FF : The House Tree (Part 5)

the house tree 5

Tittle                : The Tree House

Author             : Oh Mi Ja

Cast                 : All member EXO

Genre              : Frienship, Brothership, a little Comedy

Summary         : Aku merasa aku adalah orang yang paling jahat padanya. Dia sangat menyayangiku dan mempercayaiku tapi aku malah membohonginya seperti ini.  Aku sangat takut, jika aku memberitahu kebenarannya, ia akan membenciku dan pergi jauh

 

“Tentu saja, karena itu aku dan Luhan hyung banyak menghabiskan waktu disini”

“Lain kali kau harus mengajakku jika kesini lagi”

Sehun mengangguk, “Tentu saja. Emm..  Hyuung…?”

“Emm…?”seru Suho tanpa menoleh kearah Sehun. Ia tetap melanjutkan menyeruput bubble teanya sambil membolak-balik buku yang dipegangnya.

“Kau selalu membaca buku setiap saat. Apa tidak pusing ?”

“Aniyo. Aku menyukainya”

SEHUN POV

Aku benar-benar kagum pada Suho hyung. Sekarang aku mengerti mengapa banyak wanita yang mengaguminya, selain karena dia tampan, dia juga pintar. Dia baik terhadap semua orang, hangat, dan perhatian. Dia benar-benar hyung yang baik. Dia juga menjadi ketua kelas. Benar-benar sempurna.

“Hyung, bisakah kau membantuku mengerjakan pr? Aku kurang mengerti matematika”

“Tentu saja. Mana prmu? Biar aku lihat”

Aku mengeluarkan buku prku dan memperlihatkannya pada Suho hyung. Huaah, daebak! Dia benar-benar mengerti semua soal yang menurutku sangat susah. Dia menuliskan dan menjelaskan semua rumusnya dengan jelas sehingga gampang ku mengerti. Otaknya benar-benar sangat pintar.

Arlojiku sudah menunjukkan pukul 11 siang. Aku dan Suho hyung memutuskan untuk pulang. Aku harus membantu oema melayani pelanggan direstoran.

“Baekhie hyung, kenapa tidak menjemputku ?”seruku sedikit kesal ketika melihat Baekhyun hyung pulang

“Mianhae, sepulang sekolah tadi Xiumin hyung mengajakku untuk berlatih vocal”

Aku tidak menjawab lalu meletakkan tasku diatas ranjang. Kami memang tidur dikamar yang sama, ada 5 ranjang yang dibuat sendiri oleh appa. Setelah mengganti baju, aku dan Baekhyun hyung bergegas keluar untuk membantu oema.

“Kenapa kalian hanya berdua ?”tanya appa.

Aku baru ingat, dari tadi aku tidak melihat Jongin dan Luhan hyung. Omo.. Mereka masih tidur?

“Tao pergi ketoko buku bersama Kyungsoo hyung. Luhan hyung dan Jongin…..”.Aku tidak melanjutkan kata-kataku. Aku menoleh kearah Baekhyun hyung, memintanya untuk memberikan bantuan lewat mataku. Wajah Baekhyun hyung juga tampak bingung, diwajahnya seakan tertulis ‘mollayo’. Aku manatap appa lagi.

“Luhan hyung dan Jongin…um…”

“Mereka pasti masih tidur kan?”

Aku sangat hafal suara itu, suara cempreng oema yang sering melengking ditelingaku. Oema sudah berdiri dibelakang appa, terlihat dari wajahnya bahwa dia sedang marah. “Sehunie, kau pasti mau menyembunyikan kesalahan Luhan. Jawab oema!!”

Aku masih tidak membuka mulutku. Aku menunduk menjawab benar pertanyaan oema tadi. Luhan hyung dan Jongin pasti dimarahi habis-habisan kali ini.

“Anak itu benar-benar…”

Aku bisa menebak jika oema sedang menuju kerumah pohon dan menarik paksa Luhan hyung dan Jongin untuk bangun. Kejadian seperti ini sudah sangat sering terjadi. Aku mengambil alih dapur dan mulai mengelap piring-piring. Appa terlihat sedang memasak dan Baekhyun hyung melayani para tamu

Setelah 10 menit berlalu, terlihat oema datang dari pintu samping. Aku dan Baekhyun hyung tertawa terbahak-bahak, karena melihat tangan kanan oema menarik telinga Luhan hyung, sedangkan tangan kirinya menarik telinga Jongin.

