FF SiFany : Oh, my Siwon oppa (Chapter 4)

oh my siwon oppa

Tittle                      : Oh, My siwon oppa ^^

Author                  : Oh Mi Ja

Cast                      : Tiffany (Snsd), Siwon (Suju), Eunhyuk (Suju)

Support Cast        : Sooyoung (SNsd), Yoona (Snsd)

Genre                    : Romance, Comedy

Summary             : Aku mengayunkan tanganku, bermaksud untuk memberinya sebuah tinjuan. Namun, kakiku tersandung kaki meja, membuat tubuhku kehilangan keseimbangan. Aku akan jatuh.

 

Fany mematikan sambungan panggilan dan meraih mantel pink-nya.Ia menuruni anak tangga dan berjalan keluar. Setelah mengunci pintu rumah dan pintu pagar.Ia dan Sooyoung masuk kedalam mobil dan menuju suatu tempat.

 

“Bukankah kau tau sebentar lagi kita akan ujian ?kenapa kau memintaku untuk menemanimu menonton dvd ?”seru Fany menghela napas panjang saat Sooyoung memaksanya untuk menemani dirinya menonton dvd dirumahnya. “Bukankah kau tau aku sangat bodoh ?”lanjut Fany lagi terus membombardir Sooyoung dengan deretan protesnya namun tetap tidak bisa menolak. Sooyoung tersenyum penuh arti, ia tidak menjawab deretan pertanyaan Fany.

Sooyoung menyalakan dvd playernya dan mulai menonton film. Fany dan Sooyoung duduk bersandar pada sandaran tempat tidur. Ekspresi keduanya sangat berbeda. Sooyoung sangat terlihat antusias, sedangkan Fany terlihat sangat bosan. Yang ia inginkan hanya belajar dan mengejar ketertinggalan. Sudah cukup baginya dimarahi Yoona sonsengnim setiap hari.

“oe ? Bagaimana kalau kita belajar bersama ?” tiba-tiba Sooyoung mencetuskan sebuah ide.

“Apa kau sedang mempermainkanku ?”dengus Fany kesal. Sooyoung sangat gampang berubah-ubah. “Bukankah kau bilang ingin nonton dvd ?”

Sooyoung tersenyum lebar, “tiba-tiba saja aku merasa malas dan ingin belajar. Kajja”

Sooyoung menarik lengan Fany secara paksa menuju ruang keluarga yang terletak dilantai 1.  Fany sedikit bingung, karena biasanya mereka akan belajar dikamar Sooyoung saja bukan diruang keluarga.

“Fany-ah, kau datang..”seru oema Sooyoung senang saat melihat Fany. Fany tersenyum lebar lalu membungkukkan tubuh.

“Annyeong omoni. Maaf, aku tidak menyapa Omoni saat datang tadi”

“Gwenchana. Apa yang mau kalian lakukan ?”

“Kami akan belajar bersama oema, sebentar lagi kami akan ujian kenaikan kelas”

“baiklah. Oema akan membuatkan makanan enak untuk kalian”

“gomapseumnida omoni..”

Sooyoung dan Fany mulai berkutat dengan buku pelajaran mereka. Bagi Sooyoung, hal ini adalah hal remeh karena dia termasuk murid yang pintar seperti kakaknya. Tapi, bagi Fany.Ini adalah masalah besar. Jika dia tidak naik kelas, dia berjanji akan gantung diri dibalkon kamarnya.

“oppa”panggil Sooyoung saat melihat Siwon hendak naik kekamarnya. “Tolong ajarkan kami.Ada hal yang tidak aku mengerti”mohon Sooyoung.

Siwon terlihat sedikit malas, “aku sedang sibuk”balasnya

“jebaaal.. aku benar-benar tidak mengerti”mohon Sooyoung lagi

Siwon menghela napas panjang lalu berjalan mendekati Fany dan Sooyoung. Fany langsung mendongakkan wajahnya saat menyadari kehadiran Siwon. Ia sedikit kaget.

“bagian mana ?”tanya Siwon duduk disamping Sooyoung.

“ini..” Sooyoung mendorong bukunya dan menyodorkan pada Siwon.

***___***

TIFFANY POV

Kalian tau apa hal yang paling membahagiakan didunia ? . Melihat wajah orang yang kalian sukai dengan jarak yang sangat dekat seperti ini. Aku merasa diruangan ini hanya ada aku dan dia. Tidak ada Sooyoung yang menjadi pembatas.

Wajah seriusnya saat menerangkan pelajaran benar-benar sangat keren. Aku bahkan tidak bisa mengalihkan pandanganku walaupun hanya sedetik. Mataku sudah tertancap padanya.

