FF : The House Tree (Part 7)

the house tree 7

Tittle                : The Tree House

Author             : Oh Mi Ja

Cast                 : All member EXO

Genre              : Frienship, Brothership, a little Comedy , a little Action

Summary         : “Bisakah tidak membahayakan diri kalian saat aku tidak ada? Kalian tau bagaimana kacaunya aku saat mendengar kalian berkelahi dan aku tidak ada disana?”

 

“Apa kau tau jarak antara perpustakaan dan lapangan ini hyung ? sangat jauh. Jika ada bus, mungkin aku memilih naik bus daripada berjalan kaki”

Aku terkekeh. Dia memang sedikit aneh. Bagaimana bisa dikampus ada bus untuk mengantar kelapangan bola? Kepintarannya memang membuatnya aneh.

 

AUTHOR POV

Sepulang sekolah, Jongin menunggu Sehun digerbang sekolahnya karena Cho sonsengnim memanggil Sehun keruangannya. Jongin menyenderkan tubuhnya dipintu gerbang. Kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celananya.

Wajah tampannya benar-benar menarik perhatian semua yeoja yang lewat. Jongin berusaha tidak peduli.Ia tetap tidak menoleh dan bahkan sambil mendengarkan musik lewat ponselnya. Semenjak SMU, nyonya Jung memang memberikan mereka ponsel untuk saling berhubungan.

“Kau Jung jongin?”tanya seorang namja tiba-tiba. Ia terlihat seperti murid kelas 3. Jongin melepaskan headset yang ia pakai.

“kau bicara denganku?”tanya Jongin memastikan.

“Kau bahkan tidak memanggilku sunbae. Ikut denganku, aku punya urusan denganmu”

Jongin menurut lalu mengikuti langkah siswa kelas 3 itu. Ia membawa Jongin kebelakang sekolah, saat berbelok terdapat 4 namja lainnya. Jongin mengerutkan keningnya heran.

“wae?” tanya Jongin pada namja itu. Namja itu berbalik dan menatap Jongin tajam. Sorot matanya memancarkan kebencian.

“Kau tidak tau? Karna kau, aku tidak bisa mewakili sekolah untuk kompetisi dance”

“mwo? Naega?”tanya Jongin lagi semakin bingung

“Kau adalah murid baru tapi kau sudah berani merebut posisiku”

“Posisimu?”Jongin tersenyum kecil “Hanya orang yang tidak mempunyai kemampuan yang bisa berkata seperti itu”ujar Jongin santai membuat siswa kelas 3 itu semakin geram.“Aku bahkan tidak mempunyai niat untuk mewakili sekolah dan merebut posisimu. Jika kau mau, kau saja yang mengikuti kompetisi itu”lanjut Jongin lagi lalu berbalik pergi.

“Kau benar-benar…”

Namja itu meraih pundak Jongin kasar dan memaksanya berbalik lalu melayangkan satu tinjuan padanya. Jongin mengelak.

Perkelahian terjadi. Salah satu namja sedikit berlari dan berusaha memukul Jongin dari belakang. Mengetahuinya, Jongin segera melepas tasnya dan memukul orang itu dengan tas sekolahnya. Perkelahian ini tidak adil, Jongin hanya seorang diri dan terpojok pada sebuah tembok. Ia tidak punya pilihan lain selain melawan.

“apa kau butuh bantuan?”seru seseorang tiba-tiba. Semuanya menoleh. Ternyata Sehun.

“Kau datang untuk membantu saudaramu?”cetus siswa kelas 3 itu.

“Tentu saja”balas Sehun santai sambil melangkah mendekat.

“Apa kau tidak takut kami akan melukai wajah tampanmu?”Sehun tertawa mengejek lalu menatap siswa kelas 3 itu serius. Kali ini posisinya sudah berhadapan lurus dengan siswa kelas 3 itu.

“Apa kau tidak takut tidak akan bisa mengikuti pelajaran besok?”ujar Sehun tetap santai namun ada ancaman dibalik ucapannya.

