berlanjut nantinya. Haruskah ia beritaukan pekerjaannya saat ini pada yeoja itu? Kalau saja ia mendengar perkataan ommanya dulu. Mungkin ia akan sudah menyelesaikan kuliahnya lebih awal di luar negeri dan sudah menjadi pianist terkenal sekarang. Satu lagi, ia pastinya sudah sangat pantas mendampingi yeoja yang mengisi hatinya saat ini.

~~~~. . . .~~~~

 

Ruangan yang berisi beberapa set kaca yang masing-masing dikelilingi lampu juga bangku. Ada 2 sofa disudut kanan ruangannya yang paling ujung. Itulah ruang tunggu Exo. Ruangan itu penuh dengan banyak namja ada juga 2 yeoja yang sibuk membersihkan make up namja-namja itu. Sisanya beberapa namja itu duduk dibangku ada yang menunggu gilirannya ada juga yang memang sudah bersih dari make up. Salah satunya Baekhyun. Namja yang mukanya sudah bersih dari tadi hanya sibuk memainkan hpnya saat ini. Dari tadi ia mensearching tentang Exo dan dirinya. Tapi karena ia sangat lambat dalam mengetik di tambah tidak mengerti bahasa inggris. Jadinya ya Cuma baca aja. Lalu tiba-tiba terlintas sebuah nama di kepalanya.

“kenapa aku tak mencari tentang Jung Eunwoo dari tadi??” rutuknya sendiri. “babo!!” kesalnya sambil mengetik  nama itu.

Baekhyun senyum-senyum sendiri melihat foto-foto Eunwoo yang tersebar di internet. Eunwoo benar-benar terkenal rupanya dalam dunia ballet. Buktinya begitu nama itu dicari. Langsung muncul artikel mengenai profilnya. Banyaknya kompetisi ballet yang dimenenangkannya. Foto-fotonya saat mengenakan kostum ballet dan terselip beberapa foto Eunwoo bersama musisi-musisi namja yang bekerja sama dengannya. Membuat Baekhyun geram dan tak terima. Para member lainnya hanya memandang Baekhyun penuh curiga. Mencoba menebak-nebak apa yang Baekhyun lakukan saat ini??

. . . teng . . .  teng . . . . . . tteng . . . . . . . .

Deoneun mangseoriji ma jebal nae simjangeul geodueo ga

Geurae nalkaroulsurok joha dalbit jochado nuneul gameun bam

 

Setelah sempat ragu dengan melihat no. telpon yang tidak tersimpan dihpnya. Akhirnya Baekhyun dengan berani menjawab telpon itu.

“oh… annyeong..”

“eh.. odi??”

“kureom naega eottoke kha??”

“ne. nan cigeum kkalkhe.”

 

Setelah ia menutup telponnya. Baekhyun segera memakai jaket, topi dan maskernya, menggendong tasnya lalu permisi kepada manager hyung. Tanpa permisi terlebih dulu pada member yang lain. Baekhyun langsung pergi meninggalkan ruangan itu. Baekhyun yang memakai maskernya menyetop sebuah taksi menuju rumahnya. Dari rumahnya, Baekhyun mengambil mobilnya dan menuju suatu tempat yang ia sendiri tidak tau dimana.

~~~~. . . .~~~~

 

Sudah hampir sejam Baekhyun mengemudikan mobilnya. Kini ia berada diperbatasan Seoul. Setelah melajukan mobil terus tanpa arah yang pasti. Hanya menjalankannya sesuai feeling. Meninggalkan kota Seoul dan akhirnya ia tidak mengerti ada dimana ia sekarang. Mungkin ia berada didekat sebuah desa kecil pikirnya. Masalahnya disekitarnya saat ini banyak tumbuhan-tumbuhan liar seperti ilalang tapi banyak juga bunga-bunga indah yang tumbuh sendiri tanpa perawatan. Ya itu sama saja dengan tanaman liar. Baekhyun menghentikan mobilnya dan memandangi bunga-bunga indah itu lewat kaca mobilnya. Sepertinya menyenangkan kalau bisa berjalan-jalan disana pikirnya.

Jalanan yang ditanami rerumputan yang sudah mulai menguning. Ada sebuah sungai kecil dengan air yang jernih membelah jalannya. Bunga-bunga yang mulai layu tapi tetap menarik perhatian mata yang jenuh dengan debu-debu yang bertebaran di kota. Lalu matanya kini beralih memandang seorang yeoja yang tak asing baginya. Itu dia!! Akhirnya ia temukan yeoja yang menelponnya tadi.