“Chamkanmanyo..”Sooyoung tiba-tiba berdiri. “aku akan membantu oema mengambil beberapa makanan ringan”serunya lalu menuju dapur.

Siwon oppa menoleh padaku, “kau sudah mengerti ?”tanyanya

“oe? Aku?sud… ahh belum” Aku langsung menggelengkan kepalaku dan memasang ekspresi serius. Aku memang belum mengerti apapun karena daritadi aku hanya memandangi wajahnya.

Siwon oppa menghembuskan napas panjang, ia menarik bukunya dan menjelaskan sekali lagi. Tentu saja, aku juga menarik tubuhku agar juga semakin dekat dengannya. Fufufufu…

“kau sudah mengerti ?”tanya Siwon oppa lagi

Aku menggeleng, “belum”

“Ya!!” Siwon oppa langsung menatapku tajam seperti ada laser penghancur yang akan keluar dari matanya. “Kau bodoh sekali!!”cetusnya kesal

Aku sedikit kaget, “Mwo ?aku bodoh ?”balasku tidak terima. Aku tau aku memang bodoh.Tapi wanita mana yang mau dikatai bodoh walaupun sebenarnya dia memang bodoh. Termasuk aku.

“Aku sudah menjelaskan 2x dan kau belum juga mengerti. Apa otakmu sangat kecil ?” Siwon oppa terlihat sangat gusar, “aku benar-benar membenci orang bodoh sepertimu”

“Aku tidak bodoh!!”tandasku

“Lalu ? Dasar otak udang!!”

“mwo ? otak udang ??” Aku benar-benar tidak menyangka jika dia akan mengataiku seperti itu. “kau adalah manusia purba!!”

“manusia purba ??” suara Siwon oppa mulai meninggi

“Kau tidak punya sopan santun sama sekali. Bukankah sama saja seperti manusia purba ?”balasku memasang tampang mengejek.

“Kau,” Siwon oppa menggebrak meja dengan tangannya. Kemudian, ia melanjutkan ucapannya dengan cara bicara yang sangat menyebalkan, “aku ingat. Bukankah kau si bodoh yang waktu itu berdiri didepan kelasku ? Kalau tidak salah, karena kau tertidur dikelas ?”Siwon oppa balas mengejekku. Dia tertawa dan membuat amarahku semakin meluap. “otak udang”

Aku berdiri, “Diam!!”

Dia masih mentertawaiku, “otak udang!!”.Siwon oppa juga berdiri dan menghadapku dengan wajah mengejeknya.

“YA!!”

Aku mengayunkan tanganku, bermaksud untuk memberinya sebuah tinjuan. Namun, kakiku tersandung kaki meja, membuat tubuhku kehilangan keseimbangan. Aku akan jatuh.

“Aaaaa…”jeritku

“Ya!kau—“

Aku mengerjapkan mataku beberapa kali. Dan saat itu juga aku mendapati tubuhku menimpa tubuh Siwon oppa. Aku mendongakkan wajahku dari dadanya dan menatap wajah Siwon oppa. Dia juga balas menatapku. Selama beberapa detik, aku bisa merasakan bahwa dadanya benar-benar sangat bidang. Sangat nyaman. Waktu terasa berhenti berdetak untuk beberapa saat sampai suara Sooyoung membuyarkan segalanya.

“apa yang kalian lakukan ?”

Siwon oppa langsung mendorong halus tubuhku dan aku langsung berdiri. Ku rapikan bajuku dan rambutku yang sedikit berantakan.

“kalian—“ Sooyoung menggantung ucapannya. Dia terlihat sangat kaget saat melihat tubuhku berada diatas tubuh SIwon oppa diatas lantai. Siwon oppa langsung meninggalkan tempat dan menaiki anak tangga menuju lantai 2. Aku tersenyum tipis pada Sooyoung.

“aniyo”

***___***

Tatapanku fokus pada papan tulis yang berada didepan. Telingaku terus mendengar penjelasan Yoona sonsengnim dan tanganku sibuk mencatat. Papan tulis itu seakan mengunci tatapanku agar tetap terus menatapnya. Ahhh..aku benar-benar sangat takut jika tidak naik kelas. Omelan apa lagi yang akan ku dengar dari daddy jika aku membuat ulah lagi ?

Saat istirahat, aku tidak pergi ke kantin seperti biasanya. Aku menuju perpustakaan. Aku pikir, aku butuh meminjam beberapa buku untuk ku pelajari dirumah. Aku berjalan melewati rak-rak buku. Sebaiknya aku meminjam buku matematika. Aku mengulurkan tanganku, meraih sebuah buku yang tertera rapi di rak. Namun, saat aku hampir saja meraih buku itu, seseorang yang berdiri disebrangku sudah lebih dulu mengambilnya. Aku tersentak.