“Kalian berdua benar-benar sombong”

“Tentu saja. Apa kau merasa tersaingi?”

Namja itu semakin geram. Ia memberikan isyarat pada teman-temannya untuk menyerang. Sehun segera menghindar. Beruntung sekali Tao pernah mengajarinya sedikit jurus untuk menghindar dan menyerang. Begitupun Jongin, ia tidak kalah kuat karena sewaktu kecil ia pernah mempelajari taekwondo.

Keduanya bekerja sama dengan baik. Hanya butuh waktu sebentar mereka sudah bisa mengalahkan 5 orang namja itu. Sehun mengambil tas sekolahnya yang terjatuh lalu merapikan seragam sekolahnya. Sedangkan Jongin berdiri tegak didepan semua namja itu, ia menatapnya lurus-lurus.

“Jika mau mengalahkan kami, kalian harus bawa lebih banyak”ujarnya.Ia tersenyum mengejek lalu merangkul pundak Sehun dan pergi.

“aku pasti akan membalas kalian”

***___***

“MWO???JEONGMALL??”seru Baekhyun, Kyungsoo dan Tao serempak setelah mendengar cerita Sehun dan Jongin. Jongin dan Sehun mengangguk santai sembari mengaduk-aduk bubble tea mereka dengan sedotan.

“Yaa, gwenchana? Apa kalian terluka?”tanya Kyungsoo khawatir.

“Aniyo, kami baik-baik saja hyung”jawab Jongin

“Ya! Kenapa tidak memberitahuku? Aku pasti bisa membantu kalian”seru Tao

“Arra.Mereka sangat tiba-tiba. Tapi bagaimana kau tau aku dalam bahaya?” kali ini Jongin bertanya pada Sehun

“Aku melihatmu dibawa oleh namja itu jadi aku menyusulmu”

“Kau bilang yang membawamu adalah anak kelas 3. Kau tau siapa namanya?”tanya Baekhyun. Jongin menggeleng

“Molla.Hyung, ini urusanku, jangan melibatkan dirimu. Sebaiknya kau fokus pada keperluanmu untuk masuk universitas. Bukankah minggu depan kau sudah harus pindah ke Seoul ?”jelas Jongin bisa membaca pikiran Baekhyun. Walaupun Baekhyun adalah orang yang sangat ramah dan baik hati tapi ketika seseorang melukai adiknya, ia tidak akan tinggal diam.

“Benar. Serahkan masalah ini pada kami”ujar Tao menunjuk dirinya sendiri.

“Mwo? Kami? Ini masalahku. Kau jangan ikut campur”protes Jongin

“Ani. Jika ini masalah kalian, aku pasti ikut campur”

“Hmm, hyung. Bisakah masalah ini tidak kau ceritakan pada Luhan hyung? Aku takut ia akan sangat marah” ujar Sehun sedikit memohon pada Baekhyun. Baekhyun terdiam sejenak.

“Jika tidak diberitahu, Luhan hyung akan marah 2x lipat”jawab Baekhyun sangat mengerti sifat Luhan. Terutama jika menyangkut dengan Sehun.

“Jebaal.. Aku tidak mau membuatnya khawatir”

“Molla.. Sudahlah, ayo pulang. Oema pasti sudah menunggu kita”ujar Baekhyun tetap tidak menyetujui permintaan Sehun. Sehun akhirnya menyerah dan menuruti Baekhyun.

***___***

“MWO ?? BAEKGU DAN JONGIN BERKELAHI ??!!!”seru Luhan kaget saat Baekhyun menceritakannya di telepon. Lay, Xiumin dan Suho sontak menoleh pada Luhan bersamaan.

“……”

“Kau tidak tau orangnya? Apa mereka baik-baik saja?”

“……”

“Arra. Aku akan pulang hari sabtu”

“……”

“Ya! Kau harus menjaga dongsaengmu.Arasseo?!!”

Klik. Luhan mematikan sambungan telepon dengan kesal.

“Hyung, wae? Mereka berkelahi?”tanya Lay meyakinkan pendengarannya. Luhan menceritakan semuanya pada Lay, Suho, dan Xiumin. Mereka tersentak.