“Oema, appo..”seru Luhan hyung mencoba melepaskan tangan oema yang memutar daun telinganya.

***___***

AUTHOR POV

Chen duduk diteras belakang rumahnya sambil menghusap lembut wajah anjing peliharaannya, Momo. Ia tersenyum kecut, otaknya memutar kenangan yang terjadi antara dirinya dan Sehun. Sehun juga sangat dekat dengan Momo . Bahkan terkadang Sehun menginap dirumah Chen untuk sekedar tidur dengan Momo. Ia sangat menyukai anak anjing.

“Sehun-ah.. Bogoshipo..”gumam Chen lirih. Ada ganjalan didalam hatinya karena tidak bisa menemukan Sehun, Setiap pergi kesekolah dan harus melewati rumah kastil itu, hatinya akan terasa perih. Setiap hari, setiap jam, dan setiap detiknya pikirannya tidak pernah lelah mencari dimana sosok Sehun. Bibi Ren juga telah menyewa detektif swasta untuk mencari Sehun. Ia tidak melaporkan pada polisi karena status Sehun sebagai pewaris tunggal hotel, supermarket, Mall dan semua kekayaan keluarga Park. Bibi Ren takut jika pesaing perusahaan ayahnya mengetahuinya, Sehun akan diculik dan dijahati oleh mereka. Karena itu Bibi ren merahasiakannya dan menyewa 10 detektif swasta untuk mencari Sehun.

“Adeul, kau memikirkan Sehun lagi ?”kata oema Chen menghusap lembut kepala anaknya. Chen menoleh pada ibunya yang sekarang sudah duduk disebelahnya.

“Oema, setahun ini tidak ada kabar sedikitpun”. Chen menarik nafas panjang, mencoba menghilangkan getaran yang ada disetiap ucapannya. “Malam itu dia masih ada disampingku, menceritakan semua keluh kesahnya. Aku sangat menyesal oema, harusnya aku yang menjemputnya. Harusnya aku menjaganya, aku adalah hyung yang sangat jahat. Sekarang aku tidak tau bagaimana keadaannya, dia pasti sedang menangis karena kesepian. Aku sangat mengerti dirinya, dia tidak bisa melakukan apapun sendirian. Aku sangat takut sesuatu yang buruk terjadi padanya…”

Oema Chen menarik putra tunggalnya itu kedalam pelukannya. Wajahnya sudah basah karena air mata.

“Semua akan baik-baik saja adeul, uljima…”

***___***

Sehun duduk termenung diteras rumah pohonnya, ia bersandar pada papan kayu sambil melipat kedua kakinya. Tiba-tiba saja hatinya terasa sangat gelisah.

‘apa yang terjadi ?’batinnya.

“Baekgu-yah..”panggil Kyungsoo. Sehun menoleh kebawah. “Apa yang kau lakukan ?”

Sehun menggeleng, “Aniyo”

“Aku akan naik keatas”

Setelah sampai diatas, Kyungsoo mengeluarkan sebuah kotak makan dari dalam tasnya. Ia menyodorkannya pada Sehun.

“Ige mwoya ?”tanya Sehun bingung, menunjuk kotak makanan milik Kyungsoo.

“Aku membuat masakan baru. Aku mencarimu tadi, kata Luhan hyung kau berada disini jadi aku menghampirimu”

“Waeyo ?”

“Satu-satunya yang paling rajin mencicipi masakan baruku adalah kau, jadi aku ingin kau mencobanya pertama kali”

Sehun menatap kotak makanan yang berisi makanan tidak dikenal itu lalu mengalihkan pandangannya kearah Kyungsoo. Kyungsoo mengangguk bersemangat.

“Cobalah..”

Sehun mencicipi sedikit makanan buatan Sehun. Mengunyahnya pelan-pelan. Dan…..

“Enak sekali hyung.. Benar-benar enak..”seru Sehun sangat antusias. Ia menyendokkan makanan buatan Kyungsoo dalam porsi lebih besar lagi.

Selalu seperi ini, bagi Kyungsoo, Sehun adalah satu-satunya orang yang akan memuji semua masakan yang dibuatnya.