Yeoja cantik itu hanya memakai sebuah dress simple berwarna ungu yang lebih mudah daripada warna rambutnya. Sebuah tali yang mengkerutkan bagian perutnya diikat ditengah menjadi simpul pita. Sepatu flatnya yang berwarna coklat keemasan mengikuti warna jalan tempatnya berpijak saat ini. Tak ketinggalan rambutnya yang digerai seperti biasa. Namun sebuah topi anyaman menghiasi kepalanya.

Yeoja itu kini tengah berjongkok memandangi aliran air yang mengalir disungai kecil itu. Yeoja itu terlihat begitu gelisah sambil memegangi bunga berwarna merah yang layu. Sesekali yeoja itu berdiri melihat kebelakang ke arah jalanan aspal yang mulus menunggu seseorang. Tapi orang yang ditelponnya itu tak kunjung datang juga. Akhirnya ia menyerah lebih baik menari pikirnya. Lagi pula sepatunya flat ini.

Mulai dijinjitkannya kakinya perlahan. 1 langkah, 2 langkah, 3 langkah ia mulai melompat. Berjinjit lagi 1 langkah, 2 langkah, 3 langkah, yeoja itu merunduk sampai berhasil mencium pahanya, 1 langkah, 2 langkah, 3 langkah, yeoja itu berputar sampai berkali-kali. Alhasil karena ia tidak bisa mengendalikan badannya ia terpeleset sampai akhirnya terjatuh.

“ah… babo ne,,” rutuknya sendirian.

Lututnya benar-benar sakit saat ini. sepertinya luka cukup dalam sampai-sampai mengeluarkan darah. Akhirnya terseok-seoka ia berjalan mendekati sungai itu dan mengambil airnya untuk membersihkan lukanya. Takut hal itu terjadi lagi. Yeoja itu memutuskan untuk menunggu didekat sungai saja seperti sebelumnya. Tiba-tiba sebuah angin berhembus kencang ke arahnya. Membawa topi anyamnya ikut bersamanya entah kemana. Melihat angin itu membawa topinya jauh, yeoja itu tak bisa berbuat apa-apa selain menunggu saja ditempatnya. Pasrah dengan nasib topinya. Takut karena lama menunggu akhirnya yeoja itu mengeluarkan kameranya. Si yeoja mengambil beberapa gambar-gambar yang menurutnya indah dan pantas untuk disimpan.

Cekklek…

Ia tak sengaja mengambil gambar seorang namja yang sedang berjalan ke arahnya sekarang. Entah namja itu sadar atau tidak tapi namja itu sedang tersenyum manis saat ia mengambil fotonya tadi,

“Baekhyun!!” yeoja itu langsung berdiri senang melihat namja yang ada didepannya sekarang.

“Eunwoo!!” Baekhyun mengangkat kedua bahunya lalu memberikan senyuman khasnya dengan mata sipit yang tertutup rapat. Sungguh manis sekali. Baekhyun mendekat sedangkan yeoja itu  tetap diam ditempatnya. “ini topi mu.” Baekhyun menunjukkan sebuah topi yang ia pegang dibalik badannya. Lalu ia memakaikan topi itu untuk Eunwoo.

“gomaweo..”

“oh,, kau terluka??”

 

Tentu saja dress ungu yang panjangnya diatas lutut tidak sanggul menutupi luka yang ada dilutut. Lalu Eunwoo kembali duduk merangkul kakinya sehingga dressnya bisa menutupi luka yang ada dilututnya. Melihat yeoja itu duduk, Baekhyun juga ikut duduk disampingnya.

“aku tau kau seorang ballerina dan sangat suka menari. Tapi jalanan yang dipenuhi rerumputan ini. Bukan lantai dansa yang bisa kau gunakan untuk menari ballet seperti lantai yang ada di rumah mu!”

“jadi kau melihat ku menari??” Eunwoo mengkerutkan keningnya, menengok ke arah Baekhyun.

“kau ingin aku menolong mu?!!” Baekhyun menaikkan sebelah alisnya dan ikut menatap Eunwoo.

“Oh!! Ya ?!!”

“…………………” untuk sejenak suasana menghening. Tidak ada yang bicara hanya mata mereka saja yang bertemu. Mata mereka saling memandang dan seakan dapat bicara. Seperti sedang mengutarakan semua yang sudah lama menumpuk dalam hati mereka masing-masing. Sampai sebuah angin datang kembali, berhembus ke arah mereka membuat bagian bawah dress Eunwoo mengangap lebar, memperlihatkan kembali luka yang ada dilututnya. Untung saja Eunwoo segera memegangi bajunya agar tidak mengikuti hembusan angin. Membuat pipi Eunwoo semakin merah karena malu. Dan Baekhyun hanya tertawa melihatnya.