“Ya!!”seruku. Aku mengintip dari celah kosong dari buku tadi.Mwo ? Dia lagi ?.Aku berjalan memutar, ku hampiri seorang namja bertubuh tinggi. “itu punyaku”. Dia menoleh, memasang ekspresi datar andalannya.

“apa perpustakaan ini milikmu ?”tanyanya santai.

Aku menghembuskan napas keras, “Aku butuh itu untuk ujian kenaikan kelas nanti”jawabku menahan-nahan sabar.

“aku juga butuh ini untuk me-review pelajaran”

“itu adalah bahan penting untuk ujianku nanti. Berikan padaku”

Siwon oppa hanya menghela napas panjang lalu melengos pergi. Aku  buru-buru mencekal lengan Siwon oppa dengan seluruh kekuatanku.

“berikan padaku” Aku mengulurkan tanganku dan sedikit berjinjit untuk merebut buku dari tangan Siwon oppa. Dengan sangat mudah Siwon oppa menarik kembali tangannya dan berhasil melepaskan tanganku dari buku itu. Dengan gerakansamar dan cepat, Siwon oppa langsung mencengkram kedua bahuku dan memutar tubuhku. Didorongnya tubuhku sampai punggungku mengenai dinding. Siwon oppa merentangkan tangannya, kedua telapak tangannya menyentuh dinding yang ada dibelakangku dan mengurung tubuhku dalam rentangan tangannya.

Siwon oppa membungkukkan punggungnya sedikit agar wajahnya sejajar denganku. Aku terperangah. Aku menundukkan wajah karena wajah Siwon oppa benar-benar sangat dekat. Jantungku berdegup tak karuan. Apa yang sedang dia lakukan ? Bagaimana jika orang lain melihatnya ?.

“Jangan mencari masalah denganku”bisik Siwon oppa tepat ditelingaku. Aku masih terdiam,  masih terkunci dengan degupan jantungku yang benar-benar tidak karuan. Bisa ku hirup wangi parfum dari tubuh namja yang sangat ku cintai ini karena kami memang sangat dekat.

Siwon oppa menarik wajahnya, kali ini menatap kedua bola mataku. Kemudian, ia tersenyum menyeringai. Setelah itu ia menegakkan punggungnya kembali dan balik badan.

***___***

AUTHOR POV

“bodoh..bodoh..bodoh..” Fany terus mengutuk dirinya sendiri sambil memukuli kepalanya. Kejadian tadi benar-benar membuat dirinya sangat malu. Benar-benar malu. “seharusnya tadi aku melawan. Aiishh..namja itu benar-benar menyebalkan”

“wae ?” Sooyoung datang, ia duduk disamping Fany. Dibangkunya.

Fany menghela napas panjang, ditatapnya Sooyoung dengan raut wajah lemas. “Sooyoung-ah, aku benar-benar membenci kakakmu”

Kedua alis Sooyoung langsung terangkat tinggi, “mwo ?”

“Sooyoung-ah, aku benar-benar butuh buku yang dibawa Siwon oppa. Ada rumus yang harus ku catat dibuku itu tapi dia tidak mau memberikannya padaku. Dia benar-benar menyebalkan”seru Fany uring-uringan. Dia menelungkupkan kepalanya didalam lipatan kedua tangannya. Sooyoung hanya menghela napas panjang, tidak bisa berbuat apa-apa.

***___***

Fany menendang kerikil-kerikil kecil yang sebenarnya tidak bersalah dengan kesal. Fany menghembuskan napas panjang lalu duduk disalah satu bangku yang ada disebuah taman kecil di pusat kota Seoul. Pandangannya ia pusatkan pada danau yang berada tepat didepannya. Lagi-lagi ia membuang napas panjang. Suasana hatinya benar-benar sangat buruk saat ini.

“aku tidak bisa membencinya..”desah Fany pelan lalu menundukkan kepalanya. “kenapa dia sangat menyebalkan ?”

Tiba-tiba ponsel Fany berdering. Ia merogoh ponselnya didalam saku blazer sekolahnya. Tertera nama Sooyoung dilayarnya.

“emm..”

“Eunhyuk oppa bilang, kau sedang menangis seorang diri ditaman.Benarkah ?”

Mata Fany langsung membulat lebar. Buru-buru diusap air matanya lalu celingak-celinguk mencari sosok Eunhyuk.

“Fany-ah, gwenchana ?”