“Jeongmall ? Ahh.. aku sangat senang. Habiskan semuanya..”

“Jinjjayo ? Ini semua untukku ?”

“Jinjja. Makanlah, ini upah karena kau sudah bilang masakanku enak”

Sehun menghabiskan semua makanan yang dibuat Kyungsoo dengan lahap.  Ia menghabiskannya dalam waktu singkat, sampai tak lama Luhan dan Tao datang.

“Kalian sedang makan enak tapi tidak mengajak kami, huh?”protes Luhan kesal

“Kyungsoo-yah, kau sangat plih kasih”sahut Tao menambahi

“Aniyo, ini__”. Sebelum sempat menyelesaikan ucapannya, Sehun buru-buru memotongnya.

“Tentu saja, Kyungsoo hyung lebih sayang padaku”ujarnya sambil menutup kotak makanannya.

“Aku tidak akan memboncengmu lagi jika ban sepedamu kempes”balas Tao mengerucutkan bibirnya.

“Mwo? Waeyo? “

“Sudahlah, aku akan membuatkan untuk kalian besok. Otthe ?”ujar Kyungsoo melerai perdebatan Sehun dan Tao itu

***___***

Sehun kembali duduk diteras rumah pohonnya, sedangkan Luhan, Kyungsoo dan Tao bermain kartu didalam. Sehun memandang langit gelap yang ada diatasnya.

“ada apa denganku ?”tanyanya pada diri sendiri.

“wae ?”tanya Luhan merangkul pundak Sehun. Sehun menoleh, menatap mata milik Luhan lurus-lurus.

“Hyung..”

“Emp.. ?”

“Apa selain kalian, aku mempunyai hyung lagi ? Maksudku seperti saudara kandung”

Luhan tersentak mendengar pertanyaan Sehun barusan. Lidahnya terasa kelu, ia mulai panik dan membuang pandangan kearah lain. Ia tidak berani menatap wajah Sehun, karena setiap Luhan berbohong Sehun pasti mengetahuinya.

“Apa ada yang kau cemaskan ?”. Tiba-tiba Kyungsoo datang dan ikut bergabung, Tao juga mengikuti.

“Molla, aku hanya merasa seseorang sedang mencemaskanku sekarang”

“Haha.. mana mungkin. Bukankah kau baik-baik saja?”ujar Tao tertawa garing. Ia mencoba membuat Sehun melupakan topik ini.

“Kau benar , mungkin hanya perasaanku saja”

“Mungkin memang begitu ”kata Luhan menghusap puncak kepala Sehun. Sehun mengangguk lalu tersenyum.

“Aku mempercayaimu hyung”

***___***

Luhan memandangi fotonya bersama delapan namja lain. Foto yang diambil saat Sehun berulang tahun kemarin. Ia tersenyum kecil menatap dirinya dan Sehun yang sedang merangkul pundak satu sama lain, Tao yang sedang melirik sinis kearah Baekhyun yang sedang tertawa girang sampai matanya benar-benar menutup. Kyungsoo yang berdiri disampingnya sambil memamerkan kue buatannya, Jongin yang menunjuk kue buatan Kyungsoo. Suho, Lay dan Xiumin memamerkan senyum terbaik mereka sambil memeperlihatkan V sign.

“Hyung, apa yang kau lakukan?”kata Baekhyun tiba-tiba duduk disamping Luhan

“Berpikir”

“Haha, apa yang kau pikirkan hyung ?”kata Baekhyun menertawai hyungnya itu. Selama ini yang ia tau Luhan tidak pernah serius dalam menghadapi apapun. Dia selalu santai dan tenang. Tapi tawanya hilang setelah matanya menangkap sebuah foto yang berada ditangan Luhan.

“Baekgu”tebak Baekhyun dengan suara pelan. Luhan tersenyum tipis.

