FF : The House Tree (Part 4)

the house tree 4

Tittle                : The Tree House

Author             : Oh Mi Ja

Cast                 : All member EXO

Genre              : Frienship, Brothership, a little Comedy

Summary         : Terkadang, aku seperti merasa didalam hatiku terdapat ruang kosong yang hampa. Ada sesuatu didalamnya yang selalu merasa kesepian tapi rasa kesepian itu perlahan menghilang karena adanya mereka.

 “Otthe? Dia menangis?”Tanya xiumin ingin tahu. Luhan mengangkat kedua bahunya pelan.

“Molla. Aku meninggalkannya setelah bicara”

“Mwo? Kau jahat sekali”

“Aku hanya tidak tega jika meihatnya menangis didepanku”

Xiumin menatap sahabatnya lalu menepuk pundaknya pelan. Ia mengerti.

“Sudahlah. Kajja”

 

Sehun meletakkan piring terakhirnya disebuah lemari plastik. Ia menghusap keringatnya dengan baju lalu menghela napas lega.

“Oema, aku sudah selesai. Aku pergi dulu”serunya sembari melepaskan penutup tangannya dan meletakkannya dimeja

“Odiekayo?”tanya luhan setelah ia sampai dirumah.

“kerumah kyungsoo hyung. Oema aku pergi dulu. Annyeong”

“Yee, hati-hati”sahut nyonya Jung. Luhan sedikit bingung, biasanya Sehun akan memintanya untuk menemaninya ke kedai bubble tea setiap ia pulang sekolah. Luhan berjalan menuju kamarnya, sesampainya ia meletakkan tasnya diatas meja , melonggarkan dasi sekolahnya dan menjatuhkan dirinya diatas ranjangnya.

“Lelah sekali”serunya. “kemana yang lain?”

—___—

Sehun sudah berdiri dipintu rumah Kyungsoo, ia memencet bel . Setelah 5 menit menunggu akhirnya pintu terbuka.

“Baekgu-yah, waeyo?”tanya Kyungsoo kaget saat melihat Sehun yang beridir dibalik pintunya.

“Mwo? Baekgu? Apa aku benar-benar seperti anjing?”cetus Sehun kesal

“Kyungsoo-yah, nugu?”sahut salah satu suara dari arah belakang. Ternyata Suho. “Oe? Baekgu? wae?”

Sehun menghembuskan napas panjang. ‘ini semua karna baekhyun hyung’pikirnya. Kyungsoo menyuruh Sehun masuk. Mereka lalu duduk disofa ruang tamu rumah Kyungsoo.

“Wae?”tanya Kyungsoo lagi.

“Hyung, sebenarnya aku lapar. Bisakah kau memasak untukku?”

“Mwo? Kau kesini hanya untuk menyuruhku masak?” Sehun mengangguk lalu memperlihatkan puppy eyes andalannya pada Kyungsoo. Itu adalah senjata utamanya. Kyungsoo menarik napas pelan lalu bergegas menuju dapur. Sehun mengikuti dibelakangnya.

“apa yang mau kau makan?”tanya kyungsoo sambil membuka kulkas, memeriksa persediaan makanannya.

“Apa saja”

“Nasi goreng?” Sehun mengangguk tanda setuju. Kyungsoo mulai menyiapkan semua bahan yang akan dimasaknya. Sehun berdiri disamping Kyungsoo sambil memperhatikan hyungnya memasak.

“Kyungsoo-yah, kau memasak ?”tanya Suho sambil membuka kulkasnya untuk minum. Kyungsoo mengangguk.

“baekgu ingin makan sesuatu”

“Mana Luhan hyung?”tanya Suho kini duduk dikursi meja makannya. Sehun mengikuti lalu duduk disamping Suho

“Dirumah. Aku tidak melihat ahjumma dan ahjussi”

“Oema dan appa pergi ke Seoul karena pekerjaan”jawab Suho.

Tak lama Kyungsoo selesai memasak. Ia lalu meletakkan masakan buatannya diatas meja makan. Kening Sehun berkerut.

“Hyung, aku tidak suka sayur”protes Sehun saat melihat kimchi yang terdapat di nasi gorengnya.

“Kau harus makan sayur agar tubuhmu tinggi”

“Hyung, keundae—“

“Kau tidak mau memakannya ?”

Sehun menghela napas panjang lalu menggeleng pelan, “aniyo, aku akan menghabiskannya”balas Sehun setengah hati membuat Kyungsoo tersenyum lebar.