“ehm… pemandangan disini indah..” Eunwoo memulai percakapan berusaha menghilangkan suasana canggung yang sedang melanda mereka saat ini.

“ah.. aku membawa kamera. Haruskah kita mengambil gambar bersama??”

Baekhyun hanya tersenyum tipis menanggapinya.

“apa kau single saat ini??” tanya Baekhyun sembari melihat tidak ada cincin yang melingkar dijari-jari tangan kanan Eunwoo ataupun sebuah gelang juga sebuah kalung saat ini.

“menurut mu??” Eunwo  hanya tersenyum manis menanggapinya. Membuat Baekhyun kembali tertawa.

“haruskah kita habiskan malam ini bersama??”

“secepat itu? Apa namja Korea benar-benar tak bisa berbuat sesuatu yang romantis?”

“kau bercanda! Kita ini orang asia. Kita habiskan waktu bersama sampai malam lalu aku akan mengantar mu pulang.”

“Sungguh berbeda dengan namja Paris.”

“apa yang kau lakukan dengan mereka??”

“tentu saja.”

“tentu saja apa??”

“aku menolak mereka. Meskipun mereka tampan, berbakat dan begitu romantis. Tapi tidak ada satupun dari mereka yang berhasil menangkap hati ku.”

“mungkin aku memang tidak setampan, setinggi atau seberbakat seperti namja-namja paris. Tapi aku berjanji pada mu akan menunjukkan sisi romantis ku hanya untuk mu. Aku yakin aku jauh lebih romantis dari pada mereka hanya membantu mu saat terjatuh.”

“itu sebuah ejekan atau . . .” Eunwoo menaikkan sebelah alisnya dan melirik Baekhyun menunggu reaksi namja itu.

“tidak. Sungguh . . malam ini akan menjadi malam pertama yang begitu indah diantara kita.”

“itu berarti kita harus mengambil gambar bersama saat ini?!”

 

Tangan Baekhyun segera mengambil kamera polaroid yang ada didepan Eunwoo. Namja itu mendekatkan wajahnya pada wajah sang yeoja lalu mereka tersenyum bahagia bersama. Mata Baekhyun fokus melihat lensa tidak disangka Eunwoo justru mencium pipinya.

Ckkclekk…

Jadilah sebuah foto dimana Baekhyun tersenyum kaget sambil melihat kedepan disampingnya Eunwoo mencium pipinya. Foto pertama HyunWoo couple.

 

~~~~. . . .~~~~

 

Baekhyun pov

Hari itu aku membawa nya jalan-jalan bersama ku. Aku berjanji akan menjadi namja yang baik untuknya. Kami makan bersama meski terkadang ia merasa rishi karena aku mengenakan masker dan topi ku terus-menerus. Sebenarnya aku lebih rishi lagi karena harus berbohong setiap ia bertanya pada ku. Malam itu juga kami berada dalam mobil berduaan. Ia banyak berbincang tentang gaya hidup orang-orang Paris. Lalu kami minum the sembari memandang langit dihalaman rumahnya.

Semenjak hari itu. Hari-hari ku mulai berubah. Meski aku tidak pernah memberitaukannya tentang pekerjaan ku sampai saat ini. toh, hubungan kami tetap berjalan lancar. Dan aku juga tidak pernah tertinggal jadwal manggung juga sebagainya. Walau para member mulai mendesak ku. Mereka mulai tertarik dengan yeoja yang ku kencani. Tapi aku selalu berhasil menutupinya. Setidaknya satu minggu sekali kami akan bertemu walau hanya di rumahnya. Memainkan sebuah alunan piano untuk mengiringi tarinya. Sekedar melihat wajahnya saja sudah membuat ku senang. Tapi haruskah hubungan kami seperti ini saja? Apa aku jujur saja sekarang?

Malam ini akan ku penuhi janji ku waktu itu. Aku ingin mencoba menjadi seorang namja romantis. Membuat kisah cinta malam ini menjadi sebuah alunan musik klasik. Akankah ia menyukainya??

~~~~. . . .~~~~

 

Author pov

Seperti biasa pada malam rabu Baekhyun hendak pulang kerumahnya. Tapi para member mencoba menahannya agar tidak pergi.