“Kau tidak tau siapa siswa kelas 3 itu?”tanya Xiumin ikut geram. Luhan menggeleng.

“Sebenarnya siapa yang kalian bicarakan?”sahut kris yang juga ada dirumah kontrakan Luhan. Dari tadi ia hanya mendengarkan luapan emosi dari semuanya tanpa tau orang yang dibicarakan.

“adikku. Ahhh..aku ingin pulang sekarang rasanya. Jinjja”seru Luhan khawatir.

“Sudahlah, bukankah adikmu sudah besar? Dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri”hibur Kris menepuk pundak Luhan halus.

***___***

Luhan meneguk botol air mineralnya. Cuaca sangat terik membuat bajunya menjadi setengah basah karena keringat.I a duduk dipinggir lapangan seorang diri sambil memperhatikan juniornya yang sedang bermain bola. Dua tahun sudah berlalu, lagi-lagi ia menyandang sebagai kapten sepak bola diuniversitasnya.

Dari jauh, Kris sedikit berlari menghampiri Luhan lalu duduk disampingnya. Ia merampas botol minum Luhan lalu meneguk sisanya. Luhan menatapnya bingung.

“Hari ini panas sekali”seru Kris sembari melindungi wajahnya dari sinar matahari dengan kedua tangannya. Luhan tersenyum kecil lalu geleng-geleng kepala.

“Wae? Apa kau takut kulitmu menjadi hitam?”ejek Luhan.

“Mwo? Apa kau kira aku seperti seorang yeoja?”cetusnya kesal

“Pabo.  Kau sangat mirip dengan adik bungsuku” Kris mengerutkan keningnya bingung “Dari luar terlihat sangat dingin dan menakutkan tapi setelah mengenalnya sebenarnya ia manis dan lucu”

“mwo? Apa aku seperti itu? Aku manis? Lucu?”Luhan mengangguk mantap. Kris mencibir.

“Sepertinya kau sangat menyayangi adikmu. Kemarin saat dia berkelahi, yang kau khawatirkan adalah dia. Bukankah yang berkelahi ada dua?”

“Tentu saja aku mengkhawatirkan keduanya tapi dia adalah anak bungsu oema sehingga aku sangat mengkhawatirkannya. Dan sebenarnya hubunganku dengannya sangat dekat. Setiap kali aku pergi ke Seoul dia pasti akan menangis dan tak mau melihat kepergianku”

“Jinjja?”

“emp, ahhh.. jeongmall bogoshipta”

“Setelah mendengar ceritamu, aku juga ingin bertemu dengannya”

“Andwae. Kau pasti akan merebutnya dariku jika bertemu dengannya”

“mwo? Tidak mungkin. Adikku jauh lebih lucu”

Percakapan mereka sangat sederhana namun mereka tidak mengetahui kenyataannya. Alam mempertemukan mereka dalam sebuah kebetulan. Kebetulan yang akan menjadi awal mula terkuaknya semua kenyataan besar.

***___***

Kelas Sehun benar-benar sunyi. Song sonsengnim yang terkenal guru paling galak disekolah sedang mengajar matematika dikelasnya. Suasana kelas benar-benar membosankan membuat Sehun menguap beberapa kali. Begitu pun Jongin, ia terkena virus menguap Sehun yang duduk disebelahnya.

“bagaimana jika kita kabur sekarang?”bisik Sehun pada Jongin.

“Kau gila? Yang sedang mengajar adalah Song sonsengnim, bagaimana caranya kita kabur?”balas Jongin dengan suara yang tak kalah pelan.

Sehun menyeringai, “Lihat aku”

Sehun bergegas berdiri dan berjalan menuju Song sonsengnim yang sedang sibuk dimejanya. Ia berdehem kecil.

“Sonsengnim, bisakah aku ijin keluar sebentar? Perutku sedang tidak bersahabat sekarang. Jebaal…”ucap Sehun sembari mengeluarkan wajah aegyonya yang membuat seluruh yeoja yang berada dikelas itu ingin bersorak gemas. Song sonsengnim menatap Sehun tajam.Ia sudah mengenal muridnya ini dengan baik. Dia adalah siswa paling popular dan sedikit kurang baik dalam matematika.