Tiba-tiba bel rumah kyungsoo berbunyi. Kyungsoo bergegas membuka pintu rumahnya. Ia sudah bisa menebak siapa yang datang dan ternyata benar. Saat membuka pintu, Luhan sudah berdiri manis dibaliknya.

“Masuklah hyung”ujar Kyungsoo menyuruh Luhan masuk. Mereka menuju dapur.

“Hyung”seru Suho saat melihat Luhan datang. Sehun ikut menoleh

“Hyung, wae ?”tanyanya. Luhan menggeleng lalu duduk disampingnya.

“kau kesini hanya untuk makan?” Luhan balik bertanya. Ia tidak menjawab pertanyaan Sehun. Sehun mengangguk.

“Mianhae, aku hanya sedang bosan dengan ayam”

“Hyung, kau mau makan?”tanya Kyungsoo sambil memberikan sumpit pada Luhan

“kau harus mencobanya hyung, ini sangat enak”seru Sehun

—___—

SEHUN POV

12 April 2008, pukul 00.00

“SAENGIL CHUKKA HAMNIDA.. SAENGIL CHUKKA HAMNIDA. SARANGHANEUN SEHUNIE, SAENGIL CHUKKA HAMNIDA”

Semua orang menyanyikan lagu ulang tahun untukku. Appa, oema, Luhan hyung, Baekhie hyung, Jonginie, Tao, Lay hyung, Xiumin hyung, Suho hyung dan Kyungsoo hyung. Walaupun hanya pesta kecil disebuah taman di belakang rumah tapi aku sangat bahagia. Entah mengapa, dalam hati aku sangat merindukan suasana ini. Seperti sudah lama tidak merayakan ulang tahun bersama-sama. Terkadang, aku seperti merasa didalam hatiku terdapat ruang kosong yang hampa. Ada sesuatu didalamnya yang selalu merasa kesepian tapi rasa kesepian itu perlahan menghilang karena adanya mereka. Tanpa sadar wajahku sudah basah. Aku benar-benar terharu.

“Yaa Baekgu-yah, cepat tiup lilinnya. Kami tidak sabar untuk memakan kue itu”seru Baekhyun hyung bersemangat. Tidak hanya dia, yang lainnya juga pasti bersemangat karena masakan dan cakenya dibuat oleh Kyungsoo hyung. Dia adalah chef kami. Semua makanan yang dibuat olehnya pasti enak. Setahun ini aku lebih banyak makan masakannya daripada ayam direstoran.

Dan walaupun sedikit kesal awalnya, tapi sekarang aku mulai menyukai nama baruku ‘Baekgu’. Nickname yang diberikan Baekhyun hyung saat melihat anak anjing berwarna putih yang ia bilang mirip denganku.

Aku bersiap meniup lilin yang berbentuk angka 13 ini. Tapi tiba-tiba Luhan hyung menahan lenganku. Aku mengalihkan pandanganku padanya. Dia tersenyum.

“Sebelum meniupnya kau harus make a wish”kata Luhan hyung mengacak puncak kepalaku.

“Tidak perlu… Baekgu-yah cepatlaaah…”rengek Baekhyun hyung tidak sabar

“Baekhie-yah”tegur Suho hyung bermaksud untuk membiarkanku untuk mengucapkan keinginanku. Baekhyun hyung bungkam tidak melawan. “Sehunie, cepat make a wish”kata Suho hyung lagi. Aku mengangguk. Aku memejamkan mataku, menggenggam kedua tanganku sendiri didepan dada.

‘Tuhan, aku hanya ingin seperti ini selamanya’

Permohonan sederhana dan sangat singkat. Hanya itu yang terpikir olehku. Aku ingin melihat orang-orang yang berada didepanku setiap harinya. Aku membuka mata dan meniup lilin ulang tahun. Semuanya bersorak dan menyemprotku dengan semprotan krim salju.

“SAENGIL CHUKKAE SEHUNIE..!!”seru Lay hyung mengacak rambutku

Dan semua yang terjadi malam itu benar-benar indah. Kami begadang sampai pagi, bercerita tentang lelucon dan makan kue bersama dirumah pohon. Tertawa terbahak-bahak karena kebodohanku dan lelucon Baekhyun hyung. Dia memang seorang mood maker.

Kita juga menari bersama, setahun ini aku mulai belajar tari bersama Jongin, Luhan hyung, Lay hyung dan Xiumin huyng. Baekhyun hyung, Kyungsoo hyung dan Suho hyung bernyanyi bersama dengan diiringi suara gitar dari Lay hyung. Suara mereka memang harus diakui. Benar-benar keren. Kami menghabiskan malam kami sebagai remaja yang mulai beranjak dewasa, disini.. Ditempat biasanya kami mengeluarkan tawa dan tangis, dirumah pohon warna-warni ini.