“hyung!! Jebal. . . gajima!!” pinta Sehun dengan puppy eyesnya

“nan jeongmal mothae ya cigeum. Bian Sehunnie, hyung harus pergi sekarang.” Dengan berat hati Baekhyun menolak permintaan magnaenya itu. Bagaimanapun juga ia harus pulang malam ini. Kalau tidak rencananya untuk membuat malam romantis untuk Eunwoo batal nanti.

“hyung!! Jebal. . .” pujuk Tao ikut-ikutan memohon pada Baekhyun. Mata pandanya it uterus menerus menatap Baekhyun minta belas kasihan.

“na do jebal. Aku harus pergi!! Aku janji minggu depan aku tidak akan pergi tapi malam ini aku harus pergi.” Baekhyun kembali menolak

“hyung!! Gajima!! Hiks.. hiks..” Baekhyun hanya bisa melongo melihat Kai yang memang termasuk magnae Exo itu menangis sambil beraegyo. Meskipun ia tau kalau Kai itu magnae. Tetap saja Kai bukanlah dongsaeng yang akan melakukan hal itu. Kalau tidak ada hyung yang menyuruhnya atau ada alasan yang benar-benar kuat dibalik itu.

“hiks.. hiks.. hiks..” sekarang giliran Baekhyun yang menangis. “Apa kalian tidak bisa membiarkan hyung pergi? Malam ini saja.” Pinta Baekhyun agar Kai dan Sehun mau melepaskan tangan mereka yang memegang kaki kiri dan kanan Baekhyun. Belum lagi Tao yang sudah menyiapkan tangannya untuk mematok salah satu syaraf yang ada didekat bahu Baekhyun. Dengan berat hati ke3 magnae Exo itu membiarkan hyungnya pergi.

Setelah berhasil keluar dari dormnya, Baekhyun segera masuk ke mobil dan menuju suatu tempat. Ia menghentikan mobilnya didepan sebuah toko bunga. Ia membeli bunga yang dirasa Eunwoo akan menyukainya. Baekhyun langsung menuju sebuah toko perhiasan. Begitu ia masuk ke dalamnya. Seorang pelayan toko yang mengenalinya segera mengambil barang pesanannya. Dengan senyumnya yang manis ia menerima pesanannya lalu kembali ke mobil. mengemudikan mobil ke tempat tujuan yang sebenarnya.

~~~~. . . .~~~~

 

Baekhyun pov

Hheuh…

Aku menghempaskan diri ku diatas ranjang ku yang nyaman dan empuk. Ada apa lagi dengannya? Aku bahkan sudah menolak permintaan ke-3 magnae ku. Aku juga sudah membeli bunga mawar dan sebuah perhiasan. Semua itu ku lakukan hanya untuknya. Tapi kenapa sekarang malah ia tidak ingin bertemu. Kenapa harus menunggu tengah malam sich? Memangnya ada apa?? Bagaimana kalau omma dan appa mengetahui aku keluar diam-diam tengah malam. Mungkin aku menunggu di mobil saja. Dari pada omma dan appa melarang ku keluar nantinya.

~~~~. . . .~~~~

 

Author pov

Tepat tengah malam jam 12.00 pm. Baekhyun menekan bel rumah Eunwoo. Beberapa menit kemudian terdengar suara seseorang berlari ke arah pagar. Baekhyun sedikit heran dengan pakaian Eunwoo malam itu. Bagaimana tidak? Eunwoo memakai mantel hitam itu wajar karena inikan sudah malam dingin. Tapi kenapa celananya tak terlihat hanya mantelnya saja yang panjangnya diatas lutut. Shockingnya pun tak dipakai. Baekhyun berusaha menolak pikiran negatifnya dan memilih langsung masuk mengikuti Eunwoo.

Baekhyun semakin heran lagi ketika Eunwoo malah menyuruhnya diam ditempat. Padahal ia baru berjalan beberapa langkah dari pagar rumah Eunwoo.

“oppa berhenti disitu!” Eunwoo tiba-tiba berbalik menghadap Baekhyun dan menunjukkan sebuah saputangan yang dipegangnya dari tadi.

“sebenarnya apa yang kau inginkan Eunwoo?? Kau membuat ku menunggu lama lalu sekarang apa??”

“tenang saja oppa. Bukankah untuk mendapat sebuah jackpot harus bekerja keras terlebih dahulu??” Eunwoo memberikan senyumnya dan berjalan mendekati Baekhyun lalu menutup mata namja itu dengan sapu tangannya. Kemudian yeoja itu menuntun Baekhyun ke sebuah bangku yang sudah ia siapkan di taman. Menyuruh namja itu duduk diam ditempatnya sekarang. Lalu yeoja itu berjalan ke depan meninggalkan Baekhyun dibangkunya.