“Kau sedang berbohong?”tanya Song sonsengnim menyelidik. Sehun buru-buru menggeleng

“aniyo, perutku benar-benar sedang sakit. Jebaaal…”

Berhasil. Song sonsengnim mengijinkan Sehun untuk keluar. Diluar kelas ia besorak senang, tentu saja dengan suara yang pelan. Buru-buru ia meraih ponsel yang ada disaku blazer seragamnya. Ia mengetik sederet huruf lalu mengirimkannya pada Jongin.

Didalam kelas Jongin geleng-geleng kepala melihat tingkah saudaranya itu. Tiba-tiba ponselnya bergetar. Ia meraih ponselnya yang berada didalam saku blazernya. Sebelum membuka pesan, terlebih dulu ia menoleh kearah Song sonsengnim. Setelah yakin keadaan aman, ia membuka pesan masuknya dengan kepala menunduk dalam-dalam.

Cepat lakukan sepertiku. Palli

Jongin melipat ponselnya dan memasukkannya kedalam saku seperti semula. Ia beranjak dari kursinya menghampiri meja guru. Jantungnya berdegup kencang

“Sonsengnim..”serunya membuat guru paling galak itu menoleh.“Sepertinya aku kurang enak badan. Bisakah aku beristirahat diruang kesehatan?”lanjut Jongin hati-hati.

“apa kalian berdua bersekongkol?”tanya Song sonsengnim penuh curiga. Mata tajamnya menatap lurus kearah Jongin yang berusaha menelan ludah.

“Aniyo. Aku benar-benar kurang enak badan. Aku takut merepotkan anda jika aku pingsan”ucapnya beralasan.  Kali ini juga berhasil! Song sonsengnim mengijinkannya keluar kelas. Jongin sedikit berlari menghampiri Sehun yang sudah duduk manis dikantin sekolahnya. Ia tampak sedang mengaduk-aduk minumannya menggunakan sedotan. Matanya memandang sekeliling yang benar-benar sepi karena belum waktunya istirahat.

“Aaah, jantungku benar-benar berdegup kencang”seru Jongin duduk disebelah Sehun.Sehun terkekeh.

“aku benar-benar bosan. Kau tau? Aku bahkan hampir tertidur tadi”

“Jika oema mengetahuinya, dia pasti akan menjewer telinga kita”seru Jongin disusul tawa oleh keduanya.

“keundae.. mana kalungmu ? Kau tidak memakainya ?”Jongin tidak melihat sebuah benda yang selalu melingkar dileher Sehun. Sehun menggeleng.

“aku menyimpannya”

“wae? Bukankah kau selalu memakainya?”

“tiba-tiba aku bosan. Aku ingin mencari kalung yang baru”

***___***

Akhirnya jam pulang sekolah tiba. Sehun, Jongin, Tao dan Kyungsoo berjalan beriringan. Hari ini mereka sepakat untuk tidak membawa sepeda.Tiba-tiba seorang yeoja menghampiri mereka. Tubuhnya lumayan tinggi, ia terlihat manis dengan pita yang menghiasi rambut hitamnya. Yeoja itu berdiri dihadapan Sehun lalu tersenyum.

“Baekgu-sshi, ada yang ingin ku katakan padamu” Sehun mengerutkan keningnya heran

“Nugu?”

“Kau tidak mengenalku? Aku adalah Cho Haera” seru yeoja itu sedikit kecewa karna Sehun tidak mengenalnya. Jongin menyikut tubuh Sehun pelan lalu berbisik padanya.

“Pabo. Dia adalah teman sekelas kita” Mata Sehun melebar kaget , ia mengeluarkan pertanyaan ‘jinjja?’ pada Jongin dari ekspresi wajahnya. Jongin mengangguk.