**

AUTHOR POV

“ya!! Kalian mau tidur sampai kapan? Ya!!!”teriakan nyonya Jung tetap tidak membuat 9 namja yang sedang tidur diatas rumah pohon itu bergerak sedikitpun. Nyonya Jung mulai geram, ia menarik nafasnya dalam-dalam, mengumpulkan seluruh tenaga untuk suaranya.

“IRONAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!”. Teriakan Nyonya Jung kali ini berhasil membuat Suho terbangun kesal. Ia menghusap-husap telinganya yang sedikit berdengung. Ia berjalan dengan malas keluar dan menjulurkan kepalanya melihat kebawah.

“Omoenim, waeyo ? Kenapa berteriak ?”

“apa kalian cari mati, huh? Ini sudah pukul 6, waktunya kalian kesekolah. Bukankah tadi malam sudah kuperingatkan untuk tidak begadang ?!!!!”

“Arasseo”balas Suho malas. Ia kembali kedalam lalu membangunkan Kyungsoo pertama kali.

“Kyungsoo-yah, irona!”

“sebentar lagi hyung, aku masih mengantuk”

“ya, irona.. Ini sudah pukul 6 pagi”

Setelah mengucapkan ‘pukul 6 pagi’ mata kungsoo yang memang bulat, semakin membulat lebih besar. Ia terlonjak lalu segera bangun dari tidurnya. Bagi Kyungsoo yang sangat mematuhi peraturan, bangun 1 jam sebelum bel berbunyi itu adalah hal yang benar-benar menjengkelkan. Ia tidak punya waktu panjang untuk melakukan apapun. Sama seperti Suho.

“MWO??? hyung, 1 jam lagi bel berbunyi. Kenapa kau tidak membangunkanku daritadi ??”

Baekhyun dan Tao sedikit menggeliat karena mendengar suara Kyungsoo. “ribut sekali.. kecilkan suaramu”seru Baekhyun memeluk Lay yang tidur disebelahnya.

“diam hyung, aku masih mengantuk”sahut Tao yang juga berganti posisi.

“Baekhie hyung.. Tao.. cepat bangun, kita akan terlambat kesekolah”seru Kyungsoo menggoyangkan tubuh Baekhyun dan Tao bergantian.

“Lay-ah.. Xiumin hyung…Irona.. Sudah waktunya kita sekolah”

Xiumin membuka matanya perlahan, “jam berapa ini ?”tanyanya

“jam 6 hyung. Ayo pulang”ajak Suho.

“Lay-ah.. Irona..”kali ini Xiumin menggoyangkan tubuh dongsaengnya itu.

“Arra”

Akhirnya Suho, Lay,  Xiumin, Kyungsoo, Baekhyun, Tao, dan Sehun bangun. Tertinggal Luhan dan Jongin yang memang paling susah untuk dibangunkan, terutama Luhan. Membangunkannya butuh waktu 30 menit sampai 1 jam. Sedangkan waktunya sangat sedikit.

“Hyung, irona, hyung”kata Sehun mengguncangkan tubuh Luhan.

“Jonginie, ironaa”kali ini ia beralih ke Jongin.

“Tinggalkan saja kami”kata Jongin, suaranya masih berat karena belum terlalu sadar.

“Mwo? Bagaimana jika oema marah?”

“Bilang saja kami ada urusan penting. Pergilah”kata Jongin lagi

“Sudahlah, percuma saja membangunkan mereka. Kita bisa terlambat kesekolah”

“Tapi biasanya aku dibonceng oleh Luhan hyung”

“Sudahlah, kau bisa bersamaku. Setengah jam lagi aku akan menjemputmu. Ayo pulang dan mandi”seru Suho

SEHUN POV

Sepertinya Tuhan memberikanku kebahagiaan berlimpah hari ini. Sekolah kami dipulangkan lebih awal karena ada rapat dadakan para guru. Daebakk!!

Aku mencari Kyungso hyung dan Tao yang sudah menjadi murid kelas 3. Sedangkan Baekhyun hyung sudah menjadi murid SMU tahun ini.  “Jogieyo, apa ada Kyungsoo hyung ?”tanyaku pada teman sekelasnya

“Sepertinya dia sudah pulang bersama Tao”

“Arasseo, Ghamsahamnida”seruku lalu pergi. Kesal sekali, mengapa mereka meninggalkanku ? Aku harus pulang sendiri karna Jongin juga tidak turun.