“sekarang bukalah mata mu oppa!!” pinta Eunwoo

Setelah Baekhyun melepaskan saputangan yang menutupi matanya. Kini matanya dapat melihat dengan jelas. Sebuah rangkaian hangul yang ditempel balik pagar rumah Eunwoo.

“seungil cukhae Baekhyun oppa^^” Baekhyun mengerutkan keningnya membaca rangkaian huruf itu. Ia baru sadar tepat setelah jam 12.00 pm atau 00.00 am adalah hari ulang tahunnya.

“yaps!! Happy seungil oppa!!^^”  teriak Eunwoo lalu ia membuka mantelnya pelan-pelan.

Baekhyun baru benar-benar memperhatikan Eunwoo memakai sepatu high heels berwarna ungu tua dan ternyata yeoja itu juga memakai kostum navy berwarna putih sama seperti kostum snsd-genie. Terakhir Eunwoo mengambil topi putihnya yang ada ditanah sambil menyalakan musik.

Ddhem.. ddhem… that’s right come on!!

Sowaneul marebwa, nae mam seogae itneun jageul kkumeul marebwa.. .

Eunwoo menari mengikuti musik sedangkan Baekhyun hanya melihat sambil kebingungan tapi menikmati. Baekhyun bingung bukankah Eunwoo seorang ballerina? Selama ia bersama yeoja itu belum pernah sekalipun yeoja itu membicarakan k-pop. Atau dia sendiri juga tidak pernah membicarakannya. Jadi tau darimana Eunwoo kalau dirinya menyukai SNSD??

Setelah musik berhenti, Eunwoo juga berhenti menari dan menghampiri Baekhyun.

“seungil cukha hamnida. Seungil cukha hamnida. Saranghaneun nae namja Baekhyun. Seungil cukha hamnida!!” Eunwoo bernyanyi sambil bertepuk tangan. Menyalakan lilin yang tertancap diatas bolu ulang tahun Baekhyun yang tepat berada didepan mata namja itu saat ini.

“tiup lilinnya!! Tiup lilinnya!! Tiup lilinnya sekarang juga!! sekarang juga !! sekarang juga!!” Baekhyun benar-benar blank dan akhirnya ia meniup lilin dengan pikirannya masih kebingungan.

“come on make a wish!!” Baekhyun menutup matanya menyampaikan sebuah permohonan kepada Tuhan. Setelah ia membuka matanya Eunwoo langsung mencium pipinya, membuat namja itu semakin kebingungan saking bahagianya.

“apa oppa menyukai seungil seonmul nya??” tanya Eunwoo antusias

“ah.. aku.. ak.. aku..”

“wae?? Oppa an joah??”

“ani,, geunyang.. igo neomu khamjjak-ie. Naneun cigeum jeongmal haengbokhae^^. Gomaweo nae yeoja!!” Baekhyun berdiri lalu memeluk Eunwoo.

Saat sedang bahagia berpelukkan Baekhyun tiba-tiba bertanya “darimana kau tau aku menyukai SNSD??”

“itu dari.. ommonim..” jawab Eunwoo singkat

“uri omma??”

“ne,”

“kostum mu??”

“dari Yuri onnie.”

“Yuri SNSD??”

“ne. Aku dan Yuri onnie dulu satu sanggar tari. Kami belajar balet bersama.”

“Yuri SNSD ?? sepertinya ada seseorang juga yang aku kenal satu sanggar tari dengannya. Tapi siapa ya…?”

“sudahlah nanti saja kalau oppa ingat.”

“jadi kau tidak marah karena aku tidak memberitaukannya pada mu?”

“hmm… sebenarnya aku ingin marah. Tapi aku rasa aku mengerti perasaan oppa. Aku mencoba mengerti apa alasan oppa tidak memberitau ku. Sudahlah lagi pula itu bukan sesuatu yang harus kita bahas saat ini.”

“sungguh?? Jadi kau tidak mempermasalahkan pekerjaan ku? Meski aku hanya seorang member dari sebuah boyband bukan seorang pianist??”

“kalau itu. . . jujur bagaimana juga aku lebih suka oppa menjadi seorang pianist. Tapi bukankah mencintai adalah menerima orang itu apa adanya? Jadi aku akan mencoba menerima semua yang ada pada oppa. Termasuk sesuatu yang tidak ku sukai.”

“gomaweo karena mau mencintai ku apa adanya. Itu berarti aku bisa meminta mu untuk datang menonton pertunjukkan ku sekali-kali?? Lalu akan ku perkenalkan kau dengan member-member exo.”