“Ottokhe? Awalnya ingin membantunya mencari jati diri dan memberitahu semuanya. Tapi semakin lama malah semakin tidak ingin melepaskannya. Dia adalah adikku yang sangat polos. Dia selalu menjadikanku orang pertama yang diberitahunya jika sedang sedih atau gembira”. Luhan menghentikan ucapannya sejenak, menormalkan segala emosi yang ingin menerobos dinding yang ada dihatinya untuk keluar.  “Setiap hari aku selalu menemaninya membeli bubble tea dan menghabiskan waktu untuk bercerita dengannya. Aku adalah orang yang paling mengerti dia saat ini”kata Luhan tersenyum kecut

“Baekhie-yah, otte ? Aku merasa aku adalah orang yang paling jahat padanya. Dia sangat menyayangiku dan mempercayaiku tapi aku malah membohonginya seperti ini.  Aku sangat takut, jika aku memberitahu kebenarannya, ia akan membenciku dan pergi jauh”lanjut Luhan lagi. Baekhyun tersenyum lalu menatap Luhan yang sedang mencoba menyeka airmatanya.

“Kau tau hyung ? Aku sangat iri…”. Luhan menatap Baekhyun dengan pandangan bingung. “Aku sangat iri melihat kasih sayangmu pada Baekgu. Kau begitu menyayanginya padahal kenyataannya dia adalah orang asing yang tiba-tiba datang dikeluarga kita”seru Baekhyun menatap lekat Luhan. Ada kesedihan dibalik ucapannya tapi rasa mengertinya lebih besar membuat ia bisa menerima keadaannya.

“Nado..”sahut Jongin tiba-tiba. Ia duduk disamping Luhan dan menatap kedua hyungnya itu. Jongin tersenyum. “Aku juga sangat iri hyung”tambah Jongin. Luhan hanya diam, merasa bersalah dengan perlakuannya selama ini. “Tapi aku mengerti mengapa semua orang menyayanginya, karena dia memang harus disayangi”

“Benar. Baekgu adalah orang yang gampang untuk disayangi. Lihat saja, bukankah awalnya oema sangat membencinya karena akan menambah beban kita? Tapi sekarang oema bahkan membelanya ketika aku dan dia berebut sesuatu. Karena dia tidak pernah lupa untuk membantu oema dan appa setiap harinya” Baekhyun tersenyum tipis lalu memandang kearah langit. “Terkadang aku malu, aku adalah hyungnya tapi dibandingkan dia, aku sangat tidak peduli pada oema dan membiarkannya untuk bekerja sendiri. Aku lebih menyukai bermain daripada membantu oema. Dan dia akan menyembunyikan semua kesalahanku didepan oema. Dia memaksaku untuk menyayanginya hyung”lanjut Baekhyun, matanya sedikit memerah karena menahan airmata.

“Aku terkadang kesal dengannya, dia selalu merengek padaku. Memintaku untuk menemaninya kemanapun dia pergi. Dan terkadang aku benar-benar merasa risih ketika dia mulai melakukan buing-buing untuk menghiburku saat sedang marah atau sedih. Tapi lama-kelamaan, jika sedang sedih ataupun kesal aku malah merindukan buing-buingnya itu. Dia bahkan tidak mau memanggilku dengan sebutan ‘hyung’”seru Jongin tersenyum. “Sekarang aku tau alasan oema, appa dan kau sangat menyayanginya. Aku tidak akan iri lagi hyung, karena aku juga menyayanginya sepertimu”

“Siapa bilang oema lebih menyayanginya ?”kata nyonya Jung sudah berdiri dibelakang ketiganya. Wajahnya sudah basah karena daritadi mendengarkan pembicaraan ketiga anaknya itu.

“Oema..”kata Luhan,Baekhyun dan Jongin bersamaan.

“Kau.. Bagaimana bisa bilang oema tidak menyayangimu ? Apa kau marah karena oema menjewermu kemarin? Huh?”kata nyonya Jung memukul pelan pipi Jongin . “Dan kau.. Mengapa bilang oema tidak mencintaimu? Walaupun setiap hari kau bermain dan tidak membantuku, aku akan baik-baik saja. Aku tidak akan lelah setiap harinya meneriakimu untuk membantuku dan memarahimu karena seharian bermain”. Kali ini nyonya Jung beralih ke arah Baekhyun. Baekhyun menatap oemanya haru, lalu memeluk erat oemanya sambil menangis.