“oe? Emm..aku..baik-baik..saja”

“Jeongmall ?”

“Nde”

“Syukurlah. Jika ada sesuatu hal, ceritakanlah padaku”

“arasseo. Gomapta”

Fany mengakhiri panggilannya dan memasukkan ponselnya kembali. Ia langsung berdiri dari kursinya dan berjalan diatas kerikil-kerikil yang membentuk jalan setapak. Tak jauh darinya, ia melihat seorang namja yang ia kenal berjalan didepannya. Tanpa pikir panjang, Fany langsung menarik kerah baju namja itu dengan kasar. Namja itu berbalik dan terlihat sedikit kaget.

“Ya!!”cetus Fany langsung. “kau mengikutiku, huh ?”

Eunhyuk terlihat bingung.

“kau benar-benar seorang tukang gosip”tambah Fany dengan mata melotot.

“aku ?” tanya Eunhyuk menunjuk dirinya sendiri.

“Apa kau pikir aku sedang berbicara dengan pohon itu ? Kau bodoh sekali”

“aku bodoh ?”

“Ya! Jangan pernah mengusik hidupku lagi. Bodoh”

Eunhyuk langsung mencekal lengan Fany saat Fany ingin pergi.Diputarnya tubuh Fany dengan paksa agar menatapnya.

“kau bilang aku bodoh ?”Eunhyuk juga membalas pelototan Fany dengan kesal.

“Kau memang bodoh!! Apa kau tuli ? KAU BODOH!!!”

“Kau benar-benar… aakkhh…” Fany menginjak kaki Eunhyuk dengan keras sampai membuatnya menjerit.Kemudian, didorongnya tubuh Eunhyuk hingga terjatuh.

“Jangan macam-macam denganku.Arasseo ??!!!”

***___***

FANY POV

Sebuah lagu dari Super Junior KRY – What if terdengar ditelingaku. Membuat sebuah ingatan indah sedang berputar diotakku. Aku memejamkan mataku, menikmati setiap detil kejadian saat itu. Saat dia menyentuh tanganku dan memberikan kaleng cola. Itu adalah pertama kalinya aku berinteraksi dengan namja itu.

“I really stucked by him”desahku pelan. Aku memang tidak bisa berpaling lagi. Aku sangat mencintainya. Tuhan, apa yang harus ku lakukan ??

Aku langsung beranjak dari tempat tidur saat mendengar ponselku menjeritkan bunyi panggilan masuk.

“wae ?”tanyaku langsung pada Sooyoung

“…..”

“aku belum makan. Wae ?”

“…..”

“MWO ???”

Aku langsung menuju balkon kamar dan mendapati Sooyoung sedang duduk dibalik kursi kemudi mobil. Diturunkan kaca mobilnya lalu melambai kearahku. Selalu seperti ini.Dengan sedikit malas, aku meraih jaketku dan turun menghampiri Sooyoung.

“aku tidak lapar”ujarku saat sudah sampai diluar.

“Kau tidak boleh menolak.Ini adalah permintaan oemaku. Kajja”

Aku menghembuskan napas panjang lalu menuju pintu sebelahnya. Dalam hati, aku benar-benar menyukai keluarga Sooyoung. Mereka sangat baik, yah kecuali Siwon oppa yang selalu bersikap dingin dengan siapapun.

Aku dan Sooyoung langsung melompat keluar saat mobil sudah menepi. Oema Sooyoung sudah berada didepan pintu saat kami datang. Dia terlihat sangat anggun.

“Fany-ah, kau datang..”sambutnya

“Annyeong haseo omoni, gomapseumnida atas undangan makan malamnya”balasku ramah.

Aku mengikuti langkah oema Sooyoung menuju taman belakang. Sebuah taman minimalis yang sangat indah. Terdapat sebuah kolam renang.Juga ada beberapa kursi yang berbentuk seperti batang pohon yang sudah ditebang dan sebuah meja besar dari kayu. Lucu.

Beberapa piring makanan sudah terjejer rapi diatas meja. Aku juga melihat appa Sooyoung dan Siwon oppa yang sudah duduk manis menunggu kami. Tapi, tunggu… kenapa namja berbibir tebal itu ada disini juga ?. Moodku yang awalnya sangat bahagia berubah menjadi kesal saat melihat Eunhyuk. Dia sedang tertawa bersama Siwon oppa dan Tuan Choi.

“Annyeong haseo ahjussi..”sapaku memotong pembicaraan mereka bertiga.