“ne.” Eunwoo menganggukkan kepalanya sejenak lalu kembali menatap mata namja itu lurus. “hheuh…hhuh…” Eunwoo menarik nafasnya dulu. “oppa!! seperti aku yang mencoba menerima mu apa adanya. Aku harap kau juga bisa menerima ku apa adanya. Sebenarnya aku kembali ke Seoul bukan hanya sekedar mengechek keadaan rumah ku atau mengontrol cabang perusahaan keluarga ku yang masih tersisah disini. Tapi aku benar-benar memiliki tujuan utama ku untuk kemari. Hanya saja semuanya itu gagal karena kau yang tiba-tiba hadir dalam hidup ku. Aku jadi melupakan tujuan utama ku itu. Dan benar-benar beralih pada mu. Jadi ku mohon oppa. Tolong jangan salah paham ketika kau mengetahui yang sebenarnya suatu saat nanti.”

“maksud mu??”

“jebal. .” Eunwoo langsung memeluk Baekhyun kuat-kuat. Meski namja itu benar-benar bingung dan tak mengerti dengan perkataan yeojanya saat ini. Ia lebih memilih diam saja dan menurut.

“ouwh… dingin.. ini sudah terlalu malam. Bagaimana kalau kita masuk saja ke dalam. Ku pikir ini sudah saatnya untuk mu mengganti baju. Dan aku akan mengambil jaket ku yang ada di mobil.”

“ne. oppa langsung ke ruangan biasa ya!!”

Eunwoo berlari menuju rumahnya sedangkan Baekhyun juga langsung berlari ke mobilnya. Ia segera mengambil bunga dan perhiasaan yang sudah disiapkannya sebelumnya. Cepat-cepat Baekhyun berlari ke lantai atas sebelum Eunwoo selesai mengganti baju dan menyusulnya.

~~~~. . . .~~~~

 

Tteng. . . tteng . . .

It’s true that we were in love
It’s true that we split up
When loving memories cross my mind
I smile only to cry

Butterfly, butterfly, is what I called you
Smiling as you saw me, that happy day
I miss you, I miss you, I miss your face
Will I see you in front of me if I sleep just one more day

(Ha Dong Kyun- butterfly yg suka dinyanyiin uri Baekhyun)

Eunwoo hanya tersenyum manis melihat namja yang tiba-tiba bermain piano saat ia masuk ke ruangan itu. Tempat pertama yang membuat yeoja itu jatuh cinta pada sang namja. Tempat mereka biasa menghabiskan waktu bersama. Meski tempat itu tidaklah mewah atau bergengsi. Tapi tempat itu sudah menjadi tempat yang sangat berarti bagi mereka berdua. Tempat mereka menjalin setiap alunan musik yang diiringi tarian, sesuatu klasik dan cinta.

Selesai Baekhyun bernyanyi. Namja itu langsung berjalan meninggalkan pianonya menuju Eunwoo. Yeoja itu hanya tersipu malu melihat Baekhyun berjalan ke arahnya sambil membawa bunga. Dan yang lebih membuat pipinya padam merah adalah ketika Baekhyun menyerah bunga sambil berlutut didepannya.

“selama ini aku tidak pernah benar-benar mengatakannya

Sebuah kata yang terlalu sederhana bagi ku untuk mewakili seluruh perasaan ku pada mu

Tapi aku akan belajar mengatakannya mulai sekarang

Aku akan selalu membisikkan kata-kata itu

Mengatakannya lebih banyak lagi untuk menebus yang sebelumnya”

 

Baekhyun berdiri dan mengambil sebuah kalung dengan liontin kupu-kupu dari dalam sakunya. Ia mendekatkan dirinya pada yeoja itu dan memasangkan kalung nya dari depan. Sambil menatap yeoja yang pipinya sedang panas sekali saat ini.

“budi nae siyaeseo beoseonaji marajwo. Achimi wado sarajiji marajwo. Kkumeul kkuneun georeum geudaen namanui areumdaun nabi.” (lirik exo-don’t go)

“ne. na yakso kke.”

“saranghae Eunwoo-ya. Nae yeoja yeongwonhi.” Baekhyun membisikkan lembut tepat ke dalam telinga Eunwoo

~~~~. . . .~~~~

 

Exo baru saja turun dari panggung. Mereka cepat-cepat berjalan menuju ruang tunggu mereka. Sebentar lagi ada schedule yang menunggu. Jadi tidak perlu membersihkan make up. Cukup istirahat sebentar. Hari ini pertama kalinya Eunwoo mencoba menonton Baekhyun. Selama ini Eunwoo masih takut menonton Exo bukan tanpa alasan. Tapi mulai dari malam itu. Tidak ada lagi yang harus dikhawatirkannya. Semuanya sudah ia katakan pada Baekhyun.