“Ahh, mianhae.Wae?”seru Sehun kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“hmm.. aku.. hmm..”ujar yeoja itu seakan ragu-ragu. “aku menyukaimu”ucapnya akhirnya. Mata sehun semakin melebar heboh. Mulutnya sedikit ternganga. Banyak wanita yang menyatakan cinta padanya tapi ini pertama kali ada seorang yeoja menyatakan cintanya secara langsung dan bahkan di depan teman-temannya.

“Mwo?”tanya Sehun tak percaya

“Aku tau kau pasti tidak menyukaiku. Tapi bisakah memberiku kesempatan? Setidaknya berkencanlah denganku. Aku sangat menyukaimu”

Sehun saling pandang dengan 3 teman yang berdiri dibelakangnya dengan pandangan bertanya. Tao mengangkat bahunya membuat sehun menghembuskan napas lemah.

“Mianhae, aku tidak bisa”ujar sehun dengan nada pelan mencoba menolak sesopan mungkin. Ia benar-benar pantang menyakiti hati wanita.

“Walaupun hanya berkencan?”Sehun menggigit bibirnya kelu.Ditatapnya yeoja yang berdiri didepannya ini nanar. Terlihat dari wajahnya ia hampir menangis. Sehun menggeleng pelan.

“Mianhae. Aku tidak mau memberi harapan pada siapapun. Jeongmall mianhae”

Yeoja yang bernama Cho Haera itu tersenyum kecut.“Arra.Gwenchana”serunya lalu berbalik pergi. Sehun memandang punggung yeoja itu lirih.

“Huaaah, dia berani sekali”seru Jongin disusul anggukan Tao

“Sudahlah, Kajja”

***___***

“Kau dimana hyung? Lama sekali, aku sudah lelah menunggumu dikursi kayu sambil memegangi bubble tea milikmu. Palli…”cerocos Sehun bertubi-tubi pada seseorang yang ada disebrang panggilan.

“oe ? Berbalik kebelakang?”. Sehun sedikit mengerutkan keningnya lalu membalik badannya dan mendapati seseorang yang ditunggunya sudah berdiri manis bersama yang lain.

“Lama sekali”cetus Sehun sedikit kesal. Ia melipat ponselnya dan memasukkannya kedalam saku celananya

“Aku berlari dari stasiun kesini karena kau terus menelponku. Jangan marah seperti itu”balas Luhan merebut bubble tea yang ada ditangan Sehun

“Mwo? Kau tidak membelikan kami bubble tea? Kami juga berlari mengikuti Luhan hyung, arrachi?!!!”kata Suho protes habis-habisan

“Kenapa kau hanya mengingat Luhan hyung? Kau tidak mengingat kami? Huh?”sahut Lay juga sebal

“Aniyo.Tanganku hanya dua, aku hanya mampu memegang milikku dan milik Luhan hyung. Hhh… Baiklah, tunggulah dirumahku. Aku akan membelikan kalian bubble tea”seru Sehun langsung melompat naik keatas sepedanya dan mengayuhnya menuju kedai bubble tea.

“Kajja..”

***___***

Mereka semua menuju rumah Luhan untuk beristirahat sejenak. Diperjalanan mereka memandang sekeliling. Kampung mereka sudah banyak berubah.

“HYUUUUUNG, BOGOSHIPPO..!!!”seru Tao melompat dari kursinya saat melihat Luhan datang. Luhan menggeliat, berusaha melepaskan pelukan Tao.

“Lepaskan aku”kata Luhan berhasil melepaskan pelukan Tao.

“Aku hanya merindukanmu”ucap Tao memasang wajah sedih.

“Arasseo, nado bogoshippo”kata Luhan menghusap puncak kepala Tao yang sekarang lebih tinggi darinya itu.

“Suho hyung, Lay hyung, Xiumin hyung, makanlah. Oemaku memasak kue enak hari ini”seru Jongin dengan membawa nampan besar berisi kue buatan nyonya Jung. Mereka bercerita sambil memakan kue dikamar Luhan dan adik-adiknya. Kamar ini tidak berubah, tetap ada ranjang untuk Luhan disana walaupun hanya setiap akhir pekan ia tiduri.