“Oema, mianhae. Selama ini aku tidak pernah membahagiakanmu. Setiap hari aku selalu membuatmu berteriak dan marah. Tapi kau tetap merawatku walaupun aku bukan anak kandungmu sekalipun. Aku sangat bersalah. Mianhae..”tangis Baekhyun. Nyonya Jung mengencangkan pelukannya lalu mengagguk. Ia benar-benar tidak mampu membuka mulutnya untuk berbicara.

“Oema, sekalipun kau menjewerku berkali-kali, aku tidak akan marah. Aku akan merindukan jeweran itu jika aku besar nanti. Mianhae, aku akan berusaha menjadi anak keren bagi oema”seru Jongin juga memeluk nyonya Jung. Semuanya menangis, tak terkecuali Luhan. Ia juga menangis memandang dongsaeng dan oemanya. Nyonya Jung melepaskan pelukannya dan memandang Luhan yang hanya berdiri menangis menatapnya.

“Kau tidak mau memeluk oema ?”

“Tentu saja tidak, umurku sudah 17 tahun oema”seru Luhan menyeka airmatanya

“Tapi kau sedang menangis, bukankah sejak dulu oema akan memelukmu ketika kau menangis?”

“Ani. Oema salah, aku tidak menangis”. Nyonya Jung tersenyum lalu memeluk Luhan erat, Luhan juga balas memeluknya.

“Aku tidak menangis oema..”serunya dalam dekapan nyonya Jung

“Arasseo”

“Kau adalah wanita yang paling aku sayangi didunia ini. Terima kasih karena telah merawat kami walaupun kami bukan anak kandungmu. Jeongmall gomawo”

“Siapa yang bilang kalian bukan anak kandungku? Walaupun kalian bukan lahir dari rahimku, kalian adalah anak kandungku. Anak yang ku rawat sejak kecil. Kalian adalah anak kandungku”

Baekhyun, Jongin dan Luhan memeluk nyonya Jung sambil menangis. Benar, kenyataannya mereka bukanlah anak kandung nyonya Jung. Kenyataannya mereka bukan bermarga Jung seperti biasanya mereka memperkenalkan diri.  Kenyataan yang menjadi rahasia besar keluarganya.

Sehun menatap semua orang yang sedang menangis itu heran. Ia mendekati mereka pelan. “Apa yang terjadi? Mengapa kalian semua menangis? Siapa yang membuat kalian menangis?”cerca Sehun

Menyadari adanya Sosok sehun yang sudah berdiri disana. Nyonya Jung, Luhan, Baekhyun dan Jongin buru-buru menghapus airmata mereka.

“Gwenchana”kata nyonya Jung tersenyum

“Katakan padaku, siapa yang membuat kalian menangis?”

Nyonya jung berjalan mendekati Sehun dan menghusap kedua pipinya lembut. Ia lalu memeluk Sehun. Sehun balas memeluk yeoja tua itu walaupun masih bingung.

“Apa yang akan kau lakukan pada orang yang membuat oema menangis?”tanya nyonya Jung disela tangisnya

“Tentu saja menghajarnya sampai babak belur. Aku tidak akan membiarkan orang itu membuat oema menangis”

“Berjanjilah pada oema, selamanya kau akan tetap menjadi anak oema dan tidak akan meninggalkan oema”

“Tentu saja. Bukankah aku harus membantu oema membersihkan piring?”

Nyonya Jung semakin terharu, ia semakin menguatkan pelukannya pada Sehun. Bukan karna sedih tapi dia sangat bahagia.

***___***

“aku lelah”seru Xiumin terduduk dipinggir lapangan sepak bola sekolahnya. Luhan tersenyum sambil memasukkan pakaian yang penuh keringat kedalam tas. Ia menggantinya dengan kaus yang baru berwarna putih. Kemudian ia duduk disebelah Xiumin dan meneguk air mineral miliknya.

“Luhan sunbae, kami pulang dulu”seru junior Luhan yang latihan bersamanya. Luhan mengangguk lalu tersenyum pada mereka. Tiba-tiba seorang yeoja datang menghampiri Luhan dan Xiumin. Yeoja itu tersenyum ramah pada keduanya.

“Kim hyura”seru Luhan pelan. Ia sedikit terkejut, sudah lama sekali tidak bertemu dengannya. Sejak kelas 3 mereka tidak lagi satu kelas.