Brukk…

Belum sempat Eunwoo berjalan menuju ruangan tunggu Exo. Ia malah menabrak seseorang kali ini. Orang yang berusaha ia hindari selama ini. Akhirnya ia bisa bertemu dengan namja itu dan menyelesaikan seluruh masalahnya dengan namja itu sekarang.

~~~~. . . .~~~~

 

“jadi bagaimana keadaan mu sekarang??”

“cukup baik. Aku seorang main dancer sekarang sesuai dengan impian ku dulu.”

“aku menetapi janji ku bukan?? Aku kembali untuk mu.”

“jeongmal??” namja tinggi dan berkulit gelap itu tertawa. “kalau begitu apa sekarang kau kembali untuk ku??”

“jeongmal kau berharap begitu??”

“kalau iya??”

“hmm. . . kau tau jelas itu dulu. Sekarang aku sudah memberikan hati ku pada seseorang. Lagi pula aku sudah berjanji pada nya. Tidak akan pernah pergi dari nya. Namja itu bilang aku yeoja nya selamanya.”

“oh ya?? Baekhyun hyung bicara seperti itu ? Ia benar-benar tau cara merebut hati mu dari ku.”

“kau pikir aku tidak mengenal mu. Sebagai yeoja yang pernah menyukai mu. Aku tau betul dari gaya mu bicara saat ini. Kau sudah mempunyai seseorang.”

“kau memang selalu paling tau aku. Memang ada Minhee dihati ku saat ini.”

“dia ballerina??”

“tidak. Tapi ia berusaha belajar balet untuk ku. Mungkin beberapa minggu lagi kami bisa menari balet bersama.”

“aku juga ingin untuk yang terakhir kalinya.”

“boleh. Besok.”

“baiklah. Dirumah ku.”

 

Tanpa Eunwoo ketahui Baekhyun sedang mengamati mereka dari kejauhan. Begitu membaca sms Eunwoo tadi. Baekhyun segera berlari ke depan gedung dan mencarinya. Eh,, ia malah melihat sesuatu yang seharusnya ia tidak lihat.

~~~~. . . .~~~~

 

Kris dan Suho sangat wajar. Maklumlah selain mereka appa dan omma Exo. Yang paling penting dari semua julukan itu adalah mereka berdua seorang leader. Jadi sungguh wajar kalau mereka berdua memarahi Kai saat ini. Tapi yang mengherankan saat ini adalah D.O yang hanya mantan hyung kesayangan Kai yang sama sekali tidak berhak untuk marah berlebihan. Justru sedang marah panjang lebar pada Kai di ruang tengah. Membuat Baekhyun menuju ruang tengah karena terganggu oleh kerasnya suara D.O yang marah-marah pake suara sopran.

“kau membuat ku panic!! Kenapa kau tak bilang kalau mau pergi. Ini sudah tengah malam baru pulang!! Kenapa tidak telpon!!”

“bian ne hyung^^” dengan sok polos Kai tersenyum sambil menunjukkan deretan giginya

“kemana saja kau dari sore sampai baru pulang sekarang?!!”

“aku baru menari balet lagi hari ini. Jadi aku sedang senang sekali. Marah-marahnya besok saja ya hyung. Sudah lama sekali aku tidak menari dengannya. Sangat membahagiakan bisa menari bersama yeoja itu lagi.”

Kai meninggalkan D.O yang masih ingin marah begitu saja. Kris dan Suho juga hanya bisa menonton tanpa mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan Kai saat ini. Baekhyun sendiri kembali ke kamarnya berjalan dengan lunglai.

Semuanya jelas sekarang. Namja itu Kai. Orang yang dilihatnya bersama Eunwoo waktu itu memang Kai dan itu berarti namja yang menari dengan Eunwoo malam ini juga Kai. Akhirnya pikiran Baekhyun terbuka sekarang. Ia mengerti siapa yang dimaksud Eunwoo malam itu. Tujuan utama Eunwoo kembali ke Seoul itu Kai. Bukan dia. Baekhyun merasa bersalah karena telah mengganggu hubungan percintaan dongsaengnya sendiri. Melihat Kai begitu bersemangat seperti tadi. Baekhyun benar-benar menyesal. Seharusnya Kai yang menjadi namja Eunwoo saat ini bukan dirinya.