“Fany-ah, ayo duduk bersama kami”ajak appa Sooyoung

“Gomapseumnida”

Aku duduk disebuah kursi disamping Sooyoung dan berhadapan dengan Siwon oppa.  Bukankah ini hebat ? Ini adalah kedua kalinya aku makan bersama Siwon oppa. Sepertinya dia memang jodohku kekeke~ .

“Kau juga ada disini”seru Eunhyuk.Aku hanya tersenyum paksa. Sangat malas meladeni namja ini .

“kalian sudah saling kenal ?”tanya oema Sooyoung kaget

“Yee omoni. Bahkan aku sudah sangat sering merasakan pukulannya”

Mataku langsung membulat lebar saat mendengar ucapan Eunhyuk barusan. Tak hanya aku, semua yang ada disini – kecuali Siwon oppa – terlihat sangat kaget.

“pukulan ?”tanya oema Sooyoung tak percaya

“Fany pernah memukul oppa ?”tambah Sooyoung. Eunhyuk mengangguk dengan wajah bodohnya.

“Dia adalah yeoja kasar”

Tuhan, kutuklah namja ini. Dia benar-benar sudah kelewatan.

“Fany-ah, jinjjayo ?”Sooyoung menoleh kearahku dengan raut wajah ingin tau.

“a-aniyo hahaha. Dia terlalu berlebihan. Sebenarnya aku tidak sengaja memukulnya”jawabku tertawa gugup.

“tidak sengaja ? aniyo, kau—“

“Sepertinya makanannya enak. Ayo kita makan..”potongku cepat. Yah, sebelum namja ini merusak nama baikku didepan calon mertuaku.

“benar. Makanannya hampir dingin. Ayo kita makan”

Berhasil. Mereka semua teralihkan. Aku melempar pandangan tajam pada Eunhyuk. Jika saja dari mataku bisa keluar sebuah sinar penghancur. Aku pasti sudah meghancurkannya sampai menjadi abu.

***___***

“Fany-ah, sepertinya oema sangat menyukaimu”ujar Sooyoung saat kami duduk berdua disebuah ayunan yang ada ditaman depan. Aku mengalihkan pandangan pada Sooyoung, sedikit kaget.

“mwo ?”

“Dari semua temanku, hanya kau yang pernah makan bersama kami”

“Jinjjayo ?”

“Emp, sepertinya oema sangat menyukaimu”

“Aku juga menyukai oemamu”balasku tersenyum.“Aku sangat berterima kasih padamu. Sejak mengenalmu, aku bisa merasakan kasih sayang seorang ibu kembali. Gomawo”

Sooyoung tersenyum tipis, “Fany-ah, aku berharap kau tidak hanya bisa menjadi sahabatku tapi keluarga”

Aku mengerutkan kening, “maksudmu ?”

“Aku berharap kau bisa menjadi kakak iparku”

“Mwo ??!! Ya! Choi Sooyoung” Aku memukul pelan lengan Sooyoung.

“wae ? bukankah kau juga berharap begitu ?”

“aniyo”elakku. Mungkin saat ini wajahku sudah berubah warna seperti tomat.

“eeeyy, kau berbohong”goda Sooyoung.

“aniyo”

“Ya! kau tidak pernah mau mengaku padaku”

“apa yang kau katakan ? Aku tidak mengerti” Aku membuang pandanganku kearah lain.

“mengakulah. Kau sangat menyukai Siwon oppa, bukan ?”

“Sooyoung-ah, aku—“

“mengakulah!!”

Aku menghembuskan napas keras, “benar! Siwon oppa adalah namja yang ku sukai selama 3 tahun ini. Kau puas ?”Aku berkata pada Sooyoung dengan nada yang sedikit meninggi. Huh, kesal!

“Mwo ? Fany menyukai Siwonie ?”

Aku dan Sooyoung seketika langsung menoleh kebelakang saat mendengar suara seseorang. Mataku hampir melompat keluar .Jantungku berdegup sangat kencang. Aku menelan ludah. Tuhan, bunuhlah aku sekarang. Tuan Choi, Nyonya Choi, Eunhyuk dan Siwon oppa sudah berdiri dibelakang kami. Aku melihat wajah Siwon oppa yang terlihat sangat shock. Dia juga membeku ditempatnya.

“Fany benar-benar menyukai Siwonie ?”

TBC……….

5 thoughts on “FF SiFany : Oh, my Siwon oppa (Chapter 4)

  1. mozaoke berkata:

    Whaaaa,,fany dh diterima oleh kluarga wonppa..
    Emmmm,,wonppa juga suka ga ya ma fany…
    Suka aja dech..
    Hehe..
    Kyaaa,,suka banget ma ne FF..
    Next part jangan lama2 ya author..
    Gomawoyo..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s