“Ini bubble tea kalian..”seru Sehun datang membawa sekantung besar berisi bubble tea itu. Ia memberikannya pada Suho, Lay, Xiumin, Jongin, Tao, Baekhyun dan Luhan.

“Kenapa kau beli banyak sekali ?”tanya Luhan heran

“Aku tidak mau dianggap melupakan seseorang lagi”sindir Sehun sedikit tersenyum. Suho dan Lay mencibir.

“Yaa, Suho hyung kenapa tidak pulang kerumah dulu?”. Tiba-tiba Kyungsoo sudah berdiri diambang pintu kamar Luhan.

“Hyung, ini milikmu”seru Sehun memberikan bubble tea untukKkyungsoo

“Mianhae, ada yang berjanji membelikanku bubble tea tadi jadi aku tidak pulang kerumah dulu”jelas Suho balas menyindir.Sehun tertawa kecil.

“Jongin-ah, duduk disini”seru Luhan menyuruh Jongin untuk duduk disampingnya. “Baekgu-yah, kau juga”

Sehun dan Jongin saling pandang bingung tapi tetap menuruti perintah Luhan. Luhan memandang kedua adiknya itu satu persatu.

“Kalian berkelahi?”tanyanya tanpa basa-basi. Sehun dan Jongin menelan ludah lalu saling pandang lagi. Mereka tau, saat ini luhan pasti akan marah.“Dengan siapa?”tanya Luhan lagi. Tenggorokan mereka serasa cekat membuatnya tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Luhan menghela napas panjang. “Jawab aku!!!”serunya dengan suara meninggi.

“Mianhae”ucap Sehun pelan lalu menunduk.

“Hyung, ini bukan salahnya. Ia hanya membantuku”seru Jongin membela Sehun. Ia lalu menceritakan semua yang terjadi pada luhan. Luhan semakin geram.

“Siapa orangnya?” Jongin menggeleng

“molla, aku hanya tau dia murid kelas 3”

“Bisakah tidak membahayakan diri kalian saat aku tidak ada? Kalian tau bagaimana kacaunya aku saat mendengar kalian berkelahi dan aku tidak ada disana?”cecar Luhan sedikit kesal. Mengetahuinya, Xiumin segera menghampiri Luhan lalu menepuk pundaknya pelan.

“Luhan-ah, sudahlah”serunya. Luhan serasa tuli,ia tidak menggubris perkataan Xiumin. Ia masih geram.

“Hyung, kami bukan anak kecil lagi. Kami bisa menjaga diri kami sendiri. Saat mengetahui Jongin dalam bahaya, aku tidak mungkin hanya diam dan membiarkannya. Lagipula Jongin sudah menolak untuk mewakili sekolah karena tidak mau memperpanjang masalah”jelas Sehun memberikan pembelaan. Jongin buru-buru menarik lengan Sehun lalu menggelengkan kepalanya mencoba menahan Sehun untuk tidak berkata lebih banyak lagi.

“Mianhae hyung, kami tidak akan melakukannya lagi”ujar Jongin mengalah.

“Hyung, sudahlah. Mereka sudah menyesal. Jarang sekali untuk bisa berkumpul seperti ini, jadi jangan marah lagi”tambah Lay mencoba mencairkan masalah. Luhan menghembuskan napas keras lalu memandang Jongin dan Sehun. Kali ini tatapannya melembut.

“Aku hanya khawatir kalian terluka. Aku tidak bisa ada disamping kalian setiap saat lagi. Jadi tolong jangan bahayakan diri kalian”

Sehun dan Jongin tersenyum. “arasseo”

***___***

Arloji Sehun sudah menunjukkan pukul 7 malam. Saatnya bagi mereka untuk berkumpul dirumah pohon seperti biasa. Sehun mencari Luhan, Tao, Baekhyun dan Jongin untuk pergi bersama-sama. Setelah menemukan mereka, Sehun dan yang lainnya bergegas untuk pergi.