Semenjak itu juga Eunwoo mulai kehilangan kontak dari Baekhyun. Kini setiap malam rabu tidak ada lagi namja yang datang ke rumahnya. Malam-malam Eunwoo kembali sepi. Apakah alasannya kembali ke Seoul seharusnya tidak pernah berubah??

~ 1 bulan kemudian ~

 

“hyung!!” Kai menghampiri Baekhyun yang sedang mendengarkan musik di kamarnya

“ada apa??” Baekhyun langsung melepas headsetnya

“hyung tidak mengantarkan Eunwoo ke airport hari ini?”

“maksud mu??”

“hyung tidak tau kalau siang ini Eunwoo akan kembali ke Paris??”

“aku pikir itu sudah bukan urusan ku lagi saat ini.”

“bagaimana bisa hyung berkata seperti itu pada seorang yeoja yang sudah merubah alasannya kembali ke Seoul karena hyung?”

“bukankah alasannya kembali adalah kau?”

“bukankah dia sudah mengatakannya kalau ia sudah mengganti alasannya sekarang? Ia bilang itu dulu. Lagi pula aku sudah mempunyai Minhee saat ini. Ia begitu sombong pada ku karena hyung berjanji pada nya untuk menjadikan nya yeoja mu selamanya.”

Deg. . .

Baekhyun kembali mengingat malam itu. Malam dimana Eunwoo mengakui semuanya. Malam dimana ia berjanji pada Eunwoo untuk selalu membisikkan sebuah kalimat sederhana. Malam dimana ia meminta Eunwoo untuk tidak pernah pergi dari nya. Apa yang sedang dilakukannya sekarang benar-benar hal bodoh yang pernah ia lakukan seumur hidupnya.

“bandara! Aku harus ke bandara sekarang juga!!” Baekhyun cepat-cepat mengambil jaket, masker dan kunci mobilnya. Langsung menuju basement mengambil mobil dan mengemudikannya menuju airport.

~~~~. . . .~~~~

 

Begitu sampai di bandara Baekhyun segera berlari menuju tempat tunggu pesawat menuju Paris.

“Eunwoo-ya!!” panggil Baekhyun sebelum yeoja itu masuk pergi meninggalkannya

“Baekhyun oppa??” Eunwoo berbalik dilihatnya Baekhyun berlari ke arahnya.

“Eunwoo bian ne. Jeongmal bian ne. Aku memang babo. Hampir saja aku kehilangan mu.” Baekhyun memeluk Eunwoo erat-erat.

“aku tau itu. Lagi pula aku sudah berjanji pada namja yang sudah mengikat ku dengan kalung ini.” Eunwoo menunjukkan kalung kupu-kupu yang menghiasi lehernya saat ini.

“jeongmal??”

“ne. lagi pula kita akan bertemu lagi nanti. Saat oppa sudah wamil dan aku menyelesaikan studi ku. Maka kita akan bersama selamanya.” Eunwoo tersenyum manis

“saranghae Eunwoo-ya^^” bisik Baekhyun lembut ke dalam telinga Eunwoo lalu mencium pipi yeoja itu.

 

End . . .

Kke. . .

Akhirnya tamat. Hehe… endingnya garing ya.. kurang enak . .typho dimana-mana. Maklum lah author ga berbakat nulis yang romantis. Ini untuk yang request pengen cast Baekhyun. Sorry banget kalau ga berkenan dihati mu. Author mau bales waktu itu. Mau nanya genrenya apa? Tapi kalau author bales biasanya readersnya belum tentu bales lagi. Jadi author bikin dulu seadanya. Tapi kalau masih pengen castnya Baekhyun dengan genre cerita yang lain boleh kok. Komen aja ya.. untuk yang lain ada request?? Boleh asal komen hehe^^ author pamit dulu ya. See you later…

6 thoughts on “FF : Classical Love (One Shoot)

  1. rani berkata:

    ceritanya bagus thor cma rasanya lama bgt alur nya
    klo dcepetin dkit mngkin endingnya bs lebih brisi lg hehehe (reader sok mnggurui)
    cm ksih saran aja kok
    buat athor semangat terus berkarya yaw
    ditunggu karya2 lain ny!!! hwaiting

  2. EXOka berkata:

    Ceritanya bagus sih, thor..
    tapi aku kok bacanya agak bingung gitu. Soalnya menurutku, alurnya sedikit berantakan? .-.

    Tapi tetep keren kok! ^^d

  3. Eun-Sang berkata:

    Keren banget kok thor! Semua ff yang thor buat semuanya keren! Tapi kok harus sad ending ya T_T sekali-kali dong thor bikin ff yang happy ending ^_^ kkkk ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s