Aku berjalan dipinggir jalan sambil memasukkan kedua tanganku kedalam saku celana. Sesekali aku menendang batu-batu kecil yang ada dijalan. Kesal.

“SEHUNIEE!!!!”panggil seseorang. Aku menoleh kebelakang. Terlihat Suho hyung yang sedang mengayuh sepedanya kuat-kuat karena mengejarku. “Aku mencarimu disekolah”serunya sambil mengatur nafas.

Aku mengerutkan kening, “Wae ?”

“Karena Tao dan Kyungsoo bilang ingin pergi ke toko buku bersama, jadi aku pikir kau pasti pulang sendirian jadi aku mencarimu”

“Aaah, Gomapta hyung. Tadi aku sangat kesal karena harus pulang sendiri. Tapi kenapa kau sudah pulang ?”

“Bukankah smp dan smu kita sama ? Jika guru disekolahmu rapat, disekolahku juga akan begitu”

“Arasseo..”

“Naiklah, aku akan memboncengmu”

—__—

Kanada..

Kris mencoba memejamkan matanya, tapi saat memejamkan matanya ia akan melihat wajah Sehun dalam pikirannya. Ia mengubah posisi tidurnya, menarik nafas panjang lalu mengubah posisi tidurnya lagi.

“Hyuuung”panggil Chanyeol sambil melirik kebawah. Ranjang yang mereka tiduri adalah ranjang kayu bertingkat. Chanyeol menempati bagian atas, sedangkan Kris menempati bagian bawah.

“Hmm…” Kris hanya bergumam

“Jangan pikirkan lagi”kata Chanyeol seakan bisa membaca pikiran Kris. “Sekarang jalani hidup kita dulu, yang harus kita pikirkan sekarang adalah lulus sekolah dan bekerja keras”lanjut Chanyeol lagi

“Mulai besok kita harus belajar menggunakan kendaraan umum, tidak ada sopir dan mobil lagi. Gwenchana ?”tanya Kris mengingat ia sudah tidak mempunyai fasilitas apapun.

“Gwenchana, itu akan menyenangkan”seru Chanyeol mencoba mengurangi kekhawatiran hyungnya. “Hyung, tidurlah. Jika kau memikirkan masalah ini setiap saat, wajahmu akan berkeriput dan aku akan mengalahkan ketampananmu”

Kris tersenyum kecil mendengar lelucon dongsaengnya itu, “Arra.. Ayo tidur..”

—__—

“Kenapa berhenti disini hyung ?”tanya Sehun heran. Suho menghentikan sepedanya di depan kedai bubble tea.

“Bukankah setiap hari kau datang kemari bersama Luhan hyung ?”tanya Suho memarkirkan sepedanya. Sehun mengangguk tapi tetap memandang Suho heran “Tidak bisakah jika hari ini datang bersamaku ?”

“Tentu saja bisa. Tapi aku baru tau jika kau juga menyukai bubble tea, hyung”

Suho hanya tersenyum tidak menjawab pernyataan Sehun. Ia menariknya masuk dan mencari tempat disudut dekat taman belakang. Tempat biasanya Sehun dan Luhan duduk.

“Disini sangat menyenangkan”kata Suho memandang sekeliling

“Tentu saja, karena itu aku dan Luhan hyung banyak menghabiskan waktu disini”

“Lain kali kau harus mengajakku jika kesini lagi”

Sehun mengangguk, “Tentu saja. Emm..  Hyuung…?”

To Be Continue…..

14 thoughts on “FF : The House Tree (Part 4)

  1. cheonsaelfishyhae berkata:

    Sweet moment ultahnya sehun🙂
    sayang KrisYeol belum mulai nyari Sehun u,u

    rasanya pengen cepet2 mereka ketemu

  2. amelia berkata:

    seru bnget ulang tahun sehun yah~
    sayang chanyeol sama kris belum ada.. gimana sam chen??
    next yah thor.. ^^

  3. rizqajuga berkata:

    Luhab n Jong In ‘kebluk’ ternyata hahaha ~^O^~ Mreka saling pduli satu sama lain yah… jd trharu ㅠ.ㅠ

    Gmn sma nasib nya KrisYeol ? yang udh jd orng ‘susah’ di Kanada… ㅠ.ㅠ

    Apa reaksi mreka klw tw Sehun udh pnya keluarga baru yg lbih mnyenangkan ?

    Penasaraaannn…
    Oke ! lngsung bca Part 5 !

    Capcusss… ~^O^~

  4. Eminent Lu'luin berkata:

    wahhh pasti sehun sangat senang, tapi bgaimana jika ingatan di kembali?? dan chen knpa blum muncul jugak kak. .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s