“Ada yang ingin ku katakan padamu”ujarnya. Luhan dan Xiumin saling pandang bingung. Sedetik kemudian, Xiumin mengangguk bermaksud menyuruh Luhan untuk menuruti yeoja itu. Luhan berjalan menjauh.

“Wae ?”

Kim hyura tidak menjawab. Ia sedikit menunduk, suasana menjadi hening untuk beberapa saat.

“aku…”seru kim hyura akhirnya .“aku.. masih menyukaimu”lanjutnya dengan nada pelan. Luhan kembali terkejut. Waktu sudah berlalu hampir 1 tahun, dan perasaannya belum juga hilang.

To be Continue…..

 

16 thoughts on “FF : The House Tree (Part 5)

  1. cheonsaelfishyhae berkata:

    Entah kenapa aku jadi kasian sama KrisYeol T.T
    ah ff ni bikin galau *lebe

    eh? Hyura itu nembak(?) Luhan lagi ._.
    Berharap ditolak lagi *dihajar*

    author-ssi klo ff mu ini pure brothership , kuacungkan jempol untukmu (^_^)d

  2. phiwzz berkata:

    Wahh.. Kaget nihh, Luhan Baekhyun n Jongin bukan anak kandung Ny. Jung??? Trus mereka anak siapa donk???
    Apa nasib nya kaya Sehun juga??? Ya seengga nya bukan karna kecelakaan -___-”
    Tp mereka kompak!! Part itu bener2 bikin terharu dehh, pengen nangis jadi nya hiks hiks hiks, nge-feel banget T^T

    Kasian KrisYeol, kapan mereka ketemu Sehun nya??? Ga sabar nunggu momen berharga itu nihh…

    Aku bener2 love ff brothership (pure), karna cerita nya bakal lebih dapet feel nya dibanding romance2 gitu..

    Mian thor, baru komen di chapter ini, hehe ^^v

  3. chyshinji berkata:

    Mwooooooo?? Luhan, Baekhyun, Jongin bukan anak kandung Nyonya Jung? kekeke,, jangan jangan mereka anak orang kaya semua pula. Tapi baik hati banget Nyonya Jung ini, dengan keadaan ekonomi yang pas pasan mau merawat 4 orang anak dengan baik yang bahkan bukan anak kandungnya.

  4. Arajeseok berkata:

    Kasian sma chen. . .
    M0m0 itu,anak anjing yg kta baekhyun mrip sehun ya? Tpi,chen di se0ul kan? Sehun di busan. . .ah. . .m0lla.lanjut trus. . .

  5. rani berkata:

    hiks hiks bener menyentuh
    sukses buat nangis wahh nie ff bener gila
    keren bgt makin penasaran sama kelanjutannya

  6. chatty berkata:

    chinguuuuuu ff nya super duper keren, brothership nya kental bangeeeeet. suka bangeeeet chingu, ff nya semakin berlanjut semakin bagusss

  7. s wanda putri berkata:

    bnr” kaget waktu mereka bkn anak kandungnya nyonya jung.jd mrk anak siapa donk..
    wahh ff ini bikin penasaran + terharu

  8. amelia berkata:

    jadi luhan baekhyun jongin bukan anak kandungnya??
    aduh terharu mbacanya..
    hyura pantang menyerah banget yah~
    walaupun pernah di tolak luhan..
    next yah thor.. ^^

  9. rizqajuga berkata:

    Hiks… Hiks… Keluarga Jung emang The Best ! ㅠ.ㅠ

    Trnyata slama ini Luhan,Baekhyun sma Jong In itu bkan ank kandung nyonya Jung ! Nyonya Jung baik bnget lah mw ngrawat mreka smua kya ank kandung nya sendri ㅠ.ㅠ

    Waaahhh jangan2 s Momo itu s Baekgu ㅋㅋㅋ… mngkin n’nti Chen bsa ktemu Sehun lagi gra2 s Momo ini hohoho ~^O^~

    S Hyura nembak Luhan lagi ? Wah… Wah… Wah… ikutan donk ! hohoho ~^O^~

    PENASARAN ! NEXT !
    BACA PART 5 !
    ~^O^~

  10. Jung Han Ni berkata:

    ternyata luhan, baekhyun, jongin bukan anak kandung nyonya jung
    ya ampun hyura nembak luhan lagi, kirain dia udah lupain itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s