“Kalian mau pergi kemana ?”tanya nyonya Jung saat melihat anak lelakinya akan pergi

“Kami akan kerumah pohon oema”jawab Luhan

“Wae ? Apa ada sesuatu yang harus kami kerjakan?”tanya Sehun

“Sebelum pergi, tolong bantu oema mengantar ayam kerumah nenek Lee”

“Baiklah”

Sehun, Luhan, Jongin, Tao dan Baekhyun pergi bersama.

“Baekhie-yah, bukankah kau ada janji dengan Suho?”tanya Luhan

“Gwenchana”

“Pergilah duluan. Kami akan menyusulmu setelah selesai mengantar pesanan oema”

“umm.. oke..”

Mereka berpisah dipersimpangan, Baekhyun kekiri menuju rumah pohon sedangkan Luhan, Sehun, Tao dan Jongin ke kanan menuju rumah nenek Lee. Nenek Lee adalah pelanggan tetap direstoran nyonya Jung. Ia sangat menyukai Sehun dan terobsesi menjodohkannya dengan cucu sulungnya. Sehun memang sangat tampan sekarang, dibanding lainnya, ia mempunyai kulit yang putih bersih. Ia juga sangat sopan dan baik.

Setelah selesai mengantar pesanan dan berhasil melepaskan diri dari nenek Lee, mereka berjalan menuju rumah pohon. Perlawanan yang sangat sulit, karena nenek Lee benar-benar ingin Sehun berkencan dengan cucunya yang lebih tua 3 tahun dari Sehun. Tak jauh dari mereka tampak 7 orang namja sedang memblokir jalan yang mereka lewati.

“Kau Luhan?”tanya salah satu dari namja yang memblokir jalan itu menunjuk Luhan. Kening Luhan berkerut bingung.

“Yee, wae ?”

“Ternyata kau yang telah merebut yeoja chinguku” Luhan terkejut.

“Mwo? Yeojachingu? Aku baru pulang dari Seoul hari ini, bagaimana aku bisa merebut yeojachingumu?”seru Luhan bingung

TBC………

15 thoughts on “FF : The House Tree (Part 7)

  1. cheonsaelfishyhae berkata:

    Ckckck makin seru!

    Luhan aja baru pulang dari Seoul udah dituduh macem2 ==’

    gak sabar Sehun meet with Krisyeol hehe

  2. phiwzz berkata:

    Hahaha ada KrisHan momen..
    Kris dibilang manis n lucu sama Luhan kkkkk
    Gimana nanti ya klo mereka tau Sehun itu siapa??? Huhhh

    Ending chapter ini koq malah bikin ketawa sihh, scara logika emank bener apa kata Luhan, tp gtw juga kejadian sebener nya gimana, hehe

    Sehun koq malah jadi evil sih setelah ditinggal Luhan??? Bahkan pengaruhin Jongin juga,, semoga ga menjurus ke bahaya…

  3. chyshinji berkata:

    kekekeke,, makin banyak musuh nih hunhan cs,, ada yang ngiri sama Jongin,, ada yang bilang yeojanya direbut sama Luhan, trus apa lagi? Jangan jangan yeoja yang ditolak sama Sehunnie itu nanti juga bakal menimbulkan masalah.. Uwaaaaaaaaa,, mana Kris?? mana??? Ga sabaaaaaaaaaaarrrr,, atau belum bakalan ketemu nih??

  4. amelia berkata:

    astaga itu luhan baru aja pulang udah dapet masalah aja ya wkk..
    seandainya kris sama luhan tau yang mereka bicarain itu sehun~ hue.. bener” penasaran..

  5. rizqajuga berkata:

    Luhan Khawatir bnget yah… sama dongsaeng nya… *jd terharu ㅠ.ㅠ

    Mreka sling mnjaga satu sama lain…

    Hahaha mungkin emang Kris sifat nya rada mirip Sehun, orang ade kakak kan ? hohoho ~^O^~

    Itu ending nya knp tuh ? apa jngan2 pcar nya s Hyura lgi…

    PENASARAN ! LANJUT BACA CHAP 8 !

    ~^O^~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s